Ad 728x90

Tuesday, March 17, 2026

 Polisi Ngawi Tangani Kebakaran Motor di Monumen Suryo, Korban Ucapkan Terima Kasih

Polisi Ngawi Tangani Kebakaran Motor di Monumen Suryo, Korban Ucapkan Terima Kasih

 



Ngawi – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Ngawi. Kali ini, Polsek Kedunggalar yang bertugas si Pos Terpadu Monumen Suryo bergerak sigap menangani kebakaran sepeda motor yang terjadi di wilayah hukumnya, Selasa (17/3/2026).


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di pinggir Jalan Raya Ngawi–Solo, tepatnya di Dusun Tambakselo Barat, Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.


Sepeda motor yang terbakar diketahui merupakan Honda Supra Fit warna hitam dengan nomor polisi K 3015 LF, milik korban bernama Hendriawan (43), warga Kabupaten Madiun.


Berdasarkan keterangan di lapangan, kejadian bermula saat korban bersama saksi I mengendarai sepeda motor menuju Purwadadi. Sesampainya di lokasi kejadian, korban melihat adanya percikan api yang muncul dari bagian karburator kendaraan.


Mengetahui hal tersebut, korban segera menghentikan laju kendaraan dan berupaya memadamkan api. Upaya tersebut juga dibantu oleh saksi lainnya serta warga sekitar. Namun, api dengan cepat membesar hingga menghanguskan kendaraan.


Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Kedunggalar langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan penanganan secara cepat. Petugas bersama warga turut membantu proses pemadaman serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh percikan api yang berasal dari karburator sepeda motor.


Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, SH yang juga bertugas sebagai Padal di Pos Terpadu Monumen Suryo, turut memastikan penanganan berjalan cepat dan situasi tetap kondusif, sehingga barang-barang dan pengendara serta 2 penumpangnya, yakni anak-anaknya dapat diselamatkan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, SIK., MSI menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel di lapangan dalam menangani kejadian tersebut.


“Personel kami bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Ini merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjamin keamanan dan keselamatan warga,” ujar Kapolres.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum digunakan, terutama pada bagian mesin dan sistem bahan bakar.


“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin melakukan pengecekan kendaraan guna mencegah potensi kebakaran atau kejadian yang membahayakan. Keselamatan adalah yang utama,” tambahnya.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp. 3,5 juta.


Setelah korban dan keluarganya diberi trauma healing dan istirahat di pos terpadu, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali.


Saat ini Polsek Kedunggalar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran.


Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Terima kasih pak polisi,  kami selamat. Matur suwun Polres Ngawi," ujar korban didampingi istrinya

 Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Mendaftar

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Disambut Antusias, 32 Ribu Pemudik Mendaftar



JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat melalui program Mudik Gratis Presisi 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Operasi Ketupat 2026 hingga Senin, 16 Maret 2026, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi aman ini terpantau sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia.


Secara akumulatif, program ini telah berhasil menjaring sebanyak 32.721 orang peserta yang diberangkatkan melalui jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda di seluruh penjuru tanah air. 


Guna mendukung mobilitas massa dalam jumlah besar tersebut, Polri telah menyiagakan armada angkutan yang sangat memadai, mencakup 663 unit bus, 29 unit kendaraan Hiace, hingga penyediaan satu unit Kapal Motor Penumpang (KMP).


Polda Jawa Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi peserta terbesar yang mencapai 13.040 orang dengan dukungan 326 unit bus, disusul oleh jajaran Polda Sumatra Barat yang memfasilitasi total 12.000 pemudik. Di wilayah ibu kota, Polda Metro Jaya juga berkontribusi besar dengan memberangkatkan 2.500 peserta menggunakan 60 unit bus. 


Sementara itu, variasi moda transportasi terlihat di Polda Aceh yang mengombinasikan bus dan puluhan unit Hiace, serta Polda Jawa Timur yang secara khusus menyediakan kapal laut untuk mengangkut ratusan penumpang beserta kendaraan roda dua milik masyarakat.


Keberhasilan pencatatan pendaftar ini mendapat apresiasi langsung dari Korps Lalu Lintas Polri. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryo, S.H., M.Hum. Ditemui Senin (16/03) sore, Kakorlantas menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya kepada masyarakat yang telah mengikuti perjalanan mudik mereka bersama Korlantas Polri. 


“Antusiasme para pemudik yang mencapai lebih dari 32 ribu orang ini merupakan bukti nyata bahwa program Mudik Gratis Presisi 2026 sangat dinantikan oleh khalayak luas,” kata Kakorlantas.


Lebih lanjut, Irjen Agus Suryo menegaskan, “Inisiatif ini bukan sekadar urusan logistik transportasi, melainkan wujud perhatian dan aksi humanis Polri untuk masyarakat, serta langkah strategis dalam mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik secara nasional”. Aksi tersebut selaras dengan semangat yang diusung kepolisian tahun ini, yaitu "Mudik Aman, Keluarga Bahagia". 


Irjen Agus Suryo berharap, melalui fasilitas ini, para peserta Mudik Gratis Presisi bisa merasa tenang selama di perjalanan, tiba dengan selamat di kampung halaman, serta merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga.


Selain wilayah-wilayah dengan angka partisipasi ribuan, jajaran Polda lainnya seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Bengkulu dan Riau juga turut aktif memastikan setiap warga yang ingin pulang kampung mendapatkan akses transportasi yang layak. Pengaturan ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi yang kurang aman untuk perjalanan jarak jauh. (*)

 Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Mojokerto Waspadai Titik Banjir dan Longsor

Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Mojokerto Waspadai Titik Banjir dan Longsor

 




MOJOKERTO – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang juga dilaksanakan oleh Polres Mojokerto Polda Jatim memasuki hari Kelima pada Selasa (17/3/25).


Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dilaksanakan selama 13 hari itu Polres Mojokerto Polda Jatim telah mendirikan 1 Pos Pelayanan (Posyan) dan 2 Pos Pengamanan (Pospam), diantaranya Posyan Sendi, Kecamatan Pacet, Pospam Kenanten, Kecamatan Puri, dan Pospam Cembor, Kecamatan Trawas.


Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan Pos yang didirikan tersebut sebagai bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat yang sedang  libur lebaran.


Kapolres Mojokerto menyampaikan, selama tiga hari pertama Operasi Ketupat Semeru, Polres Mojokerto melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap Lima isu utama yaitu potensi banjir, arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, serta aktivitas silaturahmi dan wisata masyarakat.


"Salah satu perhatian utama dalam pelayanan pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir," ujar AKBP Andi, Selasa (17/3/26).


Untuk itu lanjut AKBP Andi, Polres Mojokerto Polda Jatim melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif terkait lokasi wisata yang berada di daerah pegunungan yang potensi longsor tersebut.


"Kami bersinergi dengan lintas sektor juga melakukan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,” terang AKBP Andi.


Polres Mojokerto juga memaksimalkan Patroli ini sebagai langkah pencegahan mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.


Kapolres Mojokerto juga menjelaskan, bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Mojokerto relatif aman dan belum ditemukan potensi bencana yang signifikan.


Terkait arus lalu lintas, Kapolres Mojokerto menyebut pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. 


Sehingga kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus mudik antar provinsi belum terlalu signifikan.


“Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,” kata AKBP Andi.


Sementara itu, Polres Mojokerto telah menerjunkan sekitar 150 personel yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. 


Jumlah tersebut juga diperkuat dengan personel dari Polsek-Polsek di jalur utama serta kawasan wisata.


“Jika digabung dengan personel dari polsek jalur dan polsek wisata serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan bisa mencapai hampir 400 personel,” ungkap AKBP Andi.


Dengan jumlah personel yang optimal ini diharapkan Posyan dan Pospam Polres Mojokerto ini tidak hanya menjadi tempat monitoring, tetapi juga menjadi pusat kendali operasi di lapangan sehingga seluruh kegiatan pengamanan dapat berjalan lebih efektif. (*)

 Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa pasca Ledakan di Masjid Jember

Polda Jatim Pastikan Situasi Terkendali dan Tidak Ada Korban Jiwa pasca Ledakan di Masjid Jember




JEMBER - Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menyampaikan perkembangan terkait peristiwa ledakan yang terjadi di salah satu masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Senin (16/3/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WIB.


Dalam keterangannya, Kapolda Jatim mengatakan bahwa saat ini tim kepolisian bersama unsur terkait lainnya telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


“Petugas langsung bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian,” ujarnya, Selasa (17/3/2026) di Mapolres Jember.


Ia menegaskan, kondisi terkini di lokasi sudah dalam keadaan terkendali. Petugas masih melakukan sterilisasi area, guna memastikan situasi benar-benar aman.


Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dipastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


“Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan,” jelasnya.


Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, tim gabungan dari Polres Jember dan Polda Jatim, termasuk unit identifikasi, Laboratorium Forensik (Labfor), tim penjinak bom (JIBOM), serta tim investigasi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), tengah bekerja untuk mengungkap penyebab kejadian.


Sejumlah langkah telah dilakukan oleh kepolisian, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, melakukan sterilisasi area, olah TKP, pengumpulan barang bukti, serta memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. 


Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk perangkat RT/RW setempat untuk menjaga keamanan wilayah.


Kapolda Jatim turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan keresahan,” pungkasnya.

 Bhabinkamtibmas Babadan Monitoring Pemanfaatan Pekarangan, Tingkatkan Partisipasi Warga Dukung Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Babadan Monitoring Pemanfaatan Pekarangan, Tingkatkan Partisipasi Warga Dukung Ketahanan Pangan

 



Ngawi – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana arahan Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan, jajaran Polres Ngawi terus aktif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat melalui berbagai program berbasis lingkungan dan pertanian.


Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menginstruksikan seluruh personel di jajaran Polres Ngawi, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk terus melakukan sambang serta monitoring terhadap pemanfaatan lahan pekarangan warga guna mendukung ketahanan pangan dari lingkup terkecil.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa, “Peran aktif Bhabinkamtibmas dalam mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sangat penting sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan. Dengan dimulai dari lingkungan terkecil, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”


Kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Babadan, Bripka M. Saroso, yang melaksanakan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan warga di Dusun Brendil, RT 02 RW 01, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.


Dalam kegiatan tersebut, Bripka M. Saroso melakukan pengecekan langsung terhadap pemanfaatan pekarangan milik Bapak Subandi yang ditanami berbagai jenis sayur mayur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.


Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan. Program ini dinilai berhasil mendorong warga untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.


Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya secara produktif, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal serta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman dan kondusif.


#ketahananpangan #swasembadapangan #polripresisi #polisiindonesia #divhumaspolri #bidhumaspoldajatim #polresngawi #ngawi

 Operasi Ketupat Semeru, Polda Jatim Jaga Kekhusukan Ibadah Umat dan Stabilitas Kamtibmas

Operasi Ketupat Semeru, Polda Jatim Jaga Kekhusukan Ibadah Umat dan Stabilitas Kamtibmas




SURABAYA - Polda Jawa Timur (Jatim) bersinergi dengan lintas sektor komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat di Operasi Ketupat Semeru 2026.


Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar sejak 13 Maret 2026, Polda Jatim tidak hanya memperhatikan soal arus lalu lintas mudik.


Kombes Abast mengatakan menjaga proses ibadah warga masyarakat yang menjalankan puasa Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Umat Hindhu yang melaksanakan Nyepi dan merayakan Tahun Baru Saka adalah hal yang menjadi fokus utama.


