SURABAYA - Polda Jawa Timur pastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali, usai Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kejadian di Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pria tersebut diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan.
Langkah itu antara lain dengan memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mendalami berbagai petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Yang bersangkutan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Kombes Pol Jules, Minggu (16/8/2026).
Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga membenarkan adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam insiden tersebut, dan telah mendapatkan penanganan medis.
Polda Jatim menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta serta alat bukti.
"Untuk motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan, kami belum dapat menyampaikan kesimpulan karena proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung," ujar Kombes Abast.
Di sisi lain, Polda Jatim memastikan situasi Kamtibmas di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali.
Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga tetap dapat digunakan. Pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan seperti biasa.
Polda Jatim mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Masyarakat juga kami harapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata Kombes Pol Abast.
Masyarakat yang mengetahui atau menemukan informasi berkaitan dengan kejadian tersebut, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, diminta segera melapor kepada kepolisian melalui kantor polisi terdekat atau layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Polda Jatim bersama jajaran juga mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun fasilitas pelayanan publik.
"Polda Jawa Timur bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif," pungkas Kombes Abast. (*)
Sunday, August 16, 2026
Terus Bergerak Cepat, Polri Kembali Kirim K9, Obat-obatan dan 3,4 Ton Bantuan ke NTT
Jakarta – Polri terus bergerak cepat dalam operasi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Minggu (16/8/2026), Polri kembali menggeser 10 ekor K9 bersama timnya, obat-obatan dan berbagai logistik bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo.
Perkuatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk terus memperkuat Polda NTT. Setelah pada Sabtu malam memberangkatkan 137 personel, hari ini Polri kembali mengirimkan kemampuan khusus K9 sekaligus bantuan kemanusiaan.
10 K9 Siap Perkuat Pencarian Korban
Pesawat CN-295/P-4501 membawa 21 personel tim K9, termasuk pawang, dokter hewan dan paramedis K9, serta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan pencarian korban.
Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 dipastikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis K9, termasuk memastikan kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.
Kesiapan kesehatan K9 menjadi bagian penting agar anjing pelacak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi medan bencana yang membutuhkan kemampuan fisik dan konsentrasi tinggi.
Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.
Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.
Jika kebutuhan bergeser ke wilayah lain, tim K9 siap digerakkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
3,4 Ton Bantuan Ikut Bergerak
Tidak hanya personel dan K9. Pesawat juga membawa sekitar 3.411 kg atau 3,4 ton peralatan dan bantuan kemanusiaan, terdiri dari:
* 409 kg obat-obatan bantuan;
* 45 dus makanan siap saji;
* 10 unit Wontech;
* peralatan SAR dan K9;
* pakan K9;
* 10 unit kennel box K9;
* perlengkapan operasional tim K9;
* banner dan stiker pendukung kegiatan.
Seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Karopenmas: Polri Bergerak Sesuai Kebutuhan
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman hari ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polri yang terus bergerak dan tidak berhenti pada satu kali pemberangkatan.
“Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat.”
Menurut Trunoyudo, Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri terus menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual.
“Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.”
Perkuatan Terus Disiapkan
Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel yang terdiri dari SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog serta Propam.
Polri juga menyiapkan dukungan transportasi udara, termasuk tiga helikopter AW169, untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.
Pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.
Operasi kemanusiaan akan terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan personel, peralatan dan bantuan berikutnya yang perlu digeser.
Dari Pondok Cabe ke Labuan Bajo, Polri terus bergerak cepat. K9 dipastikan sehat dan siap bertugas, personel siap menolong, obat-obatan siap dikirim, dan logistik terus digeser.
Polri hadir untuk masyarakat NTT. Terus bergerak, terus membantu.
Polda Jatim Pastikan Situasi Surabaya Aman, Kondusif dan Terkendali Pascakejadian di Dua Pos Lantas
SURABAYA - Polda Jawa Timur pastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali, usai Polrestabes Surabaya mengamankan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kejadian di Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pria tersebut diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan. Langkah itu antara lain dengan memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mendalami berbagai petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
"Yang bersangkutan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Kombes Pol Jules, Minggu (16/8/2026).
Penyidik masih melakuka pemeriksaan dan pendalaman rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga membenarkan adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Anggota itu telah mendapatkan penanganan medis.
Polda Jatim menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta serta alat bukti.
"Untuk motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan, kami belum dapat menyampaikan kesimpulan karena proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung," ujarnya.
Di sisi lain, Polda Jatim memastikan situasi Kamtibmas di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali.
Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga tetap dapat digunakan. Pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan seperti biasa.
Polda Jatim mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Masyarakat juga kami harapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata Kombes Pol Jules.
Masyarakat yang mengetahui atau menemukan informasi berkaitan dengan kejadian tersebut, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, diminta segera melapor kepada kepolisian melalui kantor polisi terdekat atau layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Polda Jatim bersama jajaran juga mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun fasilitas pelayanan publik.
"Polda Jawa Timur bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif," pungkasnya.
Semarak Kemerdekaan, Keluarga Besar Polres Ngawi Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Beragam Lomba
Ngawi – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan keluarga besar Polres Ngawi. Berbagai kegiatan penuh keceriaan digelar untuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan.
Kegiatan diawali dengan jalan santai yang diikuti keluarga besar Polres Ngawi.
Dengan suasana penuh keakraban, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ngawi Ny. Erine Prayoga, turut mengikuti kegiatan bersama seluruh peserta.
Usai jalan santai, kemeriahan berlanjut di halaman Satya Haprabu Polres Ngawi melalui berbagai perlombaan tradisional yang mengundang gelak tawa dan antusiasme peserta.
Beragam lomba yang digelar antara lain pasang brevet, lomba kelereng, kipas balon, giring bola menggunakan terong, mengambil koin dalam jeruk, cantol ceting, pukul paku dan memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk, hingga tarik tambang, yang diikuti para bapak- bapak, ibu-ibu dan anak- anak.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan keluarga besar Polres Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan kebersamaan, kekompakan dan kegembiraan.
“Peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, mempererat kekeluargaan dan menumbuhkan semangat gotong royong. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat soliditas keluarga besar Polres Ngawi,” ujar Kapolres, saat dikonfirmasi media pada Minggu (16/8/2026)
Suasana semakin meriah saat peserta berlomba menunjukkan kemampuan dan kekompakan masing-masing. Sorak-sorai serta tawa mewarnai setiap perlombaan.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang. Kegiatan berlangsung penuh kegembiraan, kebersamaan dan semangat kemerdekaan.
