Ad 728x90

Tuesday, August 25, 2026

 Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 Polres Ponorogo Razia THM Cegah Peredaran Narkotika

Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 Polres Ponorogo Razia THM Cegah Peredaran Narkotika

 




PONOROGO – Jajaran Polres Ponorogo Polda Jawa Timur memperketat pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Ponorogo.


Langkah preventif ini diwujudkan melalui razia gabungan berskala besar yang menyasar sejumlah THM di kawasan perkotaan Ponorogo pada akhir pekan ini.


Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H melalui Kabagops Polres Ponorogo Kompol Edi Suyono menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penegakan hukum pada Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. 


Kompol Edi Suyono mengatakan,operasi ini difokuskan pada pemeriksaan identitas, pemeriksaan barang bawaan, serta deteksi dini penggunaan zat terlarang.


"THM menjadi salah satu titik fokus kami untuk memastikan tidak ada ruang bagi peredaran barang haram tersebut di wilayah Ponorogo," kata Kompol Edi Suyono, Senin (24/8/2026).


Pada operasi tersebut, petugas gabungan menyisir satu per satu room karaoke, pub, dan tempat ketangkasan untuk memeriksa para pengunjung serta pemandu lagu (LC).


Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Ponorogo,AKP Eka Supriyadi mengatakan selain memeriksa barang bawaan pengunjung maupun pekerja THM, pihaknya juga melakukan tes Urine di tempat.


AKP Eka menegaskan Operasi Tumpas Semeru 2026 ini juga menyasar peredaran gelap narkoba, psikotropika, dan obat-obatan terlarang lainnya.


"Kami juga melaksanakan pengecekan urine secara acak di lokasi untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan obat terlarang," terang AKP Eka Supriyadi 


Dari hasil pemeriksaan intensif dan tes urine yang dilakukan terhadap puluhan pengunjung malam itu, petugas tidak menemukan adanya barang bukti narkotika. 


"Ada lebih kurang 19 orang kami lakukan tes urine, hasil tes urine para pengunjung dan pekerja di THM yang diperiksa menunjukkan negatif atau tidak terindikasi memakai narkotika," ungkap AKP Eka.


Meskipun tidak ditemukan pelanggaran signifikan dalam razia kali ini, Kasatresnarkoba Polres Ponorogo menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan. 


"Polres Ponorogo berkomitmen untuk terus menggelar operasi serupa secara acak dan berkala selama pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2026 berlangsung," tegas AKP Eka.


Selain melakukan penindakan, petugas di lapangan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada pengelola THM agar memperketat pengawasan internal. 


Masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke call center 110 bebas pulsa jika menemukan pengunjung yang membawa atau mengonsumsi narkoba di dalam area hiburan.


"Partisipasi masyarakat sangat penting demi mewujudkan wilayah Ponorogo yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba," pungkas AKP Eka. (*)

 Polri Kirim Bantuan Logistik dan Oksigen untuk Dukung Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

Polri Kirim Bantuan Logistik dan Oksigen untuk Dukung Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

  



Jakarta, 24 Agustus 2026 – Polri melalui Satuan Logistik (Slog) Polri terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menyiapkan bantuan logistik, peralatan pemadaman, serta tabung oksigen bagi petugas dan masyarakat terdampak.


Sebagai tahap awal, pada Senin (24/8/2026), bantuan untuk Kalimantan Barat mulai diberangkatkan. Bantuan tersebut terdiri atas 6 set tenda pleton, 200 dus MTP, selang pemadam kebakaran hutan ukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, gun nozzle pistol spray, nozzle, connector Y, serta tabung oksigen berukuran besar dan kecil.


Bantuan tersebut selanjutnya dijadwalkan diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (25/8/2026) pukul 06.30 WIB menggunakan pesawat untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan dalam penanganan karhutla.


Sementara itu, Polri juga telah menyiapkan dukungan logistik dan tabung oksigen untuk sejumlah wilayah lain yang terdampak karhutla. Sebanyak 1.500 tabung oksigen disiapkan untuk didistribusikan ke Kalimantan Barat 200 tabung, Kalimantan Tengah 250 tabung, Kalimantan Selatan 200 tabung, Sumatera Selatan 200 tabung, Riau 250 tabung, dan Jambi 150 tabung.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026), mengatakan pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kesiapan pengangkutan menuju masing-masing wilayah terdampak.


“Untuk tahap awal, bantuan yang diberangkatkan adalah untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Sementara bantuan untuk wilayah lainnya juga terus kami siapkan dan akan dikirimkan secepatnya secara bertahap sesuai kesiapan pengangkutan dan kebutuhan di lapangan,” ujar Trunoyudo.


Ia menambahkan, bantuan tersebut ditujukan tidak hanya untuk mendukung petugas yang melaksanakan pemadaman, tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.


“Dukungan logistik ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan petugas memiliki perlengkapan yang memadai dalam melaksanakan pemadaman, sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.


Polri akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di berbagai wilayah dan memastikan dukungan personel maupun logistik dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan. Dalam pelaksanaannya, Polri juga terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan karhutla serta melindungi keselamatan petugas dan masyarakat.

 Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

Posko Kesehatan Polri Layani Ratusan Warga Terdampak Gempa Nagekeo

 



NAGEKEO, NTT — Polri terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Melalui Posko Kesehatan Polri di Kabupaten Nagekeo, ratusan warga telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis selama masa pemulihan pascabencana.


Hingga 24 Agustus 2026, Posko Kesehatan Polri telah melayani kurang lebih 400 warga dengan berbagai keluhan kesehatan. Keluhan yang ditemukan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gastritis, flu, hingga batuk.


Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi mengatakan, setiap warga yang datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.


“Sampai dengan 24 Agustus, kurang lebih 400 warga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko. Keluhan yang kami temukan cukup beragam, seperti ISPA, gastritis, flu dan batuk. Kami lakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien,” ujar Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi dalam Keterangannya, Senin (24/08).


Menurutnya, kondisi kesehatan warga yang sebelumnya mengalami berbagai keluhan tersebut secara umum sudah membaik setelah mendapatkan pelayanan dan pengobatan dari tim medis Polri.