"Fokus utama menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk,"ujar Kombes Pol Abast, Selasa (17/3/26)


Menurut Kombes Abast yang juga selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, arus lalu lintas adalah dampak, namun Kamtibmas di lingkungan warga baik itu permukiman maupun rumah ibadah adalah hal yang fundamental.


"Mudik penting, namun khidmat ibadah dan stabilitas Kamtibmas adalah fondasi," tegas Kombes Pol Abast.


Masih kata Kombes Abast, dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polda Jatim bersama jajarannya juga akan memberikan pelayanan pengamanan di lebih kurang 18.365 lokasi Shalat Idul Fitri baik di Masjid maupun lapangan yang akan digunakan jamaah.


Selain itu Polda Jatim juga memberikan pelayanan pengamanan di sejumlah objek yang berpotensi terdapat gangguan Kamtibmas.


Objek tersebut diantaranya 68 lokasi terminal, 12 lokasi Pelabuhan dan 79 pelabuhan rakyat, 6 lokasi Bandara, 53 Stasiun Kereta Api, 274 lokasi tempat perbelanjaan, 488 lokasi wisata/ hiburan dan beberapa lokasi SPBU yang berpotensi adanya antrian.


Diharapkan dengan layanan pengamanan yang maksimal oleh Polda Jatim bersama jajarannya dan bersinergi dengan lintas sektor di Operasi Ketupat Semeru 2026 ini, kondusifitas di Jawa Timur tetap terjaga.


Kabid Humas Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah yang ditinggal mudik dalam keadaan aman dan melapor kepada pengurus RT/RW atau petugas keamanan lingkungan setempat.


"Mari kita bersama - sama wujudkan, Mudik Aman Keluarga Bahagia," pungkasnya. (*)

 Polres Bojonegoro Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Ganja, 13 Tersangka Ditangkap

Polres Bojonegoro Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Ganja, 13 Tersangka Ditangkap

 



BOJONEGORO – Polres Bojonegoro tetap menunjukan komitmennya dalam memberantas peredaran Narkoba untuk mewujudkan Bojonegoro zero Narkoba.


Sejak Januari hingga 10 Maret 2026 Polres Bojonegoro berhasil mengungkap sebanyak 11 kasus peredaran narkotika.


Dari total kasus tersebut, seluruhnya merupakan tindak pidana nark
otika dengan rincian 10 kasus narkotika jenis sabu dan satu kasus narkotika jenis ganja. 


Hasil pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan sebanyak 13 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi di Mapolres Bojonegoro, Senin (16/3/26).


Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian menjelaskan, dari 13 tersangka yang diamankan, sembilan orang berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu, satu orang sebagai pengedar ganja, serta tiga orang lainnya merupakan pemakai atau pemilik narkotika jenis sabu.


"Barang bukti Narkotika yang sudah kami sita 52,71 gram sabu dan 187,25 gram ganja yang diduga akan diedarkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya," kata AKBP Afrian.


Kini para tersangka pengedar dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, atau denda minimal Rp1 miliar hingga maksimal Rp10 miliar.


Sementara itu, tersangka yang berperan sebagai pemilik narkotika dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun serta denda paling sedikit Rp.800 juta hingga Rp.8 miliar.


Kapolres Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba serta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan dan keluarga masing-masing. 


Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Bojonegoro. (*)

 Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI



JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, kembali menegaskan pentingnya penguatan intelektualitas di tubuh Polri. Sebanyak 39 dari total 40 buku yang ditulisnya kini resmi terdaftar dalam perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) pada Senin (16/3/2026).


Langkah ini menjadi penegasan bahwa transformasi Polri tidak hanya bertumpu pada kemampuan operasional, tetapi juga pada penguatan riset, gagasan, serta pemikiran strategis yang terdokumentasi secara akademis. Pendaftaran karya tersebut sekaligus menjadi bentuk perlindungan negara terhadap ide dan pemikiran yang lahir dari pengalaman panjang di berbagai medan tugas kepolisian.


Dari total 40 buku yang telah ditulis, sebanyak 39 judul diterbitkan oleh penerbit Raja Grafindo Persada, sementara satu buku lainnya diterbitkan oleh Penerbit Universitas Brawijaya dengan judul “Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme.”


Wakapolri menegaskan bahwa pengalaman lapangan harus diabadikan dalam bentuk pengetahuan agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus Polri.


“Polisi masa kini tidak boleh hanya mengandalkan otot dan kewenangan, tetapi harus berbasis pada ilmu pengetahuan. Menulis bagi saya adalah cara berbagi sekaligus mengabadikan pengalaman lapangan agar dapat dirumuskan menjadi teori dan pengetahuan yang bermanfaat. Dengan demikian, generasi Polri masa kini memiliki bekal wawasan, perspektif, dan referensi untuk terus berkembang serta mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” ujar Dedi Prasetyo setelah menerima sertifikat HAKI.


Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci bagi institusi kepolisian untuk menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.


“Polri perlu dibekali wawasan dan keilmuan yang cukup untuk bisa memenuhi ekspektasi ideal masyarakat Indonesia terhadap institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya,” tambahnya.


Ke-39 buku tersebut mencakup berbagai bidang strategis kepolisian, mulai dari strategi keamanan dan kamtibmas, penanganan terorisme dan kejahatan transnasional, penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan dan mitigasi bencana.


Beberapa karya juga membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman, seperti pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern, manajemen media sebagai cooling system untuk menjaga stabilitas keamanan, hingga reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi.


Melalui karya-karya tersebut, Wakapolri berupaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif. Pendekatan keamanan tidak lagi dipahami semata sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.


Dengan terdaftarnya puluhan buku tersebut dalam HAKI, karya-karya ini kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas dalam memahami dinamika keamanan dan strategi kepolisian modern.


