Ad 728x90

Wednesday, March 4, 2026

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting, Cabai Masih Fluktuatif

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting, Cabai Masih Fluktuatif

  



Ngawi – Satgas Pangan Polres Ngawi melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Walikukun. Kegiatan ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan memastikan stok aman selama Bulan Suci Ramadan.


Pengecekan dipimpin Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi, S.I.K., M.H., bersama perwakilan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngawi, Bulog wilayah Madiun, UPT Pasar Walikukun, serta anggota Satgas Pangan Unit II Pidsus Satreskrim.


Dari hasil monitoring, stok bahan pokok terpantau aman dan tidak ditemukan kelangkaan. Harga sejumlah komoditas di antaranya beras premium Rp14.900/kg, beras medium Rp13.000/kg, gula pasir Rp16.500/kg, Minyakita Rp15.700/liter, daging sapi kisaran Rp120.000/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, telur ayam Rp28.500/kg, bawang merah Rp35.000/kg, dan bawang putih kating Rp34.000/kg.


Namun demikian, harga cabai masih mengalami kenaikan fluktuatif. Cabai merah besar tercatat Rp25.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000/kg, dan cabai rawit merah mencapai Rp82.000/kg. Kenaikan dipengaruhi faktor cuaca dengan curah hujan tinggi yang berdampak pada hasil panen serta kualitas cabai yang mudah busuk. Pasokan cabai di Pasar Walikukun diketahui berasal dari Kabupaten Sragen yang disuplai dari Boyolali, dengan harga pembelian dari pengepul sudah di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).


Selain pengecekan harga, Satgas Pangan juga melakukan penempelan pamflet dan sosialisasi hotline pengaduan Saber Pangan agar masyarakat dapat melaporkan apabila ditemukan dugaan penimbunan atau permainan harga.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara intensif selama Ramadan.


“Kami pastikan stok bahan pokok di wilayah Ngawi aman dan tidak ada kelangkaan. Jika ditemukan praktik penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar, akan kami tindak tegas sesuai aturan. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor melalui hotline Satgas Saber Pangan,” tegasnya pada Rabu(4/3/2026).


 Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Ingatkan Swalayan Tarik Produk Hampir Kedaluwarsa

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Ingatkan Swalayan Tarik Produk Hampir Kedaluwarsa

 




BANYUWANGI - Menjelang lebaran Idul Fitri, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur memberikan peringatan tegas kepada sejumlah pengelola swalayan untuk segera menarik produk pangan dan minuman yang mendekati masa expired atau kedaluwarsa.


Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi melalui Kanit Harda Satreskrim, AKP Prasetya Wicaksono mengatakan hal tersebut menyusul hasil inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok di sejumlah pusat perbelanjaan.


Sebelumnya, Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jatim bersama instansi samping melakukan sidak untuk memastikan keamanan pangan untuk mengantisipasi peredaran makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa.


"Selain pengecekan ketersediaan bahan pokok, kami juga memantau masa kadaluwarsa makanan ringan dan kue,” ujarnya, Rabu (4/3/26).


AKP Prasetya mengatakan sidak kali ini juga sebagai antisipasi gangguan kualitas dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


AKP Prasetya mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi, untuk tetap tenang terkait ketersediaan bahan pokok, dan melaporkan segala kejadian seperti adanya aktivitas penimbunan makanan dan lainya.


"Masyarakat juga bisa melaporkan, bila adanya penimbunan bahan pokok kepada pihak berwajib apabila mengetahuinya,"pungkasnya. (*)

 Polres Malang Amankan Komplotan Curanmor Asal Lampung Timur Saat Ramadan

Polres Malang Amankan Komplotan Curanmor Asal Lampung Timur Saat Ramadan




MALANG – Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi saat bulan Ramadan 1447 H.


Dua pelaku berinisial RS (35) dan RV (34), warga Desa Labuhan Ratu II, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, ditangkap di lokasi berbeda berikut barang bukti kendaraan hasil curian.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kasi Humas Polres Malang,AKP Bambang Subinajar di Mapolres Malang, Rabu (4/3/26).


