KOTA MALANG — Upaya memperkuat sinergi dan menjaga stabilitas keamanan kota terus dilakukan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui pendekatan kepada elemen masyarakat secara humanis.
Salah satunya dengan menggelar silaturahmi bersama komunitas ojek online (Ojol) yang tergabung dalam Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) di basecamp PDOI, Taman Merjosari, Kota Malang, Selasa, (07/04/2026)
Silaturahmi Polresta Malang Kota melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kali ini dipimpin langsung Kasatlantas AKP Rio Angga Prasetyo, didampingi Kanit Regident AKP Fiad Arizal, Kanit Kamsel Iptu Juana Gita, serta anggota Satlantas.
AKP Rio Angga mengatakan, pertemuan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan komunitas ojol yang berjumlah sekitar ±700 anggota di Kota Malang.
Pada kegiatan ini tidak hanya membahas Kamseltibcarlantas, tapi menjadi wadah membangun kesadaran kolektif menghadapi dinamika global yang berdampak hingga ke tingkat lokal.
“Di tengah isu global yang berkembang, termasuk kelangkaan BBM, kami mengajak rekan-rekan driver ojol untuk tidak mudah terpancing provokasi maupun euforia yang berpotensi merugikan diri sendiri dan mengganggu kondusivitas,” ujar AKP Rio.
Menurutnya, Driver ojol memiliki peran strategis sebagai mitra Kamseltibcarlantas sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial di ruang publik.
Dengan mobilitas tinggi dan interaksi langsung dengan masyarakat, para driver diharapkan mampu menjadi agen ketertiban serta penyampai informasi yang positif.
“Kami mengajak seluruh driver ojol untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,"tambahnya.
AKP Rio Angga kembali menegaskan, sesuai petunjuk dan arahan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana bahwa Polresta Malang Kota siap menjadi rumah bagi ojol apabila menghadapi kendala atau gangguan dalam operasional di lapangan.
Sementara itu, Ketua PDOI Kota Malang, Puji Waluyo, menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan keterbukaan dari Polresta Malang Kota dan siap mengajak seluruh anggota PDOI untuk turut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Malang, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ungkap Puji
Ia juga menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus mendukung upaya kepolisian menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
"Silaturahmi ini menjadi bukti sinergi, soliditas, dan kemitraan yang kuat antara Polresta Malang Kota dan komunitas ojol," pungkasnya. (*)
Wednesday, April 8, 2026
Polres Tanjungperak Ungkap Jaringan Pengedar Sabu, 4 Tersangka Diamankan di Surabaya
TANJUNG PERAK - Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Wonosari, Surabaya.
Dalam pengungkapan ini, Empat orang tersangka berhasil diamankan petugas yang bertugas sebagai pengedar.
Keempat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AM, 43, N, 32, ADF, 19, dan M, 31.
Mereka diketahui berperan sebagai pengedar dengan barang bukti 31 poket sabu dengan berat kotor 15,80 gram.
"Kami amankan sabu tersebut sudah dalam kemasan siap edar," kata Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak, AKP Adik Agus Putrawan, Selasa (7/4).
Ia mengatakan, penangkapan dilakukan pada Rabu (1/4), sekitar pukul 17.30, di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Wonosari, Surabaya.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pemasok berinisial MM yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Tersangka AM mengaku mendapatkan sabu dengan cara membeli langsung dari MM di pinggir Jalan Raya Bringin, Kabupaten Bangkalan, Madura.
"Pengakuan tersangka bertemu langsung dengan MM di pinggir Jalan dan membeli sebanyak 10 gram sabu dengan harga Rp 6,5 juta," kata AKP Agus Putrawan.
Setelah mendapatkan barang haram tersebut, AM bersama tersangka N dan ADF kemudian membagi sabu menjadi kemasan poket kecil siap edar.
"Selanjutnya, sabu tersebut diedarkan kembali oleh ADF dan M," lanjut," AKP Agus Putrawan.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para tersangka telah menjalankan aktivitas peredaran sabu ini selama kurang lebih dua bulan.
Mereka menjual sabu dalam paket kecil dengan harga bervariasi mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 600 ribu.
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka diketahui mampu meraup keuntungan hingga Rp 2 juta untuk setiap lima gram sabu yang berhasil dijual.
Selain keuntungan materi, para pelaku juga kerap mengonsumsi sabu secara cuma-cuma dari hasil peredaran tersebut.
