Ad 728x90

Sunday, September 6, 2026

Polres Ngawi Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandean

Polres Ngawi Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandean

 



 NGAWI — Kepedulian Polres Ngawi terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih terus diwujudkan. Kali ini, Unit Pidsus Satreskrim Polres Ngawi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga Dusun Ngrebeng, Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan di Masjid Baitul Rohman dan Mushola Al Hidayah mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Karanganyar turut hadir melakukan pendampingan untuk memastikan proses penyaluran berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Tiga personel Polsek Karanganyar yang terlibat yakni Aiptu Teguh Wido Pramono selaku KSPKT, Bripka Abi Aryanto selaku Bhabinkamtibmas, serta Brig Bryan Dimas.

Sebanyak satu tangki air bersih berkapasitas 10.000 liter berhasil disalurkan kepada warga Dusun Ngrebeng yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi berdampak pada ketersediaan air bersih.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Karanganyar AKP Basuki Rahmad, S.H., menyampaikan bahwa kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan membantu masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dan persoalan sosial.

“Polri akan terus hadir dan berupaya membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak musim kemarau. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan penyaluran air bersih berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi dan kepedulian Polres Ngawi bersama masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

 Polsek Kedunggalar dan BPBD Ngawi Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang, Arus Ngawi-Solo Kembali Lancar

Polsek Kedunggalar dan BPBD Ngawi Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang, Arus Ngawi-Solo Kembali Lancar

 




NGAWI — Cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Sabtu (5/9/2026) malam.


Merespons kejadian tersebut, anggota Polsek Kedunggalar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi bergerak cepat melakukan pengamanan sekaligus evakuasi pohon yang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.


Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., bersama personel Aipda M. Suanto dan Aipda Danang E.P. Evakuasi dilakukan mulai sekitar pukul 19.30 WIB hingga selesai.


Petugas terlebih dahulu melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta mengatur arus kendaraan yang melintas. Selanjutnya, bersama petugas BPBD Ngawi, pohon tumbang dievakuasi dari badan jalan.


Berkat respons cepat dan sinergi petugas, pohon berhasil dievakuasi sehingga arus lalu lintas di jalur Ngawi–Solo kembali lancar. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi aman, tertib dan kondusif.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., mengatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus memastikan aktivitas warga tetap berjalan dengan lancar.


“Begitu mendapat informasi adanya pohon tumbang yang mengganggu jalan, anggota langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan BPBD untuk melakukan evakuasi. Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama ketika cuaca kurang bersahabat,” ujar AKP Karno.


Ia menambahkan, sinergi antara Polri, BPBD dan masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kejadian di lapangan, sehingga setiap gangguan dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.


Polri hadir, bergerak cepat, dan memastikan keselamatan serta kelancaran masyarakat menjadi prioritas.

Saturday, September 5, 2026

 Cegah Kecelakaan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Ramp Check Bus Peziarah di Sunan Ampel

Cegah Kecelakaan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Ramp Check Bus Peziarah di Sunan Ampel




SURABAYA - Upaya mencegah kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penertiban pengendara, tetapi juga dengan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. 

Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggelar pemeriksaan kendaraan atau ramp check di area parkir Wisata Religi Sunan Ampel, Jumat (4/9/2026) pagi.

Pemeriksaan menyasar bus dan kendaraan angkutan umum yang terparkir di lokasi tersebut. Petugas gabungan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan serta kondisi teknis bus yang digunakan untuk mengangkut para peziarah.

Sejumlah komponen keselamatan turut diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga perangkat pendukung keselamatan lainnya.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Sayfudin Rodji mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi kendaraan yang kurang prima,” kata AKP Imam.

Ia mengingatkan seluruh pengelola dan pengemudi angkutan umum agar selalu melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan beroperasi. 

"Pengecekan tersebut mencakup aspek teknis keselamatan maupun kelengkapan administrasi kendaraan,karena hal itu sangat penting, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh,"
 tambah AKP Imam.

