Ad 728x90

Saturday, September 5, 2026

 Cegah Karhutla, Sat Binmas Polres Ngawi Perkuat Pembinaan di Kawasan Perhutani

Cegah Karhutla, Sat Binmas Polres Ngawi Perkuat Pembinaan di Kawasan Perhutani




NGAWI — Polres Ngawi terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau. Salah satunya dilakukan Sat Binmas Polres Ngawi melalui kegiatan pembinaan dan koordinasi pengawasan di Pos 12 Beo RPH Krandegan, BKPH Begal, KPH Ngawi.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Binmas melaksanakan koordinasi dan pengawasan pembinaan (korwasbin) dengan jajaran Perhutani di Pos 12 Beo. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada warga masyarakat di sekitar kawasan Perhutani mengenai bahaya dan potensi meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Musim kemarau membuat kondisi hutan dan lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, sekecil apa pun, karena api dapat dengan cepat membesar dan merembet ke kawasan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, pengawasan dan sinergi antara kepolisian, Perhutani serta masyarakat.

“Kami terus mengedepankan upaya preventif. Jika menemukan adanya potensi kebakaran atau aktivitas yang dapat memicu karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya,  Sabtu (5/9/2026)

Kegiatan pembinaan dan koordinasi tersebut berlangsung aman dan lancar. Sat Binmas Polres Ngawi memastikan upaya edukasi serta pencegahan karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari menjaga keamanan lingkungan dan kelestarian kawasan hutan di wilayah Kabupaten Ngawi.


 Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Pohon Kepuh Nyaris Roboh ke Jalan Langsung Dievakuasi

Respons Cepat Polsek Geneng Polres Ngawi, Pohon Kepuh Nyaris Roboh ke Jalan Langsung Dievakuasi



NGAWI — Laporan masyarakat terkait pohon yang nyaris roboh ke jalan langsung direspons cepat jajaran Polsek Geneng, Polres Ngawi.

Petugas bersama tim Rescue Kecamatan Geneng dan BPBD Kabupaten Ngawi turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan hingga pemotongan pohon demi keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Kedungglagah–Kwadungan, tepatnya di Dusun Kedungglagah, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Awalnya, SPKT Polsek Geneng menerima laporan masyarakat mengenai pohon Kepuh yang kondisinya sudah condong ke arah jalan dan berpotensi roboh. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh terbakarnya bagian pangkal pohon.

Mendapat laporan tersebut, petugas piket Polsek Geneng segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan langkah pengamanan. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Rescue Kecamatan Geneng dan BPBD Kabupaten Ngawi untuk melakukan pemotongan pohon.

Selama proses penanganan berlangsung, anggota kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan pengguna jalan tetap aman.
Hasil pengecekan di lokasi, pohon Kepuh tersebut berada di pinggir jalan milik PU. Bagian pangkal pohon ditemukan dalam kondisi terbakar dan diduga sengaja dibakar oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

"Begitu menerima laporan adanya pohon yang hampir roboh ke jalan, anggota langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Rescue Kecamatan Geneng serta BPBD Kabupaten Ngawi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan para pengguna jalan," ujar Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo, S.H., mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si.

Menurutnya, kondisi pohon cukup membahayakan karena sebagian pangkalnya telah terbakar dan mengering. Jika tidak segera ditangani, pohon tersebut berpotensi tumbang ke badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengapresiasi informasi cepat dari masyarakat sehingga potensi bahaya dapat segera ditangani sebelum menimbulkan korban," jelasnya.

Dalam penanganan tersebut, sebanyak sembilan personel diterjunkan, terdiri dari dua personel Polsek Geneng, empat personel Rescue Kecamatan Geneng, dan tiga personel BPBD Kabupaten Ngawi.

Setelah dilakukan pemotongan dan evakuasi, kondisi di sekitar lokasi kembali aman dan arus lalu lintas dapat berjalan dengan normal. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, Polsek Geneng masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pembakaran pada bagian pangkal pohon.

"Kami akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pembakaran tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orang lain maupun lingkungan. Jika menemukan pohon yang rawan tumbang atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada kepolisian," pungkas IPTU Harli.

Respons cepat tersebut menjadi wujud komitmen Polres Ngawi dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.


 Polresta Sidoarjo dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Santri Ponpes Manbaul Hikam

Polresta Sidoarjo dan Warga Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan Santri Ponpes Manbaul Hikam




SIDOARJO – Kepedulian terhadap ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, terus mengalir. Pascainsiden dugaan keracunan massal, personel Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama elemen masyarakat menggelar aksi religi berupa doa bersama untuk kesembuhan para santri.

