Ad 728x90

Thursday, October 29, 2026

Cangkrukan Kamtibmas, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Serap Aspirasi Pekerja Pasar Pabean

Cangkrukan Kamtibmas, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Serap Aspirasi Pekerja Pasar Pabean



SURABAYA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan AZ, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung menemui elemen masyarakat bawah di Pasar Pabean Cantian, Rabu (28/10/2026). 


Lewat agenda cangkrukan interaktif yang santai, perwira menengah tersebut menyerap langsung keluhan dan aspirasi dari belasan perwakilan kuli panggul, juru parkir (jukir), hingga pedagang pasar. 


Kehadiran AKBP Irwan di tengah riuhnya pasar tradisional ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis Polri untuk memperkuat komunikasi dua arah. 


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan, elemen pekerja pasar memiliki posisi yang sangat strategis dalam membantu aparat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


"Kegiatan cangkrukan merupakan sarana efektif untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergisitas antara Polri dengan masyarakat," ujar AKBP Irwan di lokasi.


Selain berdialog seputar keamanan wilayah, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang tengah berlangsung. 


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak secara khusus mengimbau para pekerja pasar dan jukir agar selalu menaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Edukasi ini diharapkan bisa diteruskan kepada keluarga di rumah demi menekan angka kecelakaan.


Di akhir dialog, AKBP Irwan meminta masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas pelayanan kepolisian jika menemui potensi gangguan kejahatan, baik di lingkungan pasar maupun tempat tinggal. Warga diimbau segera melapor melalui layanan darurat bebas pulsa yang siaga 24 jam.


"Jika membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk segera menghubungi Call Center 110 bebas pulsa," pungkas AKBP Irwan. (*)

 POLINDIK : Polres Kediri Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar Cegah Hoaks dan Kenakalan Remaja

POLINDIK : Polres Kediri Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar Cegah Hoaks dan Kenakalan Remaja

 



KEDIRI – Polres Kediri Polda Jatim terus berkomitmen membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLINDIK), Polres Kediri bersinergi dengan pihak sekolah  memberikan edukasi intensif.


Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si mengatakan, materi edukasi yang diusung dalam kegiatan Polindik berfokus pada isu-isu krusial remaja saat ini. 


"Mateti yang kita betikan mulai dari pencegahan aksi perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga mitigasi perilaku berisiko di ruang digital," jelas AKBP Latif, Kamis (29/10/2026).


Menurut AKBP Latif, pembentukan karakter generasi penerus bangsa tidak boleh hanya bertumpu pada capaian nilai akademik semata.


AKBP Latif menegaskan kepatuhan terhadap tata tertib, sikap hormat kepada guru dan orang tua, serta kemampuan membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan luar adalah fondasi utama yang menentukan masa depan pelajar.


"Perhatian khusus juga kami arahkan pada aktivitas para siswa di dunia maya," tambah AKBP Latif.


Kapolres Kediri mengingatkan para pelajar untuk menjadi netizen yang cerdas dengan tidak mudah menelan informasi mentah-mentah ataupun menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks).


“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, karena apa yang kita sebarkan di media sosial bisa merugikan orang lain dan berkonsekuensi hukum,” ujar AKBP Latif.


Bagi Polres Kediri Polda Jatim, kehadiran program POLINDIK di sekolah-sekolah menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih hangat dan dekat dengan para pelajar.


Lewat pendekatan ini, siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk memahami risiko fatal dari perundungan, jeratan narkoba, serta kekerasan remaja. Siswa juga dibekali pengetahuan mengenai langkah apa saja yang harus diambil jika mereka menghadapi masalah tersebut. (*)

 Polres Blitar Ungkap Kasus Dugaan Penimbunan 1.030 Liter BBM Bersubsidi

Polres Blitar Ungkap Kasus Dugaan Penimbunan 1.030 Liter BBM Bersubsidi

 



BLITAR – Satreskrim Polres Blitar Polda Jatim berhasil membongkar dugaan praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Selasa (27/10/2026) yang lalu.


Dalam pengungkapan ini, Polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MSS beserta barang bukti total 1.030 liter BBM subsidi.


Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas ilegal distribusi BBM di lingkungan mereka. 


Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) langsung bergerak melakukan penggerebekan.


"Petugas mendapati terlapor sedang menyiapkan BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite untuk dijual kembali di atas harga resmi kepada para pelanggan," ujar AKBP Ardhy didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Ajdie Sudarmono.


Modus operandi yang digunakan MSS tergolong rapi. Ia membeli Pertalite dan Bio Solar secara berulang kali di sejumlah SPBU wilayah Kademangan menggunakan barcode MyPertamina. 


Untuk mengelabui petugas SPBU, pelaku menggunakan dua kendaraan berbeda secara bergantian, yaitu Isuzu Panther biru dongker dan Toyota Kijang hijau muda.


Sesampainya di rumah, BBM di dalam tangki mobil disedot menggunakan mesin pompa, lalu dipindahkan ke dalam drum dan jeriken. 


Total barang bukti yang disita meliputi 530 liter Solar dan 500 liter Pertalite yang dikemas dalam berbagai ukuran wadah, tiga unit kendaraan, serta satu mesin penyedot.


Kini MSS beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Blitar Polda Jatim. Ia dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023. 


Tersangka MSS terancam hukuman pidana penjara maksimal enam tahun serta denda paling banyak Rp.6 miliar.


Kapolres Blitar mengimbau masyarakat agar tidak tergiur melakukan keuntungan sesaat dengan menyalahgunakan BBM bersubsidi.


