Ngawi – Respons cepat terhadap laporan masyarakat, kembali ditunjukkan Polres Ngawi Polda Jatim.
Kali ini, Polsek Paron yang dipimpin Kapolsek Paron AKP Moh. Nur Haris Al, S.H., berhasil mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan warga di Dusun Sirigan, Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. ODGJ tersebut, berhasil diamankan dan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.
Evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Paron, bersama Koramil Paron, petugas Puskesmas Teguhan, serta pendamping sosial dari TKSK dan PSM Kecamatan Paron.
ODGJ tersebut merupakan warga setempat yang keberadaannya menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan humanis dan persuasif, petugas berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk membawa yang bersangkutan ke RSUD dr. Soeroto Ngawi guna menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Polri akan selalu hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan persoalan sosial dan kemanusiaan.
"Penanganan ODGJ harus dilakukan secara humanis dengan mengedepankan keselamatan yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar. Kami mengapresiasi sinergi antara Polri, TNI, tenaga kesehatan, dan unsur sosial sehingga evakuasi dapat berjalan aman dan lancar. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, saat dikonfirmasi media pada Kamis (11/6/2026)
Melalui kegiatan tersebut, situasi kamtibmas di lingkungan warga kembali kondusif serta memperkuat sinergitas antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Ngawi.
Thursday, June 11, 2026
Polres Lumajang Terjunkan Personel Penggerak Ketahanan Pangan Dampingi Warga Tani
LUMAJANG – Jajaran Polres Lumajang, Polda Jawa Timur, mengambil langkah nyata dalam mengawal program ketahanan pangan nasional.
Dengan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas, Polres Lumajang Polda Jatim terus menggelorakan swasembada pangan.
Kali ini aksi nyata ditunjukkan oleh Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Desa Sumberejo dari Polsek Candipuro, Aiptu Alex dan Brigadir Arief Setiawan.
Selain patroli sambang warga, Kedua personel ini turun langsung ke sawah untuk membantu petani di Dusun Sumberrejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro Lumajang.
Mereka berbaur dengan warga tani di lahan jagung guna melakukan pemeliharaan tanaman jagung jenis Advanta yang telah memasuki usia tanam 30 hari.
"Kami ingin warga tani di sini tetap semangat untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, kami terus memberikan pendampingan di lapangan, termasuk membantu proses pemupukan," ujar Aiptu Alex di sela-sela aktivitasnya di lahan pertanian, Kamis (11/6/2026).
Sinergi di lapangan ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI yang membidik kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan dari tingkat hulu.
Di lokasi terpisah, Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan aktif institusi kepolisian di sektor agraria adalah bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan strategis pemerintah.
"Sesuai arahan Bapak Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, kami melakukan pendampingan warga tani untuk menggelorakan swasembada pangan," kata AKP Lugito.
Menurutnya peran Polri harus berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga masyarakat.
Ia mengatakan kehadiran Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, adalah bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal dan menyukseskan program Asta Cita Presiden.
"Kami ingin memastikan program ketahanan pangan ini berjalan berkelanjutan, bukan sekadar formalitas," tegas AKP Lugito.
Ia menambahkan, pendampingan dari Polsek jajaran akan terus dikawal secara berkala, mulai dari fase penanaman, perawatan intensif, hingga masa panen raya tiba.
Melalui pengelolaan yang terukur, produktivitas komoditas pangan di wilayah Candipuro diharapkan mampu meningkat tajam.(*)
Polri Untuk Masyarakat : Polres Probolinggo Kota Gelar Khitan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80
KOTA PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota Polda Jawa Timur menggelar bakti kesehatan berupa khitan gratis dan donor darah dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan khitan gratis digelar di Klinik Pratama Polres Probolinggo Kota, sedangkan donor darah dilaksanakan di Aula Graha Prabu Polres Probolinggo Kota Polda Jatim yang diikuti personel Polri, Bhayangkari, serta sejumlah elemen masyarakat.
Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri mengatakan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami maknai dengan meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat," tegas AKBP Rico.
Ia berharap dengan menggelar bakti kesehatan berupa donor darah dan khitan gratis ini kehadiran Polri dapat memberikan manfaat nyata sesuai jargon Polri Untuk Masyarakat.
Pada kegiatan donor darah, sebanyak 80 peserta ambil bagian yang terdiri dari 65 personel Polri dan 15 anggota Bhayangkari.
Dari jumlah tersebut, berhasil terkumpul 48 kantong darah yang nantinya akan membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Sementara itu, sebanyak 32 peserta belum dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan, di antaranya karena kadar hemoglobin (HB) tinggi, tekanan darah tinggi, serta ada yang sebelumnya telah mendonorkan darah dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.
Sementara itu sebanyak 20 anak mengikuti khitan gratis dan menjalani proses khitan dengan baik dan dalam kondisi sehat.
"Adik - adik yang dikhitan nantinya juga dijadwalkan menjalani kontrol lanjutan di Klinik Pratama Polres Probolinggo Kota pada Jumat (12/6) mendatang ," kata AKBP Rico.
Salah satu orang tua peserta khitan, Syaifudin, mengaku sangat terbantu dengan adanya program khitan gratis yang diselenggarakan Polres Probolinggo Kota.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian Polri terhadap kebutuhan warga.
"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Polres Probolinggo Kota. Program khitan gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi kami sebagai orang tua. Pelayanannya juga baik dan anak-anak merasa nyaman selama proses khitan," ujar Syaifudin.
Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Melalui kegiatan sosial ini pula semakin nyata bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir melalui kegiatan kemanusiaan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat
Polsek Pangkur Gencarkan Bhatarling untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional di Ngawi
Ngawi – Sebagai implementasi arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., terkait optimalisasi peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas dan personel di wilayah untuk aktif mendampingi masyarakat petani melalui program Bhatarling (Bhayangkara Tani Peduli Lingkungan).
Salah satunya diwujudkan oleh personel Polsek Pangkur yang melaksanakan kegiatan Bhatarling di area persawahan Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung keberhasilan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi kepada para petani agar menerapkan pola pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan metode budidaya yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesuburan lahan, meningkatkan hasil panen, serta mendukung terciptanya ketahanan pangan yang kuat di Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur.