Tidak hanya memeriksa kendaraan, petugas juga mengecek kondisi sopir dan kernet bus. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan, kadar alkohol, serta penggunaan narkotika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sopir dan kernet yang menjalani tes dinyatakan dalam kondisi baik. Hasil tes alkohol dan narkotika juga menunjukkan hasil nihil atau negatif.

“Seluruh hasil tes alkohol dan narkotika dinyatakan negatif. Kami juga mengingatkan para sopir agar menjaga kondisi tubuh dan tetap berkonsentrasi selama berkendara,” pungkasnya. (*)


 Polri Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 113 Orang Jadi Tersangka

Polri Tindak Tegas Pelaku Karhutla, 113 Orang Jadi Tersangka




JAKARTA - Polri terus memperkuat penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 4 September 2026, Polri telah menangani sebanyak 169 laporan polisi dengan luas areal terbakar mencapai 4.741,8915 hektare dan menetapkan 113 orang sebagai tersangka.

Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol. Pipit Subiyanto mengatakan, para tersangka yang telah ditetapkan hingga saat ini didominasi oleh perorangan yang melakukan pembakaran di lahan miliknya sendiri, antara lain dengan motif membuka lahan.

“Dari hasil penanganan perkara yang kami lakukan, tersangka sejauh ini didominasi perorangan. Mereka melakukan pembakaran di lahan yang berada di sekitar atau merupakan miliknya sendiri, salah satunya dengan motif untuk membuka lahan,” ujar Pipit dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Pipit menjelaskan, penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan di masing-masing wilayah. Polda Riau menjadi wilayah dengan jumlah tersangka terbanyak, yakni 42 orang, disusul Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Tengah masing-masing 20 orang. Selanjutnya Polda Kalimantan Timur 13 orang, Polda Jambi 8 orang, Polda Kalimantan Barat 7 orang, dan Polda Kalimantan Selatan 3 orang.

“Ini terus kami dalami. Apabila dalam proses penyelidikan maupun penyidikan ditemukan adanya keterlibatan korporasi, tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Pipit.

Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk mencegah karhutla sekaligus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan pembakaran secara melawan hukum.

“Polri tidak hanya melakukan pemadaman dan penanganan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memastikan aspek penegakan hukum berjalan. Setiap informasi dan temuan terkait dugaan tindak pidana karhutla akan ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Trunoyudo menegaskan, Polri terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Penegakan hukum dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan pembakaran hutan dan lahan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Polri mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tuturnya.

Berdasarkan data pada periode 1 Januari sampai 4 September 2026, dari 169 laporan polisi, sebanyak 55 perkara masih dalam tahap penyelidikan dan 79 perkara dalam tahap penyidikan. 

Dari keseluruhan penanganan tersebut, Polda Riau mencatat luas areal terbakar terbesar yakni 2.112,25 hektare, disusul Polda Kalimantan Barat 1.696,3 hektare dan Polda Lampung 637,4 hektare.

Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.

 Follow Up Pasien, Tim Kesehatan Korbrimob Pastikan Kondisi Warga Terdampak Gempa Terpantau

Follow Up Pasien, Tim Kesehatan Korbrimob Pastikan Kondisi Warga Terdampak Gempa Terpantau



Manggarai, NTT — Tim Kesehatan Korbrimob terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi pasien secara berkala di Pos Kesehatan Barangkolong, Kecamatan Reo.

Pada Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WITA, Tim Kesehatan Korbrimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan melaksanakan kegiatan follow up terhadap pasien yang sebelumnya telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Barangkolong.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan pasien tetap terpantau sekaligus menentukan tindak lanjut medis yang diperlukan.

Pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di tengah situasi pascabencana. Selain memberikan penanganan awal, tim kesehatan juga memastikan masyarakat memperoleh pendampingan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kehadiran Tim Kesehatan Korbrimob di Pos Kesehatan Barangkolong merupakan wujud komitmen dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat.