“Alhamdulillah, sebagian besar keluhan yang dialami masyarakat sudah teratasi. Kami terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan,” katanya.


Selain memberikan pengobatan, keberadaan Posko Kesehatan Polri juga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama berada dalam masa pemulihan.


Pelayanan tersebut diberikan secara langsung kepada warga dengan mengedepankan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan. Tim medis Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.


“Kami akan terus hadir selama masyarakat masih membutuhkan pelayanan kesehatan. Harapannya, masyarakat dapat melewati masa pemulihan ini dengan kondisi yang semakin sehat dan kuat,” tutur Ahmad Fauzi.


Kehadiran Posko Kesehatan Polri menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kemanusiaan Polri di tengah masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya membantu mengatasi keluhan kesehatan, pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan memastikan warga tidak kesulitan memperoleh pertolongan medis pascagempa.

 Anjangsana Polwan Polres Ngawi, Pererat Silaturahmi di Hari Jadi Polwan ke-78

Anjangsana Polwan Polres Ngawi, Pererat Silaturahmi di Hari Jadi Polwan ke-78




NGAWI, Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia ke-78 tahun 2026, Polwan Polres Ngawi melaksanakan kegiatan anjangsana sekaligus silaturahmi kepada senior Polwan yang telah purna tugas, Senin (24/8/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menyambangi kediaman Kompol (Purn) Sunarijati, S.H. dan Ipda (Purn) Sudjiati.


Anjangsana diikuti oleh anggota Polwan Polres Ngawi sebagai bentuk penghormatan, kepedulian, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Polwan yang masih aktif dengan para senior.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai dedikasi para senior Polwan yang telah memberikan pengabdian bagi institusi Polri dan masyarakat.


“Anjangsana ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para senior Polwan atas dedikasi dan pengabdiannya. Semangat serta pengalaman para senior menjadi inspirasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKP Edhi Setyaningsih.


Sementara itu, Kompol (Purn) Sunarijati, S.H. dan Ipda (Purn) Sudjiati menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kunjungan dari Polwan Polres Ngawi. Keduanya juga berpesan kepada para Polwan yang masih aktif agar senantiasa menjaga marwah dan nama baik institusi Polri, khususnya Polwan.


“Terima kasih atas perhatian dan kunjungan adik-adik Polwan. Kami berpesan agar adik-adik terus menjaga marwah dan nama baik Polri, khususnya Polwan, serta tetap menjunjung tinggi kehormatan, integritas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas,” pesan Kompol (Purn) Sunarijati, S.H. dan Ipda (Purn) Sudjiati.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Melalui momentum Hari Jadi Polwan ke-78, diharapkan semangat pengabdian, soliditas, dan kebersamaan keluarga besar Polwan Polres Ngawi terus terjaga.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Cegah Kebakaran di Ngawi, Polsek Sine Sosialisasi Bahaya Karhutla

Cegah Kebakaran di Ngawi, Polsek Sine Sosialisasi Bahaya Karhutla

   



NGAWI, Polsek Sine Polres Ngawi terus mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau. Salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat di Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Senin (24/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun/Desa Jagir RT 01/RW 01 tersebut dilakukan oleh anggota Polsek Sine, Aipda Yohan Muji dan Bripka Taufik, bersama perangkat Desa Jagir, Ketua Gapoktan Desa Jagir Maryono, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan, khususnya saat musim kemarau. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan, baik di kawasan hutan, perkebunan maupun lahan pascapanen, terutama lahan tebu yang berada dekat dengan permukiman.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran lahan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat.

“Pencegahan kebakaran lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan kerja sama seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena dapat membahayakan lingkungan, harta benda, bahkan keselamatan jiwa,” ujar AKP Heri Riyanto.

Masyarakat juga diingatkan agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya kebakaran hutan/lahan maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jika membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kebakaran, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sine berharap komunikasi dan koordinasi bersama masyarakat semakin kuat, sekaligus membangun komitmen bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan selama musim kemarau.
Kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif.

Monday, August 24, 2026

 OJOL MERAH PUTIH SERUKAN SEMANGAT PERSATUAN & KESATUAN BANGSA

OJOL MERAH PUTIH SERUKAN SEMANGAT PERSATUAN & KESATUAN BANGSA

 



Ditengah maraknya berbagai wacana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat yang beragendakan akan melakukan aksi di Jakarta pada tanggal 27 Agustus 2026, hadir sebuah kelompok dari kalangan driver ojek online yaitu "OJOL MERAH PUTIH"


Ojol merah putih yang di inisiasi oleh Kangmas Lutfi, Opa Ata, Apink dan juga tokoh-tokoh Ojol yg lain menyampaikan pesan damai kepada semua kalangan agar hendaknya tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa di atas segalanya


"Silahkan menyampaikan aspirasi & pendapat secara konstitusional, tentunya kami menghormati itu sebagai hak demokrasi seluruh warga negara Republik Indonesia, namun hendaknya jangan sampai anarkis, jangan sampai rusuh & mengganggu stabilitas serta ketertiban umum. Kita semua mengharapkan Jakarta yg aman dan Indonesia yg damai" Ujar Opa Ata, salah satu tokoh sesepuh Ojol yg juga Pembina Komunitas Driver Online Sontoloyo saat ditemui di Rumah Perjuangan Ojol di Mess Pelni, Jakarta Barat. 


"Hendaknya semua pihak bisa bijak dan menahan diri, terutama Ojol jangan sampai terprovokasi, terhasut dan di manfaatkan oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya, Ojol gak usah ikut-ikut! Ngebid aja cari uang untuk keluarga di rumah, kita mengharapkan agar Jakarta tetap aman & kondusif supaya kita juga bisa mengais rezeki & mencari nafkah untuk keluarga kita" Sambung Apink yg juga dikenal sebagai Ketua Umum Komunitas GGBC Jabodetabek yg sehari-hari beroperasional di daerah Jl. Juanda, Jakarta Pusat menambahkan. 


