Ad 728x90

Tuesday, June 23, 2026

 Peduli Pendidikan, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Sambut Bhayangkara ke-80

Peduli Pendidikan, Polres Blitar Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar Sambut Bhayangkara ke-80

 




BLITAR – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Polda Jatim menggelar lomba cerdas cermat yang diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Blitar, bertempat di Aula Tantya Sudhirajati Polres, Selasa (23/6/2026).


Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polres Blitar Polda Jatim terhadap pendidikan generasi penerus bangsa.


Melalui kegiatan ini Polres Blitar Polda Jatim memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menambah wawasan, serta menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan ide dan gagasan secara positif.


Lomba yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut diikuti oleh sejumlah sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Blitar. 


Para peserta tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan yang telah disiapkan panitia, sehingga suasana kompetisi berlangsung meriah dan edukatif.


Kapolres Blitar, AKBP Rivanda melalui Kasat Binmas AKP Indrayana selaku ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan lomba cerdas cermat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia pelajar.


"Melalui kegiatan ini Polres Blitar Polda Jatim menunjukan komitmennya turut peduli terhadap dunia pendidikan," ujar AKP Indrayana.


Melalui lomba cerdas cermat ini, AKP Indrayana berharap para pelajar dapat semakin termotivasi untuk belajar, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta membangun karakter yang disiplin, kreatif, dan berprestasi. 


"Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus terus didukung untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar AKP Indrayana.


Ia menegaskan, Polres Blitar Polda Jatim akan tetap berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang melibatkan generasi muda sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berkarakter guna menyongsong Indonesia yang semakin maju. (*)

 Senyum Bahagia Warnai Hari Bhayangkara ke-80 Saat Polres Ngawi Layani Ratusan Anak Khitanan Massal

Senyum Bahagia Warnai Hari Bhayangkara ke-80 Saat Polres Ngawi Layani Ratusan Anak Khitanan Massal




NGAWI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar kegiatan khitanan massal sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. 


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Bernadip Lantai 3 Polres Ngawi, Jalan JA Suprapto, Kabupaten Ngawi, Selasa (23/6/2026)


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ngawi Ny. Erine Prayoga, bersama para Pejabat Utama Polres Ngawi dan pengurus Bhayangkari Cabang Ngawi.


Ratusan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi mengikuti khitanan massal dengan penuh antusias. 


Selain mendapatkan layanan khitan gratis yang ditangani tenaga medis profesional, setiap peserta juga menerima cendera mata berupa tas sekolah beserta seperangkat alat tulis sebagai bentuk dukungan Polres Ngawi Polda Jatim  untuk memotivasi semangat belajar anak-anak.


Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 itu merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.


"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, meringankan beban masyarakat, serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," ungkap AKBP Prayoga.


Ia juga berharap, anak-anak yang mengikuti khitanan hari ini menjadi generasi yang sehat, saleh, rajin belajar, dan mampu meraih cita-citanya.


Salah satu peserta khitanan massal bernama Andika (10), yang didampingi orangtuanya Siti, sangat senang dan mengucapkan terima kasih


"Alhamdulillah, anak saya sudah sunat gratis, dapat tas dan alat-alat tulis, terima kasih Polres Ngawi," kata Siti (*)

 Hadiri Rakernas KSPI 2026, Wakapolri Tegaskan Sinergi Polri dan Buruh untuk Lindungi Hak Pekerja

Hadiri Rakernas KSPI 2026, Wakapolri Tegaskan Sinergi Polri dan Buruh untuk Lindungi Hak Pekerja

 



Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Tahun 2026 yang mengusung tema “Pemerintah Bersih, Buruh Sejahtera” di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).


Komitmen Polri dalam melindungi hak-hak pekerja terus diwujudkan melalui langkah nyata. Melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri telah menyelesaikan puluhan perkara ketenagakerjaan, memfasilitasi ribuan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja, serta membuka ruang dialog dan penyampaian aspirasi bagi kalangan buruh. Upaya tersebut menjadi bagian dari sinergi Polri dan pekerja dalam menjaga hubungan industrial yang sehat, adil, dan kondusif.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Ketua Umum KSPI sekaligus Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal, serta para pimpinan serikat pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa buruh merupakan fondasi sekaligus roda penggerak utama perekonomian nasional. Karena itu, perlindungan terhadap hak-hak pekerja dan peningkatan kesejahteraan buruh menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan stabilitas nasional.


“Buruh merupakan fondasi dan roda penggerak utama perekonomian. Setiap capaian pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pekerja Indonesia,” ujar Wakapolri.


Menurutnya, Polri dan buruh memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan iklim kerja yang aman, produktif, dan berkeadilan. Karena itu, hubungan yang terjalin selama ini tidak hanya sebatas pengamanan kegiatan ketenagakerjaan, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.


