Ad 728x90

Tuesday, September 29, 2026

 Tim Terjun Payung Polri Bawa Indonesia Raih Tiga Medali di 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026

Tim Terjun Payung Polri Bawa Indonesia Raih Tiga Medali di 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026

 



BOGOR - Tim Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia sekaligus menunjukkan kontribusi Persatuan Terjung Payung (PTP) Polri dalam pembinaan atlet dan membawa nama Merah Putih di tingkat Asia.


2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 berlangsung pada 17 sampai 20 September 2026 di Gedung Soemardhi Simulator Terjun Payung, Wind Tunnel Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini merupakan FAI Category 1 dan menjadi salah satu ajang tertinggi olahraga dirgantara di dunia.


Ketua Komite Terjun Payung PB FASI Irvan Zuladry dalam keterangannya, 28 September 2026, mengatakan kejuaraan FAI tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Dalam konteks nilai prestasi olahraga, Irvan mengibaratkannya dengan cabang olahraga pada Asian Games, meskipun Asian Games merupakan multi-event, sedangkan kejuaraan FAI merupakan single-event.


Indonesia sebelumnya menjadi tuan rumah kejuaraan FAI pada 1991 dan 1996, sebelum kembali dipercaya menyelenggarakan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026. Penyelenggaraan ini didukung Wind Tunnel Korbrimob Polri yang memenuhi persyaratan internasional FAI.


Dalam kejuaraan tersebut, personel Polri yang tergabung dalam Tim Nasional Indonesia turut menorehkan prestasi, dengan raihan:


1. Juara 1, Medali Emas, 4 Way Formation Skydiving Open


* Briptu Ichiko Wuryantoro Putro

* Briptu Muhamad Fadhly Nugroho

* Bripda Ridwansyah

* Bharatu Imam Ramdhan

* Bharada Muhammad Apriliansyah


2. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Formation Skydiving Female


* Brigpol Nur Fauziah Anwari Puteri

* Bripda Regina Valeria Sanam

* Bripda Imelya Cahya Pramdita

* Sertu Tismaenah

* Sertu Ayu Fitria Handriani


3. Juara 2, Medali Perak, 4 Way Vertical Formation Skydiving


* Briptu Wildan Aditya Nugraha Mukti

* Bharatu Husain

* Bharatu Kms Aldi

* Bharatu David Redonsen

* Bharada Saidul Mahdi Firja


Capaian tersebut meningkat dibandingkan 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship 2024 di Makau yang menghasilkan satu medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas 2026 juga diraih setelah Tim Indonesia mengungguli Tim China yang menurut Irvan sebelumnya memiliki catatan sebagai juara dunia pada nomor tersebut.


"Ke depan kita akan terus melakukan continuous improvement, baik dari perolehan medali maupun penyelenggaraan. Untuk dua tahun ke depan, kami akan meningkatkan program latihan secara lebih intensif, termasuk mendatangkan pelatih yang memiliki prestasi di tingkat dunia untuk meningkatkan kemampuan atlet,” ujar Irvan.


Irvan turut mengapresiasi dukungan Polri, khususnya Kapolri, PTP Polri dan Korbrimob Polri dalam penyelenggaraan serta pembinaan atlet.


"Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan Polri, khususnya Kapolri serta PTP Polri dan Korbrimob Polri, atas dukungan dalam penyelenggaraan maupun perolehan medali. Timnas Indonesia diwakili oleh atlet-atlet Polri. Kami berkolaborasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah olahraga indoor skydiving,” ungkapnya.


Selain kejuaraan FAI, Indonesia juga menyelenggarakan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup II Tahun 2026 yang diikuti *382 peserta dalam 156 tim 


Pada Kelas Nasional, tim-tim Polri mendominasi podium dengan raihan *empat medali emas, lima medali perak dan lima medali perunggu.


Sementara pada Kelas International Open, tim yang secara eksplisit tercatat dari unsur Polri meraih tiga medali emas dan satu medali perak, termasuk melalui Polwan Korbrimob Polri dan tim Korbrimob Polri. 


Capaian tersebut menunjukkan bahwa Kapolri Cup II menjadi wadah pembinaan dan kompetisi, sementara 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 menjadi panggung bagi atlet Indonesia untuk membawa nama bangsa pada kejuaraan FAI tingkat Asia.


Kontingen Terjun Payung Polri yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026 terdiri atas:


Ketua Umum Persatuan Terjun Payung Polri (PTPPOLRI):

* Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H.


Ketua Kontingen:

* Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, S.E.

* Brigjen Pol. Mulyadi, S.I.K., M.H.

* Irvan Zuladry, S.H., M.M. (FASI)


Manager Team:

* Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han.

* Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, S.I.K., S.H.

* Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto, S.I.K.


Official:

* Kombes Pol. Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si.

* Ipda Muhammad Rifky Akmal Ramadhan, B.M.C.