Selain itu, petugas juga menyampaikan sosialisasi dan imbauan terkait larangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan. Penggunaan jebakan listrik dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, baik bagi petani, warga sekitar maupun hewan ternak yang melintas di area persawahan.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Bhatarling merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Polres Ngawi akan terus berperan aktif mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani. Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan pertanian yang ramah," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, Kamis (11/6/2026)
Polres Ngawi mengajak masyarakat untuk menerapkan pertanian yang ramah lingkungan dan menghindari penggunaan jebakan tikus beraliran listrik yang dapat membahayakan keselamatan. Dengan sinergi yang baik, ketahanan pangan nasional di Kabupaten Ngawi dapat terwujud secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Bhatarling, Polres Ngawi berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat petani dalam menjaga produktivitas pertanian, menciptakan lingkungan yang aman, serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat.
Polres Ngawi Amankan Pengedar Sabu dengan Barang Bukti 39 Gram
Ngawi – Komitmen Polres Ngawi Polda Jatim dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. Melalui pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika yang diungkap oleh Satresnarkoba, petugas berhasil menangkap seorang pengedar sabu berinisial RS (36) di sebuah rumah kontrakan di wilayah Kota Madiun.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat netto sekitar 39,222 gram yang telah dikemas dalam puluhan paket siap edar. Selain itu, turut diamankan timbangan digital, plastik klip, sedotan plastik berbagai warna, telepon seluler, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas peredaran narkotika.
Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan seorang penyalahguna sabu oleh Satresnarkoba Polres Ngawi yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Marji Wibowo, S.H., M.H., pada Sabtu (6/6/2026) dini hari.
Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, petugas memperoleh informasi mengenai pemasok sabu yang kemudian mengarah kepada tersangka RS.
Berdasarkan informasi tersebut, petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka di rumah kontrakannya di wilayah Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Saat dilakukan penggeledahan sesuai prosedur hukum, petugas menemukan puluhan paket sabu beserta perlengkapan yang digunakan untuk mengemas dan mengedarkan narkotika.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Ngawi dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
“Polres Ngawi tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkoba. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan yang didukung informasi dari masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya serta menindak tegas setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” tegas Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga, saat dikonfirmasi media Kamis (11/6/2026)
Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Ngawi untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Ngawi dalam mendukung program pemberantasan narkoba serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi.
Polres Ngawi Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Bhabinkamtibmas Widodaren Pantau Budidaya Sayuran Warga
Ngawi – Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan.
Sebagai bentuk implementasi program ketahanan pangan, Polres Ngawi melalui jajaran Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan pangan bergizi di wilayah desa binaan guna meningkatkan ketersediaan pangan dan mendorong kemandirian masyarakat.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa, “Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran merupakan langkah sederhana yang memiliki manfaat besar bagi keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan budaya hidup produktif dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Ngawi.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sidolaju, Aipda Slamet Riono, yang melakukan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan pangan bergizi yang ditanami berbagai jenis sayuran milik Sdr. Koso di Dusun Sidolaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Slamet Riono melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman sayuran serta berdialog dengan pemilik lahan terkait perkembangan tanaman dan perawatan yang dilakukan. Petugas juga memberikan motivasi agar warga terus memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan yang sehat, produktif, dan bernilai ekonomi.
Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya program ketahanan pangan dari ruang lingkup terkecil guna membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari keluarga.
Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang mandiri pangan, aman, dan kondusif.
#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi #swasembadajagung #astacitapresiden #polriuntukmasyarakat
Polres Pelabuhan Tanjungperak Salurkan Bantuan Bibit dan Obat Hama untuk Kelompok Tani
SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur melalui Polsek Kenjeran menyalurkan bantuan bibit, pupuk, dan obat-obatan pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Selasa (9/4/2026).
Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus Andriastanto, S.H., M.H yang memimpin penyerahan bantuan didampingi Kanit Intelkam AKP Dwi Raharjo, Kanit Binmas Ipda Toni, personel Bhabinkamtibmas, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kota Surabaya.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengatakan, langkah ini sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI guna mewujudkan swasembada pangan nasional dan kemandirian bangsa agar terbebas dari ketergantungan impor.
"Pemberian pupuk, bibit, dan obat ini merupakan upaya konkret kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional," ujar Iptu Suroto.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Poktan Nandur Makmur meliputi komoditas strategis dan obat-obatan esensial, antara lain bibit tanaman 3 bungkus bibit jagung manis, 2 kg bibit kangkung, dan 1 kg bibit bayam, 1 botol perangsang buah dan insektisida.
Sebagaimana diketahui, lahan seluas 1 hektar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini dimanfaatkan secara optimal oleh Polres Pelabuhan Tanjungperak sebagai pusat ketahanan pangan lokal.
Menariknya, lahan ini juga menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam berbagai komoditas hortikultura di sela-sela tanaman jagung, seperti lombok, terong
pisang, ketela pohon, rosella uwi ungu, bayam dan kangkung.
Iptu Suroto menambahkan bahwa sistem tanam bibit jagung di lahan ini dilakukan secara bergantian (berkala).
Strategi ini diterapkan demi menjaga stabilitas pasokan saat panen, sehingga memudahkan para petani saat mendistribusikan hasil panen kepada konsumen maupun langsung ke pihak Bulog Jatim.
"Para petani dan penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran terus berkoordinasi secara intensif dengan PPL Pertanian Kota Surabaya guna mendapatkan pendampingan teknis agar hasil panen yang didapat benar-benar maksimal," pungkas Iptu Suroto.
Polres Mojokerto Kota Ungkap Narkoba Temukan 330 Catride Vape Berisi Etomidate
Kota Mojokerto - Polres Mojokerto Kota Polda Jatim berhasil mengungkap kasus peredaran penyalahgunaan narkoba cair (liquid).
Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka FI (34) di wilayah Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto.
Hal itu disampaikan Dirresnarkoba Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Kurniawan pada Konferensi Pers yang digelar di Polres Mojokerto Kota, Rabu (10/06/2026).
Kombes Pol Kurniawan menyampaikan bahwa kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika basah (liquid) berbentuk catride vape ini adalah pertama kali terungkap di Jawa Timur.
"Dalam melakukan penyelidikan, terus terang kami belum sempat mendapatkan barang ini dan baru ditemukan di wilayah Polda Jatim khususnya wilayah hukum Polres Mojokerto Kota," ujar Kombes Pol Kurniawan
Ia menerangkan, tersangka FI saat diamankan petugas, sedang bersama SA yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu dengan berat 4,50 (empat koma lima puluh) gram dijok mobil Daihatsu Xenia.