Warisan pemikiran tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi generasi Polri berikutnya untuk mengembangkan budaya literasi, riset, dan inovasi dalam mendukung transformasi institusi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.

 Puting Beliung Terjang Rumah Warga Geneng, Polisi Ngawi Turun Tangan Bantu Perbaikan dan Salurkan Sembako

Puting Beliung Terjang Rumah Warga Geneng, Polisi Ngawi Turun Tangan Bantu Perbaikan dan Salurkan Sembako

 



Ngawi – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan jajaran Polsek Geneng, Polres Ngawi. Polisi bersama relawan dan masyarakat bergotong royong membantu memperbaiki rumah warga yang rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Geneng.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di rumah milik Endah Retno Sulistyowati, warga Dusun Tambakromo II RT 03 RW 02, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan atap teras rumah yang terbuat dari galvalum roboh.


Mendapat laporan dari korban, Kapolsek Geneng Kompol Haris Sunarto, S.H., bersama anggota piket jaga segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses evakuasi material bangunan yang roboh.


Tidak hanya melakukan penanganan awal, anggota Polsek Geneng bersama relawan tanggap bencana dan warga sekitar juga melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing serta membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak agar kembali aman ditempati.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Polsek Geneng juga menyalurkan bantuan sembako kepada korban guna meringankan beban yang dialami.


Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, SIK, MSI, mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam setiap peristiwa yang terjadi di masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan dan kepedulian kepada warga.


“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri ketika mengalami musibah. Polri akan selalu hadir untuk membantu dan memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Kapolres Ngawi, pada Selasa (17/3/2026)


Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil akibat kerusakan atap teras rumah diperkirakan mencapai sekitar Rp 8 juta.


Kapolres Ngawi juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kejadian yang membutuhkan penanganan.

 Pastikan Pasokan dan Harga Stabil, Kapolres Ngawi dan Forkopimda Cek Pangkalan LPG di Kedunggalar

Pastikan Pasokan dan Harga Stabil, Kapolres Ngawi dan Forkopimda Cek Pangkalan LPG di Kedunggalar

 



Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K, M.Si., bersama Forkopimda dan instansi terkait melaksanakan pengecekan langsung ke pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga LPG di masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama rombongan berdialog langsung dengan pemilik pangkalan serta warga yang membeli LPG.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar, tepat sasaran, serta tidak terjadi kelangkaan maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan dan kepedulian pemerintah bersama aparat keamanan terhadap kebutuhan masyarakat.


“Kami bersama Forkopimda dan instansi terkait melakukan pengecekan langsung di pangkalan LPG untuk memastikan stok aman dan harga tetap sesuai ketentuan. Kami juga mengimbau kepada para agen dan pangkalan agar tidak melakukan penimbunan maupun penjualan di atas HET,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026)


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membeli LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan panic buying agar distribusi tetap merata.


Dengan adanya pengecekan ini diharapkan kebutuhan energi masyarakat, khususnya LPG 3 kilogram, dapat terpenuhi dengan baik sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

 Kapolda Jatim Tinjau Kesiapan Posyan Terpadu Alun - alun Kota dan Pospam Kenanten Mojokerto

Kapolda Jatim Tinjau Kesiapan Posyan Terpadu Alun - alun Kota dan Pospam Kenanten Mojokerto

 




MOJOKERTO - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., didampingi pejabat utama Polda Jawa Timur melakukan kunjungan ke Pos Pelayanan (Posyan) terpadu di alun - alun Kota Mojokerto dan Pos Pengamanan (Pospam) Kenanten di Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (16/03/26)


Kunjungan Kapolda Jatim bersama rombongan tersebut disambut oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto dan Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata beserta Pejabat utama Polres Mojokerto Kota.


Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jatim mengecek kesiapan personel, meninjau fasilitas pos pelayanan terpadu, serta memberikan arahan terkait strategi pengamanan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan menjelang liburan Idulfitri.


"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal," ujar Irjen Pol Nanang di Posyan Kota Mojokerto.


Kapolda Jatim menegaskan, kesiapan personel di lapangan menjadi prioritas utama dalam pengamanan arus mudik lebaran.


"Kolaborasi dan koordinasi dengan instansi terkait harus berjalan baik untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama libur Lebaran," ujarnya.


Diharapkan dengan adanya pos pelayanan terpadu ini, perjalanan dan aktivitas masyarakat yang berada di Kota Mojokerto berjalan lancar dan minim hambatan.


Sementara itu Kapolres Mojokerto, Kota AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan, dengan dilakukan pengecekan langsung oleh Kapolda Jatim, diharapkan menambah motivasi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas di Operasi Ketupat Semeru 2026.


"Kehadiran Bapak Kapolda bersama para Pejabat Utama Polda Jatim tentu menjadikan motivasi kami dalam menjalankan tugas Operasi Ketupat Semeru yang merupakan operasi kemanusiaan ini,"kata AKBP Herdiawan.


Ia menegaskan, bahwa Polres Mojokerto Kota berkomitmen dalam untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.


Kapolres Mojokerto Kota juga mengimbau kepada masyarakat baik yang sedang mudik lebaran agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan dan memastikan kondisi rumah yang ditinggal mudik benar - benar aman.


"Utamakan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas agar Mudik Aman Keluarga Bahagia,"pungkasnya. (*)

 Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Daging Domba Impor Kedaluwarsa di Tangerang

Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Daging Domba Impor Kedaluwarsa di Tangerang



Tangerang – Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait peredaran daging domba impor kedaluwarsa di wilayah Tangerang. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gudang PT Lang-Lang Buana, Jalan Raya Serang No.8, Cibadak, Cikupa, Tangerang, Senin (16/3/2026).


