Ad 728x90

Wednesday, March 4, 2026

 Polres Ponorogo Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri

Polres Ponorogo Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri

 




PONOROGO – Menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Ponorogo Polda Jatim turun ke sejumlah pasar memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok 


Kali ini pemantauan dilakukan di Pasar Songgolangit, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo.


Kegiatan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Imam Mujali, S.H., M.H., bersama jajaran Satreskrim Polres Ponorogo Polda Jatim.


"Kami fokus memastikan stok aman, harga terkendali, dan tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat," kata AKP Imam, Rabu (4/2/26).


Sementara itu Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah konkret menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.


“Kegiatan ini bagian dari langkah antisipasi menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan, di mana permintaan masyarakat meningkat,” tegas AKBP Andin.


Ia menjelaskan, potensi kenaikan harga biasanya dipicu dua faktor utama yaitu lonjakan permintaan selama Ramadan serta belum masuknya masa panen raya pada sejumlah komoditas pangan.


"Polres Ponorogo memastikan monitoring akan dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun distributor," tambah AKBP Andin.


Ia mengatakan akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga.


Dari hasil pantauan Unit Pidter Satreskrim, harga dan stok bahan pokok di Pasar Songgolangit terpantau aman dan relatif stabil.


"Hasil pemantauan kali ini stok bahan pangan dan harga relatif aman," pungkas AKBP Andin. (*)

 Polres Situbondo Amankan Tersangka Pembuat Petasan Sita 5,1 Kg Bubuk Mercon

Polres Situbondo Amankan Tersangka Pembuat Petasan Sita 5,1 Kg Bubuk Mercon





SITUBONDO – Polres Situbondo Polda Jawa Timur membongkar praktik pembuatan petasan dan penyimpanan bubuk mercon (petasan) dalam jumlah besar di sebuah rumah warga di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Sabtu malam (28/2/2026) pekan lalu.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial S (59) dan barang bukti sedikitnya 5,1 kilogram bubuk mercon siap rakit.


Selain itu Polisi juga menemukan ratusan selongsong kertas yang disimpan oleh pelaku di lokasi yang sangat berbahaya, yakni tepat di bawah kasur tempat tidurnya.


Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatreskrim, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah adanya aktivitas mencurigakan terkait bahan peledak di Kampung Delleb. 


Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satintelkam berkoordinasi dengan Satsamapta untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.


"Kami bergerak cepat demi keselamatan masyarakat. Saat digeledah, ternyata pelaku menyimpan bahan berbahaya tersebut di bawah tempat tidurnya," ujar AKP Agung, Selasa (3/3/26).


Selain bubuk mercon seberat 5,1 kg, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, di antaranya 152 selongsong mercon berwarna, 200 selongsong putih, 9 buah mercon jenis blanggur, satu ikat sumbu, hingga belerang dan alat pembuat selongsong. 


Mengingat sifat bahan yang sangat tidak stabil dan mudah meledak, sebagian besar bubuk mercon tersebut langsung dimusnahkan (disposal) oleh Unit Gegana Brimob Polda Jatim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Saat ini, pelaku S telah diamankan di Mapolres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 


Ia terancam dijerat dengan undang-undang terkait kepemilikan bahan peledak.


AKP Agung menambahkan pihak Kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk penguasaan bahan peledak tanpa izin, terutama menjelang hari-hari besar di mana aktivitas bermain petasan sering meningkat.


Seperti ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast bahwa penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana, oleh karena itu peredarannya diatur ketat undang-undang.


Kombes Pol Abast juga mengatakan bahan peledak bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius.


Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.


Masyarakat diimbau untuk melaporkan apabila ada aktifitas pembuatan petasan melalui Call Center 110, karena ini untuk keamanan dan keselamatan bersama. (*)

 Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan

 



NABIRE — Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire yang digelar di Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat TNI–Polri, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, S.I.K., Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K., serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.


Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI itu dilakukan menyusul terdeteksinya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.


Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.


“Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi tersebut, kelompok diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.


Pemantauan lapangan oleh personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.