Aksi solidaritas doa bersama tersebut dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al Ikhlas Mako Polresta Sidoarjo sesaat setelah pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, pada Jumat (4/9/2026). 

Prosesi doa dipimpin langsung oleh Ustaz H.M. Luqman Hakim dan diikuti oleh seluruh personel kepolisian serta masyarakat yang hadir sebagai jamaah Shalat Jumat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing mengajak masyarakat untuk menyatukan hati demi kesembuhan para santri yang kini tengah menjalani perawatan intensif dan berharap para santri bisa segera pulih dan kembali menuntut ilmu seperti sediakala.

Selain memohon kesembuhan, Kombes Pol. Christian Tobing juga berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. 

Ia turut mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan seluruh penanganan medis maupun investigasi permasalahan ini kepada pihak berwenang.

“Marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita, para santri yang sedang sakit, agar segera diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga peristiwa seperti ini tidak kembali terulang,” ajak Kombes Pol. Christian Tobing

Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata dari empati, kepedulian, dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat di tengah situasi prihatin.

Menurut Kombes Pol. Christian Tobing, doa ini dipanjatkan agar keselamatan senantiasa menaungi warga Sidoarjo, terkhusus bagi keluarga besar Ponpes Manbaul Hikam yang saat ini fokus dalam masa pemulihan kesehatan.

“Doa bersama ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dan bagi para santri serta keluarga Ponpes Manbaul Hikam, semoga segera diberikan kesehatan sehingga aktivitas belajar dan mengajar dapat kembali berjalan normal,” ungkap Kombes Pol. Christian Tobing.

Melalui sinergi penanganan medis yang cepat di lapangan serta dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kondisi para santri terdampak dapat segera membaik. 

Kapolresta Sidoarjo juga berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. (*)


 Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Tembus Medan Ekstrem, Karhutla di Lereng Ijen Berhasil Dipadamkan

Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Tembus Medan Ekstrem, Karhutla di Lereng Ijen Berhasil Dipadamkan




BONDOWOSO – Perjuangan tak kenal lelah ditunjukkan oleh tim gabungan di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M.

Menembus medan yang ekstrem dan kepungan angin kencang, personel gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (4/9/2026).

Kebakaran yang sempat mengancam vegetasi hijau di lereng Ijen tersebut langsung direspons secara kilat. Begitu kepulan asap terdeteksi, Kapolres Bondowoso bersama jajaran dari Polres Bondowoso Polda Jatim serta pihak Perhutani langsung bergerak menuju titik koordinat api untuk melakukan lokalisir secara manual.

Tantangan di lapangan terbilang berat. Selain bentang alam yang terjal dan jurang yang curam, hembusan angin kencang khas pegunungan terus meniup material kering sehingga membuat api sempat melompat ke beberapa titik baru. 

Bermodalkan peralatan pemadaman manual (gepyok) dan pasokan air seadanya, seluruh personel bahu-membahu menyisir semak-semak yang membara demi menyelamatkan kawasan hutan yang lebih luas.

"Ini adalah wujud nyata dari soliditas dan sinergitas Polri bersama instansi lintas sektor dan masyarakat sekitar. Fokus utama kami adalah keselamatan ekosistem dan memastikan kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas warga maupun pariwisata. Kami pastikan pergerakan api terkunci," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo di tengah pekatnya asap di lokasi.

Kapolres Bondowoso itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang berada di garda terdepan. Menurutnya, dedikasi para personel yang tetap bertahan melumpuhkan api di bawah terik matahari dan ancaman bahaya struktural patut diacungi jempol.

Mengingat kondisi cuaca kering akibat musim kemarau yang ekstrem, AKBP Aryo mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan di area hutan.

"Kondisi alam saat ini sangat rentan. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera hubungi Polsek, Koramil, atau pos Perhutani terdekat. Kecepatan laporan adalah kunci pencegahan bencana yang lebih besar. Mari kita jaga bersama hutan Ijen ini," tegasnya.

Memasuki Jumat sore, kobaran api utama dipastikan telah padam. Kendati demikian, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. 

Petugas masih disiagakan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) secara intensif guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi menyala kembali. Saat ini, situasi di kawasan Jampit Ijen dilaporkan telah sepenuhnya aman dan kondusif. (*)


 Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api

Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Mamasa, Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan Api




MAMASA — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026). Kobaran api menghanguskan area seluas kurang lebih lima hektare yang terdiri dari kebun milik warga serta vegetasi hutan non-produktif di sekitar bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga setempat dilaporkan mengalami kerugian setelah sejumlah tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim.

Upaya tersebut membuahkan hasil dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara yang masih terdapat di lokasi kembali memicu kebakaran setelah ditiup angin kencang.

Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan bahwa api mulai membesar dan merambat ke area lainnya. Menyikapi laporan tersebut, Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa pada pukul 13.30 WITA. Tidak lama berselang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan.

Melalui kerja sama lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio, S.Tr.K., M.H., menjelaskan kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat meluas.

Selain itu, medan lokasi yang cukup sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam sempat menjadi kendala bagi petugas dalam menjinakkan api.

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga turut terdampak. Sejumlah tanaman seperti alpukat, durian, dan nanas dilaporkan hangus dilalap api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, api dapat dipicu oleh kelalaian manusia, termasuk kemungkinan adanya pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar AKBP Ariantony.

Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, serta kebun dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Friday, September 4, 2026

 Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

Polri Bersama Tim Gabungan Gunakan Cara Baru Hadapi Karhutla Gambut

 




BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.

Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.

Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.

Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.

Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.

Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," lanjutnya.

Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.

Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.

Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.

"Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi," katanya.

Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan," ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

"Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla," katanya.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.

Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

 Dukungan Logistik Terus Mengalir, Satgas SAR Korbrimob Terima Bantuan Terpal di Reo

Dukungan Logistik Terus Mengalir, Satgas SAR Korbrimob Terima Bantuan Terpal di Reo

 




MANGGARAI, NTT — Dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana terus mengalir. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, bantuan terpal disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.

Jumat (4/9/2026) pukul 09.30 WITA, sebanyak delapan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pegawai Kecamatan Reo menerima bantuan terpal dari Pegadaian di Posko Logistik Kecamatan Reo.

Penerimaan bantuan tersebut dipimpin Briptu Naufal. Bantuan terpal selanjutnya menjadi bagian dari dukungan logistik yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama sebagai perlengkapan perlindungan sementara.

Keterlibatan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pemerintah kecamatan dalam penerimaan bantuan menunjukkan pentingnya sinergi dalam penanganan dampak bencana. Koordinasi antara petugas di lapangan dan unsur pemerintah terus dilakukan agar bantuan yang datang dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bantuan dari berbagai pihak juga menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Satgas SAR Korps Brimob terus hadir bersama unsur terkait untuk mendukung penanganan bencana dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas.

 Polres Jember Bentengi Generasi Muda Rangkul KIPAN Putus Rantai Peredaran Narkoba

Polres Jember Bentengi Generasi Muda Rangkul KIPAN Putus Rantai Peredaran Narkoba

 




JEMBER – Polres Jember Polda Jatim terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus membangun generasi muda yang sehat. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan organisasi kepemudaan yang fokus pada gerakan antinarkoba.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Kapolres Jember, AKBP Alaiddin, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Kader Inti Pemuda
Anti Narkoba (KIPAN) Jember, M. Daniel Akbar, bersama jajaran pengurus di Mako Polres Jember, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi. 

Kedua pihak sepakat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z di Kabupaten Jember.

Kapolres Jember menyambut baik peran aktif KIPAN yang konsisten mengajak anak muda menjauhi barang haram tersebut demi membangun lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum.

"Pemberantasan narkoba tidak cukup dengan penindakan hukum saja. Edukasi, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredarannya," ujar AKBP Alaiddin.

Melalui sinergi antara kepolisian dan KIPAN, ke depan diharapkan bakal lahir lebih banyak program positif, edukatif, dan inspiratif yang menyasar sekolah maupun komunitas pemuda di Jember.

Kolaborasi ini membawa semangat bersama yang tertuang dalam jargon penyelamatan masa depan bangsa: “Bersama Lawan Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa.” (*)


 Polres Gresik Peduli, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga 3 Desa di Balongpanggang

Polres Gresik Peduli, Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga 3 Desa di Balongpanggang





GRESIK – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga terdampak musim kemarau, Polres Gresik Polda Jatim menggelar aksi sosial bertajuk "Polres Gresik Peduli", dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (3/9/2026).

Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pagi hari ini menyasar tiga desa yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Ketiga wilayah tersebut adalah Desa Wahas, Desa Ganggang, dan Desa Pacuh. 

Di lokasi, para personel kepolisian turun langsung menyapa warga sekaligus mendistribusikan air bersih ke wadah-wadah penampungan milik masyarakat.

Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas. 

Personel gabungan dari Anggota Kamsel Satlantas, Bhabinkamtibmas Polsek Balongpanggang, hingga Anggota Turjawali Satlantas Polres Gresik tampak bahu-membahu di lapangan membantu warga.

Di tempat terpisah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih saat puncak musim kemarau.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung bagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau saat ini," ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Ia menambahkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda. Melalui aksi tanggap darurat ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap pasokan air tersebut bisa memenuhi kebutuhan domestik harian warga.

"Kami berharap bantuan ini mencukupi kebutuhan harian warga, baik untuk memasak, minum, maupun keperluan rumah tangga lainnya. Polres Gresik berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun," pungkas AKBP Ramadhan Nasution.