Pada penangkapan tersebut Polisi juga mengamankan uang tunai Rp 2,9 juta diduga hasil penjualan sabu.
"Kami saat ini masih menyelidiki MM pengedar yang memasok sabu pada jaringan ini," pungkasnya.(*)
Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas
Jakarta
- Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan
Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator
Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik
tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi
salah satu mobilitas terbesar di dunia.
Dalam skala pergerakan
jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan
tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan
berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan
terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.
Mudik
Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena
nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur
utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik
menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi
tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan,
tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena
itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan
negara mengelola tekanan publik secara langsung.
Presiden Haidar
Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan
Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada
momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan,
tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial
berskala besar.
“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam
jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika
mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu
menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di
lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi,
tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar
Alwi.
Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem
kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian
biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang
mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di
titik-titik krusial perjalanan masyarakat.
Survei tersebut juga
menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di
lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan
kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus
ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden
menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan
contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan
kendaraan.
Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas
terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor
berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan
Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling
terhubung dan berjalan simultan.
“Pelayanan publik yang efektif
tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh
seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika
sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah
kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.
Keberhasilan
ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo
Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan
prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam
kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi
mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang
menjadi masalah.
Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai
tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan
publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara
terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Polres Ngawi Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Latihan Dalmas
Ngawi
– Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel,
Polres Ngawi Polda Jatim melaksanakan kegiatan latihan Dalmas
(Pengendalian Massa) di Lapangan Satya Haprabu Polres Ngawi, dipimpin
Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., didampingi Kasat Samapta
AKP Dandung Setiawan, S.H.
Kegiatan ini merupakan bagian dari
upaya pembinaan rutin guna menghadapi potensi gangguan kamtibmas di
wilayah hukum Kabupaten Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga
Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Ngawi Kompol Rizki
Santoso, S.I.K., menyampaikan bahwa latihan ini difokuskan pada
peningkatan kemampuan teknis serta kekompakan personel dalam menangani
situasi massa secara profesional, sigap, dan terukur.
Kegiatan latihan Dalmas ini sangat penting untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
“Latihan
ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan anggota agar selalu siap
dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Dengan latihan yang rutin
dan terarah, diharapkan personel semakin profesional, responsif, serta
mampu bertindak sesuai prosedur dalam setiap situasi,” ujar Kompol Rizki
Santoso, Rabu (8/4/2026)
Pihaknya juga mengimbau kepada
masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan
dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan
kamtibmas.
Laporan dapat disampaikan melalui:
Call Center: 110, WhatsApp: 082230110110, Layanan SPKT Polres Ngawi: 0351749510, No SPKT Polres Ngawi: 085236087800
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Ngawi tetap aman, tertib, dan kondusif.
#PolresNgawi #PolriUntukMasyarakat #JogoJatim #ResponsCepatPolri
Polres Probolinggo Perkuat Sinergi, Jaga Kelestarian Kawasan Hutan
PROBOLINGGO - Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas) Polres Probolinggo Polda Jawa Timur juga berkomitmen turut menjaga kelestarian kawasan hutan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif usai melaksanakan kunjungan ke Kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo, Selasa (7/4/26).
"Polres Probolinggo siap mendukung pengamanan kawasan hutan sebagai bagian dari menjaga stabilitas keamanan wilayah," kata AKBP Latif.
Menurut Kapolres Probolinggo dengan langkah-langkah strategis dan sinergitas yang kuat antara Polri dan KPH dalam menjaga kelestarian kawasan hutan, akan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
"Kawasan hutan harus kita jaga dan kita amankan dari gangguan tangan - tangan yang tidak bertanggung jawab demi kelestarian alam yang tentu berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," kata AKBP Latif.
Sementara itu, Administratur/KKPH Probolinggo, Akhmad Faizal, S.Hut.MM menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan Kapolres Probolinggo beserta jajarannya.
“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan Bapak Kapolres Probolinggo beserta jajaran yang mana kunjungan beliau merupakan bentuk silaturahmi dan sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan Polres Probolinggo dalam bersama-sama menjaga kawasan hutan negara," ungkapnya.
Akhmad Faizal mengatakan, kawasan hutan memiliki fungsi ekologis dan sosial yang sangat penting, sehingga perlindungannya tidak dapat dilakukan sendiri oleh Perhutani.
"Melalui sinergi dan kolaborasi ini diharapkan pengawsan di lapangan semakin optimal dan potensi gangguan keamanan hutan dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya. (*)
85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026
Jakarta
– Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang
menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik
Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen
pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.