“Polri berkomitmen untuk terus membersamai para buruh dalam memperjuangkan hak-haknya. Kami menjaga ruang penyampaian aspirasi agar tetap terbuka, aman, tertib, dan konstruktif, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan secara humanis dan berkeadilan,” kata Komjen Dedi.


Data Desk Ketenagakerjaan Polri menunjukkan sepanjang tahun 2025 telah diselesaikan 35 perkara tindak pidana ketenagakerjaan, dengan 34 perkara di antaranya melalui pendekatan restorative justice. Sementara pada tahun 2026, sebanyak 9 perkara telah diselesaikan dan seluruhnya melalui mekanisme restorative justice. Selain itu, Polri juga telah memfasilitasi 4.216 pekerja terdampak PHK untuk kembali memperoleh pekerjaan.


Wakapolri menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mengawal perlindungan hak pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial tetap harmonis.


Ia juga mengajak seluruh elemen buruh untuk terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, produktivitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri modern agar tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.


Rakernas KSPI 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi buruh sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah, dunia usaha, dan Polri.


“Ketika hak-hak pekerja terlindungi, hubungan industrial berjalan harmonis, dan kesejahteraan buruh meningkat, maka stabilitas nasional serta pertumbuhan ekonomi bangsa akan semakin kuat. Untuk itu, sinergi antara Polri dan buruh harus terus diperkuat,” pungkas Wakapolri.

 Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke - 80

Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo, Kado Hari Bhayangkara ke - 80

 




GRESIK - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Polda Jatim kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap keluarga besar Polri melalui program Bakti Sosial Bedah Rumah. 


Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan RT 018/RW 003, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Senin (22/6/2026).


Program kemanusiaan ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, yang turun ke lokasi untuk meninjau progres renovasi rumah.


Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Gresik didampingi sejumlah pejabat utama Polres Gresik, di antaranya Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko,


Kehadiran jajaran Polres Gresik Polda Jatim menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.


Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.


Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.


Melalui program ini Polres Gresik berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. 


"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar AKBP Rama.


Sementara itu AKP (Purn) Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. 


Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.


Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara. (*)

 Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani

Sambut Hari Bhayangkara ke -80 Polres Situbondo Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani




SITUBONDO – Dukungan terhadap ketahanan pangan terus dilakukan Polres Situbondo Polda Jawa Timur.


Bertepatan dengan momen Hari Bhayangkara ke-80, Polres Situbondo Polda Jatim menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kampung Langai, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Jumat (19/6/2026).


Kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu penggerak perekonomian dan ketahanan pangan daerah.


Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan mengatakan bantuan alsintan diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan meringankan beban kelompok tani dalam mengelola lahan pertanian.


“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pertanian sehingga hasil produksi petani semakin meningkat,” ujar AKP Nanang.


Menurut AKP Nanang, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya mendukung berbagai sektor yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pertanian.


“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita dukung,” tambah AKP Nanang.


Salah satu perwakilan kelompok tani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Polres Situbondo atas bantuan yang diberikan.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Situbondo dan jajaran Polres Situbondo atas perhatian kepada para petani," ungkapnya.


Ia mengaku, bantuan alsintan akan sangat membantu para petani di lapangan dan tentu akan mendukung peningkatan hasil pertanian. 


"Semoga Polri semakin maju, sukses, dan selalu dekat dengan masyarakat,” ungkapnya. (*)

 Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bakkes Layani 2.500 Warga di RS Bhayangkara Jombang



JOMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Timur menggelar bakti kesehatan (Bakkes) bagi masyarakat di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang, Selasa (23/6/2026).


Bakkes yang juga dihadiri Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce ini menargetkan pelayanan kepada 2.500 warga melalui berbagai layanan kesehatan gratis.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P., Sp.PD., MARS., FINASIM di lokasi kegiatan.


“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami isi dengan pelayanan ke
sehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan target kami hari ini melayani sekitar 2.500 warga melalui berbagai layanan kesehatan," ujar Kombes Wahono.


Bakti kesehatan tersebut meliputi operasi katarak, khitanan, operasi celah bibir dan langit-langit (CBL/CGK), cek kesehatan gratis (CKG) , pengobatan umum dan spesialis, pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga sosialisasi kepesertaan Kartu Bhayangkara Prioritas.


Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai syarat memperoleh Kartu Bhayangkara Prioritas, yakni memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. 


Dengan kartu tersebut, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit Bhayangkara dengan standar pelayanan yang sama seperti yang diterima keluarga besar Polri.


Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P., Sp.PD., MARS., FINASIM, mengatakan bakti kesehatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.


Melalui Bakkes Hari Bhayangkara ini pula, sekaligus memperkenalkan keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang sebagai fasilitas kesehatan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.


Kombes Wahono menegaskan, Rumah Sakit Bhayangkara Jombang tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri beserta keluarganya, tetapi juga hadir sebagai rumah sakit yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Jombang dan sekitarnya.


