Ad 728x90

Tuesday, June 16, 2026

 *Polres Tulungagung Siagakan 823 Personel Layanan Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat*

*Polres Tulungagung Siagakan 823 Personel Layanan Pengamanan Pengesahan Warga Baru Perguruan Silat*

 



TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung Polda Jawa Timur menerjunkan 823 personel gabungan untuk pelayanan pengamanan kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat pada Selasa (16/6/26).


Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto mengatakan, personel tersebut juga melibatkan petugas dari lintas sektor termasuk pengamanan internal dari perguruan silat.


"Koordinasi untuk kegiatan layanan pengamanan ini sudah kami lakukan dengan instansi lintas sektor, agar dalam pelaksanaan kegiatan sah - sahan warga baru PSHT nanti berjalan aman dan tertib," kata AKBP Ihram Kustarto


Kapolres Tulungagung mengatakan, demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polres Tulungagung Polda Jatim, pihak perguruan silat juga telah melakukan ikrar damai.


"Semua pihak sepakat menjaga hubungan harmonis antarperguruan pencak silat. Semua juga sepakt menjunjung toleransi dan saling mendukung selama kegiatan," kata AKBP Ihram.


Sementara itu Kabag Ops Polres Tulungagung,Kompol Maga Fidri Isdiawan menambahkan, pengamanan akan dilakukan hingga kegiatan masyarakat pada 1 Suro selesai. 


Polres Tulungagung melakukan penebalan personel termasuk di wilayah perbatasan Kabupaten Tulungagung, utamanya di perbatasan dengan Kabupaten Trenggalek, Blitar dan Kediri.


"Kami juga mengantisipasi gesekan antara peserta dengan masyarakat. Jangan sampai kegiatan ini menimbulkan konflik," tegas Kompol Maga.


Data yang disampaikan panitia sah-sahan warga baru PSHT akan diikuti sekitar 1.415 orang dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung dan diprediksi dalam kegiatan ini sekitar 5.000 orang penggembira.


"Kami imbau penggembira dari setiap wilayah fokus di daerahnya sendiri, tidak konvoi ke daerah lain untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antar pesilat," pungkas Kompol Maga. (*)

 *Kapolres Madiun Kota Ajak Masyarakat Maknai 1 Suro untuk Refleksi Diri Perkuat Kerukunan*

*Kapolres Madiun Kota Ajak Masyarakat Maknai 1 Suro untuk Refleksi Diri Perkuat Kerukunan*

 





KOTA MADIUN – Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Bulan Suro sebagai momentum refleksi diri, menjaga persaudaraan, serta memperkuat kerukunan.


Ia juga mengajak warga masyarakat mewujudkan semangat Jogo Jawa Timur khususnya di wilayah hukum Polres Madiun Kota demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. 


"Saya mengajak seluruh masyarakat, mari kita merefleksi diri, menjaga persaudaraan, serta memperkuat kerukunan dan semangat Jogo Jawa Timur," tutur AKBP Wiwin usai pimpin apel gelar pengamanan 1 Suro di alon - alon Kota Madiun,Senin (15/6/2026).


Kapolres Madiun Kota menerangkan, Polda Jawa Timur beserta jajarannya juga telah melakukan berbagai langkah strategis dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah terutama saat kegiatan di bulan Suro.


"Mulai dari rapat koordinasi lintas sektor hingga pemetaan dan antisipasi potensi kerawanan serta penebalan personel gabungan telah kami lakukan," terang AKBP Wiwin.


Menurutnya, Polres Madiun Kota yang juga diback up personel dari Polda Jatim telah menerjunkan lebih kurang 983 personel gabungan lintas sektor termasuk pengamanan swakarsa.


Ia juga menekankan bahwa pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda besar yang melibatkan perguruan pencak silat, di antaranya Malam 1 Suro yang diselenggarakan oleh PSHT dan Suran Agung oleh PSHW TM.


AKBP Wiwin berharap,seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro di Madiun Raya dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif, sehingga nilai-nilai persaudaraan serta budaya yang terkandung dalam tradisi Suro dapat terus terjaga dengan baik. (*)

 *Polres Sumenep Patroli Skala Besar Pastikan Perayaan 1 Suro Kondusif*

*Polres Sumenep Patroli Skala Besar Pastikan Perayaan 1 Suro Kondusif*

 




SUMENEP — Memastikan kondusivitas menjelang pelaksanaan kegiatan masyarakat merayakan 1 Suro, Polres Sumenep Polda Jawa Timur menggelar Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep.