* Ardya Rifiantara (FASI)


Pelatih:

* Kompol Anjiel Faozi, S.H.

* Iptu M. Ibrohim, S.H.

* Iptu Alfyan Syahvidi, S.H.


Katim Atlet:

* Kompol Sang Ngurah Wiratama, S.H., S.I.K., M.Si., M.Han.

* Kompol Reynando Hutapea, S.I.K., M.M.


Keberhasilan meraih satu medali emas dan dua medali perak pada 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026, ditambah dominasi tim Polri pada Kapolri Cup II, menjadi bagian dari perkembangan olahraga indoor skydiving Indonesia serta kontribusi PTP Polri dalam membawa nama bangsa di kancah internasional.

 Kapolres Gresik Kembalikan Motor Korban Curanmor, Dua Residivis Diberi Tindakan Tegas Terukur

Kapolres Gresik Kembalikan Motor Korban Curanmor, Dua Residivis Diberi Tindakan Tegas Terukur

 



GRESIK – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Gresik Polda Jatim.


Tim Satreskrim Polres Gresik berhasil membekuk dua bandit residivis yang kerap meresahkan warga di Kecamatan Kebomas.

Pengungkapan kilat ini bermula setelah Polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik seorang warga bernama Amilia. 


Korban kehilangan motornya saat diparkir di sebuah minimarket di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, pada Jumat (25/9/2026).


Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi antara pukul 10.50 WIB hingga 11.10 WIB. Menyadari motornya raib usai melakukan transaksi top-up di dalam toko, korban langsung melapor ke Polisi.


Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat melakukan penyelidikan, termasuk menganalisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. Hasilnya, kurang dari dua jam setelah menerima laporan, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB, dua tersangka berhasil diringkus di sekitar Jalan Usman Sadar, Kecamatan Gresik diketahui berinisial SH dan MP warga Surabaya. 


"Keduanya merupakan residivis untuk kasus yang sama," kata AKBP Ramadhan Nasution, Selasa (29/9/2026).


Karena sempat melakukan perlawanan saat ditangkap, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur kepada kedua pelaku.


Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan yang meliputi delapan mata kunci, dua kunci L, satu magnet, satu kunci pas ring, dan tiga kunci motor palsu. 


Selain itu, Polisi menyita satu unit Honda Beat milik korban, satu unit Honda Beat Street yang digunakan pelaku sebagai sarana beraksi, dua ponsel, jaket, topi, helm, serta rekaman CCTV minimarket.


Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap keterangan kedua tersangka. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa komplotan ini diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi curanmor di Enam lokasi lain di wilayah Kabupaten Gresik.


Enam tempat kejadian perkara (TKP) yang kini tengah didalami dan diverifikasi oleh penyidik meliputi Minimarket Randuagung (Honda Beat hitam), Depan Kantor Kecamatan Kebomas (Honda Scoopy abu-abu), toko di Jalan Sunan Giri, Kebomas (Honda Scoopy putih),Minimarket Jalan Jawa, GKB (Honda Beat merah-hitam), Toko Elektronik Pangsud (Honda Beat abu-abu) dan Toko Roti GKB (Honda Vario hitam)


Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman, verifikasi TKP, pemeriksaan saksi dan korban, serta menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan penadah yang terlibat. 


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun atau denda kategori V.


Sebagai bentuk pelayanan prima, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung menyerahkan kembali sepeda motor curian tersebut kepada para pemiliknya di Mapolres Gresik tanpa dipungut biaya sepeser pun (gratis). 


Selain Amilia, Kapolres Gresik juga menyerahkan empat kendaraan lain kepada para korban curanmor dari TKP Balongpanggang, Kedamean, Panceng, dan Kebomas.


Amilia selaku korban menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran kepolisian. Ungkapan senada juga disampaikan oleh para korban lainnya, yakni Asnan, Khoirul, Masyidul, dan Mohamad Shodiq. 


"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik yang sukses menangkap pelaku dan mengembalikan motor kami. Alhamdulillah, kendaraan ini gratis tanpa biaya dan bisa kami gunakan lagi untuk bekerja," tukas mereka kompak.


Di akhir kesempatan, AKBP Ramadhan Nasution mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. 


"Kami meminta warga memastikan kendaraannya terkunci dengan baik saat diparkir di tempat umum dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam motor. Jika mengetahui atau menjadi korban kejahatan, segera lapor ke Polres Gresik, hotline 110, atau melalui program Lapor Kapolres Gresik (Cak Rama) di nomor 081188002006 agar bisa langsung kami tangani," pungkasnya. (*)

 Kapolri Pastikan Polri Kawal Muktamar Muhammadiyah agar Aman dan Sukses

Kapolri Pastikan Polri Kawal Muktamar Muhammadiyah agar Aman dan Sukses

 



MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri akan melakukan pengecekan dan menyiapkan pengamanan Muktamar Muhammadiyah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses.


Hal tersebut disampaikan Kapolri usai memberikan Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).


