SURABAYA - Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Timur menggelar Upacara Pemuliaan nilai-nilai Luhur Tribrata dan Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrwa” di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Jumat (26/6/2026).
Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si tersebut diikuti oleh Wakapolda Jatim dan para Pejabat Utama Polda Jatim serta personel gabungan dari berbagai satuan kerja.
Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sekaligus sebagai momentum memperkokoh semangat pengabdian seluruh personel Polri.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, upacara pemuliaan nilai-nilai luhur Tribrata bukan hanya sekedar tradisi yang setiap tahun dilaksanakan menjelang Hari Bhayangkara, tetapi menjadi momentum untuk mengingat, menghayati, dan mengamalkan kembali nilai-nilai luhur Tribrata sebagai pedoman hidup dan etika profesi anggota Polri dalam menjalankan tugas.
“Tujuannya adalah menyucikan nilai luhur Tribrata sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Kombes Pol Abast.
Menurut Kombes Abast, pemuliaan Pataka Polda Jatim “Tan Hana Dharma Mangrva” mengandung pesan agar setiap insan Bhayangkara terus menjaga kemurnian jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Melalui upacara ini kami ingin meneguhkan kembali komitmen seluruh personel untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi roh pengabdian Polri,” ujar Kombes Abast.
Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Sebagai informasi, Pataka Polda Jawa Timur “Tan Hana Dharma Mangrwa” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Tidak Ada Kebenaran yang Mendua”.
Falsafah yang diambil dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular tersebut menjadi pengingat bagi setiap anggota Polri untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran, dan integritas dalam mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (*)
Friday, June 26, 2026
Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat
Banten, Kota Cilegon, 25 Juni 2026 – Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Banten bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kementerian Agama Kota Cilegon, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dalam rangka pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan: Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” tersebut berlangsung di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon.
Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET melalui pendekatan edukasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cilegon Robinsar, S.E., Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun, S.I.K., Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Drs. Bambang Hario Bintan, S.H., M.H., Ketua FKUB Kota Cilegon Dr. K.H. Abdul Karim Ismail, M.A., Ph.D., Ketua MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, B.A., Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, S.E., serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Sementara itu, Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun menekankan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional, tetapi juga penyebaran ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, upaya deteksi dini, penguatan toleransi, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.
Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menanamkan nilai moral, toleransi, dan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng terhadap pengaruh intoleransi dan ekstremisme, khususnya di era perkembangan media sosial yang semakin pesat.
Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sarana utama penyebaran propaganda intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai upaya membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Pada sesi materi, Iptu Rudiana Bachrie, S.T., M.M. dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai strategi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Materi tersebut mencakup perkembangan ancaman radikalisme, implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), pola penyebaran paham radikal, serta langkah-langkah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh perangkat desa, penyuluh agama, dan aparat kewilayahan.
Narasumber lainnya, Gus Najih selaku Wakil Sekretaris BPET MUI, menyoroti tantangan penyebaran konten radikal di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital, selektivitas dalam memilih sumber kajian keagamaan, serta penguatan wawasan keagamaan dan kebangsaan sebagai langkah pencegahan terhadap radikalisasi generasi muda.
Sementara itu, Munir yang merupakan mantan narapidana terorisme dan kini menjadi Sahabat Densus, membagikan pengalaman mengenai proses radikalisasi yang dapat terjadi melalui pengaruh lingkungan, komunitas, dan propaganda digital. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham IRET, memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial, serta melahirkan agen-agen perdamaian yang mampu menjadi pelopor toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.
Polri Mutasi 1.121 Personel, Perkuat Organisasi hingga Daerah
Jakarta - Polri kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) melalui tujuh Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada 25 Juni 2026. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pengembangan karier, serta penguatan kelembagaan Polri dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan mutasi merupakan hal yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja institusi.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Adapun tujuh Surat Telegram yang diterbitkan meliputi ST/1335/VI/KEP./2026 sebanyak 74 personel, ST/1336/VI/KEP./2026 sebanyak 359 personel, ST/1337/VI/KEP./2026 sebanyak 65 personel, ST/1338/VI/KEP./2026 sebanyak 174 personel, ST/1339/VI/KEP./2026 sebanyak 150 personel, ST/1340/VI/KEP./2026 sebanyak 104 personel, dan ST/1341/VI/KEP./2026 sebanyak 195 personel.
Dari total 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 748 personel mendapatkan promosi maupun perpindahan jabatan setara (flat). Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian, di antaranya Kapuslitbang Polri yang kini dijabat Brigjen Pol. Didi Hayamansyah.