AKP Bambang Subinajar mengatakan penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Malang Polda Jatim bersama Polsek Turen dan Polsek Sumberpucung setelah serangkaian penyelidikan pada Rabu (25/2/26) yang lalu.


"Saat ini para tersangka sedang menjalani proses hukum dan dilakukan pengembangan oleh penyidik," terang AKP Bambang.


Kasi Humas Polres Malang menerangkan, kasus ini bermula dari laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik AN (49), warga Desa Pagedangan, Kecamatan Turen. 


Motor tersebut hilang saat diparkir di rumah korban yang dalam keadaan kosong pada pertengahan Februari 2026.


“Modusnya pelaku mencari rumah yang ditinggal kosong, lalu mengambil sepeda motor yang terparkir di dalamnya,” ujar AKP Bambang.


Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku nekat melakukan aksi pencurian untuk mendapatkan uang. 


Hasil curian rencananya akan dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Dari hasil penyelidikan, Polisi lebih dulu meringkus RS di sebuah rumah kos di Kelurahan Turen. 


Saat penangkapan, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat yang merupakan hasil curian.


“Setelah kami lakukan lidik, pelaku RS berhasil diamankan di rumah kosnya berikut barang bukti satu unit sepeda motor curian,” jelasnya.


Pengembangan kemudian mengarah ke RV yang ditangkap di wilayah Dampit. 


Polisi turut menyita satu unit Honda Supra X 125 yang diduga digunakan sebagai sarana dalam aksi pencurian.


“Dari pengakuan RS, ia beraksi bersama RV. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku kedua beserta barang bukti,” terang AKP Bambang.


Kini kedua tersangka dijerat Pasal pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 


Polisi memastikan penyidikan terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku di lokasi kejadian lainnya.


Selain itu, Polres Malang Polda Jatim terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (*)

 Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro Siap Layani 1.500 Paket MBG

Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro Siap Layani 1.500 Paket MBG

 




KOTA BLITAR – Polres Blitar Kota Polda Jatim secara resmi melaunching SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cik Ditiro yang berlokasi di Jalan Cik Ditiro pada Selasa (03/03/2026). 


Launching tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari cabang Blitar Kota Ny. Adisty lalo dan Walikota Blitar H. Syauqul Muhibbin. 


SPPG YKB Cik Ditiro diproyeksikan mampu melayani sebanyak 1.500 paket MBG (Makan Bergizi Gratis) setiap harinya.


Dalam sambutannya, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menyampaikan bahwa kehadiran SPPG Cik Ditiro merupakan bentuk dukungan Polres Blitar Kota Polda Jatim terhadap program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi pelajar. 


Program MBG ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus konsentrasi belajar siswa.


“SPPG Cik Ditiro ini kami siapkan untuk mendistribusikan 1.500 paket makanan bergizi setiap harinya dan memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi, higienis, serta tepat sasaran,” ujarnya.


SPPG Cik Ditiro dilengkapi fasilitas dapur yang memadai serta tenaga pengolah makanan yang telah melalui proses seleksi dan pengawasan ketat. 


Seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, dilakukan dengan pengawasan guna menjamin kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.


Sebelum didistribusikan, Tim Food Security dari Dokkes Polres Blitar Kota melaksanakan uji kelayakan makanan menggunakan tes kit. 


Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh menu aman dikonsumsi dan bebas dari kandungan bahan berbahaya seperti arsenik, sianida, nitrit, maupun formalin.


Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Blitar Kota dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, serta elemen masyarakat.


Dengan diluncurkannya SPPG YKB Cik Ditiro, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa di Kota Blitar. (*)

 Kapolres Ngawi Cek Lokasi Pos Pam Operasi Ketupat Semeru 2026, Pastikan Siap Maksimal

Kapolres Ngawi Cek Lokasi Pos Pam Operasi Ketupat Semeru 2026, Pastikan Siap Maksimal

  



Ngawi – Dalam rangka memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Ngawi Rizki Santoso S.I.K., bersama Pejabat Utama Polres Ngawi melaksanakan pengecekan langsung lokasi Pos Pengamanan (Pos Pam) di wilayah hukum Polres Ngawi.


Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung serta lokasinya strategis dan telah siap sebelum pelaksanaan operasi pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H.


“Kami ingin memastikan lokasi Pos Pam strategis, aman, serta mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran. Kesiapan personel dan fasilitas harus maksimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, pada Rabu (4/3/2026)


Kapolres Ngawi juga menegaskan bahwa Polres Ngawi akan mengedepankan pelayanan yang humanis dan responsif, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung.


Adapun sejumlah pos yang telah disiapkan Polres Ngawi meliputi:

Pos Terpadu Monumen Suryo, Pos Pelayanan Rest Area Km 575A, Pos Pelayanan Rest Area Km 575B, Pos Pengamanan Simpang Kartonyono (IKN/Kartonyono), Pos Pengamanan Exit Tol Ngawi, Pos Pengamanan Kedungprahu.


Dengan dilaksanakannya pengecekan ini, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Ngawi dapat berjalan lancar, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas maupun beraktivitas.


Mudik aman, keluarga bahagia

 Jaga Kamtibmas, Polsek Geneng Polres Ngawi Gelar Tarawih Keliling

Jaga Kamtibmas, Polsek Geneng Polres Ngawi Gelar Tarawih Keliling

 

Ngawi – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif selama bulan suci Ramadan, Polsek Geneng melaksanakan Sholat Tarawih Keliling. Kali ini, bertempat di Masjid Al Ichsan, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kapolsek Geneng AKP Haris Sunarto, S.H.,  beserta anggota bersama jamaah masjid setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Isya yang dilanjutkan Sholat Tarawih berjamaah. 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Geneng juga menyampaikan terima kasih, hingga saat ini situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Geneng dalam ke

adaan aman dan kondusif. Diimbau juga, agar seluruh jamaah tidak ragu melaporkan apabila terdapat permasalahan, baik tindak kriminalitas maupun bencana alam, melalui layanan Call Center 110 yang bebas biaya dan akan langsung ditindaklanjuti 


Selain itu, Kapolsek Geneng juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi putra-putrinya untuk tidak bermain atau menggunakan kembang api maupun petasan/mercon karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai bentuk kepedulian dan silaturahmi, Kapolsek Geneng menyerahkan cinderamata berupa Al-Qur’an kepada Takmir Masjid Al Ichsan.


Sementara itu, Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Sholat Tarawih  Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan.


“Melalui Tarawih Keliling ini, kami ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Kapolres Ngawi pada Rabu (4/3/2026).


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang sejuk dan harmonis di wilayah hukum Polsek Geneng.

 Ramadan Peduli, Kapolres Ngawi Berbagi Pada Warga di Kedunggalar

Ramadan Peduli, Kapolres Ngawi Berbagi Pada Warga di Kedunggalar

 



Ngawi – Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Polres Ngawi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. 


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama,S.I.K., M.Si., turun langsung ke wilayah Kedunggalar untuk memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu.


Bantuan tersebut diserahkan langsung ke rumah warga penerima sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momen Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi.


AKBP Prayoga Angga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Ngawi untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan.


“Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban warga yang membutuhkan,” ujar Kapolres Ngawi, pada Rabu (4/3/2026).


Warga yang menerima bantuan tampak haru dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Kapolres Ngawi secara langsung di rumah warga juga menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara kepolisian dan masyarakat, serta tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi selama bulan Ramadan 1447 H.

 Polres Ponorogo Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri

Polres Ponorogo Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri

 




PONOROGO – Menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Ponorogo Polda Jatim turun ke sejumlah pasar memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok 


Kali ini pemantauan dilakukan di Pasar Songgolangit, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo.


Kegiatan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Imam Mujali, S.H., M.H., bersama jajaran Satreskrim Polres Ponorogo Polda Jatim.


"Kami fokus memastikan stok aman, harga terkendali, dan tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat," kata AKP Imam, Rabu (4/2/26).


Sementara itu Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah konkret menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.


“Kegiatan ini bagian dari langkah antisipasi menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan, di mana permintaan masyarakat meningkat,” tegas AKBP Andin.