Founder
dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin
Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan
masyarakat baik yang mudik maupun tidak melaksanakan mudik mencapai 80,8
persen, dengan peningkatan signifikan pada kelompok pemudik.
“Ini
menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan
mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya dalam paparan hasil
survei, Selasa (7/4/2026).
Survei tersebut dilakukan melalui
wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200
responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin
of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari
rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen
(umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi
dengan 70,0 persen pada kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan
relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta
yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.
Hasil
ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya, di
mana tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan
2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.
Menanggapi
hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan
apresiasi dan rasa syukur atas tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Ia
menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh
stakeholder dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.
“Kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh
masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta
para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik
sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,”
ujarnya.
Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan
penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas
kepemimpinan, petunjuk, dan arahan strategis, serta keterlibatan
langsung di lapangan dalam memastikan pengamanan mudik berjalan optimal.
“Terima
kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas
arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi
motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat,” lanjutnya.
Capaian ini menjadi indikator kuat
keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan mudik Lebaran
yang aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mencerminkan peningkatan
kualitas pelayanan Polri yang semakin humanis, responsif, dan
berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Polri Ungkap Kerugian Rp1,26 Triliun dari Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi
Jakarta
— Dalam rangka mendukung implementasi program Asta Cita Presiden
Republik Indonesia, khususnya pada bidang ketahanan energi nasional dan
tata kelola sumber daya yang berkeadilan, Polri menegaskan peran
strategisnya dalam menjaga stabilitas distribusi energi. Langkah ini
mencakup pengamanan jalur distribusi BBM dan LPG sebagai upaya preventif
untuk mencegah gangguan yang berpotensi memicu krisis energi.
Wakil
Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri, Nunung Syaifuddin,
menyampaikan bahwa dinamika global turut memengaruhi kondisi dalam
negeri. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, kata dia, telah
menyebabkan ketidakpastian dan berdampak pada kenaikan harga minyak
dunia.
“Perkembangan global memberikan tekanan terhadap kondisi
dalam negeri, khususnya terkait potensi kenaikan harga BBM industri.
Sementara itu, pemerintah tetap menjaga harga BBM dan LPG subsidi guna
melindungi masyarakat,” ujar Nunung.
Ia menjelaskan bahwa kondisi
tersebut memicu disparitas harga yang cukup tinggi antara BBM subsidi
dan non-subsidi, sehingga membuka celah terjadinya penyalahgunaan oleh
oknum yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan hasil penegakan
hukum yang dilakukan Bareskrim Polri dan Polda jajaran sepanjang tahun
2025 hingga 2026, tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi telah
mengakibatkan potensi kebocoran keuangan negara mencapai
Rp1.266.160.963.200. Rinciannya, kerugian akibat penyalahgunaan BBM
subsidi sebesar Rp516.812.530.200 dan LPG subsidi sebesar
Rp749.294.400.000.
“Kepada para pelaku yang masih melakukan
penyalahgunaan, kami mengimbau untuk segera menghentikan perbuatannya.
Tindakan tersebut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat
luas. Apabila masih ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan
penindakan hukum secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas
Nunung.
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu
(Dirtipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni, mengungkapkan bahwa
sepanjang tahun 2025 pihaknya bersama Polda jajaran berhasil mengungkap
ratusan kasus penyalahgunaan.
“Sepanjang tahun 2025-2026,
Direktorat Tipiter Bareskrim Polri bersama Polda jajaran berhasil
mengungkap 755 kasus tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi,
dengan jumlah tersangka sebanyak 672 orang yang tersebar di 33 provinsi.
Hal ini menunjukkan bahwa praktik penyalahgunaan terjadi secara masif,
baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa,” jelas Irhamni.
Lebih
lanjut, ia menegaskan bahwa Bareskrim Polri akan terus memperkuat
langkah strategis dalam penanganan kasus serupa ke depan.
“Kami
akan meningkatkan intensitas penegakan hukum di seluruh jajaran, membuka
partisipasi publik melalui kanal pengaduan dan hotline, serta
menegaskan komitmen internal bahwa tidak ada toleransi terhadap anggota
yang terlibat dalam praktik ilegal,” pungkasnya.
Dengan langkah
tersebut, Polri berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku
penyalahgunaan serta menjaga distribusi energi tetap tepat sasaran demi
kepentingan masyarakat luas.