Kapolri mengatakan, Polri akan mengawal pelaksanaan Muktamar sebagai bagian dari komitmen memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.


“Tentunya kita saat ini akan mengecek dan kita mengharapkan agar perjalanan Muktamar bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sukses,” ujar Kapolri.


Selain memastikan aspek keamanan, Kapolri berharap Muktamar Muhammadiyah dapat melahirkan pimpinan-pimpinan yang mampu menjadi teladan serta terus membawa organisasi memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Menurut Kapolri, Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun bangsa, termasuk melalui peran pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh dan pemimpin nasional. Karena itu, keberlangsungan organisasi dan proses konsolidasinya diharapkan senantiasa memperkuat pengabdian kepada masyarakat.


Kapolri juga menilai mahasiswa Muhammadiyah memiliki modal penting untuk menjadi generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Selain memperoleh ilmu pengetahuan, mahasiswa dibekali nilai keimanan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk isu lingkungan.


Pada tahun akademik 2026/2027, UMSU mencatat 6.027 mahasiswa melakukan registrasi dan herregistrasi pada semester ganjil. Kapolri mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun kemampuan, karakter, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.


Kapolri berharap seluruh unsur dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga Muktamar Muhammadiyah dapat berjalan tertib dan membawa manfaat bagi organisasi maupun bangsa Indonesia.

 *Polres Ngawi dan Tim Gabungan Jinakan Api di Gunung Botak, Medan Berat Jadi Tantangan*

*Polres Ngawi dan Tim Gabungan Jinakan Api di Gunung Botak, Medan Berat Jadi Tantangan*

 



NGAWI — Personel gabungan dari Polres Ngawi Polda Jawa Timur, instansi terkait, dan relawan hingga kini terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah BKPH Lawu Utara. 


Kebakaran vegetasi pinus ini melanda kawasan Gunung Botak, tepatnya di Petak 2A1 RPH Salam, Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.


Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. 


Hingga Selasa (29/9/2026), kobaran api belum sepenuhnya dapat dikendalikan, sehingga penanganan intensif dan pemantauan ketat di lokasi terus berjalan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto, menjelaskan bahwa seluruh unsur di lapangan bergerak cepat mengantisipasi perluasan dampak kebakaran. Petugas fokus melokalisir titik-titik api agar tidak merembet ke area lain.


"Sampai saat ini api belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Kami bersama instansi terkait dan para relawan masih terus berupaya melakukan pemadaman secara manual, memantau pergerakan titik api, serta membuat sekat bakar agar kebakaran tidak semakin meluas," ujar AKP Heri Riyanto, Selasa (29/9/2026).


AKP Heri menekankan bahwa keselamatan personel di lapangan serta masyarakat sekitar menjadi prioritas utama. Mengingat medan hutan yang cukup berat dan kondisi arah angin yang memicu perkembangan api, strategi pemadaman dilakukan dengan sangat hati-hati.


Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau ini. Warga diminta segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan melalui Call Center 110 atau ke kantor Polisi terdekat. (*)

 *Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kabid TIK dan Sejumlah Kapolres Baru*

*Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kabid TIK dan Sejumlah Kapolres Baru*

 

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Jatim serta sejumlah Kapolres jajaran di Gedung Patuh Mapolda Jatim, Selasa (29/9/2026).


Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., dan dihadiri Pejabat Utama Polda Jatim serta para Kapolres jajaran.


Serah terima jabatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.


Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama mengemban tugas di wilayah Jawa Timur.


Kepada para pejabat baru, Irjen Pol Nanang berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta menghadirkan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.




“Saya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan-terobosan positif dalam pelaksanaan tugas,” ujar Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim juga menyampaikan keyakinannya bahwa para pejabat yang mendapat amanah baru mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional serta berintegritas.


“Saya yakin pejabat yang dilantik hari ini dapat menjalankan tugas secara profesional, loyal, dan berintegritas,” tegasnya.


Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan di antaranya:


1.Kabid TIK Polda Jatim, Kombes Pol Agusman Gurning diangkat dalam jabatan baru sebagai Psikolog Kepolisian Madya Tk. I SSDM Polri. Jabatan Kabid TIK Polda Jatim selanjutnya diemban Kombes Pol Yulia Agustin Selfa Triana yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Kalbar.


2.Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagkompeten Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri. Jabatan Kapolres Mojokerto selanjutnya diemban AKBP Raden Erik Bangun Prakasa yang sebelumnya menjabat Kapolres Magetan.


3.Kapolres MagetanJabatan Kapolres Magetan selanjutnya diemban AKBP Bagas Sancoyoning Aji yang sebelumnya menjabat Koorspripim Polda Jatim.


4.Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbaglekdikbangum Baglekdik Rodalpers SSDM Polri. Jabatan Kapolres Jombang selanjutnya diemban AKBP Yanto Mulyanto yang sebelumnya menjabat Kasubditregident Ditlantas Polda Jatim.


