Ad 728x90

Monday, August 10, 2026

 Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional

Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional




Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.

Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.

Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.

Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.

Membangun Talenta dan Karakter

Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.

Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.

Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.

 Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri

Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri





JAKARTA – Polri terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan menghadirkan layanan yang mudah, cepat dan responsif melalui SuperApp Polri yang terintegrasi dengan berbagai layanan kepolisian, termasuk fitur layanan darurat Polri 110.

Melalui SuperApp Polri, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kepolisian dalam satu platform secara lebih praktis. Kehadiran fitur layanan Polri 110 juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat.

Layanan Polri 110 tersebut telah tergelar hingga jajaran kewilayahan, termasuk sampai tingkat Polsek. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan masyarakat dapat diteruskan dan ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian sesuai dengan wilayah dan kebutuhan penanganannya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir mengatakan, penguatan layanan berbasis digital merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kepolisian yang semakin mudah dan cepat.

“Polri terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, cepat dan responsif. Melalui SuperApp Polri, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kepolisian dalam satu platform, termasuk layanan Polri 110 yang telah terintegrasi hingga jajaran Polsek,” ujar Isir, Minggu (9/8).

Menurutnya, layanan Polri 110 menjadi salah satu sarana penting yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi secara langsung dengan kepolisian ketika membutuhkan bantuan maupun menyampaikan informasi terkait situasi yang memerlukan kehadiran petugas.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kepolisian. Dengan sistem yang terintegrasi, laporan atau kebutuhan masyarakat dapat diterima dan diteruskan kepada jajaran yang memiliki kewenangan dan kedekatan wilayah untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kepolisian juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk membangun komunikasi yang semakin dekat dengan masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Setiap informasi yang disampaikan melalui kanal pelayanan Polri merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan keamanan bersama. Karena itu, kami ingin memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan respons dan penanganan yang tepat,” kata Isir.

Polri juga terus mendorong seluruh jajaran untuk memberikan respons yang cepat dan profesional terhadap setiap laporan yang diterima. Integrasi layanan hingga tingkat Polsek diharapkan dapat memperpendek waktu respons sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dari personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

“Teknologi bukan sekadar soal aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ukurannya adalah ketika masyarakat membutuhkan Polri, mereka tahu harus menghubungi ke mana, mudah mengaksesnya, dan mendapatkan respons yang cepat,” tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tersebut, SuperApp Polri dapat diunduh melalui Google Play Store pada perangkat Android. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, termasuk layanan Polri 110, sesuai dengan kebutuhan pelayanan kepolisian.

Polri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan SuperApp Polri beserta fitur layanan Polri 110 secara bijak sebagai sarana komunikasi dan pelayanan kepolisian. Dengan dukungan masyarakat dan pemanfaatan teknologi yang terintegrasi, Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, responsif dan dekat dengan masyarakat.


 Kapolri Tutup E-sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Aktif Laporkan Gangguan Ke 110

Kapolri Tutup E-sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Aktif Laporkan Gangguan Ke 110




JAKART – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. resmi menutup E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menerima tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus mengajak generasi muda menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tiga Rekor MURI tersebut yakni Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 734 peserta, serta Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 27.686 peserta.

Kapolri mengapresiasi antusiasme para peserta yang mencapai 35.936 orang dari 34 Polda dan 403 Polres. Menurutnya, perkembangan e-sports saat ini tidak lagi sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga dengan potensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional. Dan pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar,” ujar Kapolri.

Kapolri berharap kompetisi tersebut terus dikembangkan hingga mampu melahirkan lebih banyak talenta baru. Ia bahkan mendorong agar jumlah peserta pada tahun depan dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat dengan menggelar kompetisi secara rutin di tingkat kewilayahan.

“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa ini, pertanyaannya: bisa enggak tahun ini 35.936, tahun depan kali 10?” kata Kapolri.

Selain menjadi atlet dan talenta e-sports, Kapolri mengajak para peserta menjadi agen perubahan dan Duta Kamtibmas yang ikut mengajak generasi muda meninggalkan aktivitas kontraproduktif seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme, serta mendorong kegiatan positif dan berprestasi.

Kapolri juga menitipkan pesan agar para Duta Kamtibmas ikut mencegah berbagai ancaman di ruang digital, seperti hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Saya menitip pesan karena di dunia maya ini banyak sekali disalahgunakan. Baik untuk kegiatan-kegiatan negatif, apakah itu judi online, apakah itu game-game yang kemudian membahayakan generasi muda, dan juga model-model penipuan. Tolong bantu para Duta Kamtibmas ini untuk menginformasikan kepada teman-temannya yang ini berbahaya. Bila perlu, laporkan ke Pak Polisi,” tegas Kapolri.