Polsek Sine Laksanakan Patroli P2B Bersama Warga, Dukung Program Asta Cita Ketahanan Pangan
Ngawi
– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana
arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H.,
M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan, jajaran Polres Ngawi terus
aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat melalui
pemanfaatan lahan pekarangan produktif.
Sebagai bentuk
implementasi program tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga
Widyatama, S.I.K., M.Si., menginstruksikan seluruh personel di jajaran
Polres Ngawi, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk terus melakukan
sambang serta monitoring terhadap kegiatan masyarakat dalam mendukung
ketahanan pangan di tingkat desa.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga
Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa, “Kami mengajak
masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah sebagai
sumber pangan bergizi. Dengan keterlibatan bersama antara Polri dan
masyarakat, diharapkan ketahanan pangan dapat terjaga dan kebutuhan
sehari-hari dapat terpenuhi.”
Kegiatan tersebut dilakukan oleh
Bhabinkamtibmas Desa Tulakan, Aipda Purwoko, yang melaksanakan sambang
dan monitoring pemanfaatan pekarangan pangan bergizi di Desa Tulakan,
Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda
Purwoko melakukan pengecekan langsung pekarangan yang ditanami terong
sebagai salah satu sumber pangan bergizi. Selain itu, ia juga memberikan
motivasi kepada warga agar terus memanfaatkan pekarangan rumah secara
produktif.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan
partisipasi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan melalui
pemanfaatan pekarangan rumah dalam lingkup kecil, yang mampu memberikan
manfaat nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga.
Melalui
kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk
memanfaatkan pekarangan secara optimal, sehingga program ketahanan
pangan dapat berjalan dengan baik serta situasi kamtibmas di wilayah
Kabupaten Ngawi tetap aman dan kondusif.
#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspol
Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Sangat Baik dari Ombudsman RI
SIDOARJO - Polresta Sidoarjo Polda Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan publik.
Berdasarkan hasil penilaian mall administrasi pelayanan publik tahun 2025 oleh Ombudsman Republik Indonesia, Polresta Sidoarjo meraih nilai 89,36 dengan kategori kualitas pelayanan sangat baik (A).
Capaian tersebut menempatkan Polresta Sidoarjo Polda Jatim sebagai salah satu satuan wilayah dengan pelayanan terbaik, disusul Polres Bojonegoro Polda Jatim yang memperoleh nilai 88,66.
Penghargaan diserahkan oleh perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, Triyoga Muhtar Habibi, kepada Karo Rena Polda Jatim Kombes Pol Harries Budiharto dan Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik di Ruang Biro Rena Polda Jawa Timur, Selasa (7/4/2026).
Dalam sambutannya, Karo Rena Polda Jatim Kombes Pol Harries Budiharto menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Polda Jawa Timur.
Menurutnya, penilaian dari Ombudsman bukan sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi cerminan komitmen institusi dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Penilaian ini juga merupakan bentuk pengawasan pelayanan publik sekaligus upaya pencegahan maladministrasi, guna memastikan pelayanan yang berkualitas dan bebas dari penyimpangan,” Kombes Harries.
Sementara itu, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik menyampaikan terima kasih kepada Ombudsman RI atas penilaian yang dilakukan secara objektif dan konstruktif.
Ia menyampaikan, ke depan Polresta Sidoarjo Polda Jatim berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pelayanan publik.
Upaya tersebut meliputi peningkatan sarana dan prasarana, penyederhanaan prosedur, serta penguatan integritas dan profesionalisme anggota.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Wakapolresta Sidoarjo. (*)
*Divhumas Polri Gelar Dialog Publik Bahas Tantangan Hukum di Era Artificial Intelligence*
Jakarta
- Divisi Humas Polri menggelar dialog publik bertajuk penguatan
internal Polri yang membahas tantangan hukum di era kecerdasan
artifisial (artificial intelligence/AI) pada Selasa, 7 April 2026, di
Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari
upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika
perkembangan teknologi digital.
Karopenmas Divhumas Polri
Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dialog publik tersebut dilaksanakan
secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, akademisi,
serta masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekosistem menghadapi
tantangan era digital.