Sementara ditemui di tempat terpisah di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur, Kangmas Lutfi, Sang Inisiator ojol merah putih, salah satu tokoh pergerakan ojek online Indonesia yg juga dikenal sebagai Pembina Utama dari Komunitas Driver Legend Indonesia (DLI) mengatakan :

"Kami mencermati bahwa ada beberapa kelompok yang coba memancing di air keruh, yg coba membonceng aksi di tanggal 27 Agustus nanti. Sebagian dari mereka bahkan kerap membawa serta nama Ojol dalam setiap seruan aksinya dengan tujuan memancing emosi Grassroot agar ikut serta dalam aksi, lalu terbakar dan melakukan tindakan-tindakan yg destruktif, oleh karena itu kami tegaskan disini bahwa Ojol Merah Putih berkomitmen untuk menjalin sinergitas positif dengan aparat keamanan untuk membantu menjaga kamtibmas demi situasi yg aman dan kondusif di wilayah masing-masing. Segala bentuk seruan dan provokasi yang kerap berseliweran di medsos, kami nyatakan HOAX! 

Ojol cinta tanah air & bangsa, kita semua cinta NKRI yang aman dan damai, mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa demi masa depan Indonesia yg adil makmur sejahtera"

 Polri Ajak Masyarakat Bersama-sama Terus Menjaga Kondusivitas, keamanan dan ketertiban.

Polri Ajak Masyarakat Bersama-sama Terus Menjaga Kondusivitas, keamanan dan ketertiban.

 



Jakarta — Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang saat ini dalam keadaan kondusif. Kondisi tersebut tercermin dari perkembangan situasi kamtibmas secara nasional yang menunjukkan tren penurunan jumlah gangguan keamanan.


Berdasarkan Laporan Situasi Kamtibmas selama 1x24 jam pada Minggu, 23 Agustus 2026, tercatat 1.491 kejadian gangguan kamtibmas (GK) di seluruh wilayah Indonesia, yang terdiri dari 1.374 kasus kejahatan, 18 pelanggaran (tipiring), 22 kejadian bencana, dan 77 kejadian gangguan lainnya. Jumlah tersebut mengalami penurunan 29 kasus atau 1,91 persen dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.520 kasus.


Pada kategori kejahatan, tercatat 1.374 kasus, terdiri dari 1.188 kejahatan konvensional, 174 kejahatan transnasional, dan 12 kejahatan terhadap kekayaan negara. Sementara itu, tidak terdapat kejadian kejahatan kategori kontijensi. Secara kuantitas, angka kejahatan tersebut juga mengalami penurunan 35 kasus atau 2,48 persen, dari 1.409 kasus pada Sabtu, 22 Agustus 2026 menjadi 1.374 kasus pada Minggu, 23 Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator dalam pemantauan Polri terhadap situasi kamtibmas secara nasional.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir mengatakan, kondusivitas kamtibmas yang terjaga tidak terlepas dari partisipasi dan kepedulian masyarakat. Karena itu, kondisi tersebut perlu terus dipelihara secara bersama-sama.


“Situasi kamtibmas secara umum saat ini dalam keadaan kondusif. Data situasi kamtibmas yang kami pantau menunjukkan adanya penurunan gangguan keamanan maupun jumlah kejahatan. Tentu kondisi ini harus terus kita jaga bersama dengan membangun kepedulian, saling menghormati, dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Irjen Pol. Johnny Edison Isir, Senin (24/8).


Di tengah situasi tersebut, Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang saat ini menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun bencana alam di NTT. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


“Saat ini ada saudara-saudara kita yang juga sedang menghadapi persoalan karhutla maupun bencana di NTT. Mari kita berikan perhatian dan kepedulian. Kita berharap masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan dan melewati situasi ini dengan baik,” kata Kadiv Humas.


Lebih lanjut, Polri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menyikapi perkembangan informasi di media sosial secara bijak. Masyarakat diharapkan menyaring setiap informasi, memastikan kebenaran sumbernya, serta tidak menyebarluaskan konten yang bersifat provokatif, menyesatkan, atau berpotensi menimbulkan keresahan.


“Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas dan ketertiban. Gunakan media sosial secara bijak. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kalau ada perbedaan, mari kita sikapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang baik,” jelasnya.


Polri bersama masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, Polri menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen bangsa yang selama ini telah berkontribusi menciptakan suasana aman dan kondusif.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dan kolaborasinya. Terima kasih kepada rekan-rekan media, para tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang terus bersama-sama membangun dan memelihara keamanan dan ketertiban,” pungkas Kadiv Humas.


“Situasi yang kondusif ini adalah hasil dari kerja bersama. Mari kita terus rawat dengan saling menghormati, saling peduli, dan menjaga komunikasi yang baik. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali untuk Tangani Karhutla di Kalbar

Polri Kerahkan 300 Personel Brimob dari Kaltim dan Bali untuk Tangani Karhutla di Kalbar

 


 Jakarta, Senin (24/8/2026) — Polri memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mengerahkan 300 personel Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali. Pengerahan pasukan tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Polri dalam menghadapi ancaman karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan secara terpadu dan terukur.


Dari Kalimantan Timur, sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri diberangkatkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) ke wilayah hukum Polda Kalimantan Barat dalam rangka Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla.


Upacara pemberangkatan digelar di area parkir Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, dan dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.


Sebanyak 190 personel itu berada di bawah komando Kombes Pol Iwan Hidayat, selaku Danmen Penugasan. Mereka akan memperkuat jajaran Polda Kalbar dalam menghadapi ancaman karhutla yang membutuhkan respons cepat, terukur, dan terpadu.




Pada waktu yang sama, Polda Bali turut mengerahkan satu satuan setingkat kompi (SSK) dengan kekuatan 110 personel Satuan Brimob Polda Bali. Pemberangkatan dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam upacara yang berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung.


Pasukan yang dipimpin PS. Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali Kompol Nyoman Supartha tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan sarana angkutan udara menuju Pontianak untuk bergabung dalam operasi penanganan karhutla di Kalimantan Barat.


Pengerahan 300 personel Brimob dari dua wilayah tersebut menjadi bagian dari strategi Polri untuk memperkuat respons terhadap eskalasi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki potensi titik api dan lahan gambut. Personel akan mendukung upaya pencegahan, pemadaman, respons cepat, serta perlindungan masyarakat dan lingkungan.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam langkah operasional di lapangan.


“Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah mencegah kebakaran sebelum meluas sekaligus mengurangi dampak terhadap masyarakat,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. 