Selain itu, terdapat pergantian pada dua jabatan Kapolda, yakni Kapolda Aceh yang kini dijabat Brigjen Pol. Ruddi Setiawan dan Kapolda Papua Barat Daya yang dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru.
Mutasi kali ini juga mencakup tiga jabatan Wakapolda, yaitu Wakapolda Banten, Wakapolda Maluku, dan Wakapolda Papua Barat Daya.
Pada level kewilayahan, Polri melakukan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes. Dalam kebijakan tersebut juga dilakukan pembentukan satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), empat Polres Tipe D baru, serta peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta.
“Pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” kata Brigjen Pol. Trunoyudo.
Empat Polres Tipe D yang dibentuk berada di wilayah Padang Lawas Utara, Sumba Tengah, Konawe Kepulauan, dan Banggai Laut. Sementara delapan Polres yang naik status menjadi Polresta berada di Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.
Dalam mutasi kali ini, Polri juga memberikan ruang lebih luas bagi personel Polwan. Sebanyak 45 Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipromosikan menjadi Kapolres setingkat IIIA2.
“Peningkatan peran Polwan dalam jabatan strategis menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi tanpa membedakan gender,” ungkap Brigjen Pol. Trunoyudo.
Selain promosi dan rotasi, mutasi juga mencakup pengukuhan jabatan terhadap delapan personel, penempatan jabatan bagi 68 lulusan Dikbangti dan S3 STIK, serta pemberangkatan 37 personel untuk mengikuti pendidikan pengembangan dan pendidikan pengembangan manajemen tahun anggaran 2026.
Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh kebijakan mutasi dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, sistem merit, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
“Melalui mutasi ini diharapkan seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat,” tutupnya.
Polisi Ngawi Tebar Kasih di Kedunggalar, Puluhan Anak Yatim dan Duafa Tersenyum Bahagia
Ngawi – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Kedunggalar, Polres Ngawi, menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Kegiatan berlangsung di Mushola Shirotul Jannah Polsek Kedunggalar dan Pendopo Jahe Klenthing, Kedunggalar
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedunggalar, AKP Karno, S.H., serta dihadiri personel Polsek Kedunggalar, tokoh masyarakat, tokoh agama, anak-anak yatim, dan warga sekitar.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama,S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kedunggalar menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada anak yatim dan kaum duafa.
Selain sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan santunan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan," ujar Kapolsek Kedunggalar pada Jumat (26/5/2026)
Ia menambahkan, Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Diharapkan momentum Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan keamanan serta membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Polres Ngawi Matangkan Pengamanan Suran Agung, Kapolres Tekankan Harus Aman dan Tertib
NGAWI, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Keberangkatan dan Kepulangan Warga PSHW Tunas Muda Cabang Ngawi Pusat Madiun dalam rangka mengikuti kegiatan Suran Agung Tahun 2026.
Rakor yang dipimpin langsung Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. ini berlangsung di Aula Bernadip Lantai 3 Gedung Cepat Polres Ngawi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan dihadiri Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., pejabat utama Polres Ngawi, para Kapolsek jajaran, unsur TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, pengurus PSHW Tunas Muda Cabang Ngawi, serta para ketua ranting.
Dalam rakor dipaparkan kesiapan pengamanan, jalur pemberangkatan dan kepulangan, titik kumpul, hingga pembagian dua zona keberangkatan bagi ribuan peserta asal Kabupaten Ngawi yang akan mengikuti Suran Agung di Padepokan Pusat PSHW Tunas Muda Madiun.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menegaskan seluruh personel dan koordinator lapangan harus memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Ia juga menginstruksikan agar setiap kendaraan yang membawa rombongan dilakukan pengecekan guna memastikan tidak ada barang berbahaya yang dibawa peserta.
"Titik kumpul harus dimanfaatkan sebagai tempat konsolidasi sehingga rombongan berangkat dan kembali secara bersama-sama. Mari kita jaga nama baik Kabupaten Ngawi dengan menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Saya juga berharap kejadian yang pernah terjadi di Karangjati tidak terulang kembali," tegas AKBP Prayoga Angga Widyatama.
Melalui koordinasi lintas sektoral ini, Polres Ngawi bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar pelaksanaan Suran Agung 2026 berjalan lancar, aman, serta memperkuat semangat persaudaraan dan menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi.
Polres Ngawi Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan Presisi
Ngawi – Polres Ngawi menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 sebagai wadah membangun komunikasi, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik kepolisian. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bernadip Gedung Satreskrim Polres Ngawi, dihadiri oleh unsur akademisi, stakeholder, organisasi masyarakat, LSM, media massa, serta pejabat utama Polres Ngawi.
