Ngawi – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan, jajaran Polres Ngawi terus aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan produktif.
Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menginstruksikan seluruh personel di jajaran Polres Ngawi, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk terus melakukan sambang serta monitoring terhadap kegiatan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa, “Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran seperti sawi dan selada merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan bergizi.”
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Watualang, Aiptu Nur Widayat, S.H., yang melaksanakan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan pangan bergizi di Dusun Krajan Selatan, Desa Watualang, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Nur Widayat melakukan pengecekan langsung terhadap pekarangan milik Sdr. Brian yang dimanfaatkan untuk menanam sawi hijau dan selada sebagai sumber pangan bergizi. Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada warga agar terus memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan dalam lingkup kecil, yang mampu memberikan manfaat nyata dalam memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal serta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman dan kondusif.
#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi
Sunday, April 19, 2026
Polres Ngawi Amankan Kepulangan Warga PSHT, Situasi Tetap Kondusif
Ngawi – Polres Ngawi beserta Polsek jajaran melaksanakan kegiatan pengamanan dalam rangka mengantisipasi kepulangan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parluh 16 Kabupaten Ngawi usai mengikuti kegiatan Pengajian Akbar dan Halal Bihalal di wilayah Kabupaten Magetan, Sabtu-Minggu (18-19/4/2026).
Pengamanan dilakukan melalui penyekatan dan patroli di 17 Polsek jajaran serta 2 Polsubsektor, termasuk titik-titik perbatasan Magetan–Ngawi, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama arus kepulangan warga.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Polres Ngawi dan Polsek jajaran yang diterjunkan untuk melaksanakan pemantauan intensif, patroli dialogis, serta pengamanan di jalur yang dilalui warga.
Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus menjaga stabilitas wilayah selama kegiatan berlangsung.
Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabagops Dhanang Prasmoko, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen Polres Ngawi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum kegiatan besar seperti Halal Bihalal.
“Penyekatan dan patroli ini sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas kamtibmas, memastikan kepulangan warga berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan kehadiran anggota di lapangan, potensi gangguan dapat dicegah dan masyarakat merasa aman. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, situasi wilayah hukum Polres Ngawi terpantau aman, kondusif, dan terkendali,” ujarnya, Minggu (19/4/2026)
Hasil kegiatan menunjukkan upaya pengamanan berjalan efektif, aktivitas masyarakat tetap normal tanpa gangguan berarti, dan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Ngawi tetap terjaga.
Polres Ngawi menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan responsif guna menjaga keamanan wilayah tetap aman dan kondusif.
Perkuat Sinergitas, Polres Madiun Kota Resmikan Posko Ojol Kamtibmas
KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jatim meresmikan “Posko Ojol Kamtibmas” yang berlokasi di samping Gedung Bharamakota, Jl. Pahlawan, Kota Madiun pada Jumat (17/4/2026) yang lalu.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto mengatakan fasilitas ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dengan komunitas ojek online (ojol).
"Polres Madiun Kota mengajak rekan - rekan Ojol dalam upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.
AKBP Wiwin Junianto juga menjelaskan bahwa pembangunan posko tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan Polri guna memperkuat kolaborasi dengan elemen masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya.
“Silakan rekan-rekan ojol dapat memanfaatkan posko ini untuk beristirahat dengan fasilitas yang ada,” ujar AKBP Wiwin.
Ia berharap keberadaan Posko Ojol Kamtibmas ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara polisi dan pengemudi ojol dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Madiun.
"Kami juga berharap kepada rekan - rekan Ojol untuk menjadi pelopor keamanan,keselamatan dan ketertiban dalam berlalulintas," pungkasnya. (*).
Kemala Run 2026 Usung Campaign Charity for Indonesia, Donasi untuk Korban Banjir di Sejumlah Daerah
Bali – Kemala Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga membawa misi sosial melalui campaign Charity for Indonesia. Kegiatan yang akan digelar di Bali United Training Center, Bali (19/04). Itu mengajak komunitas lari dan pecinta olahraga untuk berpartisipasi sekaligus membantu masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia.
Ketua Panitia Kemala Run 2026 Deny Agus Suryo mengatakan, tema Charity for Indonesia diusung sesuai arahan Ketua Umum Bhayangkari Juliana Listyo Sigit Prabowo agar kegiatan olahraga dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Untuk Kemala Run 2026 tahun ini, kami mengusung tema Charity for Indonesia, sesuai dengan arahan Ibu Ketua kami, Ibu Juliana Listyo Sigit Prabowo. Beliau berkenan mengajak seluruh komunitas lari dan pecinta olahraga lari untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Deny Agus Suryo, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan disalurkan kepada daerah-daerah yang terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat.
“Di mana hasilnya akan disumbangkan kepada daerah yang terdampak banjir seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat,” katanya.
Selain donasi dari penyelenggaraan event, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial lainnya, salah satunya pelelangan karya seni.