Ia meminta masyarakat untuk ikut mengawasi dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan bisa melalui layanan call center 110 bebas pulsa.


"Penegakan hukum ini adalah komitmen kami untuk memastikan subsidi negara tepat sasaran serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas AKBP Ardhy. (*)

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Kunjungi SMK PGRI 1 Ngawi

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Kunjungi SMK PGRI 1 Ngawi

 



Ngawi — Polres Ngawi mendukung program Kapolri melalui gerakan Polisi Peduli Pendidikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan serta upaya membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa nasionalisme.


Kapolres Ngawi, AKBP Moh. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menunjukkan komitmen Polres Ngawi dalam mendukung kemajuan pendidikan, salah satunya melalui kegiatan yang dilaksanakan di SMK PGRI 1 Ngawi.


Program ini menjadi wujud kehadiran Polri di lingkungan sekolah, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung pembentukan karakter generasi penerus bangsa.


Kapolres Ngawi berharap melalui program Polisi Peduli Pendidikan, sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah semakin kuat sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.


“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Kami berharap para pelajar dapat belajar dengan baik, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta menjadi generasi yang berprestasi dan bertanggung jawab,” ungkap Kapolres Ngawi, saat dikonfirmasi media, Kamis (29/10/2026)


Polres Ngawi berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, demi mewujudkan generasi muda yang unggul dan masa depan Kabupaten Ngawi yang lebih baik.

Bhabinkamtibmas Sine Ajak Warga Optimalkan Pekarangan, Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

Bhabinkamtibmas Sine Ajak Warga Optimalkan Pekarangan, Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

   


*Ngawi* – Bhabinkamtibmas Desa Ngrendeng, Polsek Sine, Polres Ngawi, Bripka Budi Setyo, melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring pemanfaatan pekarangan pangan bergizi di Desa Ngrendeng, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) melalui optimalisasi pemanfaatan lahan di sekitar rumah. Pekarangan yang dikelola secara produktif diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mendorong kemandirian keluarga.

Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan program ketahanan pangan, yang dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Ketahanan pangan dapat dibangun mulai dari rumah tangga dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia. Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengembangkan kegiatan produktif agar kebutuhan pangan sehari-hari dapat terpenuhi dan kemandirian keluarga semakin kuat,” ujar Kapolres Ngawi.

Melalui kegiatan sambang dan monitoring tersebut, Bripka Budi Setyo mendorong warga Desa Ngrendeng untuk terus berpartisipasi dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Pemanfaatan pekarangan secara optimal diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ketersediaan pangan dan pentingnya memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri.

Polres Ngawi melalui jajaran Bhabinkamtibmas berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan sejalan dengan Asta Cita, guna memperkuat kemandirian pangan mulai dari tingkat keluarga hingga desa.

 Polresta Sidoarjo Ungkap Penipuan Online Libatkan WNA Vietnam

Polresta Sidoarjo Ungkap Penipuan Online Libatkan WNA Vietnam

 



SIDOARJO - Satreskrim Polresta Sidoarjo Polda Jatim mengungkap dugaan tindak pidana penipuan online yang diduga melibatkan jaringan internasional. Dalam perkara ini, Polisi mengamankan delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam. Mereka diduga menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.


Pengungkapan kasus tersebut bermula dari koordinasi antara petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dan Satreskrim Polresta Sidoarjo terkait aktivitas WNA di wilayah Jawa Timur.


Para tersangka diduga menggunakan identitas sebagai petugas departemen registrasi untuk menawarkan bantuan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor, sebelum meminta korban mentransfer sejumlah uang.


Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra dalam konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (28/10/2026). 


"Salah satu lokasi yang menjadi perhatian penyidik berada di Perumahan Citra Garden, Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut diduga berlangsung sejak Maret hingga Juli 2026," terang AKBP Bobby.


Dari hasil penindakan dan pengembangan penyelidikan, selain mengamankan delapan pria WNA Vietnam, Polisi juga mendapatkan Barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka. 


Barang bukti tersebut meliputi 20 unit telepon seluler dari berbagai merek, tujuh unit laptop, tiga unit CCTV, dua unit monitor, kartu identitas dan kartu izin mengemudi milik salah satu pihak, serta dokumen perjanjian sewa rumah.


Sementara itu Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Mujali menjelaskan, penyidik berkoordinasi dengan pihak Vietnam melalui jalur kerja sama antarlembaga. Pendalaman bersama itu mengarah pada dugaan penipuan yang menyasar korban di Vietnam.


"Korban dihubungi oleh para pelaku yang merupakan warga negara Vietnam dan berada di Indonesia, dengan berpura-pura menjadi petugas departemen registrasi. Kemudian, para pelaku menjanjikan bantuan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor di Vietnam dengan meminta sejumlah uang,” ungkap AKP Imam Mujali.


Modus tersebut diduga memanfaatkan kepercayaan korban terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas resmi. Setelah menawarkan bantuan terkait kebijakan emisi kendaraan bermotor, para tersangka meminta korban mengirimkan uang melalui transfer.


Korban kemudian mentransfer uang sesuai permintaan tersebut. Peristiwa itu dilaporkan kepada pihak berwenang di Vietnam dan menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan bersama petugas berwenang di Indonesia.


Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.


Selain itu, penyidik juga menerapkan sangkaan Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.


Para tersangka juga disangkakan melanggar Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak kategori V atau Rp 500 juta. (*)

 Kapolri Terima Kunjungan Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika

Kapolri Terima Kunjungan Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika

 



JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama internasional dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya jaringan kejahatan lintas negara. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Public Security/MPS) di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).


Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi kedua negara dalam mengungkap jaringan narkotika internasional. Salah satu hasil kerja sama yang dibahas adalah pengungkapan laboratorium gelap atau clandestine laboratory sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton sabu dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.


Kapolri menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta dukungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC).


“Kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC), sekaligus juga Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendali Narkotik Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Tentunya dalam rangka menjalin kerja sama yang sudah kita lakukan beberapa waktu sehingga dapat mengungkap sebuah jaringan besar clandestine lab di Provinsi Aceh,” ujar Kapolri.


Ia menegaskan, Polri akan terus meningkatkan kolaborasi dengan mitra internasional untuk memutus jaringan peredaran narkotika, termasuk menelusuri pihak-pihak yang berperan sebagai pendana dan pendukung operasional jaringan tersebut.


“Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia. Untuk itu, kami, Pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia,” tegasnya.


Kapolri menambahkan, pengembangan perkara laboratorium gelap di Aceh masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Selain itu, penyidik juga mendalami keterkaitan dengan kasus lain, termasuk pengungkapan yang melibatkan sebuah kapal di wilayah Medan dan seorang warga Malaysia yang diduga berkaitan dengan kepemilikan kapal tersebut.


“Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Dan kami saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang ada di Aceh ini terhadap para pendukung, para pendana, dan juga kaitan dengan jaringan yang satu lagi yang di Medan,” ungkap Kapolri.


Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus di Aceh merupakan hasil kerja sama penegakan hukum lintas negara yang melibatkan Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.


Ia menjelaskan, otoritas Tiongkok sebelumnya telah melakukan penyelidikan intensif selama sekitar satu tahun terhadap kelompok kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.


“Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” kata Lan Weihong.


Menurutnya, koordinasi dan pertukaran informasi intelijen antarnegara menjadi bagian penting dalam mengungkap jaringan tersebut. Dalam pengungkapan yang dilakukan pada 21 Oktober 2026, pihak Indonesia menangkap 11 tersangka dan menyita 1,2 ton sabu dari laboratorium gelap di Aceh. Sementara itu, otoritas Tiongkok menangkap tujuh orang yang diduga terkait dengan jaringan tersebut di wilayahnya.


Lan Weihong mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara aparat penegak hukum ketiga negara. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan operasi bersama dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memiliki jaringan lintas yurisdiksi.


“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” ujarnya.


Ia berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok dalam pemberantasan narkotika dapat terus ditingkatkan, terutama melalui pertukaran informasi intelijen dan kolaborasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan penyelundupan lintas negara.


Pertemuan bilateral ini menegaskan pentingnya sinergi internasional dalam menghadapi kejahatan narkotika yang semakin kompleks. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, Polri bersama mitra penegak hukum di negara lain berkomitmen mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

 NNCC Tiongkok Apresiasi Polri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional di Aceh

NNCC Tiongkok Apresiasi Polri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional di Aceh

 



JAKARTA – Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC) mengapresiasi kerja sama penegakan hukum antara Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil berupa pengungkapan laboratorium gelap sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.


Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).


Lan Weihong menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif terhadap jaringan kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos untuk dikirim ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Informasi intelijen yang dikumpulkan kemudian dibagikan kepada otoritas Indonesia sebagai dasar penguatan kerja sama penegakan hukum.


“Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” ujar Lan Weihong.


Ia menyebut, operasi yang dilakukan pada 21 Oktober 2026 berhasil mengungkap laboratorium gelap sabu di Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, aparat Indonesia menyita 1,2 ton sabu dan menangkap 11 tersangka. Sementara itu, otoritas Tiongkok juga menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut di wilayah Tiongkok.


Lan Weihong menilai keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas negara dalam membongkar jaringan narkotika yang beroperasi melampaui batas yurisdiksi. Menurutnya, pertukaran informasi intelijen, penyelidikan profesional, dan koordinasi penegakan hukum menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan tersebut.


“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” katanya.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Polri berkomitmen memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas peredaran narkotika, termasuk membongkar jaringan yang berada di balik distribusi narkoba lintas negara. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan di Aceh merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga penegak hukum dengan dukungan mitra internasional.


“Yang mana beberapa waktu lalu kita telah melakukan pengungkapan secara bersama antara Polri, BNN Republik Indonesia, Bea Cukai, dan juga tentunya atas dukungan besar dari NNCC,” ujar Kapolri.


Kapolri menambahkan, pengungkapan tersebut tidak menghentikan proses penyidikan. Polri masih mengembangkan perkara untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berperan sebagai pendukung dan pendana, sekaligus mendalami kemungkinan keterkaitan dengan jaringan narkotika lainnya.


“Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Dan kami saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang ada di Aceh ini terhadap para pendukung, para pendana, dan juga kaitan dengan jaringan yang satu lagi yang di Medan,” tegasnya.


Kapolri menekankan bahwa kolaborasi dengan mitra internasional akan terus ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika yang memanfaatkan jalur lintas negara. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat Indonesia dan kawasan Asia dari ancaman peredaran gelap narkotika.


“Kami sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia,” tutup Kapolri.


Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat pertukaran informasi serta kerja sama penegakan hukum dalam pemberantasan narkotika. Sinergi dengan negara mitra diharapkan dapat membantu mengungkap jaringan secara menyeluruh, mulai dari pelaku lapangan hingga pihak yang diduga mendanai dan mengendalikan operasional sindikat.