Konferensi pers tersebut dihadiri Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo K. Heriyatno, Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi, serta Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Kementerian Pertanian Drh. Ira Firgorita.


Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan penjualan daging domba karkas impor asal Australia yang telah melewati masa kedaluwarsa.


“Informasi awal kami terima dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya rencana penjualan daging domba impor yang telah kedaluwarsa kepada masyarakat. Mengingat saat itu kebutuhan daging meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, informasi tersebut menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresmob Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap aktivitas distribusi daging tersebut. Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga unit truk yang membawa daging domba impor kedaluwarsa dengan total berat sekitar 9 ton yang rencananya akan disalurkan kepada para penyalur untuk kemudian dijual ke masyarakat.


“Selain mengamankan tiga unit truk, penyelidik juga melakukan pengembangan dengan melakukan pengamanan di dua lokasi gudang di wilayah Batuceper dan Cikupa, Tangerang. Dari kedua lokasi tersebut kembali ditemukan tambahan barang bukti berupa daging domba impor yang telah melewati masa kedaluwarsa,” jelasnya.


Setelah proses penyelidikan dilakukan, penanganan perkara kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.


Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo K. Heriyatno mengatakan, dalam proses penyidikan penyidik telah memeriksa 10 orang saksi yang terdiri dari penjual, perantara, pembeli, hingga sopir dan kenek yang terlibat dalam proses distribusi daging tersebut.


“Dalam proses penyidikan, kami telah memeriksa 10 orang saksi serta menyita barang bukti berupa daging domba impor asal Australia yang telah kedaluwarsa dengan total berat mencapai 12.913,04 kilogram atau sekitar 12,9 ton yang ditemukan di tiga truk serta di dua gudang penyimpanan di wilayah Tangerang,” ungkap Kombes Pol Setyo K. Heriyatno.


Dari hasil pemeriksaan saksi, keterangan ahli, serta uji laboratorium terhadap sampel daging oleh Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan, diketahui bahwa daging tersebut tidak lagi layak untuk dikonsumsi.


“Hasil uji laboratorium menunjukkan secara organoleptik warna daging sudah tidak normal, aromanya berbau apek dan tengik, serta memiliki tingkat keasaman yang tinggi di atas batas normal. Dengan kondisi tersebut, daging tersebut dinyatakan tidak layak untuk diedarkan maupun dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.


Berdasarkan hasil penyidikan, Bareskrim Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu IY selaku penjual daging, T dan AR sebagai perantara, serta SS sebagai pembeli yang kemudian menjual kembali daging tersebut ke pedagang di pasar.


Menurut penyidik, para tersangka diduga memperdagangkan kembali daging impor yang telah melewati masa kedaluwarsa sejak April 2024 dengan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.


“Para tersangka memperoleh daging tersebut sejak tahun 2022. Sebagian telah terjual, namun sisa yang telah kedaluwarsa kemudian kembali diperjualbelikan kepada pedagang dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” kata Setyo.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 8 ayat (3) juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda hingga Rp2 miliar.


Bareskrim Polri menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik perdagangan pangan yang tidak layak konsumsi, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional, guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

 Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

 



Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan mudik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng). Dalam pengecekan dan koordinasinya, Sigit memastikan Polri dan seluruh stakeholder terkait bakal memberikan pelayanan optimal untuk para masyarakat. 


"Dimana ini adalah titik, salah satu titik yang menjadi perhatian untuk pelayanan arus mudik, khususnya karena memang ini adalah titik di tempat masyarakat masuk ke wilayah Jawa Tengah pascaada kegiatan rekayasa. Dan tentunya ini menjadi salah satu pelayanan yang cukup sentral di wilayah Jawa Tengah," kata Sigit di Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026). 


Sigit memaparkan, seluruh stakeholder telah melaporkan bahwa telah melakukan kesiapan optimal untuk melakukan pengamanan dan pelayanan di momentum arus mudik. 


Menurut Sigit, hal yang difokuskan untuk dimaksimalkan kesiapannya adalah kebijakan soal rekayasa lalu lintas (lalin), mulai dari ganjil genap hingga One Way skala nasional. Terlebih, kata Sigit, Polda Jateng telah melakukan sejumlah inovasi demi mewujudkan mudik yang aman dan bahagia. 


"Termasuk juga terobosan-terobosan yang disiapkan seperti valet and ride, dan kemudian tadi ada satu terobosan baru dengan nama 'Si Polan' (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), ya. Yang tentunya ini menjadi pelengkap selain respons kita terkait dengan 110 yang menjadi salah satu nomor yang bisa dihubungi," ujar Sigit. 


Sigit menegaskan, dengan dukungan dari berbagai macam persiapan yang diberikan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan layanan-layanan kepolisian. 


"Kemudian apabila ada permasalahan di jalan, maka layanan ini bisa digunakan untuk ditanyakan, termasuk juga hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat pengemudi atau masyarakat, pemudik yang berada di wilayah Jawa Tengah," ucap Sigit. 


Dengan optimalisasi ini, Sigit menekankan, pihaknya bakal siap menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada H-3 Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi seluruh pemudik. 


"Dan sampai saat ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan juga bisa terus kita jaga untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti laka (kecelakaan) menonjol sampai saat ini bisa kita jaga. Dan tentunya harapan kita mendekati hari H, angka laka juga bisa kita jaga untuk bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," papar Sigit. 


Lebih dalam, Sigit mengingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh pihak dalam mengamankan serta melayani arus mudik hingga balik Lebaran 2026. 


"Saya titip pesan agar sinergisitas seluruh stakeholder yang ada dalam memberikan pelayanan mudik di tahun 2024 ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sebagaimana tagline kita: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.  Jadi ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," tegas Sigit. 