5.Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagmonev Bagyanduan Divpropam Polri. Jabatan Kapolres Pasuruan selanjutnya diemban AKBP Irawan Setyono yang sebelumnya menjabat Kasubbagbinfung Bagrenmim Divpropam Polri.


6.Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri. Jabatan Kapolres Ponorogo selanjutnya diemban AKBP Damus Asa yang sebelumnya menjabat Kapolres Gunung Kidul Polda DIY.


Serah terima jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, pengembangan karier personel, serta pemenuhan kebutuhan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (*)

*Kapolri Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan*

*Kapolri Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan*

 



Medan – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara.


Menurut Kapolri, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan positif. Dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga mengambil peran nyata di tengah masyarakat.


“Menjadi agen perubahan, menginisiasi dan mengajak masyarakat melakukan perubahan positif serta berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari mendukung ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.


Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan dengan menjaga kerukunan serta ikut menangkal hoaks dan provokasi.


Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Tingginya penggunaan ruang digital harus diikuti kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.


Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, menghargai perbedaan, dan memperkuat kolaborasi.


“Menjaga kerukunan, menangkal hoaks dan provokasi, serta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis,” pesan Kapolri.

 *Gencarkan Patroli Cipkon, Polres Tanjung Perak Tindak Tegas Gangster dan Tawuran Remaja*

*Gencarkan Patroli Cipkon, Polres Tanjung Perak Tindak Tegas Gangster dan Tawuran Remaja*

 




Surabaya — Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur terus memperketat pengamanan di wilayah hukumnya melalui patroli stasioner Cipta Kondisi (Cipkon). 


Operasi rutin yang menyasar sejumlah jalur rawan ini digelar dari malam hingga dini hari guna mengantisipasi maraknya aksi gangster dan tawuran jalanan. 


Langkah ini menjadi perhatian serius lantaran fenomena negatif tersebut belakangan kerap melibatkan remaja dan anak di bawah umur di Kota Pahlawan.


Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menegaskan bahwa langkah preventif ini sangat krusial untuk meredam potensi kejahatan jalanan sebelum terjadi gangguan nyata di lapangan.


"Patroli cipkon ini merupakan langkah preventif kami untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Fokus utama kami adalah menyapu bersih kejahatan malam seperti aksi gangster, tawuran, hingga balap liar yang meresahkan warga," ujar Iptu Suroto, Senin (28/9/2026).


Berdasarkan pemetaan kepolisian, pola pergerakan kelompok gangster saat ini umumnya memanfaatkan media sosial untuk saling tantang sebelum akhirnya menggelar konvoi bersenjata di jalan raya. 


Ironisnya, mayoritas pelaku yang terjaring masih berstatus sebagai pelajar atau anak usia sekolah.


"Sangat disayangkan, sebagian besar pelaku yang kami amankan saat pembubaran kelompok ini masih di bawah umur. Oleh karena itu, sasaran patroli kami tidak hanya memantau arus lalu lintas, tetapi juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kerumunan pemuda yang mencurigakan di atas jam malam," terang Iptu Suroto.


Dalam pelaksanaannya, personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan perbatasan kota, permukiman padat penduduk, hingga pusat keramaian warga. 


Namun, Iptu Suroto mengingatkan bahwa penanganan kenakalan remaja ini tidak bisa hanya bertumpu pada aparat kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua.


"Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Jangan biarkan mereka berkeliaran di luar tanpa tujuan yang jelas, karena sangat rentan terpengaruh lingkungan negatif," imbau Iptu Suroto.


Pihak kepolisian juga meminta masyarakat Surabaya untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan. Jika melihat adanya pergerakan konvoi mencurigakan atau indikasi tawuran, warga diharapkan segera melapor ke Polsek terdekat atau menghubungi layanan call center 110 bebas pulsa. (*)

 *Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal*

*Polda Metro Jaya Jadi Contoh Penguatan Rantai Pasok MBG, Polri Dorong Jajaran Kembangkan Potensi Pangan Lokal*

 



JAKARTA — Polri terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan dari produksi lokal hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Bapak Kapolri terus mendorong jajaran untuk mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan potensi pangan di masing-masing wilayah. Implementasinya tidak hanya dilakukan melalui pembangunan dan operasionalisasi SPPG, tetapi juga dengan memperkuat produksi pangan, distribusi, kualitas bahan pangan, serta keterlibatan masyarakat.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu contoh implementasi arahan tersebut.


“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).


Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah operasional, 390 dalam persiapan operasional, dan 271 masih dalam tahap pembangunan.


Jaringan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.


Menurut Trunoyudo, besarnya jaringan SPPG tersebut perlu diikuti dengan penguatan rantai pasok agar ketersediaan bahan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.


“Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan antara produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.


Salah satu implementasi dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong.


Kawasan yang sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam berkembang menjadi 128 kolam. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), dihasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.