Kapolri mendorong kolaborasi antara Polri, komunitas e-sports, dan platform digital dalam melakukan pencegahan kejahatan siber.

Masyarakat juga diimbau tidak ragu melaporkan gangguan keamanan maupun indikasi kejahatan melalui kanal pengaduan Polri, termasuk layanan 110 dan kanal Patroli Siber.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sendiri menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game hingga Youth Movement.

Kapolri menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, sekaligus literasi dan kesadaran keamanan digital generasi muda.

“Dengan melihat pertunjukan-pertunjukan yang ada, bagaimana tadi ditampilkan robotik, kemudian IoT, AI, saya yakin bahwa generasi-generasi kita betul-betul siap untuk mengisi dan menunjukkan bahwa kalian semua mampu untuk mengantarkan Indonesia ini menjadi generasi-generasi terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 kemudian secara resmi ditutup oleh Kapolri pada Minggu (9/8/2026) malam

Sunday, August 9, 2026

 Ban Bocor di Tengah Malam, Warga Telepon 110, Polisi Pitu Polres Ngawi Sigap Membantu

Ban Bocor di Tengah Malam, Warga Telepon 110, Polisi Pitu Polres Ngawi Sigap Membantu





Ngawi – Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Pitu yang dipimpim Iptu Prinanto, S.H., saat menerima laporan masyarakat melalui Call Center 110, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Mendapat laporan adanya warga yang mengalami ban mobil bocor di utara Jembatan Sonde, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu,  anggota Polsek Pitu, Aiptu Sucipto dan Aiptu Susato, langsung mendatangi lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, personel membantu warga mengganti ban mobil yang bocor dengan ban cadangan. Setelah proses penggantian selesai, kendaraan kembali dapat digunakan dan warga pun dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam penanganan gangguan kamtibmas, tetapi juga memberikan bantuan nyata ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Call Center 110 merupakan sarana masyarakat untuk mendapatkan respons kepolisian. Sekecil apa pun kebutuhan masyarakat, selama membutuhkan kehadiran dan bantuan Polri, kami akan berupaya merespons dengan cepat. Kami ingin masyarakat merasa aman, terbantu, dan dapat melanjutkan aktivitas maupun perjalanan dengan nyaman,” ujar Kapolres Ngawi.

Melalui respons cepat tersebut, masyarakat merasakan langsung manfaat layanan Call Center 110, sekaligus terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Pitu.

"Alhamdulillah, matur suwun pak Polisi," ujar pengendara mobil yang telah dibantu dalam menangani ban bocor.

 Mengusung PIRING NGAWI, Kapolres Bangun Kedekatan dan Kebersamaan dengan Anggota

Mengusung PIRING NGAWI, Kapolres Bangun Kedekatan dan Kebersamaan dengan Anggota






Ngawi – Membangun komunikasi yang dekat dan terbuka tidak hanya dilakukan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K , M.Si., bersama masyarakat.

Kepedulian yang sama juga ditunjukkan Kapolres Ngawi kepada seluruh personel internal melalui program PIRING NGAWI (Piluhat & Silaturahmi Rombongan Ngumpul ing Ngawi).

Mengusung semangat “Srawung Ramah, Nyawiji ing Rasa”, kegiatan PIRING NGAWI oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., dan pejabat utama, yang meluangkan waktu untuk makan siang bersama sekaligus mendengarkan berbagai cerita, masukan, maupun curhatan dari anggota.

Jika selama ini jajaran Polres Ngawi hadir untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti Curhat Kamtibmas, Warung Kompas Presisi, Pojok Kamtibmas, maka PIRING NGAWI menjadi ruang bagi pimpinan untuk mendengarkan suara dari dalam, khususnya terkait pelaksanaan tugas, dinamika di lapangan, maupun hal-hal yang menjadi perhatian anggota.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan yang dilaksanakan di teras samping kantor diikuti personel dari Sikum, Sium, Si TIK, Si Humas, Sidokkes, Siwas, dan Si Keu serta anggota Sipropram Polres Ngawi

Dalam suasana santai tanpa sekat, pimpinan dan anggota duduk bersama, menikmati makan siang sekaligus berbagi cerita, dengan dan santai dan penuh keakraban.

Kapolres Ngawi mengatakan, komunikasi yang baik antara pimpinan dan anggota menjadi salah satu kunci dalam menciptakan suasana kerja yang sehat, solid, dan penuh kebersamaan.

“Kalau kita ingin selalu hadir dan mendengarkan masyarakat, tentu kita juga harus mau mendengarkan anggota kita sendiri. PIRING NGAWI ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi ruang untuk srawung, berdiskusi, menyampaikan masukan dan mencari solusi bersama,” ujar AKBP Prayoga, saat dikonfirmasi media Minggu (9/8/2026)

Menurutnya, setiap anggota memiliki pengalaman, cerita, dan persoalan yang berbeda dalam menjalankan tugas.