“Semarak Kemerdekaan, Bersama Melaju Menuju Indonesia Maju.”
Hadir di Pengukuhan Paskibraka 2026, Polres Ngawi Dukung dan Beri Motivasi
Ngawi – Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., menghadiri Pengukuhan Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten Ngawi Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi para calon Paskibraka yang akan mengemban tugas mengibarkan Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Para calon Paskibraka telah menjalani rangkaian seleksi, pembinaan, serta pelatihan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Mereka diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta Tanah Air.
Mewakili Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., memberikan apresiasi kepada seluruh calon Paskibraka yang telah berjuang hingga sampai pada tahap pengukuhan.
“Menjadi Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Kalian bukan hanya bertugas mengibarkan bendera, tetapi juga membawa semangat perjuangan dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Kompol Rizki Santoso.
Ia berpesan agar para calon Paskibraka menjaga kedisiplinan, kekompakan, serta menjunjung tinggi rasa persatuan selama menjalankan tugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, disiplin dan tanggung jawab. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” pesannya.
Polres Ngawi terus mendukung kegiatan pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, patriotisme, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Paskibraka 2026 — Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Nasionalisme, Lanjutkan Semangat Kemerdekaan.
Hadapi Gempa Flores, Polda NTT dan Polres Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah Terdampak
Kupang – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Polres jajaran bergerak cepat dalam penanganan bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 845 personel Polri dikerahkan untuk mendukung proses penanganan bencana, yang terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel Polres jajaran. Selain itu, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan pelibatan personel tersebut merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
“Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak,” ujar Henry, Sabtu (15/8/2026).
Dari 677 personel Polres jajaran yang diterjunkan, kekuatan terbesar berada di Polres Ende dengan 182 personel, disusul Polres Manggarai Timur sebanyak 150 personel dan Polres Manggarai sebanyak 100 personel.
Selanjutnya, Polres Nagekeo mengerahkan 80 personel, Polres Sikka 75 personel, Polres Ngada 70 personel, serta Polres Manggarai Barat sebanyak 72 personel.
Menurut Henry, pengerahan personel dilakukan untuk memperkuat penanganan di wilayah yang terdampak gempa sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan secara cepat.
“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan bencana,” katanya.
Selain kekuatan Polri, penanganan bencana juga melibatkan 821 personel dari instansi terkait. Kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan, mengingat dampak gempa terjadi di sejumlah wilayah Flores.
Henry menegaskan, Polda NTT dan Polres jajaran terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah terdampak. Personel juga diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap proses penanganan.
“Prinsipnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Pengerahan ratusan personel tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu dalam menghadapi dampak gempa Flores. Dengan dukungan personel Polda NTT, Polres jajaran dan instansi terkait, penanganan diharapkan dapat berlangsung cepat, terkoordinasi dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terdampak.
Polri Kembali Kirim Tim SAR dan Bantuan Logistik untuk Percepat Penanganan Gempa NTT
JAKARTA
- Polri kembali memberangkatkan personel, tim SAR, anjing pelacak K9,
serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di
wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar
Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
Karo
Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan,
pemberangkatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal
Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memperkuat upaya mitigasi, evakuasi,
dan penyelamatan masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Ini
merupakan kelanjutan dari upaya kami untuk memberikan bantuan dan
menjalankan misi kemanusiaan Polri, sebagaimana arahan dan perintah
Bapak Kapolri kepada jajaran Mabes Polri, khususnya dalam membantu Polda
Nusa Tenggara Timur,” ujar Trunoyudo di Bandar Udara Pondok Cabe Polri,
Minggu (16/8/2026).
Trunoyudo menjelaskan, dari rencana awal
sebanyak 260 personel, sebanyak 137 personel telah diberangkatkan pada
Sabtu (15/8/2026) malam. Personel tersebut memiliki kapabilitas dan
kompetensi di bidang penyelamatan dan Search and Rescue (SAR).
Selain
itu, Korps Brimob Polri telah mengirimkan 101 personel yang di dalamnya
terdapat tenaga kesehatan lapangan, dokter beserta perlengkapannya,
serta personel logistik yang bertugas melakukan kurasi kebutuhan di
wilayah terdampak.
Pada Minggu pagi, Polri kembali
memberangkatkan tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara
Baharkam Polri sebanyak 21 personel bersama 10 ekor anjing K9. Tim
tersebut membawa peralatan pendukung pencarian korban serta bantuan
logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.
“Khusus untuk
kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21
personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk
melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo.
Menurutnya,
kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencarian dan
penyelamatan korban. Karena itu, tim yang diberangkatkan akan segera
berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan pembagian tugas dan
wilayah prioritas.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian awal
dalam proses mitigasi dan pencarian korban yakni Kabupaten Sikka,
Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, bantuan akan disesuaikan dengan
kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Namun demikian, apabila
terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan
melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai
kebutuhan,” tuturnya.
Penerbangan tim SAR dan bantuan tersebut
menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe
menuju Labuan Bajo. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga
jam dengan perbedaan waktu satu jam lebih awal di wilayah WITA.
Selain
pesawat, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk
mendukung distribusi bantuan kepada masyarakat, khususnya di wilayah
yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana.
Trunoyudo
menuturkan, pesawat CASA Polri juga telah berada di wilayah NTT sebelum
bencana dan digunakan pascabencana untuk mempercepat mobilitas menuju
sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo dan daerah lainnya.
Adapun
bantuan yang dikirimkan antara lain obat-obatan, tenda lapangan,
makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta berbagai perlengkapan
pendukung lainnya. Polri juga membawa 10 unit Wi-Fi portable untuk
membantu mengatasi kendala komunikasi di sejumlah wilayah terdampak.
“Komunikasi
menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau,
informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih
cepat,” jelas Trunoyudo.
Selain dukungan SAR dan logistik, Polri
turut mengirimkan tim trauma healing untuk memberikan dukungan
psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Polri
memastikan bantuan akan terus dikirimkan secara berkelanjutan
berdasarkan hasil kurasi kebutuhan di lapangan. Pengiriman bantuan juga
direncanakan kembali dilakukan pada Senin (17/8/2026) dan hari
berikutnya sesuai dengan kebutuhan prioritas.