Ia menjelaskan, potensi kenaikan harga biasanya dipicu dua faktor utama yaitu lonjakan permintaan selama Ramadan serta belum masuknya masa panen raya pada sejumlah komoditas pangan.


"Polres Ponorogo memastikan monitoring akan dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun distributor," tambah AKBP Andin.


Ia mengatakan akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga.


Dari hasil pantauan Unit Pidter Satreskrim, harga dan stok bahan pokok di Pasar Songgolangit terpantau aman dan relatif stabil.


"Hasil pemantauan kali ini stok bahan pangan dan harga relatif aman," pungkas AKBP Andin. (*)

 Polres Situbondo Amankan Tersangka Pembuat Petasan Sita 5,1 Kg Bubuk Mercon

Polres Situbondo Amankan Tersangka Pembuat Petasan Sita 5,1 Kg Bubuk Mercon





SITUBONDO – Polres Situbondo Polda Jawa Timur membongkar praktik pembuatan petasan dan penyimpanan bubuk mercon (petasan) dalam jumlah besar di sebuah rumah warga di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Sabtu malam (28/2/2026) pekan lalu.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial S (59) dan barang bukti sedikitnya 5,1 kilogram bubuk mercon siap rakit.


Selain itu Polisi juga menemukan ratusan selongsong kertas yang disimpan oleh pelaku di lokasi yang sangat berbahaya, yakni tepat di bawah kasur tempat tidurnya.


Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatreskrim, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah adanya aktivitas mencurigakan terkait bahan peledak di Kampung Delleb. 


Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satintelkam berkoordinasi dengan Satsamapta untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.


"Kami bergerak cepat demi keselamatan masyarakat. Saat digeledah, ternyata pelaku menyimpan bahan berbahaya tersebut di bawah tempat tidurnya," ujar AKP Agung, Selasa (3/3/26).


Selain bubuk mercon seberat 5,1 kg, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, di antaranya 152 selongsong mercon berwarna, 200 selongsong putih, 9 buah mercon jenis blanggur, satu ikat sumbu, hingga belerang dan alat pembuat selongsong. 


Mengingat sifat bahan yang sangat tidak stabil dan mudah meledak, sebagian besar bubuk mercon tersebut langsung dimusnahkan (disposal) oleh Unit Gegana Brimob Polda Jatim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Saat ini, pelaku S telah diamankan di Mapolres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 


Ia terancam dijerat dengan undang-undang terkait kepemilikan bahan peledak.


AKP Agung menambahkan pihak Kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk penguasaan bahan peledak tanpa izin, terutama menjelang hari-hari besar di mana aktivitas bermain petasan sering meningkat.


Seperti ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast bahwa penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana, oleh karena itu peredarannya diatur ketat undang-undang.


Kombes Pol Abast juga mengatakan bahan peledak bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius.


Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.


Masyarakat diimbau untuk melaporkan apabila ada aktifitas pembuatan petasan melalui Call Center 110, karena ini untuk keamanan dan keselamatan bersama. (*)

 Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

 



NABIRE — Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire yang digelar di Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat TNI–Polri, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, S.I.K., Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K., serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.


Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI itu dilakukan menyusul terdeteksinya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.


Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.


“Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi tersebut, kelompok diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.


Pemantauan lapangan oleh personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.


Tim Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Personel bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.


“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.


Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.


Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.


“Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.


Ia merinci, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.


“Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.


Terkait dana tunai yang ditemukan di lokasi, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber dukungan logistik kelompok tersebut.


Pendalaman terhadap dana yang ditemukan masih dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan aparat gabungan TNI-Polri. 


Ia juga membenarkan bahwa dalam peristiwa di Lagari, selain dua korban jiwa, terdapat dua pucuk senjata api panjang dan satu senjata api pendek yang dirampas oleh kelompok tersebut.


Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.


“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.


Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.


“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.


Sementara itu, Wakapolda Papua Tengah menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.


“Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Gustav.


Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tuesday, March 3, 2026

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali

  



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 ini akan terjadi dalam dua periode pada bulan Maret mendatang. 


Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).


Sigit mengungkapkan, prediksi itu didapati berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan jajaran Ditlantas bersama Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.