Selanjutnya dilakukan pengembangan di kamar kos SA yang berhasil ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu total sebanyak 195,98 gram.
Saat penggeledahan tersebut Polisi juga menemukan bukti resi ekspedisi pengiriman narkotika jenis etomidate dan ekstasi serta Happy Five yang dikirim dari Pekanbaru Riau.
Kemudian petugas melakukan pelacakan paket ekspedisi tersebut masih berada di Surabaya.
Polisi berkoordinasi dengan pihak ekspedisi dan bersama dengan SA mengambil paket yang ternyata berisi 330 catride liquid vape etomidate, 1.919 butir ekstasi dan 960 butir Happy Five.
Dari seluruh narkotika yang diedarkan untuk harga dapat ditafsir mencapai Rp.4.728.617.000.
Dengan terungkapnya kasus ini, Polres Mojokerto Kota Polda Jatim berhasil menyelamatkan Warga yang berhasil diselamatkan 40.048 jiwa.
Kombespol Kurniawan pun juga menyampaikan apresiasi terhadap Polres Mojokerto Kota atas pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika.
"Khusus Polres Mojokerto Kota kami apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi mengungkap sekian banyak barang bukti yang diamankan," tambah Kombespol Kurniawan.
Sementara itu tersangka FI dan SA terancam hukum penjara paling lama 12 tahun hingga hukuman mati.
Hal ini berdasafkan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU No. 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Jo Pasal 62 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
Kapolri: Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, jajarannya bakal ikut menggelar nonton bareng perhelatan Piala Dunia 2026. Nantinya, nobar gratis itu bakal diselenggarakan baik di tingkat Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Dalam pertemuan itu juga dibahas sejumlah kerja sama mulai dari nobar, perizinan hingga pengamanan.
"Kami tentunya sangat menyambut baik terkait dengan rencana kerja sama untuk mendukung program dalam rangka nonton bareng Piala Dunia. Dan kebetulan tadi kami sepakat bahwa kami, Polri, akan membantu untuk mengajak masyarakat nobar, mulai dari Mabes, Polda, Polres, dan Polsek di seluruh wilayah," kata Sigit.
Menurut Sigit, pelaksanaan nobar di kantor polisi juga menjadi wadah untuk hiburan masyarakat Indonesia khususnya para pecinta si kulit bundar. Serta, menghidupkan roda perekonomian UMKM di basis wilayah masing-masing.
"Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit menyebut, pelaksanaan nobar World Cup ini juga bisa diselipkan edukasi terhadap masyarakat untuk menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Dan tentunya ini juga bagian dari kegiatan yang bisa kita selipkan untuk hal-hal yang bersifat edukasi untuk masalah-masalah yang terkait dengan harkamtibmas," ucap Sigit.
Di sisi lain, Sigit menyatakan, kerja sama nobar di Mabes, Polda, Polres hingga Polsek ini untuk semakin mendekatkan aparat kepolisian dengan lapisan masyarakat.
"Tentunya kerja sama ini juga menjadi hal yang sangat baik buat institusi Polri, khususnya menjelang Hari Bhayangkara, dan kita akan bantu apa saja yang nanti diperlukan terkait mulai dari perizinan sampai dengan kegiatan-kegiatan pengamanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Saya kira dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan mari kita nobar bersama-sama Piala Dunia untuk menjadi hiburan bagi kita semua," tutup Sigit.
Kapolri di Rakorwas Kompolnas: Mitra Strategis untuk Pembenahan Polri
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Kompolnas merupakan mitra strategis Polri yang terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan demi mewujudkan harapan dari masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menjadi Keynote Speech dalam acara Rakorwas Kompolnas di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).
"Tentunya harapan kita peran Kompolnas sebagai mitra strategis untuk terus bisa menjaga agar institusi Polri bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat, apa yang menjadi temuan dari tim komisi reformasi," kata Sigit.
Sigit menyatakan, Kompolnas memiliki tugas untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, juga untuk menampung dan menyalurkan aspirasi maupun keluhan dari masyarakat khususnya terkait institusi Korps Bhayangkara.
Sigit pun menastikan, segala bentuk masukan, keluhan maupun kritik bakal ditampung untuk dijadikan evaluasi perbaikan Polri.
"Tentunya ini menjadi hal-hal yang kemudian bisa diteruskan ke Polri sebagai bahan perbaikan terhadap institusi Polri. Apalagi kita baru saja menyelesaikan undang-undang Polri. Dan saat ini kita juga terus melakukan perbaikan perpol sambil menunggu undang-undang Polri diundangkan," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit berharap, Rakorwas ini juga dijadikan forum untuk semakin menguatkan sinergisitas dan kerja sama antara Kompolnas dan Polri ke depannya. Dengan begitu, kata Sigit, Korps Bhayangkara bakal menjadi institusi yang dicintai oleh rakyat.
"Namun saya kira kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik antara Kompolnas dan Polri, khususnya dalam hal mengawasi, kemudian mengatensi apa yang menjadi perhatian publik, dan kemudian melakukan pembenahan-pembenahan. Sehingga institusi ini ke depan bisa betul-betul terus menjadi institusi yang adaptif, institusi yang modern, institusi yang kemudian bisa terus beradaptasi terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat," tutup Sigit.
Wednesday, June 10, 2026
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Gelar Donor Darah
SIDOARJO
- Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Sidoarjo Polda
Jatim menggelar kegiatan donor darah di Gedung Serbaguna Mako Polresta
Sidoarjo, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan bakti sosial kesehatan
tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat
sekaligus upaya membantu ketersediaan stok darah bagi yang membutuhkan.
Kegiatan
donor darah diikuti Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing,
Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, para pejabat utama
Polresta Sidoarjo, serta sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota
Polri, instansi lintas sektor, netizen dan awak media
Antusiasme
peserta terlihat sejak pagi hari. Mereka mengikuti tahapan pemeriksaan
kesehatan sebelum mendonorkan darah sebagai bentuk kontribusi
kemanusiaan untuk membantu sesama.
Kapolresta Sidoarjo Kombes.
Pol. Christian Tobing mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan
rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus
pada kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial yang memberikan
manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara
ke-80 ini, kami berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat dan
Donor darah ini diharapkan dapat membantu sesama yang membutuhkan,"
ungkap Kombes Tobing .