Hal itu disampaikan oleh Kapolres Sumenep usai pimpin apel siaga yang diikuti oleh ratusan personel gabungan bersama instansi lintas sektor di Polres Sumenep,Selasa (16/6/20026).


Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, KRYD digelar guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian kegiatan 1 Suro berlangsung.


"Patroli KRYD ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan 1 Suro Agung di Kabupaten Sumenep aman, tertib dan kodusif," kata AKBP Anang.


Kapolres Sumenep menerangkan, Patroli KRYD menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, maupun potensi gesekan antar kelompok masyarakat.


Kapolres Sumenep menegaskan bahwa seluruh personel  melaksanakan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.


Lebih lanjut, Kapolres Sumenep mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Sumenep.


Melalui patroli KRYD ini, Polres Sumenep Polda Jatim menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sehingga peringatan 1 Suro Agung dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (*)

Bhabinkamtibmas Mantingan Pantau Budidaya Terong Warga, Wujudkan Ketahanan Pangan dari Lingkup Keluarga Di Ngawi

Bhabinkamtibmas Mantingan Pantau Budidaya Terong Warga, Wujudkan Ketahanan Pangan dari Lingkup Keluarga Di Ngawi

  



Ngawi – Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan.


Sebagai bentuk implementasi program ketahanan pangan, Polres Ngawi melalui jajaran Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan sambang dan monitoring pemanfaatan lahan produktif milik warga guna mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, “Budidaya tanaman pangan seperti terong merupakan salah satu langkah sederhana namun efektif dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Ngawi.”


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sambirejo, Polsek Mantingan, Aipda Dwi Wahyu, yang melakukan sambang dan monitoring pemanfaatan tanaman terong milik Bapak Sudarno di Dusun Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.


Dalam kegiatan tersebut, Aipda Dwi Wahyu melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman terong serta berdialog dengan pemilik lahan terkait perawatan tanaman dan kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan sektor pertanian dan memanfaatkan lahan yang dimiliki secara optimal.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan suksesnya program ketahanan pangan dari ruang lingkup terkecil, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga dan mendukung kemandirian pangan keluarga.


Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang mandiri pangan, aman, dan kondusif.


#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi #swasembadajagung #astacitapresiden #polriuntukmasyarakat

Polres Ngawi Gelar Rakor Kesiapan Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT

Polres Ngawi Gelar Rakor Kesiapan Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT

 



NGAWI, Dalam rangka memastikan pelaksanaan Pengesahan Warga Baru Tingkat I Perguruan Silat PSHT Cabang Ngawi Pusat Madiun berjalan aman, tertib, dan kondusif, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pengamanan di Aula Bernadip Polres Ngawi.


Rakor dipimpin oleh Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., didampingi Kabag Ops Kompol Danang Prasmoko, S.H. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak menjelang pelaksanaan Pengesahan Warga Baru PSHT yang dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (18/6/2026) di wilayah Kabupaten Ngawi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut pejabat utama Polres Ngawi, Sekretaris IPSI Kabupaten Ngawi, perwakilan Kodim 0805 Ngawi, Ketua PSHT Pusat Madiun Cabang Ngawi, Ketua PAMTER, Ketua Satgas Kertonegoro, serta instansi terkait lainnya yang terlibat dalam pengamanan dan kelancaran kegiatan.

Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas berbagai aspek kesiapan, mulai dari pola pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, pengawalan peserta, antisipasi potensi gangguan kamtibmas, hingga penguatan peran internal organisasi dalam menjaga ketertiban dan disiplin warga PSHT selama rangkaian kegiatan berlangsung.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M Si., melalui Wakapolres Ngawi, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan pengesahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh elemen yang terlibat, khususnya pengurus dan warga PSHT, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan membawa manfaat bagi masyarakat.


Melalui rakor ini, diharapkan terbangun koordinasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perguruan silat, dan seluruh stakeholder terkait sehingga pelaksanaan Pengesahan Warga Baru Tingkat I PSHT Cabang Ngawi Pusat Madiun dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap menjaga situasi Kabupaten Ngawi yang kondusif.


Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., saat dikonfirmasi media pada Selasa (16/6/2026) mengatakan bahwa, "Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pengesahan Warga Baru PSHT. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pengurus perguruan, serta seluruh warga PSHT sangat penting agar kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas. Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Ngawi mampu menjadi contoh pelaksanaan kegiatan perguruan silat yang tertib, damai, dan penuh persaudaraan."

Polres Ngawi Perkuat KRYD, Cipta Kondisi Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

Polres Ngawi Perkuat KRYD, Cipta Kondisi Wujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif

  




Ngawi – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Bulan Suro, Polres Ngawi bersama jajaran Polsek melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli cipta kondisi pada Senin malam (15/6/2026) hingga Selasa (16/6/2026) dini hari.


