Ad 728x90

Thursday, November 5, 2026

 *Polres Sampang Bentengi Santri dari Narkoba dan Bullying, Sukseskan Indonesia Emas 2045*

*Polres Sampang Bentengi Santri dari Narkoba dan Bullying, Sukseskan Indonesia Emas 2045*

 


SAMPANG – Polres Sampang Polda Jatim terus berkomitmen membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, perundungan (bullying), serta mewujudkan tertib berlalu lintas. 


Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar pembinaan khusus kepada ratusan santriwati di Ponpes Ma'had Al-Ittihad Al-Islami, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan strategis tersebut dikemas melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) yang merupakan implementasi Commander Wish Kapolri. Program ini fokus pada penguatan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kesadaran hukum di lingkungan pondok pesantren sejak dini.


Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., memimpin langsung jalannya silaturahmi didampingi Waka Polres Kompol Heri Kusnanto, S.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Sampang. 


Kehadiran rombongan Polres Sampang Polda Jatim ini disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Ma'had Al-Ittihad Al-Islami, Ustaz Mughni Musa, Lc., M.Ag., beserta para pengajar.


Dalam arahannya, AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di pondok pesantren putri merupakan bentuk pendekatan humanis. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan kondusif melalui kolaborasi sebagai mitra pendidik.


Lebih lanjut, Kapolres Sampang menjelaskan bahwa institusinya akan selalu hadir di lembaga pendidikan melalui program Polisi Jogo Sekolah. 


Melalui program ini, Polres Sampang Polda Jatim berharap seluruh pelajar di Kabupaten Sampang dapat fokus mengukir prestasi tanpa bayang-bayang kenakalan remaja yang merusak masa depan.


Di hadapan ratusan santriwati yang hadir, AKBP Anang juga memberikan motivasi besar dan mengajak mereka untuk terus giat menimba ilmu demi menyongsong masa depan yang cerah.


"Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, terus belajar, jauhi narkoba, bullying, dan sayangi diri sendiri. Jadilah generasi yang berani menolak segala tindakan melanggar aturan. Teruslah menimba ilmu demi ikut serta menyukseskan Indonesia Emas tahun 2045," tegas AKBP Anang Hardiyanto. (*)

 *Kapolda Jatim Sambangi BLK Surabaya, Dukung Siapkan Tenaga Kerja Kompeten dan Berdaya Saing*

*Kapolda Jatim Sambangi BLK Surabaya, Dukung Siapkan Tenaga Kerja Kompeten dan Berdaya Saing*

 


SURABAYA – Sebagai bentuk kepedulian masyarakat dan dukungan menekan angka pengangguran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono didampingi Wakapolda Jatim, Kombes Pol. Feri Handoko Soenarso dan pejabat utama Polda Jatim melaksanakan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan di UPT Pelatihan Kerja Surabaya ini merupakan implementasi program prioritas Kapolri, "Polisi Bersama Masyarakat". Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim meninjau langsung pelatihan satuan pengamanan (Satpam) guna memastikan kesiapan calon tenaga kerja yang kompeten.


"Kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses pelatihan yang dilaksanakan di BLK ini. Sebagaimana program Kapolri melalui Polisi Peduli Pengangguran, kami berharap kegiatan pelatihan seperti ini dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Jawa Timur," ujar Irjen Pol Dekananto.


Saat ini ada 16 BLK di bawah naungan Pemprov Jatim. Guna memperkuat sinergi, Kapolda mendorong adanya nota kesepahaman (MoU) antara Polda Jatim dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jatim.


"Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mengidentifikasi jenis pelatihan yang dibutuhkan pasar kerja sekaligus mendukung proses rekrutmen calon tenaga kerja sesuai kompetensi yang diperlukan," tuturnya.


Kapolda Jatim berpesan agar peserta memanfaatkan pelatihan dengan sungguh-sungguh untuk mengasah daya saing, kedisiplinan, dan kejujuran demi masa depan yang lebih baik.


"Adik-adik harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntut ilmu dan mengembangkan kemampuan. Di luar sana banyak orang yang siap menjadi kompetitor. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar memiliki kemampuan dan daya saing," pesan Irjen Pol Dekananto.