Melalui pelayanan yang berkelanjutan, Korbrimob berupaya hadir tidak hanya pada saat kondisi darurat, tetapi juga dalam setiap tahapan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai.

 Polres Probolinggo Gandeng Masyarakat Adat Tengger Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bromo

Polres Probolinggo Gandeng Masyarakat Adat Tengger Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bromo



PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jawa Timur memperkuat sinergi dengan masyarakat adat Tengger dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo dan dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo Polda Jatim sebagai wadah dialog interaktif pada Jumat, (4/9/2026).

Selain membahas kelestarian lingkungan Bromo, pertemuan tersebut juga mengulas antisipasi penyakit masyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), minuman beralkohol, hingga keamanan di kawasan wisata Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, melalui Kasat Intelkam AKP Hartanto, men
yampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat akar rumput.

“Melalui silaturahmi dan dialog ini, kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat Tengger. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKP Hartanto.

Mengingat Kecamatan Sukapura merupakan kawasan penyangga Gunung Bromo, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian khusus. 

Kapolsek Sukapura, Iptu D.J. Setyo, menegaskan pihaknya terus mengedepankan langkah preventif kepada warga setempat maupun wisatawan.

“Khusus terkait karhutla di kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya, kami mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan imbauan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. Jika melihat potensi kebakaran, kami meminta warga segera melapor ke petugas agar bisa ditangani sedini mungkin,” kata Iptu D.J. Setyo.

Selain isu lingkungan, ancaman narkoba dan judi online juga menjadi poin penting dalam sosialisasi tersebut. Kasat Resnarkoba Iptu Darmawan menekankan pentingnya benteng pertahanan dari tingkat keluarga dan desa.

“Pencegahan narkoba butuh peran bersama. Kami dari kepolisian siap berkolaborasi dalam edukasi, bahkan siap memfasilitasi pemeriksaan urine sebagai langkah deteksi dini di tingkat desa,” sebut Iptu Darmawan.

Di sisi penegakan hukum, Kasat Reskrim AKP I Made Kembar Mertadana memberikan apresiasi tinggi kepada warga Sukapura yang selama ini berhasil menjaga wilayahnya tetap kondusif. 

Terkait penyakit masyarakat seperti judi online dan miras, pihak Satreskrim tetap mengutamakan pembinaan dan edukasi hukum.

Sementara itu, Kasat Pam Obvit AKP Merdhania Pravita Shanty mengingatkan kembali bahwa Gunung Bromo memiliki nilai spiritual dan ekonomi yang tinggi bagi warga lokal, sehingga wajib dijaga bersama secara humanis.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat Tengger. Mari kita sama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkas AKP Vita. (*)

 Kasus Narkoba Turun, Polres Madiun Kota Tegaskan Tetap Maksimalkan Pengawasan dan Pencegahan

Kasus Narkoba Turun, Polres Madiun Kota Tegaskan Tetap Maksimalkan Pengawasan dan Pencegahan





KOTA MADIUN – Polres Madiun Kota Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk tidak mengendurkan pengawasan dan pemberantasan narkotika, meskipun angka kasus peredaran barang haram tersebut di wilayah hukum Madiun Kota mencatatkan tren penurunan.

Guna memperkuat benteng pertahanan di tingkat akar rumput, Polres Madiun Kota Polda Jatim juga menggandeng Pemerintah Kota Madiun dan elemen pemuda, memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan Desa/Kelurahan Bebas Narkoba.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama W.P., menyatakan bahwa penurunan angka kasus narkoba di wilayahnya tidak boleh membuat semua pihak bersikap abai. 

AKBP Rizki menekankan, keberhasilan menekan angka kriminalitas ini justru harus menjadi momentum untuk mengintensifkan pencegahan sejak dini.