Ia menambahkan, semangat Hari Bhayangkara
ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus
meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,
sekaligus hadir melalui berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
Melalui
kegiatan donor darah tersebut, Polresta Sidoarjo berharap dapat
memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dalam
mewujudkan kamtibmas yang sehat, aman, dan kondusif.
Polres Pelabuhan Tanjungperak Datangkan Alat Berat Bantu Petani Olah Lahan Pascapanen
TANJUNG
PERAK - Guna mendukung dan mensukseskan Program Ketahanan Pangan Polda
Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjungperak mengambil langkah cepat dengan
mengoptimalisasi lahan pertanian di wilayah hukumnya.
Melalui
personel penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran, kepolisian
bersinergi dengan lintas instansi untuk mengolah lahan jagung siap tanam
di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.
Aksi nyata ini
dilakukan dengan menggandeng Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian
Kota Surabaya, Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, serta berkoordinasi
langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Surabaya.
Untuk memaksimalkan proses penggemburan dan penataan tanah, satu unit alat berat berupa ekskavator didatangkan ke lokasi.
Penggunaan
alat berat ini dinilai krusial agar struktur tanah lebih ideal,
sehingga bibit jagung yang akan ditanam dapat tumbuh optimal dan
menghasilkan panen yang melimpah.
Kasi Humas Polres Pelabuhan
Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pengolahan lahan kembali
ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas dan
kemandirian pangan, khususnya di wilayah perkotaan.
"Pengolahan
lahan kembali ini kami lakukan secara totalitas. Dengan sinergi bersama
PPL, Dinas PU, dan Poktan Nandur Makmur, kita ingin memastikan tanah ini
benar-benar siap dan subur sebelum bibit jagung ditanam," ujar Iptu
Suroto, Rabu (10/6/26).
Iptu Suroto menerangkan, kehadiran
ekskavator di lapangan adalah bentuk percepatan agar target tanam dan
kualitas panen nantinya bisa maksimal.
Program ini diharapkan
mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi kelompok tani lokal serta
memperkuat ketersediaan pangan di Kota Surabaya, sejalan dengan visi
besar Program Ketahanan Pangan yang diinisiasi oleh Polda Jatim.
Kompolnas dan Polri Akselerasi Reformasi Kelembagaan Melalui Rakorwas 2026
JAKARTA
– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar Rapat Koordinasi
Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk
memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal guna mengakselerasi
reformasi kelembagaan dan manajerial Polri. Kegiatan yang berlangsung
di Jakarta, Rabu (10/6/2026) tersebut juga membahas berbagai isu aktual
dan strategis yang berkaitan dengan transformasi institusi kepolisian.
Dr.
Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., selaku Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua
Panitia Rakorwas Kompolnas 2026 menjelaskan bahwa Rakorwas merupakan
agenda tahunan yang mempertemukan Kompolnas dan Polri dalam rangka
mengoordinasikan pelaksanaan pengawasan internal maupun pengawasan
fungsional eksternal terhadap institusi Polri.
Menurutnya,
terdapat dua fokus utama dalam Rakorwas tahun ini, yakni pembahasan
isu-isu aktual dan strategis yang membutuhkan langkah percepatan serta
tindak lanjut berbagai agenda pengawasan yang menjadi perhatian bersama.
"Rakorwas
ini merupakan forum strategis tahunan Kompolnas dan Polri untuk
mengoordinasikan agenda pelaksanaan pengawasan internal Polri dan
pengawasan Kompolnas secara fungsional yang bersifat eksternal di
institusi Polri," ujar Yusuf.
Ia menambahkan, salah satu isu
strategis yang menjadi perhatian dalam Rakorwas 2026 adalah tindak
lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang
dibentuk Presiden. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada percepatan
reformasi kelembagaan dan manajerial Polri.
"Kita mengakselerasi
agenda reformasi kelembagaan dan manajerial Polri melalui pengawasan.
Karena itu, sinergi pengawasan internal dan eksternal perlu diperkuat
agar rekomendasi KPRP dapat ditindaklanjuti secara efektif," jelasnya.
Selain
itu, Rakorwas juga membahas tindak lanjut atas Undang-Undang tentang
Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Polri yang telah disahkan. Regulasi
tersebut dinilai menjadi bagian dari implementasi rekomendasi reformasi
Polri sekaligus tindak lanjut sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang
memerlukan pengaturan lebih lanjut dalam norma hukum baru.
Dalam
kesempatan tersebut, Kompolnas dan Polri juga menyoroti penguatan sistem
penanganan pengaduan masyarakat. Berdasarkan data yang dimiliki kedua
institusi, jumlah pengaduan masyarakat pada tahun 2026 menunjukkan tren
penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Data Polri dan
data Kompolnas sampai saat ini menunjukkan jumlah pengaduan yang sama.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan 2025, pada tahun 2026 trennya
menurun. Tentu hal ini akan terus dianalisis untuk mengetahui
faktor-faktor yang memengaruhinya," ungkap Yusuf.
Lebih lanjut,
ia menekankan pentingnya memastikan agenda reformasi kelembagaan Polri
berjalan secara menyeluruh, baik pada aspek struktural, instrumental,
maupun kultural. Menurutnya, pengawasan yang efektif dapat menjadi
instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang perlu diperbaiki.
Melalui
Rakorwas 2026, Kompolnas dan Polri berkomitmen memperkuat koordinasi
pengawasan guna mendukung terwujudnya reformasi kelembagaan dan
manajerial Polri yang lebih adaptif, profesional, transparan, dan
responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bhabinkamtibmas Polsek Jogorogo Dorong Pemanfaatan Pekarangan Produktif untuk Ketahanan Pangan
Ngawi
– Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga
Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendukung program ketahanan pangan
nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol
Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan.
Sebagai
bentuk implementasi program ketahanan pangan, Polres Ngawi melalui
jajaran Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan patroli, sambang, dan
monitoring pemanfaatan lahan pekarangan warga guna mendukung
ketersediaan pangan keluarga serta meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga
Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, “Pemanfaatan area
pekarangan untuk menanam tanaman produktif seperti cabai dan terong
merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga membantu memenuhi
kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.”
Kegiatan
tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Dawung, AIPTU Heri
Purwanto, yang melakukan patroli dan monitoring pemanfaatan pekarangan
milik Bapak Sutrisno di Dusun Dawung Krajan, Desa Dawung, Kecamatan
Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Pekarangan tersebut akan dimanfaatkan untuk
budidaya tanaman cabai dan terong.