Kapolda juga mengapresiasi Disnaker Jatim serta para instruktur atas dedikasi mereka. Ia berharap program pelatihan di BLK dapat terus dikembangkan dan diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi, mendapatkan pekerjaan, serta memiliki masa depan yang lebih baik. (*)

 *Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWNU, Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Perlindungan Santri*

*Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWNU, Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Perlindungan Santri*

 


SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memperkuat komunikasi dan sinergi dengan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat kerukunan, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri.


Komitmen tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim, didampingi Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso dan sejumlah Pejabat Utama Polda Jatim, melaksanakan silaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya, Kamis (5/11/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi atas hubungan baik dan komunikasi yang selama ini terjalin antara Polda Jawa Timur dan PWNU Jatim.


Menurutnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam memperkuat kerukunan dan membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungannya.


Kapolda Jatim juga menyampaikan bahwa Polda Jawa Timur terus mengembangkan pendekatan kepolisian yang humanis melalui kegiatan Polisi Subuh Keliling dan Jumat Keliling sebagai sarana mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.


"Melalui kegiatan tersebut, personel kami dapat berinteraksi langsung sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujar Irjen Pol Dekananto.


Selain itu, Polda Jatim terus mendorong peran Dai Polri dan Dai Kamtibmas dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pembentukan Satgas Pondok Pesantren Ramah Santri sebagai bagian dari penguatan lingkungan pendidikan yang aman dan memberikan perlindungan kepada para santri.


Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan semangat program Polisi Jogo Sekolah yang dikembangkan Polda Jatim untuk mendukung keamanan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.


Terkait potensi terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren, Kapolda Jatim menekankan pentingnya langkah pencegahan, deteksi dini, serta penanganan yang tepat dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap santri.


Setiap laporan atau dugaan tindak kekerasan perlu ditangani secara profesional dan proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak.


Dalam mendukung upaya tersebut, Polda Jatim membuka ruang koordinasi melalui fungsi pembinaan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, serta fungsi kepolisian terkait sesuai kebutuhan dan kewenangannya.


Sinergi juga dapat dikembangkan melalui komunikasi dengan lembaga bantuan hukum di lingkungan PWNU, khususnya dalam meningkatkan pemahaman hukum dan upaya pencegahan kekerasan.


Kapolda Jatim turut menyampaikan kesiapan jajarannya untuk berkoordinasi dalam pengamanan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama, agar dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Selain itu, Polda Jatim membuka peluang pemberian informasi dan pembekalan kepada para santri yang berminat mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri, dengan tetap berpedoman pada mekanisme dan ketentuan seleksi yang berlaku.


Sementara itu, Ketua Harian PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Kapolda Jatim beserta jajaran.


Ia berharap pertemuan tersebut semakin mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat kerja sama antara PWNU Jatim dan kepolisian.


"Kami siap mendukung pelaksanaan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Gus Firjaun.


Dalam kesempatan tersebut, Gus Firjaun juga menyampaikan rencana pelaksanaan peringatan Harlah NU pada 30–31 Januari 2027 di Kabupaten Banyuwangi.


Ia berharap koordinasi dan sinergi dengan Polda Jawa Timur dapat terus diperkuat guna mendukung keamanan dan kelancaran rangkaian kegiatan tersebut.


Lebih lanjut, Gus Firjaun menegaskan komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga Pancasila, persatuan bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Ia juga mengingatkan sejarah komitmen NU terhadap Pancasila sebagai dasar negara, termasuk dalam penerimaan asas tunggal Pancasila.


"PWNU dan Polri memiliki komitmen yang sama untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi keutuhan bangsa," pungkasnya. (*)

 *Polresta Sumenep Rajut Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Perkuat Sinergi Kamtibmas*

*Polresta Sumenep Rajut Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Perkuat Sinergi Kamtibmas*

 


SUMENEP – Dalam upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan kedekatan dengan tokoh agama, Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep mengunjungi Ketua Pengurus Surau Arbaabul Amin pada Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB ini bertempat di Surau Arbaabul Amin, Jalan Lotjikantang, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Agenda tersebut juga turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polresta Sumenep, Polda Jatim.


Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolresta Sumenep bersama rombongan berdialog langsung dengan pihak pengurus surau. Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membangun komunikasi yang baik sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan para pemuka agama.


Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu menyampaikan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama merupakan bagian penting untuk membangun kebersamaan. 