“Divisi Humas Polri melakukan kegiatan
dialog publik yang sifatnya kolaboratif dan terintegrasi dengan
kementerian serta lembaga dalam menghadapi khususnya tantangan-tantangan
di era digital,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Ia menjelaskan
kegiatan tersebut dibuka oleh Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir dan
menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, antara lain perwakilan
Kementerian Komunikasi dan Digital Irma Handayani, unsur Bareskrim Polri
Kombes Pol Andrian Pramudianto, serta CEO dan Founder E-Magic Group
Brilliant Faryandi. Kegiatan juga diikuti mahasiswa dan berbagai elemen
masyarakat dalam forum dialog publik.
Menurutnya, tema tantangan
hukum di era artificial intelligence sangat relevan dengan perkembangan
teknologi yang pesat dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,
khususnya dalam menjaga keamanan ruang digital.
“Perkembangan
kejahatan yang bersifat ekosistem di dalam ruang digital perlu dijaga
keamanannya dan tentu juga dilakukan literasi-litrasi serta penegakan
hukum apabila mengganggu stabilitas dan keteraturan sosial,” jelasnya.
Melalui
kegiatan dialog tersebut, Brigjen Pol. Trunoyudo berharap semangat
kolaborasi seluruh elemen bangsa dapat terus diperkuat guna menghadapi
tantangan era digital sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia
Emas 2045.
Patroli Malam SPBU dan Pos Kamling, Polsek Padas Perkuat Keamanan di Ngawi
Ngawi – Guna mengantisipasi tindak kejahatan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polres Ngawi melalui Polsek Padas melaksanakan patroli objek vital (obvit) dan sambang siskamling di wilayah Kecamatan Padas, Selasa malam (7/4/2026).
Kegiatan patroli difokuskan di SPBU Sambiroto serta dilanjutkan dengan sambang ke pos siskamling di Desa Sukowiyono. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyasar karyawan SPBU dan warga masyarakat yang sedang melaksanakan ronda malam di pos kamling.
Petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, namun juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi layanan darurat Call Center Polri 110 sebagai sarana pelaporan cepat apabila terjadi gangguan keamanan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terjalinnya kemitraan yang semakin erat antara Polri dengan karyawan SPBU maupun masyarakat. Selain itu, meningkatnya kewaspadaan warga dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama menjadi nilai positif dalam upaya menciptakan keamanan wilayah.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Padas AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos., menyampaikan bahwa patroli rutin ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Melalui patroli obvit dan sambang siskamling, kami ingin memastikan situasi tetap aman serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya pada Rabu pagi (8/4/2026)
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Padas.
Tuesday, April 7, 2026
Viral di Medsos, Polres Ngawi Ungkap Kasus Pengeroyokan Antar Perguruan Silat di Paron
Ngawi – Kasus kekerasan secara bersama-sama yang melibatkan oknum dari dua perguruan silat dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Ngawi.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di pinggir Jalan Raya Paron–Jogorogo, tepatnya selatan Pasar Kerten, masuk Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Kompol Rizki Santoso, S.I.K., menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban, AZ (20), warga Kecamatan Kendal, pulang dari kegiatan halal bihalal salah satu perguruan silat. Saat melintas di lokasi kejadian, korban dihadang oleh sekelompok pengendara motor yang kemudian melakukan pengeroyokan.
“Korban dihentikan oleh rombongan pelaku, kemudian secara bersama-sama melakukan pemukulan ke arah kepala dan wajah korban. Aksi tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial,” terang Wakapolres Ngawi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satreskrim Polres Ngawi dipimpin Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, S.I.K., M.H., bergerak cepat melakukan penyelidikan berdasarkan laporan polisi dan rekaman video yang beredar.
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan dua pelaku, yakni berinisial S (21), warga Kabupaten Madiun, serta seorang pelaku anak warga Ngawi.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban. Motif pengeroyokan diduga karena pelaku melihat korban mengenakan atribut perguruan lain, serta dipicu pengaruh minuman beralkohol.
“Pelaku melakukan aksinya secara spontan saat melihat korban menggunakan atribut perguruan lain, ditambah kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol,” jelasnya.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta beberapa helm.
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Ngawi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum.
Pasal 262 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.
Polres Ngawi mengimbau masyarakat, khususnya para anggota perguruan silat, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Polres Probolinggo Kota Gelorakan Gerakan Indonesia ASRI, Bersama Lintas Sektor Bersihkan Lingkungan
KOTA PROBOLINGGO - Polres Probolinggo Kota Polda Jawa Timur terus mengkampanyekan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Melalui optimalisasi kegiatan sosial bersih - bersih oleh seluruh Polsek jajaranya yang bersinergi dengan intansi lintas sektor, Polres Probolinggo Kota mengajak menjaga kebersihan di lingkungan masing - masing.