"Rumah sakit ini bukan hanya untuk anggota Polri, tetapi terbuka bagi masyarakat umum dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Kombes Wahono.


Menurut Kombes Wahono, melalui program tersebut masyarakat dapat memperoleh kemudahan akses layanan kesehatan dengan kualitas pelayanan yang setara dengan pelayanan bagi keluarga besar Polri.


“Harapan kami, masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari bakti kesehatan ini. Kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang kesehatan serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas Kombes Wahono. (*)

Senyum Bahagia Warnai Khitanan Massal Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Layani Ratusan Anak

Senyum Bahagia Warnai Khitanan Massal Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngawi Layani Ratusan Anak

 



NGAWI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar kegiatan khitanan massal sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Bernadip Lantai 3 Polres Ngawi, Jalan JA Suprapto, Kabupaten Ngawi, Selasa (23/6/2026) 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ngawi Ny. Erine Prayoga, bersama para Pejabat Utama Polres Ngawi dan pengurus Bhayangkari Cabang Ngawi.

Ratusan anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngawi mengikuti khitanan massal dengan penuh antusias. Selain mendapatkan layanan khitan gratis yang ditangani tenaga medis profesional, setiap peserta juga menerima cendera mata berupa tas sekolah beserta seperangkat alat tulis sebagai bentuk dukungan Polres Ngawi untuk memotivasi semangat belajar anak-anak, serta bingkisan sebagai wujud perhatian kepada para peserta.

Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa, "Khitanan massal ini merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, meringankan beban masyarakat, serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semoga anak-anak yang mengikuti khitanan hari ini menjadi generasi yang sehat, saleh, rajin belajar, dan mampu meraih cita-citanya."

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat Hari Bhayangkara ke-80 melalui pelayanan yang humanis dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu peserta khitanan massal bernama Andika (10), yang didampingi orangtuanya Siti, sangat senang dan mengucapkan terima kasih

"Alhamdulillah, anak saya sudah sunat gratis, dapat tas dan alat-alat tulis, terima kasih Polres Ngawi," kata Siti
 Polresta Malang Kota Berikan Layanan Prioritas Pembuatan SIM bagi Penyandang Disabilitas

Polresta Malang Kota Berikan Layanan Prioritas Pembuatan SIM bagi Penyandang Disabilitas




MALANG KOTA – Komitmen Polresta Malang Kota Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif terus diwujudkan melalui pelayanan prioritas pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi penyandang disabilitas.


Melalui Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) di Jalan Dr. Wahidin, Kota Malang,petugas mendampingi secara khusus kepada para pemohon difabel dari Komunitas Difa Jek Kota Malang saat proses ujian SIM berlangsung.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana melalui Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, menjelaskan pelayanan SIM Difabel merupakan bentuk pelayanan dalam memberikan hak yang sama kepada seluruh warga negara untuk memperoleh legalitas berkendara.


AKP Rio Angga mengatakan, pelayanan SIM khusus difabel ini implementasi dari arahan pimpinan Polri agar pelayanan publik semakin inklusif, humanis, dan mudah diakses. 


"Kami memberikan pelayanan prioritas, pendampingan selama proses hingga ujian, sehingga rekan-rekan difabel dapat mengikuti seluruh tahapan dengan nyaman dan aman,” ujar AKP Rio, Senin (22/06/2026).


Ia menambahkan, para petugas Satpas Polresta Malang Kota secara khusus mendampingi pemohon difabel mulai dari proses registrasi, pemeriksaan administrasi, ujian teori hingga praktik.


Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa mengurangi standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh pemohon SIM.


Program pelayanan ini mendapat sambutan positif dari Komunitas Difabel Ojek Online Kota Malang.


Sebanyak tujuh anggota komunitas mendaftar untuk mengikuti pembuatan SIM khusus difabel dan mengikuti proses pelayanan di Satpas Polresta Malang Kota.


Mewakili komunitas Difa Jek Kota Malang, Alfarizky menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polri terhadap penyandang disabilitas yang membutuhkan legalitas berkendara untuk menunjang aktivitas dan pekerjaan mereka.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri dan Polresta Malang Kota yang sudah menjadi wadah dan memberi kesempatan teman-teman disabilitas untuk memperoleh SIM khusus difabel.” Ujarnya.


Ia menambahkan, Program SIM Difabel sangat membantu driver Ojol yang membutuhkan SIM sebagai syarat utama untuk bekerja secara legal dan aman.


Kepemilikan SIM Difabel juga menjadi syarat penting bagi penyandang disabilitas yang ingin bergabung sebagai mitra platform transportasi dan layanan pesan antar berbasis aplikasi.