“Terkait bentuk charity sendiri ada bermacam-macam. Untuk kegiatan kali ini, kami juga mengadakan pelelangan. Sebelumnya telah dilakukan pelelangan lukisan karya anak-anak SLB dari Yayasan Kemala Bhayangkari. Hasil dari pelelangan tersebut kemudian disalurkan kepada daerah yang terdampak banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Race Management Kemala Run 2026 Brigjen. Pol Sambodo Purnomo Yogo memastikan seluruh persiapan teknis pelaksanaan kegiatan hampir rampung.
“Hingga saat ini, persiapan kami sudah mencapai 99 persen dan tinggal menunggu pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan sudah maksimal,” ujar Sambodo.
Untuk mendukung kelancaran acara, panitia melibatkan sekitar 1.300 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta pecalang di wilayah yang dilalui rute lomba.
“Untuk pengamanan, Kemala Run 2026 melibatkan kurang lebih 1.300 personel gabungan, terdiri dari Polri, TNI, Pemerintah Daerah, serta pecalang di banjar dan desa yang dilalui rute,” katanya.
Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta, mulai dari area pendinginan, sport massage, hingga makanan dan minuman usai lomba.
“Kepada para peserta atau runners, kami akan memberikan pelayanan terbaik, baik sebelum maupun setelah finish. Setelah finish, peserta dapat menikmati fasilitas cooling down, sport massage, serta makanan dan minuman yang telah disediakan,” ungkap Sambodo.
Adapun jadwal start dibagi dalam tiga kategori, yakni pukul 05.00 WITA untuk half marathon, pukul 05.30 WITA kategori 10K, dan pukul 06.00 WITA kategori 5K.
Melalui kegiatan ini, Kemala Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga lari, tetapi juga gerakan kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak
Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melalui Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Penyelundupan berhasil membongkar dugaan tindak pidana penyelundupan komoditas pangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam operasi tersebut, tim menyita total 23.146 kilogram atau 23,146 ton bawang dan cabai kering dari dua lokasi berbeda.
Pengungkapan kasus dilakukan pada Senin, 13 April 2026, sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri untuk melakukan penegakan hukum tegas terhadap tindak pidana yang merugikan keuangan negara, termasuk penyelundupan.
Dua lokasi yang menjadi sasaran penindakan berada di Jalan Budi Karya No. 5, Pontianak Selatan, serta Jalan Budi Karya Kompleks Pontianak Square No. C-6, Kelurahan Benuamelayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan.
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dari lokasi pertama petugas menemukan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai kuning dengan total berat 10.350 kilogram atau 10,35 ton.
Sementara di lokasi kedua, tim menemukan bawang merah, bawang putih, bawang bombai merah berry, cabai kering, serta bawang bombai kuning dengan total berat 12.796 kilogram atau 12,796 ton.
“Total komoditas pangan hasil impor ilegal yang ditemukan sejumlah 23.146 kilogram atau 23,146 ton,” kata Ade Safri.
Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan terdiri dari bawang merah sebanyak 118 karung dengan total 2.124 kilogram, bawang putih 457 karung dengan total 9.140 kilogram, bawang bombai kuning 399 karung seberat 7.980 kilogram, bawang bombai merah berry 188 karung seberat 1.692 kilogram, serta cabai kering 221 karung dengan total 2.210 kilogram.
Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pemilik ruko maupun gudang, komoditas tersebut diketahui berasal dari sejumlah negara, yakni bawang merah dari Thailand, bawang putih dari China, bawang bombai dari Belanda, bawang bombai merah berry dari India, serta cabai kering dari China.
“Penyelundupan atau impor ilegal komoditas pangan tersebut diduga masuk ke wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, melalui negara Malaysia,” ujar Ade Safri.
Saat ini, penyidik juga masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya gudang penyimpanan lain yang digunakan jaringan tersebut di wilayah Kalimantan Barat.
“Tim sedang mengidentifikasi gudang atau tempat penyimpanan komoditas pangan hasil impor ilegal lainnya. Saat ini ada tiga lokasi yang sedang dalam pemantauan tim,” tegas Ade Safri.
Sebagai bagian dari proses hukum, petugas telah memasang garis polisi di dua lokasi penyimpanan barang dan berkoordinasi dengan Perum Bulog Pontianak terkait penitipan barang bukti komoditas pangan.
Ade Safri menegaskan, pembentukan Satgas Gakkum Penyelundupan merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah memberantas praktik penyelundupan yang merugikan negara dan mengganggu ketahanan ekonomi nasional.
“Komitmen Polri adalah melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap segala bentuk tindak pidana penyelundupan guna menyelamatkan kekayaan negara, memulihkan kerugian keuangan negara, serta mencegah kebocoran penerimaan negara,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam melindungi sumber daya dan penerimaan negara demi menjaga fondasi kedaulatan ekonomi nasional.
Saturday, April 18, 2026
Polres Ngawi Apresiasi dan Dukung Pesilat Muda Berlaga di Kejuaraan Dunia
NGAWI – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si mengapresiasi dan mendukung atlet pencak silat asal Kabupaten Ngawi yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Dunia di Belgia.