"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit. 


Setelah periode arus balik pertama, kata dia, nantinya pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret. Sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik kedua pada 18 dan 19 Maret.


Lebih lanjut, Sigit juga mewanti-wanti seluruh jajaran agar dapat menyiapkan pengaturan penyeberangan ke wilayah Bali lantaran peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," ucap Sigit. 


Di sisi lain, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret. 


"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tutup Sigit.

 Jaga Ketentraman Ramadhan, Polda Jatim Bongkar Peredaran Bahan Peledak Ilegal

Jaga Ketentraman Ramadhan, Polda Jatim Bongkar Peredaran Bahan Peledak Ilegal





SURABAYA  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap kasus penjualan bahan peledak berupa bubuk petasan atau mesiu di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya. 


Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana karena itu peredarannya diatur ketat oleh undang-undang.


"Perlu kami tegaskan, bahan ini bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius," tegas Kombes Abast.


Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.


“Peredaran bahan peledak tanpa izin sangat berbahaya. Kami pastikan setiap informasi dari masyarakat akan segera kami tindaklanjuti secara serius,” tegas Kombes Abast saat konferensi Pers, Selasa (3/3/2026).


Masih kata Kabid Humas Polda Jatim, dari pengungkapan kasus tersebut Polisi mengamankan Dua pemuda asal Sidoarjo pada Kamis, 26 Februari 2026 dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya.


Ia menerangkan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi mencurigakan bubuk petasan.


“Berawal dari laporan masyarakat terkait transaksi bubuk petasan, lalu tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujar Kombes Abast.

 

Dua tersangka yang diamankan yakni MAJ (28) dan BAW (18), keduanya warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. 


MAJ diketahui membeli bahan kimia melalui marketplace dan toko pupuk, kemudian meraciknya sendiri menjadi bubuk mesiu di rumah. 


Dari hasil pemeriksaan, MAJ  juga menawarkan barang tersebut melalui grup WhatsApp bernama “HURU HARA”.


Sementara itu, BAW berperan memasarkan dan menjual bubuk petasan melalui Facebook menggunakan akun atas nama “BAHAR AGUNG” dengan tujuan memperoleh keuntungan.


Dari tangan keduanya, Polisi menyita barang bukti berupa satu kilogram bubuk petasan, dua unit handphone, satu unit sepeda motor berikut STNK dan uang tunai Rp 210 ribu.


Masih kata Kombes Pol Abast, motif para tersangka murni faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan. 


"Modus yang dilakukan yakni menawarkan dan menjual bubuk petasan atau mesiu melalui aplikasi Facebook,” ujar Kombes Abast.


Atas perbuatannya, para tersangka kami jerat Pasal 306 KUHP, yakni setiap orang yang tanpa hak membuat, memiliki, menyimpan, menguasai, atau memperdagangkan bahan peledak.


"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Kombes Abast. 


Kabid Humas Polda Jatim mengimbau kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur untuk tidak meracik, menyimpan atau menjual bahan peledak apalagi tanpa izin.


Karena sekecil apa pun bahan peledak, jika salah digunakan, dapat berakibat fatal. 


"Segera laporkan apabila mengetahui adanya transaksi bahan peledak ilegal, dan bagi orang tua, kami imbau agar lebih mengawasi aktifitas anak - anaknya di media sosial, " tutup Kombes Abast. (*)

 Usai Puting Beliung Terjang Tambakromo, Polres Ngawi Hadir Gotong Royong Bersama Warga

Usai Puting Beliung Terjang Tambakromo, Polres Ngawi Hadir Gotong Royong Bersama Warga

 



Ngawi – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Ngawi melalui Polsek Padas bersama Forkopimcam Padas.


Pada Selasa (3/3/2026), bertempat di Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, dilaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung yang terjadi sehari sebelumnya.


Dipimpin Kapolsek Padas AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos  dan Camat Padas serta Kepala Desa Tambakromo, personel Polsek, Koramil, serta masyarakat bahu-membahu memperbaiki genteng rumah dan membersihkan material sisa kerusakan. Forkopimcam Padas juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana merupakan bentuk nyata kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.


“Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga saat warga membutuhkan bantuan akibat musibah. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutur Kapolres Ngawi.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib, dan kondusif.

 Siap Amankan Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Semeru 2026

Siap Amankan Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Semeru 2026

 



Ngawi – Dalam rangka pengamanan dan pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, Polres Ngawi menggelar Rapat Koordinasi Eksternal/Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, yang dihadiri Bupati Ngawi dan para Kepala Dinas Instansi terkait, serta perwakilan tokoh masyarakat.


Kegiatan ini bertujuan mewujudkan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang terkendali serta kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi.


Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Rakor eksternal tersebut melibatkan unsur Forkopimda, TNI, instansi terkait, serta stakeholder lainnya guna menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.


Kapolres Ngawi, Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa sinergitas lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan operasi.


“Operasi Ketupat Semeru 2026 ini mengedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum serta pelayanan maksimal kepada masyarakat. Harapannya, seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri di Kabupaten Ngawi dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres Ngawi, saat dikonfirmasi media (3/3/2026) 


Dalam pelaksanaannya, operasi melibatkan enam satuan tugas (Satgas), yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Gakkum, Satgas Humas, dan Satgas Banops. Masing-masing Satgas memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.


Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, disiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan, di antaranya Pos Terpadu Monumen Suryo, Pos Pelayanan Rest Area Km 575 (A) dan Km 575 (B), Pos Pengamanan IKN/Kartonyono, Pos Pengamanan Exit Tol, serta Pos Pengamanan Kedungprahu.


Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta dukungan penuh dari seluruh instansi terkait, Polres Ngawi optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melaksanakan perjalanan mudik dan balik di wilayah Kabupaten Ngawi.

Peduli Ramadan, Polres Ngawi dan Polsek Jajaran Rutin Bagikan Ratusan Paket Nasi dan Takjil

Peduli Ramadan, Polres Ngawi dan Polsek Jajaran Rutin Bagikan Ratusan Paket Nasi dan Takjil

  



NGAWI – Semangat kepedulian di bulan suci Ramadan 1447 H terus ditunjukkan oleh jajaran Polres Ngawi bersama Polsek jajaran juga Bhayangkari.


Melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, Polres Ngawi dan Polsek jajaran bersama Bhayangkari membagikan sekitar 500 paket nasi lengkap dengan lauk dan minuman kepada masyarakat, menjelang waktu berbuka puasa.


Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis, seperti kawasan pasar, jalan protokol, serta lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Sasaran kegiatan meliputi pengguna jalan, pekerja harian, pedagang, tukang ojek, serta warga yang masih beraktivitas saat waktu berbuka tiba.


Selain pembagian paket nasi berbuka oleh Polres Ngawi, kegiatan berbagi takjil juga dilaksanakan oleh Polsek jajaran di wilayah masing-masing. Para personel turun langsung ke lapangan untuk membagikan takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian, serta upaya mempererat hubungan antara Polri dan warga.


Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat langsung.


“Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin memastikan Polres Ngawi dan seluruh Polsek jajaran hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga berbagi kebahagiaan," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, pada Selasa  (3/3/2026)


Pembagian paket nasi berbuka dan takjil ini dilaksanakan oleh Polres Ngawi, secara rutin sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.


Kapolres Ngawi juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun kedekatan emosional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Masyarakat pun menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. 


Melalui kegiatan berbagi ini, Polres Ngawi bersama Polsek jajaran berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menghadirkan keberkahan Ramadan bagi seluruh masyarakat.

 Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Beribadah di Bulan Ramadan, Polres Ngawi Laksanakan Pengamanan di Masjid

Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Beribadah di Bulan Ramadan, Polres Ngawi Laksanakan Pengamanan di Masjid

 



Ngawi – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (cipkon kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadan 1447 H, Polres Ngawi dan Polsek jajaran melaksanakan kegiatan patroli dan pengamanan (PAM) sholat tarawih.


Tujuannya, agar masyarakat yang melaksanakan sholat tarawih merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan.


Kehadiran personel kepolisian di lokasi ibadah mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menghadirkan suasana yang tertib, aman, tenang dan kondusif.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pengamanan ibadah merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum Bulan Suci Ramadan, sehingga umat Muslim dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang.