"Angka kasus narkoba di wilayah hukum kami memang mengalami penurunan, namun kita sama sekali tidak boleh lengah. Justru saat ini kita harus bergerak lebih masif untuk mendorong upaya pencegahan," ujar AKBP Rizki, Sabtu (5/9/2026).

Menurut AKBP Rizki, salah satu kunci untuk menekan peredaran narkoba adalah dengan merangkul generasi muda agar aktif mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang positif, inovatif, dan produktif.

AKBP Rizki menambahkan, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh pihak penegak hukum sendirian. Diperlukan sinergi yang solid dan berkesinambungan antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, hingga ketahanan lingkungan keluarga. 

Melalui sosialisasi diharapkan kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya laten narkoba semakin meningkat, sehingga kelurahan yang bersih dari narkoba (Bersinar) dapat terwujud nyata.

Langkah preventif ini sekaligus mempertegas komitmen jajaran Polres Madiun Kota Polda Jatim beserta seluruh Polsek jajaran untuk terus mengoptimalkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

"Polres Madiun Kota berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional demi kenyamanan warga Kota Madiun," pungkas AKBP Rizki. (*)

 Polres Bojonegoro Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kemarau

Polres Bojonegoro Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kemarau



BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim menyalurkan bantuan 25.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang terdampak musim kemarau panjang. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah menurunnya debit sumber air.

Kapolres Bojonegoro,AKBP Yenni Diarty melalui Ka SPKT Polres Bojonegoro Iptu Rahmad Abdul Basuki yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, air bersih disalurkan langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Iptu Rahmad, Desa Kumpulrejo menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena mengalami penurunan debit sumber air secara drastis. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia menegaskan Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan dan bantuan.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Polri akan terus hadir dan berupaya memberikan pelayanan serta membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi kemarau seperti saat ini,” ujar Iptu Rahmad kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Iptu Rahmad mengungkapkan, kepedulian dan sinergi seluruh pihak sangat diperlukan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kumpulrejo, Sumiati, menyampaikan terima kasih kepada Polres Bojonegoro atas bantuan yang diberikan. 

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat berkurangnya debit sumber air.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Bojonegoro atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga,” ungkap Sumiati. (*)


 Cegah Karhutla, Sat Binmas Polres Ngawi Perkuat Pembinaan di Kawasan Perhutani

Cegah Karhutla, Sat Binmas Polres Ngawi Perkuat Pembinaan di Kawasan Perhutani




NGAWI — Polres Ngawi terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau. Salah satunya dilakukan Sat Binmas Polres Ngawi melalui kegiatan pembinaan dan koordinasi pengawasan di Pos 12 Beo RPH Krandegan, BKPH Begal, KPH Ngawi.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas melaksanakan koordinasi dan pengawasan pembinaan (korwasbin) dengan jajaran Perhutani di Pos 12 Beo. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada warga masyarakat di sekitar kawasan Perhutani mengenai bahaya dan potensi meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Musim kemarau membuat kondisi hutan dan lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, sekecil apa pun, karena api dapat dengan cepat membesar dan merembet ke kawasan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, pengawasan dan sinergi antara kepolisian, Perhutani serta masyarakat.

“Kami terus mengedepankan upaya preventif. Jika menemukan adanya potensi kebakaran atau aktivitas yang dapat memicu karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya,  Sabtu (5/9/2026)

Kegiatan pembinaan dan koordinasi tersebut berlangsung aman dan lancar. Sat Binmas Polres Ngawi memastikan upaya edukasi serta pencegahan karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari menjaga keamanan lingkungan dan kelestarian kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi.


 Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Pohon Kepuh Nyaris Roboh ke Jalan Langsung Dievakuasi

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Pohon Kepuh Nyaris Roboh ke Jalan Langsung Dievakuasi



NGAWI — Laporan masyarakat terkait pohon yang nyaris roboh ke jalan langsung direspons cepat jajaran Polsek Geneng, Polres Ngawi.