Patroli dan penyekatan serta pengamanan kegiatan masyarakat yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut, menyasar sejumlah titik kawasan wilayah Polsek jajaran, termasuk di perbatasan.


Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang berbagai agenda masyarakat yang identik dengan Bulan Suro.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan situasi kamtibmas sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari agar tetap menjaga ketertiban, menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.


Melalui patroli KRYD ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terpantau aman dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat juga mendapat respons positif karena mampu memberikan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Ngawi dalam mewujudkan "Ngawi Ramah" yang aman, damai, dan sejuk menjelang Bulan Suro melalui pendekatan preventif, humanis, dan sinergis bersama seluruh elemen masyarakat.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si, menyatakan bahwa, 

"Menjelang dan selama Bulan Suro, Polres Ngawi akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan cipta kondisi sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengajak seluruh warga Kabupaten Ngawi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan."


Dengan sinergi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, situasi kamtibmas di Kabupaten Ngawi diharapkan tetap kondusif selama rangkaian kegiatan Bulan Suro berlangsung.


"Kehadiran anggota di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," lanjutnya.

 *Polres Gresik Ungkap Curat di Menganti, Tersangka Diamankan di Jombang*

*Polres Gresik Ungkap Curat di Menganti, Tersangka Diamankan di Jombang*

 




​GRESIK - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Kecamatan Menganti, Senin (15/6/2006).


Setelah melakukan perburuan selama hampir satu bulan, petugas akhirnya meringkus tersangka berinisial MA (25), seorang residivis saat bersembunyi di wilayah Kabupaten Jombang.


Pemuda asal Menganti, Kabupaten Gresik ini diringkus Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik setelah nekat menggasak sepeda motor dan dompet milik tetangganya sendiri.


Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya mengatakan, aksi pencurian ini terjadi pada Selasa dini hari, 12 Mei 2026 di Desa Drancang Kecamatan Menganti, Gresik.


​Peristiwa bermula pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, saat korban memarkir sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam dengan nomor Polisi W 6727 AW di dalam rumahnya.


"Dari hasil pemeriksaan,tersangka diketahui merupakan seorang residivis yang pernah ditangkap dalam kasus penadahan barang curian pada tahun 2017 silam," terang AKP Arya.


​Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Polres Gresik guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.


​Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak teledor dalam menjaga barang berharga, seperti memastikan pintu rumah terkunci dan tidak meninggalkan kunci menempel pada kendaraan.​


Ia juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkannya ke layanan call center kepolisian di nomor 110 atau Hotline Lapor Pak Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006 apabila melihat, mendengar, atau mengetahui adanya kejadian tindak pidana. (*)

 *Polres Ponorogo Siagakan 600 Personel Kawal Puncak Grebeg Suro 2026 dan Larungan Telaga Ngebel*

*Polres Ponorogo Siagakan 600 Personel Kawal Puncak Grebeg Suro 2026 dan Larungan Telaga Ngebel*

 




PONOROGO – Polres Ponorogo Polda Jawa Timur mengerahkan 600 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian puncak peringatan Suro 2026 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.


Pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda sakral dan budaya yang diperkirakan menyedot ribuan masyarakat.


Personel mulai disiagakan pada Senin (15/6/2026) untuk mengawal Kirab Pusaka, Jamasan Pusaka, penutupan Grebeg Suro, hingga Laku Tirakatan yang berlangsung pada malam hari.


Pengamanan kemudian berlanjut pada Selasa (16/6/2026) saat prosesi Larungan di Telaga Ngebel, salah satu agenda yang menjadi magnet wisatawan setiap perayaan Grebeg Suro.


Kepala Bagian Operasi Polres Ponorogo, Kompol Edi Suyono, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


"Harapannya semua kegiatan berjalan lancar. Situasi kamtibmas tetap aman terkendali sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan aman," ujar Kompol Edi usai memimpin apel pengamanan, Senin (15/6/2026).


Menurutnya, pengamanan tidak hanya melibatkan personel Polres Ponorogo, tetapi juga diperkuat oleh instansi lintas sektor.


Selain menyiapkan kekuatan personel di lapangan, kepolisian juga mengedepankan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


"Salah satunya melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,"lanjutnya.


Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan seluruh personel telah disiapkan untuk mengawal setiap tahapan kegiatan hingga selesai. 


Ia menegaskan sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi kunci sukses pengamanan Grebeg Suro tahun ini.