Kedatangan armada tangki air bersih dari Polres Gresik Polda Jatim ini disambut antusias oleh warga di ketiga desa tersebut. Warga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap perhatian serupa terus berlanjut hingga pasokan air di wilayah mereka kembali normal. (*)

 Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung

Polri Terus Perkuat Pelayanan Warga di Pengungsian Gunung Sinabung



JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.

Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.

“Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).

Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.

Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.

Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.

Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.

Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.

“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.

Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.



 Sertijab Wakapolres Ngawi: Kompol Rizki ke Gresik, Kompol Haris Datang dari Sumenep

Sertijab Wakapolres Ngawi: Kompol Rizki ke Gresik, Kompol Haris Datang dari Sumenep

 





NGAWI — Polres Ngawi Polda Jatim kembali melakukan penyegaran organisasi. Jabatan Wakapolres Ngawi resmi berganti dari Kompol Rizki Santoso, S.I.K. kepada Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K.

Serah terima jabatan (sertijab) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M
.Si. di Gedung Bernadip Lantai 3 Polres Ngawi, Jumat (4/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat yang diikuti seluruh personel Polri serta ASN Polres Ngawi. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja dan optimalisasi pelaksanaan tugas.
Kompol Rizki Santoso, S.I.K. selanjutnya mendapat amanah sebagai Wakapolres Gresik. Selama menjabat Wakapolres Ngawi, dirinya telah turut berperan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, menjaga soliditas internal serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kompol Haris Darma Sucipto, S.H., S.I.K. sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Sumenep. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolres Ngawi untuk mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, dalam memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas di jajaran Polres Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan apresiasi kepada Kompol Rizki Santoso atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Ngawi.

“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras selama menjalankan tugas sebagai Wakapolres Ngawi. Semoga sukses dalam mengemban amanah baru sebagai Wakapolres Gresik,” ungkap AKBP Prayoga.

Kepada Kompol Haris Darma Sucipto, Kapolres menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Polres Ngawi.

“Selamat datang dan selamat bertugas. Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan seluruh personel. Mari bersama-sama memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolres menekankan, jabatan Wakapolres memiliki peran strategis dalam membantu Kapolres mengendalikan, mengoordinasikan dan memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian berjalan secara efektif.

Dengan hadirnya pejabat Wakapolres yang baru, Polres Ngawi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta menghadirkan Polri yang profesional, humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pergantian jabatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan menghadirkan kinerja yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.


 Patroli Dini Hari di Geneng, Polisi Ngawi Pastikan Jalur Keniten–Tambakromo Aman dan Kondusif

Patroli Dini Hari di Geneng, Polisi Ngawi Pastikan Jalur Keniten–Tambakromo Aman dan Kondusif

 




NGAWI — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Geneng Polres Ngawi, anggota melaksanakan patroli dini hari pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 00.15 WIB hingga selesai.

Patroli yang dilaksanakan Aiptu Hariyadi dan Bripka H. M. Yunus, S.H. menyasar kawasan Jalan Raya Keniten–Tambakromo, sebagai langkah antisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, serta potensi kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo, S.H., mengatakan patroli rutin di jam rawan merupakan bagian dari upaya Polri menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Patroli kami lakukan secara preventif untuk mencegah gangguan kamtibmas, khususnya 3C dan balap liar. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar IPTU Harli.

Dari hasil patroli, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Geneng terpantau aman dan kondusif. Petugas juga tidak menemukan adanya aktivitas balap liar.

Polsek Geneng Polres Ngaewi — hadir, patroli, dan jaga keamanan masyarakat.

#PolresNgawi #PolsekGeneng #PatroliPresisi #Harkamtibmas #Cegah3C #AntiBalapLiar #KamtibmasKondusif #PolriPresisi #NgawiAman



 Polres Ngawi Keluarkan Maklumat Penegakan Hukum Tentang Karhutla

Polres Ngawi Keluarkan Maklumat Penegakan Hukum Tentang Karhutla

 



NGAWI — Musim kemarau yang ditandai dengan kondisi lahan dan vegetasi yang semakin kering, Polres Ngawi mengeluarkan Maklumat Kepala Kepolisian Resor Ngawi tanggal 3 September 2026 tentang Penegakan Hukum terhadap Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Maklumat tersebut menjadi bentuk komitmen Polres Ngawi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan bencana asap, kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga menghambat aktivitas masyarakat.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat, pelaku usaha maupun pihak lainnya dilarang melakukan pembukaan, pengolahan, maupun pembersihan hutan dan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Jangan sampai aktivitas pembakaran yang dianggap sepele justru menimbulkan kebakaran meluas dan berdampak kepada masyarakat serta lingkungan,” tegas Kapolres Ngawi.