"Kita harapkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan pelayanan terbaik di Operasi Ketupat ini dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik, balik, dan juga melaksanakan Idul Fitri serta kegiatan-kegiatan lainnya betul-betul bisa kita optimalkan," tambah Sigit mengakhiri.

Monday, March 16, 2026

 Kapolda Jatim Cek Pos Terpadu dan Pos Pam di Surabaya Pastikan Layanan Mudik Berjalan Optimal

Kapolda Jatim Cek Pos Terpadu dan Pos Pam di Surabaya Pastikan Layanan Mudik Berjalan Optimal






SURABAYA,– Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto didampingi para pejabat utama Polda Jatim melakukan pengecekan langsung sejumlah pos Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kota Surabaya,Senin (16/3/26).


Adapun tiga lokasi yang menjadi titik pengecekan yakni Pos Terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pos Pengamanan (Pospam) di Stasiun Pasar Turi, serta Pos Pam di Kebun Binatang Surabaya.


Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.


Selain itu Kapolda Jatim bersama rombongan juga memantau situasi arus mudik yang mulai meningkat di beberapa titik transportasi pada masa mudik lebaran 1447 H/2026.


“Pada kesempatan ini saya bersama pejabat utama melihat lokasi-lokasi kegiatan arus mudik yang sudah mulai dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, baik yang datang dari Jakarta maupun dari luar pulau,” kata Irjen Nanang.


Ia menjelaskan, sebelumnya pemantauan juga telah dilakukan di stasiun kereta api Gubeng bersama Kapolri, dan pada hari ini dilanjutkan di Stasiun Pasar Turi serta Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.


Menurutnya, seluruh personel pengamanan yang telah tergelar di berbagai titik dapat memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.


Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik, baik menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara.


“Harapan kami, silakan seluruh masyarakat melaksanakan mudik dengan baik dan tetap saling menjaga, karena keselamatan adalah yang utama. Tujuan mudik adalah untuk bersilaturahmi dengan keluarga,” tuturnya.


Irjen Pol Nanang juga menyampaikan akan melakukan pengecekan di sejumlah wilayah lain, termasuk di Banyuwangi, mengingat adanya potensi peningkatan aktivitas penyeberangan yang bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi di Bali.


"Pengaturan arus penyeberangan akan diprioritaskan agar tidak terjadi kepadatan, sekaligus tetap menghormati pelaksanaan ibadah Hari Raya Nyepi di Pulau Bali," ucap Irjen Nanang.


Dengan berbagai langkah pengamanan yang bersinergi dengan lintas sektoral tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga terwujud Mudik Aman Keluarga Bahagia.(*)

 Layanan Humanis Polwan Polresta Sidoarjo Bantu Lansia di Terminal Purabaya Saat Arus Mudik

Layanan Humanis Polwan Polresta Sidoarjo Bantu Lansia di Terminal Purabaya Saat Arus Mudik

 




SIDOARJO - Aksi humanis ditunjukkan dua anggota Polisi Wanita (Polwan) dari Satuan Samapta Polresta Sidoarjo Polda Jatim saat bertugas di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 Terminal Purabaya, Bungurasih. 


Dengan sigap dan penuh kepedulian, mereka membantu para pemudik yang hendak menaiki bus, Senin (16/3/2026). 


Dua Polwan tersebut, Iptu Susmiati dan Iptu Deti Meivani, yang sedang melaksanakan piket pelayanan, melihat seorang ibu lanjut usia berjalan tertatih menuju bus tujuan Lumajang. 


Tanpa ragu, Iptu Deti Meivani segera menghampiri dan membantu sang lansia hingga naik ke dalam bus dengan aman.


Aksi simpatik itu mendapat apresiasi dari penumpang dan masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kepedulian aparat kepolisian terhadap pemudik, khususnya kelompok rentan seperti lansia.


Iptu Deti Meivani mengatakan, pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru, terutama di titik-titik keramaian arus mudik. 


“Kami hadir untuk memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman. Melihat ibu tersebut kesulitan berjalan, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu hingga beliau bisa naik bus dengan selamat,” ujarnya. 


Ia menambahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kesulitan selama perjalanan mudik.


“Silakan hubungi atau datangi petugas di pos pelayanan. Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan,” tambahnya.


Keberadaan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Terminal Purabaya memang difokuskan untuk memberikan rasa aman, pelayanan kesehatan, informasi perjalanan, serta bantuan langsung kepada para pemudik agar perjalanan menuju kampung halaman berlangsung lancar dan selamat.


"Ini juga untuk mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia," pungkasnya. (*)

 Hari Keempat Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim Pastikan Jalur Tol dan Arteri Lancar

Hari Keempat Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim Pastikan Jalur Tol dan Arteri Lancar




SURABAYA – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur secara umum terpantau lancar dan terkendali.


Pada Minggu (15/3/2026) malam hingga Senin (16/3/2026) pagi, belum terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah kendaraan baik di jalur tol maupun jalur arteri.


Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast melalui Kasubsatgas Penmas, AKP Muchamad Saifudin mengatakan, berdasarkan laporan situasi lalu lintas selama 1x12 jam, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, arus kendaraan di berbagai titik perbatasan dan jalur utama masih relatif stabil.


“Hingga saat ini juga belum terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang signifikan,” kata AKP Muchamad Saifudin, Senin (16/3/26).


Di jalur tol, volume kendaraan di sejumlah gerbang tol mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. 


Di Gerbang Tol Ngawi misalnya, kendaraan yang keluar dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah tercatat sebanyak 1.535 unit atau turun 26 persen dari sebelumnya.


Sementara kendaraan yang masuk dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur sebanyak 959 unit atau turun 83 persen.


Hal serupa juga terjadi di Gerbang Tol Malang. Kendaraan yang keluar dari arah Surabaya menuju Malang tercatat 2.317 unit atau turun 54 persen, sedangkan kendaraan dari Malang menuju Surabaya sebanyak 1.795 unit atau turun 57 persen.