Hal itu disampaikan oleh AKBP Prayoga didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santosa, S.I.K saat
menerima kunjungan silaturahmi dari atlet pencak silat, Mujadidi Faizha Adhim bersama keluarganya di Mapolres Ngawi, Rabu (15/4/26) yang lalu.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Ngawi memberikan motivasi kepada Mujadidi Faizha Adhim untuk tetap semangat dalam mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional.
Menurut Kapolres Ngawi, keberhasilan seorang atlet hingga mampu tampil di tingkat dunia merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta dukungan dari berbagai pihak.
Ia berharap, keikutsertaan dalam kejuaraan dunia yang akan digelar pada 24 hingga 26 April 2026 mendatang di Belgia, dapat menjadi momentum untuk meraih prestasi terbaik.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Ngawi. Kami dari Polres Ngawi tentu mendukung penuh dan mendoakan agar saudara Mujadidi dapat tampil maksimal serta membawa pulang prestasi untuk Indonesia,” ungkap AKBP Prayoga.
Sementara itu, Mujadidi Faizha Adhim didampingi orang tua dan pihak sekolah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kapolres Ngawi beserta jajaran.
Ia juga memohon doa restu agar dapat bertanding dengan baik dan memberikan hasil terbaik.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi bentuk sinergi antara Polri dan generasi muda berprestasi, sekaligus wujud dukungan terhadap pengembangan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang mendunia. (*)
Polres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas
KOTA BLITAR - Peduli dan dengar usul saran serta kritikan dari masyarakat, Polres Blitar Kota Polda Jatim menggelar kegiatan bertajuk 'Curhat Kamtibmas'.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan, kegiatan ini juga bagian dari upaya Polres Blitar Kota Polda Jatim memperkuat sinergitas antara Polri dengan elemen masyarakat.
"Out put nya ya untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas," ujar AKBP Kalfaris, Sabtu (18/4/26).
Ia menegaskan melalui program Curhat Kamtibmas, Polres Blitar Kota ingin menyerap aspirasi, saran, serta kritik langsung dari masyarakat.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan harapan masyarakat," ungkapnya.
Kapolres Blitar Kota juga menegaskan, bahwa Curhat Kamtibmas adalah bentuk komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
"Masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan pelayanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas AKBP Kalfaris.
Seperti yang baru dilaksanakan beberapa hari lalu, Curhat Kamtibmas yang digelar di salah satu Pos Kamling jl. Nangka desa Wonorejo kecamatan Srengat Kabupaten Blitar dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan pemuda, dan warga sekitar.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan apresiasi atas patroli rutin yang dilakukan kepolisian.
Beberapa masukan juga muncul, mulai dari peningkatan pengawasan di jam rawan, penertiban knalpot brong, hingga antisipasi balap liar yang meresahkan.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan akan menindaklanjuti setiap masukan dengan langkah konkret bersama seluruh satuan fungsi.
"Kami mengajak masyarakat untuk aktif berperan menjaga lingkungan dan tidak ragu melapor jika menemukan potensi gangguan Kamtibmas melalui layanan call center 110 atau melalui Bhabinkamtibmas," kata AKBP Kalfaris.
Program Curhat Kamtibmas akan digelar secara rutin dan berpindah ke berbagai kecamatan di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
Dengan adanya komunikasi dua arah ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya situasi yang aman, nyaman, dan damai. (*)
Polres Jember Batasi Kecepatan Kendaraan Berat di Jalur Kasian - Puger
JEMBER – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember Polda Jatim bersama dinas terkait.
Kali ini Satlantas Polres Jember memasang banner imbauan batas kecepatan di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Pemasangan banner tersebut menyasar kendaraan berat, khususnya truk angkutan barang dan tambang yang kerap melintasi jalur di wilayah Kecamatan Kasian dan Kecamatan Puger.
Kedua wilayah ini diketahui memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi.
Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait dalam menentukan lokasi pemasangan banner.
“Banner imbauan sudah kami pasang di sejumlah titik strategis yang rawan kecelakaan, khususnya jalur yang sering dilalui kendaraan berat,” ujar AKP Bagas, Sabtu (18/4/2026).
Dalam banner tersebut, pengemudi diingatkan untuk mematuhi batas kecepatan maksimal 20 kilometer per jam.
Aturan ini berlaku khususnya bagi kendaraan bermuatan barang dan tambang guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Selain itu, seluruh pengguna jalan juga diminta untuk disiplin mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
AKP Bagas menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pengemudi kendaraan berat.
“Penindakan akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku agar memberikan efek jera bagi pelanggar,” tegas AKP Bagas.
Satlantas Polres Jember berharap, melalui langkah ini kesadaran pengemudi semakin meningkat sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Jember. (*)
Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan
BONDOWOSO - Polres Bondowoso Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika.
Melalui Satuan Reserse Narkoba, Polres Bondowoso berhasil mengungkap Lima kasus penyalahgunaan narkoba dengan menetapkan Lima orang sebagai tersangka.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam press release di Mapolres Bondowoso, Jum'at (17/4/2026).
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bondowoso, AKP Deky Julkarnain, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pengembangan dari serangkaian penyelidikan intensif di sejumlah wilayah.
“Dalam pengungkapan kali ini, kami berhasil mengungkap lima kasus dengan total lima tersangka yang kini telah diamankan,” ujarnya.