Wednesday, October 28, 2026

 Momentum Sumpah Pemuda, 5.000 Mahasiswa dan Santri Gelar Konsolidasi Akbar di Mapolda Jatim

Momentum Sumpah Pemuda, 5.000 Mahasiswa dan Santri Gelar Konsolidasi Akbar di Mapolda Jatim

 



SURABAYA – Sebanyak 5.000 mahasiswa, pemuda, dan santri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur memadati Lapangan Mapolda Jatim pada Rabu (28/10/2026). 


Kehadiran massa dalam rangka Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur 2026 ini bertujuan untuk mendeklarasikan komitmen bersama menolak perpecahan, menjauhi narkoba, serta menjaga persatuan bangsa bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.


Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyatakan bahwa konsolidasi ini menjadi pemantik penting untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong peran aktif generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Generasi muda Jawa Timur yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 hadir dengan semangat yang tinggi. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, mereka bertekad untuk mengisi pembangunan Jawa Timur agar lebih baik dan lebih maju,” ujar Irjen Pol Dekananto.


Kapolda Jatim juga mengapresiasi tinggi sikap tegas para peserta yang secara terbuka memerangi perpecahan dan peredaran narkoba. Menurutnya, pemuda dan santri memiliki posisi strategis dalam menjaga kondusivitas Jawa Timur sebagai gerbang Nusantara.


Senada dengan Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto mengajak seluruh elemen generasi muda untuk terus melahirkan karya dan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


“Teruslah berkarya untuk kemajuan diri kalian sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan negara kita, NKRI. Negara dan bangsa menanti karya kalian,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.


Ia menambahkan bahwa Kodam V/Brawijaya bersama Polda Jatim berkomitmen penuh mengawal stabilitas wilayah serta program pemerintah.


Di sisi lain, Sekda Jatim Dr. Adhy Karyono menekankan agar mahasiswa dan pemuda tetap mempertahankan daya kritis mereka dalam mengawal roda pembangunan, namun harus dibarengi dengan penyampaian yang solutif.


“Janganlah berhenti untuk kritis, tetapi tetap solutif. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak, tetapi kita tetap harus menjaga persatuan,” pesan Adhy.


Sementara itu, Ketua Cipayung Plus Jawa Timur Hendra Prayogi selaku perwakilan pemuda mengajak seluruh peserta untuk cerdas dalam memilah informasi di media sosial, terutama dalam menangkal penyebaran berita bohong (hoaks).


“Kami mengajak seluruh pemuda untuk sama-sama menghindari hoaks dan lain sebagainya. Ini poin-poin inti dari kegiatan ini, selain komitmen kami untuk menjaga persatuan sebagaimana yang sudah kami laksanakan dalam deklarasi,” pungkas Hendra. (*)

 Perkuat Sinergi, Kapolda Jatim Gelar Silaturahmi dengan DPD KSPSI AGN Jawa Timur

Perkuat Sinergi, Kapolda Jatim Gelar Silaturahmi dengan DPD KSPSI AGN Jawa Timur

 



SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan bahwa serikat pekerja merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, mengawal aspirasi buruh, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Jawa Timur.


Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Jawa Timur pada Rabu (28/10/2026). 


Kedatangan Kapolda didampingi jajaran pejabat utama Polda Jatim dan disambut langsung oleh Ketua KSPSI AGN Jawa Timur Ahmad Fauzi beserta pengurus.Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan menjaga hubungan industrial yang harmonis. 


Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Fauzi sempat menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Jatim, di mana banyak anggota buruh yang menggantungkan hidup sebagai pekerja di perusahaan.


Merespons hal tersebut, Irjen Pol Dekananto menegaskan bahwa Polri dalam hal ini Polda Jawa Timur akan tetap berkomitmen dalam mengawal stabilitas ekonomi melalui 'Program Poliran' (Polisi Peduli Pengangguran) yang merupakan program prioritas Kapolri. 


Melalui program Poliran ini, Polri berkomitmen menjaga iklim investasi tetap aman agar perusahaan padat karya seperti Sampoerna bisa terus beroperasi tanpa melakukan pengurangan pekerja.


“Keberadaan serikat pekerja sangat penting karena pekerja memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Lewat program 'Poliran' kami ingin memastikan roda industri tetap berputar kondusif sehingga lapangan kerja bagi masyarakat, termasuk sektor linting manual, tetap terjaga,” ujar Irjen Pol Dekananto.


Ia menambahkan, pekerja yang menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan tidak boleh dipandang sebagai lawan. Sebaliknya, mereka adalah bagian masyarakat yang harus dikawal hak-haknya secara humanis melalui ruang dialog terbuka. 


Untuk memperkuat komunikasi di daerah, Kapolda merencanakan agenda rutin bulanan bagi para Kapolres untuk menggelar acara "ngopi bareng" dengan serikat pekerja di wilayah masing-masing.


Sementara itu Ketua KSPSI AGN Jatim Ahmad Fauzi menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan dan atensi Kapolda terhadap isu pengangguran ini. 


"Hubungan baik ini penting agar setiap persoalan buruh dan stabilitas dunia usaha dapat dicarikan jalan keluar bersama melalui dialog konstruktif," pungkasnya. (*)

 Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

 



SUBANG – Bareskrim Polri mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan berupa importasi ilegal pakaian bekas atau balpres di sebuah gudang kawasan Pergudangan Intijaya Subang Industri, Blok A-29, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menemukan 1.257 bal pakaian bekas yang diduga berasal dari impor ilegal dengan taksiran nilai mencapai Rp15 miliar.


Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol Suhasto mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh tim Dittipideksus Bareskrim Polri berdasarkan surat perintah Kabareskrim Polri tertanggal 21 Oktober 2026.