Dalam kegiatan tersebut, AIPTU
Heri Purwanto melakukan pengecekan lokasi sekaligus berdialog dengan
pemilik lahan terkait rencana pemanfaatan pekarangan agar dapat
memberikan hasil yang optimal. Petugas juga memberikan motivasi kepada
warga untuk terus memanfaatkan lahan yang tersedia sebagai sumber pangan
keluarga.
Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya
partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya program ketahanan
pangan melalui pemanfaatan area pekarangan, sehingga mampu membantu
memenuhi kebutuhan pangan warga dari lingkup keluarga sebagai unit
terkecil masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap
sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung
program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan serta
mewujudkan Kabupaten Ngawi yang mandiri pangan, aman, dan kondusif.
#ketahananpangan
#swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri
#bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi #swasembadajagung
#astacitapresiden #polriuntukmasyarakat
Polres Ngawi Gelar Curhat Kamtibmas di Pangkur, Serap Aspirasi Warga dan Perkuat Sinergi Menjaga Keamanan
Ngawi
– Polres Ngawi Polda Jatim di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP
Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. terus memperkuat kedekatan dengan
masyarakat melalui kegiatan Tatap Muka dan Curhat Kamtibmas yang
digelar di Pos Kamling Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten
Ngawi, Selasa malam (9/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri para
Pejabat Utama Polres Ngawi, unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh
masyarakat, tokoh pencak silat, Ketua RT/RW, serta warga setempat
tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai
aspirasi, masukan, maupun keluhan terkait situasi keamanan dan pelayanan
kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan
sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama, di antaranya upaya menjaga
kerukunan antarperguruan pencak silat, maraknya pencurian kabel pompa
Sibel, penanganan kecelakaan lalu lintas dan barang bukti, penerapan
restorative justice, pelayanan pembuatan serta perpanjangan SIM,
pembayaran pajak kendaraan bermotor, hingga persoalan balap liar.
Selain
sesi dialog interaktif, Polres Ngawi juga memberikan sarana kontak
kepada Karang Taruna Desa Pohkonyal sebagai bentuk dukungan terhadap
peran generasi muda dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui forum
Curhat Kamtibmas ini, berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat dapat
dijawab secara langsung oleh jajaran kepolisian sehingga tercipta
komunikasi yang terbuka dan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang
dihadapi warga.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama,
S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto,
S.E., mengatakan bahwa kegiatan Curhat Kamtibmas merupakan sarana
efektif untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus
memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
"Melalui
Curhat Kamtibmas, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat,
mendengarkan setiap masukan, keluhan maupun harapan warga. Keamanan
bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu kami
mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh desa dan perguruan
pencak silat, untuk terus menjaga kerukunan, menghindari tindakan main
hakim sendiri, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila
menemukan gangguan kamtibmas," ujar AKP Agus Purwanto, saat dikonfirmasi
media Rabu (10/6/2026)
Ia menambahkan, Polres Ngawi akan
terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menindaklanjuti
setiap masukan yang disampaikan guna mewujudkan situasi keamanan yang
aman, nyaman, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir.
Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polsek Pitu dan Tim Medis Evakuasi ODGJ yang Mengamuk ke RSUD Ngawi
Ngawi
– Komitmen Polres Ngawi dalam memberikan pelayanan cepat kepada
masyarakat, kembali dibuktikan melalui respons sigap terhadap laporan
yang masuk melalui Call Center Polri 110.
Polres Ngawi di bawah
kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.H.,
melalui jajaran Polsek Pitu bergerak cepat menindaklanjuti laporan
masyarakat melalui call center 110, terkait adanya seorang perempuan
yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan mengamuk di Dusun
Pelemsili, Desa Pitu, Kecamatan Pitu, Selasa (9/6/2026) sore.
Mendapat
laporan dari masyarakat melalui call center 110 sekitar pukul 17.15
WIB, personel Polsek Pitu yang dipimpin Kapolsek Pitu AKP Basuki
Rakhmad, S.H., segera menuju lokasi bersama petugas medis dari Puskesmas
Pitu.
Setelah dilakukan penanganan secara humanis dan persuasif,
petugas bersama tim medis berhasil mengamankan serta mengevakuasi warga
Dusun Pelemsili, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Selanjutnya,
yang bersangkutan didampingi keluarga dibawa ke Ruang Teratai RSUD dr.
Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Langkah
cepat tersebut dilakukan guna menjaga keamanan lingkungan sekaligus
memastikan yang bersangkutan memperoleh perawatan yang tepat sesuai
kondisi yang dialami.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga
Widyatama, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polri akan selalu hadir
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui berbagai kanal
pengaduan, termasuk Call Center 110.
“Setiap laporan masyarakat
yang masuk melalui Call Center 110 akan kami tindak lanjuti dengan cepat
dan profesional. Dalam penanganan kasus yang melibatkan ODGJ, kami
mengedepankan pendekatan humanis dengan berkolaborasi bersama tenaga
kesehatan agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang tepat serta
situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama,
Rabu (10/6/2026)
Usai pelaksanaan evakuasi, personel Polsek Pitu
kembali melaksanakan patroli harkamtibmas untuk memastikan situasi
keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Pitu tetap aman
dan kondusif.
Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap
Jakarta
– Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang semakin
inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas sebagai
anggota Polri. Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan Forum
Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota
Polri yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Brigjen
Pol. Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menjelaskan bahwa
Polri telah melakukan berbagai penyesuaian sejak dimulainya kebijakan
rekrutmen penyandang disabilitas pada tahun 2016, mulai dari aspek
regulasi hingga penyesuaian kebutuhan organisasi dan kompetensi sumber
daya manusia yang direkrut.
“Sejak tahun 2016 hingga saat ini
banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk aturan hukum dan penyesuaian
antara ruang jabatan dengan kompetensi dari rekrutan kelompok
disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari anggota Polri,” ujar Brigjen
Pol. Erthel.
Menurutnya, proses inklusi tidak hanya menuntut
kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan
kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja
bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa
Polri memiliki komitmen untuk terus memperluas ruang jabatan bagi
penyandang disabilitas secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.
“Untuk
membuka ruang jabatan yang lebih besar ke depan, Polri mantap dan
insyaallah akan bertahap memenuhi hal tersebut. Namun, ini tidak bisa
dilakukan oleh Polri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh
komponen bangsa agar potensi teman-teman disabilitas dapat dimanfaatkan
secara maksimal dalam organisasi Polri,” katanya.