"Kita akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Suro," pungkasnya. (*)

 *Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Imbau Masyarakat Tidak Konvoi*

*Polda Jatim Perketat Pengamanan 1 Suro, Imbau Masyarakat Tidak Konvoi*

 




SURABAYA - Polda Jawa Timur meningkatkan pengamanan dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.


Sejumlah personel tambahan diterjunkan ke Polres jajaran sesuai kebutuhan dan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian kegiatan Suroan.


Menurut Kombes Abast, pengamanan diberlakukan mulai 15 Juni hingga seluruh rangkaian kegiatan 1 Suro berakhir.


Pengamanan tidak hanya difokuskan di wilayah Madiun Raya, tetapi juga Surabaya Raya serta sejumlah daerah lain yang diperkirakan menjadi titik pergerakan massa.


"Personel disiagakan sesuai permintaan dari masing-masing Polres, termasuk di Surabaya yang menjadi salah satu daerah dengan mobilitas peserta cukup tinggi," ujar Kombes Abast, Selasa (16/6/2026).


Selain memperkuat pengamanan, Polda Jatim juga menerapkan sejumlah ketentuan bagi peserta kegiatan pengesahan warga perguruan silat.


Peserta maupun pendamping dilarang mengenakan atribut atau pakaian sakral perguruan saat berangkat maupun pulang dari lokasi kegiatan.


Kepolisian juga mewajibkan rombongan peserta menggunakan kendaraan roda empat tertutup tanpa memasang atribut perguruan pada kendaraan.


Tak hanya itu, polisi menegaskan larangan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan lalu lintas.


Peserta juga dilarang membawa tongkat, bendera perguruan, atribut komunitas, serta menyalakan petasan, kembang api maupun flare.


Larangan lainnya mencakup tindakan provokasi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, hingga konsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang selama kegiatan berlangsung.


Setelah proses pengesahan selesai, peserta diminta langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kerumunan maupun gangguan keamanan.


Kabid Humas Polda Jatim juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama peringatan 1 Suro.


"Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta tetap mematuhi aturan lalu lintas saat beraktivitas," pungkas Kombes Abast.


Dengan penambahan personel dan penguatan pengamanan yang dilakukan, Polda Jatim berharap seluruh rangkaian peringatan 1 Suro di Jawa Timur dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan. (*)

Monday, June 15, 2026

 *Tim URC Polres Situbondo Amankan Pelaku Curat dan DPO Kasus Pencabulan*

*Tim URC Polres Situbondo Amankan Pelaku Curat dan DPO Kasus Pencabulan*

 




SITUBONDO – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Anti Begal Unit Resmob Satreskrim Polres Situbondo Polda Jatim kembali menunjukkan kinerjanya dalam memburu pelaku kejahatan yang masuk daftar pencarian orang (DPO). 


Kali ini, dua pelaku tindak pidana berbeda berhasil diamankan di Pulau Bali, yakni kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan kasus pencabulan terhadap anak.


Keberhasilan tersebut diraih hanya berselang dua hari setelah Satreskrim Polres Situbondo Polda Jatim mengungkap kasus pembunuhan yang menjadi perhatian publik. 


Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda di Provinsi Bali setelah sebelumnya menjadi target pencarian polisi.


Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasatreskrim AKP Selimat mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras Tim URC Anti Begal dalam melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap para pelaku yang berusaha menghindari proses hukum.


“Komitmen kami jelas, setiap pelaku tindak pidana yang merugikan masyarakat akan terus kami kejar sampai tertangkap. Meskipun melarikan diri ke luar daerah, kami tidak akan berhenti melakukan pencarian,” tegas AKP Selimat.


Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah pencurian dengan pemberatan di sebuah konter handphone di wilayah Kecamatan Banyuputih. 


Pelaku berinisial DEF (38), warga Kecamatan Banyuputih, ditangkap saat bekerja sebagai kuli bangunan di Kabupaten Gianyar, Bali, pada Rabu (10/6/2026).


Kasus tersebut terjadi pada September 2025 di sebuah konter handphone di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. 


Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga masuk ke dalam konter dengan cara merusak tembok samping bangunan sebelum mengambil sejumlah barang berharga di dalamnya.


Selain itu, Tim URC Anti Begal juga berhasil menangkap seorang DPO kasus pencabulan terhadap anak berinisial KF alias D (40), warga Kecamatan Panji. 


Tersangka diamankan di wilayah Kecamatan Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Rabu (10/6/2026).


Tersangka diketahui telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Desember 2025 terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi pada tahun 2024 di wilayah Kecamatan Panji.