“Namun, seperti
yang saya sampaikan tadi, bantuan ini akan terus dilakukan secara
berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami terima dan kemudian akan
kami kirimkan kembali,” ungkapnya.
Dalam penanganan bencana
tersebut, Polda NTT juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah,
BNPB, Forkopimda, serta stakeholder terkait untuk memastikan proses
mitigasi, evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan masyarakat dapat
berjalan secara optimal.
Trunoyudo menegaskan, seluruh bantuan
Polri ditujukan untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus
meringankan beban masyarakat terdampak.
“Kami mengharapkan
seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara merata, baik
bantuan secara fisik maupun dukungan secara psikologis,” pungkasnya.
Polres Probolinggo Periksa Kesehatan Personel Pengamanan Bromo Pascakarhutla
PROBOLINGGO — Memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima usai bertugas mengamankan kawasan Gunung Bromo, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan kesehatan, Sabtu (15/8/2026).
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan setelah personel melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, aktivitas pemadaman yang membutuhkan tenaga dan stamina, sehingga kondisi kesehatan personel perlu dipastikan sebelum kembali menjalankan tugas.
“Setelah melaksanakan tugas pemadaman karhutla yang tentunya membutuhkan tenaga dan stamina, kami memastikan kondisi kesehatan personel tetap terjaga,” ujar Asmida Rizki.
Kapolres Probolinggo menegaskan, kesehatan dan keselamatan personel menjadi salah satu prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
“Kami ingin seluruh personel dapat bertugas secara optimal. Dengan kondisi fisik yang prima, personel akan lebih siap menghadapi berbagai situasi di lapangan, terutama dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat di kawasan Bromo,” tambah AKBP Rizki.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan vitamin kepada personel.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh personel pengamanan Bromo dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat mendukung kesiapan personel dalam melaksanakan pengamanan, sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla.
Dengan kondisi fisik yang prima, personel diharapkan dapat menjalankan tugas pengamanan kawasan Bromo secara optimal serta memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan
Polri Siapkan Personel Dukungan ke Flores untuk Perkuat Penanganan Gempa M 7,7
JAKARTA - Polri siapkan 260 personel untuk memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan personel tahap awal diawali apel gelar pasukan pada Sabtu (15/8/2026) di Terminal Cargo, Bandara Soekarno-Hatta.
Sebanyak 260 personel mengikuti apel pemberangkatan tersebut. Pengerahan kekuatan ini menjadi bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bencana, terutama dalam mendukung proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan sebanyak 137 personel diberangkatkan dalam tahap awal. Mereka terdiri dari 101 personel SAR Brimob, 14 personel DVI dan Dokkes, 9 personel Humas, 3 personel Slog, serta 10 personel Propam.
“Malam ini yang diberangkatkan total 137 personel, terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel DVI dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel Humas 9 personel, personel Slog 3 personel, dan personel Propam 10 personel. Total sekitar 137 personel malam ini. Dan nanti besok juga ada yang kemudian kami berangkatkan dari Pondok Cabe, termasuk K9,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam menangani bencana gempa di Flores dan wilayah NTT.
“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan.
Di tingkat Mabes Polri, penguatan penanganan dilakukan dengan menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor. Pasukan tersebut diperkuat enam personel kesehatan dan dokter serta membawa peralatan SAR untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan korban. Tim kesehatan dan DVI juga disiapkan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat serta proses identifikasi korban apabila diperlukan.
Selain itu, Polri menyiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. Pengiriman K9 akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi.
Johnny menegaskan Polri akan terus mengerahkan kekuatan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Sekali lagi, prioritas kami adalah keselamatan masyarakat. Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.
Dalam penanganan bencana tersebut, Polri juga bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait. Mabes Polri terus melakukan koordinasi dengan Polda NTT dan jajaran untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan dukungan dari tingkat pusat dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan
Saturday, August 15, 2026
Gerak Cepat Polri Tanggap Gempa: Siang Kapolda NTT Terbang ke Sikka, Malam Ini Perkuatan Mabes Diberangkatkan
Jakarta, 15 Agustus 2026 — Polri bergerak cepat merespons gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko ke Kabupaten Sikka pada siang hari serta menyiapkan perkuatan personel Mabes Polri yang akan diberangkatkan malam ini ke Labuan Bajo untuk mempercepat penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.
Siang ini, Kapolda NTT bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda Provinsi NTT bertolak dari Kupang menuju Sikka menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101. Pesawat lepas landas pada pukul 13.30 WITA.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara langsung dan terpadu. Kapolda NTT turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat, memastikan kebutuhan warga terpenuhi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang terdampak.
“Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Siang ini Kapolda NTT langsung terbang ke Sikka untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus memberikan semangat kepada anggota yang sejak awal sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat.”
Setibanya di Sikka, Kapolda NTT bersama Gubernur dan Forkopimda langsung menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka. Rombongan menerima laporan perkembangan situasi, menemui warga terdampak, serta menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga, dengan penyerahan simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.
Kapolda NTT menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan awal dan bantuan lanjutan akan segera dikirim sesuai kebutuhan.
“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim.”
Polri memastikan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas, termasuk makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, serta kelancaran distribusi bantuan.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat segera dicarikan solusi dan diperkuat,” ujar Isir.
Malam Ini Perkuatan Mabes Polri Diberangkatkan
Sebagai langkah lanjutan, malam ini Polri akan memberangkatkan pasukan gabungan dari Mabes Polri menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Perkuatan tersebut disiapkan untuk memperkuat jajaran Polda NTT dan mendukung penanganan bencana sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Rombongan perkuatan Mabes Polri terdiri dari:
* 100 personel Korbrimob Polri;
* 3 personel DVI;
* 3 personel Slog Polri;
* Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri;
* Personel Divhumas Polri.
Jumlah personel Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan.
Menurut Isir, setiap unsur memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Korbrimob mendukung respons dan pengamanan di lapangan, DVI disiapkan untuk identifikasi korban bila diperlukan, Slog memperkuat dukungan logistik serta sarana prasarana, sementara Biro Psikologi SSDM memberikan layanan trauma healing bagi masyarakat.
Divhumas Polri juga diterjunkan untuk memastikan komunikasi publik berjalan baik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan bersumber resmi.
“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan.”