Saat ini, Polri
masih memfokuskan rekrutmen pada kelompok disabilitas fisik dan
pancaindra, yakni motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok
disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian serta
klasifikasi lebih lanjut guna menentukan pola rekrutmen dan penempatan
yang tepat.
“Untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual
akan dilakukan secara bertahap. Kami akan melakukan kualifikasi terlebih
dahulu terhadap kategori yang ada, termasuk dalam penempatannya. Saat
ini mereka lebih banyak ditempatkan pada jabatan fungsional, namun ke
depan terbuka peluang untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan
peningkatan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki,”
jelasnya.
Komisioner Komnas Disabilitas Eka Prastama Widiyanta
memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih
luas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan
dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang
Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.
“Saya
mengapresiasi apa yang dilakukan Polri ini. Sebagai institusi besar
yang hadir hingga ke daerah, Polri memiliki peran strategis dalam
memberikan ruang partisipasi bagi tenaga disabilitas untuk menjadi
bagian dari institusi,” ujarnya.
Eka berharap kebijakan rekrutmen
penyandang disabilitas di lingkungan Polri dapat menjadi model bagi
berbagai institusi pemerintah maupun daerah dalam membangun lingkungan
kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.
“Rekrutmen ini dapat
menjadi contoh bagaimana sebuah institusi membangun sistem yang ramah
terhadap penyandang disabilitas sekaligus membantu memperluas akses
pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan
Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan Dwi Ayu Kartika Sari. Menurutnya,
langkah Polri merupakan bagian penting dari upaya mendorong keterlibatan
penyandang disabilitas dalam reformasi sektor keamanan serta mewujudkan
organisasi yang lebih inklusif.
“Kesadaran untuk memastikan
teman-teman penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam reformasi
sektor keamanan, termasuk di kepolisian, merupakan langkah yang sangat
baik dan dapat menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya,” kata Dwi
Ayu.
Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek
interseksionalitas antara perempuan dan penyandang disabilitas,
khususnya dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Interseksionalitas
antara disabilitas dan perempuan perlu menjadi perhatian karena
penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan
membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap aspek disabilitas,”
ujarnya.
Melalui forum diskusi ini, Polri menegaskan komitmennya
untuk terus memperkuat kebijakan rekrutmen yang inklusif, membuka
kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta membangun
organisasi yang mampu mengakomodasi keberagaman kompetensi.
Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Perlindungan Anak dan Kesejahteraan Personel
Jakarta
– Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si.,
M.M., didampingi As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si.,
meninjau fasilitas Daycare SSDM Polri yang berlokasi di lantai 1 Gedung
TNCC Mabes Polri, Selasa (9/6).
Fasilitas daycare tersebut
disiapkan untuk mendukung kebutuhan pengasuhan anak bagi anggota Polri
maupun masyarakat non-Polri yang sedang mengikuti kegiatan di lingkungan
Gedung TNCC Mabes Polri. Daycare beroperasi setiap hari kerja, Senin
hingga Jumat, pukul 06.30 WIB hingga 17.00 WIB.
Dalam kesempatan
tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan Polri yang modern tidak
hanya berfokus pada peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan
publik, tetapi juga pada upaya menghadirkan kesejahteraan bagi personel
dan keluarganya.
“Polri terus berupaya membangun lingkungan kerja
yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan
personel. Kehadiran fasilitas daycare merupakan bagian dari komitmen
institusi untuk mendukung keseimbangan antara pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab keluarga, sehingga anggota dapat memberikan pengabdian
terbaik kepada masyarakat dengan rasa tenang dan penuh tanggung jawab,”
ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Menurut Wakapolri, dukungan
terhadap keluarga personel merupakan bagian penting dalam pembangunan
sumber daya manusia Polri yang unggul. Ketika anggota merasa tenang
terhadap kondisi keluarganya, mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas
pelayanan, pelindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Sementara
itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan bahwa keberadaan
Daycare SSDM Polri merupakan salah satu bentuk perhatian institusi
terhadap kebutuhan anggota sekaligus upaya menghadirkan layanan
pengasuhan anak yang aman, profesional, dan terpercaya.
“Di
tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus yang
melibatkan tempat penitipan anak, kami memahami bahwa menitipkan anak
berarti menitipkan kepercayaan. Karena itu, Daycare SSDM Polri dikelola
dengan standar pelayanan yang jelas, mulai dari proses pendaftaran,
pendataan anak, pengawasan selama kegiatan berlangsung, hingga proses
penjemputan,” ujar Irjen Pol. Anwar.
Untuk menjamin kualitas
layanan, seluruh aspek operasional dan fasilitas fisik Daycare SSDM
Polri telah disesuaikan dengan standar kelayakan yang ditetapkan oleh
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Selain itu,
SSDM Polri melalui Subbagian Polisi Wanita (Subbagpolwan) menyusun
standar kompetensi bagi para pengasuh yang bertugas sehingga kualitas
pengasuhan dapat terjaga secara konsisten. Rekrutmen dan pembinaan
pengasuh dilakukan dengan mengacu pada standar tenaga pendidik dan
pengasuh anak usia dini yang diterapkan di lingkungan TK Bhayangkari.
Pengelolaan
daycare juga dilaksanakan melalui kolaborasi antara SSDM Polri dan
Bhayangkari guna memastikan aspek pengasuhan, pendidikan dasar anak,
keamanan, dan kenyamanan dapat berjalan secara optimal serta
berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang
berada di Daycare SSDM Polri mendapatkan pengasuhan yang aman, nyaman,
dan berkualitas. Karena itu, pengelolaannya dilakukan berdasarkan
standar yang jelas, didukung pengasuh yang memiliki kompetensi, serta
diawasi secara berkelanjutan,” jelas Irjen Pol. Anwar.
Ia
menambahkan bahwa setiap anak yang menggunakan layanan daycare akan
didata terlebih dahulu, termasuk identitas orang tua atau penanggung
jawab, kondisi kesehatan anak, serta pihak yang berhak melakukan
penjemputan. Prosedur tersebut diterapkan sebagai bagian dari sistem
perlindungan dan keamanan anak selama berada dalam pengasuhan.