Hasil perikanan terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, dan 1.000 kilogram udang pancet.


Sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.


Distribusi menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan.


Trunoyudo mengatakan, pola tersebut dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran.


“Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.


Menurutnya, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat telur, ayam dan sumber protein lainnya, sedangkan wilayah pesisir dapat mengembangkan ikan dan udang.


Penguatan rantai pasok tersebut juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan bidang terkait lainnya.


“Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.


Ia menegaskan, model tersebut diharapkan membuat MBG memberikan manfaat yang lebih luas.


“Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.

*Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045*

*Kapolri: Mahasiswa UMSU Disiapkan Menjadi Pemimpin Indonesia Emas 2045*

  



*MEDAN* — Masa depan Indonesia 2045 tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang sedang menempuh pendidikan. Pesan strategis itu menjadi benang merah kuliah umum Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026, Senin (28/9/2026).


Di hadapan ribuan mahasiswa, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi generasi yang mampu membaca perubahan, beradaptasi terhadap tantangan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kuliah umum tersebut berlangsung pukul 10.27 WIB setelah rangkaian pembukaan PKKMB yang dihadiri jajaran pimpinan UMSU, PP Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forkopimda Sumatera Utara, serta unsur pimpinan Polri.


Kapolri menempatkan mahasiswa sebagai bagian penting dari momentum bonus demografi Indonesia. Dalam paparannya, Indonesia disebut memiliki sekitar 290,1 juta penduduk dan akan memasuki periode bonus demografi pada 2030–2035. Momentum tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.


Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai pengetahuan akademik. Kapolri mendorong generasi muda menjadi pembelajar sepanjang hayat, membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat. Mereka juga dipersiapkan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu memberi teladan, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan.


Peran tersebut diterjemahkan secara konkret melalui kehidupan kampus dan masyarakat. Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, menjaga keamanan dan ketertiban kampus, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Di luar kampus, mereka diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung pembangunan, mendorong kemajuan masyarakat, sekaligus menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.


Pesan itu semakin relevan di tengah perubahan lingkungan strategis global yang berlangsung cepat. Kapolri memaparkan perkembangan geopolitik, tekanan ekonomi, perubahan iklim, serta akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan yang dapat membawa dampak berantai terhadap Indonesia. Kondisi tersebut menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan mampu mengambil keputusan tanpa kehilangan arah.


“*Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia*,” menjadi pesan kuat dalam materi kuliah umum tersebut. Dengan demikian, pendidikan di UMSU tidak hanya menjadi ruang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang menyiapkan generasi yang mampu mengisi pembangunan dan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.


PKKMB UMSU 2026 sendiri diikuti *6.027 mahasiswa*, yang berasal dari berbagai bidang pendidikan, mulai dari agama, pendidikan, sosial-politik, pertanian, ekonomi, hukum, teknik, ilmu komputer dan teknologi informasi, kedokteran hingga jenjang pascasarjana dan doktoral.

Karhutla Gunung Botak Sine Ngawi Belum Padam Sepenuhnya, Polisi Perkuat Pemantauan dan Upaya Pemadaman

Karhutla Gunung Botak Sine Ngawi Belum Padam Sepenuhnya, Polisi Perkuat Pemantauan dan Upaya Pemadaman

   


Ngawi — Kebakaran lahan hutan tanaman pinus terjadi di wilayah BKPH Lawu Utara, Gunung Botak, Petak 2A1 RPH Salam, masuk Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga saat ini, api masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan sehingga upaya penanganan dan pemantauan terus dilakukan di lokasi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas.

“Kami terus melakukan pemantauan perkembangan kebakaran di wilayah Gunung Botak serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran,” ujar Kapolsek Sine.

Ia menambahkan, keselamatan personel dan masyarakat menjadi perhatian dalam setiap upaya penanganan di lokasi, mengingat medan kawasan hutan dan kondisi api yang masih berkembang.

"Sampai saat ini api belum dapat dipadamkan sepenuhnya (masih mureng-mureng). Kami bersama instansi terkait, hingga kini masih tetap melakukan  pemadaman dan pemantauan," kata AKP Heri Riyanto, saat dikonfirmasi media Selasa (29/9/2026)

Polres Ngawi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan melalui Call Center 110 atau layanan kepolisian terdekat.

Senyum Abang Becak, Terima Paket Sembako dari Sipropram Polres Ngawi

Senyum Abang Becak, Terima Paket Sembako dari Sipropram Polres Ngawi

   

 


Ngawi — Menjelang Hari Jadi Propam Polri ke-24, Sipropam Polres Ngawi menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin Kasipropam Polres Ngawi AKP Suroyo bersama anggota Sipropam.

Sebanyak lima puluh paket sembako diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap paket bantuan berisi beras premium, minyak goreng, gula pasir, mi instan, serta kecap.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasipropam Polres Ngawi AKP Suroyo mengatakan, kegiatan bansos tersebut menjadi bagian dari momentum Hari Jadi Propam Polri ke-24, sekaligus bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Hari Jadi Propam Polri ke-24 ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar AKP Suroyo.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat untuk terus memberikan pelayanan yang humanis.