“Pelaku kasus pencabulan ini sudah cukup lama menjadi DPO. Setelah dilakukan pencarian dan pengembangan informasi, keberadaannya berhasil kami lacak hingga akhirnya diamankan di Bali,” jelas AKP Selimat.


Saat ini kedua tersangka telah dibawa ke Polres Situbondo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan perkara masing-masing.


“Kehadiran Tim URC Anti Begal adalah bentuk komitmen Polres Situbondo dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami akan terus memburu para pelaku kejahatan yang mencoba menghindari tanggung jawab hukum,” tegasnya.


Polres Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku kejahatan maupun tindak pidana lainnya. Masyarakat dapat melapor melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. (*)

 *Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Kapolda Jatim Bagikan 2.055 Kitab Suci*

*Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Kapolda Jatim Bagikan 2.055 Kitab Suci*

 




BANYUWANGI – Kapolda Jatim, Irjen Pol.Drs. Nanang Avianto,M.Si memimpin Apel Bhabinkamtibmas Bakti Sosial (Baksos) memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Halaman Polresta Banyuwangi, Senin (15/6/2026). 


Dalam Baksos kali ini sebanyak 2.055 kitab suci terdiri atas 2.040 Al-Qur’an, 5 Injil, 5 Weda, dan 5 Tripitaka akan dibagikan kepada masyarakat, tempat ibadah, serta lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Banyuwangi.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Banyuwangi.


Kapolda Jatim menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri, tetapi juga sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


“Polri yang Presisi harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Melalui bakti sosial ini, kami ingin memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” ujar Irjen Nanang dalam amanatnya.


Kapolda Jatim menegaskan bahwa penguatan kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun nilai-nilai moral, spiritual, dan toleransi antarumat beragama.


“Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik, akan tumbuh sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Irjen Nanang.


Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan program Jogo Jatim yang terus digelorakan Polda Jatim untuk menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif.


“Dengan pondasi keagamaan yang kuat, kita dapat memperkuat persatuan, mencegah potensi perpecahan, serta merawat kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa,” ungkap Irjen Nanang.


Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Polda Jatim berharap dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Banyuwangi. (*)

 *Polres Magetan Gelar Playon Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80*

*Polres Magetan Gelar Playon Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80*

 



MAGETAN – Mengusung tema “Playon Bersama Masyarakat Magetan”, event olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar Polres Magetan Polda Jatim bekerja sama dengan Komunitas Playon Magetan berhasil menarik antusiasme masyarakat.


Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026) pagi dengan start dan finish di depan Pendopo Surya Graha, Alun-Alun Kabupaten Magetan itu diikuti sekitar 1.800 pelari yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar daerah.


Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., unsur Forkopimda, kepala OPD, komunitas lari, serta masyarakat umum.


Start atau flag off Bhayangkara Run 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Magetan didampingi Forkopimda. 


Para peserta menempuh rute sejauh 5 kilometer dengan lintasan mulai dari depan Pendopo Surya Graha Magetan menuju Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, Jalan Pattimura, Jalan Monginsidi, Jalan Hasanudin, Jalan Timor, Jalan Ahmad Yani, Jembatan Gandong 1, Jalan Basuki Rahmat Barat, Jalan Basuki Rahmat Selatan dan kembali finis di depan Pendopo Surya Graha Magetan.


Dalam sambutannya, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan bahwa Bhayangkara Run 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.


“Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat nasionalisme, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aktivitas yang positif, menyenangkan, dan menyehatkan,” ujar AKBP Erik.


Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Magetan, komunitas Playon Magetan, seluruh panitia, sponsor, dan peserta yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Run 2026.


“Kami juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah ikut menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Magetan,” tambah AKBP Erik.


Kapolres juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga keselamatan selama berlari mengingat rute yang dilalui merupakan jalan umum, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.


Kegiatan semakin semarak dengan adanya pentas hiburan rakyat dan pembagian berbagai doorprize menarik yang disiapkan panitia. 


Tidak hanya memberikan hadiah kepada para juara lomba lari, Kapolres Magetan juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta dengan kostum paling unik dan kreatif yang menjadi daya tarik tersendiri dalam event tersebut.


Melalui kegiatan ini, Polres Magetan berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk menerapkan pola hidup sehat, mempererat persatuan, dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Magetan. (*)

 *Polres Malang Resmikan Ruang Pemeriksaan Digital, Proses BAP Kini Terekam Audio Visual*

*Polres Malang Resmikan Ruang Pemeriksaan Digital, Proses BAP Kini Terekam Audio Visual*

 

MALANG – Polres Malang Polda Jatim meresmikan ruang pemeriksaan digital "Prawira Hirya" yang dilengkapi sistem perekaman audio visual untuk mendukung proses penyidikan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. 


Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi pada Jumat (12/6/2026) tersebut, menjadi fasilitas baru Satreskrim Polres Malang mendokumentasikan proses pemeriksaan saksi maupun tersangka secara utuh melalui rekaman suara dan gambar.


Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, keberadaan ruang pemeriksaan digital diharapkan mampu memperkuat pembuktian dalam proses penegakan hukum.


"Harapannya dapat membantu membuat terang suatu perkara kare

na seluruh proses pemeriksaan terdokumentasi dengan baik," kata AKBP Taat, Senin (15/6/26).


Menurutnya, selama ini pemeriksaan masih sering dilakukan di ruang kerja penyidik karena keterbatasan fasilitas khusus. 


Dengan hadirnya ruang pemeriksaan digital, seluruh proses pemeriksaan dapat dilakukan dalam ruangan yang lebih representatif dan terdokumentasi secara lengkap.


AKBP Taat menjelaskan, rekaman audio visual tersebut dapat menjadi dokumen pendukung apabila di kemudian hari terdapat perbedaan keterangan dalam proses hukum yang berjalan.


Polres Malang Polda Jatim juga menyiapkan sistem penyimpanan data untuk memastikan rekaman pemeriksaan dapat tersimpan dalam jangka waktu tertentu dan digunakan apabila diperlukan dalam proses hukum.


Kapolres Malang menginstruksikan agar ruang pemeriksaan Prawira Hirya digunakan secara optimal untuk seluruh proses pemeriksaan perkara yang ditangani Satreskrim Polres Malang.


"Ini menjadi standar kerja baru yang harus dijalankan. Semoga semakin memperkuat profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat," tegas AKBP Taat. (*)

 *Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan*

*Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan*

 



KOTA PASURUAN – Gerak cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Melalui kegiatan patroli rutin, petugas berhasil menemukan adanya dugaan tindak pidana pemerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.


Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban sebelumnya diberhentikan oleh beberapa orang tidak dikenal di wilayah Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.


"Para pelaku yang diduga sebagai debt collector (penagih utang) ini kemudian menyampaikan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban bermasalah," terang AKP Dhecky, Senin (15/6/26).


Dengan alasan akan menyelesaikan permasalahan tersebut, korban kemudian dibawa menuju salah satu warung di kawasan Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.


Di lokasi tersebut, korban diduga diminta menyerahkan sejumlah uang agar permasalahan kendaraannya dapat diselesaikan.


"Korban juga sempat merasa tertekan karena apabila tidak memberikan uang, korban diancam akan dibawa ke Polres,” ujar AKP Dhecky.


Korban kemudian menghubungi rekannya untuk membawa uang tunai. Tidak lama kemudian, saksi datang membawa uang sebesar Rp3.000.000,- yang selanjutnya dimasukkan ke dalam amplop.


Namun setelah uang tersebut disiapkan, pelaku justru mengulur waktu dan tidak segera menyelesaikan persoalan sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.


Pada saat bersamaan, Tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota yang sedang melaksanakan patroli mencurigai adanya aktivitas tersebut.


"Petugas kemudian melakukan pengecekan dan mendapati adanya dugaan tindak pidana pemerasan," terang AKP Dhecky.


Dari kejadian tersebut, petugas mengamankan 4 orang yang diduga debt collector berinisial L, C, Y dan SH beserta barang bukti berupa uang tunai senilai Rp3.000.000,- serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih tanpa nomor Polisi.


"Saat ini perkara tersebut masih dalam proses hukum lebih lanjut," kata AKP Dhecky.


Ia menegaskan bahwa Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk menindak segala bentuk aksi premanisme, pemerasan, maupun tindakan yang meresahkan masyarakat.


“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme di Kota Pasuruan. Siapa pun yang mencoba menakut-nakuti, memeras, atau mengambil keuntungan dengan cara melawan hukum akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.


Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat Kepolisian 110 apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas di sekitarnya.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi premanisme. Jangan ragu melapor kepada kepolisian,” pungkasnya. (*)

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Motor Hilang Ditemukan dan Kembali ke Pemiliknya

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Motor Hilang Ditemukan dan Kembali ke Pemiliknya

 




NGAWI, Polres Ngawi dibawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., kembali menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat. 


Kali ini, Polsek Geneng dipimpin Kapolsek Geneng Iptu Harly Prabowo, S.H., berhasil mengembalikan sebuah sepeda motor Yamaha Force One tahun 1995 yang ditemukan di area persawahan Dusun Plampohan II, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Motor tersebut berhasil diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.


Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya sepeda motor yang tergeletak di area persawahan, anggota Polsek Geneng bersama piket Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut diamankan ke Mapolsek Geneng guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas kemudian melakukan penelusuran identitas kendaraan berdasarkan nomor rangka dan nomor mesin. 


Hasilnya, pada Sabtu malam (13/6/2026), seorang warga bernama Muhamad Akbar Mu'awalan Setiya Arifin (31), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, datang ke Polsek Geneng dan mengaku sebagai pemilik kendaraan tersebut 


Setelah dilakukan pemeriksaan serta pencocokan dokumen kendaraan, diketahui bahwa surat-surat yang ditunjukkan sesuai dengan identitas sepeda motor yang ditemukan. Selanjutnya, kendaraan diserahkan kembali kepada pemiliknya disertai berita acara penyerahan barang temuan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengapresiasi kesigapan personel Polsek Geneng dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta mengedepankan pelayanan kepada warga.


"Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Keberhasilan pengembalian kendaraan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, saat dikonfirmasi media Senin (15/6/2026)


Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, diketahui bahwa kendaraan tersebut diduga dipindahkan oleh seorang warga yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) di wilayah setempat. Tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.


Melalui kejadian ini, Polres Ngawi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan barang yang diduga milik orang lain atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan baik.

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Motor Hilang Ditemukan dan Kembali ke Pemiliknya

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Motor Hilang Ditemukan dan Kembali ke Pemiliknya

   



NGAWI, Polres Ngawi dibawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., kembali menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

Kali ini, Polsek Geneng dipimpin Kapolsek Geneng Iptu Harly Prabowo, S.H., berhasil mengembalikan sebuah sepeda motor Yamaha Force One tahun 1995 yang ditemukan di area persawahan Dusun Plampohan II, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Motor tersebut berhasil diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.

Berawal dari laporan masyarakat terkait adanya sepeda motor yang tergeletak di area persawahan, anggota Polsek Geneng bersama piket Reskrim segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut diamankan ke Mapolsek Geneng guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Petugas kemudian melakukan penelusuran identitas kendaraan berdasarkan nomor rangka dan nomor mesin.

Hasilnya, pada Sabtu malam (13/6/2026), seorang warga bernama Muhamad Akbar Mu'awalan Setiya Arifin (31), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, datang ke Polsek Geneng dan mengaku sebagai pemilik kendaraan tersebut

Setelah dilakukan pemeriksaan serta pencocokan dokumen kendaraan, diketahui bahwa surat-surat yang ditunjukkan sesuai dengan identitas sepeda motor yang ditemukan. Selanjutnya, kendaraan diserahkan kembali kepada pemiliknya disertai berita acara penyerahan barang temuan.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengapresiasi kesigapan personel Polsek Geneng dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta mengedepankan pelayanan kepada warga.

"Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Keberhasilan pengembalian kendaraan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, saat dikonfirmasi media Senin (15/6/2026)

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, diketahui bahwa kendaraan tersebut diduga dipindahkan oleh seorang warga yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) di wilayah setempat. Tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Melalui kejadian ini, Polres Ngawi mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan barang yang diduga milik orang lain atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan dengan baik.

 Bhabinkamtibmas Karanganyar Monitoring Tanaman Jagung Warga, Dukung Ketahanan Pangan di Ngawi

Bhabinkamtibmas Karanganyar Monitoring Tanaman Jagung Warga, Dukung Ketahanan Pangan di Ngawi

  




Ngawi – Polres Ngawi di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan.


Sebagai bentuk implementasi program ketahanan pangan, Polres Ngawi melalui jajaran Bhabinkamtibmas aktif melaksanakan patroli, sambang, dan monitoring pemanfaatan lahan produktif milik warga guna meningkatkan ketersediaan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa, “Pemanfaatan lahan untuk budidaya jagung merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan ketersediaan pangan dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan pendapatan warga.”


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Mengger, Polsek Karanganyar, Bripka Hudhi, yang melakukan patroli dan monitoring lahan yang dimanfaatkan untuk penanaman jagung milik Bapak Supardi di Dusun Payak RT 02 RW 09, Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi.


Dalam kegiatan tersebut, Bripka Hudhi melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman jagung sekaligus berdialog dengan pemilik lahan mengenai perkembangan tanaman dan kendala yang dihadapi selama masa tanam. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada warga agar terus mengoptimalkan lahan yang dimiliki untuk kegiatan produktif.


Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.


Melalui kegiatan ini, Polres Ngawi berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan serta mewujudkan Kabupaten Ngawi yang mandiri pangan, aman, dan kondusif.