Anggota Diminta Tetap Semangat dan Humanis
Kadiv Humas menegaskan bahwa personel Polri yang sudah berada di lokasi harus terus menjaga semangat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan.”
Ia menambahkan bahwa dalam situasi bencana, Polri harus hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan duka dan kesulitan warga.
“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini.”
Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh stakeholder akan terus memantau perkembangan situasi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, dan pemulihan masyarakat terdampak berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan
SIARAN PERS BID HUMAS POLDA NTT
Kapolda NTT dan Gubernur Sampaikan Penanganan Gempa Flores: Fokus Evakuasi, Data Korban, dan Cegah Hoaks
KUPANG – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Penanganan darurat difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi korban, pendataan jumlah korban jiwa maupun luka-luka, pemetaan kerusakan bangunan dan infrastruktur, serta memastikan akses komunikasi dan jalur transportasi tetap terbuka.
Gubernur NTT Melkianus Laka Lena mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
“Dengan kondisi yang ada ini, segera mengecek kondisi yang ada di masing-masing daerah. Kerusakan yang terjadi, korban jiwa yang dialami ataupun luka-luka, dan segera memberikan data itu kepada pemerintah provinsi,” ujar Melkianus dalam konferensi pers terkait penanganan gempa Flores.
Kapolda NTT Siapkan Pesawat, Forkopimda Tinjau Langsung Flores
Untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memverifikasi berbagai laporan yang terus berkembang, Gubernur NTT bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda akan bergerak langsung menuju Pulau Flores.
Kapolda NTT menyiapkan pesawat khusus untuk mendukung mobilisasi rombongan Forkopimda ke sejumlah wilayah terdampak yang dapat dijangkau.
“Kami akan langsung masuk ke Flores dengan pesawat dari Pak Kapolda. Pak Kapolda ada penerbangan pesawat khusus yang kita pakai untuk memastikan beberapa kabupaten yang bisa kami singgahi, memastikan kerusakan yang terjadi,” jelas Melkianus.
Menurutnya, peninjauan langsung sangat penting karena data korban dan kerusakan masih bergerak dinamis. Laporan yang diterima pemerintah dari lapangan masih harus diverifikasi sebelum diumumkan kepada publik.
“Kami mohon maaf belum bisa menyajikan data detail, karena korban jiwa tadi kami dapat laporan ada tiga orang misalnya, ternyata korban sudah jadi empat, dan seterusnya. Ini kita pastikan dulu,” katanya.
Lima Korban Meninggal Dunia, Data Masih Diverifikasi
Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur NTT menyampaikan data sementara korban meninggal dunia sebanyak lima orang.
“Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang: dua di Sikka, tiga di Manggarai,” ungkap Melkianus.
Namun, angka tersebut belum menjadi data final karena proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.
Sebagian korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 Wita, saat sebagian warga masih berada di dalam rumah.
“Di Manggarai karena memang ini terkait reruntuhan karena kejadiannya di pagi hari pukul 05.58 WITA. Dan itu mungkin banyak dari masyarakat yang masih tertidur belum sempat bergerak,” jelasnya.
Polda NTT Jadi Pusat Informasi Penanganan Bencana
Untuk mencegah simpang siur informasi, Polda NTT disiapkan sebagai salah satu pusat pengendalian dan informasi penanganan bencana.
Gubernur mengatakan kesepakatan tersebut dilakukan bersama Kapolda NTT agar informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara terkoordinasi dan berdasarkan data yang telah diverifikasi.
“Pusat penanganan bencana nanti, kebencanaan ini ada di Polda NTT,” kata Melkianus.
Kapolda NTT juga memutuskan agar perkembangan penanganan bencana disampaikan melalui press release resmi setiap hari bersama unsur Forkopimda.
“Pak Kapolda memutuskan setiap hari nanti akan ada press release resmi dari Forkopimda terkait penanganan bencana agar kita lebih mudah berkoordinasi untuk melakukan proses komunikasi publik maupun penanganan bencana,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat dan media untuk memperoleh informasi resmi mengenai korban, kerusakan maupun perkembangan penanganan gempa.
Kapolda dan Gubernur Ingatkan Bahaya Hoaks
Di tengah situasi darurat, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai tsunami maupun gempa susulan.
Gubernur meminta masyarakat tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas.
“Tolong kita jaga betul situasi ini jangan sampai lagi ada informasi-informasi yang meresahkan yang tidak jelas, tidak benar,” tegas Melkianus.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari lembaga yang berwenang, terutama BMKG untuk perkembangan aktivitas gempa dan BNPB terkait informasi penanganan kebencanaan.
Pemerintah menilai penyebaran hoaks dalam kondisi darurat dapat memicu kepanikan, mengganggu proses evakuasi dan menyulitkan petugas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Semua Kekuatan Dikerahkan
Penyelamatan dan evakuasi korban menjadi prioritas utama dalam fase awal penanganan gempa.
TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi dan berbagai unsur terkait dikerahkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.
“Proses awal adalah kita untuk mengevakuasi korban dulu. Semua korban-korban yang memang terkait dengan bencana ini harus kita urus dulu diselamatkan,” kata Melkianus.
Setelah proses penyelamatan dan tanggap darurat, pemerintah akan melakukan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan hasil pemetaan kerusakan.
Alat Berat Kontraktor Diminta Buka Akses
Pemerintah juga meminta seluruh kontraktor yang memiliki alat berat untuk turut membantu membuka akses yang tertutup akibat longsor maupun reruntuhan.
“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” tegas Gubernur.
Alat berat akan diarahkan untuk membuka jalan sehingga tim penyelamat, bantuan logistik dan kebutuhan masyarakat dapat segera masuk ke wilayah terdampak.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN untuk pemulihan jaringan listrik serta operator telekomunikasi untuk menjaga konektivitas komunikasi di wilayah yang membutuhkan.
Bantuan Logistik Mulai Disiapkan
Dukungan dari pemerintah pusat juga mulai bergerak. Sejumlah kementerian telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.
Pemerintah juga mengupayakan dukungan helikopter untuk membantu mobilisasi dan pemantauan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Gubernur turut mengajak para pelaku usaha di Flores untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak.
“Bantu dulu korban, nanti hitung-hitungan terkait dengan urusan kebencanaan ini nanti bisa belakangan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras untuk dibawa ke wilayah terdampak.