Kali ini yang menjadi sasaran kegiatan bersih - bersih adalah saluran air pembuangan di lingkungan tempat tinggal warga Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.
Gerakan kerja bakti yang bertajuk "Gotku Resik" merupakan inisiatif dan kolaboratif dari Polres Probolinggo Kota melalui Polsek Wonoasih ini juga melibatkan unsur Tiga pilar dan warga setempat.
Kasi Humas Polres Probolinggo, Kota Iptu Zainullah menerangkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengantisipasi bencana banjir dan meningkatkan kebersihan lingkungan, terutama dalam rangka menciptakan lingkungan yang "Aman, Sehat, Resik, Indah" (ASRI).
“Fokus aksi kegiatan ini yaitu pembersihan selokan (got), pembuangan sampah liar, kurve (bersih-bersih) lingkungan, serta pembersihkan spanduk/baliho yang tidak pada tempatnya dengan melibatkan instansi terkait,"jelas Iptu Zainullah, Senin (6/4/26).
Kasihumas Polres Probolinggo Kota mengatakan kegiatan ini juga cermin sinergitas antara Polres Probolinggo Kota dan jajarannya dengan instansi lintas sektor.
Selain itu, dengan bahu membahu untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman sebagaimana program Indonesia Asri, kegiatan kali ini adalah upaya Polres Probolinggo Kota untuk tetap dekat dan berada di tengah masyarakat.
“Gerakan ini merupakan bagian dari upaya 3 pilar untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan kebersihan lingkungan dari sampah maupun potensi sumbatan saluran air,”pungkasnya
Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Jakarta — Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026).
Dalam keterangannya, Kadiv Humas menekankan bahwa proses rekrutmen Polri tetap berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sebagaimana arahan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Johnny.
Secara khusus, ia menegaskan bahwa penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus.
“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” tegasnya.
Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol Tahun 2026 mencapai 7.988 orang secara online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang saat ini memasuki tahap pemeriksaan administrasi.
Kadiv Humas juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.
“Apabila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah bayaran, jangan ditanggapi. Jika sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri, akan diproses oleh Propam. Jika melibatkan masyarakat sipil, akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Johnny menyampaikan bahwa rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pimpinan masa depan, dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.
Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepribadian serta menghilangkan praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior.
“Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia
Jakarta – Tim Set NCB Interpol Divhubinter Polri berhasil menangkap buronan kasus tindak pidana narkotika berinisial AFT di wilayah Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4/2026) pukul 13.44 waktu setempat. Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama intensif antara Polri dan Special Branch Polis Diraja Malaysia (PDRM).
AFT yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri diketahui melarikan diri ke Malaysia setelah terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara. Ia sempat lolos dari upaya penangkapan di Kuala Lumpur sebelum akhirnya berhasil diamankan di Penang.
Ses NCB Interpol Divhubinter Polri, Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil koordinasi dan kerja sama internasional yang berjalan efektif antara aparat penegak hukum kedua negara.
“Penangkapan terhadap DPO berinisial AFT merupakan hasil kerja sama yang solid antara NCB Interpol Polri dengan Special Branch PDRM. Kami telah melakukan pemantauan dan operasi pencarian sejak awal Maret 2026 hingga akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan di Penang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkomitmen untuk memburu para pelaku kejahatan lintas negara, khususnya yang melarikan diri ke luar negeri, melalui jalur kerja sama internasional.
Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan jaringan narkotika yang sebelumnya menjerat sejumlah tersangka, termasuk E alias Koko E. Dalam penyidikan, AFT yang dikenal dengan julukan “The Doctor” diduga berperan sebagai distributor utama yang memasok berbagai jenis narkotika ke Indonesia.
Dari hasil pendalaman, AFT diketahui memasok narkotika jenis sabu, serta cartridge vape yang mengandung zat etomidate dengan berbagai merek. Modus operandi yang digunakan antara lain melalui jalur darat, laut, dan pengiriman kargo, termasuk menyembunyikan sabu di dalam boneka yang dikemas dalam kotak kado.
Saat ini, proses pemulangan tersangka ke Indonesia tengah dipersiapkan. Rencananya, AFT akan dipulangkan pada Senin (6/4/2026) pukul 10.00 waktu setempat dari Penang, Malaysia.