Menurut Isir, penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, hingga pemulihan pascabencana. 


Pemberangkatan personel dari Kaltim dan Bali sekaligus menunjukkan solidaritas dan kesiapsiagaan Polri dalam mendukung penanganan bencana lintas wilayah. Mobilisasi kekuatan Brimob ini diharapkan dapat membantu Polda Kalbar bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mengendalikan titik api serta meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.


Langkah tersebut juga menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat, dengan mengedepankan kecepatan respons, sinergi lintas instansi, serta upaya pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

 Polri dan Bhayangkari Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Polri dan Bhayangkari Terus Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

 



Jakarta - Polri terus memperkuat penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Berbagai bantuan logistik dari jajaran Polri dan Bhayangkari terus dikirimkan melalui jalur laut maupun udara untuk menjangkau sejumlah wilayah terdampak.


Salah satunya melalui KP BIMA-7014 Korpolairud Baharkam Polri yang mengangkut bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari serta bantuan dari Kapolda NTT. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Senin (24/8/2026) pukul 00.05 WITA menuju sejumlah wilayah terdampak di Flores.


Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan berbagai jalur transportasi agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.


“Polri terus mengoptimalkan seluruh kemampuan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak gempa bumi. Baik melalui jalur laut maupun udara, bantuan dari berbagai jajaran terus dihimpun dan disalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, dalam Keterangannya di Jakarta (24/08).


Melalui KP BIMA-7014, bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari dikirimkan untuk masyarakat di sejumlah wilayah, yakni Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Secara keseluruhan, bantuan tersebut meliputi 205 kasur lipat, ratusan paket pakaian dan sarung, ratusan selimut, 20 unit genset, lima unit panel surya, serta enam unit kompor.


Bantuan tersebut selanjutnya dibawa menuju sejumlah posko penanganan bencana di Flores melalui Pelabuhan Kedindi Reo dan Pelabuhan Maropokot, Mbay.


KP BIMA-7014 tiba di Pelabuhan Kedindi Reo, Kabupaten Manggarai, pada pukul 05.30 WITA. Selanjutnya dilakukan pembongkaran bantuan untuk disalurkan ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Setelah proses tersebut selesai, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Maropokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo.


Selain bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari, turut dikirimkan bantuan dari Kapolda NTT untuk masyarakat terdampak di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut terdiri dari air mineral, mi instan, terpal, selimut, biskuit, tisu basah, tisu wajah, popok bayi, kasur lipat, kasur tipis, serta sarung.


Di sisi lain, dukungan kemanusiaan juga datang dari Polda Sulawesi Selatan. Sebanyak 106 paket bantuan sosial telah tiba di Kabupaten Sikka pada Minggu (23/8/2026) pukul 16.30 WITA.


Bantuan tersebut dikirimkan melalui jalur udara dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere lalu selanjutnya dibawa ke Aula P. A. Tiwon Polres Sikka untuk disimpan sementara bersama bantuan logistik lainnya sebelum didistribusikan kepada masyarakat terdampak.


Adapun setiap paket bantuan sosial dari Polda Sulawesi Selatan berisi kebutuhan pokok berupa beras, mi instan,minyak goreng, susu, teh celup, serta kopi toraja untuk masyarakat.


Trunoyudo menegaskan, bantuan yang terus berdatangan dari berbagai jajaran merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.


“Bantuan yang datang dari berbagai jajaran ini merupakan wujud solidaritas seluruh keluarga besar Polri untuk masyarakat terdampak. Kami memastikan bantuan yang telah tiba dapat segera dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.


Ia menambahkan, Polri terus mengawal penanganan pascabencana, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, trauma healing, hingga penyaluran bantuan logistik.


“Polri akan terus hadir bersama masyarakat dalam masa tanggap darurat dan pemulihan. Kami berharap bantuan yang terus berdatangan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga serta mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Flores,” pungkas Brigjen Pol. Trunoyudo.

 Polres Magetan Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Musim Kemarau, Larang Warga Membakar Lahan

Polres Magetan Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Musim Kemarau, Larang Warga Membakar Lahan





MAGETAN – Memasuki musim kemarau 2026, Polres Magetan Polda Jatim meningkatkan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Magetan. 


Selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, kepolisian juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang serius bagi pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.


Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan, kondisi musim kemarau menjadi perhatian serius bagi Polres Magetan dan jajarannya.


Ia menyebut cuaca yang kering, minim curah hujan dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas (hotspot) serta mempercepat penyebaran api.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar AKBP Erik, Senin (24/8/2026).


Polres Magetan Polda Jatim juga melarang warga membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas, terutama dalam kondisi angin kencang dan vegetasi kering.


Demi mencegah kebaran, masyarakat diimbau tidak membuang putung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering dan tidak meninggalkan api setelah melakukan aktivitas di sekitar hutan maupun lahan.


"Segera laporkan apabila melihat kebakaran kepada kepolisian, aparat setempat, maupun melalui Call Center Polri 110, kami akan segera tindaklanjuti," tegas AKBP Erik.


Polres Magetan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa larangan membakar hutan dan lahan memiliki dasar hukum yang kuat. 


Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidu, sebagaimana telah mengalami perubahan melalui peraturan perundang-undangan terkait.


Dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU 32/2009, terdapat larangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 


Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan Pasal 108, yang mengatur pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp.3 miliar dan paling banyak Rp.10 miliar.


Sementara itu, apabila perbuatan tersebut berkaitan dengan pembakaran hutan, terdapat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 


"Pasal 50 memuat larangan membakar hutan, sedangkan ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 78," pungkas AKBP Erik. (*)

 Polresta Malang Kota Luncurkan Microsite "Info Makota", Layanan Publik dalam Satu Genggaman

Polresta Malang Kota Luncurkan Microsite "Info Makota", Layanan Publik dalam Satu Genggaman





MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim terus mendorong inovasi pelayanan publik berbasis digital melalui Microsite “Info Makota”, https://s.id/infomakota sebuah platform yang menghimpun berbagai informasi dan layanan penting bagi masyarakat dalam satu akses.


Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Polri yang kreatif, presisi, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Microsite sebelumnya dimanfaatkan dalam sejumlah kegiatan berskala nasional yang berlangsung di Kota Malang untuk membantu pengunjung, peserta maupun masyarakat dari luar daerah memperoleh informasi secara cepat.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS melalui Kabagops Kompol Rizky Juliada Putra Buna mengatakan, kini, Info Makota https://s.id/infomakota dikembangkan agar bisa digunakan setiap hari oleh warga Malang Raya maupun masyarakat dari luar kota yang hendak berkunjung, singgah, melintas atau membutuhkan informasi terkait Kota Malang.


“Info Makota kami hadirkan agar masyarakat cukup membawa informasi dalam satu genggaman.," ujar Kompol Rizky, Senin (24/08/2026.


Menurut Kompol Rizky, melalui satu akses ini, warga dapat memperoleh layanan kepolisian, informasi kondisi kota hingga nomor bantuan darurat secara lebih cepat dan praktis.


“Konsepnya sederhana, yakni mempercepat informasi dan memperpendek akses pelayanan. Kami juga membangun sinergi dengan berbagai instansi agar informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat dihimpun dalam satu platform,” jelasnya.


Platform tersebut dapat diakses melalui telepon seluler dengan memindai QR Code atau membuka Info Makota.


Microsite Info Makota mengintegrasikan sejumlah layanan yang dinilai dibutuhkan dan kapan pun diperlukan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.


Untuk kondisi darurat, tersedia akses langsung ke layanan Polisi 110 serta 112 NGALAM yang dapat digunakan untuk kebutuhan pemadam kebakaran, ambulans dan penanganan kebencanaan.


Masyarakat juga dapat mengakses layanan kepolisian secara daring, antara lain SKCK, layanan SIM, izin keramaian serta pengaduan melalui Dumas Presisi.


Tidak hanya layanan kepolisian, platform Info Makota menyediakan akses CCTV Kota Malang untuk melihat kondisi lalu lintas secara actual.


Informasi lain mencakup pajak kendaraan, jadwal Samsat Keliling, berita kepolisian serta berbagai imbauan resmi mengenai keamanan dan lalu lintas.


Kehadiran microsite Info Makota ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik Polresta Malang Kota.


Dengan konsep digital, praktis dan mudah diakses, microsite tersebut diharapkan menjadi sarana informasi yang dapat dibawa ke mana saja melalui telepon seluler, mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. (*)

Sasar Ponpes, Polwan Polres Ngawi Edukasi Kesehatan Mental

Sasar Ponpes, Polwan Polres Ngawi Edukasi Kesehatan Mental

   



NGAWI, Dalam rangka memperingati HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Ngawi melaksanakan kegiatan Polwan Goes to School di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Desa Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dan santriwati bersama personel Polwan Polres Ngawi. Hadir pula Senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih, perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Nafifudin Muslih, M.Pd., serta Da'i Kamtibmas Polres Ngawi Desa Kerten Muh Ali Shodiqin, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Polwan memberikan edukasi mengenai kesehatan mental bagi generasi muda, pentingnya mengenali dan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta tidak ragu untuk bercerita dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
Para santri diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Polwan juga memberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang sehat, produktif dan positif. Selain itu, materi tentang kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas juga diberikan, agar para santri dan santriwati menjadi generasi muda yang unggul, dan menjadi kebangggan serta turut serta menjaga kamtibmas di lingkungannya.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasubbag Binkar sekaligus Senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan mental penting diberikan kepada generasi muda sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Anak-anak muda harus berani mengenali apa yang mereka rasakan, mampu mengelola emosi dan tidak memendam masalah sendirian. Jangan takut untuk bercerita kepada orang yang dipercaya ketika membutuhkan dukungan,” ujar AKP Edhi Setyaningsih.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan dilanjutkan pemberian doorprize serta plakat. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.

Melalui Polwan Goes to School, Polwan Polres Ngawi terus hadir memberikan edukasi dan motivasi kepada generasi muda, karena menjaga kesehatan mental adalah langkah penting untuk membangun generasi yang kuat, sehat dan berprestasi.

Polres Ngawi Amankan Konser NDX A.K.A., Tago Festival Berjalan Kondusif

Polres Ngawi Amankan Konser NDX A.K.A., Tago Festival Berjalan Kondusif

   



NGAWI, Polres Ngawi mengerahkan 178 personel untuk mengamankan pelaksanaan Tago Festival Ngawi 2026 yang menghadirkan konser musik NDX A.K.A. di wilayah Paron, Ngawi, Minggu malam (23/8/2026).

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Ngawi AKP Dhanang Prasmoko, S.H. Ratusan personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabagops AKP Dhanang Prasmoko menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan pendekatan humanis.

“Kami mengerahkan 178 personel untuk memastikan pelaksanaan Tago Festival Ngawi 2026, khususnya konser NDX A.K.A., dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kami mengapresiasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung,” ujar AKP Dhanang.

Polres Ngawi juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga konser dapat berlangsung dengan aman dan kondusif hingga selesai.

Polres Ngawi — Hadir, Mengamankan, Melayani dan Bermanfaat

 *Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ungkap Peredaran Narkoba Amankan 672 Paket Sabu di Semampir*

*Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ungkap Peredaran Narkoba Amankan 672 Paket Sabu di Semampir*

 



SURABAYA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur mengungkap peredaran narkotika di Benteng Dalam, Semampir, Surabaya. 


Pengungkapan tersebut merupakan pengembangan penyelidikan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak atas kasus yang terungkap sebelumnya.


Dari pengungkapan ini Polisi mengamankan pemuda berinisial IRF (20 tahun) di sebuah rumah di kawasan Benteng Dalam pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. 


Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, dari penangkapan tersebut petugas menemukan ratusan paket sabu siap untuk diedarkan.


“Petugas mengamankan tersangka IRF dan menemukan 672 plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan total kurang lebih 399,15 gram,” ujar AKP Adik, Senin (24/8/2026).


Berdasarkan hasil pemeriksaan, ratusan paket sabu tersebut merupakan milik seseorang bandar berinisial HSM yang saat ini masih dalam pencarian Polisi atau berstatus daftar pencarian orang (DPO).