Status Bencana Provinsi, Penetapan Nasional Masih Dikaji
Terkait status bencana, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyetujui penetapan status bencana sesuai kewenangannya.
Sementara mengenai kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional, pemerintah masih melakukan kajian berdasarkan kondisi riil di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami akan merespons kondisi lapangan. Jadi kami akan turun sebentar bersama Pak Kapolda, Pak Danrem, dan jajaran Forkopimda yang lain untuk melihat langsung lapangan,” kata Melkianus.
Hasil peninjauan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Kalau memang bisa, kita akan teruskan jadi bencana nasional,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Pemerintah mengajak seluruh masyarakat Flores tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Media massa, pengguna media sosial dan seluruh pihak juga diminta menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat dengan hanya menyebarkan informasi yang telah terverifikasi.
Pemerintah bersama Polda NTT dan Forkopimda memastikan perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan data dari lapangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan terus update informasi dari lapangan,” ujar Melkianus.
Di tengah situasi darurat tersebut, satu pesan menjadi perhatian utama: keselamatan masyarakat adalah prioritas. Evakuasi harus dipercepat, korban harus ditangani, akses harus dibuka dan informasi harus disampaikan secara benar.
Pemerintah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait kini bergerak bersama untuk memastikan masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian.
#NttPenuhKasih
Polri Bergerak Cepat Merespons Bencana Alam di NTT
Jakarta - Polri langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa besar Magnitudo 7,7.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berempati terhadap masyarakat yang terdampak dan memastikan jajaran kepolisian bergerak untuk membantu proses penanganan bencana.
“Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT. Polri bergerak cepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, pertolongan dan penanganan dampak bencana,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima, Polri langsung mendirikan posko pengungsian atau tenda darurat setelah terjadinya gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Hal tersebut untuk meringankan beban masyarakat khususnya yang terdampak dari bencana itu.
Personel kepolisian juga diterjunkan untuk segera melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban. Kemudian juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat.
“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan masyarakat. Personel kita di lapangan diarahkan untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Johnny.
Selanjutnya, personel kepolisian juga melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan maupun sarana prasarana lainnya.
Kemudian, mengerahkan personel kepolisian untuk memberikan bantuan medis kepada korban dan masyarakat terdampak gempa lainnya. Polri juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
“Penanganan ini dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Polri terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses evakuasi maupun bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Polri juga melakukan pendataan lanjutan terhadap korban jiwa dan kerugian materiil di wilayah terdampak. Melaksanakan patroli dan pengamanan guna mencegah gangguan Kamtibmas.
Lalu, membantu proses evakuasi masyarakat dan korban di wilayah terdampak. Mendirikan posko terpadu bersama stakeholder terkait. Melakukan pemantauan perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Dan, mengirimkan bantuan logistik.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun petugas di lapangan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah situasi bencana,” pungkas Johnny.
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban dan Buka Akses
Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). Di tengah situasi yang masih berlangsung, Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat ke sejumlah titik terdampak.
Sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, mengamankan lokasi, membantu masyarakat, serta membuka akses jalan yang terdampak gempa. Perintah tersebut langsung direspons personel dari Batalyon B Pelopor yang bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.
Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan hingga kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat wisatawan yang terdampak. Personel juga membantu dua WNA yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya menuju RS Siloam Labuan Bajo.
Di Kabupaten Manggarai, personel Brimob turut bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung menuju area yang lebih aman. Personel juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung ke area yang lebih aman. Personel juga membersihkan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bantuan kesehatan bagi warga.
Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa. Sementara di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.
Dalam proses pencarian di Maumere, ditemukan tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses identifikasi. Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal karena syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.
Saat masyarakat masih menghadapi kepanikan pascagempa, Brimob sudah berada di lapangan. Dari evakuasi korban hingga membuka akses jalan, personel Satbrimob Polda NTT dikerahkan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.
Penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak gempa serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Polri Perkuat Penanganan Gempa Flores, Evakuasi dan Keselamatan Warga Jadi Prioritas
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Polri turut berempati terhadap masyarakat terdampak dan mengerahkan dukungan untuk memastikan proses evakuasi, pertolongan dan penanganan darurat berjalan optimal.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026), mengatakan Mabes Polri dan Polda NTT terus melakukan koordinasi serta langkah penanganan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Flores. Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Mabes Polri dan Polda NTT terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan di lapangan dapat didukung,” ujar Johnny.
Di wilayah NTT, Polda NTT telah mengerahkan jajaran untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Kapolda NTT juga telah memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah terdampak untuk turun bersama stakeholder terkait dalam proses evakuasi.
Pendataan korban dan kerusakan juga terus dilakukan. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala komunikasi karena jaringan di sejumlah wilayah daratan Flores mengalami gangguan.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Untuk data korban dan kerusakan masih terus dihimpun dan diverifikasi karena kondisi di lapangan masih dinamis, termasuk adanya kendala komunikasi di sejumlah wilayah,” jelas Johnny.
Untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus memverifikasi perkembangan di lapangan, Kapolda NTT dan unsur Forkopimda merencanakan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.
Di sisi lain, Polda NTT telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan di lokasi yang aman. Posko tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan, pertolongan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Di tingkat Mabes Polri, langkah penanganan juga telah dilakukan sejak pagi dengan mengoordinasikan dukungan operasional dan logistik untuk memperkuat Polda NTT. Koordinasi dilakukan dengan jajaran terkait untuk mendapatkan pembaruan situasi, data korban, kerusakan, wilayah terdampak serta kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
Polri telah menyiapkan pasukan SAR Brimob untuk diberangkatkan ke NTT. Selain itu, dukungan SAR dari Polda NTB dan Polda Bali yang merupakan wilayah terdekat juga dipersiapkan untuk membantu Polda NTT apabila dibutuhkan. Kapal tipe A terdekat juga disiapkan untuk mendukung mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak.
Sebagai langkah penanganan tahap awal, Sabtu (15/08) Malam akan diberangkatkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor, disertai enam personel kesehatan dan dokter. Personel tersebut akan membawa dukungan dan peralatan SAR untuk membantu proses pencarian serta pertolongan korban.
Selain itu, tim kesehatan dan DVI disiapkan untuk membantu proses identifikasi korban maupun pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Polri juga mempersiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. Pengiriman K9 direncanakan dilakukan pada tahap berikutnya setelah pendataan jumlah personel dan kebutuhan alat angkut selesai.