Forum yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, kritik, saran, serta masukan konstruktif dari berbagai elemen masyarakat terkait pelayanan publik yang telah dan akan dilaksanakan oleh Polres Ngawi.
Dalam sesi dialog, para peserta memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi pelayanan yang telah dihadirkan Polres Ngawi, sekaligus menyampaikan sejumlah masukan terkait peningkatan sosialisasi layanan digital, edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pelajar, pendampingan korban kekerasan seksual, hingga upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan penataan parkir di ruang publik.
Kapolres Ngawi menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam mewujudkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Forum Konsultasi Publik ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang dialog yang sangat penting untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Kritik, saran, maupun apresiasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, Jumat (26/6/2026)
Lebih lanjut, Kapolres Ngawi menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan, ketertiban, dan kualitas pelayanan publik yang baik hanya dapat terwujud melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, akademisi, media, organisasi masyarakat, dan seluruh warga. Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan demi mewujudkan Polres Ngawi yang semakin Presisi dan dicintai masyarakat," tegasnya.
Melalui Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 ini, Polres Ngawi berharap terjalin komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat sehingga setiap pelayanan yang diberikan dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan sesuai harapan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Forum diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Ngawi yang aman, nyaman, dan semakin maju.
Usai Amankan Aksi Mahasiswa, Polwan Polres Ngawi Tebar Kepedulian dengan Berbagi dan Aksi Bersih-bersih
NGAWI – Usai melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Ngawi di depan kantor DPRD Ngawi, personel Polres Ngawi di bawah kendali Kabag Ops Kompol Danang Prasmoko, S.H., menunjukkan kepedulian melalui aksi humanis.
Sejumlah Polwan Polres Ngawi membagikan air mineral dan permen kepada para peserta aksi sebagai bentuk pelayanan dan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung dengan aman dan tertib.
Tidak berhenti di situ, para Polwan juga bergotong royong membersihkan sampah yang ditinggalkan di lokasi aksi. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polres Ngawi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan contoh bahwa ruang publik merupakan tanggung jawab bersama.
Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pengamanan unjuk rasa tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang humanis.
"Polri hadir untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara aman dan tertib. Melalui aksi berbagi air mineral, permen, hingga membersihkan sampah bersama, kami ingin menunjukkan bahwa tugas kepolisian juga mengedepankan kepedulian, pelayanan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, saat dikonfirmasi media Jumat (26/6/2026)
Ia menambahkan, Polres Ngawi akan terus mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, dan Presisi dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Ngawi tetap aman, kondusif, serta tercipta sinergi yang baik antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Gelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama
Jakarta - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk pemuliaan sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup dan landasan pengabdian seluruh insan Bhayangkara.
Prosesi penyucian Panji Rastra Sewakottama berlangsung khidmat dan sarat makna. Dalam rangkaian tersebut, Kapolri melaksanakan tiga tahapan simbolis. Tahap pertama berupa pembersihan panji menggunakan sikat, yang dimaknai sebagai upaya membersihkan segala kekurangan dan tekad untuk terus melakukan perbaikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada tahap kedua, Kapolri memercikkan air yang berasal dari sumber mata air di 34 wilayah di Indonesia yang telah disatukan di Jakarta. Prosesi ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh jajaran kepolisian dari Sabang hingga Merauke dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tahap terakhir dilakukan dengan pemberian wewangian pada Panji Rastra Sewakottama. Simbol ini dimaknai sebagai harapan agar setiap pengabdian Polri senantiasa mengharumkan nama institusi serta semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.
Setelah rangkaian penyucian selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon kekuatan, keselamatan, dan perlindungan dalam pelaksanaan tugas-tugas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
“Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam prosesi penyucian tersebut menjadi pengingat bahwa Polri harus terus berbenah, memperkuat soliditas, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang profesional, modern, dan humanis.
“Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” lanjutnya.
Melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Panji Rastra Sewakottama, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai institusi yang profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.
Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan
Jakarta – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Rekrutmen Proaktif Penyandang Disabilitas yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah disahkan.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mekanisme seleksi bagi penyandang disabilitas pada prinsipnya tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, namun disertai penyesuaian yang memperhatikan kondisi disabilitas peserta.
“Polri memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam proses seleksi, kami menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan memberikan penyesuaian sesuai kondisi disabilitas yang dimiliki peserta, tanpa mengurangi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.
Menurut Johnny, jenis disabilitas yang selama ini dapat mengikuti rekrutmen Polri antara lain disabilitas fisik dengan kategori tertentu yang masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan jabatan yang dibutuhkan organisasi. Beberapa kategori yang telah direkrut antara lain penyandang amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, maupun cerebral palsy dengan tingkat disabilitas ringan yang masih mampu menjalankan aktivitas secara mandiri.
“Penempatan personel disabilitas dilakukan berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Mereka dapat bertugas pada fungsi-fungsi yang lebih mengedepankan kemampuan administrasi, analisis, pelayanan publik, teknologi informasi, kesehatan, maupun bidang pendukung lainnya yang relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.
Lebih lanjut, Johnny menuturkan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut penyandang disabilitas melalui jalur SIPSS, Bintara, maupun ASN Polri. Pada tahun 2024 tercatat dua peserta disabilitas direkrut melalui SIPSS dan 16 orang melalui jalur Bintara. Sementara pada tahun 2025 terdapat satu peserta disabilitas yang diterima melalui jalur Bintara Polri.
Terkait jumlah atau persentase rekrutmen ke depan, Johnny mengatakan bahwa Polri masih melakukan kajian dan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang berlaku.
“Yang terpenting adalah memastikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan potensi untuk menjadi bagian dari Polri. Prinsipnya, Polri akan terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.
Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun institusi yang modern, humanis, dan menghormati hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Hari Bhayangkara ke -80 Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Melalui KREAFEST 2026
SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keamanan publik melalui ajang KREAFEST 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan Lomba Video Berbasis AI bertema “AI for Public Safety” itu menjadi wadah kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat umum untuk menghasilkan karya-karya digital yang edukatif dan inspiratif.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak.
Menurut Irjen Nanang Avianto, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari perkembangan perangkat komunikasi hingga lahirnya teknologi kecerdasan buatan.
"Teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat," ujar Irjen Pol Nanang saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kamis (25/6/2026).
Kapolda Jatim menilai generasi muda memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menguasai teknologi digital. Karena itu, diperlukan ruang-ruang kreatif yang mampu menyalurkan potensi tersebut ke arah yang positif dan produktif.
Irjen Pol Nanang menegaskan, lomba video berbasis AI yang digelar Polda Jatim menjadi salah satu bentuk upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Irjen Pol Nanang bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai terobosan yang pertama kali digelar di lingkungan kepolisian daerah.
"Kami menangkap peluang bahwa dunia Artificial Intelligence menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu, kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya positif," ungkap Irjen Pol Nanang.
Kapolda Jatim juga mengingatkan bahwa transformasi digital yang berlangsung saat ini turut menghadirkan berbagai tantangan di ruang siber.
"Ancaman kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama," kata Irjen Nanang.
Karena itu, ia berharap karya-karya berbasis AI dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membantu meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital.
"Melalui karya kreatif yang mengedukasi dan menginspirasi, kita bisa menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Irjen Nanang.
Kapolda Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat Jogo Jatim sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast selaku Ketua Panitia KREAFEST 2026 menjelaskan, kompetisi tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
"Sebanyak 293 peserta mengikuti kegiatan ini dengan total 286 karya yang dikirimkan kepada panitia. Terdiri dari 109 peserta kategori pelajar dan mahasiswa serta 177 peserta kategori umum," ujar Kombes Pol Abast.
Ia menjelaskan, tema AI for Public Safety dipilih sebagai bentuk dorongan agar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan publik.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Kombes Pol Abast, upaya kolaboratif tersebut penting untuk membangun ruang digital yang lebih ramah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan yang muncul di dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual.
"Kegiatan ini murni merupakan upaya bersama untuk membangun sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di ruang digital," pungkas Kombes Abast. (*)
Polri Gelar Dzikir Dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dzikir dan doa bersama diikuti oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia secara virtual. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memohon kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Suasana khidmat mewarnai jalannya dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Polri diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral dan etika dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya dalam menyambut usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun.
“Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada Wartawan di Jakarta.
Ia berharap memasuki usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata harus terus diinternalisasikan oleh seluruh anggota sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi. Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.
Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat semangat pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Polri untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Thursday, June 25, 2026
Subuh Berjamaah di Pitu, Polisi Ngawi Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas Bersama Warga
NGAWI – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Pitu bersama Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Pitu dan lintas sektoral melaksanakan kegiatan Subuh Bergerak di Masjid Fathul Huda, Dusun Sriguwak, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 04.00 hingga 06.30 WIB tersebut dihadiri Camat Pitu Broto Sanjoyo, S.STP., Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad, S.H., Kepala KUA Pitu Mangali, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Selopuro, Kepala Desa beserta perangkat desa, Takmir Masjid Fathul Huda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ramah tamah dan sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan sambutan dari sejumlah unsur Forkopimcam, dialog bersama masyarakat, serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Pitu. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Pitu juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah.
Selain memberikan imbauan kamtibmas, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan upaya mempererat hubungan antara Polri dengan warga.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Bergerak merupakan sarana efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang harmonis. Dengan kebersamaan dan sinergi yang baik, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” ujar AKP Basuki Rakhmad.
Dari hasil kegiatan tersebut, terjalin sinergitas yang semakin kuat antara Forpimcam Pitu dengan masyarakat Desa Selopuro. Kehadiran aparat di tengah aktivitas ibadah masyarakat juga memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan-pesan kamtibmas terkait pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan.
Polres Ngawi Kawal Aksi Damai Secara Humanis dan Profesional
NGAWI – Polres Ngawi Polda Jatim melaksanakan pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi atau unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Ngawi di Kantor Bupati Ngawi dan Kantor DPRD Ngawi, dipimpin Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., Kamis (25/6/2026).
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa personel pengamanan telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional selama berlangsungnya aksi.
“Polres Ngawi hadir untuk mengawal dan mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi agar dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap harus dilaksanakan sesuai aturan serta menjaga ketertiban dan keamanan bersama,” tutur AKBP Prayoga Angga
Lebih lanjut, Kapolres Ngawi menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat pengamanan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat serta mengutamakan komunikasi yang baik dengan para peserta aksi maupun pihak terkait.
Berkat sinergi seluruh pihak, kegiatan penyampaian aspirasi oleh Aliansi Mahasiswa Ngawi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas pelayanan publik maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi hingga berakhirnya kegiatan terpantau dalam keadaan aman dan terkendali.
Hari Bhayangkara ke-80: Polres Probolinggo Turun ke Pelosok Desa Salurkan Bansos Bedah Rumah
PROBOLINGGO – Jalan setapak dan berbukit, tak menyurutkan niat tulus sejumlah pejabat utama dan anggota Polres Probolinggo Polda Jatim menyapa warga dan menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Dipimpin oleh Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif didampingi Wakapolres Probolinggo Kompol Rizal Ardhianto, rombongan anggota Polres Probolinggo Polda Jatim melaksanakan kegiatan bakti sosial di Desa Jangkang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/6/2026).
Meski harus berjalan kaki menuju Dua lokasi yang akan dituju untuk penyaluran bansos dan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH), namun rombongan pejabat utama Polres Probolinggo tampak tetap semangat.
Lokasi pertama adalah rumah milik Arwa Sayedi, warga Dusun Kramat, Desa Jangkang, Kecamatan Tiris. Proses pengerjaan bedah rumah di lokasi tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan dalam waktu dekat dapat segera diselesaikan.
Sementara itu, lokasi kedua berada di rumah milik Misja, warga Dusun Pao Kecik, Desa Jangkang, Kecamatan Tiris.
Kapolres Probolinggo berharap dengan program bedah rumah dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 ini kualitas hidup masyarakat khususnya bagi warga yang membutuhkan hunian yang layak, aman, dan nyaman dapat ditingkatkan.
"Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," ujar AKBP Latif.
Ia menambahkan, Polres Probolinggo Polda Jatim berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
"Kami juga berharap bantuan bedah rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan dapat menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga," tambah AKBP Latif.
Sementara itu Arwa Sayedi, salah satu penerima bantuan bedah rumah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Polres Probolinggo atas bantuan yang diberikan.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Probolinggo beserta seluruh jajaran yang telah membantu memperbaiki rumah kami," ungkap Arwa.
Hal serupa juga disampaikan Misja. Ia mengaku terharu atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Polres Probolinggo.
"Terima kasih kepada Polres Probolinggo atas bantuan bedah rumah ini. Semoga Polri semakin jaya," ujar Misja.
Melalui kegiatan bakti sosial dan bedah rumah tersebut, Polres Probolinggo Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat demi terwujudnya Polri yang Presisi serta semakin dicintai masyarakat. (*)
Polres Malang Bongkar Modus Penipuan Berkedok Program UMKM Dua Tersangka Diamankan
MALANG - Satreskrim Polres Malang Polda Jatim membongkar dugaan tindak pidana penipuan berkedok program pengembangan UMKM yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kasus ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menghimpun dana dari warga dengan modus pembentukan koperasi fiktif.
Kedua tersangka masing-masing berinisial HC (40), warga Kabupaten Malang, dan BSK (28), warga Kota Malang.
Kasus tersebut terungkap setelah Kepala Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, melaporkan dugaan penipuan yang terjadi pada periode 10 hingga 15 Juni 2026. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian sementara sebesar Rp22,7 juta.
Wakapolres Malang Kompol Fahmi Amarullah mengatakan, kedua tersangka berupaya meyakinkan masyarakat dengan mengaku sebagai bagian dari Pemprov Jatim dan menggunakan atribut menyerupai aparatur pemerintah.
"Pelaku datang ke desa menggunakan atribut, baju dan nametag seolah-olah orang dari gubernur, kemudian menyampaikan akan ada sosialisasi terkait kegiatan UMKM yang di-handle oleh Pemprov," kata Kompol Fahmi saat konferensi pers di Polres Malang, Rabu (24/6/2026).
Menurut Kompol Fahmi, warga dijanjikan kemudahan perizinan, akses program pemerintah, bantuan usaha, hingga bantuan langsung apabila menjadi anggota dan bergabung dengan sebuah perusahaan yang disebut sebagai BUMD Provinsi Jawa Timur.
"Pelaku menyampaikan apabila masyarakat bergabung dengan BUMD tersebut, maka akan memperoleh akses perizinan dipermudah, mendapatkan akses program pemerintah, termasuk bantuan langsung dan peluang bantuan usaha," ujar Kompol Fahmi.
Pada kesempatan yang sama, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menjelaskan, setelah adanya sosialisasi tersebut, kedua tersangka juga bergerak ke beberapa desa lain di Kabupaten Malang, salah satunya di Kecamatan Wajak dan Kecamatan Pagelaran, kemudian menawarkan program serupa.
"Dalam aksinya, warga yang ingin menjadi anggota koperasi diwajibkan membayar simpanan pokok Rp.100 ribu per orang," kata AKP Hafiz.
Di Desa Sumberporong, kuota keanggotaan ditetapkan sebanyak 200 orang sehingga kepala desa setempat terlebih dahulu menalangi biaya pendaftaran sebesar Rp20 juta. Selain itu, terdapat 27 warga yang mendaftar secara mandiri.
AKP Hafiz mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah Polisi menerima laporan dari korban pada 22 Juni 2026.
Saat itu, petugas mendapatkan informasi bahwa para pelaku sedang menggelar sosialisasi serupa di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka BSK mengakui telah membuat surat tugas palsu yang kemudian digunakan tersangka HC untuk meyakinkan korban bahwa mereka merupakan utusan Pemprov Jatim.
"Motif mereka tentunya untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang dihimpun. Kami juga sudah mengecek perusahaan yang mereka akui, namun mereka tidak bisa menunjukkan akta pendirian maupun legalitas dan tidak terdaftar secara resmi," tegas Hafiz.
Sementara itu, Kepala Bidang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Satria Devi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya pertama kali mengetahui dugaan penipuan tersebut dari laporan jaringan desa wisata yang merasa curiga dengan surat dan kegiatan yang dilakukan para pelaku.
"Di dalam suratnya ada naskah dinas yang tidak sesuai dengan format dari Pemprov, kemudian tanda tangannya juga ada indikasi pemalsuan. Mereka juga mengaku bagian dari BUMD Pemprov Jatim, setelah kami cek ternyata tidak ada," ujar Satria.
Ia mengapresiasi respons cepat Polres Malang dalam mengungkap kasus tersebut sehingga potensi korban yang lebih luas dapat dicegah.
"Kami ucapkan terima kasih atas respons cepat dari Bapak Kapolres, Bapak Wakapolres, Bapak Kasat dan tim Reserse yang membantu kami mengungkap kasus ini," katanya.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal terkait tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain maupun aksi serupa di wilayah lain. (*)
Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, M.Si.: Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Melampaui Fungsi Keamanan Konvensional
Jakarta Selatan – Beragam perspektif akademik, kebijakan, dan pengalaman lapangan bertemu dalam kegiatan bedah buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mengulas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika global, sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional yang sejalan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk menyapa petani dan nelayan.
Buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” ditulis oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bersama Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si. Buku yang telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan Nomor Pencatatan 001297886 tersebut mengangkat pengalaman, refleksi kebijakan, serta praktik pengawalan program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung.
Melalui pendekatan akademik dan empiris, buku ini memotret bagaimana ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut aspek distribusi, tata kelola, pengawasan, hingga stabilitas nasional. Buku tersebut juga menguraikan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mendukung agenda swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan langsung kepada petani dan nelayan di berbagai daerah.
Kegiatan bedah buku menghadirkan Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., serta Inspektur Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian drh. Pujo Harmadi, M.P. sebagai penanggap.