Sementara itu di Gerbang Tol Probolinggo, kendaraan yang keluar dari Surabaya menuju Probolinggo tercatat sebanyak 5.258 unit atau turun 16 persen, dan kendaraan yang masuk menuju Surabaya tercatat 4.786 unit atau turun 17 persen. 


"Rata-rata kecepatan kendaraan di jalur tol berada pada kisaran 70 hingga 80 kilometer per jam," kata AKP Saifudin.


Sementara itu pada jalur arteri di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, kondisi lalu lintas juga relatif lancar dengan kecepatan kendaraan berkisar 50 hingga 70 kilometer per jam. 


Di jalur Tuban misalnya, kendaraan yang masuk ke Jawa Timur tercatat sebanyak 1.902 unit, sementara kendaraan yang keluar menuju Jawa Tengah sebanyak 1.531 unit.


Di jalur arteri Ngawi tercatat 3.198 kendaraan masuk Jawa Timur dan 3.042 kendaraan keluar menuju Jawa Tengah. 


Sedangkan di jalur Bojonegoro terdapat 1.684 kendaraan masuk dan 1.323 kendaraan keluar.


Untuk jalur arteri Magetan tercatat 135 kendaraan masuk dan 140 kendaraan keluar. 


Di jalur Pacitan terdapat 254 kendaraan masuk dan 284 kendaraan keluar. 


Sedangkan di jalur Ponorogo tercatat 279 kendaraan masuk dan 272 kendaraan keluar wilayah Jawa Timur.


AKP Muchamad Saifudin juga menyampaikan bahwa hingga laporan tersebut dibuat, tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Timur.


“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas berdasarkan data DORS hingga saat ini nihil. Begitu juga dengan bencana alam, rekayasa lalu lintas, maupun pelanggaran kendaraan sumbu tiga ke atas tidak ditemukan,” tuturnya.


Polda Jawa Timur memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan secara intensif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga Mudik Aman Keluarga Bahagia dapat terwujud. (*)

 Sinergi Polres Bondowoso dan PKDI Hadirkan Senyum Ojol Saat Menjelang Berbuka

Sinergi Polres Bondowoso dan PKDI Hadirkan Senyum Ojol Saat Menjelang Berbuka

 




BONDOWOSO– Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan Polres Bondowoso Polda Jatim bersama Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bondowoso dengan turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada pengemudi ojek online dan masyarakat. 


Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian sekaligus mempererat sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa dalam melayani masyarakat.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo didampingi Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, para pejabat utama Polres Bondowoso, jajaran Bhayangkari, serta para kepala desa yang tergabung dalam PKDI Bondowoso, Minggu (15/3/26).


Sejumlah paket takjil dibagikan kepada para pengemudi ojek online, pengendara, dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. 


Aksi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang merasa terbantu saat masih berada di perjalanan.


Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bondowoso Polda Jatim bersama para kepala desa kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.


Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami bersama PKDI Bondowoso kepada masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online dan warga yang masih berada di jalan saat menjelang berbuka puasa," ungkap AKBP Aryo.


Ia berharap kebersamaan ini dapat mempererat hubungan antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat untuk turut menjaga Kantibmas di Kota Tape.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Polres Bondowoso Polda Jatim dan pemerintah desa memiliki peran penting dalam menjaga keamanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat.


Salah satu pengemudi ojek online yang menerima takjil mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Polres Bondowoso dan para kepala desa. 


Menurutnya, bantuan sederhana tersebut sangat berarti bagi pengendara yang masih bekerja saat waktu berbuka puasa tiba.


“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso dan para kepala desa yang sudah berbagi takjil kepada kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu pengemudi ojek online yang masih berada di jalan saat menjelang berbuka,” ujar salah seorang pengemudi ojol. (*)

 Respon Cepat Tim Urai Polres Blitar Bantu Kendaraan Mogok, Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

Respon Cepat Tim Urai Polres Blitar Bantu Kendaraan Mogok, Arus Lalu Lintas Tetap Lancar




BLITAR – Hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Blitar Polda Jatim terpantau situasi arus lalu lintas pemudik mulai tampak peningkatan pada Minggu (15/3/26).


Pola - pola pengaturan arus terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk antisipasi kepadatan lalu lintas yang berpotensi kemacetan. 


Tampak Tim Urai Polres Blitar Polda Jatim yang dipimpin KBO Lantas, Iptu Putut Siswahyudi bergerak cepat memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kendaraan mogok di Jalan Raya Kanigoro arah Siraman - Malang.


"Tadi kami menerima laporan ada kendaraan mogok di badan jalan, lalu kami bantu untuk penanganan agar tidak menimbulkan kemacetan," ujar Iptu Putut usai bantu dorong mobil mogok.


Ia menegaskan, Polres Blitar berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Blitar.


Berkat respon cepat petugas, situasi lalu lintas di Jalan Raya Kanigoro arah Siraman menuju Kabupaten Malang tetap berjalan lancar dan tidak sempat terjadi kemacetan.


Iptu Putut mengimbau bagi pemudik yang merasa lelah agar dapat memanfaatkan pos - pos yang telah disediakan oleh Polres Blitar Polda Jatim.


"Jika ada kendala atau gangguan kamtibmas, masyarakat bisa hubungi call center 110 bebas pulsa maka kami akan segera tindaklanjuti," pungkasnya.


Dengan kesigapan petugas dari Polres Blitar Polda Jatim yang bersinergi dengan lintas sektor ini, diharapkan Operasi Ketupat Semeru 2026 sukses mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia. 


Untuk diketahui, Polres Blitar Polda Jatim telah mendirikan sebanyak 17 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 yang tersebar di lokasi stragis di wilayah Kabupaten Blitar.