Tim Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Personel bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.


“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.


Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.


Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.


“Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.


Ia merinci, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.


“Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.


Terkait dana tunai yang ditemukan di lokasi, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber dukungan logistik kelompok tersebut.


Pendalaman terhadap dana yang ditemukan masih dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan aparat gabungan TNI-Polri. 


Ia juga membenarkan bahwa dalam peristiwa di Lagari, selain dua korban jiwa, terdapat dua pucuk senjata api panjang dan satu senjata api pendek yang dirampas oleh kelompok tersebut.


Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.


“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.


Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.


“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.


Sementara itu, Wakapolda Papua Tengah menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.


“Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Gustav.


Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tuesday, March 3, 2026

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali

  



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 ini akan terjadi dalam dua periode pada bulan Maret mendatang. 


Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).


Sigit mengungkapkan, prediksi itu didapati berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan jajaran Ditlantas bersama Kementerian Perhubungan serta dengan membandingkan realisasi jumlah pemudik di tahun 2025.


"Prediksi puncak arus mudik (pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret," kata Sigit. 


Setelah periode arus balik pertama, kata dia, nantinya pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret. Sehingga diperkirakan bakal terjadi puncak arus mudik kedua pada 18 dan 19 Maret.


Lebih lanjut, Sigit juga mewanti-wanti seluruh jajaran agar dapat menyiapkan pengaturan penyeberangan ke wilayah Bali lantaran peringatan Hari Raya Nyepi jatuh bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


"Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," ucap Sigit. 


Di sisi lain, Sigit mengatakan untuk puncak arus balik juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24 dan 25 Maret. 


"Prediksi puncak arus balik kedua pada 28 sampai 29 Maret dan bila diperlukan Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan," tutup Sigit.

 Jaga Ketentraman Ramadhan, Polda Jatim Bongkar Peredaran Bahan Peledak Ilegal

Jaga Ketentraman Ramadhan, Polda Jatim Bongkar Peredaran Bahan Peledak Ilegal





SURABAYA  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap kasus penjualan bahan peledak berupa bubuk petasan atau mesiu di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya. 


Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana karena itu peredarannya diatur ketat oleh undang-undang.


"Perlu kami tegaskan, bahan ini bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius," tegas Kombes Abast.


Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.


“Peredaran bahan peledak tanpa izin sangat berbahaya. Kami pastikan setiap informasi dari masyarakat akan segera kami tindaklanjuti secara serius,” tegas Kombes Abast saat konferensi Pers, Selasa (3/3/2026).


Masih kata Kabid Humas Polda Jatim, dari pengungkapan kasus tersebut Polisi mengamankan Dua pemuda asal Sidoarjo pada Kamis, 26 Februari 2026 dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Raya Menanggal, Gayungan, Surabaya.


Ia menerangkan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi mencurigakan bubuk petasan.


“Berawal dari laporan masyarakat terkait transaksi bubuk petasan, lalu tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujar Kombes Abast.

 

Dua tersangka yang diamankan yakni MAJ (28) dan BAW (18), keduanya warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. 


MAJ diketahui membeli bahan kimia melalui marketplace dan toko pupuk, kemudian meraciknya sendiri menjadi bubuk mesiu di rumah. 


Dari hasil pemeriksaan, MAJ  juga menawarkan barang tersebut melalui grup WhatsApp bernama “HURU HARA”.


Sementara itu, BAW berperan memasarkan dan menjual bubuk petasan melalui Facebook menggunakan akun atas nama “BAHAR AGUNG” dengan tujuan memperoleh keuntungan.


Dari tangan keduanya, Polisi menyita barang bukti berupa satu kilogram bubuk petasan, dua unit handphone, satu unit sepeda motor berikut STNK dan uang tunai Rp 210 ribu.


Masih kata Kombes Pol Abast, motif para tersangka murni faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan. 


"Modus yang dilakukan yakni menawarkan dan menjual bubuk petasan atau mesiu melalui aplikasi Facebook,” ujar Kombes Abast.