Polres Ngawi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla. Apabila menemukan titik api di lahan milik negara, korporasi, pribadi maupun lahan lainnya, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat dan instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110, maupun kepada TNI, BPBD, pemerintah setempat dan instansi terkait.

Kapolres menegaskan, upaya pencegahan akan berjalan optimal apabila dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga lahan miliknya sendiri, tetapi juga peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Selain langkah pencegahan, Polres Ngawi memastikan akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa pembakaran hutan maupun pembukaan lahan dengan cara membakar dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan dalam KUHP.
Ancaman pidana tersebut tidak ringan. Di antaranya, pembakaran hutan secara sengaja dapat dikenakan pidana penjara hingga 15 tahun dan denda hingga Rp5 miliar.

Sementara pembukaan lahan dengan cara membakar sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dapat dikenakan pidana penjara 3 hingga 10 tahun serta denda Rp3 miliar hingga Rp10 miliar.

“Kami akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai karena kelalaian atau kesengajaan, pembakaran lahan menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Kapolres.

Polres Ngawi juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pengolahan pada hutan atau lahan yang patut diduga dibuka dengan cara dibakar, karena aparat penegak hukum akan mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kapolres berharap Maklumat tersebut menjadi perhatian seluruh masyarakat Kabupaten Ngawi.

“Mari bersama-sama menjaga Ngawi tetap aman, sehat dan lestari. Jangan membakar lahan. Jika menemukan titik api, segera laporkan. Mencegah lebih baik daripada menanggulangi kebakaran yang sudah meluas,” pungkasnya.



 Tim Dokkes Polresta Sidoarjo Cek Kesehatan Ratusan Santri di Tanggulangin

Tim Dokkes Polresta Sidoarjo Cek Kesehatan Ratusan Santri di Tanggulangin

 



SIDOARJO – Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polresta Sidoarjo Polda Jatim bergerak cepat melakukan pemeriksaan kesehatan intensif terhadap ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin dan sejumlah rumah sakit yang menjadi tempat perawatan para santri, Kamis (3/9/2026).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing melalui Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Ruwandi menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang sedang menjalani perawatan.

"Langkah ini sebagai upaya mitigasi dan pengawasan ketat terhadap kondisi fisik para santri pascainsiden dugaan keracunan massal yang terjadi beberapa waktu lalu," kata AKP Ruwandi.

Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo menambahkan, sesuai perintah Kapolresta Sidoarjo, pihakanya ikut memantau jalannya pemeriksaan kesehatan dan memastikan penanganan medis terhadap para korban berjalan secara maksimal. 


AKP Ruwandi menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan hingga seluruh santri benar-benar dinyatakan sehat.

"Kami dari Polresta Sidoarjo turut prihatin atas kejadian yang dialami para santri. Oleh karena itu, Polresta Sidoarjo menerjunkan personel dari tim Dokkes, untuk memberikan penanganan medis dan mengecek kondisi fisik mereka secara berkala," tambah AKP Ruwandi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan berkala di lapangan, pihak Dokkes mengonfirmasi bahwa mayoritas santri yang sebelumnya sempat mengeluhkan pusing dan mual kini kondisinya sudah mulai stabil. 

AKP Ruwandi juga memberikan pesan penguat secara langsung kepada para santri dan orang tua yang mendampingi di pondok pesantren maupun di fasilitas kesehatan setempat.

"Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan penanganan dari tim medis dilakukan secara maksimal agar adik-adik santri bisa beraktivitas normal seperti sedia kala," ujar AKP Ruwandi. (*)



 Operasi Tumpas Narkoba 2026 : Polres Lumajang Amankan 29 Tersangka dan 172,62 gram Sabu

Operasi Tumpas Narkoba 2026 : Polres Lumajang Amankan 29 Tersangka dan 172,62 gram Sabu

 



LUMAJANG– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim mengungkap 23 kasus peredaran narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.

Dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026 tersebut, Polisi menangkap 29 tersangka yang terdiri dari 28 laki-laki dan satu perempuan.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Dari hasil Operasi Tumpas Narkoba 2026, Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus di beberapa tempat kejadian perkara," kata AKBP Riki, Kamis (3/9/2026).

Dari pengungkapan tersebut, Polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 172,62 gram sabu, 4.505 butir pil obat keras berbahaya (okerbaya), uang tunai Rp 29,8 juta, 27 unit telepon seluler, 11 sepeda motor yang digunakan para pelaku, empat timbangan digital, serta empat alat hisap sabu.

Menurut AKBP Riki, pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku maupun pengguna narkoba.

Petugas juga menggunakan metode counter delivery untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Lumajang.

"Dalam proses pengungkapan, tentunya Satresnarkoba telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengintaian, termasuk counter delivery terhadap para tersangka dan pengguna narkoba di Kabupaten Lumajang," ujar AKBP Riki.

Kapolres Lumajang mengungkapkan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengedarkan narkoba. Selain transaksi secara langsung, sebagian pelaku memanfaatkan jaringan online dan jasa kurir. Modus lain yang ditemukan yakni sistem ranjau.

AKBP Riki mengajak masyarakat ikut berperan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Masyarakat maupun media diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.

"Apabila mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba, silakan informasikan kepada Polres Lumajang atau melalui layanan call center 110 bebas pulsa," ujar AKBP Riki.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, dari 29 tersangka yang diamankan, sebanyak 21 orang merupakan pengedar dan delapan lainnya pengguna.

"Yang terlibat dalam Operasi Tumpas Narkoba ini, kami menangkap 21 pengedar dan delapan pengguna," kata Iptu Dwi.

Polisi juga mengidentifikasi seorang bandar yang beroperasi di wilayah Kalipepe, Kabupaten Lumajang.

Iptu Dwi menambahkan, terhadap para tersangka yang berperan sebagai pengedar, penyidik menerapkan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara terhadap tersangka yang berstatus pengguna, polisi menerapkan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (*)



 Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar

Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar

 



JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap tiga kasus tindak pidana perjudian daring yang memanfaatkan website dan media sosial dengan berbagai modus, termasuk spam komentar untuk mengarahkan pengguna ke situs judi online. Pengungkapan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Polri dalam memberantas praktik perjudian daring yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pengungkapan tiga perkara tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus menindak jaringan perjudian online sekaligus memutus berbagai sarana yang digunakan para pelaku.

“Konferensi pers hari ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengungkap dan menindak tindak pidana perjudian online. Kami akan terus melakukan penindakan secara simultan, termasuk terhadap jaringan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan aktivitas perjudian,” kata Erdi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Erdi juga menjelaskan, dalam pengungkapan kali ini terdapat tiga laporan polisi yang menjadi dasar penyidikan Dittipid Siber
Bareskrim Polri. Perkara tersebut mencakup penggunaan sejumlah website judi online serta modus spam komentar pada platform media sosial dengan target akun yang memiliki engagement dan jumlah pengikut tinggi.

Selanjutnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, pemberantasan judi online menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena perkembangan infrastruktur digital dan modus operandi pelaku berjalan sangat cepat.

“Konsep judi online itu bukan konsep permainan, melainkan konsep penipuan. Untuk menambah omzet, mereka menggabungkan segala kemampuan teknologi untuk mengambil dana dari masyarakat kita,” kata Adex.

Adex menjelaskan, ketika satu domain diputus aksesnya, pelaku dapat dengan cepat berpindah ke domain lain, membuat mirror site, maupun mengubah pola promosi melalui media sosial. Dalam menyamarkan aliran dana, pelaku juga menggunakan rekening nominee, e-wallet, layering hingga aset kripto.

Berdasarkan pengungkapan yang dilakukan, Dittipid Siber Bareskrim Polri menetapkan sejumlah tersangka dalam tiga perkara tersebut. Penyidik juga menetapkan beberapa orang sebagai daftar pencarian orang (DPO) yang diduga memiliki peran dalam jaringan perjudian online.

Pada perkara pertama berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/53/III/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 2 Maret 2026, penyidik mengungkap jaringan website 1xbet, ij8keren, dan empire88. Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu orang lainnya berinisial EP masuk dalam DPO.

Dari transaksi sistem pembayaran perjudian melalui PT Ultra Payment Terpercaya (PT UPT), penyidik menemukan transaksi mencapai sekitar Rp1,03 triliun. Selain itu, dana pada lima penyedia jasa pembayaran berhasil dibekukan dengan total Rp51.991.693.314.

Sementara itu, perkara kedua berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/19/VII/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 2 Juli 2026 mengungkap praktik spam komentar yang mengarahkan pengguna menuju website perjudian online, antara lain garam26, sor54, rawit14, pusatjp68, paris52, hantam01, manis36, dan jaribos.

Dalam perkara tersebut, tiga tersangka diamankan dan dua orang ditetapkan sebagai DPO.

Kemudian pada perkara ketiga berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/25/VII/2026/SPKT.DITTIPIDSIBER tanggal 15 Juli 2026, penyidik mengungkap jaringan spam komentar dengan target akun media sosial yang memiliki jumlah pengikut tinggi. Tiga tersangka diamankan dan lima orang lainnya ditetapkan sebagai DPO.