"Alhamdulillah, matur suwun pak Polisi," ujar abang becak, salah satu penerima paket sembako dengan tersenyum bahagia.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.

Monday, September 28, 2026

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8




KEDIRI — Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Aditya Firmansyah (20) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. 

Pemuda tersebut merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang membawa total 243 penumpang dan dilaporkan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). 

Isak tangis tak terbendung saat jenazah putra ketiga dari pasangan Budi Setiawan dan Ratna Sri Astutik ini tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026). 

Setelah dishalatkan oleh pihak keluarga dan pelayat, jenazah almarhum langsung diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manggis.

Di tengah momen penuh kesedihan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., hadir secara langsung di rumah duka untuk menunjukkan empati mendalam dari institusi kepolisian. 

Didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, kehadiran korps Bhayangkara ini menjadi pilar penguat bagi keluarga yang tengah terpukul.

Sebagai bentuk kepedulian nyata dan untuk meringankan beban yang dihadapi, AKBP Wahyudin Latif secara simbolis menyerahkan santunan tali asih langsung kepada orang tua korban.

"Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kami ingin memastikan bahwa keluarga tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan untuk melewati masa-masa sulit ini," ungkap AKBP Wahyudin Latif.

Kehadiran dan perhatian besar dari Kapolres Kediri beserta jajaran ini mendatangkan keharuan tersendiri bagi pihak keluarga. 

Mewakili keluarga besar almarhum, Budi Setiawan selaku orang tua korban menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang telah ditunjukkan oleh Polres Kediri.

"Kami selaku pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri dan seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mendoakan anak kami, dan memberikan santunan. Perhatian dan dukungan moril ini sangat berarti bagi kami yang sedang berduka. Semoga kebaikan Bapak sekalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa," tutur Budi dengan nada lirih. (*)

 Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh




JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.

Pendaftaran dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa. Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan seragam.

“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

SMA KTB menyediakan kursi melalui jalur reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga melalui O2SN. Seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan sistem blind admission.

Dedi menegaskan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa. “Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Antusiasme terhadap SMA KTB meningkat. Pada angkatan pertama terdapat 11.765 pendaftar, dengan 120 siswa diterima. Jumlah itu naik menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.

“Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.

SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate (IB) serta telah berstatus IB World School. Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.

“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.

“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” katanya.

Dirgayuza menyebut sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah.

Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik untuk membentuk siswa berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global.

 Dirgayuza: SMA KTB Cari Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

Dirgayuza: SMA KTB Cari Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia




JAKARTA – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) kembali mencari talenta terbaik dari seluruh Indonesia melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028.

Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026, dengan daya tampung 180 siswa. Para siswa Indonesia yang diterima akan mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (LPSKTB) Dirgayuza Setiawan mengatakan perluasan penjaringan dilakukan untuk memastikan kesempatan mengikuti seleksi dapat diketahui putra-putri potensial dari berbagai daerah.

“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk bisa mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujar Dirgayuza saat launching SPMB SMA KTB di Pusdalsis Lantai 5 Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Pada penerimaan sebelumnya, jajaran Polri di daerah telah membantu melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia.

Menurut Dirgayuza, pola tersebut akan kembali diperkuat tahun ini. SMA KTB juga menyiapkan fasilitas ujian persiapan atau tryout, terutama bagi wilayah yang pada dua periode sebelumnya memiliki jumlah pendaftar atau keterwakilan siswa yang masih rendah.

“Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia,” jelas Dirgayuza.

Ia menegaskan, perluasan penjaringan tidak mengubah prinsip seleksi yang objektif dan kompetitif. Dari ribuan pendaftar, hanya 180 siswa yang akan diterima pada Angkatan Ketiga.

Salah satu daya tarik SMA KTB adalah kesempatan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan bagi siswa Indonesia yang diterima. Dengan demikian, talenta potensial dari berbagai daerah dapat mengikuti pendidikan tanpa menjadikan persoalan biaya sebagai penghalang.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh putra-putri Indonesia yang memenuhi persyaratan.

“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan SMA KTB dikembangkan bukan hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan akademik, karakter, kepemimpinan dan wawasan global.

“Kita ingin mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, berjiwa pemimpin, memiliki kepedulian sosial dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan dunia,” katanya.

Dikembangkan Jadi Learning Campus

Dirgayuza mengatakan SMA KTB juga dikembangkan sebagai learning campus. Konsep tersebut membuat SMA KTB tidak hanya menjadi tempat belajar siswa, tetapi juga ruang pengembangan bagi tenaga pendidik dan calon pemimpin sekolah.