Atas perbuatannya, para tersangka kami jerat Pasal 306 KUHP, yakni setiap orang yang tanpa hak membuat, memiliki, menyimpan, menguasai, atau memperdagangkan bahan peledak.


"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun,” kata Kombes Abast. 


Kabid Humas Polda Jatim mengimbau kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur untuk tidak meracik, menyimpan atau menjual bahan peledak apalagi tanpa izin.


Karena sekecil apa pun bahan peledak, jika salah digunakan, dapat berakibat fatal. 


"Segera laporkan apabila mengetahui adanya transaksi bahan peledak ilegal, dan bagi orang tua, kami imbau agar lebih mengawasi aktifitas anak - anaknya di media sosial, " tutup Kombes Abast. (*)

 Usai Puting Beliung Terjang Tambakromo, Polres Ngawi Hadir Gotong Royong Bersama Warga

Usai Puting Beliung Terjang Tambakromo, Polres Ngawi Hadir Gotong Royong Bersama Warga

 



Ngawi – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Ngawi melalui Polsek Padas bersama Forkopimcam Padas.


Pada Selasa (3/3/2026), bertempat di Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, dilaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung yang terjadi sehari sebelumnya.


Dipimpin Kapolsek Padas AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos  dan Camat Padas serta Kepala Desa Tambakromo, personel Polsek, Koramil, serta masyarakat bahu-membahu memperbaiki genteng rumah dan membersihkan material sisa kerusakan. Forkopimcam Padas juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana merupakan bentuk nyata kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.


“Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga saat warga membutuhkan bantuan akibat musibah. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” tutur Kapolres Ngawi.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, tertib, dan kondusif.

 Siap Amankan Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Semeru 2026

Siap Amankan Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Semeru 2026

 



Ngawi – Dalam rangka pengamanan dan pelayanan Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, Polres Ngawi menggelar Rapat Koordinasi Eksternal/Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026, yang dihadiri Bupati Ngawi dan para Kepala Dinas Instansi terkait, serta perwakilan tokoh masyarakat.


Kegiatan ini bertujuan mewujudkan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang terkendali serta kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi.


Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Rakor eksternal tersebut melibatkan unsur Forkopimda, TNI, instansi terkait, serta stakeholder lainnya guna menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.


Kapolres Ngawi, Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa sinergitas lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan operasi.


“Operasi Ketupat Semeru 2026 ini mengedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum serta pelayanan maksimal kepada masyarakat. Harapannya, seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri di Kabupaten Ngawi dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres Ngawi, saat dikonfirmasi media (3/3/2026) 


Dalam pelaksanaannya, operasi melibatkan enam satuan tugas (Satgas), yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Gakkum, Satgas Humas, dan Satgas Banops. Masing-masing Satgas memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.


Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, disiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan, di antaranya Pos Terpadu Monumen Suryo, Pos Pelayanan Rest Area Km 575 (A) dan Km 575 (B), Pos Pengamanan IKN/Kartonyono, Pos Pengamanan Exit Tol, serta Pos Pengamanan Kedungprahu.


Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, serta dukungan penuh dari seluruh instansi terkait, Polres Ngawi optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri maupun yang melaksanakan perjalanan mudik dan balik di wilayah Kabupaten Ngawi.

Peduli Ramadan, Polres Ngawi dan Polsek Jajaran Rutin Bagikan Ratusan Paket Nasi dan Takjil

Peduli Ramadan, Polres Ngawi dan Polsek Jajaran Rutin Bagikan Ratusan Paket Nasi dan Takjil

  



NGAWI – Semangat kepedulian di bulan suci Ramadan 1447 H terus ditunjukkan oleh jajaran Polres Ngawi bersama Polsek jajaran juga Bhayangkari.


Melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, Polres Ngawi dan Polsek jajaran bersama Bhayangkari membagikan sekitar 500 paket nasi lengkap dengan lauk dan minuman kepada masyarakat, menjelang waktu berbuka puasa.


Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah titik strategis, seperti kawasan pasar, jalan protokol, serta lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Sasaran kegiatan meliputi pengguna jalan, pekerja harian, pedagang, tukang ojek, serta warga yang masih beraktivitas saat waktu berbuka tiba.


Selain pembagian paket nasi berbuka oleh Polres Ngawi, kegiatan berbagi takjil juga dilaksanakan oleh Polsek jajaran di wilayah masing-masing. Para personel turun langsung ke lapangan untuk membagikan takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian, serta upaya mempererat hubungan antara Polri dan warga.


Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang membawa manfaat langsung.


“Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin memastikan Polres Ngawi dan seluruh Polsek jajaran hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga berbagi kebahagiaan," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama, pada Selasa  (3/3/2026)


Pembagian paket nasi berbuka dan takjil ini dilaksanakan oleh Polres Ngawi, secara rutin sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.


Kapolres Ngawi juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun kedekatan emosional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Masyarakat pun menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. 


Melalui kegiatan berbagi ini, Polres Ngawi bersama Polsek jajaran berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menghadirkan keberkahan Ramadan bagi seluruh masyarakat.

 Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Beribadah di Bulan Ramadan, Polres Ngawi Laksanakan Pengamanan di Masjid

Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Beribadah di Bulan Ramadan, Polres Ngawi Laksanakan Pengamanan di Masjid

 



Ngawi – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (cipkon kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadan 1447 H, Polres Ngawi dan Polsek jajaran melaksanakan kegiatan patroli dan pengamanan (PAM) sholat tarawih.


Tujuannya, agar masyarakat yang melaksanakan sholat tarawih merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan.


Kehadiran personel kepolisian di lokasi ibadah mendapat respons positif dari masyarakat karena mampu menghadirkan suasana yang tertib, aman, tenang dan kondusif.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pengamanan ibadah merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum Bulan Suci Ramadan, sehingga umat Muslim dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang.


“Kami berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama Bulan Suci Ramadan, dengan meningkatkan patroli serta pengamanan sholat tarawih, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir," tutur AKBP Prayoga Angga, pada Selasa (3/3/2026).


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi dan jajaran selama Bulan Ramadan Tahun 2026 terpantau aman dan kondusif.

 Kapolri Sarankan Metode First Come First In Cegah Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan

Kapolri Sarankan Metode First Come First In Cegah Penumpukan Arus Mudik di Pelabuhan




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rapat digelar di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Salah satu yang menjadi perhatian dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik adalah wilayah Banten. Wilayah ini nantinya akan menjadi para pemudik dari pulau Jawa menyebrang ke pulau Sumatera.

Sigit menuturkan, rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan tiga pelabuhan yang ada akan dilakukan dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Pada situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dimanfaatkan, ada jalan kaki, roda 4 penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau antrean dalam keadaan normal. Kemudian situasi kuning, antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak," kata Sigit.

Kemudian untuk di 3 dermaga di wilayah Pelabuhan Ciwandan, kata Sigit, pengaturan juga sama saat situasi hijau, kuning, dan merah. 

Kemudian di Pelabuhan BBJ, khusus untuk truk tangki, truk tronton dan alat berat, pihaknya juga membagi situasi yang sama. Ada situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan, dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan khususnya pada puncak arus mudik, ia menyarankan menggunakan metode first come first in.

Sebab, lanjutnya, kalau melihat dari kapan para pemudik membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, akan mengakibatkan terjadinya potensi penumpukan. 

"Jadi di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder terkait, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan," ujarnya.

Untuk diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.

 Sigap! Polisi Ngawi Bantu Warga Terdampak  Angin Puting Beliung di Tambakromo, Padas

Sigap! Polisi Ngawi Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Tambakromo, Padas

 




Ngawi – Hujan gerimis yang disertai angin puting beliung menerjang Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Senin sore (2/3/2026) .


Peristiwa tersebut mengakibatkan 45 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.


Kapolsek Padas, AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos., melaporkan, dari total rumah terdampak, sebanyak 10 rumah mengalami rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 28 rumah rusak ringan. Kerusakan didominasi genting berjatuhan, asbes pecah, serta atap galvalum yang terbuka akibat terpaan angin kencang. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 25 juta.