Dari dua perkara spam komentar tersebut, penyidik menyita atau memblokir 42 rekening dengan nominal sekitar Rp83,1 juta. Omzet dari dua perkara yang melibatkan delapan website perjudian online tersebut mencapai sekitar Rp7,5 miliar per bulan atau Rp90 miliar per tahun.

Adex menegaskan, karakteristik perjudian online yang bersifat borderless membuat pemberantasannya membutuhkan sinergi lintas kementerian, lembaga, maupun negara.

“Dunia siber, terutama judi online, sifatnya borderless. Tim marketing bisa berada di satu negara, pengelola website di negara lain, dan infrastrukturnya di negara yang berbeda lagi. Ini yang menjadi kesulitan kita, sehingga membutuhkan kolaborasi antarnegara, antarkementerian dan lembaga, serta antarpenegak hukum,” ujarnya.

Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosadi mengatakan, pihaknya terus memperkuat upaya pemutusan akses terhadap konten dan situs perjudian online. Hingga 2 September 2026, Komdigi telah melakukan pemutusan akses terhadap lebih dari 8,8 juta situs sejak 2017.

Sementara sejak 20 Oktober 2024, pemutusan akses telah mencapai 3.981.834 yang terdiri atas situs, IP, dan konten media sosial.

“Penanganan persoalan ini hanya bisa efektif jika kolaborasi antarlembaga terus diperkuat sesuai mandat dan kewenangan masing-masing, mulai dari proses pencegahan, pemblokiran ruang siber, pelacakan aliran dana, hingga penegakan hukum pidana yang tegas,” kata Safriansyah.

Di sisi lain, Direktur Kerja Sama Dalam Negeri PPATK Kombes Pol. Yuliani menegaskan komitmen PPATK untuk terus mendukung penyidik melalui analisis dan penelusuran aliran dana dalam perkara perjudian online.

“Kami berkomitmen sebagai leading sector dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang untuk selalu berperan aktif mendampingi dan bekerja sama dengan penyidik,” ujar Yuliani.

Secara nasional, Polri mencatat 1.626 kasus judi online dengan 1.999 tersangka pada 2024. Angka tersebut menurun menjadi 665 kasus dengan 744 tersangka pada 2025. Sementara hingga September 2026, tercatat 55 kasus dengan 123 tersangka.

Polri memastikan penanganan judi online akan terus dilakukan melalui penegakan hukum, pemutusan akses, penelusuran dan pemutusan aliran dana, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya perjudian daring.


Thursday, September 3, 2026

Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045




Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dengan terus meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). 0309 - MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI 2026.pdf

Menurut Kapolri, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia karena jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan menuju negara maju.

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.

Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.

Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

Kapolri bahkan berbagi pengalamannya yang pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut membuat dirinya meyakini bahwa Pramuka merupakan salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda.

Kapolri meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi, melainkan dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan hingga berbagai platform digital telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, Kapolri mengatakan pemerintah terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program, di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program LPDP. Polri juga turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.

Kapolri juga mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.

Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterampilan yang diperoleh dalam Pramuka dapat diimplementasikan melalui keterlibatan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Kapolri juga mengajak Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui berbagai kegiatan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia berharap seluruh peserta Kemah Nasional Pramuka PUI terus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.

 Polres Blitar Komitmen Kawal Swasembada Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Produktif

Polres Blitar Komitmen Kawal Swasembada Pangan Melalui Pemanfaatan Lahan Produktif




BLITAR – Komitmen besar dalam mendukung ketahanan pangan tahun 2026 terus digelorakan oleh Polres Blitar Polda Jatim melalui gerakan pemanfaatan lahan kosong menjadi area pertanian produktif.

Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Blitar memonitor langsung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, untuk memastikan efektivitas program tersebut, Kamis (3/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Blitar didampingi oleh Kapolsek Wates, AKP Arif, serta Bhabinkamtibmas Desa Ringinrejo.

Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus mengampanyekan pemanfaatan lahan kosong agar lebih produktif.

Kapolres Blitar memberikan apresiasi khusus kepada Bhabinkamtibmas Desa Ringinrejo, Aipda Yudi, yang aktif mendampingi kelompok tani dalam menyukseskan program P2L.

“Pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan kosong menjadi area produktif merupakan langkah taktis dalam memperkuat ketahanan pangan. Kami mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas yang terus hadir mendampingi warga,” ujar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution.

Menurut Kapolres Blitar, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat kini tidak hanya berfokus pada sektor keamanan dan ketertiban. Mereka juga dituntut menjadi motor penggerak program yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.

Melalui sinergi dan pendampingan yang konsisten ini, Polres Blitar berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan swasembada pangan sepanjang tahun 2026 demi mewujudkan kemandirian pangan di tingkat desa.