Karena itu, pimpinan perlu membuka ruang komunikasi yang lebih dekat agar berbagai persoalan dapat diketahui sejak dini dan dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama.

“Saya ingin anggota merasa nyaman menyampaikan apa yang dirasakan. Tidak harus selalu dalam suasana formal. Kadang, sambil makan dan ngobrol santai justru muncul komunikasi yang lebih terbuka. Kita nyawiji ing rasa, saling memahami, dan saling menguatkan,” tambahnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa kebersamaan bukan hanya tentang kedekatan secara personal, tetapi menjadi energi untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

Melalui PIRING NGAWI, Polres Ngawi terus membangun budaya organisasi yang terbuka, humanis dan komunikatif.
Sebab, ketika pimpinan dan anggota saling mendengar dan memahami, akan tumbuh rasa memiliki, kekompakan, serta semangat bersama dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Selain makan bersama, mendengarkan curhatan  mulai dari PHL, ASN dan anggota Polri, Kapolres Ngawi juga membagikan rezeki untuk personel yang bisa menjawab pertanyaan dari Pimpinan.

 Polres Lumajang Kunci Pergerakan Api di Ranupani Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas

Polres Lumajang Kunci Pergerakan Api di Ranupani Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas





LUMAJANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat. 

Sebelumnya, Polres Lumajang Polda Jatim telah membuat sekat bakar (Fire Break) untuk mengunci pergerakan api agar tidak meluas ke wilayah Kabupaten Lumajang.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Lumajang, BPBD Kabupaten Lumajang, petugas TNBTS, serta masyarakat dikerahkan di kawasan perbatasan Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro hingga saat ini.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, langkah penyekatan dilakukan sebagai upaya menghambat laju api yang hingga kini masih membakar kawasan Blok Jantur, Kabupaten Probolinggo.

"Personel Polres Lumajang bersama petugas BPBD, TNBTS, dan masyarakat hingga saat ini melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di Desa Ranupani dan Desa Argosari," kata AKBP Riki, Sabtu (8/8/2026).

Selain itu, tim juga menebang ranting dan semak di sepanjang perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani sebagai jalur sekat bakar guna menghentikan penyebaran api.

"Hingga saat ini titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur," lanjut AKBP Riki.

Kapolres Lumajang juga mengatakan, seluruh personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan apabila api bergerak mendekati wilayah Lumajang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani, BA A. Ariyanto, S.Hut., operasi pemadaman dari udara akan diperkuat dengan pengerahan dua helikopter water bombing.

"Akan diterjunkan helikopter water bombing dari BNPB dan TNI AL untuk membantu proses pemadaman," ujar AKBP Riki.

Kapolres Lumajang menambahkan, hingga kini penyebab kebakaran maupun sumber awal munculnya api masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan hutan.

"Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya," pungkas AKBP Riki. (*)

 Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Konten Medsos yang Mengandung Provokasi

Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Konten Medsos yang Mengandung Provokasi






Jakarta - Pakar hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai penegakan hukum terhadap penyebaran konten manipulatif dan provokatif di media sosial diperlukan ketika materi yang disebarkan telah memenuhi unsur tindak pidana.

Menurut Rullyandi, konten semacam itu tidak hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi, tetapi juga dapat berdampak pada ketertiban dan keamanan publik apabila memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Terkait adanya muatan media sosial yang terungkap adanya pengancaman, manipulatif, dan provokatif, telah menimbulkan kegaduhan publik sehingga perlu dorongan kepada Polri agar menindak tegas penyebar konten manipulatif dan provokatif yang marak belakangan ini dengan penerapan tindak pidana,” kata Rullyandi, Sabtu (8/8/2026).

Dia menjelaskan, pelaksanaan hak dan kebebasan warga negara tetap memiliki batas yang telah ditentukan konstitusi. Salah satunya tercantum dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang mengatur mengenai pembatasan terhadap pelaksanaan hak dan kebebasan.

“Sebagaimana UUD 1945 amandemen Pasal 28J ayat (2), memberikan pembatasan kepada setiap warga negara di dalam menjalankan hak dan kebebasannya untuk wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, khususnya pembatasan yang berkaitan dengan pelanggaran ketentuan pidana, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, moral, ketertiban umum, dan keamanan negara,” jelasnya.

Rullyandi menyebut ketentuan konstitusional tersebut tetap menjadi dasar dalam melihat batas antara pelaksanaan hak dan kebebasan dengan perbuatan yang dapat dikenai hukum. Dia juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 105 yang bersandar pada ketentuan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

“Sekalipun terdapat Putusan MK Nomor 105 yang bersandar pada UUD 1945, khususnya ketentuan Pasal 28J ayat (2),” ungkapnya.