Personel Polsek Padas Polres Ngawi bersama anggota Koramil, tim BPBD Kabupaten Ngawi, dan relawan Fortapa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan puing-puing bangunan. Hingga saat ini, aktivitas masyarakat telah kembali berjalan normal sembari melakukan perbaikan rumah secara bergotong royong.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam memberikan perlindungan serta pelayanan.


“Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu. Polri akan terus bersinergi dengan TNI, BPBD, dan relawan dalam penanganan bencana,” tegasnya, pada Selasa (3/3/2026)


Sebagai bentuk empati, jajaran kepolisian juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, dan mi instan kepada warga terdampak.

 Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan

Polri Gelar Operasi Ketupat 13-25 Maret, Kerahkan 161 Ribu Personel Gabungan




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.

Hal itu diungkapkan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). 

"Oleh karena itu, kita tahun ini melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan kita mulai dari 13 Maret sampai 25 Maret," kata Sigit. 

Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum.  

"Tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ujar Sigit. 

Sigit juga mengungkapkan, dalam struktur operasi juga sudah dibuat, dan ada sedikit perubahan. Sehingga kemudian Kaopsus yang dipimpin oleh Kakorlantas,  betul-betul bisa mengendalikan seluruh jajaran pada saat harus mengambil satu keputusan-keputusan yang bersifat diskresi. 

Di sisi lain, Sigit menyatakan, dalam operasi ketupat sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan masyarakat ketika arus mudik dan balik Lebaran. 

"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," tutup Sigit.

 Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026

Pimpin Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Tekankan Optimalisasi Pengamanan dan Pelayanan di Ops Ketupat 2026




JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan dan pengamanan Operasi Ketupat tahun 2026. Ia menekankan soal optimalisasi pengamanan dan pelayanan saat pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran. 

"Oleh karena itu, persiapan, pengamanan, harus betul-betul dilaksanakan secara optimal. Begitu juga pelayanan yang diberikan," kata Sigit di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Sigit menyebut, dalam arus mudik tahun ini diprediksi arus kendaraan paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Timur. 

"Sementara lima tujuan terbanyak Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan seterusnya," ujar Sigit. 

Sigit menuturkan untuk memastikan pengaman dan pelayanan selama arus mudik, Polri menggelar operasi ketupat sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret. 

"Dan tagline kali ini adalah 'Mudik Aman dan Keluarga Bahagia'. Tentunya yang kita kedepankan adalah langkah preemtive dan preventif, penegakan hukum, tentunya kita upayakan seminimal mungkin sehingga ini betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan," ucap Sigit. 

Setidaknya, kata Sigit akan dikerahkan 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan seluruh stakeholder dalam pengaman dan pelayanan arus mudik Lebaran. 

"Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik," tutup Sigit.

Monday, March 2, 2026

 Polisi Ngawi Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Padas-Pangkur

Polisi Ngawi Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Padas-Pangkur

 



Ngawi – Personel Polsek Padas Polres Ngawi bergerak cepat mendatangi lokasi dan membantu evakuasi pohon tumbang yang menghambat arus lalu lintas di Jalan Raya Padas–Pangkur, tepatnya masuk Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Senin (2/3/2026) sore.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.15 WIB akibat hujan deras disertai angin kencang. Sedikitnya tiga pohon sengon tumbang dan melintang di badan jalan, sehingga sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas pada jalur penghubung Padas–Pangkur.


Kapolsek Padas AKP Sugeng Wahyudi, S.Sos., menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga setempat dan relawan FORTAPA, petugas melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang hingga jalur kembali dapat dilalui kendaraan dan arus lalu lintas kembali lancar.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang berarti. Polsek Padas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya saat cuaca ekstrem.


Sementara itu, Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan dan respons cepat dalam menjaga keselamatan serta ketertiban.


“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya, saat dihubungi media.


Dengan penanganan cepat tersebut, aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Padas kembali berjalan normal dan kondusif.