“Penindakan ini sebagai wujud komitmen Bareskrim Polri dalam rangka menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Penindakan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti secara profesional oleh penyelidik Dittipideksus Bareskrim Polri,” ujar Suhasto di Subang, Rabu (28/10/2026).


Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan ribuan bal pakaian bekas yang tersimpan di dalam gudang tertutup. Berdasarkan inventarisasi awal, setiap bal diperkirakan bernilai Rp6 juta hingga Rp12 juta, sehingga total nilai barang yang ditemukan ditaksir mencapai Rp15 miliar.


Suhasto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, aktivitas penyimpanan dan perdagangan tersebut diduga telah berlangsung sejak September 2026. Penyidik memperkirakan perputaran transaksi dalam kegiatan tersebut dapat mencapai puluhan miliar rupiah.


“Dari hasil inventarisasi awal, per balnya ditaksir senilai Rp6 juta sampai dengan Rp12 juta. Kalau kita kalkulasikan dari 1.257 bal itu, nilainya bisa mencapai Rp15 miliar. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak September, sehingga perputarannya diprediksi bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan saksi, gudang tersebut diduga disewa oleh seseorang berinisial DAN, sementara penanggung jawab operasional yang disebut sebagai kepala gudang berinisial W. Penyidik masih mendalami identitas, peran, serta keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan dugaan importasi ilegal tersebut.


Suhasto menegaskan, penyidikan tidak hanya berfokus pada barang yang ditemukan di gudang, tetapi juga akan menelusuri asal-usul pakaian bekas, modus operandi, jalur masuk barang ke Indonesia, hingga jaringan distribusi yang diduga terlibat.


“Kami tidak akan berhenti sampai di gudang, tetapi akan menelusuri lebih jauh dari mana barang ini berasal. Penyidik masih mendalami secara komprehensif identitas para pihak yang terlibat, asal-usul barang, modus operandi, jalur masuk ke wilayah Indonesia, serta jaringan distribusinya,” tegas Suhasto.


Dalam perkara ini, penyidik mempersangkakan dugaan pelanggaran Pasal 111 juncto Pasal 47 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.


Lebih lanjut, Suhasto menegaskan bahwa penindakan terhadap dugaan importasi ilegal tersebut bukan semata-mata penegakan hukum, melainkan juga bagian dari upaya melindungi kepentingan ekonomi nasional, menciptakan tata niaga impor yang sehat, serta menjaga keberlangsungan industri tekstil dalam negeri.


“Penindakan ini bukan hanya sekadar penegakan hukum, tetapi bagian dari upaya negara untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional, mewujudkan tata niaga impor yang sehat dan berkeadilan, serta melindungi keberlangsungan industri tekstil yang ada di Indonesia,” ungkapnya.


Langkah tersebut, lanjut Suhasto, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui program Quick Wins Polri dalam penegakan hukum terhadap penyelundupan.


Bareskrim Polri juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran barang impor ilegal dengan tidak terlibat dalam rantai pemasukan maupun distribusinya. Masyarakat yang mengetahui dugaan praktik serupa diharapkan menyampaikan informasi kepada aparat penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.


Penyidik akan terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta menelusuri jaringan di balik dugaan importasi ilegal pakaian bekas tersebut.

 Polisi Jogo Sekolah : Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar Bentengi Generasi Muda dari Narkoba dan Bullying

Polisi Jogo Sekolah : Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar Bentengi Generasi Muda dari Narkoba dan Bullying

 



MALANG KOTA – Komitmen program "Polisi Jogo Sekolah" terus digalakkan oleh Polresta Malang Kota jajaran Polda Jawa Timur. Salah satu upayanya dilakukan dengan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya kejahatan siber (cyber crime), penyalahgunaan Narkoba dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), serta perundungan (bullying).


Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo P.S. menyatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kepolisian dalam membentengi generasi muda dari kenakalan remaja hingga kekerasan fisik maupun verbal.


"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko perilaku negatif, cara melindungi diri, serta konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar peraturan," ujar Kombes Pol Danang di SMAN 4 Kota Malang, Senin (26/10/2026) yang lalu.


Dalam pemaparannya yang didampingi Kasat Reskrim dan Kanit PPA, Kapolresta Malang Kota mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan internet dan media sosial. Ia mengimbau siswa untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan mengeklik tautan, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.


“Pelajar harus cerdas menggunakan teknologi. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas, jangan membagikan data pribadi sembarangan, dan jangan terpancing provokasi di medsos,” tutur Kombes Pol Danang.


Terkait bahaya NAPZA, Kombes Pol Danang mengingatkan bahwa penyalahgunaan zat terlarang tersebut dapat merusak kesehatan fisik dan mental, mengganggu konsentrasi belajar, hingga menghancurkan masa depan.


Siswa juga diminta berani menolak ajakan mencoba narkoba dan segera melapor ke orang tua atau guru jika menemui persoalan terkait narkoba.


"Cegah NAPZA, perundungan, dan jauhi kekerasan," tegas Kombes Pol Danang.


Ia menambahkan, perundungan dan kekerasan bukanlah hal yang bisa dimaklumi sebagai candaan. Dampaknya sangat serius, mulai dari memicu trauma psikologis, menurunkan kepercayaan diri, hingga mengganggu proses belajar korban. Siswa didorong untuk tidak menjadi pelaku dan berani melaporkan jika melihat tindakan tersebut.


Dari kacamata hukum, kepolisian mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika serta kekerasan terhadap anak memiliki sanksi pidana yang berat berdasarkan undang-undang yang berlaku.