Dari tangan para tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 8,52 gram serta 6.265 butir pil berlogo Y berwarna putih yang diduga merupakan obat keras berbahaya.
Menurut AKP Deky Julkarnain, peredaran narkoba jenis sabu dan pil berlogo Y masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
“Kami terus melakukan upaya penindakan dan pencegahan guna memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Bondowoso,” tegasnya.
Saat ini, kelima tersangka tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bondowoso.
Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Peredaran narkoba tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial.
Penyalahgunaan zat terlarang dapat merusak kesehatan fisik dan mental, memicu tindak kriminal, serta menghancurkan masa depan generasi muda.
Selain itu, peredaran obat keras ilegal seperti pil berlogo Y juga berpotensi menimbulkan ketergantungan dan gangguan kesehatan serius apabila disalahgunakan tanpa pengawasan medis.
Polres Bondowoso mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan zat berbahaya. (*)
Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel
LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jawa Timur telah mengamankan sepuluh orang terduga pelaku penganiayaan terhadap Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Jumat (17/4/26).
Terduga pelaku tersebut adalah GF, MB, MS, JP, AM, FA, MS, SP, EP, dan SJ.
Dari sepuluh terduga pelaku yang diamankan, beberapa di antaranya ditangkap oleh petugas, sementara yang lain menyerahkan diri.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara intensif guna mengungkap secara jelas kronologi serta peran masing-masing pelaku.
AKBP Alex Sandy juga menerangkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa total 16 orang yang terdiri dari 10 terduga pelaku dan 6 saksi, termasuk saksi dari pihak korban.
“Enam saksi dan sepuluh orang yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan saat ini sudah kami lakukan pemeriksaan,” ujar AKBP Alex.
Polisi juga mengungkap bahwa terdapat dua orang yang sempat ikut dalam rombongan, namun tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
“Dua orang tersebut tidak memiliki peran karena berdasarkan keterangan, mereka tidak saling mengenal dengan pelaku lain dan dijemput secara acak di sekitar pasar. Saat tiba di lokasi, mereka tidak melakukan tindakan apapun,” jelas AKBP Alex.
Peristiwa pengeroyokan ini bermula dari kesalahpahaman yang terjadi pada Selasa, 14 April 2026, saat korban dan sejumlah pihak menghadiri kegiatan pengajian di Kecamatan Ranuyoso.
Pada saat itu, korban diduga mengeluarkan pernyataan dengan intonasi keras yang dianggap menyinggung perasaan beberapa orang.
“Awalnya hanya ingin melakukan klarifikasi secara baik-baik, namun situasi berkembang dan menimbulkan ketegangan hingga berujung pada aksi pengeroyokan,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, para pelaku menggunakan berbagai alat, di antaranya senjata tajam jenis clurit, kayu, serta senjata tumpul lainnya.
Polisi juga mengamankan sebuah keris yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Barang bukti tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV yang kini telah beredar di masyarakat.
Kapolres Lumajang menyebut bahwa salah satu terduga pelaku berinisial FA bersama rekannya menjadi pihak yang merasa tersinggung secara langsung atas ucapan korban, sehingga mengajak orang lain, termasuk yang tidak dikenal, untuk mendatangi korban.
Terkait penyelesaian perkara, pihak kepolisian membuka peluang adanya penyelesaian secara kekeluargaan, mengingat adanya permohonan maaf dari pihak pelaku serta keinginan korban untuk menempuh jalur tersebut.
“Kami tetap menjalankan proses hukum sesuai prosedur. Namun, apabila ada upaya penyelesaian di luar peradilan, hal itu akan kami fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Alex.
Sementara itu, salah satu saksi berinisial DN telah memberikan keterangan kepada penyidik.
DN diketahui tidak berada di lokasi kejadian dan tidak terlibat dalam aksi pengeroyokan, namun hadir untuk mengklarifikasi keterkaitannya yang sempat disebut dalam peristiwa tersebut.
Atas perbuatannya, para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 262 ayat (2) dan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)
Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal
Jakarta – Polri resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah sebagai langkah konkret dalam memperkuat perlindungan jemaah serta menindak berbagai praktik penyelenggaraan ibadah haji ilegal. Pembentukan satgas ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen penuh untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Polri berkomitmen mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi agar berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Republik Indonesia,” ujar Irjen Nunung dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji saat ini berada dalam dinamika strategis global, termasuk kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada biaya transportasi, akomodasi, dan logistik. Selain itu, penguatan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 juga menuntut peningkatan pengawasan dan sinergi antar lembaga, khususnya terkait praktik haji non-kuota dan non-prosedural.
Menurut Irjen Nunung, penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga perlindungan warga negara, citra bangsa, serta kepercayaan internasional.
“Satgas ini menjadi instrumen strategis dalam memastikan perlindungan jemaah sekaligus penegakan hukum terhadap pelanggaran penyelenggaraan haji yang terjadi,” tegasnya.
Indonesia sendiri memperoleh kuota sekitar 221.000 jemaah pada tahun 2026, yang menjadi salah satu terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat ini diakui turut menghadirkan tantangan serius, terutama dalam aspek pengawasan dan potensi penyimpangan.