"Kami ingin memperkuat sinergitas antara Polri dalam hal Polresta Sumenep dan jajaran bersama seluruh elemen masyarakat," ungkap Kombes Pol. Ariek.


Kapolresta Sumenep berharap, melalui kegiatan ini hubungan antara Polresta Sumenep Polda Jatim dengan tokoh agama dan masyarakat semakin erat. 


"Kami berharap semua pihak dapat saling bahu-membahu menjaga kerukunan, persatuan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep," pungkas Kombes Pol. Ariek.


Ia meblnegaskan, Polresta Sumenep Polda Jatim berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis, komunikasi yang harmonis, serta agenda silaturahmi yang konsisten demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (*)

 *Polres Pelabuhan Tanjung Perak Cangkrukan Bareng Ojol Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas*

*Polres Pelabuhan Tanjung Perak Cangkrukan Bareng Ojol Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas*

 


SURABAYA – Suasana santai dan penuh keakraban terlihat di Warung Kopi (Warkop) Local Point, Jalan Dupak Rukun, Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, pada Rabu (4/11/2026). 


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan AZ, menggelar kegiatan cangkrukan bersama sekitar 20 pengemudi ojek online (ojol). Agenda ini merupakan implementasi Program Quick Wins Kapolri untuk mempererat komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.


Dalam sambutannya, AKBP Irwan mengapresiasi kehadiran para pengemudi ojol. Ia menilai komunitas ojol memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 


"Terima kasih kepada rekan-rekan ojol yang telah meluangkan waktu. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis," ujar AKBP Irwan.


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak berharap para pengemudi dapat memanfaatkan solidaritas komunitas mereka untuk saling bertukar informasi positif. Dengan begitu, potensi gangguan kamtibmas dapat dideteksi sejak dini. Ia juga mengajak ojol menjadi mitra strategis kepolisian yang aktif mencegah aksi kejahatan di jalanan.


Selain isu keamanan, AKBP Irwan berpesan agar para pengemudi ojol senantiasa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mengingat mobilitas mereka yang tinggi, kesadaran berkendara menjadi hal yang sangat krusial di jalan raya.


Suasana dialog interaktif kemudian berlangsung cair saat para pengemudi ojol antusias menyampaikan berbagai masukan. Merespons hal tersebut, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi meningkatkan kualitas pelayanan. 


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak juga mengingatkan para pengemudi untuk tidak ragu memanfaatkan layanan cepat darurat jika menemukan indikasi kriminalitas.


"Apabila mengetahui atau menemukan potensi gangguan kamtibmas maupun tindakan kriminalitas di jalanan, segera lapor ke call center 110 agar bisa kami tangani dengan cepat," pungkas AKBP Irwan .(*)

 *Kapolda Jatim Kukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri Jaga Kondusivitas*

*Kapolda Jatim Kukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri Jaga Kondusivitas*

 


SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas tingkat desa serta kelurahan jajaran Polda Jatim. Pengukuhan yang dikemas dalam agenda silaturahmi tersebut berlangsung di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Kamis (5/11/2026).


Momentum ini mempererat sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama, ulama, akademisi, serta elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 


Dalam sambutannya, Irjen Pol. Dekananto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tokoh yang konsisten berkontribusi menjaga kondusivitas di wilayah Jawa Timur.


Kapolda Jatim menegaskan bahwa peran ulama memiliki keselarasan dengan korps Bhayangkara melalui prinsip amar ma'ruf nahi mungkar—mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sinergi ini dinilai mutlak karena kedua pihak saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa.


"Tokoh agama berperan menjaga moral dan akhlak umat, sementara Polri bertanggung jawab menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, khususnya di Jawa Timur," tegas Irjen Pol. Dekananto.


Lebih lanjut, Kapolda Jatim menjelaskan kolaborasi ini sejalan dengan tagline Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat. Implementasinya di Jawa Timur diwujudkan melalui program pendekatan humanis seperti Subuh Keliling dan Jumat Keliling yang rutin digelar setiap pekan.


Di hadapan para undangan, Kapolda Jatim juga mengingatkan kompleksitas tantangan keamanan modern, mulai dari dampak negatif media sosial hingga ancaman peredaran narkoba. Ia mengajak semua pihak membentengi lingkungan sekitar demi menyelamatkan generasi muda.


