Ngawi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Ngawi bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Merawat dan Memperkuat Bhinneka Tunggal Ika melalui Deteksi Dini oleh Masyarakat”
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bima Notosuman, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, mahasiswa, pelajar, akademisi, komunitas, media, hingga kelompok suporter.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui kepedulian dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Kita memiliki tujuan dan persepsi yang sama, yaitu menjaga ketenteraman dan keutuhan NKRI. Ngawi merupakan pintu gerbang Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga keberagaman di wilayah ini membutuhkan pengelolaan dan pemeliharaan yang luar biasa,” ujar Kapolres.
Menurutnya, tantangan menjaga persatuan tidak hanya muncul dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari ruang digital. Berbagai isu provokatif dan hoaks dapat menjadi benih perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.
“Benteng NKRI harus kita hadapi secara nyata melalui deteksi dini. Masing-masing dari kita harus memiliki kesadaran untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika. Tingkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar agar gesekan-gesekan kecil dapat diminimalisasi,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan tiga pilar penting dalam menjaga kondusivitas dan persatuan masyarakat.
Pertama, kepekaan sosial melalui kewaspadaan lingkungan, yakni membangun kepedulian terhadap berbagai situasi yang terjadi di sekitar.
Kedua, penguatan sinergitas tiga pilar, yaitu kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, dengan membangun kepercayaan serta komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan di wilayah.
Ketiga, bijak dalam bermedia sosial. Masyarakat diminta melakukan klarifikasi dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Saring sebelum sharing. Klarifikasi sebelum memposting. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menjadi pemicu perpecahan,” pesan AKBP Prayoga.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., yang sekaligus membuka kegiatan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
“Jika persatuan dan kondusivitas tidak kita rawat bersama, maka dampaknya akan dirasakan anak cucu kita. Karena itu, nasionalisme dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus kita tumbuhkan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan media sosial, seperti penyebaran hoaks, adu domba, maupun informasi yang tidak jelas kebenarannya, dapat memicu kesalahpahaman dan ketersinggungan di tengah masyarakat.
Dialog kebangsaan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Wakil Bupati Ngawi, Kepala MUI Kabupaten Ngawi Prof. Dr. K.H. A. Halil Thahir, M.H.I., serta Ketua FKUB Kabupaten Ngawi Drs. H. Moh. Wahib, M.Pd., sebagai narasumber.
Forum tersebut juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk menjaga persatuan, mencegah polarisasi dan provokasi, serta memperkuat kerukunan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat, sekaligus merespons dinamika sosial yang berpotensi mengganggu kohesi dan persatuan bangsa.
Melalui dialog dan komitmen bersama tersebut, seluruh elemen masyarakat Ngawi diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini, sehingga setiap potensi konflik dapat dicegah sejak awal dan kondusivitas wilayah tetap terjaga.
“Mari kita jadikan Ngawi sebagai pelopor daerah yang aman dan tenteram,” tutur Kapolres Ngawi, saat dikonfirmasi media pada Sabtu (15/8/2026)
Saturday, August 15, 2026
SHARE
Author: NewsNgawi verified_user

0 nhận xét: