Ad 728x90

Tuesday, August 11, 2026

 Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polres Mojokerto Bubarkan Konvoi Sekelompok Pemuda di Gondang

Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polres Mojokerto Bubarkan Konvoi Sekelompok Pemuda di Gondang





MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur melalui Polsek Gondang membubarkan aksi konvoi sekelompok pemuda di Jalan Raya Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu dinihari (9/8/2026).

Aksi konvoi tersebut terjadi setelah sejumlah anggota Perguruan Silat Pagar Nusa menghadiri kegiatan Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Ranting Jatirejo yang bertempat di Pondok Pesantren Ismul Haq, Dusun Kowang, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, panitia kegiatan bersama Wakil Ketua Pagar Nusa Cabang Mojokerto telah memberikan jaminan kepada pihak kepolisian bahwa kegiatan akan selesai pada pukul 23.00 WIB. 

Namun, setelah kegiatan berakhir, masih terdapat sejumlah pemuda yang diduga peserta masih melakukan perjalanan secara berkelompok menggunakan sepeda motor menuju arah Kecamatan Gondang.

Saat melintas di Jalan Raya Desa Pugeran, rombongan tersebut diduga melakukan konvoi dengan menggunakan badan jalan hingga menutup lajur dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket siaga Polsek Gondang di bawah pimpinan Kapolsek Gondang AKP Ryando Ervandes Lubis segera mendatangi lokasi. 

"Sekira pukul 01.50 WIB, 17 pemuda dan 20 unit motor kami amankan kemudian dibawa ke Mako Polres Mojokerto dan penanganannya diambil alih oleh piket Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto," kata AKP Ryando, Senin (10/8/2026).

Dalam proses penanganan, petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh peserta untuk mengetahui identitas serta kronologi kegiatan. 

Polisi juga memberikan pembinaan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum, keselamatan berlalu lintas serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Bagi peserta yang masih di bawah umur, Polisi melakukan koordinasi dan pemanggilan terhadap orang tua atau wali untuk memberikan pendampingan. 

Sebagai bentuk komitmen setelah dilakukan pembinaan, para peserta juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata menegaskan bahwa kegiatan perguruan silat harus menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, persaudaraan dan prestasi, serta dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan masyarakat.

Menurut AKBP Andi Yudha, setiap kegiatan masyarakat harus tetap menghormati hak masyarakat lainnya. 

AKBP Andi Yudha menyebut, koordinasi sejak sebelum kegiatan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dinilai penting untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat.

"Kami mengedepankan langkah persuasif dan pembinaan, namun apabila terdapat tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, kepolisian akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Andi Yudha.

Kapolres Mojokerto juga mengimbau kepada seluruh perguruan silat, panitia kegiatan, anggota dan simpatisan agar setiap kegiatan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. 

Selain itu, pengurus maupun panitia diharapkan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan mencegah adanya konvoi yang dapat mengganggu pengguna jalan.

Polres Mojokerto Polda Jatim berharap adanya komitmen bersama dari panitia, pengurus perguruan silat, peserta, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. 

 Polresta Malang Kota dan Aremania Bagikan 39 Mawar, Tebar Pesan Damai Jelang HUT Arema FC

Polresta Malang Kota dan Aremania Bagikan 39 Mawar, Tebar Pesan Damai Jelang HUT Arema FC





MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim bersama Presidium Aremania Utas membagikan bunga mawar kepada pengendara yang melintas di kawasan Tugu Tani Timur, belakang Stadion Gajayana, Jalan Semeru, Senin (10/8/2026).

Aksi simpatik ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Arema FC yang akan dipusatkan di Stadion Gajayana pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sinergi antara kepolisian dan komunitas suporter, dengan membagikan total 39 bunga mawar sebagai simbol usia Arema FC.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo melalui Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya preemtif dan preventif untuk menciptakan suasana aman menjelang puncak peringatan HUT Arema.

Ipda Lukman menyebut bagi-bagi bunga ini juga membawa pesan persaudaraan dan ajakan menjaga kondusivitas Kota Malang.

“Kami bersama Presidium Aremania Utas dan rekan-rekan Aremania membagikan 39 bunga sebagai simbol HUT ke-39 Arema sebagi bentuk kolaborasi untuk menyampaikan pesan damai dan mengajak masyarakat menjaga kamtibmas,” ujar Ipda Lukman.

Ia menambahkan, Polresta Malang Kota Polda Jatim juga telah menyiagakan 250 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan relawan guna mengamankan rangkaian kegiatan bertema “TH39REATNESS” atau “The Greatness”.

“Pengamanan dilakukan secara terpadu agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Ipda Lukman.

Sementara itu, Presidium Aremania Utas, Ali Rifky, menyampaikan bahwa pembagian bunga mawar sebagai simbol pesan moral kepada masyarakat.