Dalam konteks penanganan perkara di media sosial, Rullyandi menilai langkah kepolisian terhadap konten yang mengandung unsur manipulatif dan provokatif merupakan bagian dari penegakan hukum ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

Dia pun menilai langkah Polda Jawa Barat yang mengungkap kasus penyebaran konten manipulatif dan provokatif sebagai tindakan yang tepat.

“Sebagaimana langkah tepat Polda Jabar yang berhasil menangkap para pelaku penyebaran konten manipulatif dan provokatif,” pungkasnya.

 KBPBI Apresiasi Komitmen Kapolri Kawal Aspirasi dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan

KBPBI Apresiasi Komitmen Kapolri Kawal Aspirasi dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan




Jakarta – Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang membuka ruang dialog untuk mendengarkan secara langsung aspirasi buruh terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta, Jumat (07/08).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus perwakilan KBPBI, Andi Gani Nena Wea, menyebut dialog tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah, Polri, dan organisasi buruh guna mencari solusi terbaik terhadap substansi RUU Ketenagakerjaan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Kapolri yang berdialog dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia. Pak Kapolri mendengarkan langsung aspirasi kami terkait materi RUU Ketenagakerjaan. Kami berharap pembahasan undang-undang ini dapat berjalan dengan baik dan mampu merangkul seluruh stakeholder yang berkepentingan,” ujar Andi Gani.

Andi Gani menegaskan, KBPBI akan terus mengedepankan jalur diplomasi dan dialog dalam mengawal proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR dan pemerintah. Menurutnya, komunikasi yang telah terbangun menjadi modal penting untuk menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga iklim investasi.

Merespons aspirasi tersebut, Kapolri menyatakan siap mendukung terwujudnya komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, berbagai persoalan ketenagakerjaan perlu diselesaikan melalui dialog sehingga menghasilkan regulasi yang berimbang.

“Kami akan membantu menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin yang kemudian kita harapkan bisa diselesaikan oleh rekan-rekan buruh bersama-sama dengan tim yang ada di DPR, sehingga menjadi satu kesepakatan dalam revisi undang-undang yang isinya menghadirkan keseimbangan antara teman-teman pengusaha, teman-teman buruh, dan peran pengawas agar keseimbangan ini tetap terjaga,” kata Kapolri.

Kapolri juga menilai proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan harus dikawal bersama secara bertanggung jawab. Ia memahami hak buruh untuk menyampaikan aspirasi, namun mengingatkan agar seluruh proses dilakukan secara tertib dan damai.

“Saya sangat memahami kalau teman-teman buruh akan turun untuk mengawal ketat proses ini. Namun saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga dan cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, revisi RUU Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang selama ini muncul, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global melalui terciptanya hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada hal ataupun kerusuhan yang justru mencederai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,” tutup Kapolri.

 35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital

35.936 Anak Muda Main Bareng di Kapolri Cup 2026, Wakapolri: Jangan Cuma Jadi Penonton, Jadilah Talenta Digital




Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.

Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.

Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.

Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.

Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.

Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports

Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.

Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi

Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.

“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.

Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.

Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital

Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.

Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.

Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.

Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.

Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.

Dari gaming menuju achievement.
Dari dream menuju become.

Saturday, August 8, 2026

 Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas





NGAWI  – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. 

Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan Warung Kompas Presisi (Komunikasi Polisi dengan Masyarakat) yang digelar setiap Jumat di kawasan Alun-Alun Ngawi mulai pukul 12.30 hingga 13.30 WIB.

Melalui warung Kompas ini, Polres Ngawi Polda Jatim hadir langsung untuk menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus membagikan makanan dan minuman secara gratis.

Keberadaan warung Kompas Polres Ngawi disambut antusias oleh masyarakat, terlebih mereka yang baru melaksanakan sholat Jumat di kawasan alun - alun.

Dipimpin Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., kegiatan ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara Polisi dan masyarakat. 

Warga tidak hanya menerima makanan dan minuman, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, personel juga menyosialisasikan layanan Call Center Polisi 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan maupun menyampaikan laporan kepada kepolisian.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Warung Kompas Presisi merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin Polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan penanganan masalah, tetapi juga hadir untuk mendengar, menyapa dan membangun komunikasi secara langsung, " ujar AKBP Prayoga, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara langsung akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. 

Aspirasi dan informasi yang disampaikan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing dan Polres Ngawi akan terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, humanis dan responsif,” pungkas AKBP Prayoga.

Melalui Warung Kompas Presisi, Polres Ngawi berharap tercipta hubungan yang semakin dekat antara Polisi dan masyarakat, sehingga terbangun sinergi bersama dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang aman, nyaman dan kondusif. (*)

 Polres Bojonegoro Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Ngambon

Polres Bojonegoro Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Ngambon





BOJONEGORO  - Polres Bojonegoro Polda Jatim melalui Polsek Ngambon menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (7/8/2026).

Sebanyak satu truk tangki berkapasitas 8.000 liter air bersih tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Yeni Diarty melalui Kapolsek Ngambon AKP M. Tohir mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan sedikit meringankan beban warga selama musim kemarau," ujar AKP M. Tohir.

Salah seorang warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Polsek Ngambon. 

Menurutnya, pasokan air sangat dibutuhkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, terlebih saat kondisi kemarau membuat ketersediaan air semakin terbatas.

"Bantuan ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau seperti sekarang dan kami sangat berterima kasih kepada Polsek Ngambon Polres Bojonegoro atas bantuan air bersih yang sangat kami butuhkan untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polres Bojonegoro Polda Jatim dan jajarannya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta memberikan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan warga di wilayah hukumnya. (*)

 Susuri Jalanan Kota, Satlantas Polres Gresik Tebar Kebaikan Lewat Jumat Berkah Berbagi

Susuri Jalanan Kota, Satlantas Polres Gresik Tebar Kebaikan Lewat Jumat Berkah Berbagi

 





GRESIK - Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Polres Gresik Polda Jatim.

Kali ini melalui Satuan Lalu Lintas ( Satlantas) Polres Gresik Polda Jatim menggelar kegiatan rutin Jumat Berkah dan Berbagi.

Pada kegiatan tersebut, anggota Satlantas Polres Gresik berbagi puluhan paket nasi kepada masyarakat, mulai dari pekerja jalanan, pengemudi ojek, hingga para pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan utama di Kota Gresik.

Kegiatan yang dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas bersama personel Satlantas mengawali pembagian paket nasi dari Jalan Veteran menuju kawasan Awikoen, dilanjutkan menyusuri Jalan Panglima Soedirman, dan berakhir di depan Rumah Sakit Petrokimia Gresik.

Aksi berbagi ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara kepolisian dan warga. 

Kehadiran personel Satlantas di tengah aktivitas masyarakat pun disambut hangat oleh para penerima manfaat.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan kegiatan Jumat Berkah Berbagi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

"Semoga apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi penyemangat, membawa manfaat, dan menghadirkan senyum bagi mereka yang menerima," ujar AKP Nur Arifin, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, berbagi tidak harus menunggu memiliki kelebihan. Menurutnya, kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti besar bagi orang lain.

"Karena berbagi tidak harus menunggu berlebih. Kadang, satu bungkus nasi saja sudah cukup untuk membuat hari seseorang menjadi lebih baik," tuturnya.

Melalui program Jumat Berkah Berbagi, Satlantas Polres Gresik Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi sosial yang membawa manfaat bagi sesama. (*)



 Polresta Malang Kota Gelar Bakkes Ajak Warga Makan Bersama dan Periksa Kesehatan Gratis

Polresta Malang Kota Gelar Bakkes Ajak Warga Makan Bersama dan Periksa Kesehatan Gratis




MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim kembali memperkuat komitmen pelayanan publik melalui kegiatan Bakti Kesehatan (Bakkes) dan makan bersama masyarakat di halaman apel Polresta Malang Kota, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dari Seksi Dokkes Polresta Malang Kota, namun juga makan gratis.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo melalui Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengungkapkan sejak pukul 08.05 WIB, masyarakat umum berdatangan di antaranya pengemudi ojek online (ojol), relawan, mahasiswa, komunitas, serta warga Kota Malang.

Berbagai hidangan disediakan untuk masyarakat, mulai dari bubur ayam, soto ayam, pecel, rawon, hingga air mineral.

Saat dilokasi tampak Masyarakat dan anggota kepolisian berinteraksi, sekaligus memperkuat silaturahmi dan soliditas antara Polri dengan berbagai kelompok masyarakat.

Ipda Lukman mengatakan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting karena keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh kepolisian.

"Ruang seperti ini penting untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, dan menjaga hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat," kata Ipda Lukman.

Menurut Ipda Lukman, pelayanan kesehatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus mendapatkan perhatian kesehatan dasar tanpa dipungut biaya.

Aspek kesehatan sengaja dihadirkan agar manfaat yang diterima masyarakat dapat memberikan manfaat sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi dua arah dalam suasana informal, keluhan maupun masukan untuk Polresta Malang Kota melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami terbuka terhadap kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat. Semua itu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Kehadiran pengemudi ojol, relawan, mahasiswa, komunitas, serta warga dari berbagai unsur menunjukkan bahwa kegiatan sosial tersebut menjadi ruang pertemuan lintas elemen masyarakat.

Polresta Malang Kota berharap interaksi langsung semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga kondusivitas Kota Malang. (*)

 Warung Kompas Presisi Polres Ngawi,  Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga

Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga

 




Ngawi – Polres Ngawi terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan Warung Kompas Presisi (Komunikasi Polisi dengan Masyarakat) yang digelar setiap Jumat setelah salat Jumat di kawasan Alun-Alun Ngawi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 13.30 WIB, tepatnya di sisi utara lapangan tenis Alun-Alun Ngawi.

Personel Satbinmas Polres Ngawi hadir langsung untuk menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus membagikan makanan dan minuman secara gratis.

Dipimpin Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., kegiatan ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat. Warga tidak hanya menerima makanan dan minuman, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, personel juga menyosialisasikan layanan Call Center Polisi 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan maupun menyampaikan laporan kepada kepolisian.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Warung Kompas Presisi merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin polisi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan penanganan masalah, tetapi juga hadir untuk mendengar, menyapa dan membangun komunikasi secara langsung. Warung Kompas Presisi menjadi ruang sederhana namun bermakna untuk mempererat silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Kapolres Ngawi.

Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara langsung akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Aspirasi dan informasi yang disampaikan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan anggota Polri. Sampaikan informasi maupun permasalahan yang ada di lingkungan masing-masing. Polres Ngawi akan terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat, humanis dan responsif,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk berbincang santai dengan personel kepolisian, menyampaikan berbagai informasi, sekaligus menikmati makanan dan minuman yang disediakan.
Melalui Warung Kompas Presisi, Polres Ngawi berharap tercipta hubungan yang semakin dekat antara polisi dan masyarakat, sehingga terbangun sinergi bersama dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang aman, nyaman dan kondusif.



 Kapolres Ngawi Gandeng BEM Jaga Kondusivitas Jelang HUT RI

Kapolres Ngawi Gandeng BEM Jaga Kondusivitas Jelang HUT RI

 





Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menerima kunjungan silaturahmi Serikat Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Ngawi di Rumah Dinas Kapolres Ngawi.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut diterima di kediaman dinas Kapolres Ngawi yang dihadiri Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., sejumlah Pejabat Utama Polres Ngawi, serta perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Ngawi

Dalam dialog tersebut, Kapolres bersama mahasiswa membahas perkembangan situasi nasional, dinamika sosial, serta berbagai isu strategis yang berkembang di wilayah Kabupaten Ngawi.

AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang selama ini telah berkontribusi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam memperkuat persatuan, menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk provokasi, baik di dunia nyata maupun melalui media sosial.

Kapolres juga mengimbau agar setiap penyampaian aspirasi dilakukan secara santun, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mengedepankan dialog yang konstruktif.


Silaturahmi ini menjadi wadah mempererat komunikasi antara Polres Ngawi dan organisasi kemahasiswaan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial serta menjaga Kabupaten Ngawi tetap aman, damai, dan kondusif.

"Mahasiswa merupakan mitra strategis Polri sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang baik dan sinergi yang kuat, kami mengajak seluruh elemen mahasiswa bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, menyampaikan aspirasi secara santun, serta menolak segala bentuk hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian," ujar AKBP Prayoga, Sabtu (8/8/2026)

Kapolres Mgawi juga berpesan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan berbagai momentum yang ada, mari saling menjaga persatuan, sehingga Kabupaten Ngawi tetap damai, aman, dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat Ngawi.



Inovasi Srikandi Care, Cara Polres Lamongan Dekatkan Diri ke Masyarakat

Inovasi Srikandi Care, Cara Polres Lamongan Dekatkan Diri ke Masyarakat





LAMONGAN – Polres Lamongan Polda Jatim terus menghadirkan inovasi pelayanan kepada masyarakat melalui program Jumat Layanan “Srikandi Care (Caring, Active, Responsive, Empathetic)” yang digagas Kapolres Lamongan,AKBP Adhytiawarman Gautama Putra dan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat.

Dalam program tersebut, personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Lamongan Polda Jatim diterjunkan ke sejumlah masjid untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah Sholat Jum'at.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pengaturan arus lalu lintas di depan masjid, membantu penyeberangan jamaah, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Kehadiran para Polwan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jamaah, sekaligus meminimalisir potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi ibadah.

Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D. melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd menyampaikan bahwa Program Jum'at Layanan Srikandi Care merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang menjadi program Polres Lamongan Polda Jatim.

"Program Jum'at Layanan Srikandi merupakan bentuk komitmen Polres Lamongan untuk selalu menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif di tengah masyarakat," kata Ipda Hamzaid, Jumat (7/8/2026).

Melalui program ini, Polres Lamongan Polda Jatim berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (*)

 Polri Pastikan Proses Pemeriksaan Personel di Aceh Dilaksanakan Secara Profesional dan Transparan

Polri Pastikan Proses Pemeriksaan Personel di Aceh Dilaksanakan Secara Profesional dan Transparan




JAKARTA – Polri menegaskan komitmennya untuk menjalankan setiap proses pemeriksaan terhadap personel secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum serta peraturan yang berlaku. Komitmen tersebut sejalan dengan perhatian publik terhadap informasi mengenai Kapolresta Banda Aceh bersama Kasat Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh yang dibawa ke Jakarta oleh tim Mabes Polri.

Kadivhumas Polri Irjen. Pol. Jhonny Edison Isir menegaskan bahwa setiap informasi yang berkembang akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku serta mengedepankan asas profesionalitas, akuntabilitas, dan praduga tak bersalah.

"Setiap proses yang dilakukan Polri terhadap personel merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan penegakan aturan di lingkungan internal. Seluruh proses dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Jhonny Edison Isir.

Ia menjelaskan, proses yang saat ini berjalan merupakan tindak lanjut atas informasi dan partisipasi masyarakat yang disampaikan kepada Polri. Menurutnya, setiap laporan maupun informasi yang diterima dari masyarakat akan ditelaah dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bentuk respons atas kepercayaan masyarakat kepada Polri.

"Partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Setiap informasi yang disampaikan akan kami respons secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai dibawanya Kapolresta Banda Aceh bersama Kasat Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh ke Jakarta oleh tim Mabes Polri pada Rabu (5/8).

Jhonny Edison Isir menegaskan bahwa Polri mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik agar tidak mengganggu proses yang sedang berlangsung maupun menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi maupun laporan merupakan wujud kepedulian dan harapan agar Polri semakin profesional, semakin akuntabel, serta semakin dipercaya oleh masyarakat. Polri memandang hal tersebut sebagai bentuk kemitraan yang positif dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Polri juga menilai hubungan antara masyarakat dan kepolisian merupakan kemitraan strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat akuntabilitas penegakan hukum. Oleh karena itu, setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan diperlakukan secara serius, profesional, dan proporsional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Polri akan memberikan penjelasan kepada masyarakat pada waktu yang tepat sesuai perkembangan proses yang berlangsung dan ketentuan yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari Polri serta tidak berspekulasi terhadap informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.

Polri juga memastikan perkembangan penanganan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat apabila telah memenuhi ketentuan untuk dipublikasikan. Perkembangan penanganan perkara akan terus diperbarui dan disampaikan langsung oleh satuan yang menangani proses tersebut sesuai dengan tahapan yang berlaku. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi.

"Kami berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan yang dapat diinformasikan kepada publik secara resmi. Transparansi merupakan bagian dari upaya Polri menjaga akuntabilitas sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.

 Kapolri Dukung Dialog Penyusunan RUU Ketenagakerjaan, Siap Jadi Jembatan Aspirasi Buruh

Kapolri Dukung Dialog Penyusunan RUU Ketenagakerjaan, Siap Jadi Jembatan Aspirasi Buruh



Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri dialog bersama jajaran Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Kantor Sekretariat Bersama KBPBI, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi serikat pekerja terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Kapolri menerima pemaparan mengenai sejumlah substansi yang dinilai menjadi perhatian utama kalangan buruh. Ia menegaskan bahwa Polri siap mendukung terciptanya komunikasi yang konstruktif agar proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan berjalan dengan baik melalui mekanisme dialog dan musyawarah.

Kapolri menyampaikan bahwa aspirasi para pekerja merupakan bagian penting yang perlu dipahami dalam proses penyusunan regulasi, sehingga menghasilkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menghadirkan keseimbangan antara kepentingan pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

“Kami akan membantu menjadi jembatan untuk menyampaikan poin-poin yang diharapkan dapat diselesaikan bersama oleh rekan-rekan buruh dengan tim di DPR, sehingga revisi undang-undang ini dapat menghasilkan keseimbangan antara teman-teman pengusaha, teman-teman buruh, serta peran pengawas agar keseimbangan tersebut tetap terjaga,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, proses pembahasan RUU Ketenagakerjaan perlu dikawal melalui jalur diplomasi dan dialog agar seluruh aspirasi dapat tersampaikan secara efektif. Namun demikian, ia memahami apabila para pekerja juga melakukan pengawalan terhadap proses legislasi sesuai dengan hak konstitusional yang dimiliki.

Kapolri mengingatkan agar setiap bentuk penyampaian aspirasi tetap dilaksanakan secara tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga tidak mengganggu keamanan maupun ketertiban masyarakat.

“Saya selalu ingatkan, tolong laksanakan semuanya secara terukur dan jaga ketertiban. Kita ingin Indonesia tetap terjaga, cita-cita kita bersama terus berjalan, dan bagaimana kita mendorong Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” kata Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolri berharap pembahasan RUU Ketenagakerjaan mampu menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi pekerja sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing. Dengan demikian, hubungan industrial di Indonesia dapat semakin harmonis dan mendukung peningkatan daya saing nasional di tingkat global.

“Mari kita kawal bersama-sama sehingga perjuangan teman-teman buruh betul-betul dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman, dan tertib tanpa ada hal ataupun kerusuhan yang justru mencederai apa yang menjadi perjuangan teman-teman buruh,” tutup Kapolri.


 Muktamar XVI Tapak Suci Resmi Dibuka di Semarang, Kapolri Terima Anugerah Anggota Kehormatan

Muktamar XVI Tapak Suci Resmi Dibuka di Semarang, Kapolri Terima Anugerah Anggota Kehormatan




Semarang - Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, menjadi saksi digelarnya Apel Pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Mengusung tema "Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia", kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan Muhammadiyah, serta ribuan peserta muktamar.  

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah saat Ketua Umum PP Tapak Suci, Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo, menganugerahkan gelar Anggota Kehormatan kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang. Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi amanah sekaligus pengikat tali persaudaraan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.  

Kapolri juga menyampaikan bahwa tantangan gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, sembari mengapresiasi ketahanan ekonomi nasional Indonesia yang mampu tumbuh 5,29% YoY pada Triwulan II 2026. Beliau menekankan bahwa jaringan kader Tapak Suci yang tersebar luas memiliki peran strategis untuk bersinergi dengan Polri. Tapak Suci diharapkan menjadi cooling system di tengah masyarakat untuk mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, dan kekerasan. Langkah kolaboratif ini dinilai sejalan dengan penguatan program Sabuk Kamtibmas Polri.  

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, pembacaan Ikrar Tapak Suci, pelantikan Pendekar Kehormatan, hingga beberapa sambutan. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir yang membuka Muktamar secara resmi, Mendikdasmen RI Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., Penasehat Khusus Presiden RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, serta Wakil Ketua Umum PB IPSI Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan. Pembukaan diakhiri dengan penampilan Seni Pencak Budaya Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan penyerahan apresiasi.

Friday, August 7, 2026

 Kapolres Gresik Tegaskan Komitmen Polri Dukung Pendidikan Berkualitas

Kapolres Gresik Tegaskan Komitmen Polri Dukung Pendidikan Berkualitas




GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan Polri dalam hal ini Polres Gresik Polda Jatim tetap konsisten mendukung program strategis pemerintah di bidang pendidikan diantaranya Sekolah Rakyat.

Hal itu juga pernah disampaikan Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tahun Ajaran 2026/2027 beberapa waktu yang lalu.

AKBP Ramadhan menyampaikan apresiasi atas hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi yang dinilai mampu membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Saat ditemui di Mapolres Gresik, AKBP Ramadhan kembali menegaskan,Polres Gresik Polda Jatim siap mendukung keberlangsungan program pemerintah di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya bersama mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.

"Polres Gresik mendukung penuh program pemerintah ini dan semoga Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah lahirnya generasi berkualitas yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Gresik dan Indonesia," tegas AKBP Ramadhan Nasution, Jumat (7/8/2026).

Kapolres Gresik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya program Sekolah Rakyat Terintegrasi ini. 

Langkah konkret ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menekan angka putus sekolah sekaligus menekan angka kenakalan remaja di wilayah hukum Polres Gresik Polda Jatim.

Menurut AKBP Ramadhan Polres Gresik Polda Jatim juga kerap kali melaksanakan kegiatan edukasi pelajar di sekolah yang diisi oleh petugas dari berbagai satuan fungsi seperti, Satreskrim,Satresnarkoba,Satlantas,Satbinmas dan Satuan fungsi lainnya.

Kolaborasi aktif antara kepolisian dan dunia pendidikan ini diharapkan mampu menyaring pengaruh negatif yang kerap menyasar kalangan remaja.

"Materi edukasi yang kami sampaikan tentu beragam mulai dari budaya tertib berlalu lintas,mencegah bulying, menghindari Narkoba dan lainnya yang intinya agar pelajar terhidar dari perbuatan melawan hukum," terang AKBP Ramadhan.

Melalui sinergi yang terus dirawat ini, Polres Gresik Polda Jatim optimistis visi Indonesia Emas dapat diawali dari pemenuhan hak pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Gresik. (*)