Menurut AKP Adik, barang tersebut dititipkan kepada IRF untuk membantu menjual sabu sejak bulan September 2025 hingga 15 Agustus 2026.


"Tersangka biasanya menjalankan aktivitas menjual sabu mulai pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB. Dari penjualan itu, IRF memperoleh upah Rp150 ribu dari HSM," kata AKP Adik.


Dalam menjalankan aksinya, tersangka menawarkan sabu dalam beberapa paket. Polisi menemukan paket yang disebut sebagai “paket hemat” dengan kisaran harga Rp100 ribu. 


Selain itu, terdapat paket seperempat dengan harga sekitar Rp.250 ribu dan paket setengah dengan harga sekitar Rp.400 ribu.


Selain narkotika, petugas menyita uang tunai sebesar Rp.3 juta dari hasil penjualan sabu yang belum disetorkan kepada HSM.


Selain mendapatkan upah, tersangka juga mengaku dapat mengonsumsi sabu tanpa harus membelinya.


Tersangka IRF dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(*)

 *Pulihkan Semangat Pengungsi, Brimob Gelar Trauma Healing dan Pelayanan Kesehatan*

*Pulihkan Semangat Pengungsi, Brimob Gelar Trauma Healing dan Pelayanan Kesehatan*

 



Manggarai, NTT — Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan Korps Brimob Polri. Selain mendukung proses evakuasi, personel di lapangan memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak pengungsi serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Pada Minggu (23/8/2026), sebanyak 10 personel Korbrimob yang dipimpin AKP Roy Ronaldo Dansu melaksanakan trauma healing kepada anak-anak di Posko Pengungsian Barangkolong, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.


Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan dan interaksi bersama anak-anak. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Pendampingan ini dilakukan untuk membantu menjaga kondisi psikologis sekaligus memulihkan semangat anak-anak setelah mengalami situasi akibat gempa bumi.


Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah orang tua yang berada di lokasi turut memberikan tanggapan positif karena kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain dan berinteraksi secara positif di tengah suasana pengungsian.


Tidak hanya pendampingan psikologis, Brimob juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada pukul 08.22 WITA, Tim Kesehatan Korbrimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan membagikan vitamin secara gratis kepada warga di Pasar TPI (Tempat Pelelangan Ikan), Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai.


Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascagempa, sekaligus memastikan warga tetap memperoleh perhatian dan dukungan di tengah aktivitas sehari-hari.


Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, dukungan kemanusiaan juga diwujudkan melalui kegiatan evakuasi barang berharga. Sebanyak 15 personel Satgas SAR Korbrimob Polri BKO Polda NTT di bawah pimpinan Ipda Ahmad Hariri melaksanakan evakuasi barang berharga di Desa Satar Padut, Kampung Nanga Lirang, Kecamatan Lamba Leda Utara.


Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu warga mengamankan barang-barang penting dari wilayah terdampak serta mengantisipasi risiko yang dapat muncul akibat kondisi bangunan dan lingkungan pascagempa.


Melalui kehadiran personel di tengah warga, Korps Brimob Polri terus berupaya memberikan rasa aman sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

 *Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda*

*Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda*

 



Jakarta — Polri memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang dan fenomena El Nino. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan mitigasi sejak tahap prabencana, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, hingga penindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman dan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.


“Yang kita harapkan dengan teman-teman media, khususnya kita bisa memberikan awareness, pengetahuan, kesadaran kepada masyarakat tentang pendekatan membangun kesadaran dan tindakan untuk melindungi lingkungan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Menurutnya, Polri bersama berbagai pemangku kepentingan telah melakukan langkah antisipasi berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 28 Juli 2026 terkait fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta ancaman karhutla.


Polri memperkuat mitigasi melalui pembaruan pemetaan wilayah rawan karhutla, verifikasi hotspot di lapangan, penguatan early warning system, serta patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah dan masyarakat. Ratusan apel kesiapsiagaan dan kegiatan sosialisasi pencegahan juga telah dilakukan di berbagai wilayah.


Trunoyudo menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar maupun pembakaran sampah.


“Yang kami sampaikan ini bukan sekadar hanya mitigasi karhutla dan penegakan hukum persoalan lingkungan saja, tapi juga awareness terhadap keselamatan masyarakat dan tentunya adalah perlindungan terhadap lingkungan sebagai suatu keberlanjutan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia,” tegasnya.


Sementara itu, Karo Binops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis mengatakan, Polri telah melakukan persiapan menghadapi potensi karhutla sejak jauh sebelum memasuki puncak musim kemarau. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta kesiapan personel hingga tingkat kewilayahan.


“Polri juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan persiapan di seluruh wilayah. Jadi seluruh Satker, seluruh Polda sampai dengan jajaran Polres itu sudah melakukan persiapan,” ujar Auliansyah.


Menurut Auliansyah, kesiapan tersebut meliputi apel personel, pengecekan sarana prasarana, patroli darat dan udara menggunakan helikopter maupun drone, sosialisasi larangan membakar, pemetaan titik rawan, serta pembangunan infrastruktur pembasahan seperti embung, sekat kanal dan sumur bor.


Dalam respons terhadap titik panas, Polri menerapkan mekanisme deteksi dini melalui satelit maupun laporan masyarakat yang kemudian diverifikasi langsung di lapangan. Apabila ditemukan titik api, personel bersama stakeholder terkait segera melakukan pemadaman dan pendinginan sebelum dilanjutkan dengan proses penyelidikan apabila ditemukan dugaan tindak pidana.


“Respons ancaman titik api, Polri menerapkan SOP respons cepat dengan target satu sampai dua jam sejak satelit mendeteksi hotspot,” jelas Auliansyah.


Ia menambahkan, Polri juga menyiapkan kekuatan personel dan berbagai sarana pendukung untuk menangani karhutla, termasuk pompa air portabel, kendaraan taktis sarana karhutla, drone fire suppression, serta helikopter yang dapat digunakan untuk water bombing.


Dari sisi penegakan hukum, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menyampaikan bahwa sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2026, jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Kalimantan Utara.


Dari penanganan tersebut, Polri telah menetapkan 72 tersangka perorangan dengan total luas lahan terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 1.006,67 hektare.