Dalam tanggapannya, Prof. Semiarto Aji Purwanto menyampaikan apresiasi terhadap buku tersebut yang dinilai berhasil menggambarkan keterkaitan antara aspek produksi, distribusi, pengawasan, dan stabilitas nasional dalam satu kerangka yang utuh. Ia juga menilai peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional.
Menurut Prof. Semiarto, ketahanan pangan harus dipahami sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan negara. Ia menilai pengawalan dan pengawasan yang dilakukan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir serta mendukung keberhasilan program pemerintah, terlebih di tengah capaian peningkatan produksi pangan nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Selain itu, Prof. Semiarto mendorong penguatan pendekatan berbasis data, indikator kinerja, dan pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan.
Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan dalam ketahanan pangan. Menurutnya, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat bukan hanya persoalan ekonomi dan keamanan, tetapi juga bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat.
Pada kesempatan yang sama, drh. Pujo Harmadi, M.P. mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan. Ia menilai buku tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan secara optimal.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan bahwa buku “Mengawal Pangan Menuai Aman” disusun sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan praktik baik, pengalaman lapangan, dan pembelajaran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa. Ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Wakapolri.
Melalui kegiatan bedah buku ini, para peserta tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Forum ini diharapkan dapat diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan Indonesia.
Jelang Hari Bhayangkara ke 80, Kapolres Ngawi Anjangsana ke Purnawirawan Polri
NGAWI, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ngawi Ny. Erine Prayoga, melaksanakan kegiatan anjangsana ke kediaman AIPTU (Purn.) Suciadi sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada purnawirawan Polri yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Kegiatan anjangsana berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Selain bersilaturahmi, Kapolres Ngawi bersama rombongan juga menyerahkan tali asih sebagai wujud perhatian serta apresiasi kepada keluarga besar purnawirawan Polri.
Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa anjangsana merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dengan para purnawirawan dan warakawuri yang telah memberikan dedikasi terbaik selama masa pengabdiannya.
"Purnawirawan Polri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Melalui kegiatan anjangsana ini, kami ingin memberikan penghormatan atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan serta mempererat tali silaturahmi dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, saat dikonfirmasi media Kamis (25/6/2026)
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh keakraban, dan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian di lingkungan keluarga besar Polri.
Dengan mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", Polres Ngawi terus berkomitmen membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para purnawirawan yang telah menjadi bagian dari sejarah pengabdian Polri.
Polres Lamongan Ungkap Jaringan Ganjal ATM Lintas Daerah, 5 Tersangka Residivis Diamankan
LAMONGAN
- Satreskrim Polres Lamongan Polda Jawa Timur berhasil mengungkap
tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan menggunakan modus
ganjal ATM.
Dalam ungkap tersebut, Polisi mengamankan Lima orang
tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan spesialis ganjal ATM
lintas daerah asal Banten dan Lampung.
Kelima tersangka tersebut
yakni H (31) asal Balaraja, Tangerang, Banten. Empat lainnya, KF (25),J
(38), MM (34), dan S (42) asal Tanggamus, Lampung.
Kapolres
Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan
masing-masing pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya.
"Pelaku
beroperasi lintas daerah. Mereka memiliki peran masing-masing dalam
setiap aksi kejahatan. Teroganisir dan sangat rapi," terang AKBP Arif,
Rabu (24/6/2026).
Pelaku H berperan sebagai otak kejahatan
sekaligus eksekutor yang mengganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi
yang telah dimodifikasi.
Sementara KF dan J bertugas mengintip
nomor PIN korban saat melakukan transaksi, MM berperan mengawasi situasi
sekitar lokasi kejadian, sedangkan S bertugas sebagai pengemudi yang
selalu siaga di dalam kendaraan.
Kapolres Lamongan mengungkapkan,
komplotan ini sebelumnya telah melakukan pembobolan ATM di beberapa
daerah sejak 11 Februari, 17 April 2026 dan terakhir 12 Juni 2026 di ATM
Kantor Dinas Pendidikan Lamongan yang akhirnya tertangkap Polisi.
Khusus
tersangka H pernah membobol ATM di lokasi yang sama pada Februari 2026
dengan kerugian Rp 3,15 juta, serta di ATM RS Permata Hati pada April
2026 dengan total kerugian mencapai Rp 55 juta.
"Semua pelaku yang berhasil kita tangkap itu residivis kejahatan berbagai tindak pidana, " kata AKBP Arif Fazlurrahman,
Selain
mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah kartu ATM dari
berbagai bank, tusuk gigi yang telah dimodifikasi sebagai alat
pengganjal, serta gergaji besi yang digunakan untuk mengambil kartu ATM
yang tersangkut.