"Kita harus bersama-sama merawat rumah kita. Kita tidak ingin generasi penerus terjerumus pengaruh negatif karena kita harus berhasil mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," tutur Irjen Dekananto.


Melalui pengukuhan ini, Dai Polri dan Dai Kamtibmas diharapkan mampu menjalankan peran optimal di lapangan sebagai mitra strategis kepolisian.


"Semoga ikhtiar yang telah kita lakukan guna mewujudkan rasa aman dan nyaman di Jawa Timur diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT, " pungkas Kapolda Jatim.  (*)

 Polsek Geneng Amankan Popda XV Jawa Timur 2026 Cabang Basket Di GOR Bung Hatta Ngawi

Polsek Geneng Amankan Popda XV Jawa Timur 2026 Cabang Basket Di GOR Bung Hatta Ngawi

 


Ngawi – Dalam rangka menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur Tahun 2026, Polsek Geneng melaksanakan pengamanan pertandingan cabang olahraga bola basket yang berlangsung di GOR Bung Hatta, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Kamis (5/11/2026).

Pengamanan dipimpin Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo, S.H., dengan melibatkan personel Polsek Geneng guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tim pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur bertanding. Terdapat 10 pertandingan yang dijadwalkan, di antaranya Kabupaten Magetan melawan Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto melawan Kota Madiun, Kabupaten Sumenep melawan Kabupaten Jember, hingga Kabupaten Bojonegoro melawan Kabupaten Jember.

Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan olahraga merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para atlet, official, panitia, dan penonton.

"Polri hadir untuk memastikan kegiatan olahraga berjalan dengan aman dan kondusif. Kami ingin para atlet dapat bertanding dengan nyaman, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan prestasi terbaiknya," ungkap Kapolres.

Kapolres juga menegaskan bahwa kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan masyarakat merupakan wujud nyata semangat Polri Bersama Masyarakat, sekaligus mendukung perkembangan olahraga dan pembinaan generasi muda.

Melalui pengamanan tersebut, Polres Ngawi berharap seluruh rangkaian POPDA XV Jawa Timur Tahun 2026 di Kabupaten Ngawi dapat berlangsung lancar, aman, dan sukses, serta melahirkan atlet-atlet pelajar berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.

 Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorolgi, Polres Ngawi Gelar Apel Kesiapsiagaan

Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorolgi, Polres Ngawi Gelar Apel Kesiapsiagaan

 


NGAWI – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Ngawi, dilaksanakan Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang bertempat di Lapangan Satya Haprabu Polres Ngawi.


Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., didampingi Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., serta Kasdim 0805 Ngawi Mayor Caj Sindu Sarwo Nuryanto. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi terkait sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, maupun cuaca ekstrem.


Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta perlengkapan pendukung penanggulangan bencana. Sinergi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memastikan respons cepat dan tepat apabila terjadi bencana di wilayah Kabupaten Ngawi.


Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.


"Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sinergi seluruh unsur terkait agar apabila terjadi bencana, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," ungkap Kapolres pada Kamis(5/11/2026).


Kapolres juga mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya saat intensitas hujan meningkat. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.


Melalui apel gelar kesiapsiagaan ini, diharapkan seluruh unsur terkait semakin siap dan solid dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sekaligus memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Ngawi.


Kegiatan ini menjadi wujud sinergitas Polres Ngawi bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Bersama Masyarakat.

 *Polres Lumajang Berikan Trauma Healing Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru*

*Polres Lumajang Berikan Trauma Healing Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru*

 


LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jatim melalui tim konselor psikologi memberikan layanan trauma healing dan dukungan psikososial kepada warga terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga setelah mengalami bencana. Selain memberikan pendampingan, tim konselor juga mengajak warga berkomunikasi dan menyampaikan perasaan yang mereka alami pascakejadian.


Ketua Tim Konselor Psikologi Polres Lumajang, Aiptu Ari Wibowo, bersama anggota tim turun langsung menemui warga terdampak.


Mereka memberikan bimbingan serta dukungan emosional, terutama kepada masyarakat yang mengalami ketakutan, kecemasan, dan tekanan akibat bencana.


Dalam pendampingan tersebut, konselor berupaya membangun rasa aman dan membantu warga mengelola emosi agar dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, SH, S.I.K, M.H melalui Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono mengatakan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada keselamatan dan pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis para korban.