“Kita di SMA KTB telah merancang SMA ini untuk menjadi learning campus. Kampus belajar tidak hanya untuk siswa-siswi yang belajar sebagai siswa SMA, tetapi juga untuk calon-calon pemimpin sekolah di mana pun mereka nantinya berada,” ujarnya.

Tahun ini, SMA KTB merencanakan penerimaan sekaligus pelatihan sekitar 500 tenaga pendidik dengan fokus pada pengelolaan sekolah berbasis kurikulum internasional.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan kepemimpinan sekolah.

Dari sisi akademik, SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dengan International Baccalaureate (IB) dan telah memperoleh status IB World School.

Wakapolri menilai perpaduan kurikulum nasional dan internasional penting agar siswa memiliki identitas kebangsaan sekaligus kompetensi global.

“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, namun juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

SMA KTB juga memberikan pembinaan karakter, olahraga, seni dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

Dengan target lebih dari 17 ribu pendaftar, sosialisasi ke ribuan sekolah, fasilitas persiapan seleksi dan beasiswa penuh bagi siswa yang diterima, SMA KTB membuka ruang lebih luas bagi talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti proses seleksi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

 Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung

Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung



PONOROGO — Gerak cepat personel Polres Ponorogo Polda Jatim melalui Polsek Sampung bersama tim gabungan berhasil menggagalkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar di kawasan hutan Dukuh Sampung Kidul, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (27/9/2026).

Titik api yang sempat membakar semak belukar di kawasan hutan tersebut berhasil dipadamkan setelah sejumlah personel Polsek Sampung Polres Ponorogo dan tim gabungan serta relawan berjibaku menaklukan api hampir dua jam.

Berawal dari laporan adanya kepulan asap, personel Polsek Sampung Polres Ponorogo langsung bergerak cepat memimpin pergerakan menuju lokasi melakukan isolasi area dan memotong jalur api guna mencegah kebakaran merembet ke kawasan hutan yang lebih luas.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, melalui Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto, S.H., menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca kering yang ekstrem.

"Respons cepat ini adalah komitmen kami untuk melindungi kawasan hutan dari kerusakan fatal. Alhamdulillah, berkat kesigapan di lapangan, titik api berhasil dijinakkan sebelum meluas, dan situasi kini aman terkendali," ujar AKP Agus Suprianto.

Setelah kobaran api utama berhasil dikendalikan, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan penyisiran intensif (pendinginan) di sekitar area terbakar untuk memastikan tidak ada sisa bara api atau selasah kering yang berpotensi memicu penyalaan ulang.

AKP Agus mengingatkan bahwa material semak dan daun kering di kawasan hutan saat ini sangat rentan dan mudah terbakar. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang memicu petaka karhutla.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu api di kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan sekali-kali meninggalkan bekas pembakaran yang belum padam total. Jika melihat ada indikasi titik asap, segera laporkan ke kami agar bisa langsung dieksekusi," tegas Kapolsek Sampung.

Guna mengantisipasi munculnya titik api susulan, Polsek Sampung bersama Perhutani kini memperketat patroli sinergis di titik-titik rawan wilayah Sampung. Langkah preventif dan respons cepat ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan Ponorogo selama musim kemarau berlangsung. (*)

 Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital




*MEDAN* — “Satu Klik, Sejuta Dampak” menjadi tema Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026. Tema tersebut sejalan dengan pesan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengenai perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi, dan peran strategis pemuda dalam menghadapi perubahan.

Dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU, Kapolri menekankan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan berlangsung sangat pesat. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin masa depan yang mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi. Kapolri juga menekankan pentingnya membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi ruang digital Indonesia. Dalam paparannya, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial yang belum sepenuhnya diikuti literasi digital yang memadai. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, hingga berbagai bentuk kejahatan digital.

Di tengah kondisi tersebut, pemuda memiliki posisi penting untuk menjaga ruang digital sekaligus menjadi bagian dari solusi. Kapolri mendorong mahasiswa untuk menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Peran pemuda tidak berhenti pada ruang digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Sementara di luar kampus, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, serta mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Peran tersebut menjadi semakin strategis karena Indonesia memiliki momentum bonus demografi pada 2030–2035. Dalam paparannya, Kapolri menempatkan pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan keterampilan sebagai bagian penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi nyata. Kemampuan akademik perlu berjalan bersama karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

*“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia.”*

Masa depan tersebut dipersiapkan melalui proses panjang sejak hari ini. Di ruang pendidikan, ruang masyarakat, maupun ruang digital, generasi muda memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkarya, membangun kolaborasi, dan mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045




MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menguasai teknologi digital secara bijak dan produktif agar tidak menjadi korban maupun bagian dari berbagai kejahatan di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).

Kapolri mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti beragam ancaman, mulai dari penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan berbasis AI.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Sebab, ruang digital menjadi salah satu saluran utama masyarakat dalam menerima informasi.