Irhamni menjelaskan, sebagian besar perkara yang ditangani bermula dari pemantauan hotspot yang kemudian diverifikasi oleh petugas di lapangan. Apabila ditemukan titik api atau lahan terbakar, petugas terlebih dahulu melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan keselamatan personel. Setelah kondisi dinyatakan aman, penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.


Menurutnya, modus yang ditemukan dalam sejumlah perkara tersebut didominasi pembukaan lahan dengan cara sengaja membakar. Cara tersebut dipilih karena dinilai lebih murah dan ekonomis dibandingkan menggunakan metode pembukaan lahan lainnya.


“Sebagian besar modus operandi yang digunakan oleh para tersangka adalah membuka lahan dengan cara sengaja membakar agar biaya operasional kegiatan berkebun menjadi murah atau ekonomis,” ujar Irhamni.


Dalam praktiknya, lahan yang sebelumnya telah ditebang kemudian dibakar untuk membersihkan sisa vegetasi. Selain lebih murah, pembakaran juga dianggap memberikan keuntungan bagi pelaku karena abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai unsur yang menyuburkan tanah sebelum lahan digunakan untuk kegiatan perkebunan.


Irhamni menegaskan, alasan ekonomi tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan pembakaran, terlebih dalam kondisi kemarau panjang dan El Nino yang membuat api lebih mudah meluas serta sulit dikendalikan.


“Alasan apa pun, alasan ekonomi, mudah, dan sebagainya, itu tetap tolong jangan dilakukan pembakaran di saat-saat seperti ini,” tegasnya.


Dalam proses penyidikan, Polri juga telah menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan adanya aktivitas pembakaran secara sengaja. Barang bukti tersebut antara lain 35 korek api, sejumlah botol dan jerigen berisi bahan bakar, 21 parang, dua kapak, cangkul, dua unit chainsaw, sampel tanah terbakar, bibit sawit, hingga batang kayu bekas terbakar.


Irhamni menegaskan bahwa pengakuan tersangka bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Penyidik tetap mengedepankan alat bukti yang diperoleh melalui olah TKP, keterangan saksi, petunjuk, barang bukti, serta penelusuran transaksi keuangan.


“Pengakuan tidak menjadi utama yang mutlak, tetapi alat bukti-alat bukti yang harus kami cari,” jelasnya.


Karena itu, Bareskrim Polri tidak hanya mendalami pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menyuruh, mendanai, atau memperoleh keuntungan dari aktivitas pembakaran tersebut. Penyidik akan mendalami aliran transaksi keuangan untuk mengetahui apakah pembakaran dilakukan atas kepentingan pribadi atau terdapat keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya korporasi.


“Ini tidak berhenti di sini. Tidak berhenti pada aktor lapangannya, tetapi kepentingan dari kegiatan pembakaran itu untuk apa, untuk siapa, itu pasti akan kami kejar sampai tuntas,” tegas Irhamni.


Ia mengatakan, sebagian besar tersangka yang telah ditetapkan sejauh ini merupakan individu yang mengaku melakukan pembakaran untuk kepentingan membuka lahan sendiri. Namun, penyidik tetap akan mengembangkan perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan untuk memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat.


“Baik korporasi ataupun individu akan kami lakukan pengejaran dan lakukan penegakan hukum secara tegas,” ujarnya.


Dalam penanganan perkara, Polri menerapkan mekanisme bertahap, mulai dari monitoring hotspot, verifikasi lapangan, pemadaman dan pendinginan, penyelidikan, hingga peningkatan status perkara ke tahap penyidikan apabila ditemukan peristiwa pidana. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti dan penetapan tersangka.


Terhadap para pelaku, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, antara lain Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


Irhamni menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran berulang selama periode kemarau.


“Polri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” kata Irhamni.


Ia memastikan proses penegakan hukum akan terus dikembangkan secara profesional berdasarkan alat bukti. Polri tidak hanya akan mengejar pelaku pembakaran di lapangan, tetapi juga pihak yang menyuruh melakukan maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari kejahatan tersebut.


“Kami akan terus mengejar semua pelaku atau orang yang menyuruh melakukan dan semua pihak yang memperoleh keuntungan atas kejahatan pembakaran hutan dan lahan tersebut,” tegasnya.

Sunday, August 23, 2026

 Tim K3I Stamaops Polri Perkuat Penanganan Bencana Gempa di NTT

Tim K3I Stamaops Polri Perkuat Penanganan Bencana Gempa di NTT



NTT — Tim K3I Stamaops Polri terus memperkuat pengawasan, koordinasi, serta dukungan operasional dalam penanganan bencana gempa bumi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim yang dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana, S.I.K. tersebut melaksanakan rangkaian kegiatan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.

Pada Jumat (21/8/2026), Irjen Pol. Laksana selaku Ketua Tim turut mendampingi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai. Kunjungan tersebut menyasar Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Desa Goloconggo, Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama anggota melaksanakan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat sekaligus mempersiapkan logistik bantuan Polri untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.

Pengiriman bantuan kemudian dilaksanakan menggunakan dua kendaraan kecil dan dua unit truk dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT menuju wilayah Ngada dan Nagekeo.

Pada Sabtu (22/8/2026), Ketua Tim K3I Irjen Pol. Laksana melaksanakan peninjauan posko di Mapolres Manggarai Barat. Pada kesempatan tersebut, ia juga mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah sebanyak 12 truk yang berisi berbagai kebutuhan untuk korban bencana. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak bencana di NTT.

Di Kabupaten Nagekeo, Tim K3I yang dipimpin Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak melalui Polres Nagekeo.

Tim juga melakukan pengecekan sejumlah fasilitas pelayanan dan dukungan kemanusiaan yang didirikan Polri, di antaranya Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, Pos Trauma Healing, serta Pos Pengungsian Polri. Tim turut meninjau langsung pelaksanaan trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak terdampak bencana.

Sementara di Kabupaten Ngada, Tim K3I yang terdiri dari Kombes Pol. Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak gempa melalui Polres Ngada serta melakukan pengecekan pendirian tenda pengungsian.

Selain kegiatan lapangan, Ketua Tim K3I juga melaksanakan rapat melalui Zoom Meeting bersama Kapolda NTT dan jajaran untuk membahas perkembangan penanganan bencana gempa, termasuk kondisi di lapangan serta kebutuhan dukungan bagi masyarakat terdampak.

Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana mengatakan, kehadiran Tim K3I Stamaops Polri merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran.

«“Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel, posko, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan hingga dukungan trauma healing bagi masyarakat. Yang paling utama adalah memastikan bantuan Polri benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Irjen Pol. Laksana.»

Ia menegaskan, Polri akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana bersama Polda NTT dan seluruh jajaran kewilayahan.

«“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.»

Seluruh rangkaian kegiatan Tim K3I Stamaops Polri dalam penanganan bencana gempa di wilayah hukum Polda NTT berjalan dengan aman dan lancar.


 Dari Palangka Raya, Wakapolri Bersama KSAD Pastikan Kesiapan Pasukan Tangani Karhutla

Dari Palangka Raya, Wakapolri Bersama KSAD Pastikan Kesiapan Pasukan Tangani Karhutla



Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri memastikan kesiapan penuh dalam mendukung direktif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Hari ini, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berada di Kalimantan Tengah untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergi TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dalam penanganan karhutla.

Kehadiran Wakapolri bersama KSAD di Palangka Raya merupakan bagian dari pembagian tugas pimpinan TNI-Polri yang diarahkan Presiden untuk memastikan penanganan karhutla di empat provinsi Kalimantan berjalan cepat, terpadu dan serentak.

Polri sendiri telah melakukan berbagai upaya penanganan sejak awal, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, penguatan sarana prasarana, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.

Wakapolri menegaskan kesiapan jajaran untuk terus mengoptimalkan seluruh kekuatan dalam melaksanakan arahan Presiden.

“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”

Secara nasional, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.

Untuk memperkuat respons, jajaran Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.

Kesiapan pemadaman juga didukung 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau.

Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, telah disiapkan 7.775 personel gabungan, 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.

Jajaran Polda Kalimantan Tengah juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melakukan patroli di 18.687 titik.

Wakapolri bersama KSAD memastikan seluruh kekuatan tersebut terus dioptimalkan untuk mendukung pemadaman di lapangan, mempercepat respons terhadap titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Polri juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi, termasuk drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception, untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi sedini mungkin.

Penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, masyarakat serta kementerian dan lembaga terkait.

Dari Palangka Raya, Polri memastikan seluruh jajaran siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas dan melindungi masyarakat.


 Polri Terus Akselerasi Pemadaman Karhutla, Dukung Langkah Presiden

Polri Terus Akselerasi Pemadaman Karhutla, Dukung Langkah Presiden



PALANGKA RAYA, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri siap mengakselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengoptimalkan kekuatan personel, sarana prasarana, teknologi, serta kolaborasi bersama TNI dan seluruh stakeholder.

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hari ini turun langsung ke Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.

Dari Palangka Raya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kesiapan kekuatan TNI-Polri serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Polri sebelumnya telah melakukan berbagai upaya penanganan secara berkelanjutan, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, edukasi masyarakat, penguatan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Wakapolri menegaskan seluruh upaya tersebut akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan direktif Presiden.

“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.

Peningkatan hotspot menjadi perhatian bersama. Pada Juli tercatat 7.175 hotspot, sedangkan pada periode 1–18 Agustus 2026 mencapai 7.655 hotspot.

Untuk memperkuat respons, Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.

Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, kementerian/lembaga terkait serta masyarakat. Kolaborasi mencakup pemadaman, patroli, deteksi dini, pencegahan, edukasi, dukungan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Di bidang sarana prasarana, Polri siap mengoptimalkan dukungan 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan sumber air, mempercepat deteksi titik api dan mendukung pemadaman di lapangan.

Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.

Polda Kalimantan Tengah telah menyiagakan 7.775 personel gabungan, didukung 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.

Jajaran Polda Kalteng juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melaksanakan patroli di 18.687 titik.

Dukungan teknologi terus diperkuat, antara lain melalui penggunaan drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi pada fase awal kebakaran.

Selain pemadaman dan pencegahan, Polri memastikan penegakan hukum tetap berjalan. Hingga 21 Agustus 2026, telah diterima 77 laporan polisi terkait karhutla dan ditetapkan 70 tersangka, dengan luas areal terbakar dalam perkara mencapai 987,6 hektare.

Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran, dengan tetap membuka ruang pendalaman terhadap pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan.

Polri memandang pemadaman, pencegahan, penegakan hukum dan kolaborasi sebagai satu kesatuan dalam penanganan karhutla.

Kehadiran Presiden di Kalimantan hari ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan mengakselerasi seluruh upaya yang telah berjalan.

Polri siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan bersama untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan.


 Edukasi Paham AI, Polres Ngawi Bekali 150 Siswa SMAN 1 Ngawi

Edukasi Paham AI, Polres Ngawi Bekali 150 Siswa SMAN 1 Ngawi




NGAWI, Polres Ngawi terus mendorong generasi muda agar semakin bijak dan cerdas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Melalui Bag SDM Polres Ngawi, edukasi Paham AI diberikan kepada 150 siswa SMAN 1 Ngawi, bertempat di Laboratorium Komputer SMAN 1 Ngawi.

Tim edukasi paham AI Polres Ngawi ini menghadirkan personel dari Satreskrim, Bag SDM, Satbinmas, SitiK dan SiHumas. Materi diberikan secara edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perkembangan AI serta pemanfaatannya secara bijak, positif dan bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan Kepala Sekolah dan Ketua Tim Paham AI Polres Ngawi, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh trainer Paham AI Polres Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Ngawi Kompol Budi Cahyono, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa edukasi Paham AI menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami penggunaan AI secara cerdas, aman dan bertanggung jawab.

“Teknologi AI memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara tepat. Karena itu, para siswa perlu memahami bagaimana memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, mendukung pembelajaran, kreativitas dan pengembangan diri, serta tetap bijak dalam menyaring informasi,” ujar Kompol Budi Cahyono, saat dikonfirmasi Minggu (23/8/2026)

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para siswa.

Melalui edukasi ini, Polres Ngawi berharap generasi muda semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital dengan sikap kritis, kreatif dan bertanggung jawab.