"Ini adalah momentum pembuktian bahwa dengan sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat, kita mampu menyukseskan agenda besar swasembada pangan nasional sepanjang tahun 2026 ini," tegas AKBP Ardhy.

Ia juga menegaskan, Polres Blitar Polda Jatim tidak akan berhenti melakukan monitoring dan pendampingan di lapangan agar program P2L ini memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

"Polri berkomitmen untuk terus hadir, peduli, dan bergerak bersama masyarakat dalam menyukseskan agenda ketahanan pangan nasional,"pungkasnya. (*)

Kapolres Jember Silaturahmi ke Kantor PCNU, Sinergi Ulama dan Umara Perkuat Kamtibmas

Kapolres Jember Silaturahmi ke Kantor PCNU, Sinergi Ulama dan Umara Perkuat Kamtibmas





JEMBER – Hubungan kemitraan antara kepolisian dan organisasi keagamaan di Kabupaten Jember terus diperkuat. Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi pimpinan baru Polres Jember, AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember pada Rabu (2/9/2026).

Pertemuan hangat yang berlangsung di markas nahdliyin tersebut bertujuan untuk mempererat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta kedamaian di seluruh wilayah Jember.

Sebagai pejabat baru, Kapolres Jember AKBP Alaiddin menegaskan pentingnya peran ulama dan tokoh agama sebagai pilar utama dalam menciptakan suasana sosial yang sejuk, kondusif, dan harmonis.

"Kehadiran kami ke PCNU Jember merupakan komitmen Polri untuk selalu berjalan berdampingan dengan para ulama. Rasa aman di tengah masyarakat hanya bisa lahir dari kepedulian bersama, toleransi, serta komunikasi yang terus terjaga," ujar AKBP Alaiddin. 

Dalam forum tersebut, pihak kepolisian dan pengurus PCNU juga berdiskusi aktif mengenai berbagai isu sosial serta potensi gangguan keamanan yang berkembang di tingkat akar rumput. 

Kapolres Jember berharap, melalui jaringan kultural NU yang luas hingga ke tingkat desa, pesan-pesan kamtibmas dan edukasi hukum dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat.

Kedatangan Kapolres Jember dan rombongannya ini disambut langsung oleh Ketua Karteker PCNU Kabupaten Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, bersama jajaran pengurus harian lainnya.

Prof. Babun Suharto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan gerak cepat yang ditunjukkan oleh Kapolres Jember yang baru dalam membangun jembatan komunikasi dengan ormas keagamaan.

"Kehadiran Bapak Kapolres sebagai pimpinan baru di Jember menjadi momentum berharga untuk memperkuat sinergi kegiatan ketertiban masyarakat. Banyak hal strategis yang kami perbincangkan, terutama bagaimana menjaga kota ini tetap aman," ungkap Prof. Babun.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk saling mendukung dalam berbagai program kemasyarakatan demi mewujudkan Kabupaten Jember yang damai dan sejahtera.  (*)

Kapolri: Pramuka PUI Wadah Strategis Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Pemimpin Masa Depan

Kapolri: Pramuka PUI Wadah Strategis Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Pemimpin Masa Depan

 




Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.499 peserta, yang terdiri atas anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, serta tokoh PUI. 0309 - MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI 2026.pdf

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Gerakan Pramuka yang selama ini konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda. Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolri menegaskan bahwa Pramuka merupakan wadah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Terlebih, Indonesia akan menghadapi momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurut Kapolri, besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta peningkatan daya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui berbagai program, antara lain Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta berbagai program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kapolri juga mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemajuan teknologi harus digunakan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Pada saat yang sama, generasi muda diminta untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, serta penyebaran berbagai konten maupun paham negatif melalui ruang digital.

Kapolri turut mengajak keluarga besar PUI untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan memperkuat nilai Islam wasathiyah, serta menjaga komitmen terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat kebangsaan dan nilai keagamaan yang moderat dinilai menjadi fondasi penting dalam merawat keberagaman Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Selain membentuk karakter, Kapolri berharap gerakan Pramuka semakin hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Anggota Pramuka didorong untuk terlibat aktif dalam pelayanan sosial, penanggulangan bencana, membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, menjaga kebersihan, serta melestarikan lingkungan.

“Semangat Pramuka harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga peduli terhadap sesama, siap membantu masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” pesan Kapolri.

Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Sinergi antara Polri, PUI, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

“Adik-adik yang hari ini berdiri sebagai anggota Pramuka adalah generasi penerus dan calon pemimpin Indonesia di masa depan. Teruslah belajar, berlatih, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 sendiri dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, dengan rangkaian kegiatan antara lain pengucapan Intisab PUI, sambutan pimpinan PUI, sambutan Kapolri, serta doa bersama.