“Seluruh kekuatan kita siapkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Termasuk pasukan SAR Brimob, tim kesehatan dan DVI, K9, maupun dukungan dari Polda-Polda terdekat. Ini semua kita siapkan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan dan penanganan masyarakat terdampak,” kata Johnny.
Dukungan logistik juga telah disiapkan untuk tahap pertama. Bantuan tersebut berupa 10 set tenda pleton, 10 unit Wifi Portable Wontech dan 240 dus bahan makanan cepat saji. Logistik tersebut akan diberangkatkan dari Pondok Cabe menggunakan pesawat CN-295 Polri.
Selain bantuan logistik, bantuan sosial dari Kapolri juga disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana gempa Flores. Polri terus mengoordinasikan dukungan sarana transportasi udara dan laut untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak.
Polri juga menyiapkan dukungan dari sejumlah Polda terdekat, yakni Polda NTB, Polda Bali dan Polda Jawa Timur. Kekuatan tersebut dipersiapkan sebagai dukungan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan maupun penanganan dampak bencana.
Mabes Polri juga segera menyiapkan posko tingkat pusat agar perkembangan penanganan dapat dipantau dan dukungan dari tingkat pusat disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Polri juga bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi situasi darurat.
Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah korban, kerusakan maupun isu tsunami dan gempa susulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Dalam kondisi seperti ini, informasi resmi sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan dan tidak mengganggu proses evakuasi maupun penanganan di lapangan,” tegas Johnny.
Polri memastikan dukungan terhadap penanganan gempa Flores akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat. Pengerahan personel SAR, tim kesehatan, DVI, K9, dukungan logistik, bantuan sosial serta kesiapan Polda-Polda terdekat menjadi bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bersama seluruh stakeholder.
“Polri hadir untuk masyarakat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan seluruh kekuatan yang ada akan terus kami optimalkan untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban dan penanganan masyarakat terdampak,” pungkas Johnny.
Polres Ponorogo Hadir Bawa Harapan Saat Kemarau Panjang, Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Karangpatihan
PONOROGO — Ketika musim kemarau berkepanjangan mulai membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian menjadi sangat berarti.
Hal tersebut ditunjukkan oleh Polres Ponorogo Polda Jawa Timur melalui Polsek Pulung dengan turun langsung membantu masyarakat di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Jumat (14/8/2026).
Dipimpin Kapolsek Pulung AKP Rosyid Effendi bersama anggota, 16.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 30 kepala keluarga di RT 01/RW 02 Dusun Dungus.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo melalui Kapolsek Pulung AKP Rosyid Effendi mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih di musim kemarau panjang.
Bagi sebagian orang, air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, setetes air memiliki arti yang sangat besar.
Kehadiran Polsek Pulung di tengah kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa bahwa warga tidak menghadapi kesulitan ini seorang diri.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga. Kami ingin Polri selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan,” ungkap Kapolsek Pulung AKP Rosyid.
Senyum dan antusiasme warga menyambut bantuan menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan harapan.
"Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berbagi kepedulian," tegas AKP Rosyid.
Di tengah kemarau yang mengeringkan sumber air, Polres Ponorogo dan Polsek jajarannya berusaha menghadirkan setitik harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)
Polres Pasuruan Kota Bongkar Jaringan Curanmor, Tersangka dan Penadah Diamankan
KOTA PASURUAN — Satreskrim Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berhasil mengungkap dugaan pencurian dan penadahan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.
Tiga orang diamankan, sementara sejumlah sepeda motor, sembilan mesin kendaraan berbagai merek hingga motor dalam kondisi protolan turut disita Polisi.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetya mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026 terkait hilangnya satu unit sepeda motor Suzuki Nex di Dusun Susukanrejo, Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Berbekal hasil penyelidikan, Tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota memperoleh informasi mengenai keberadaan sepeda motor yang diduga merupakan hasil pencurian di wilayah Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan kendaraan tersebut sekaligus mengamankan MT yang diduga berkaitan dengan penguasaan kendaraan hasil kejahatan.
Penyelidikan kemudian berkembang dan mengarah kepada MW yang selanjutnya diamankan di Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, MW diduga diminta MS untuk membantu menjual sepeda motor tersebut
"Petugas selanjutnya mengamankan MS yang diduga sebagai pelaku pencurian,"kata AKBP Arief, Jumat (14/8/2026).
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetya menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Pasuruan Kota dalam memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat.
“Perkara ini juga masih terus kami kembangkan untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya,” tegas AKBP Arief.
Sementara itu, seluruh barang bukti yang diamankan kini dalam proses pendalaman untuk mengetahui asal-usulnya serta memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan laporan tindak pidana lainnya.
“Barang bukti yang kami temukan akan kami telusuri satu per satu. Kami ingin memastikan asal-usul kendaraan maupun mesin tersebut sehingga apabila terdapat barang milik korban tindak pidana lainnya dapat segera kami tindak lanjuti,” kata AKBP Arief.
Dalam konferensi pers tersebut, terdapat momen ketika satu unit sepeda motor Suzuki Nex yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya dapat kembali kepada pemiliknya.
Kapolres Pasuruan Kota secara langsung menyerahkan kendaraan tersebut kepada korban setelah melalui proses pemeriksaan dan dipastikan sebagai barang milik korban.
Menurut Kapolres, pengembalian barang milik korban menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum karena kepolisian tidak hanya berupaya mengungkap pelaku, tetapi juga berusaha mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan.
“Bagi kami, pengungkapan perkara bukan hanya soal menangkap pelaku. Ketika barang milik korban berhasil ditemukan dan dapat kembali kepada pemiliknya, itu menjadi bagian dari pelayanan yang ingin kami berikan kepada masyarakat,” ungkap AKBP Arief.
Atas perbuatannya, tersangka pencurian disangkakan Pasal 477 ayat (1) huruf e KUHP dan/atau Pasal 476 KUHP. Sementara tersangka yang diduga terlibat dalam penadahan disangkakan Pasal 591 huruf a KUHP.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kendaraannya dalam kondisi terkunci, jangan meninggalkan kunci pada kendaraan, dan bila memungkinkan gunakan pengamanan tambahan. Apabila melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian,” pungkasnya.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan, memberikan informasi maupun meminta bantuan kepolisian.