“39 bunga mawar ini kami bagikan sesuai usia Arema ke-39. Kami ingin menunjukkan bahwa Malang adalah kota yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi persaudaraan,” kata Ali.

Ia menegaskan, momentum perayaan ini diharapkan mampu meredam potensi gesekan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah rivalitas sepak bola.

“Perbedaan dukungan klub tidak boleh menghilangkan rasa saling menghormati. Aremania ingin menunjukkan bahwa kecintaan pada Arema bisa berjalan seiring dengan menjaga kedamaian,” tambahnya.

Aksi bagi-bagi bunga ini pun mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan yang melintas.

Selain mempererat hubungan antara Kepolisian dan warga, bunga yang sudah dibagikan menjadi simbol bahwa perayaan HUT Arema FC tidak hanya diwarnai euforia, tetapi juga diisi dengan pesan damai, soliditas, dan kepedulian sosial.

Dengan kolaborasi dan sinergi antara Polresta Malang Kota  Polda Jatim dan Aremania, peringatan HUT ke-39 Arema FC diharapkan berlangsung aman, tertib, serta mencerminkan semangat “The Greatness” yang mengedepankan prestasi, karakter, dan persaudaraan. (*)

 Polda Jatim Perkuat Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla

Polda Jatim Perkuat Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla




SURABAYA - Polda Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. 

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla 2026 di lapangan apel Polda Jatim, Selasa (11/8/2026).

Direktur Samapta Polda Jatim Kombes Pol Noerwiyanto mengatakan Jawa Timur memiliki potensi kerawanan karhutla yang cukup tinggi. 

Kondisi geografis di Jawa Timur yang memiliki kawasan hutan, pegunungan, perkebunan hingga wilayah dengan kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

“Jawa Timur merupakan wilayah yang mempunyai potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. Kawasan hutan jati dan hutan pinus yang tersebar di berbagai wilayah berpotensi terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau,” kata Kombes Noerwiyanto.

Potensi tersebut semakin perlu diantisipasi mengingat sejumlah kawasan di Jawa Timur tengah menghadapi kondisi kering. 

Salah satunya kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang saat ini masih dalam penanganan.

Kombes Noerwiyanto menyebut karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam dan cuaca, tetapi juga aktivitas manusia. Salah satunya pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Terjadinya karhutla selain faktor alam atau cuaca pada musim kering yang ekstrem, juga dapat disebabkan faktor manusia. Misalnya membakar lahan untuk membersihkan daun-daun kering yang ada di lahan yang akan dijadikan perkebunan,” ujar Kombes Noerwiyanto.

Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal, sementara sebagian wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau lebih panjang.

“Potensi munculnya titik panas atau hotspot perlu diantisipasi di sejumlah wilayah, antara lain Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Bojonegoro, Gresik dan wilayah lainnya,” jelas Kombes Noerwiyanto

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Polda Jatim memastikan kesiapan personel, peralatan serta sarana dan prasarana pendukung. Seluruh unsur yang terlibat diminta mampu bergerak cepat dan terpadu ketika terjadi kebakaran.

“Apel gelar pasukan dan peralatan ini merupakan langkah dan bukti nyata bahwa baik aspek personel, peralatan maupun sarana prasarana pendukung siap melaksanakan tugas penanganan karhutla,” tegas Kombes Noerwiyanto.

Ia juga menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri, namun dbutuhkan sinergi antara Polri, BPBD, Basarnas, Damkar, relawan, dinas terkait serta masyarakat.

Kombes Noerwiyanto juga meminta jajarannya meningkatkan deteksi dini dan patroli di kawasan rawan, memanfaatkan teknologi untuk pemantauan hotspot, serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

Selain itu, kesiapan personel dan peralatan harus dipastikan setiap saat, disertai koordinasi lintas sektoral yang kuat.

“Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral. Karena itu, kita harus menghilangkan ego sektoral agar penanganan di lapangan bisa berjalan dengan baik,” kata Kombes Noerwiyanto.

Dalam penanganan karhutla, Kombes Noerwiyanto juga menekankan pentingnya keselamatan personel. Petugas diminta mematuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja, terutama ketika melakukan pemadaman di medan yang sulit.

“Utamakan keselamatan personel. Patuhi standar operasional prosedur keselamatan kerja atau safety first saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di medan yang sulit. Ingat, jiwa personel sangat berharga,” pungkas Kombes Noerwiyanto.

 Polres Bojonegoro Raih Penghargaan Kemenkeu, Terbaik Pengelolaan DIPA di KPPN

Polres Bojonegoro Raih Penghargaan Kemenkeu, Terbaik Pengelolaan DIPA di KPPN





BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Peringkat I Satuan Kerja dengan Pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Besar dalam Penghargaan Semester I Tahun 2026.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, kepada Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja pengelolaan keuangan negara yang dinilai unggul selama Semester I Tahun 2026.

Penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Bojonegoro tersebut berdasarkan penilaian kinerja pengelolaan keuangan negara.

Dalam penilaian itu, Polres Bojonegoro Polda Jatim berhasil menempati posisi teratas dengan total nilai 107,66, mengungguli satuan kerja lainnya pada kategori pagu DIPA besar.

Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP), pemanfaatan Cash Management System (CMS), ketepatan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara, hingga penyelesaian retur Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). 

Capaian tersebut mencerminkan kualitas tata kelola anggaran yang efektif, akuntabel, dan sesuai prinsip good governance.

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja secara profesional dalam mengelola anggaran negara.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh fungsi di lingkungan Polres Bojonegoro yang senantiasa mengedepankan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara,"kata AKBP Yenni.

Ia menegaskan, Polres Bojonegoro Polda Jatim berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan anggaran agar mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

AKBP Yenni menambahkan, tata kelola keuangan yang baik bukan hanya menjadi indikator administrasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian. 

"Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, seluruh program kerja, pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga penegakan hukum dapat berjalan secara optimal," ujar AKBP Yenni.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Polres Bojonegoro Polda Jatim dalam membangun institusi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. 

Ke depan, penghargaan dari Kementerian Keuangan RI itu diharapkan menjadi pemacu semangat seluruh personel untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kinerja, baik di bidang pengelolaan keuangan maupun pelayanan kepada masyarakat

 Polda Jatim Petakan Potensi Kerawanan di Sejumlah Destinasi Unggulan Ciptakan Keamanan Wisata

Polda Jatim Petakan Potensi Kerawanan di Sejumlah Destinasi Unggulan Ciptakan Keamanan Wisata




SURABAYA – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jatim) secara masif melakukan pemetaan dan penilaian risiko (risk assessment) di berbagai kawasan wisata di Jawa Timur. 

Langkah ini diambil guna menjamin keamanan, ketertiban, serta keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi-destinasi unggulan daerah.

Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jatim selaku Kepala Tim risk assessment, AKBP Mohammad Sinwan menjelaskan bahwa pemetaan ini berfokus pada identifikasi celah keamanan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kecelakaan fisik.

Lokasi yang baru saja diaudit secara ketat antara lain kawasan wisata Bee Jay Bakau Resort Probolinggo, Pantai Utama Raya di Situbondo dan beberapa lokasi di Banyuwangi,Bondowoso, Magetan serta lokasi wisata lainya.

"Produk yang kami buat dikemas dalam bentuk saran dan rekomendasi konkret kepada pihak pengelola," ujar AKBP Sinwan saat meninjau lokasi wisata di Situbondo, Selasa (11/8/2026).

Menurut AKBP Sinwan, dari beberapa lokasi yang dilakukan risk assessment, pihaknya menemukan beberapa titik potensial yang harus segera dibenahi demi keselamatan publik.

"Ada beberapa lokasi wisata yang perlu diperbaiki untuk keselamatan pengunjung dan sudah kami imbau kepada pihak pengelola," ujar AKBP Sinwan.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemetaan terbaru terdapat beberapa poin krusial yang menjadi perhatian utama antara lain fasilitas keselamatan fisik, manajemen tata ruang dan sistem pengawasan.

"Ada penataan kantong parkir yang belum rapi dan berpotensi memicu kemacetan di jalur evakuasi atau akses utama," ujar AKBP Sinwan.

Selain itu untuk sistem pengawasan menurut AKBP Sinwan perlu penambahan dan optimalisasi jaringan kamera CCTV di area-area buta (blind spot) untuk memantau pergerakan pengunjung. 

AKBP Sinwan menambahkan, selain kerawanan infrastruktur di objek wisata tertentu, Polda Jatim sebelumnya juga telah memetakan wilayah wisata yang memiliki kerawanan bencana alam tinggi, seperti kawasan Gunung Semeru, Gunung Bromo, kawasan Pacet Mojokerto serta wilayah Malang Raya.

"Wilayah-wilayah tersebut diprediksi memiliki potensi kerawanan berupa tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas akibat jalur yang ekstrem,"jelas AKBP Sinwan. 

Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim risk assessment memberikan rekomendasi kepada pihak pengelola memperbaiki fasilitas agar target Sapta Pesona pariwisata yang aman dan nyaman dapat terwujud seutuhnya. 

Polda Jatim mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk selalu memperbarui informasi mengenai karakteristik medan yang dituju, menaati rambu keselamatan, serta tidak memaksakan diri berkunjung ke lokasi jika cuaca buruk atau kapasitas tempat wisata sudah melebihi batas maksimal.

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

 



Jakarta – Polisi diminta mengusut secara tuntas dan transparan kematian Sutrimo yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Proses penyelidikan dinilai perlu dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh guna memastikan penyebab kematian.

Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mengatakan penyidik Polri perlu mengumpulkan seluruh informasi, data, barang bukti, dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas Sutrimo dalam beberapa hari hingga beberapa jam sebelum meninggal dunia.

“Lakukan proses penyelidikan yang menyeluruh, objektif dan profesional dengan pengumpulan semua informasi, data, barang bukti dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas almarhum Sutrimo dalam beberapa hari dan beberapa jam sebelum meninggal,” kata Juanda di Jakarta (10/08).

Menurutnya, seluruh saksi yang mengetahui aktivitas Sutrimo sebelum maupun setelah tiba di poliklinik atau lokasi tempat korban dinyatakan meninggal juga perlu dimintai keterangan. Pengungkapan penyebab kematian, kata dia, perlu diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk memastikan setiap fakta dan kejanggalan dapat diuji secara ilmiah.

Juanda menyoroti sejumlah informasi yang beredar terkait kematian Sutrimo, salah satunya mengenai telepon seluler milik almarhum yang disebut hingga kini belum ditemukan. Selain itu, terdapat informasi mengenai cairan yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal.

“Beberapa kejanggalan seperti ini tentu menuntut profesionalitas pihak penyidik Polri agar jelas dan terang benderang apa penyebab kematian almarhum Sutrimo,” ujarnya.

Juanda juga menilai penyidik perlu mendalami apakah kematian Sutrimo memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan atau tidak.

Menurutnya, kejelasan mengenai penyebab kematian penting untuk mencegah munculnya asumsi yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh dugaan dan informasi yang berkembang harus diuji melalui proses hukum dan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Apakah ada kaitan dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan saat ini atau tidak, perlu ada kejelasan guna mencegah dan menghindari asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab di kalangan masyarakat luas yang berpotensi liar dan fitnah,” katanya.

Selain penyelidikan secara menyeluruh, Juanda mendorong dilakukannya ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo apabila diperlukan untuk kepentingan hukum dan keadilan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengungkap penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik.

“Polri sudah seharusnya melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan untuk mengungkap misteri penyebab kematian dengan ilmu forensik,” pungkas Juanda.

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

 

 



Jakarta – Polisi diminta mengusut secara tuntas dan transparan kematian Sutrimo yang dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Proses penyelidikan dinilai perlu dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh guna memastikan penyebab kematian.

Penasihat Kapolri Bidang Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Juanda, SH., MH., mengatakan penyidik Polri perlu mengumpulkan seluruh informasi, data, barang bukti, dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas Sutrimo dalam beberapa hari hingga beberapa jam sebelum meninggal dunia.

“Lakukan proses penyelidikan yang menyeluruh, objektif dan profesional dengan pengumpulan semua informasi, data, barang bukti dan alat bukti yang berkaitan dengan aktivitas almarhum Sutrimo dalam beberapa hari dan beberapa jam sebelum meninggal,” kata Juanda di Jakarta (10/08).

Menurutnya, seluruh saksi yang mengetahui aktivitas Sutrimo sebelum maupun setelah tiba di poliklinik atau lokasi tempat korban dinyatakan meninggal juga perlu dimintai keterangan. Pengungkapan penyebab kematian, kata dia, perlu diperkuat dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk memastikan setiap fakta dan kejanggalan dapat diuji secara ilmiah.

Juanda menyoroti sejumlah informasi yang beredar terkait kematian Sutrimo, salah satunya mengenai telepon seluler milik almarhum yang disebut hingga kini belum ditemukan. Selain itu, terdapat informasi mengenai cairan yang disebut keluar dari mulut Sutrimo saat meninggal.

“Beberapa kejanggalan seperti ini tentu menuntut profesionalitas pihak penyidik Polri agar jelas dan terang benderang apa penyebab kematian almarhum Sutrimo,” ujarnya.

Juanda juga menilai penyidik perlu mendalami apakah kematian Sutrimo memiliki keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan atau tidak.

Menurutnya, kejelasan mengenai penyebab kematian penting untuk mencegah munculnya asumsi yang tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh dugaan dan informasi yang berkembang harus diuji melalui proses hukum dan penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Apakah ada kaitan dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan saat ini atau tidak, perlu ada kejelasan guna mencegah dan menghindari asumsi-asumsi yang tidak produktif dan tidak bertanggung jawab di kalangan masyarakat luas yang berpotensi liar dan fitnah,” katanya.

Selain penyelidikan secara menyeluruh, Juanda mendorong dilakukannya ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo apabila diperlukan untuk kepentingan hukum dan keadilan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengungkap penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik.

“Polri sudah seharusnya melakukan ekshumasi terhadap jasad almarhum Sutrimo guna kepentingan hukum dan keadilan untuk mengungkap misteri penyebab kematian dengan ilmu forensik,” pungkas Juanda.