“Kami berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama Bulan Suci Ramadan, dengan meningkatkan patroli serta pengamanan sholat tarawih, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir," tutur AKBP Prayoga Angga, pada Selasa (3/3/2026).


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi dan jajaran selama Bulan Ramadan Tahun 2026 terpantau aman dan kondusif.

 Kapolri Sarankan Metode First Come First In Cegah Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan

Kapolri Sarankan Metode First Come First In Cegah Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rapat digelar di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Salah satu yang menjadi perhatian dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik adalah wilayah Banten. Wilayah ini nantinya akan menjadi para pemudik dari pulau Jawa menyebrang ke pulau Sumatera.

Sigit menuturkan, rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan tiga pelabuhan yang ada akan dilakukan dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Pada situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dimanfaatkan, ada jalan kaki, roda 4 penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau antrean dalam keadaan normal. Kemudian situasi kuning, antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak," kata Sigit.

Kemudian untuk di 3 dermaga di wilayah Pelabuhan Ciwandan, kata Sigit, pengaturan juga sama saat situasi hijau, kuning, dan merah. 

Kemudian di Pelabuhan BBJ, khusus untuk truk tangki, truk tronton dan alat berat, pihaknya juga membagi situasi yang sama. Ada situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan, dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan khususnya pada puncak arus mudik, ia menyarankan menggunakan metode first come first in.

Sebab, lanjutnya, kalau melihat dari kapan para pemudik membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, akan mengakibatkan terjadinya potensi penumpukan. 

"Jadi di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder terkait, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan," ujarnya.

Untuk diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

 Sigap! Polisi Ngawi Bantu Warga Terdampak  Angin Puting Beliung di Tambakromo, Padas

Sigap! Polisi Ngawi Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Tambakromo, Padas

 




Ngawi – Hujan gerimis yang disertai angin puting beliung menerjang Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Senin sore (2/3/2026) .


Peristiwa tersebut mengakibatkan 45 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.


Kapolsek Padas, AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos., melaporkan, dari total rumah terdampak, sebanyak 10 rumah mengalami rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 28 rumah rusak ringan. Kerusakan didominasi genting berjatuhan, asbes pecah, serta atap galvalum yang terbuka akibat terpaan angin kencang. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 25 juta.


Personel Polsek Padas Polres Ngawi bersama anggota Koramil, tim BPBD Kabupaten Ngawi, dan relawan Fortapa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan puing-puing bangunan. Hingga saat ini, aktivitas masyarakat telah kembali berjalan normal sembari melakukan perbaikan rumah secara bergotong royong.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam memberikan perlindungan serta pelayanan.


“Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu. Polri akan terus bersinergi dengan TNI, BPBD, dan relawan dalam penanganan bencana,” tegasnya, pada Selasa (3/3/2026)


Sebagai bentuk empati, jajaran kepolisian juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, dan mi instan kepada warga terdampak.

 Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). 

"Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret," kata Sigit. 

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.  

"Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ujar Sigit. 

Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas,  betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi. 

Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran. 

"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," tutup Sigit.

 Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026

Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan dan pengamanan Operasi Ketupat tahun 2026. Ia menekankan soal optimalisasi pengamanan dan pelayanan saat pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran. 

"Oleh karena itu, persiapan, pengamanan, harus betul-betul dilaksanakan secara optimal. Begitu juga pelayanan yang diberikan," kata Sigit di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Sigit menyebut, dalam arus mudik tahun ini diprediksi arus kendaraan paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur. 

"Sementara lima tujuan terbanyak Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan seterusnya," ujar Sigit. 

Sigit menuturkan untuk memastikan pengaman dan pelayanan selama arus mudik, Polri menggelar operasi ketupat sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret. 

"Dan tagline kali ini adalah 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemtive dan preventif, penegakan hukum, tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ucap Sigit. 

Setidaknya, kata Sigit akan dikerahkan 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan seluruh stakeholder dalam pengaman dan pelayanan arus mudik Lebaran. 

"Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," tutup Sigit.