Layanan tersebut dapat diakses sebagai bagian dari upaya mempercepat respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat. (*)
Polres Gresik Ungkap Curanmor, Seorang Petani Balongpanggang Senang Motornya Kembali
GRESIK - Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Dua tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan Tiga tersangka masing-masing berinisial HE (29), warga Surabaya, dan MF (21), warga Gresik dan FH (44) warga Gresik.
Dengan terungkapnya kasus tersebut, Lambar (53) salah seorang petani di Balongpanggang Gresik ikut bersyukur, karena motor yang dicuri oleh tersangka FH pada 6 Agustus 2026 yang lalu akhirnya ditemukan Polisi.
Motor yang ditemukan diserahkan langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution kepada pemiliknya usai Polres Gresik menggelar konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat (14/8/2026).
Raut wajah sumringah Lambar (53) tersirat saat menerima motornya dari Kapolres Gresik sambil mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Gresik.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik yang sudah berhasil mengembalikan motor saya,” ujar Lambar.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan.
Selain berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Balongpanggang, Polres Gresik Polda Jatim juga mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Ikan Kerapu Selatan, BP Kulon Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Dua orang tersangka yakni HE dan MF berhasil diamankan setelah diduga mencuri satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik warga.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah Polisi menerima laporan terkait hilangnya sepeda motor pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, korban berkunjung ke rumah seorang warga di Jalan Ikan Kerapu Selatan. Korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan nomor polisi W-37848-EX di depan rumah dalam kondisi stang terkunci.
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban hendak pulang dan mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di lokasi.
Korban kemudian melihat rekaman CCTV dan diketahui terdapat orang yang tidak dikenal mengambil sepeda motor miliknya.
"Setelah menerima laporan, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan hunting di sekitar lokasi hingga sekitar pukul 23.00 WIB Polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku di sebuah kos Kebomas Gresik,"kata AKBP Ramadhan Nasution.
Kedua tersangka masing-masing berinisial HE (29), warga Kota Surabaya, dan MF (21), warga Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Ikan Kerapu Selatan, Kecamatan Gresik.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah kunci T beserta mata kunci, satu pasang sandal warna abu-abu, satu buah kalung warna silver, satu buah cincin warna silver, satu buah peci warna merah hitam, satu buah baju warna putih, satu buah sarung warna hitam, serta satu pasang sandal warna hitam.
Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 477 KUHP tentang perbuatan mengambil dan/atau merusak barang milik orang lain, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda paling banyak kategori V, maksimal Rp500 juta.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan.
Masyarakat diminta menggunakan kunci ganda atau kunci tambahan sebagai langkah pencegahan pencurian kendaraan bermotor.
"Parkir kendaraan di tempat yang aman, terang dan terpantau CCTV. Jangan meninggalkan barang berharga di kendaraan dan tingkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan," ujarnya.
Polres Gresik juga mengajak masyarakat mengoptimalkan keamanan lingkungan, termasuk meningkatkan ronda malam serta menerapkan wajib lapor bagi tamu dari luar lingkungan selama 1x24 jam.
"Kami mengajak masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar melalui Call Centre 110 bebas pulsa atau juga dapat disampaikan melalui Hotline khusus Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006," pungkas AKBP Ramadhan Nasution. (*)
Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, Transaksi Capai Rp890 Miliar
JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap dua kasus tindak pidana perjudian online jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia dan terhubung dengan jaringan di Kamboja. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 23 tersangka serta menyita berbagai barang bukti, termasuk uang tunai sekitar Rp10 miliar dari kasus pertama.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemberantasan judi online menjadi perhatian pemerintah dan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik perjudian.
“Ini merupakan perhatian kita bersama dan menjadi komitmen pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden Republik Indonesia. Presiden juga menegaskan untuk memberantas judi dan judi online,” kata Trunoyudo.
Ia menegaskan Kapolri juga konsisten mendorong jajaran Polri untuk mengungkap praktik perjudian online yang terus berkembang dengan memanfaatkan kemudahan sistem pembayaran.
“Maka Bapak Kapolri juga konsisten dan komitmen untuk mengungkap semua ini melalui Bareskrim dan seluruh jajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra menjelaskan pengungkapan dilakukan setelah penyidik menerima informasi masyarakat mengenai maraknya perjudian online. Penyelidikan kemudian dilakukan oleh Subdit III Jatanras Dittipidum dan Satresmob Bareskrim Polri bersama jajaran Polda.
Kasus pertama berkaitan dengan situs judi online Ujangbet yang menggunakan skema deposit pulsa. Penindakan dilakukan secara serentak di tujuh lokasi, yakni Grogol Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta, Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Pekanbaru Riau, Medan Johor, Medan Kota, serta Lubuk Baja Batam.
Dari penindakan tersebut, penyidik mengamankan sembilan tersangka. Polisi juga menyita 28 unit handphone, empat laptop, 34 buku tabungan, 34 kartu ATM/debit, uang dalam berbagai mata uang asing, enam item perhiasan emas dan perak, serta uang tunai sekitar Rp10 miliar.
Wira menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan, server situs Ujangbet berada di Kamboja. Jaringan yang berada di Indonesia berperan menyediakan rekening dan nomor telepon yang digunakan sebagai sarana deposit pulsa.
Pulsa yang dikirimkan pemain kemudian dikumpulkan oleh admin di Kamboja. Pulsa tersebut selanjutnya dikonversi kembali menjadi uang rupiah melalui jaringan agen dan distributor pulsa di Indonesia yang berada di Batam, Medan, dan Pekanbaru.
Pulsa tersebut kemudian dijual kembali kepada agen maupun toko pulsa dengan harga tertentu sehingga aktivitas bisnis pulsa tersebut digunakan untuk menyamarkan hasil tindak pidana perjudian online.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PPATK, penyidik menemukan transaksi yang berkaitan dengan aktivitas tersebut mencapai lebih dari Rp890 miliar dalam periode April 2025 hingga April 2026.
“Setelah dilakukan akumulasi terhadap transaksi ataupun yang mungkin kita kategorikan sebagai pembelian pulsa yang dilakukan oleh para tersangka pada periode April 2025 sampai dengan April 2026, terhadap para pelaku ini telah melakukan transaksi kurang lebih sebesar Rp890 miliar lebih,” jelas Wira.