“Bagi driver Ojol, SIM menjadi syarat mutlak. Karena itu kami berharap program pelayanan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak penyandang disabilitas punya kesempatan bekerja dan beraktivitas secara mandiri,” pungkas Alfarizky. (*)

 Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Pengedar Okerbaya, Sita Puluhan Ribu Butir Pil Logo Y

Polres Lumajang Amankan Dua Tersangka Pengedar Okerbaya, Sita Puluhan Ribu Butir Pil Logo Y

 




LUMAJANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah Kabupaten Lumajang. 


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan Dua orang tersangka beserta 23.959 butir pil berlogo Y yang diduga siap edar.


Kedua tersangka yang diamankan yakni RLF (35), warga Kecamatan Pasirian, dan TA (37), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.


Kasatresnarkoba Polres Lumajang, Iptu Dwi Sugiyanto melalui Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran pil berlogo Y di wilayah Lumajang.


"Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota Satresnarkoba melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka RLF," ujar Ipda Suprapto,Senin (22/6/2026).


Dari hasil penggeledahan terhadap RLF, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa pil berlogo Y yang dikemas dalam beberapa plastik klip, uang tunai yang diduga hasil penjualan, serta telepon genggam yang berisi percakapan transaksi jual beli pil tersebut.


"Selain barang bukti pil dan uang hasil penjualan, kami juga mengamankan percakapan atau chat yang berisi transaksi jual beli pil logo Y," jelasnya.


Hasil pemeriksaan terhadap RLF kemudian mengarah kepada tersangka TA yang diduga sebagai pemasok pil berlogo Y. 


Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan TA di lokasi berbeda.


"Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan tersangka TA yang diduga sebagai pemasok," terang Ipda Suprapto.


Dari tangan tersangka juga ditemukan barang bukti pil logo Y dalam jumlah besar beserta alat komunikasi yang digunakan untuk transaksi.


Saat ini kedua tersangka berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Polres Lumajang mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di lingkungan sekitar guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


"Kami juga membuka layanan 24 jam melalui call center 110 bebas pulsa dan kami pastikan setiap laporan akan segera kami tindaklanjuti," pungkas Ipda Suprapto. (*)

 Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan

Polda Jatim Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional, 3 Tersangka Diamankan

 




SURABAYA,– Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penipuan online modus percintaan (love scamming) yang melibatkan jaringan internasional.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Tiga tersangka yang terdiri dari Dua warga negara asing dan Satu warga negara Indonesia.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (22/6/2026).


Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditressiber Polda Jatim dengan Imigrasi Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo.


"Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti kuat sinergitas antarinstansi dalam memberantas kejahatan siber yang merugikan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Abast.


Kabid Humas Polda Jatim juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung sehingga dapat mengungkap secara bersama-sama tindak pidana penipuan online modus percintaan ini.


Sementara itu, Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menerangkan, kasus ini berawal dari informasi tim gabungan Imigrasi dan Ditressiber terkait dugaan pelanggaran izin tinggal sejumlah warga negara asing di wilayah Surabaya.


Saat dilakukan pengecekan di sebuah apartemen di Surabaya, petugas menemukan Empat warga negara asing asal Afrika yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


"Ketika kami lakukan pemeriksaan, ditemukan beberapa device berupa handphone, kartu SIM dan perangkat elektronik lainnya yang diduga digunakan sebagai sarana melakukan penipuan online dengan modus love scamming," kata Kombes Pol Bimo Ariyanto.


Dari hasil pendalaman, penyidik menetapkan Tiga tersangka, yakni LNHA warga negara Indonesia, KKP warga negara Ghana, dan AYV warga negara Pantai Gading atau Côte d’Ivoire. 


"Sementara Dua warga negara asing lainnya masih dalam proses pengembangan bersama pihak Imigrasi," ujar Kombes Bimo.


Menurut Kombes Bimo, para pelaku menjalankan aksinya dengan menyasar korban perempuan berusia 45 hingga 60 tahun melalui media sosial seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp. 


Pelaku kemudian membangun hubungan emosional dengan korban dengan berpura-pura sebagai pria mapan yang tinggal di luar negeri.


"Pelaku berusaha mendekati korban, menjalin hubungan seperti orang berpacaran, lalu berpura-pura mengirim hadiah bernilai tinggi seperti jam tangan, laptop atau barang berharga lainnya," jelas Kombes Bimo.


Setelah korban percaya, pelaku mengirim pesan palsu seolah-olah paket hadiah tertahan di bea cukai atau terkendala biaya imigrasi. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang agar paket bisa dikirim.


"Padahal barang tersebut tidak pernah ada. Tidak pernah ada pengiriman dan tidak pernah diamankan pihak imigrasi. Itu seluruhnya adalah rekayasa untuk menipu korban," tegas Kombes Bimo.


Dalam jaringan ini, tersangka LNHA berperan sebagai admin sekaligus pemegang rekening penampung hasil kejahatan dan berpura-pura menjadi petugas ekspedisi yang menghubungi korban untuk meminta biaya tebusan.