Petugas bersama tim Rescue Kecamatan Geneng dan BPBD Kabupaten Ngawi turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan hingga pemotongan pohon demi keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Kedungglagah–Kwadungan, tepatnya di Dusun Kedungglagah, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Awalnya, SPKT Polsek Geneng menerima laporan masyarakat mengenai pohon Kepuh yang kondisinya sudah condong ke arah jalan dan berpotensi roboh. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh terbakarnya bagian pangkal pohon.

Mendapat laporan tersebut, petugas piket Polsek Geneng segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan langkah pengamanan. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Rescue Kecamatan Geneng dan BPBD Kabupaten Ngawi untuk melakukan pemotongan pohon.

Selama proses penanganan berlangsung, anggota kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan pengguna jalan tetap aman.
Hasil pengecekan di lokasi, pohon Kepuh tersebut berada di pinggir jalan milik PU. Bagian pangkal pohon ditemukan dalam kondisi terbakar dan diduga sengaja dibakar oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

"Begitu menerima laporan adanya pohon yang hampir roboh ke jalan, anggota langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Rescue Kecamatan Geneng serta BPBD Kabupaten Ngawi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan para pengguna jalan," ujar Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo, S.H., mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si.

Menurutnya, kondisi pohon cukup membahayakan karena sebagian pangkalnya telah terbakar dan mengering. Jika tidak segera ditangani, pohon tersebut berpotensi tumbang ke badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengapresiasi informasi cepat dari masyarakat sehingga potensi bahaya dapat segera ditangani sebelum menimbulkan korban," jelasnya.

Dalam penanganan tersebut, sebanyak sembilan personel diterjunkan, terdiri dari dua personel Polsek Geneng, empat personel Rescue Kecamatan Geneng, dan tiga personel BPBD Kabupaten Ngawi.

Setelah dilakukan pemotongan dan evakuasi, kondisi di sekitar lokasi kembali aman dan arus lalu lintas dapat berjalan dengan normal. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Polsek Geneng masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembakaran pada bagian pangkal pohon.

"Kami akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pembakaran tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orang lain maupun lingkungan. Jika menemukan pohon yang rawan tumbang atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada kepolisian," pungkas IPTU Harli.

Respons cepat tersebut menjadi wujud komitmen Polres Ngawi dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.


 Polresta Sidoarjo dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Santri Ponpes Manbaul Hikam

Polresta Sidoarjo dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Santri Ponpes Manbaul Hikam




SIDOARJO – Kepedulian terhadap ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, terus mengalir. Pascainsiden dugaan keracunan massal, personel Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama elemen masyarakat menggelar aksi religi berupa doa bersama untuk kesembuhan para santri.

Aksi solidaritas doa bersama tersebut dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al Ikhlas Mako Polresta Sidoarjo sesaat setelah pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, pada Jumat (4/9/2026). 

Prosesi doa dipimpin langsung oleh Ustaz H.M. Luqman Hakim dan diikuti oleh seluruh personel kepolisian serta masyarakat yang hadir sebagai jamaah Shalat Jumat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing mengajak masyarakat untuk menyatukan hati demi kesembuhan para santri yang kini tengah menjalani perawatan intensif dan berharap para santri bisa segera pulih dan kembali menuntut ilmu seperti sediakala.

Selain memohon kesembuhan, Kombes Pol. Christian Tobing juga berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. 

Ia turut mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan seluruh penanganan medis maupun investigasi permasalahan ini kepada pihak berwenang.

“Marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita, para santri yang sedang sakit, agar segera diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga peristiwa seperti ini tidak kembali terulang,” ajak Kombes Pol. Christian Tobing

Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata dari empati, kepedulian, dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat di tengah situasi prihatin.

Menurut Kombes Pol. Christian Tobing, doa ini dipanjatkan agar keselamatan senantiasa menaungi warga Sidoarjo, terkhusus bagi keluarga besar Ponpes Manbaul Hikam yang saat ini fokus dalam masa pemulihan kesehatan.