 Polres Probolinggo Kota Optimalkan Satkamling Wujudkan Kamtibmas Kondusif

Polres Probolinggo Kota Optimalkan Satkamling Wujudkan Kamtibmas Kondusif

 




KOTA PPROBOLINGGO  — Polres Probolinggo Kota Polda Jawa Timur terus memperkuat keamanan lingkungan selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah melalui kegiatan pembinaan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).


Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri mengatakan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama bulan Ramadhan sangat penting.


"Jika masing - masing lingkungan dapat dikendalikan, maka Kota Probolinggo secara umum akan menjadi kondusif," ujarnya, Senin (1/3/26).


Sebelumnya, Kapolres Probplinggo Kota juga telah memberikan pembinaan serta arahan kepada para petugas Satkamling di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.


Ia menegaskan bahwa keberadaan Satkamling menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan permukiman warga.


Selain memberikan pembinaan, Kapolres Probolinggo Kota juga menyerahkan bantuan senter secara simbolis kepada perwakilan tiga petugas Satkamling di Kelurahan Jrebeng Lor. 


Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan ronda malam serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menjaga keamanan lingkungan.


"Sinergi antara warga dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, terlebih di bulan Ramadhan,” ujar AKBP Rico.


Melalui optimalisasi dan pembinaan Satkamling, Polres Probolinggo Kota berharap sistem keamanan lingkungan dapat berjalan lebih optimal, terorganisir, serta mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat. (*)

 Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan

Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan

 



JAKARTA - Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah selama dua pekan sejak tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. 


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan telah menyiapkan 2.746 posko untuk memberikan pengamanan hingga pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran. 


Sigit merinci sebanyak 1.624 posko akan difokuskan untuk pengamanan serta sebagai pusat informasi dan pengaturan arus lalu lintas. Ribuan posko ini bakal disiapkan di seluruh Indonesia. 


Sementara, 779 lainnya akan digunakan sebagai posko pelayanan untuk tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan. Sedangkan 343 posko terpadu akan digunakan sebagai pusat kendali operasi ketupat 2026.


"Yang tentunya di dalamnya juga ada tempat rest area dan berbagai macam layanan yang kita siapkan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dan balik," kata Sigit di rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). 


Lebih lanjut, Sigit mengatakan total ada 185.608 objek pengamanan yang menjadi fokus petugas. Mulai dari tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.


"Tentunya perlu ada pelibatan stakeholder terkait untuk bersama-sama memberikan pelayanan di tempat wisata, tempat ibadah, transportasi umum, jalur mudik baik tol maupun arteri, jalur penyeberangan lintas pulau, dan pusat perbelanjaan serta rest area," tutup Sigit.

 Polri Siapkan Rekayasa Lalin One Way hingga Contraflow saat Arus Mudik Lebaran 2026

Polri Siapkan Rekayasa Lalin One Way hingga Contraflow saat Arus Mudik Lebaran 2026

 



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri tetap menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. 


Menurut Sigit, strategi rekayasa lalu lintas masih dinilai efektif untuk diterapkan terkait mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri. 


"Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). 


Rekayasa lalin yang bakal diterapkan ketika arus mudik dan balik Lebaran 2026 di antaranya adalah One Way, Contraflow, pengaturan di Rest Area, pembatasan kendaraan sumbu tiga. 


"Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," ujar Sigit. 


Di sisi lain, Sigit menekankan, dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun lalu, terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekira Rp137 Triliun. Diharapkan, tahun ini juga mengalami peningkatan agar terjadinya pertumbuhan perekonomian masyarakat. 


"Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,'" tutup Sigit.

Cegah Perang Sarung Selama Ramadan, Polres Ngawi Intensifkan Patroli Blue Light

Cegah Perang Sarung Selama Ramadan, Polres Ngawi Intensifkan Patroli Blue Light

 

 NGAWI – Jajaran Polres Ngawi melalui seluruh Polsek di wilayah hukum Kabupaten Ngawi mengintensifkan patroli blue light pada jam-jam rawan selama bulan Ramadan 1447 H. Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi aksi balap liar maupun perang sarung menjelang sahur maupun usai salat subuh.