Satresnarkoba Polres Ngawi Perkuat Sinergi dengan Balai Rehabilitasi Al Kholiqi

Satresnarkoba Polres Ngawi Perkuat Sinergi dengan Balai Rehabilitasi Al Kholiqi

   


Ngawi – Satresnarkoba Polres Ngawi terus memperkuat kemitraan dengan lembaga rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penanganan penyalahgunaan narkoba secara komprehensif.

Senin (10/8/2026), Kasatresnarkoba Polres Ngawi bersama KBO dan Kanit Idik Satresnarkoba melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba Al Kholiqi Ngawi.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan kemitraan yang selama ini telah terjalin antara Satresnarkoba Polres Ngawi dengan Balai Rehabilitasi Al Kholiqi. Selain mempererat komunikasi, kegiatan juga dimanfaatkan untuk memastikan keberadaan serta kelayakan balai rehabilitasi dalam memberikan layanan kepada para penyalahguna narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, tim Satresnarkoba Polres Ngawi juga memberikan sejumlah masukan konstruktif agar Balai Rehabilitasi Al Kholiqi dapat terus meningkatkan fasilitas maupun pelayanan, sehingga mampu menjadi wadah rehabilitatif yang memadai bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan dari penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasatresnarkoba AKP M Luthfi, S.H., menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak hanya dilakukan melalui langkah penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan rehabilitatif.

“Kami terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga rehabilitasi. Harapannya, masyarakat yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dapat memperoleh penanganan dan pemulihan yang tepat, sehingga mampu kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan lembaga rehabilitasi merupakan bagian penting dalam upaya bersama memutus dampak penyalahgunaan narkoba.

“Kami berharap kemitraan yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan. Pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi harus berjalan beriringan agar upaya mewujudkan Ngawi yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba dapat semakin optimal,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Penghuni dan pengurusnya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Satnarkoba Polres Ngawi

Patroli Hunting System Satlantas Polres Ngawi, Tekan Pelanggaran dan Antisipasi Laka

Patroli Hunting System Satlantas Polres Ngawi, Tekan Pelanggaran dan Antisipasi Laka

   


Ngawi – Satlantas Polres Ngawi terus meningkatkan kegiatan patroli untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Ngawi.

Unit Turjawali Satlantas Polres Ngawi melaksanakan patroli penindakan pelanggaran lalu lintas dengan metode Hunting System, sekaligus melakukan pemantauan dan antisipasi di sejumlah ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan yang dimulai pada pagi hari tersebut menyasar dua jalur utama, yakni Jalan Raya Ngawi–Madiun dan Jalan Raya Ngawi–Solo.

Patroli dilakukan secara mobile dengan mengedepankan tindakan kepolisian yang humanis, namun tetap tegas terhadap pengguna jalan yang melakukan pelanggaran dan berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan, personel juga melakukan pengawasan terhadap kondisi arus lalu lintas serta mengantisipasi potensi kecelakaan, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli Hunting System merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan.

“Patroli Hunting System kami laksanakan sebagai langkah preventif sekaligus penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Kami ingin memastikan pengguna jalan semakin disiplin dan memahami bahwa keselamatan merupakan hal yang utama,” ujar AKP Imam Reza, Selasa (11/8/2026)

Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di jalur Ngawi–Madiun dan Ngawi–Solo.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan kendaraan, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, serta mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan patroli, personel ditempatkan pada sejumlah titik, antara lain Pos IKN, Pos Keras, Pos Sidowayah, dan kawasan Monumen Suryo.

Kegiatan patroli berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Satlantas Polres Ngawi akan terus mengintensifkan patroli dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Ngawi.

Monday, August 10, 2026

 Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi Silaturahmi dengan Kapolres, Kenalkan Kepengurusan Baru Pasca Kongres I

Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi Silaturahmi dengan Kapolres, Kenalkan Kepengurusan Baru Pasca Kongres I

 





Ngawi – Serikat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Ngawi melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., Kamis (6/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Kapolres Ngawi tersebut diterima langsung oleh AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K.

Kegiatan ini murni merupakan agenda silaturahmi sekaligus perkenalan struktur kepengurusan baru Serikat BEM se-Kabupaten Ngawi yang telah ditetapkan setelah pelaksanaan Kongres I.

Dalam kesempatan tersebut, Serikat BEM memperkenalkan Koordinator Terpilih beserta susunan Koordinator Isu Terpilih yang nantinya menjadi wadah untuk menghimpun dan menyampaikan berbagai aspirasi mahasiswa se-Kabupaten Ngawi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Dialog antara jajaran Polres Ngawi dengan para mahasiswa menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta hubungan yang baik antara kepolisian dan elemen mahasiswa di Kabupaten Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyambut baik kedatangan Serikat BEM se-Kabupaten Ngawi. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan mahasiswa penting untuk membangun hubungan yang harmonis serta membuka ruang dialog antara kepolisian dan generasi muda.

“Silaturahmi seperti ini sangat baik. Kami menyambut positif kehadiran kepengurusan baru Serikat BEM se-Kabupaten Ngawi. Semoga komunikasi dan hubungan yang sudah terjalin dapat terus dijaga dengan baik,” ujar Kapolres Ngawi.

Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang turut memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan untuk kemajuan daerah.

“Kami terbuka untuk berdialog dan mendengarkan masukan dari mahasiswa. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, yang terpenting bagaimana kita tetap menjaga komunikasi, saling menghargai dan bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Ngawi,” pungkasnya.

 Sinergi Spiritual, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ziarah Wali di Surabaya

Sinergi Spiritual, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ziarah Wali di Surabaya





SURABAYA - Dalam upaya memperkuat ikatan spiritual sekaligus menjalin sinergitas dengan para tokoh agama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang baru menjabat, AKBP Irwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan ziarah dan silaturahmi di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel serta Makam Boto Putih, pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tersebut turut didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kedatangan Kapolres AKBP Irwan beserta rombongan PJU dan kapolsek tersebut disambut hangat oleh para tokoh agama dan pengurus yayasan.

Dalam suasana khidmat dan keheningan yang sarat makna, ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama dan Wali Allah dalam menyebarkan ajaran kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang untuk merenung, memanjatkan doa, dan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.

"Di tengah dinamika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, momentum ziarah ini menjadi pengingat penting,"ungkap AKBP Irwan.

Menurut AKBP Irwan, setiap langkah pengabdian hendaknya selalu dilandasi keikhlasan, ketulusan, kesabaran, serta kebijaksanaan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel. 

Usai ibadah, AKBP Irwan beserta rombongan melakukan ziarah khusyuk ke Makam Sunan Ampel, Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Sholeh.

Setelah ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Boto Putih. 

Di lokasi tersebut, AKBP Irwan Kurniawan beserta PJU melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Boto Putih, Makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, dan Makam Adipati Panji Djoyodirono dengan didampingi pengurus.

Melalui kegiatan ziarah dan silaturahmi ini, diharapkan tumbuh semangat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan para tokoh agama, serta menghadirkan pelayanan Polri yang semakin humanis, dekat, dan berorientasi pada kepedulian masyarakat

Tim Gabungan Polres Trenggalek Berhasil Evakuasi 4 Pendaki yang Terjebak Kebakaran di Gunung Orak arik

Tim Gabungan Polres Trenggalek Berhasil Evakuasi 4 Pendaki yang Terjebak Kebakaran di Gunung Orak arik

 




TRENGGALEK - Personel Polres Trenggalek Polda Jatim bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi Empat pelajar dari SMP Negeri 4 Trenggalek yang sempat terjebak di area hutan Gunung Orak-arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu ( 8/8/2026).

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., mengatakan Keempat pelajar tersebut tidak bisa turun dari lokasi karena tali yang digunakan sebagai akses naik dan turun telah putus.

Pada saat yang bersamaan, asap tebal dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang sedang proses pemadaman oleh tim gabungan.

“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder dan lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi adik - adik kita yang terjebak saat pendakian," kata AKP Katik, Senin (10/8/2026).

Menurut AKP Katik,proses evakuasi dilakukan secara hati-hati lantaran medan menuju lokasi cukup curam dan kondisi tersebut semakin berisiko karena titik api masih menyala merembet di kawasan hutan.

“Evakuasi menggunakan tali dan langsung kita bawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan pertolongan dan pengecekan kesehatan,” terang AKP Katik.

Petugas kemudian menghubungi pihak keluarga dan mengantarkan keempat pelajar tersebut ke rumah masing-masing.

Sementara itu upaya pemadaman dan pelokalisiran di Gunung Orak arik tersebut terus dilakukan hingga sekitar pukul 17.30 WIB, Api kemudian berhasil dikendalikan.

AKP Katik juga menghimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah pada musim kemarau, dan jika mengetahui kebakaran segera melaporkan melalui call center 110 bebas pulsa.

 E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital

E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital




Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.

“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.

“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.

“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.

Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.

“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.

Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.

Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.

Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.

 Polres Situbondo Perketat Pemeriksaan Muatan Truk di Pelabuhan Jangkar

Polres Situbondo Perketat Pemeriksaan Muatan Truk di Pelabuhan Jangkar

 





SITUBONDO – Meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Niño yang disertai angin laut cukup kencang menjadi perhatian serius Satpolairud Polres Situbondo Polda Jatim.

Untuk meminimalkan resiko laka laut dan kebakaran kapal saat pelayaran, petugas memperketat pemeriksaan kendaraan beserta muatan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kendaraan angkutan, dokumen pengiriman, hingga jenis barang yang dibawa. 

Langkah ini merupakan upaya preventif untuk mencegah masuknya barang berbahaya, mudah terbakar, maupun mudah meledak ke dalam kapal yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan pengawasan terhadap muatan kendaraan menjadi salah satu prioritas karena potensi bahaya tidak selalu berasal dari barang yang tercantum dalam dokumen ekspedisi.

"Tujuan pemeriksaan ini untuk mengantisipasi adanya muatan berbahaya yang dapat memicu kebakaran atau mengganggu keselamatan pelayaran," kata AKP Gede, Senin (10/8/2026).

Menurut AKP Gede, kadang dokumen ekspedisi sudah sesuai, namun dalam perjalanan ada sopir yang menambah muatan di luar manifes sehingga berpotensi menimbulkan risiko saat kapal berlayar.

AKP Gede menambahkan, sejumlah barang yang mendapat perhatian khusus petugas antara lain cairan mudah terbakar seperti bahan bakar minyak (BBM) dan cat berbahan kimia, gas bertekanan seperti tabung LPG dan asetilena, serta padatan mudah terbakar seperti serbuk kayu, sulfur, maupun belerang.

"Pengangkutan barang berbahaya telah diatur melalui peraturan perundang-undangan dan regulasi kementerian terkait. Karena itu, setiap pengiriman wajib memenuhi persyaratan keselamatan agar tidak membahayakan pelayaran."terang AKP Gede.

Selain pemeriksaan muatan, personel Satpolairud juga memeriksa kelengkapan dokumen barang serta memberikan edukasi kepada pengguna jasa pelabuhan agar segera melapor apabila menemukan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Dengan pemeriksaan yang ketat, kami ingin memastikan setiap pelayaran berlangsung aman. Pencegahan harus dilakukan sejak kendaraan dan barang masih berada di pelabuhan, bukan setelah kapal berada di tengah laut," tegasnya.

Melalui pengawasan rutin di Pelabuhan Jangkar, Satpolairud Polres Situbondo berharap potensi kecelakaan akibat pengangkutan barang berbahaya dapat dicegah sejak dini sehingga keselamatan pelayaran tetap terjaga bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. 

"Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 bebas pulsa untuk memperoleh pelayanan dan penanganan cepat dari petugas," pungkas AKP Gede. 

 Polres Probolinggo dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla TNBTS di Bromo

Polres Probolinggo dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla TNBTS di Bromo





PROBOLINGGO,–  Polres Probolinggo Polda Jatim bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan kepada para relawan yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Probolinggo Polda Jatim dan Bhayangkari Cabang Probolinggo terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan Karhutla kawasan TNBTS di Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizky Siregar mengatakan, perjuangan para relawan dalam penanganan karhutla patut mendapat apresiasi. 

Menurut AKBP Asmida kondisi medan yang sulit serta tantangan di lapangan membutuhkan semangat, kepedulian dan kebersamaan seluruh pihak.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kepedulian para relawan yang dengan sukarela membantu penanganan karhutla," ungkap AKBP Asmida, Senin (10/8/2026).

Kapolres Probolinggo menambahkan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergitas lintas sektor sangat penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla dan bersama-sama menjaga kawasan TNBTS untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegas AKBP Asmida.

Sementara itu salah seorang relawan, Jumadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Polres Probolinggo bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo atas perhatian dan bantuan yang diberikan. 

Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi para relawan yang tengah berjuang di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para relawan. Bantuan ini sangat berarti dan menambah semangat kami untuk terus membantu proses penanganan karhutla di TNBTS,” ungkap Jumadi.

Ia berharap sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak dapat terus terjalin hingga penanganan karhutla benar-benar selesai.

“Semoga kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan TNBTS kembali aman. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin,” pungkas Jumadi

 Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri




Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.

“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.

“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.

Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

 Asap Tebal Ganggu Jalan Raya, Polisi Ngawi Gerak Cepat Padamkan Api di Hutan Kedunggalar

Asap Tebal Ganggu Jalan Raya, Polisi Ngawi Gerak Cepat Padamkan Api di Hutan Kedunggalar

 




Ngawi – Respons cepat ditunjukkan Polsek Kedunggalar setelah menerima laporan masyarakat melalui Call Center 110 terkait adanya kebakaran di kawasan hutan yang menimbulkan asap dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan raya Ngawi–Solo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kedung
galar bersama petugas Perhutani RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar melakukan pengecekan dan penyisiran lokasi kebakaran di kawasan hutan yang masuk Dusun Blumbang, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Minggu (9/8/2026) sore

Petugas menyisir kawasan hutan dan menemukan beberapa titik api. Berkat respons cepat petugas di lapangan, titik-titik api tersebut berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat, khususnya yang berpotensi mengganggu keselamatan dan keamanan, akan segera ditindaklanjuti.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian melalui Call Center 110. Setiap informasi yang masuk menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan gangguan kamtibmas. Kami bersama Perhutani bergerak cepat melakukan pengecekan hingga titik api berhasil dipadamkan,” ujar Kapolsek Kedunggalar.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan yang kondisi vegetasinya mudah terbakar saat musim kemarau.