“Doa bersama ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dan bagi para santri serta keluarga Ponpes Manbaul Hikam, semoga segera diberikan kesehatan sehingga aktivitas belajar dan mengajar dapat kembali berjalan normal,” ungkap Kombes Pol. Christian Tobing.

Melalui sinergi penanganan medis yang cepat di lapangan serta dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kondisi para santri terdampak dapat segera membaik. 

Kapolresta Sidoarjo juga berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. (*)


 Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Tembus Medan Ekstrem, Karhutla di Lereng Ijen Berhasil Dipadamkan

Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Tembus Medan Ekstrem, Karhutla di Lereng Ijen Berhasil Dipadamkan




BONDOWOSO – Perjuangan tak kenal lelah ditunjukkan oleh tim gabungan di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M.

Menembus medan yang ekstrem dan kepungan angin kencang, personel gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (4/9/2026).

Kebakaran yang sempat mengancam vegetasi hijau di lereng Ijen tersebut langsung direspons secara kilat. Begitu kepulan asap terdeteksi, Kapolres Bondowoso bersama jajaran dari Polres Bondowoso Polda Jatim serta pihak Perhutani langsung bergerak menuju titik koordinat api untuk melakukan lokalisir secara manual.

Tantangan di lapangan terbilang berat. Selain bentang alam yang terjal dan jurang yang curam, hembusan angin kencang khas pegunungan terus meniup material kering sehingga membuat api sempat melompat ke beberapa titik baru. 

Bermodalkan peralatan pemadaman manual (gepyok) dan pasokan air seadanya, seluruh personel bahu-membahu menyisir semak-semak yang membara demi menyelamatkan kawasan hutan yang lebih luas.

"Ini adalah wujud nyata dari soliditas dan sinergitas Polri bersama instansi lintas sektor dan masyarakat sekitar. Fokus utama kami adalah keselamatan ekosistem dan memastikan kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas warga maupun pariwisata. Kami pastikan pergerakan api terkunci," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo di tengah pekatnya asap di lokasi.

Kapolres Bondowoso itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang berada di garda terdepan. Menurutnya, dedikasi para personel yang tetap bertahan melumpuhkan api di bawah terik matahari dan ancaman bahaya struktural patut diacungi jempol.

Mengingat kondisi cuaca kering akibat musim kemarau yang ekstrem, AKBP Aryo mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan di area hutan.

"Kondisi alam saat ini sangat rentan. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera hubungi Polsek, Koramil, atau pos Perhutani terdekat. Kecepatan laporan adalah kunci pencegahan bencana yang lebih besar. Mari kita jaga bersama hutan Ijen ini," tegasnya.

Memasuki Jumat sore, kobaran api utama dipastikan telah padam. Kendati demikian, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. 

Petugas masih disiagakan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) secara intensif guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi menyala kembali. Saat ini, situasi di kawasan Jampit Ijen dilaporkan telah sepenuhnya aman dan kondusif. (*)


 Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api




MAMASA — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026). Kobaran api menghanguskan area seluas kurang lebih lima hektare yang terdiri dari kebun milik warga serta vegetasi hutan non-produktif di sekitar bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga setempat dilaporkan mengalami kerugian setelah sejumlah tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim.

Upaya tersebut membuahkan hasil dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara yang masih terdapat di lokasi kembali memicu kebakaran setelah ditiup angin kencang.

Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan bahwa api mulai membesar dan merambat ke area lainnya. Menyikapi laporan tersebut, Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa pada pukul 13.30 WITA. Tidak lama berselang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan.

Melalui kerja sama lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio, S.Tr.K., M.H., menjelaskan kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat meluas.

Selain itu, medan lokasi yang cukup sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam sempat menjadi kendala bagi petugas dalam menjinakkan api.