Menurut dia, pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan dampak emosional yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, pendampingan psikologis diperlukan agar warga tidak merasa menghadapi situasi tersebut sendirian.


"Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak hanya mendapatkan perhatian dari sisi keselamatan dan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Trauma healing ini menjadi bagian dari upaya membantu warga mengatasi rasa takut, kecemasan, dan tekanan setelah mengalami bencana," ujar Ipda Eko. .


Ia menambahkan, Polres Lumajang berkomitmen memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Melalui layanan tersebut, diharapkan kondisi emosional warga berangsur pulih dan mereka kembali memiliki semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.


"Kami berharap melalui pendampingan ini, kondisi emosional masyarakat dapat kembali membaik. Yang terpenting, warga bisa bangkit, merasa lebih tenang, dan kembali beraktivitas setelah bencana," pungkas Ipda Eko (*)

 *Polres Jember Hentikan Kasus Ibu Curi Beras, Kapolda Jatim Turun Tangan Beri Modal Usaha*

*Polres Jember Hentikan Kasus Ibu Curi Beras, Kapolda Jatim Turun Tangan Beri Modal Usaha*

 


JEMBER – Di balik peristiwa pencurian beras di sebuah minimarket di Jember pada 25 Oktober 2026 lalu, tersimpan kisah pilu seorang ibu yang terdesak kerasnya tuntutan hidup.


Sun (45), seorang janda tiga anak asal Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, harus menghadapi kenyataan pahit. Tanpa pekerjaan dan penghasilan tetap, ia nekat mengambil beras di sebuah toko sembako demi menyambung hidup dan memberi makan anak-anaknya.


Mengetahui latar belakang kisah tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., tergerak untuk memberikan bantuan modal usaha kepada Sun agar ia dapat memulai lembaran baru.


Sejalan dengan langkah humanis tersebut, Polres Jember resmi menyelesaikan kasus ini melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice). Selain menghentikan perkara, Polres Jember juga menyalurkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan mendesak keluarga Sun pada Selasa (3/11/2026).


Bantuan modal usaha dan sembako tersebut diserahkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Jember sebagai wujud nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk mengayomi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.


Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa intervensi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memberikan kesempatan bagi Sun untuk bangkit dari keterpurukan.


“Di balik setiap persoalan hukum, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu kita timbang. Kami berharap bantuan modal usaha dari Bapak Kapolda Jatim ini dapat menjadi langkah awal bagi Ibu Sun untuk menata kembali kehidupannya, membuka usaha mandiri, dan menafkahi anak-anaknya dengan cara yang lebih baik," ungkap AKBP Alaiddin, Kamis (5/11/2026).


AKBP Alaiddin juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini membawa pesan moral yang kuat: seseorang yang pernah melakukan kesalahan karena terdesak keadaan tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki masa depannya.


Bagi Sun, uluran tangan ini melampaui nilai materi yang diterimanya. Di tengah masa-masa sulit, kepedulian dari jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur menjadi secercah harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat demi masa depan ketiga buah hatinya. 


Dari peristiwa ini,Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menumbuhkan harapan.


Karena di balik seragam dan tugas pengabdian, ada hati yang peduli,ada kemanusiaan yang harus dijaga dan ada harapan yang layak diberikan kepada siapa pun yang ingin bangkit dan memperbaiki hidupnya. (*)

 *Kapolda Jatim Silaturahmi dengan KSPI Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh*

*Kapolda Jatim Silaturahmi dengan KSPI Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh*

 


SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menegaskan komitmen Polda Jatim mengawal persoalan ketenagakerjaan, mulai dari penetapan upah minimum 2027, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga penyelesaian kasus buruh Pakerin.


Komitmen tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim bersilaturahmi dengan pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur di Sekretariat DPW FSPMI Jatim, Surabaya, Rabu (4/11/2026).


Pertemuan tersebut dihadiri pengurus KSPI, sejumlah pejabat utama Polda Jatim, serta Kapolrestabes Surabaya.


Kapolda Jatim mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi pekerja terkait persoalan upah, PHK, dan pemenuhan hak-hak buruh.


“Persoalan upah dan PHK memang bukan semata-mata menjadi ranah kepolisian. Namun, Polda Jatim akan berupaya membantu menyelesaikan persoalan buruh, khususnya yang berkaitan dengan aspek hukum,” ujar Irjen Dekananto.