Selain itu Polisi juga mengamankan satu unit
mobil Suzuki APV yang disewa dari Lampung yang nomor Polisinya diganti
dari yang sebenarnya bernomor Polisi B 1625 JVF diganti dengan nomor
palsu B 198 SDY.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
"Tidak
ada ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Siapa pun
yang beraksi di Lamongan akan kami kejar dan tindak tegas," tegas AKBP
Arif Fazlurrahman. (*)
Polres Nganjuk Amankan Dua Tersangka Pengedar Narkoba Lintas Daerah dan 210,03 gram Sabu
NGANJUK - Satresnarkoba Polres Nganjuk Polda Jatim berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas daerah hasil pengembangan perkara sabu yang sebelumnya diungkap pada 11 Juni 2026 lalu.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan dari pengembangan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial WS (37), warga Kabupaten Kediri, dan MY (40), warga Kabupaten Blitar.
"Benar, kedua terduga pelaku berhasil diamankan merupakan hasil pengembangan dari perkara narkotika yang sebelumnya telah kami ungkap," kata AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (24/6/2026).
Dari pengungkapan tersebut lanjut AKBP Suria Miftah Irawan, Polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 210,03 gram, 2½ butir ekstasi, dan 266.000 butir pil dobel L.
"Pengungkapan ini berawal dari keterangan tersangka dalam perkara sabu yang telah lebih dahulu ditangani Satresnarkoba Polres Nganjuk," terang AKBP Suria Miftah Irawan.
Berbekal informasi tersebut, petugas melakukan pengembangan intensif hingga ke wilayah Bojonegoro dan berhasil mengidentifikasi keberadaan jaringan yang diduga memasok narkotika kepada tersangka sebelumnya.
"Kami tidak berhenti pada satu pelaku saja, tetapi terus menelusuri jaringan hingga ke pemasok dan pihak-pihak lain yang terlibat," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
Dalam pengungkapan kasus ini anggota Satresnarkoba Polres Nganjuk terlebih dahulu mengamankan WS di sebuah kamar penginapan di wilayah Kelurahan Kadipaten, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Di lokasi ini petugas menyita sejumlah telepon seluler yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika. Hasil interogasi terhadap WS kemudian mengarahkan petugas ke dua lokasi kontrakan di Kabupaten Kediri.
Dari lokasi tersebut, Polisi menemukan dua paket sabu dengan berat masing-masing 100,27 gram dan 100,08 gram, timbangan digital, serta 280 botol pil dobel L yang berisi total 266.000 butir.
Pengembangan kembali dilakukan hingga ke Kabupaten Blitar. Pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, petugas berhasil mengamankan MY di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Kanigoro.
Dari lokasi tersebut ditemukan sabu seberat 3,76 gram, 2½ butir pil ekstasi, telepon seluler, serta satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.
Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Hafid Dian Maulidi menjelaskan saat ini penyidikan masih terus dikembangkan untuk memburu pelaku lain yang telah masuk daftar pencarian orang.
"Kami juga terus memburu dua pemasok yang telah ditetapkan sebagai DPO untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas," tegasnya.
Sementara itu kedua terduga pelaku yang sudah ditangkap berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (*)
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ponorogo Salurkan Ratusan Paket Bansos Untuk Masyarakat
.jpeg)
PONOROGO – Polres Ponorogo Polda Jatim menyalurkan 200 paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Selasa (23/6/2026).
Penyaluran bansos yang berlangsung di halaman Mapolres Ponorogo itu dipimpin langsung Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal, S.I.K., M.Si., serta dihadiri para pejabat utama (PJU) dan personel Polres Ponorogo.
Dari 200 paket bantuan tersebut diberikan kepada empat kelompok penerima, yakni 50 paket untuk mahasiswa, 50 paket bagi pengemudi ojek online, 50 paket untuk petugas kebersihan atau tukang sapu, serta 50 paket bagi tukang becak.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus bentuk rasa syukur dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
"Sesuai slogan kami, Polri untuk Masyarakat, kami ingin komitmen tersebut benar-benar terwujud di wilayah hukum Polres Ponorogo," ungkap AKBP Andin.
Kapolres Ponorogo berhara bantuan sosial ini dapat memberikan manfaat bagi warga masyarakat khususnya di Kabupaten Ponorogo.
"Polri merupakan pelayan masyarakat, sehingga apabila masyarakat membutuhkan bantuan, kami akan selalu siap memberikan pelayanan," ujar AKBP Andin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan masukan agar institusi Polri semakin profesional dan semakin dekat dengan masyarakat.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar ke depan Polri menjadi semakin baik. Apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kami, silakan disampaikan sebagai bentuk evaluasi," pungkas AKBP Andin. (*)