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga turut terdampak. Sejumlah tanaman seperti alpukat, durian, dan nanas dilaporkan hangus dilalap api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, api dapat dipicu oleh kelalaian manusia, termasuk kemungkinan adanya pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar AKBP Ariantony.

Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, serta kebun dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Friday, September 4, 2026

 Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

 




BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.

Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.

Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.

Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.

Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.

Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," lanjutnya.

Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.

Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.

Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.

"Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi," katanya.

Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan," ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

"Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla," katanya.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.

Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

 Dukungan Logistik Terus Mengalir, Satgas SAR Korbrimob Terima Bantuan Terpal di Reo

Dukungan Logistik Terus Mengalir, Satgas SAR Korbrimob Terima Bantuan Terpal di Reo

 




MANGGARAI, NTT — Dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana terus mengalir. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, bantuan terpal disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jumat (4/9/2026) pukul 09.30 WITA, sebanyak delapan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pegawai Kecamatan Reo menerima bantuan terpal dari Pegadaian di Posko Logistik Kecamatan Reo.

Penerimaan bantuan tersebut dipimpin Briptu Naufal. Bantuan terpal selanjutnya menjadi bagian dari dukungan logistik yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama sebagai perlengkapan perlindungan sementara.

Keterlibatan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pemerintah kecamatan dalam penerimaan bantuan menunjukkan pentingnya sinergi dalam penanganan dampak bencana. Koordinasi antara petugas di lapangan dan unsur pemerintah terus dilakukan agar bantuan yang datang dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bantuan dari berbagai pihak juga menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Satgas SAR Korps Brimob terus hadir bersama unsur terkait untuk mendukung penanganan bencana dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas.

 Polres Jember Bentengi Generasi Muda Rangkul KIPAN Putus Rantai Peredaran Narkoba

Polres Jember Bentengi Generasi Muda Rangkul KIPAN Putus Rantai Peredaran Narkoba

 




JEMBER – Polres Jember Polda Jatim terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus membangun generasi muda yang sehat. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan organisasi kepemudaan yang fokus pada gerakan antinarkoba.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Kapolres Jember, AKBP Alaiddin, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Kader Inti Pemuda
Anti Narkoba (KIPAN) Jember, M. Daniel Akbar, bersama jajaran pengurus di Mako Polres Jember, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi. 

Kedua pihak sepakat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z di Kabupaten Jember.

Kapolres Jember menyambut baik peran aktif KIPAN yang konsisten mengajak anak muda menjauhi barang haram tersebut demi membangun lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum.

"Pemberantasan narkoba tidak cukup dengan penindakan hukum saja. Edukasi, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredarannya," ujar AKBP Alaiddin.

Melalui sinergi antara kepolisian dan KIPAN, ke depan diharapkan bakal lahir lebih banyak program positif, edukatif, dan inspiratif yang menyasar sekolah maupun komunitas pemuda di Jember.

Kolaborasi ini membawa semangat bersama yang tertuang dalam jargon penyelamatan masa depan bangsa: “Bersama Lawan Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa.” (*)


 Polres Gresik Peduli, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga 3 Desa di Balongpanggang

Polres Gresik Peduli, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga 3 Desa di Balongpanggang





GRESIK – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga terdampak musim kemarau, Polres Gresik Polda Jatim menggelar aksi sosial bertajuk "Polres Gresik Peduli", dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (3/9/2026).

Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pagi hari ini menyasar tiga desa yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Ketiga wilayah tersebut adalah Desa Wahas, Desa Ganggang, dan Desa Pacuh. 

Di lokasi, para personel kepolisian turun langsung menyapa warga sekaligus mendistribusikan air bersih ke wadah-wadah penampungan milik masyarakat.

Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas. 

Personel gabungan dari Anggota Kamsel Satlantas, Bhabinkamtibmas Polsek Balongpanggang, hingga Anggota Turjawali Satlantas Polres Gresik tampak bahu-membahu di lapangan membantu warga.