“Apabila masyarakat melihat adanya titik api, asap tebal, atau potensi kebakaran lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya, saat dikonfirmasi Senin (10/8/2026)

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif.


 Patroli Kamtibmas, Polsek Kwadungan Polres Ngawi Pastikan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Patroli Kamtibmas, Polsek Kwadungan Polres Ngawi Pastikan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

 





Ngawi – Polsek Kwadungan Polres Ngawi terus meningkatkan kegiatan patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukumnya.

Personel Polsek Kwadungan melaksanakan patroli dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi, di antaranya Indomaret, toko elektronik, serta SPBU. Selain itu, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan warga.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kwadungan AKP Arif Hidayat, S.H.,  menegaskan bahwa patroli merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli tidak hanya bertujuan untuk mencegah gangguan keamanan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk hadir, menyapa dan mendengarkan masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman serta mengetahui bahwa Polri selalu siap hadir memberikan pelayanan dan perlindungan,” ujar Kapolsek Kwadungan, Senin (10/8/2026)

Dari hasil kegiatan, situasi wilayah hukum Polsek Kwadungan terpantau aman, lancar dan kondusif.
Hubungan komunikasi antara personel Polri dan masyarakat juga terjalin dengan baik.
Polres Ngawi berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan pendekatan dialogis sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

 Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional

Ketua IESPA Ibnu Riza Apresiasi Kapolri Cup 2026: Wadah Luar Biasa, dari Polres hingga Panggung Nasional




Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.

Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.

Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.

Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.

Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.

Membangun Talenta dan Karakter

Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.

Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.

Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.

Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.

Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.

Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.

 Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri

Polri Perkuat Layanan Publik yang Mudah, Cepat dan Responsif melalui SuperApp Polri





JAKARTA – Polri terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan menghadirkan layanan yang mudah, cepat dan responsif melalui SuperApp Polri yang terintegrasi dengan berbagai layanan kepolisian, termasuk fitur layanan darurat Polri 110.

Melalui SuperApp Polri, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kepolisian dalam satu platform secara lebih praktis. Kehadiran fitur layanan Polri 110 juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun membutuhkan bantuan kepolisian secara cepat.

Layanan Polri 110 tersebut telah tergelar hingga jajaran kewilayahan, termasuk sampai tingkat Polsek. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan masyarakat dapat diteruskan dan ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian sesuai dengan wilayah dan kebutuhan penanganannya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir mengatakan, penguatan layanan berbasis digital merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kepolisian yang semakin mudah dan cepat.

“Polri terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, cepat dan responsif. Melalui SuperApp Polri, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kepolisian dalam satu platform, termasuk layanan Polri 110 yang telah terintegrasi hingga jajaran Polsek,” ujar Isir, Minggu (9/8).

Menurutnya, layanan Polri 110 menjadi salah satu sarana penting yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi secara langsung dengan kepolisian ketika membutuhkan bantuan maupun menyampaikan informasi terkait situasi yang memerlukan kehadiran petugas.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kepolisian. Dengan sistem yang terintegrasi, laporan atau kebutuhan masyarakat dapat diterima dan diteruskan kepada jajaran yang memiliki kewenangan dan kedekatan wilayah untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kepolisian juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk membangun komunikasi yang semakin dekat dengan masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Setiap informasi yang disampaikan melalui kanal pelayanan Polri merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan keamanan bersama. Karena itu, kami ingin memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan respons dan penanganan yang tepat,” kata Isir.

Polri juga terus mendorong seluruh jajaran untuk memberikan respons yang cepat dan profesional terhadap setiap laporan yang diterima. Integrasi layanan hingga tingkat Polsek diharapkan dapat memperpendek waktu respons sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dari personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

“Teknologi bukan sekadar soal aplikasi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ukurannya adalah ketika masyarakat membutuhkan Polri, mereka tahu harus menghubungi ke mana, mudah mengaksesnya, dan mendapatkan respons yang cepat,” tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tersebut, SuperApp Polri dapat diunduh melalui Google Play Store pada perangkat Android. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, termasuk layanan Polri 110, sesuai dengan kebutuhan pelayanan kepolisian.

Polri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan SuperApp Polri beserta fitur layanan Polri 110 secara bijak sebagai sarana komunikasi dan pelayanan kepolisian. Dengan dukungan masyarakat dan pemanfaatan teknologi yang terintegrasi, Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, responsif dan dekat dengan masyarakat.