#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi #swasembadajagung #astacitapresiden #polriuntukmasyarakat

 Polres Ngawi Gelar Apel Kesiapan Harkamtibmas Bulan Suro 1448 H

Polres Ngawi Gelar Apel Kesiapan Harkamtibmas Bulan Suro 1448 H

   


Ngawi – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) selama Bulan Suro/Muharam 1448 H, Polres Ngawi Polda Jatim di bawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menggelar Apel Kesiapan yang dilaksanakan di halaman Satya Haprabu Polres Ngawi, Senin (15/6/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Ngawi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang dapat terjadi selama rangkaian kegiatan masyarakat pada Bulan Suro, sekaligus memastikan wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman, damai, dan kondusif.

Melalui apel kesiapan yang dipimpin Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., bahwa seluruh personel diingatkan untuk mengedepankan langkah preventif, deteksi dini, serta pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Selain itu, koordinasi dan komunikasi lintas sektoral juga terus ditingkatkan guna mengantisasi potensi kerawanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Ngawi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan Bulan Suro dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Wakapolres Kompol Rizki Santoso, S.I.K., menyatakan bahwa," Apel kesiapan ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan kami dalam menjaga situasi kamtibmas selama Bulan Suro/Muharam 1448 H, agar Kabupaten Ngawi tetap aman, tentram, dan kondusif."

Polres Ngawi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling menghormati, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam setiap kegiatan.

Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak, diharapkan kegiatan Bulan Suro di Kabupaten Ngawi dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian.

 Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke - 80

Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke - 80

 




BANYUWANGI - Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu malam (13/6/26).


Kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa.


Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja”. 


Acara tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.


Kapolda Jatim mengatakan, pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi sarana introspeksi sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, kebangsaan, dan tuntunan moral kepada masyarakat.


"Esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Irjen Nanang.


Kapolda Jatim menambahkan, tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan menggambarkan sosok pemimpin yang mengutamakan keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat. 


Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat," ungkap Irjen Nanang.


Kapolda Jatim mengungkapkan, sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan.


"Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima,” kata Irjen Nanang.


Masih kata Kapolda Jatim, filosofi lakon dalam pewayangan ini, menjadi pengejawantahan dari program Semangat Jogo Jawa Timur. 


Sebuah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tak terpisahkan antara aparat, ulama, umaro dan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.


“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun projo, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi,” pungkas Irjen Nanang.


Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi. 


Karena event ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.


"Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ipuk. (*)

 Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol '90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol '90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

 




BOGOR – Keluarga besar Akpol '90 Dhira Brata menggelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Megamendung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026).


Kegiatan ini dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., beserta Bhayangkari. Hadir pula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono, pejabat TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Akpol '90 Dhira Brata.


Salurkan 500 Paket Sembako, Layani 200 Warga melalui Bakti Kesehatan, Santuni 110 Anak Yatim Piatu dan Dhuafa, serta Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Megamendung

Melalui kegiatan ini, Polri bersama Akpol '90 Dhira Brata menyalurkan 500 paket sembako, memberikan layanan kesehatan gratis kepada 200 warga, serta menyerahkan santunan dan bantuan kebutuhan pokok kepada 110 anak yatim piatu dan dhuafa.


Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan umum, pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pemberian obat-obatan, pembagian kacamata baca gratis, serta paket imunitas. Kehadiran tenaga medis dan fasilitas yang memadai mendapat respons positif dari masyarakat.


Wakapolri bersama Bhayangkari juga meninjau langsung lokasi kegiatan, menyapa warga, berdialog dengan penerima manfaat, dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjalani pemeriksaan kesehatan.


Kehangatan interaksi tersebut mencerminkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran Polri dirasakan tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung.


Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat.


"Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian, empati, dan aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat. Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, saya mengajak seluruh jajaran Polri mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80," ujar Wakapolri.


Kehadiran Polri juga dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Salah seorang warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan melalui kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakapolri dan seluruh jajaran Polri serta keluarga besar Akpol '90 Dhira Brata. Kami merasakan bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat, bukan hanya menjaga keamanan tetapi juga membantu warga yang membutuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi amal dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota Polri," ungkapnya.


Selain kegiatan sosial dan kesehatan, acara ini juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan. Wakapolri bersama alumni Akpol '90 Dhira Brata menanam pohon alpukat, sukun, dan durian sebagai simbol komitmen menjaga lingkungan yang hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.


Komitmen tersebut dilanjutkan dengan pelepasan 90 ekor burung kutilang dan sejumlah burung merpati putih sebagai simbol harapan, kedamaian, dan harmoni antara manusia dengan alam, sekaligus ajakan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.


Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat pelayanan kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.