Di tempat terpisah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih saat puncak musim kemarau.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung bagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau saat ini," ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Ia menambahkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda. Melalui aksi tanggap darurat ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap pasokan air tersebut bisa memenuhi kebutuhan domestik harian warga.

"Kami berharap bantuan ini mencukupi kebutuhan harian warga, baik untuk memasak, minum, maupun keperluan rumah tangga lainnya. Polres Gresik berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun," pungkas AKBP Ramadhan Nasution.

Kedatangan armada tangki air bersih dari Polres Gresik Polda Jatim ini disambut antusias oleh warga di ketiga desa tersebut. Warga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap perhatian serupa terus berlanjut hingga pasokan air di wilayah mereka kembali normal. (*)

 Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung



JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.

Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.

“Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).

Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.

Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.

Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.

Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.

Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.

“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.

Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.



 Sertijab Wakapolres Ngawi: Kompol Rizki ke Gresik, Kompol Haris Datang dari Sumenep

Sertijab Wakapolres Ngawi: Kompol Rizki ke Gresik, Kompol Haris Datang dari Sumenep

 





NGAWI — Polres Ngawi Polda Jatim kembali melakukan penyegaran organisasi. Jabatan Wakapolres Ngawi resmi berganti dari Kompol Rizki Santoso, S.I.K. kepada Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K.

Serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M
.Si. di Gedung Bernadip Lantai 3 Polres Ngawi, Jumat (4/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat yang diikuti seluruh personel Polri serta ASN Polres Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja dan optimalisasi pelaksanaan tugas.
Kompol Rizki Santoso, S.I.K. selanjutnya mendapat amanah sebagai Wakapolres Gresik. Selama menjabat Wakapolres Ngawi, dirinya telah turut berperan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, menjaga soliditas internal serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K. sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Sumenep. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolres Ngawi untuk mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, dalam memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas di jajaran Polres Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan apresiasi kepada Kompol Rizki Santoso atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Ngawi.

“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras selama menjalankan tugas sebagai Wakapolres Ngawi. Semoga sukses dalam mengemban amanah baru sebagai Wakapolres Gresik,” ungkap AKBP Prayoga.

Kepada Kompol Haris Darma Sucipto, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Polres Ngawi.

“Selamat datang dan selamat bertugas. Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan seluruh personel. Mari bersama-sama memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolres menekankan, jabatan Wakapolres memiliki peran strategis dalam membantu Kapolres mengendalikan, mengoordinasikan dan memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian berjalan secara efektif.

Dengan hadirnya pejabat Wakapolres yang baru, Polres Ngawi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta menghadirkan Polri yang profesional, humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pergantian jabatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan kinerja yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.


 Patroli Dini Hari di Geneng, Polisi Ngawi Pastikan Jalur Keniten–Tambakromo Aman dan Kondusif

Patroli Dini Hari di Geneng, Polisi Ngawi Pastikan Jalur Keniten–Tambakromo Aman dan Kondusif

 




NGAWI — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Geneng Polres Ngawi, anggota melaksanakan patroli dini hari pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB hingga selesai.

Patroli yang dilaksanakan Aiptu Hariyadi dan Bripka H. M. Yunus, S.H. menyasar kawasan Jalan Raya Keniten–Tambakromo, sebagai langkah antisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, serta potensi kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo, S.H., mengatakan patroli rutin di jam rawan merupakan bagian dari upaya Polri menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Patroli kami lakukan secara preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas, khususnya 3C dan balap liar. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar IPTU Harli.

Dari hasil patroli, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Geneng terpantau aman dan kondusif. Petugas juga tidak menemukan adanya aktivitas balap liar.

Polsek Geneng Polres Ngaewi — hadir, patroli, dan jaga keamanan masyarakat.

#PolresNgawi #PolsekGeneng #PatroliPresisi #Harkamtibmas #Cegah3C #AntiBalapLiar #KamtibmasKondusif #PolriPresisi #NgawiAman