Dalam jaringan tersebut, para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penyedia rekening, pengendali rekening penampung, admin transfer pulsa, pengendali admin pulsa, penyedia nomor handphone, agen, hingga penampung pembelian pulsa hasil pengisian dari aktivitas perjudian online.
Wira kemudian menjelaskan pengungkapan kasus kedua yang dilakukan Satresmob Bareskrim Polri. Dalam kasus ini, polisi mengamankan 14 tersangka dari tiga lokasi di wilayah Tangerang.
Lokasi pertama berada di Perumahan Amelio Village, Pagedangan, Tangerang. Empat tersangka di lokasi tersebut berperan sebagai telemarketing dan bagian keuangan. Lokasi kedua berada di Ruko Alam Sutera Town Square, Pakulonan, Serpong Utara, dengan empat tersangka yang berperan sebagai customer service.
Sementara lokasi ketiga berada di Perumahan Tesla Utara, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Di lokasi tersebut diamankan enam tersangka yang berperan sebagai streamer, teknisi IT, dan admin judi online.
Dari tiga lokasi tersebut, polisi menyita 46 unit handphone, dua laptop, dua buku tabungan, 45 kartu ATM, enam unit komputer/PC, uang tunai sekitar Rp100 juta, sejumlah mata uang asing, serta perhiasan emas.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai penawaran dan penyelenggaraan perjudian online di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Setelah melakukan pendalaman, observasi, dan pemetaan lokasi, tim melakukan penindakan pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.
Para tersangka diketahui mengelola sejumlah situs judi online, di antaranya Desa, Nonstop, Badut, Tawaslot, Miabislot, Doremi, Tobrut, Miagacor, dan Top Global.
Menurut Wira, jaringan tersebut juga memiliki kantor operasional di Kamboja yang mempekerjakan WNI sebagai admin maupun operator. Berdasarkan keterangan sementara para pelaku, omzet perjudian dari jaringan tersebut mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per bulan.
“Berdasarkan keterangan para pelaku, omzet daripada perjudian yang diungkap oleh Satresmob Bareskrim ini antara Rp1 miliar sampai dengan Rp2 miliar per bulan,” ujarnya.
Bareskrim Polri telah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs judi online tersebut melalui koordinasi dengan Komdigi. Penyidik juga masih melakukan pengembangan untuk menelusuri aset hasil tindak pidana dengan menggandeng PPATK.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 426 dan/atau Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Kasubdit III Jatanras Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Dony Alexander menjelaskan modus deposit pulsa pada situs Ujangbet. Menurutnya, pemain cukup memasukkan sejumlah pulsa ke nomor telepon yang tercantum dalam situs judi online. Setelah pulsa masuk, pemain memperoleh koin yang kemudian digunakan untuk bermain.
“Nomor telepon yang tertera dalam website tersebut, kemudian kita akan memasukkan top up pulsa yang dimiliki oleh para pemain. Setelah masuk ke dalam rekening ataupun juga top up pulsanya, akan mendapatkan koin. Koin inilah yang dipergunakan untuk melakukan permainan perjudian online tersebut,” jelas Dony.
Polri menilai penggunaan pulsa sebagai metode deposit perlu menjadi perhatian karena dapat semakin memudahkan akses perjudian online, termasuk bagi anak-anak dan pelajar yang memiliki handphone.
Polri mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keluarga dari ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang.
“Semakin berkembangnya kejahatan dan semakin memudahkannya dalam sistem pembayaran, bahkan nilainya yang semakin kecil sehingga berpotensi semua bisa terlibat, maka tentunya kita saling menjaga anak-anak kita, lingkungan kita,” tutur Trunoyudo.
Polri menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap praktik perjudian online sekaligus mengajak masyarakat, khususnya orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan handphone dan pulsa anak agar tidak disalahgunakan untuk mengakses perjudian online.
Kebakaran Bengkel Kerja Lapas Ngawi Berhasil Dipadamkan, Seluruh Tahanan Dipastikan Aman
Ngawi – Polres Ngawi bergerak cepat melakukan pengamanan menyusul kejadian kebakaran yang terjadi di gedung bengkel latihan kerja tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ngawi, Jumat (14/8/2026), sejak sekitar pukul 14.30 WIB.
Petugas tidak hanya fokus mengamankan lokasi kejadian, tetapi juga memastikan keamanan seluruh tahanan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Personel melakukan pengamanan dan pengaturan situasi di sekitar Lapas guna mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun kepanikan.
Berkat penanganan yang cepat, api berhasil dipadamkan. Seluruh tahanan juga berhasil diamankan dalam kondisi sehat dan lengkap.
Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan aman dan terkendali. Sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi juga berlangsung lancar.
Respon cepat dan koordinasi antar instansi yang ada menjadi hal utama dalam penanganan kejadian tersebut.
“Kami memastikan lokasi kejadian tetap aman, sekaligus melakukan pengamanan terhadap seluruh tahanan. Setelah api berhasil dipadamkan, kami memastikan seluruh tahanan dalam kondisi sehat dan lengkap. Situasi secara keseluruhan aman dan terkendali,” ujar Kasat Samapta AKP Dandung Setiawan, S.H.
Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., yang hadir di lokasi, memastikan personel Polres Ngawi yang ada di lapangan terus melakukan penjagaan, pengamanan dan pemantauan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman, sekaligus mendukung pihak Lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban pascakejadian.
Bhayangkari dan Polwan Ngawi Senam Bersama, Semarakkan HKGB ke-74 dan Hari Jadi Polwan ke-78
Ngawi – Bhayangkari bersama personel Polwan Polres Ngawi menggelar senam bersama di Lantai 3 Gedung Bernadip Polres Ngawi.
Sebelum kegiatan dimulai Ketua Bhayangkari Cabang Ngawi, Ny. Erine Prayoga memberikan sambutan.
Selain anggota Bhayangkari Cabang Ngawi, turut hadir perwakilan personel Persit Kartika Candra Kirana dari Kodim 0805 Ngawi dan Armed 12 Ngawi.
Senam bersama ini menjadi bagian dari rangkaian memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 dan Hari Jadi Polwan ke-78, sekaligus mempererat kebersamaan, soliditas, dan sinergitas antarorganisasi.
Kasi Humas Polres Ngawi, Iptu Dian Ambarwati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat silaturahmi dan kekompakan.
“Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama, kita dapat menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan dan sinergitas,” ujarnya, pada Sabtu (15/8/2026)