Sementara itu, di ruang digital pelajar diminta selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Mereka juga dilarang menyebarkan konten milik orang lain tanpa izin. 


Jika menjadi korban penipuan atau perundungan daring (cyberbullying), siswa disarankan menyimpan bukti tangkapan layar untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.


Kapolresta Malang Kota juga mewanti-wanti para siswa agar menjauhi aksi balap liar dan judi online yang marak menyasar remaja. 


“Jangan sampai masa depan rusak karena narkoba, bullying, balap liar, atau judi online. Pikirkan akibatnya sebelum bertindak,” pungkasnya.


Melalui program sinergis ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim berharap siswa SMAN 4 Kota Malang mampu menjaga nama baik sekolah melalui prestasi dan kedisiplinan, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar. (*)

 Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama

Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama

 



JAKARTA – Polri menegaskan bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Dalam pelaksanaannya, seluruh pihak diharapkan saling menghormati hak satu sama lain serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan damai.


Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pikiran secara bebas dan bertanggung jawab. Undang-undang tersebut juga mengatur kewajiban warga negara untuk menghormati hak orang lain, menaati hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.


Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati dan dilindungi. Pada saat yang sama, pelaksanaannya perlu disertai tanggung jawab bersama untuk menjaga kepentingan masyarakat luas.


"Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Polri menghormati hak tersebut dan berkomitmen memberikan pelayanan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai, menghormati hak orang lain, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum," ujar Isir.


Ia menjelaskan, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari pelayanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, sekaligus memberikan perlindungan kepada peserta aksi dan masyarakat lainnya.


Dalam pelaksanaannya, Polri mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi, koordinasi dengan penyelenggara aksi, pengaturan lalu lintas, serta langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta kelancaran aktivitas publik.


"Polisi hadir bukan untuk menghalangi masyarakat menyampaikan pendapat, melainkan untuk memberikan pelayanan dan memastikan hak tersebut dapat dijalankan dengan baik. Kami mengajak peserta aksi, petugas di lapangan, dan seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati, menjaga komunikasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif," katanya.


Isir menambahkan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Sikap saling menghargai, mematuhi ketentuan hukum, serta menghindari tindakan provokatif menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun gangguan selama kegiatan berlangsung.


Polri juga mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijak, memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi dan berpotensi memicu keresahan.


"Keamanan akan lebih mudah terwujud apabila polisi dan masyarakat saling bekerja sama. Kami mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog, menjaga ketertiban, dan menghormati perbedaan pendapat. Aspirasi dapat disampaikan secara tegas tanpa harus disertai tindakan yang merugikan orang lain. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif," pungkas Isir.


Melalui sinergi antara Polisi bersama masyarakat, penyampaian pendapat di muka umum diharapkan dapat berlangsung sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat, dengan tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia, serta keamanan dan ketertiban bersama.

 Kapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pelayanan Aksi Penyampaian Aspirasi

Kapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pelayanan Aksi Penyampaian Aspirasi

 



JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan Polri tetap mengedepankan pendekatan humanis dan langkah preventif dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi di muka umum. Polri juga menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.


“Hari ini kita akan tetap melakukan upaya pengamanan di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Kapolri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).


Kapolri menjelaskan, pelaksanaan tugas kepolisian dalam mengawal penyampaian aspirasi dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis dan langkah pencegahan. Upaya tersebut bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya dengan baik.


“Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preventif kepolisian, dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum. Dan kami berpesan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis,” tegasnya.


Penghormatan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Pasal 5 mengatur hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, sedangkan Pasal 6 memuat tanggung jawab warga negara, antara lain menghormati hak dan kebebasan orang lain, menjaga ketertiban umum, serta menaati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Sejalan dengan ketentuan tersebut, Polri mengedepankan langkah preventif dan pendekatan persuasif dalam pelayanan penyampaian aspirasi. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga ketertiban, menghormati hak pengguna jalan dan masyarakat lainnya, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


Melalui pendekatan tersebut, Polri berupaya menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban umum. Partisipasi seluruh elemen masyarakat diperlukan agar penyampaian aspirasi berlangsung damai, tertib, dan tidak berujung pada tindakan yang merugikan masyarakat.

 Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polres Ngawi Kobarkan Semangat Persatuan Generasi Muda

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polres Ngawi Kobarkan Semangat Persatuan Generasi Muda

 





Ngawi — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Polres Ngawi melaksanakan upacara peringatan dengan khidmat di sejumlah lokasi, Rabu (28/10/2026).


Kapolres Ngawi AKBP Moh. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara yang digelar di SMK PGRI 1 Ngawi. Kegiatan tersebut diikuti para siswa, guru, serta karyawan sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Sementara itu, Kabagops Polres Ngawi Kompol Danang Prasmoko mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan di tingkat Kabupaten Ngawi.


Di tempat terpisah, anggota Polres Ngawi bersama para Kapolsek jajaran juga melaksanakan upacara serupa di lingkungan Polres Ngawi, dengan Kabag SDM Kompol Budi Cahyono bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Kapolres Ngawi AKBP Moh. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air, khususnya di kalangan generasi muda.


“Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa. Saya mengajak generasi muda Kabupaten Ngawi untuk terus berkarya, berprestasi, menjauhi kegiatan negatif, serta menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan keamanan lingkungan,” ungkap Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong perlu terus ditanamkan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Polres Ngawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Ngawi yang aman, damai, dan kondusif.

 Ganggu Kamtibmas, Polres Ngawi Amankan 3 Pelaku Judi Kartu Remi.