Daycare
SSDM Polri juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung tumbuh kembang
anak, antara lain ruang bermain yang aman dan ramah anak, area belajar
dan aktivitas edukatif, buku bacaan dan permainan edukatif sesuai usia,
ruang istirahat, fasilitas sanitasi yang memadai, serta perlengkapan
kesehatan dasar untuk kebutuhan darurat.
Sebagai bagian dari
upaya meningkatkan transparansi dan rasa aman bagi orang tua, fasilitas
daycare turut didukung sistem kamera pengawas (CCTV) yang dapat dipantau
secara real-time. Dengan sistem tersebut, orang tua dapat mengetahui
aktivitas anak selama berada di daycare sehingga memberikan ketenangan
selama menjalankan tugas maupun mengikuti kegiatan di lingkungan Mabes
Polri.
Jam operasional daycare yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB
hingga 17.00 WIB dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan
kedinasan anggota Polri, mulai dari persiapan apel pagi hingga
berakhirnya jam kerja administratif. Pengaturan waktu tersebut
diharapkan dapat membantu personel menjalankan tugas secara optimal
tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak.
“Kami ingin
memberikan ketenangan bagi para orang tua yang sedang bertugas atau
mengikuti kegiatan kedinasan. Anak-anak berada dalam pengawasan yang
baik, sementara orang tua dapat fokus menjalankan tugasnya. Ini
merupakan bagian dari upaya SSDM Polri dalam membangun lingkungan kerja
yang lebih ramah keluarga,” tambahnya.
Akses layanan daycare juga
dibuat mudah bagi anggota Polri maupun non-Polri yang sedang mengikuti
kegiatan di Gedung TNCC Mabes Polri. Orang tua cukup melakukan
pendaftaran kepada petugas pengelola dan melengkapi data anak sebelum
kegiatan dimulai.
“Kehadiran Daycare SSDM Polri merupakan bagian
dari komitmen kami dalam membangun organisasi yang modern dan
berorientasi pada kesejahteraan personel. Ketika anggota merasa tenang
karena anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang aman dan terawat,
mereka dapat lebih fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi contoh bahwa layanan
penitipan anak harus mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan
kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama,” tutup Irjen Pol.
Anwar.
Keberadaan Daycare SSDM Polri menunjukkan komitmen Polri
dalam mendukung pengarusutamaan gender, penguatan kualitas sumber daya
manusia, serta pembangunan lingkungan kerja yang ramah keluarga. Melalui
fasilitas ini, Polri terus berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak
hanya memperkuat kinerja organisasi, tetapi juga meningkatkan
kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama pengabdian anggota kepada
masyarakat, bangsa, dan negara.
Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Perkuat Meritokrasi dan Keterbukaan
Jakarta
– Polri terus memperkuat reformasi internal melalui penguatan sistem
meritokrasi dan manajemen talenta sebagai tindak lanjut rekomendasi
Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP). Salah satu langkah yang
dilakukan adalah melibatkan Founder ESQ Corp., Ary Ginanjar, dalam
pelaksanaan Assessment Center Perwira Tinggi Polri pada Kepangkatan
Brigadir Jenderal Polisi Tahun Anggaran 2026 yang dibuka Wakapolri
Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (9/6).
Keterlibatan
pihak eksternal tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk
membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin transparan,
objektif, dan berbasis kompetensi. Langkah ini sekaligus menjawab salah
satu rekomendasi KPRP terkait penguatan sistem merit dalam kaderisasi
dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Polri.
Dalam
arahannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa
tantangan Polri ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika
geopolitik global, ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga
meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.
Karena itu, Polri membutuhkan pemimpin yang adaptif, berintegritas,
humanis, dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui sistem
kaderisasi yang objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi.
Sementara
itu, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa Assessment
Center Polri merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem
manajemen talenta yang modern dan berkelanjutan.
Menurutnya,
perkembangan assessment center di berbagai institusi dunia saat ini
tidak lagi sekadar digunakan untuk menilai kompetensi individu, tetapi
telah berkembang menjadi instrumen untuk memetakan potensi kepemimpinan,
kemampuan adaptasi, kapasitas kolaborasi, pengambilan keputusan, hingga
kesiapan menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan teknologi dan
kecerdasan buatan.
"Assessment Center Polri dibangun untuk
memastikan bahwa pembinaan karier personel berjalan secara objektif dan
berbasis data. Tujuannya bukan sekadar menilai seseorang layak atau
tidak menduduki jabatan tertentu, tetapi menemukan potensi terbaik yang
dimiliki setiap personel agar dapat dikembangkan secara optimal," ujar
Anwar.
Ia mengatakan keberadaan Assessment Center menjadi salah
satu fondasi penting dalam penerapan sistem merit dan manajemen talenta
di lingkungan Polri.
"Melalui assessment, kita dapat memetakan
kompetensi, potensi, kesiapan, serta karakter kepemimpinan personel
secara lebih komprehensif. Hasilnya menjadi dasar dalam pengembangan
karier, pendidikan, promosi jabatan, maupun penyiapan kader-kader
pimpinan Polri di masa depan," katanya.
Menurut Anwar, penguatan
Assessment Center juga menjadi bagian dari upaya transformasi SDM Polri
yang sejalan dengan Grand Strategy Polri 2025–2045 serta berbagai
rekomendasi reformasi kelembagaan yang mendorong tata kelola SDM yang
lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kami ingin
memastikan bahwa setiap personel memiliki kesempatan yang sama untuk
berkembang berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi yang
dimiliki. Inilah esensi meritokrasi yang terus diperkuat di lingkungan
Polri," tegasnya.
Sementara itu, Ary Ginanjar mengatakan dunia
saat ini tengah memasuki era "Talentism", yaitu periode ketika
keunggulan organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola dan
mengembangkan talenta manusia.
Mengacu pada berbagai kajian
global, termasuk World Economic Forum (WEF), Ary menjelaskan bahwa
perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika
akan mengubah banyak pola kerja konvensional. Karena itu, kemampuan yang
tidak dapat digantikan teknologi seperti kepemimpinan, kreativitas,
kemampuan beradaptasi, pengaruh sosial, integritas, dan pengambilan
keputusan akan menjadi faktor pembeda utama.
"Di masa depan,
organisasi tidak lagi bersaing berdasarkan siapa yang memiliki sumber
daya terbesar, tetapi siapa yang paling mampu menemukan, mengembangkan,
dan menempatkan talenta terbaiknya secara tepat," kata Ary.