“Setelah proses administrasi selesai, yang bersangkutan akan segera dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani proses hukum lebih lanjut oleh penyidik Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” tutup Untung.
AFT dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di antaranya Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), serta Pasal 132 ayat (1), terkait peredaran, kepemilikan, dan keterlibatan dalam jaringan sindikat narkotika.
Patroli Malam Polisi Ngawi Sasar Titik Rawan di Pitu, Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif
NGAWI – Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), Polsek Pitu Polres Ngawi melaksanakan patroli malam di wilayah Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, pada Senin malam (6/4/2026).
Kegiatan patroli ini menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan kamtibmas, di antaranya warung makan Bu Karsini di Dusun Nglebur, Desa Kalang, warung kopi di Dusun Pelemsili, Desa Pitu, hingga lokasi berkumpulnya anak-anak muda di angkringan serta area sekitar Mafia Cell di Dusun Pelemsili.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dialogis sekaligus pemantauan situasi guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), balap liar, serta tindak kriminalitas lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Pitu.
“Patroli ini kami intensifkan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hari,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Polsek Pitu akan terus meningkatkan patroli rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan wilayah.
Food Safety SPPG Polri Ketanggi Ngawi Pastikan MBG Layak Konsumsi
Ngawi – Pemeriksaan keamanan pangan (food safety) terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polri Polres Ngawi 3, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Selasa (7/4/2026), menunjukkan hasil yang aman dan layak dikonsumsi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap lima jenis menu makanan yang disajikan, meliputi nasi putih, ayam kecap, stik tempe, tumis pokcoy bawang putih, serta buah jeruk. Dari hasil uji organoleptis, seluruh makanan dinyatakan dalam kondisi normal dari segi bentuk, warna, bau, dan rasa.
Selain itu, uji kimia juga memastikan tidak ditemukan kandungan berbahaya seperti arsenik, sianida, nitrit, maupun formalin. Seluruh parameter menunjukkan hasil negatif atau nol.
Berdasarkan hasil tersebut, tim menyimpulkan bahwa makanan, minuman, dan buah yang disajikan dalam kondisi layak konsumsi dan aman bagi masyarakat.
Kegiatan Food Safety dipimpin oleh Kasi Dokkes Polres Ngawi Ipda Joko, didampingi Ka SPPG Fadilla Rizky Nurhidayat bersama Penda TK I Mustiati dan TKK Olivy Swastika. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan lancar.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pengawasan ketat terhadap kualitas makanan merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Kegiatan food safety akan terus dilakukan secara berkala guna menjamin kualitas konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Bripda Sakti Terima Penghargaan Usai Insiden Viral Hentikan Bus Langgar Jalur
KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Bripda Prasetywanto Sakti Aji yang akrab disapa Sakti, anggota Satuan Lalu Lintas yang sempat viral usai insiden bus yang melindas kakinya saat bertugas.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, keberanian, dan loyalitas Bripda Sakti dalam menjalankan tugas di lapangan.
Meskipun mengalami insiden yang cukup serius, Bripda Sakti dinilai tetap menunjukkan semangat pengabdian yang tinggi sebagai anggota Polri.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, S.I.K, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupa
kan bentuk perhatian institusi kepada anggota yang telah menunjukkan kinerja dan pengorbanan luar biasa.
“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian Bripda Prasetyawanto Sakti Aji dalam menjalankan tugas, " ujar AKBP Wiwin, Senin (6/4/26)
Kapolres Madiun Kota menegaskan, apa yang dilakukan Bripda Sakti tersebut merupakan cerminan nyata pengabdian anggota Polri kepada masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam bertugas, tanpa mengurangi semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga apa yang dialami Bripda Prasetywanto Sakti Aji menjadi pelajaran sekaligus motivasi bagi seluruh anggota untuk tetap profesional, humanis, dan selalu berhati-hati di lapangan,” tambahnya.
Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat memacu semangat anggota lainnya untuk terus memberikan kinerja terbaik serta menjaga komitmen dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, Seorang anggota Satlantas Polres Madiun Kota mengalami patah kaki setelah tertabrak bus pariwisata di kawasan Simpang Lima Tugu Pendekar, Kota Madiun.
Insiden tersebut terjadi saat petugas berupaya menghentikan bus yang melanggar lalu lintas dengan memasuki ruas jalan yang ada rambu larangan untuk kendaraan besar karena membahayakan pengguna jalan lainnya.
Peristiwa pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB itu terekam kamera dan videonya viral di media sosial.