Patroli dilaksanakan di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, seperti jalan protokol, kawasan perbatasan, serta lokasi yang sering dijadikan ajang berkumpulnya remaja pada malam hari. Dengan menyalakan lampu rotator biru, kehadiran polisi diharapkan mampu memberikan efek preventif serta rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, menyampaikan bahwa kegiatan patroli blue light merupakan langkah preventif guna menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan yang berpotensi terjadi balap liar maupun perang sarung. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya keributan serta aktivitas yang mengganggu kenyamanan warga,” tegasnya pada Senin (2/3/2026).

Ia juga mengimbau kepada para orang tua agar turut mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan patroli rutin yang dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan nyaman.

 Gerak Cepat Polres Ngawi Ungkap Kasus Pencurian di SDN 2 Cangakan, Dapat Apresiasi Kepala Sekolah

Gerak Cepat Polres Ngawi Ungkap Kasus Pencurian di SDN 2 Cangakan, Dapat Apresiasi Kepala Sekolah

 



Ngawi – Polres Ngawi Polda Jatim di bawah kepemimpinan AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di SDN Cangakan 2, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi.


Berkat kesigapan dan kerja cepat Polres Ngawi, dalam waktu yang tidak lama, terduga pelaku berhasil diamankan. Diketahui, pelaku masih berstatus anak di bawah umur. Dalam proses penanganannya, kepolisian tetap mengedepankan prosedur yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait sistem peradilan pidana anak.


Kepala Sekolah SDN Cangakan 2, Dwi Mahendra Rini Wigati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Ngawi atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian yang terjadi di sekolahnya.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Ngawi yang telah berhasil mengungkap kasus pencurian di sekolah kami. Semoga Polri, khususnya Polres Ngawi, senantiasa profesional dalam menuntaskan berbagai kasus yang terjadi di masyarakat dan semakin maju ke depannya,” ujar Dwi, Kepala Sekolah SDN Cangakan 2, Kasreman.


Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta merespons cepat setiap laporan yang masuk.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi,” tegas Kapolres Ngawi, Senin (2/3/2026) 


Dengan keberhasilan ini, Polres Ngawi berharap dapat memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Ngawi.


Sebagai informasi, kejadian pencurian terjadi pada Rabu (25 Februari 2026) dan Satreskrim Polres Ngawi dipimpin Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi berhasil mengungkap pada Kamis (26 Februari 2026).

 Imbauan Polisi Ngawi di Pasar Malam Widodaren, Warga Aman dan Nyaman

Imbauan Polisi Ngawi di Pasar Malam Widodaren, Warga Aman dan Nyaman



Ngawi – Polres Ngawi melalui Polsek Widodaren terus mendukung program Presisi dan Program Prioritas Kapolri tentang Peningkatan Kinerja Pemeliharaan Kamtibmas, dengan melaksanakan patroli pengamanan pasar malam di Lapangan Walikukun, Kecamatan Widodaren, Minggu (1/3/2026) malam.


Patroli difokuskan pada pengamanan aktivitas masyarakat di pasar malam yang ramai dikunjungi warga selama bulan suci Ramadan 1447 H.


Petugas melakukan pemantauan serta memberikan imbauan di sekitar area/wahana permainan, lapak pedagang, hingga lokasi parkir kendaraan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun kerawanan lainnya. 


Imbauan kamtibmas diberikan bukan hanya kepada para pengunjung namun juga kepada panitia/ pihak penyelenggara, agar tetap waspada serta bersama-sama menjaga ketertiban.


Kapolres Ngawi, Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya selama bulan Ramadan.


“Melalui patroli dan pengamanan kegiatan masyarakat seperti pasar malam ini, kami ingin memastikan seluruh rangkaian aktivitas warga berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).


Dengan adanya patroli tersebut, kegiatan pasar malam di Lapangan Walikukun berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan serta mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polsek Widodaren.