Dalam pemantauan yang dilakukan, Polri menemukan berbagai modus operandi yang marak terjadi. Modus tersebut antara lain penyalahgunaan visa non-haji seperti visa ziarah dan visa kerja, di mana calon jemaah diberangkatkan satu tahun sebelumnya untuk mendapatkan izin tinggal (ighomah) yang kemudian digunakan untuk berhaji. Selain itu, terdapat penawaran haji tanpa antre (0 tahun) dengan biaya tinggi yang tidak sesuai ketentuan resmi, menggunakan visa furoda, mujamalah, dan/atau visa amil yang sebenarnya tidak dipungut biaya oleh Pemerintah Arab Saudi.
Polri juga menemukan praktik penggunaan visa dari negara lain seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan negara lainnya untuk memberangkatkan Warga Negara Indonesia secara ilegal melalui negara tersebut menuju Arab Saudi.
Tak hanya itu, ditemukan pula kasus jemaah gagal berangkat dari sejumlah embarkasi internasional seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan Makassar, serta penelantaran jemaah di luar negeri tanpa kejelasan akomodasi, transportasi, maupun kepastian pelaksanaan ibadah. Modus lain yang turut teridentifikasi adalah skema ponzi atau penipuan keuangan dengan menggunakan dana jemaah baru untuk memberangkatkan jemaah lama, serta penggelapan dana jemaah dengan dalih force majeure untuk menghindari kewajiban pengembalian dana.
“Modus ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan praktik penipuan dan pemberangkatan non-prosedural yang merugikan masyarakat,” ungkap Nunung.
Selain itu, maraknya biro perjalanan haji dan umrah ilegal juga menjadi perhatian serius. Biro ilegal tersebut umumnya tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi, menggunakan identitas, logo, atau afiliasi palsu, menawarkan paket yang tidak transparan dan tidak sesuai ketentuan, serta tidak memiliki standar pelayanan dan perlindungan jemaah.
Sebagai langkah penanganan, Satgas Haji Polri mengedepankan tiga strategi utama, yakni upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum.
Dalam upaya preemtif, Polri melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi ibadah haji serta meningkatkan literasi publik terhadap modus penipuan. Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui pengawasan bersama dan koordinasi lintas sektor dengan kementerian terkait, imigrasi, serta maskapai.
Di sisi lain, penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku penipuan, penggelapan, dan penyalahgunaan dokumen, termasuk penertiban biro perjalanan ilegal.
“Bareskrim Polri berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah dalam upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.
Berdasarkan data tahun 2026, tercatat sebanyak 77 aduan terkait haji dan umrah, dengan 21 kasus telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses penanganan.
Menutup keterangannya, Nunung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memastikan pendaftaran ibadah haji dilakukan melalui jalur resmi, memverifikasi legalitas biro perjalanan, tidak tergiur dengan tawaran haji tanpa antre, serta selalu memastikan penggunaan visa haji resmi,” tutupnya.
Polri menegaskan akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.
Patroli P2B Polsek Sine di Sumberejo, Dorong Warga Aktif Wujudkan Ketahanan Pangan
Ngawi – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan, serta bagian dari program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Polres Ngawi terus aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan produktif.
Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., selaku Kasatgas Pangan di wilayah Kabupaten Ngawi, menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk Polsek Sine, untuk meningkatkan patroli dialogis serta pendampingan kepada masyarakat guna mendorong kemandirian dan swasembada pangan.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa, “Kami mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi. Dengan partisipasi bersama, ketahanan pangan dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan sehari-hari warga.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota Polsek Sine pada Jumat (17/4/2026) mulai pukul 08.40 WIB hingga selesai di Dusun Jetak, Desa Sumberejo, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
Adapun petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Bripka Taufiq I. yang melaksanakan patroli dialogis P2B bersama warga masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan dialog bersama warga terkait pentingnya ketahanan pangan nasional serta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif guna menanam tanaman pangan bergizi.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan patroli berjalan aman, lancar, dan kondusif. Selain itu, terjalin sinergitas kemitraan yang baik antara Polri dan masyarakat, serta meningkatnya partisipasi warga dalam mendukung program swasembada pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan, dan keamanan pangan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga dihimbau untuk terus berperan aktif dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI melalui pemanfaatan pekarangan produktif di lingkungan masing-masing, sehingga ketahanan pangan dapat terwujud dengan baik serta situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
#astacita #swasembadapangan #ketahananpangan #ketahananpanganpoldajatim #ssdmpolri #divhumaspolri #birosdmpoldajatim #bidhumaspoldajatim #polresngawi
Polres Ngawi Intensif Patroli Dini Hari, Tekan Balap Liar Demi Keselamatan Warga
Ngawi – Upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas terus diperkuat jajaran Polres Ngawi. Melalui patroli malam yang digelar Satlantas Polres Ngawi, petugas menyasar sejumlah titik rawan aksi balap liar di wilayah Kabupaten Ngawi, Sabtu dini hari (18/4/1/2026)
Patroli yang dipimpin Kanit Turjawali Ipda Yoyok Widiyanto menyasar di Ringroad Barat Jalan Ir. Soekarno depan IAIN serta Jalan Raya Ngawi-Paron. Kegiatan ini sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi balap liar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Lantas AKP Yuliana Plantika, menegaskan bahwa patroli rutin ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari yang rawan dimanfaatkan untuk aksi balap liar.