Data Digital News Report 2026 mencatat 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial. Sementara itu, 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama informasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, perlu lebih kritis dalam menyaring setiap informasi. Kapolri mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah percaya, menyebarkan, ataupun mengikuti narasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolri juga menyoroti fenomena bandwagon effect, yakni kecenderungan seseorang mengikuti pandangan atau tindakan yang telah dilakukan banyak orang. Dalam ruang digital, fenomena ini dapat mempercepat penyebaran hoaks, membangun sentimen publik, hingga mendorong ajakan kolektif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, kejahatan digital terus berkembang dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat. Peredaran narkoba, penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri, perdagangan orang, dan penyebaran paham ekstrem turut menggunakan ruang digital sebagai sarana.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa UMSU menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU dapat menjadi generasi yang kuat secara karakter, cakap dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sinergi Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Black Lava Ijen

Sinergi Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Black Lava Ijen




BONDOWOSO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Blok R PTPN Regional 5 Blawan serta areal wisata Black Lava di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (26/9/2026).

Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas kurang lebih 11 hektare tersebut berhasil dipadamkan setelah personel Polres Bondowoso melalui Polsek Sempol bersama tim gabungan berjibaku selama lima jam di lokasi kejadian.

Kapolsek Sempol AKP Nisin, S.H., mengatakan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari petugas wisata Black Lava. 

Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari arah timur, kemudian merembet dengan cepat ke pinggir jalan hingga memasuki areal wisata.

"Kondisi rumput ilalang yang sudah mengering di musim kemarau panjang, ditambah dengan hembusan angin kencang, membuat api sangat cepat membesar dan meluas," ujar AKP Nisin dalam keterangannya.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sempol, personel BKO Brimob Polda Jatim dan instansi terkait, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melokalisir dan memadamkan api. 

Upaya penjinakan api dilakukan secara intensif menggunakan satu unit armada roda enam milik Damkar Bondowoso dengan dukungan dua unit truk tangki air milik PTPN Blawan.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 15.00 WIB, di mana titik api utama di kawasan lahan PTPN Blawan berhasil dipadamkan secara total.

Di lokasi terpisah, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Boby Dwi Siswanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman warga. 

Meski demikian, Iptu Boby meminta warga sekitar untuk tetap bersiaga guna mengantisipasi potensi rambatan api susulan.

"Hingga Sabtu sore, sisa titik api dilaporkan sempat merambah ke kawasan Batu Rejeng milik Perhutani di Petak 102 B, namun seluruhnya sudah berhasil diatasi dengan baik," ujar Iptu Boby.

Kasi Humas Polres Bondowoso menegaskan bahwa situasi di wilayah Kecamatan Ijen pasca-karhutla tetap aman dan kondusif. 

Sebagai langkah antisipasi di tengah musim kemarau panjang yang masih berlangsung, Polres Bondowoso terus meningkatkan koordinasi dengan pihak PTPN, Perhutani, serta Muspika Kecamatan Ijen.

"Koordinasi berkala terus kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di sekitar lokasi," imbuh Iptu Boby.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke posko Perhutani terdekat atau melalui call center layanan kepolisian 110 (bebas pulsa) apabila melihat adanya indikasi atau kemunculan titik api karhutla di lingkungan sekitar. (*)

 Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa

Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa



Rembang – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Kapolri, peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berjuang untuk menjaga bangsa dan negara.

“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, peran tersebut tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.

Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting dalam mendukung personel menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Kapolri pun berharap kebersamaan ulama dan umara terus terjaga untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju

Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju




REMBANG – Persatuan bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kapolri menilai tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, persatuan harus terus dijaga agar perbedaan yang menjadi karakter Indonesia tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan masyarakat dan negara.

Dalam upaya tersebut, kebersamaan ulama dan umara memiliki arti strategis. Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara telah memiliki sejarah perjuangan bersama sejak merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat yang sama kini dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia terus maju.

Kapolri menyebut ulama sebagai lentera dan kompas bagi bangsa. Nasihat, tuntunan, dan doa para ulama memberikan arah dalam menjaga kehidupan masyarakat. Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Kedua peran tersebut bertemu pada tujuan yang sama. Ketika persatuan terawat dan keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak.

Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan. Bagi jajaran Polri, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan mendapatkan ilmu, nasihat, dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

Semangat itu digaungkan kepada keluarga besar Polri dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 700 peserta hadir langsung di Rembang, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual.

Kapolri juga memahami bahwa tugas anggota Polri penuh dengan risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama serta secara khusus menitipkan personel yang sedang menjalankan tugas agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha akhirnya mempertemukan tiga kekuatan penting: tuntunan ulama, pengabdian aparat, dan persatuan masyarakat.
Dari Rembang, pesannya jelas: perbedaan jangan menjadi jarak, keberagaman harus menjadi kekuatan. Ketika ulama dan umara bergandengan tangan serta masyarakat tetap bersatu, keamanan terjaga, pembangunan bergerak, dan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, serta semakin maju dapat diwujudkan bersama.