Polri Tegaskan Rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis
Jakarta – Polri menegaskan komitmen pelaksanaan rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta memastikan seleksi hanya melalui satu jalur reguler. Penegasan ini disampaikan dalam Press Release Penerimaan Taruna/i Akpol TA 2026 di Mabes Polri, Senin (6/4).
Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten berlandaskan prinsip BETAH yang telah diatur dalam regulasi dan keputusan penyelenggaraan rekrutmen Polri.
“Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 menggunakan prinsip BETAH. Artinya proses dilakukan objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, transparansi menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri.
“Setiap tahapan seleksi terbuka dan diawasi internal maupun eksternal. Kami ingin memastikan seluruh proses dapat dilihat, diawasi, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali bahwa rekrutmen Taruna Akpol tahun ini hanya menggunakan satu jalur tanpa adanya kuota khusus maupun jalur tambahan.
“Penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya melalui jalur reguler. Tidak ada jalur khusus atau titipan. Siapa yang memiliki nilai terbaik sesuai hasil seleksi, itulah yang akan lulus,” tegasnya.
Hingga saat ini, data sementara menunjukkan animo masyarakat yang tinggi terhadap rekrutmen Taruna Akpol. Tercatat 7.988 orang mendaftar, dengan 5.432 peserta telah terverifikasi dan 2.556 masih dalam proses verifikasi.
Menurutnya, rekrutmen ini merupakan investasi strategis Polri dalam menyiapkan pimpinan masa depan.
“Taruna Akpol dipersiapkan menjadi calon pemimpin Polri ke depan yang adaptif, komunikatif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang,” jelasnya.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi.
“Kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code akan terus disosialisasikan agar masyarakat mudah mengakses dan berperan aktif dalam pengawasan,” ungkapnya.
Kadiv Humas Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga proses rekrutmen tetap bersih dan transparan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH,” tambahnya.
Polri berharap seluruh rangkaian seleksi Taruna-Taruni Akpol 2026 berjalan lancar, transparan, dan mampu menghasilkan calon perwira terbaik sebagai investasi SDM jangka panjang bagi institusi.
Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Pulau, 6 Tersangka Diamankan
GRESIK - Keberhasilan gemilang kembali ditorehkan jajaran Satresnarkoba Polres Gresik Polda Jatim bersama Polsek Tambak dalam mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan lintas pulau.
Pengungkapan kasus ini terjadi pada 31 Maret 2026, setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Pulau Bawean.
Dalam operasi tersebut, Polisi berhasil mengamankan Enam tersangka, masing-masing berinisial BF (25), DR (27), R (32), NRS (25), dan MA (26) yang ditangkap di Pulau Bawean.
Sementara itu, satu tersangka lain berinisial BS (37) diamankan di wilayah Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kuat Polres Gresik Polda Jatim dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akar.
“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan intensif. Kami berhasil mengamankan tersangka,” ujarnya, Senin (6/4/26).
Dari hasil pengembangan, Polisi berhasil membongkar struktur jaringan.
Tersangka DR dan R diketahui berperan sebagai pemasok tingkat menengah, sementara NRS dan MA bertindak sebagai pengedar di wilayah Pulau Bawean.
Sedangkan BS memiliki peran krusial sebagai pemasok utama di wilayah Kabupaten Gresik.
Lebih lanjut, diketahui jaringan ini mendapatkan pasokan sabu dari Pulau Madura, dengan satu pemasok lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 14 paket sabu dengan berat total sekitar 13,26 gram, alat hisap (bong), timbangan elektrik, plastik klip, sejumlah handphone, serta uang tunai hasil transaksi sebesar Rp.600 ribu.
Para pelaku menggunakan berbagai modus operandi untuk mengelabui petugas, mulai dari sistem ranjau, transaksi COD, hingga menyamarkan pengiriman narkotika dalam paket pakaian dan sepatu.
"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku aktivitas ilegal ini sejak Februari 2026," terang AKBP Ramadhan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup, serta denda hingga Rp.2 miliar.
Khusus tersangka BS, terancam hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.
Kapolres Gresik menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang masih buron.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Pengembangan jaringan terus kami lakukan untuk mengungkap pemasok lainnya,” tegasnya.
Polres Gresik Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk aktif berperan dalam pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Call Center 110 atau hotline “Lapor Cak Rama” di nomor 0811-8800-2006.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polres Gresik Polda Jatim dalam menjaga wilayahnya dari ancaman narkotika serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.