“Patroli ini kami lakukan secara konsisten untuk mencegah balap liar, menekan potensi gangguan keamanan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas kami,” ujar Kasat Lantas mewakili Kapolres Ngawi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Polres Ngawi menegaskan akan terus meningkatkan patroli pada titik-titik rawan sebagai bagian dari komitmen menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Ngawi.
Sipropam Polres Ngawi Perketat Pengawasan Disiplin Personel
Ngawi – Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Ngawi melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel.
Kegiatan tersebut digelar di halaman Polres Ngawi sebagai bentuk pengawasan internal guna meningkatkan kedisiplinan anggota.
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasipropam AKP Suroyo ini menyasar aspek disiplin pribadi maupun administrasi personel. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah pembinaan agar setiap anggota senantiasa mematuhi aturan dan standar yang telah ditetapkan institusi Polri.
Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Gaktibplin merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga profesionalitas dan kesiapsiagaan anggota di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel tetap disiplin, baik dalam sikap tampang maupun kelengkapan administrasi. Ini penting untuk menunjang pelaksanaan tugas kepolisian yang optimal,” ujar AKBP Prayoga Angga, saat dikonfirmasi media pada Sabtu (18/4/2026)
Ia menambahkan, pengawasan ini juga menjadi bentuk pembinaan berkelanjutan agar anggota Polres Ngawi mampu memberikan pelayanan yang maksimal, humanis, dan profesional kepada masyarakat.
Dengan dilaksanakannya Ops Gaktibplin secara berkala, diharapkan budaya disiplin semakin tertanam kuat di lingkungan Polres Ngawi, baik dalam aspek kedinasan maupun tanggung jawab individu setiap personel.
Friday, April 17, 2026
Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Anak Difabel
BOJONEGORO – Wujud kepedulian terhadap sesama kembali
ditunjukkan Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, bersama
Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Bojonegoro, Ny. Dita
Afrian.
Keduanya mengunjungi langsung rumah seorang anak
penyandang disabilitas di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten
Bojonegoro, Kamis (15/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres
Bojonegoro bersama rombongan menyerahkan bingkisan serta tali asih
kepada Ainur Riza sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada
yang bersangkutan beserta keluarganya.
Kapolres Bojonegoro
mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap
masyarakat, khususnya anak-anak dengan keterbatasan fisik yang tetap
memiliki semangat untuk menjalani kehidupan dan pendidikan.
Menurutnya,
bantuan yang diberikan diharapkan mampu menambah motivasi Ainur Riza
untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita, meski dihadapkan pada
berbagai keterbatasan.
AKBP Afrian juga menyampaikan pesan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menjadi inspirasi
dalam kegiatan sosial tersebut.
Pesan itu menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama, meskipun dimulai dari hal kecil.
“Kalau
tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak
bisa membantu beberapa orang, bantulah satu orang,” ujar AKBP Afrian
menirukan pesan Presiden.
Ia menambahkan, nilai kepedulian sosial
tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam bahwa sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
Lebih lanjut, Kapolres
Bojonegoro berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat
nyata serta sedikit meringankan beban keluarga.
“Ini juga sebagai bentuk kehadiran Polri dan Bhayangkari di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Diketahui,
Ainur Riza (17) merupakan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk,
Kabupaten Bojonegoro. Ia adalah anak dari almarhum Muslih dan Siti
Alimah.
Saat ini, Ainur Riza tercatat sebagai siswa kelas X di
SLB Negeri Sumbang Bojonegoro. Sepulang sekolah, ia turut membantu
ibunya dengan bekerja membersihkan gagang tembakau di gudang tembakau
belakang rumahnya serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga demi
meringankan beban keluarga.(*)
Gerakan Indonesia ASRI : Polres Probolinggo Gelar Aksi Penghijauan Pulihkan Lahan Kritis
PROBOLINGGO
- Polres Probolinggo Polda Jawa Timur terus menggelorakan gerakan
Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik,Indah) sebagai wujud kepedulian
terhadap lingkungan.
Kali ini, Kapolres Probolinggo, AKBP
M.Wahyudin Latif bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo serta
Bhayangkari Cabang Probolinggo melaksanakan kegiatan penanaman pohon
untuk pemulihan lahan kritis di Kecamatan Kraksaan.
"Kegiatan ini
menjadi wujud nyata komitmen Polres Probolinggo dalam menjaga
kelestarian lingkungan sekaligus sebagai langkah strategis mengatasi
kerusakan lahan yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis," ungkap
AKBP Latif, Kamis (16/4/26).
Penanaman pohon diawali secara
simbolis oleh Kapolres Probolinggo, kemudian diikuti oleh para PJU dan
anggota Bhayangkari dengan penuh semangat dan kebersamaan.