Ganggu Kamtibmas, Polres Ngawi Amankan 3 Pelaku Judi Kartu Remi.

 




Ngawi — Polres Ngawi mengungkap kasus dugaan tindak pidana perjudian kartu remi di sebuah warung di Jalan Manyar, Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.


Pengungkapan tersebut dilakukan oleh Unit Opsnal Satreskrim Polres Ngawi melalui kegiatan Patroli Siaga Reserse (PAGAR), setelah menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas perjudian kartu remi yang kerap berlangsung di lokasi tersebut dan mengganggu kamtibmas 


Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga sedang melakukan perjudian kartu remi.


Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang tunai sebesar Rp370.000. Ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Ngawi untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiganya mengakui telah bermain judi kartu remi dengan sistem bandar yang dilakukan secara bergantian.


Kapolres Ngawi AKBP Moh Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap segala bentuk perjudian di wilayah Kabupaten Ngawi.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya, Rabu (28/10/2026)


Polres Ngawi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.


"Ketiganya diamankan pada Senin (26/10), sekira pukul 23.30 WIB dan dipersangkakan pada pasal 427 KUHP," lanjut AKP Pras Ardinata.


Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk melaporkan gangguan kamtibmas maupun membutuhkan bantuan kepolisian.


Polres Ngawi — Bersama Masyarakat, Wujudkan Ngawi yang Aman dan Kondusif.

Polsek Ngrambe Polres Ngawi Tangani Tumpahan Solar, Cegah Kecelakaan

Polsek Ngrambe Polres Ngawi Tangani Tumpahan Solar, Cegah Kecelakaan

   


Ngawi — Anggota Polsek Ngrambe Polres Ngawi bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebocoran solar dari tangki truk bermuatan air di jalan raya masuk Dusun Talang, Desa Sentono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Selasa (27/10/2026) malam.

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 18.30 WIB oleh Aiptu Sunarto, Aipda Hana E., dan Aipda Hendrik F. untuk memastikan kondisi jalan serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas akibat solar yang tercecer di badan jalan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati solar yang bocor telah mengotori permukaan jalan sehingga berpotensi membuat jalan licin dan membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sebagai langkah penanganan, anggota Polsek Ngrambe segera melakukan pengaturan arus lalu lintas, menaburkan pasir pada bagian jalan yang terkena tumpahan solar, serta membersihkan sisa solar menggunakan sapu agar permukaan jalan tidak licin dan dapat kembali dilalui dengan aman.

Langkah cepat tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Ngrambe.

Kapolres Ngawi AKBP Moh. Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Ngrambe AKP Agus Hari Santoso, S.Sos., mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di lokasi yang berpotensi licin. Apabila menemukan tumpahan bahan bakar atau kondisi jalan yang membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran petugas di lapangan merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap laporan masyarakat guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Ngawi.

 Senyum Sumringah Korban Curanmor,Polres Malang Kembalikan Motor Hasil Operasi Sikat Semeru

Senyum Sumringah Korban Curanmor,Polres Malang Kembalikan Motor Hasil Operasi Sikat Semeru

 



MALANG – Senyum bahagia terlihat dari wajah warga saat menerima kembali barang miliknya yang sempat hilang. Polres Malang Polda Jatim mengembalikan sejumlah barang hasil pengungkapan kasus selama Operasi Sikat Semeru 2026, mulai dari sepeda motor, handphone (HP), hingga burung beserta perlengkapannya.


Pengembalian barang tersebut menjadi bagian dari hasil operasi yang digelar Polres Malang Polda Jatim bersama Polsek jajaran pada 10–21 Oktober 2026. Selama 12 hari, polisi berhasil mengungkap 273 kasus dan mengamankan 129 tersangka.


Barang yang dikembalikan kepada pemiliknya meliputi enam unit sepeda motor, 10 unit HP, satu unit sepeda angin, dokumen kendaraan, suku cadang, serta tiga ekor burung beserta perlengkapannya.


Salah satu warga yang merasakan kebahagiaan itu adalah Nur Rahma (31), warga Kecamatan Tumpang. Sepeda motor Honda Beat keluaran 2025 miliknya sempat hilang di halaman rumah. Padahal, kendaraan tersebut menjadi sarana transportasi utama Nur untuk bekerja sebagai karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tumpang.


Setelah motornya berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh Polres Malang, Nur mengaku bersyukur bisa kembali menggunakan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


“Terima kasih Polres Malang, mantap sekali,” ujar Nur di Polres Malang, Senin (26/10/2026).


Kebahagiaan serupa dirasakan Fadli, seorang mahasiswa yang kehilangan HP Samsung saat menjalani kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Tajinan.


Ponsel tersebut dibutuhkan untuk menunjang komunikasi dan aktivitas perkuliahannya.


“Terima kasih sudah membantu saya sebagai mahasiswa. Ponsel ini sangat penting untuk kelancaran pendidikan saya,” kata Fadli.


Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tidak lepas dari kerja keras personel kepolisian serta dukungan informasi dari masyarakat. 


Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat Kabupaten Malang atas kerja sama serta informasi yang diberikan. Sinergi ini kami harapkan terus terjalin demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” kata AKBP Rulian.


Menurut AKBP Rulian, pengembalian barang kepada pemilik merupakan bagian penting dari penanganan perkara, sehingga masyarakat yang menjadi korban dapat kembali memperoleh haknya.


Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian, terutama dengan memastikan pintu dan pagar rumah terkunci saat ditinggalkan serta menggunakan kunci pengaman tambahan pada kendaraan.