Menurutnya,
organisasi modern di berbagai negara kini mulai beralih dari pendekatan
penilaian berbasis jabatan menuju pendekatan berbasis talenta dan
potensi. Assessment tidak lagi dipandang sebagai alat evaluasi semata,
tetapi menjadi instrumen strategis untuk memetakan kekuatan individu dan
menyiapkan kepemimpinan masa depan.
Ary mengapresiasi langkah
Polri yang mulai membangun Big Data talenta untuk memetakan potensi
personel secara lebih akurat sebagai dasar pengembangan karier dan
penempatan jabatan.
"Saya melihat Polri menjadi salah satu
institusi pionir yang mulai membangun Big Data talenta untuk
mengidentifikasi profil keunggulan setiap personel secara lebih presisi.
Ini merupakan fondasi penting bagi sistem meritokrasi yang objektif dan
terukur," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa asesmen modern tidak
lagi berfokus pada pencarian kelemahan individu, melainkan mengungkap
potensi autentik yang selama ini belum terpetakan.
"Assessment
bukan tentang mencari siapa yang paling hebat, tetapi menemukan di mana
seseorang dapat memberikan kontribusi terbaiknya. Ketika talenta
ditempatkan secara tepat, organisasi akan bergerak lebih efektif dan
manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Ary.
Menurut
Ary, penempatan berbasis talenta akan menghasilkan personel yang lebih
memahami makna tugasnya, lebih mandiri dalam bekerja, lebih cepat
berkembang kompetensinya, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar
bagi organisasi maupun masyarakat.
"Tujuan akhirnya bukan sekadar
menghasilkan pemimpin yang sukses secara individu, tetapi membangun
organisasi yang mampu berkembang secara berkelanjutan melalui sistem
yang berjalan berdasarkan kompetensi, talenta, dan integritas,"
tutupnya.
Assessment Center Perwira Tinggi Polri Tahun Anggaran
2026 diikuti 100 peserta dan menjadi bagian dari langkah konkret Polri
menindaklanjuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP)
dalam memperkuat sistem meritokrasi, manajemen talenta, dan tata kelola
SDM yang profesional. Melalui proses yang objektif serta keterlibatan
perspektif eksternal, Polri berupaya memastikan kaderisasi kepemimpinan
berjalan berdasarkan kompetensi, integritas, dan potensi terbaik setiap
personel. Pada akhirnya, penguatan kualitas pemimpin Polri diharapkan
mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, humanis,
transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.
Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus Rp645 Miliar
JAKARTA
– Penyidik Kortastipidkor Polri melakukan penggeledahan terkait
penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengembangan dan
modernisasi Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, milik PT
Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) periode 2016–2022. Penggeledahan
dilakukan sebagai bagian dari upaya mengumpulkan bukti tambahan guna
memperkuat proses pembuktian dalam perkara tersebut.
Ketua Tim
Penyidik Dittindak Kortastipidkor Polri, Kombes Pol. Gunawan,
menjelaskan bahwa penggeledahan merupakan bagian dari rangkaian
penyidikan yang tengah berjalan terhadap dugaan korupsi pada proyek
strategis tersebut.
“Kegiatan kami hari ini adalah melaksanakan
penggeledahan terkait proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik
Kortastipidkor Polri terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek
pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa
Timur, pada PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) periode 2016–2022,”
ujar Kombes Pol. Gunawan.
Dalam perkara tersebut, penyidik
mengungkapkan bahwa negara diduga mengalami kerugian yang cukup besar.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, nilai
kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai lebih dari Rp645 miliar.
Kombes
Pol. Gunawan menjelaskan, proyek tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama
Operasi (KSO) yang melibatkan PT Wijaya Karya (WIKA), PT Barata
Indonesia, dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Selain melakukan
penggeledahan di kantor WIKA, penyidik juga secara bersamaan melakukan
penggeledahan di sejumlah lokasi di Jawa Timur yang berkaitan dengan PT
Barata Indonesia dan PT Multinas Sejahtera Indonesia.
“Pelaksana
proyek ini adalah Kerja Sama Operasi (KSO) PT Wijaya Karya (WIKA), PT
Barata Indonesia, dan PT Multinas Sejahtera Indonesia. Pada hari ini
kami juga melaksanakan kegiatan penggeledahan yang sama di wilayah Jawa
Timur terkait PT Barata Indonesia dan PT Multinas Sejahtera Indonesia,”
katanya.
Menurutnya, penggeledahan dilakukan untuk memperoleh
bukti-bukti tambahan yang nantinya akan dianalisis dan didalami sebagai
bagian dari proses penyidikan.
“Kegiatan kali ini merupakan upaya
untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Bukti-bukti tersebut nantinya
akan kami analisis dan dalami guna memperkuat pembuktian dalam proses
penyidikan yang sedang kami laksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan,
penyidik juga tengah mempersiapkan langkah untuk menetapkan pihak-pihak
yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan alat bukti
yang telah dikumpulkan. Di sisi lain, penyidik berupaya mempercepat
penyelesaian perkara agar memberikan kepastian hukum, keadilan, dan
kemanfaatan bagi masyarakat.
“Kami juga akan menetapkan
pihak-pihak yang nantinya dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan
alat bukti yang kuat. Tidak kalah penting, kami ingin mempercepat
proses penyidikan ini agar tidak berlarut-larut sehingga dapat
memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan,” tutur Kombes
Pol. Gunawan.
Penyidik memastikan seluruh proses penyidikan
maupun penggeledahan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum
yang berlaku.
“Kami memastikan kepada rekan-rekan bahwa proses
penyidikan dan kegiatan penggeledahan yang dilaksanakan hari ini
dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Di
akhir keterangannya, Kombes Pol. Gunawan meminta dukungan masyarakat
agar proses penyidikan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan bahwa
Kortastipidkor Polri tidak membuka sesi tanya jawab dalam kesempatan
tersebut, namun mengonfirmasi bahwa penggeledahan di kantor WIKA
dilakukan di lantai 3 dan lantai 12.
“Penggeledahan dilakukan di
kantor WIKA, tepatnya di lantai 3 dan lantai 12. Di lantai tersebut
terdapat sejumlah ruangan yang kami akses karena kami duga terdapat
bukti-bukti yang relevan dengan proses penyidikan yang sedang kami
laksanakan,” pungkasnya.