AKBP
M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa kegiatan penghijauan tidak boleh
hanya bersifat seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan
yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Penanaman pohon ini
bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi harus menjadi komitmen bersama
untuk mewujudkan program pemerintah yaitu Indonesia ASRI," terang AKBP
Latif.
Kapolres Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat
untuk memastikan bahwa lahan-lahan kritis yang ada dapat kembali hijau
dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
AKBP Latif juga menekankan pentingnya peran anggota Polri sebagai pelopor dalam menjaga lingkungan.
“Saya
mengajak seluruh personel untuk menjadi contoh di tengah masyarakat.
Mulai dari hal kecil, seperti merawat tanaman yang sudah ditanam hari
ini. Jangan sampai setelah ditanam, kemudian dibiarkan begitu saja,”
imbuh AKBP Latif.
AKBP Latif mengingatkan bahwa upaya pelestarian
lingkungan memiliki dampak langsung terhadap keamanan dan kesejahteraan
masyarakat.
“Lingkungan yang terjaga akan meminimalisir potensi
bencana seperti banjir dan tanah longsor. Ini bagian dari tugas kita
juga dalam menjaga kamtibmas secara luas,” kata AKBP Latif.
Sementara
itu, Ketua Bhayangkari Cabang Probolinggo menyampaikan dukungan penuh
terhadap kegiatan tersebut dan menegaskan kesiapan Bhayangkari untuk
terus berperan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Penanaman
pohon di TK Bhayangkari Kraksaan diharapkan dapat menjadi sarana
edukasi bagi anak-anak sejak dini tentang pentingnya mencintai
lingkungan.
"Selain di TK Bhayangkari, kami juga melakukan
penanaman pohon di Rumah Dinas Sumberlele Kraksaan, penghijauan
dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri, sehat, dan
nyaman," pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh
antusiasme, serta diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk
komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. (*)
Polres Lamongan Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Lewat “Sabuk Kamtibmas”
LAMONGAN – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri
dan masyarakat, Polres Lamongan Polda Jatim menggelar kegiatan
silaturahmi dan halal bihalal bertajuk “Sabuk Kamtibmas” yang diikuti
ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat termasuk perguruan
silat, di Halaman Mapolres Lamongan, Kamis (16/4/26).
Kegiatan
dihadiri langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman
didampingi Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K., para
Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan dan para Kapolsek jajaran.
Dalam
sambutannya, Kapolres Lamongan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi
wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan Polri dengan
masyarakat.
“Pada kesempatan ini, kami berinisiatif mengadakan
kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi, sekaligus untuk lebih dekat dan
menyapa masyarakat secara langsung,” ujarnya di hadapan ratusan warga
yang hadir.
Ia juga menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya
sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, namun juga bagian dari
masyarakat itu sendiri.
“Kami menyadari bahwa tugas kami sebagai
anggota Polri adalah melayani dan melindungi masyarakat. Namun pada
dasarnya, ketika kami juga sama seperti panjenengan semua bagian dari
keluarga besar masyarakat, yang hidup berdampingan sebagai tetangga,”
ungkapnya.
Kapolres Lamongan mengajak seluruh elemen masyarakat
untuk terus menjaga hubungan yang baik, memperkuat kebersamaan, serta
meningkatkan kepedulian sosial demi terciptanya situasi kamtibmas yang
kondusif.
Selain itu, AKBP Arif juga mengimbau masyarakat agar
tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan atau
mengalami gangguan kamtibmas, karena petugas siap merespons dengan
cepat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjadi ‘sabuk
kamtibmas’ yang mengikat erat kekompakan dan persaudaraan di tengah
masyarakat,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi
diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, sebelum akhirnya
ditutup dengan kegiatan foto bersama.
Kegiatan silaturahmi dan
halal bihalal “Sabuk Kamtibmas” Polres Lamongan ini menunjukkan
terjalinnya hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
Pesan
Kapolres yang menekankan kedekatan, pelayanan, serta kesetaraan sebagai
bagian dari masyarakat diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif
warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ajakan untuk
memanfaatkan layanan 110 juga memperkuat sistem deteksi dini serta
respons cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Dengan
demikian, stabilitas keamanan wilayah dapat terus terjaga secara
kondusif melalui sinergi yang solid antara Polri dan masyarakat. (*)
Optimalisasi Penegakan Hukum Digital, Dakgar Handheld Polda Metro Jaya Jaring 60 Pelanggar
Jakarta,
15 April 2026 — Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda
Metro Jaya bersama Satuan Lalu Lintas jajaran terus mengintensifkan
kegiatan penegakan hukum lalu lintas (dakgar) berbasis teknologi melalui
penggunaan perangkat handheld, Rabu (15/4).
Kegiatan ini
dilaksanakan di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kepadatan arus lalu
lintas, di antaranya Jalan DR Saharjo Jakarta Selatan, Jalan Yos
Sudarso, serta kawasan Kolong Tomang. Pemilihan lokasi tersebut
didasarkan pada hasil analisis kerawanan pelanggaran serta tingkat
mobilitas kendaraan yang tinggi.