Keuntungan hasil penipuan kemudian dibagi dengan skema 65 persen kepada pelaku utama dan 30 persen dibagi kepada tersangka lainnya.


Menurut Kombes Bimo, sindikat ini telah beroperasi sejak Agustus 2025 dan berhasil meraup keuntungan sekitar Rp1,1 miliar.


Adapun Korban teridentifikasi sementara ini ada 53 orang se-Indonesia dan 22 diantaranya warga Jawa Timur.


"Kami masih terus melakukan pendalaman terhadap korban-korban lain dan juga mengembangkan penyidikan terhadap jaringan lain yang terlibat. Kami bekerja sama secara intensif dengan pihak imigrasi untuk menelusuri pelaku lainnya," pungkas Kombes Bimo.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta pasal penipuan dalam KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar. (*)

Monday, June 22, 2026

 Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bersih-Bersih Vihara di Lawang

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Malang Bersih-Bersih Vihara di Lawang

 




MALANG – Polres Malang Polda Jatim kembali menggelar kegiatan bakti religi dengan membersihkan tempat ibadah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. 


Kali ini, kegiatan dipusatkan di Vihara Pondok Meta, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.


Aksi sosial tersebut melibatkan personel Polres Malang, personel Polsek rayon Lawang, serta Bhayangkari Cabang Malang. 


Mereka bersama-sama membersihkan area vihara, mulai halaman, ruang ibadah, hingga lingkungan sekitar tempat ibadah.


Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bakti religi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat serta memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.


Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, bakti religi merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.


"Bakti religi ini merupakan wujud kehadiran Polri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat terlebih pada momentum Hari Bhayangkara ke-80," ujar AKBP Taat, Senin (22/6/2026).


Kapolres Malang menegaskan, Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial yang mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong.


Menurutnya, pemilihan tempat ibadah dari berbagai agama sebagai lokasi bakti religi juga menjadi cerminan komitmen Polri dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Kabupaten Malang.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin terus merawat harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan," pungkasnya. (*)

 Hari Bhayangkara ke - 80 Polres Bondowoso Gelar Khitan Massal dan Cek Kesehatan Gratis

Hari Bhayangkara ke - 80 Polres Bondowoso Gelar Khitan Massal dan Cek Kesehatan Gratis

 




BONDOWOSO – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Bondowoso Polda Jatim kembali menggelar Bakti Kesehatan (Bakkes).


Bakkes kali ini berupa khitanan masal dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat secara gratis, mulai dari cek tensi, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi dokter umum di Kecamatan Prajekan pada Sabtu (20/06/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di masjid Babussalam Prajekan ini diikuti sebanyak 80 anak peserta khitan. 


Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso mengatakan, kegiatan ini bukan yang pertama kali diselenggarakan oleh Polres Bondowoso Polda Jatim.


"Sebelumnya Polres Bondowoso juga sudah pernah melaksanakan bakti kesehatan maupun khitan masal secara gratis," ungkap AKBP Aryo.


Kapolres Bondowoso menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.


"Momentum Hari Bhayangkara ke - 80 kali ini kembali kami isi dengan kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebagai wujud nyata Polri hadir untuk masyarakat," tegasnya.


Masyarakat tampak antusias memanfaatkan layanan Bakti Kesehatan yang digelar oleh Polres Bondowoso Polda Jatim tersebut.


“Alhamdulillah senang sekali. Anak saya bisa khitan gratis, saya juga bisa cek kesehatan. Terima kasih Pak Kapolres yang peduli sama rakyat kecil,” ujar Siti warga Prajekan.


80 peserta khitan juga mendapat bingkisan berupa sarung, peci, dan uang saku dari Polres Bondowoso. Selama kegiatan, anak-anak juga dihibur agar tidak tegang saat proses khitan.


Melalui semangat Polri Presisi, Polres Bondowoso berkomitmen terus hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam menjaga kamtibmas tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan warga. (*)

 Polres Gresik Beri Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

Polres Gresik Beri Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

 




GRESIK - Komitmen Polres Gresik Polda Jawa Timur (Jatim) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kembali ditunjukka dengan aksi kemanusiaan.


Kali ini melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Gresik memberikan layanan ambulans gratis untuk menjemput seorang pasien asal Pulau Bawean yang baru tiba di Pelabuhan Umum Pelindo Gresik.


Pasien yang berasal dari Desa Timur Sungai, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, tiba di Gresik melalui jalur laut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. 


Setibanya di pelabuhan, petugas Sidokkes Polres Gresik langsung melakukan penjemputan dan membantu proses evakuasi pasien menuju ambulans guna dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.


Tindakan cepat tersebut merupakan bentuk pelayanan humanis Polri dalam membantu masyarakat, khususnya warga kepulauan yang membutuhkan akses kesehatan dan transportasi medis menuju fasilitas kesehatan rujukan.


Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa pelayanan ambulans gratis merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.


AKBP Ramadhan menegaskan, Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan bantuan sosial kemanusiaan.


“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga pasien segera mendapatkan penanganan dari pihak rumah sakit dan diberikan kesembuhan,” ujar AKBP Ramadhan Nasution, Senin (22/6/2026).


Menurutnya, masyarakat dari wilayah kepulauan seperti Bawean kerap menghadapi tantangan tersendiri dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan. 


Oleh karena itu, Polres Gresik Polda Jatim berupaya hadir memberikan dukungan melalui fasilitas ambulans gratis agar proses rujukan pasien dapat berjalan lebih cepat dan aman.


"Kehadiran layanan ambulans gratis dari Sidokkes Polres Gresik ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas AKBP Ramadhan. (*)

Bhabinkamtibmas Jogorogo Dorong Budidaya Pepaya di Pekarangan Warga untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Jogorogo Dorong Budidaya Pepaya di Pekarangan Warga untuk Perkuat Ketahanan Pangan

 



Ngawi – Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan.


Sebagai bentuk implementasi program ketahanan pangan, Polres Ngawi melalui jajaran Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan patroli, sambang, dan monitoring pemanfaatan pekarangan produktif milik warga guna mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, “Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman buah seperti pepaya merupakan langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Selain dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasilnya juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.”


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Jogorogo, AIPTU Edi Sugiarto, yang melakukan patroli dan monitoring pemanfaatan pekarangan milik Bapak Sugiyono di Dusun Genggong, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Pekarangan tersebut direncanakan untuk ditanami pohon buah pepaya sebagai bagian dari program pemanfaatan lahan produktif.


Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Edi Sugiarto melakukan pengecekan lokasi sekaligus berdialog dengan pemilik lahan mengenai rencana budidaya dan pengelolaan tanaman agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi keluarga.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya program ketahanan pangan melalui pemanfaatan area pekarangan, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dari ruang lingkup terkecil.


Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sebagai wujud dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang mandiri pangan, aman, dan sejahtera.


#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi #swasembadajagung #astacitapresiden #polriuntukmasyarakat

[09.50, 22/6/2026] Humas Res Ngawi: 

 Polsek Sine Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Bergizi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Ngawi

Polsek Sine Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Bergizi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Ngawi

 



NGAWI – Polsek Sine Polres Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan. Salah satunya melalui patroli dialogis Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) bersama masyarakat di Dusun Plosokerep, Desa Kuniran, Kecamatan Sine.


Kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Bripka Budi Setyo tersebut bertujuan mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif guna mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan.


Selain melakukan patroli, personel Polsek Sine juga berdialog dengan warga terkait pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.


Warga diimbau untuk terus mengembangkan pekarangan bergizi dengan menanam berbagai tanaman pangan maupun hortikultura yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga.


Melalui kegiatan ini, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam mendukung program pemerintah.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.


"Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Polri hadir untuk mendampingi dan mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan secara produktif sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, Senin (22/6/2026)


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Patroli dialogis ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Presisi Polri dalam meningkatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kemitraan yang erat dengan warga.

 Polres Pacitan Genjot Produktivitas Jagung di Bandar, Dampingi Petani dan Evaluasi Kualitas Benih

Polres Pacitan Genjot Produktivitas Jagung di Bandar, Dampingi Petani dan Evaluasi Kualitas Benih

 




PACITAN - Polres Pacitan Polda Jawa Timur terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. 


Salah satunya dilakukan melalui pendampingan kegiatan panen jagung bersama kelompok tani di Desa Watupatok, Kecamatan Bandar.


Kegiatan yang berlangsung di Dusun Sampiran itu melibatkan Gapoktan Sedyo Mulyo, penyuluh pertanian lapangan, serta perwakilan perusahaan benih jagung dari Ponorogo.


Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar melalui Kapolsek Bandar AKP Agus Budiono mengatakan, kehadiran kepolisian tidak hanya untuk memastikan keamanan kegiatan masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga.


"Kami mendukung setiap upaya peningkatan produktivitas petani,demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"kata AKP Agus, Senin (22/6/2026).


Tak hanya melakukan pendampingan saat panen, Kapolsek Bandar bersama para petani juga berdiskusi langsung dengan perwakilan perusahaan benih untuk mengevaluasi hasil budidaya sekaligus membahas kualitas benih yang digunakan.


Diskusi tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman antara petani dan penyedia benih guna mencari formulasi terbaik dalam meningkatkan hasil produksi jagung di wilayah Bandar.


Menurut AKP Agus, produktivitas pertanian yang baik akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan daerah. 


"Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan perlu terus dibangun agar petani memperoleh pendampingan yang memadai mulai dari proses tanam hingga panen,"pungkasnya. (*)

 Polres Lumajang Gelar Gowes, Ribuan Pesepeda Sambut Hari Bhayangkara ke - 80

Polres Lumajang Gelar Gowes, Ribuan Pesepeda Sambut Hari Bhayangkara ke - 80

 




LUMAJANG – Lautan pesepeda memenuhi kawasan Alun - alun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026) pagi. 


Mengenakan jersey berwarna-warni khas komunitas masing-masing, ribuan pesepeda tampak antusias mengikuti Gowes Sepeda Gembira yang digelar Polres Lumajang dalam rangka memyambut Bhayangkara ke-80.


Mereka datang tidak hanya dari wilayah di Lumajang, tetapi juga dari daerah lain seperti Probolinggo hingga Tuban.


Panitia mencatat lebih dari 2.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut. 


Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, komunitas sepeda, pemerintah daerah, dan jajaran kepolisian.


Suasana semakin meriah ketika Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma melepas peserta secara simbolis. 


Pelepasan ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.


Selain menghadirkan suasana kebersamaan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik.


Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, Gowes Sepeda Gembira merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


Menurutnya, olahraga bersama menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.


“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sesuai tema tahun ini, yakni Polri Untuk Masyarakat,” kata AKBP Alex.


Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan masih terjaga dengan baik.


AKBP Alex menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak semata menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian. 


Menurutnya peringatan tersebut harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


“Keamanan dan kondusivitas daerah dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu kami terus berupaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tutur AKBP Alex.


Masih kata AKBP Alex, sinergitas yang solid antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat adalah modal dasar untuk menciptakan dan menjaga Kamtibmas yang kondusif.


Melalui semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Lumajang berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang mempererat hubungan dengan warga. (*)

 Polres Pelabuhan Tanjungperak Bongkar Jaringan Narkoba Amankan Dua Tersangka dan 292,93 Gram Sabu

Polres Pelabuhan Tanjungperak Bongkar Jaringan Narkoba Amankan Dua Tersangka dan 292,93 Gram Sabu

 




TANJUNG PERAK – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim kembali menggagalkan upaya peredaran narkotika di Surabaya. 


Kali ini, Dua orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan pengedar sabu, yakni ASDP (22) dan CWH (33), ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 292,93 gram.


Keduanya diamankan di sebuah warung makan di kawasan Jalan Kenjeran, Surabaya, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. 


Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan terkait jaringan peredaran narkotika yang masih beroperasi di wilayah Surabaya.


Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjungperak AKP Adik Putrawan mengungkapkan, tersangka ASDP mengakui bahwa seluruh barang bukti sabu yang ditemukan merupakan miliknya. 


Narkotika tersebut diperoleh dari seorang pemasok berinisial R yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).


"Tersangka mengaku awal membeli tiga paket sabu sekitar 292,93 gram seharga Rp45 juta per 100 gram, kemudian dijual kembali kepada pemesan dengan harga Rp55 juta per 100 gram," ungkap AKP Adik Putrawan, Senin (22/06/2026).


Dengan demikian tersangka ASDP memperoleh keuntungan sekitar Rp.10 juta untuk setiap ons yang berhasil dipasarkan.


AKP Adik juga mengungkap bahwa pembelian sabu tersebut dilakukan berdasarkan pesanan seorang calon pembeli berinisial M yang juga telah masuk dalam daftar buronan Polisi.


Dari hasil pendalaman, ASDP diketahui telah menjalankan bisnis peredaran narkotika sebanyak Tiga kali sejak Mei 2026.


"Aktivitas tersebut disebut merupakan kelanjutan dari jaringan yang sebelumnya dijalankan oleh suaminya, yang kini sedang menjalani hukuman penjara dalam perkara narkotika," kata AKP Adik Putrawan.


Selama menjalankan bisnis ilegal tersebut, ungkap AKP Adik, tersangka mengaku telah memperoleh keuntungan mencapai sekitar Rp100 juta.


"Sementara itu, tersangka CWH berperan membantu proses transaksi jual beli sabu. Sebagai imbalan atas keterlibatannya, ia menerima bayaran sebesar Rp500 ribu setiap membantu transaksi," jelasnya.


Barang bukti yang disita berupa tiga plastik besar berisi sabu dengan berat bruto sekitar 292,93 gram yang disimpan di dalam wadah plastik bening. 


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait dugaan menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, maupun menyerahkan narkotika golongan I dengan berat melebihi lima gram.


Selain itu, penyidik juga menerapkan ketentuan Pasal 609 ayat (2) huruf a juncto Pasal 612 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah disesuaikan melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(*)

Sunday, June 21, 2026

 Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur Melalui Ziarah di Tebuireng Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Kapolri Kenang Jejak Reformasi Gus Dur Melalui Ziarah di Tebuireng Jelang Hari Bhayangkara ke-80

 



Jatim - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa, ziarah ini juga menjadi momentum mengenang kontribusi Gus Dur dalam perjalanan reformasi nasional, termasuk penguatan institusi Polri.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengenakan peci dan melakukan doa bersama serta menaburkan bunga di pusara Gus Dur. Kedatangannya disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, Abdul Hakim Machfudz, yang kemudian mengalungkan surban kepada Kapolri.


Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan Polri kepada tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.


“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri,” ujar Johnny kepada wartawan.


Diketahui, Gus Dur menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4 sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Dalam masa kepemimpinannya, ia melanjutkan agenda reformasi dengan mendorong profesionalisme militer dan supremasi sipil dalam pemerintahan.


Salah satu tonggak penting pada era tersebut adalah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri secara konstitusional melalui TAP MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.


Menurut Johnny, momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Jejak pemikiran dan kebijakan Gus Dur tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri. Selain itu, KH. Abdurrahman Wahid juga dikenang sebagai “Bapak Pluralisme” karena konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman di Indonesia.


Melalui ziarah ini, Polri tidak hanya memberikan penghormatan kepada seorang mantan presiden, tetapi juga mengenang warisan pemikiran kebangsaan yang turut mewarnai perjalanan reformasi dan penguatan institusi negara hingga saat ini.

*Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional*

*Bareskrim Polri Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional*



Jakarta - Bareskrim Polri melalui Tim Delegasi Polri berhasil mengamankan Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas sekaligus residivis yang memiliki peran sentral dalam jaringan narkotika internasional yang dipimpin oleh Fredy Pratama. Frans Antoni diamankan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026), sebelum dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026).


Pemulangan tersangka dilakukan menggunakan pesawat melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), mengingat yang bersangkutan diketahui masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal.


Frans Antoni merupakan tersangka yang telah berstatus DPO sejak 12 November 2023 berdasarkan Nomor: DPO/B15-97/XI/2023/DITTIPIDNARKOBA. Dalam struktur organisasi sindikat Fredy Pratama, ia diketahui memegang peran ganda sebagai pengendali keuangan, pengatur operasional lapangan, sekaligus penghubung jaringan internasional.


Berdasarkan hasil penyidikan, Frans Antoni diduga menjadi otak operasional tindak pidana pencucian uang hasil kejahatan narkotika yang berlangsung selama kurun waktu 2017 hingga 2023. Selama periode tersebut, ia tercatat melakukan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia menuju Thailand sebanyak kurang lebih 168 kali perjalanan.


Setiap perjalanan membawa dana minimal Rp1 miliar yang terlebih dahulu disamarkan melalui sejumlah money changer di Indonesia. Dana tersebut kemudian dikonversi ke dalam pecahan 1.000 Dolar Singapura sebelum dibawa keluar negeri.


Selain berperan dalam pengiriman uang lintas negara, Frans Antoni juga diketahui menerima setoran tunai senilai total 1.200.000 Dolar Singapura dari Kosnadi Irwan alias Uncle. Penyidik turut menemukan keterlibatan tersangka dalam penguasaan tiga rekening penampungan Bank BCA yang menggunakan identitas adik kandungnya, Steven Antoni, yang diduga dipakai untuk menampung dan mengalirkan dana hasil kejahatan.


Setibanya di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Pemeriksaan tersebut difokuskan untuk menelusuri seluruh aliran dana sindikat, memetakan jaringan pendukung yang masih aktif, serta memperkuat upaya pengejaran terhadap Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus buronan internasional dan masuk dalam daftar Red Notice.


Kadivhumas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa keberhasilan pengamanan Frans Antoni merupakan hasil kerja sama yang erat antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk otoritas terkait di Malaysia dan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri.


“Frans Antoni merupakan salah satu figur penting dalam struktur jaringan Fredy Pratama. Perannya tidak hanya sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga sebagai pengendali keuangan dan penghubung jaringan internasional. Penangkapannya menjadi langkah strategis untuk membongkar secara menyeluruh struktur organisasi dan aliran dana sindikat narkotika internasional tersebut,” ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).


Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan pengembangan terhadap perkara tersebut guna menelusuri aset-aset hasil tindak pidana narkotika dan menindak seluruh pihak yang terlibat.


“Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan narkotika, termasuk pihak-pihak yang berperan dalam pencucian uang hasil kejahatan. Kami akan terus mengejar para pelaku yang masih buron, termasuk Fredy Pratama, serta menyita aset-aset yang berasal dari hasil tindak pidana untuk memutus mata rantai kejahatan narkotika sampai ke akarnya,” tegasnya.


Lebih lanjut, Johnny mengapresiasi sinergi antarinstansi yang telah mendukung proses pelacakan, pengamanan, hingga pemulangan tersangka ke Indonesia.


“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ruang gerak para pelaku kejahatan transnasional semakin sempit. Polri bersama mitra dalam dan luar negeri akan terus memperkuat kerja sama untuk memastikan setiap pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.