Pos tersebut berada di Kanigoro,Selorejo,Stasiun Wlingi, Terminal kesamben,Simpang 3 Brongkos,Simpang 3 Siraman, Simpang 3 RSUD Wlingi, Simpang 4 Talun, Simpang 4 Kendalrejo, Simpang 4 Tumpang, Simpang 3 Tingal, Sumpang 4 garum, Simpang 3 Jembatan Kademangan dan Simpang 4 JLS Tambakrejo.


Selain itu Pospam juga didirikan oleh Polres Blitar di wisata Blitar Park,Kampung Coklat,Pantai Tambakrejo dan wisata Pantai Serang. (*)

 Indonesia Siap Gelar AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, Momentum Kebangkitan Voli Asia

Indonesia Siap Gelar AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, Momentum Kebangkitan Voli Asia

 



JAKARTA – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat perkembangan bola voli di kawasan Asia. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Drawing & Press Conference AVC Men’s Champions League 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Minggu (15/3).


Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian turnamen bergengsi tingkat internasional yang akan mempertemukan klub-klub bola voli putra terbaik dari berbagai negara di Asia.


Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Presiden Asian Volleyball Confederation (AVC) Ramon Suzara, Chief Business Officer Volleyball World Guido Betti, Presiden Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo, serta Ketua Voli Polisi sekaligus Manajer Bhayangkara Presisi Pipit Rismanto.


Turnamen internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Mei 2026. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, panggung utama kompetisi klub-klub elite Asia kali ini akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat.


Pemilihan Pontianak sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme penonton lokal yang tinggi, keputusan ini juga menunjukkan semakin matangnya dukungan regulasi serta partisipasi sponsor di daerah untuk menyelenggarakan ajang olahraga bertaraf internasional. Penyelenggaraan di luar Jakarta diharapkan mampu memperluas euforia dan pemerataan perkembangan olahraga voli di berbagai daerah di Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Pipit Rismanto menekankan bahwa momentum besar ini sejatinya adalah milik para atlet, khususnya keluarga besar Bhayangkara Presisi. Menurutnya, kerja keras serta jam terbang para pemain di lapangan menjadi faktor penting yang membawa kompetisi kelas dunia seperti AVC Men’s Champions League kembali digelar di Indonesia.


“Prestasi yang telah diukir tidak hanya membawa piala ke lemari penghargaan, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi jutaan anak muda di berbagai daerah yang saat ini sedang berlatih bola voli di kampung-kampung mereka,” ujar Pipit.


Sementara itu, Erick Thohir menekankan pentingnya menjaga standar penyelenggaraan internasional guna meningkatkan nilai jual olahraga nasional di kancah global. Ia berharap ajang ini dapat menjadi batu loncatan bagi atlet Indonesia untuk terus meningkatkan prestasi di tingkat dunia.


Di sisi lain, Ramon Suzara menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memajukan bola voli Asia. Menurutnya, kesiapan infrastruktur serta ekosistem olahraga di Indonesia, termasuk di Pontianak, menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra strategis penting bagi federasi bola voli Asia.


Keberhasilan membawa ajang internasional ke Pontianak menjadi bukti bahwa ekosistem olahraga nasional semakin matang. Hal tersebut ditopang oleh tiga pilar utama, yakni kualitas atlet yang mampu bersaing di level Asia, antusiasme suporter Indonesia yang dikenal sangat fanatik, serta sinergi kuat antara pemerintah, federasi olahraga, dan dukungan sponsor dalam memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan secara profesional.

 Polres Ngawi Bersama Kemenag Siapkan 7 Masjid Ramah Pemudik Saat Ops Ketupat Semeru 2026

Polres Ngawi Bersama Kemenag Siapkan 7 Masjid Ramah Pemudik Saat Ops Ketupat Semeru 2026

 



Ngawi – Menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Polres Ngawi Polda Jatim bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Ngawi menetapkan tujuh masjid sebagai Masjid Ramah Pemudik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Ngawi.


Penunjukan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI melalui zoom meeting bersama seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia, dalam rangka menyiapkan fasilitas ibadah dan tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik.


Hasil koordinasi tersebut menetapkan tujuh masjid di Kabupaten Ngawi sebagai Masjid Ramah Pemudik, yaitu:

Masjid Arrohman, Mantingan

Masjid An Nur, Sambirejo Mantingan

Masjid Mahronnisa, Sambirejo Mantingan

Masjid Jami’ Al Hidayah, Ngale Paron

Masjid Lintang Songo, Ring Road Barat Ngawi

Masjid Al Amin, Karangsri Ngawi

Masjid Nurul Iman, Karangjati.


Masjid-masjid tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik yang melintas di jalur utama wilayah Ngawi, dengan kapasitas parkir sekitar 200 kendaraan roda dua, 15 kendaraan roda empat, serta daya tampung jamaah sekitar 300 orang.


Selain itu, masjid juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti air minum gratis, toilet, serta area istirahat (rest area) yang dapat dimanfaatkan para pemudik untuk beribadah maupun melepas lelah selama perjalanan.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, SIK, MSI menyampaikan bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman.


“Keberadaan Masjid Ramah Pemudik ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik. Dengan fasilitas yang disiapkan, para pemudik dapat beribadah sekaligus beristirahat dengan nyaman,” ujar AKBP Prayoga, saat dikonfirmasi media pada Senin (16/3/2026)


Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Operasi Ketupat Semeru 2026 guna menciptakan situasi arus mudik yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Ngawi. 


Mudik aman keluarga bahagia. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan para pemudik yang melintasi wilayah Ngawi dapat merasakan kenyamanan selama perjalanan, sehingga mudik berjalan aman dan keluarga tetap bahagia.