Operasi penindakan dipimpin oleh
AKP Bambang Kristiawan selaku perwira pengendali di lapangan, dengan
melibatkan personel Subdit Gakkum dan Satlantas jajaran yang telah
dibekali kemampuan teknis penggunaan perangkat handheld. Perangkat ini
digunakan untuk melakukan capture data pelanggaran secara langsung,
sekaligus validasi berbasis sistem yang terintegrasi dengan database
kendaraan dan identitas pelanggar.
Kegiatan ini merupakan
implementasi dari atensi dan arahan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs.
Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum. serta Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen
Pol Faizal, S.I.K., M.H. dalam rangka memperkuat transformasi digital
Polri, khususnya di bidang penegakan hukum lalu lintas. Pendekatan
berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan akurasi penindakan,
meminimalisir potensi kesalahan administrasi, serta mendorong
transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penilangan.
Dalam
pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan penindakan terhadap
pelanggar, tetapi juga memberikan imbauan secara humanis kepada
masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas demi
keselamatan bersama. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya preventif
dan edukatif yang berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Berdasarkan
hasil kegiatan, tercatat sebanyak 60 pelanggaran berhasil di-capture
dan divalidasi menggunakan perangkat handheld. Seluruh data pelanggaran
tersebut selanjutnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku dalam sistem
penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik.
Dirlantas Polda
Metro Jaya Kombes Pol Komarudin, S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa
kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan disiplin
berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sekaligus mendukung
kebijakan Korlantas Polri dalam mewujudkan sistem lalu lintas yang
modern dan berkeselamatan.
“Melalui pemanfaatan teknologi
handheld, diharapkan proses penindakan dapat berjalan lebih efektif,
efisien, dan profesional, serta mampu memberikan efek jera kepada para
pelanggar,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan
aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respons positif dari
masyarakat yang mulai memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu
lintas di jalan raya.
Kapolres Ngawi Tekankan Transparansi Dana BOSP Saat MKKS SMP
Ngawi – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Sekolah
bagi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten
Ngawi Tahun 2026 resmi digelar di Hotel Nata Azana Ngawi.
Dalam
kegiatan tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K.,
M.Si., memberikan pembekalan hukum terkait pengelolaan dana pendidikan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko.
Pentingnya
peningkatan kapasitas kepala sekolah di tengah dinamika perkembangan
kurikulum dan teknologi pendidikan, serta mendorong peran MKKS sebagai
wadah kolaborasi untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Ngawi.
Ketua
MKKS SMP Negeri Ngawi, Purwanto, menyampaikan bahwa bimtek ini menjadi
langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi manajerial kepala
sekolah, tidak hanya dalam aspek administrasi, tetapi juga kepemimpinan
dan inovasi dalam membangun budaya sekolah berprestasi.
Kapolres
Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama memberikan materi penting terkait
pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Dalam
pemaparannya, ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas
merupakan kunci utama dalam pengelolaan anggaran pendidikan guna
mencegah potensi penyimpangan hukum.
“Pengelolaan dana BOSP harus
dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Setiap
penggunaan anggaran wajib sesuai dengan petunjuk teknis agar terhindar
dari pelanggaran hukum,” tegasnya, saat dihubungi media, pada Jumat
(17/4/2026)
Kapolres juga mengingatkan sejumlah potensi
pelanggaran yang kerap terjadi, seperti penggunaan dana tidak sesuai
rencana, laporan fiktif, hingga praktik mark-up anggaran.
Ia menegaskan bahwa setiap bentuk penyimpangan dapat berujung pada sanksi administratif hingga proses hukum.
Kehadiran
Kapolres sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan pemahaman hukum
yang komprehensif kepada para kepala sekolah, sehingga pengelolaan dana
BOSP dapat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Pemerintah
Kabupaten Ngawi berharap hasil bimtek ini dapat diimplementasikan
secara nyata demi mewujudkan sekolah yang unggul, profesional, dan
berintegritas.
Polres Ngawi Aktifkan Satkamling, Keamanan Warga Kasreman Makin Kondusif
Ngawi
— Upaya menjaga keamanan lingkungan terus digencarkan jajaran
kepolisian. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan Satuan Keamanan
Lingkungan (Satkamling) yang dilaksanakan Kapolsubsektor Kasreman di
wilayah hukumnya.
Kegiatan pembinaan tersebut berlangsung di
Poskamling Desa Karangmalang dengan tujuan meningkatkan peran aktif
masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas).
Kapolres
Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui
Kapolsubsektor Kasreman IPTU Taufik Kasana, S.H., menyampaikan bahwa
keberadaan Satkamling merupakan garda terdepan dalam menciptakan situasi
yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
“Melalui pembinaan
ini, kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta
memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian guna mencegah potensi
gangguan kamtibmas,” ujarnya pada Jumat (17/1/2026).
Dari hasil
kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsubsektor Kasreman
terpantau aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib,
lancar, serta anggota yang bertugas tetap mengedepankan kewaspadaan.
Dengan
adanya pembinaan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga
keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta suasana yang
nyaman dan harmonis di wilayah Kasreman.