Masyarakat yang mengetahui atau mengalami tindak kejahatan dapat melapor melalui layanan kepolisian 110 yang tersedia selama 24 jam.


“Sebagaimana semangat Jogo Omah, mari bersama-sama menjaga rumah, lingkungan, dan keluarga kita. Keamanan Kabupaten Malang membutuhkan peran serta seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*

 Gerak Cepat Polres Lamongan Ungkap Pencurian Truk, Tersangka Diamankan di Blora

Gerak Cepat Polres Lamongan Ungkap Pencurian Truk, Tersangka Diamankan di Blora

 




LAMONGAN – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian truk barang di area parkir sebuah homestay di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. 


Terduga pelaku berinisial AF (24), warga Kota Surabaya, berhasil diamankan Polisi di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (26/10) sekitar pukul 16.30 WIB.


Peristiwa bermula saat korban, EJF (25), mendapati truk Mitsubishi FE104 bernomor polisi L 9629 BD miliknya raib dari parkiran homestay sekitar pukul 06.50 WIB. 


Beberapa jam sebelumnya, yakni sekitar pukul 02.00 WIB, korban tiba di lokasi bersama pelaku dan seorang rekan lainnya untuk beristirahat. 


Korban memarkir kendaraan dalam kondisi kunci kontak masih terpasang. Saat terbangun, korban mendapati pelaku sudah tidak ada di kamar.


Kecurigaan korban terbukti setelah memeriksa rekaman CCTV homestay yang memperlihatkan pelaku membawa kabur truk tersebut tanpa izin. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Paciran Polres Lamongan.


Menindaklanjuti laporan korban, Tim URC Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan yang dipimpin Ipda Moh Fatihul Ihsan langsung melakukan penyelidikan dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).


Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Adimas Firmansyah S.Tr.K, S.I.K, M.Si melalui Kasi Humas, Ipda M.Hamzaid, S Pd membenarkan pengungkapan tersebut.


"Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas mendeteksi keberadaan pelaku bersama truk milik korban di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah," ujar  Ipda Hamzaid, Selasa (27/10).


Tim URC Lamongan segera berkoordinasi dengan Tim Resmob Polres Blora untuk melakukan pencegatan. Petugas gabungan akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta kendaraan hasil curian tersebut tanpa perlawanan. 


"Saat ini tersangka AF beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," terang Ipda Hamzaid.


Selain satu unit truk, Polisi juga menyita barang bukti lain berupa tiga unit ponsel milik pelaku, korban, dan saksi, serta satu buah dompet milik korban. 


Polres Lamongan Polda Jatim mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan tidak meninggalkan kunci menempel saat diparkir. 


"Kami imbau bagi warga yang mengetahui adanya gangguan kamtibmas dapat melapor melalui Call Center 110 bebas pulsa agar segera ditindaklanjuti," pungkas Ipda Hamzaid. (*)

 Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Patriotik, Gigih dan Berempati

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Patriotik, Gigih dan Berempati

 



SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).


Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, pengabdian serta kepedulian generasi muda terhadap bangsa dan masyarakat.


Wakapolda Jawa Timur Kombes Pol Feri Handoko Soenarso bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.


Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Jatim tersebut, generasi muda diajak untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, memiliki kegigihan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta membangun kepedulian dan empati terhadap sesama.


Momentum Hari Sumpah Pemuda sekaligus mengingatkan kembali makna historis ikrar 28 Oktober 1928. Para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad kebangsaan dan menempatkan persatuan di atas berbagai perbedaan.


“Semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi membumi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian petikan sambutan Menpora yang dibacakan Wakapolda Jatim.


Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, kekuatan karakter, semangat pengabdian serta kepedulian terhadap sesama.


Tiga nilai utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yakni patriotik, gigih dan berempati, diharapkan dapat diwujudkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.


Patriotisme diwujudkan melalui kecintaan kepada bangsa dan negara yang dibuktikan dengan tindakan nyata. Kegigihan menjadi semangat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Sementara empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat serta kesediaan membantu sesama.


“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam sambutan Menpora.


Generasi muda juga didorong untuk berani bermimpi, bekerja keras, terus berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa, tanpa meninggalkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.


Semangat patriotik, kegigihan dan empati tersebut juga sejalan dengan semangat “Jogo Omah” yang terus digaungkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.


Melalui semangat Jogo Omah, masyarakat diajak membangun kepedulian dan menjaga keamanan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, kemudian lingkungan tempat tinggal, hingga bersama-sama menjaga Jawa Timur sebagai rumah bersama.


Bagi generasi muda, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan menjaga diri dan keluarga, merawat persaudaraan dan toleransi, bijak serta bertanggung jawab di ruang digital, sekaligus berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Polda Jatim mengajak generasi muda menjadi mitra strategis dalam menjaga persatuan dan keamanan. Semangat Sumpah Pemuda dan Jogo Omah memiliki titik temu dalam membangun kesadaran bahwa menjaga persaudaraan, keamanan dan masa depan bangsa membutuhkan kepedulian serta peran bersama.


Generasi muda juga diharapkan mampu menggunakan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun konten provokatif yang berpotensi memecah persatuan.


Sebaliknya, ruang digital diharapkan menjadi ruang untuk menyebarkan gagasan, kreativitas, prestasi dan berbagai hal positif yang memperkuat persaudaraan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus merawat persatuan dan mengambil bagian dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.


Semangat “Jogo Omah, Jogo Lingkungan, Jogo Jawa Timur” diharapkan menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman, damai dan kondusif.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus dirawat dan diwujudkan melalui karya, pengabdian serta kepedulian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara. (*)