Kapolda Jatim meminta KSPI terus menyampaikan perkembangan penetapan upah minimum menjelang 21 November 2026. Ia juga menginstruksikan jajaran Ditreskrimsus yang terlibat dalam Desk Ketenagakerjaan agar merespons cepat setiap laporan pekerja.


Terkait kasus Pakerin yang menjadi perhatian nasional, Kapolda Jatim menyampaikan bahwa Polda Jatim telah menetapkan tiga tersangka.


Selain itu, Kapolda Jatim meminta personel Ditreskrimsus dan Ditintelkam dilibatkan dalam Satgas PHK yang direncanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut sejalan dengan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).


Selain itu, Irjen Pol Dekananto juga menegaskan dukungan Polda Jatim terhadap iklim investasi yang kondusif guna mendorong penciptaan lapangan kerja. 


“Investasi yang berjalan dengan baik tentu akan berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jawa Timur,” jelas Irjen Pol Dekananto.


Sementara itu, Ketua PERDA KSPI Jawa Timur Apin Sirait mengapresiasi kehadiran Kapolda Jatim. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi momentum penyampaian aspirasi buruh menjelang penetapan upah minimum 2027.


Ketua DPW KSPI Jawa Timur Jazuli turut menyampaikan persoalan perbedaan upah minimum antarkabupaten/kota, PHK, pemenuhan hak pesangon, serta harapan agar kepolisian dilibatkan dalam Satgas PHK dan penanganan kasus Pakerin segera dituntaskan.


Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolda menegaskan Polda Jatim terbuka terhadap masukan serikat pekerja.


“Kami sangat terbuka menerima berbagai masukan dan aspirasi. Harapan kami, silaturahmi ini menjadi sarana bersama menjaga situasi kamtibmas Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkas Irjen Pol Dekananto.


Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi kepolisian dan serikat pekerja dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan serta menjaga stabilitas kamtibmas di Jawa Timur. (*)

Wednesday, November 4, 2026

 *Hasil Tes DNA Pastikan Identitas Korban, Polda Jatim Serahkan Jenazah Ibu dan Anak Kasus Pembunuhan Madiun*

*Hasil Tes DNA Pastikan Identitas Korban, Polda Jatim Serahkan Jenazah Ibu dan Anak Kasus Pembunuhan Madiun*

 


SURABAYA – Polda Jawa Timur menyerahkan jenazah dua korban kasus pembunuhan di Kota Madiun, yang merupakan seorang ibu dan anak, kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, Rabu (4/11/2026).


Penyerahan dilakukan setelah tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jatim menyelesaikan serangkaian pemeriksaan forensik, termasuk pemeriksaan DNA yang memastikan identitas kedua korban.


Penyerahan jenazah dilakukan oleh Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi, didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, serta Karumkit Bhayangkara Surabaya Kombes Pol dr. Bayu Dharma Shanti.


Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi menjelaskan, pemeriksaan forensik dilakukan terhadap 15 fragmen tulang yang ditemukan dalam rangkaian proses penyidikan kasus pembunuhan tersebut.


Dari hasil pemeriksaan, seluruh fragmen yang diterima dipastikan merupakan tulang manusia dan berasal dari dua individu berbeda.


Untuk memastikan identitas korban, tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan DNA dengan menggunakan sampel pembanding dari keluarga korban.


Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA tersebut, tim Dokpol Polda Jatim memastikan bahwa fragmen tulang yang diperiksa berasal dari kedua korban, yakni seorang ibu dan anak dalam kasus pembunuhan di Kota Madiun.


Kombes Pol Wahono menjelaskan bahwa proses identifikasi memerlukan ketelitian karena sebagian fragmen tulang ditemukan dalam kondisi berukuran kecil sehingga tidak seluruhnya dapat dikenali berdasarkan bentuk anatominya.


Meski demikian, melalui serangkaian pemeriksaan forensik dan analisis DNA, identitas kedua korban berhasil dipastikan secara ilmiah.


Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.


Penyerahan tersebut merupakan bagian dari proses penanganan perkara sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga mengenai identitas korban.


Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim masih melanjutkan proses penyidikan guna melengkapi alat bukti dan menuntaskan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Polda Jatim turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menghormati proses pemakaman yang akan dilaksanakan oleh pihak keluarga.


Polda Jatim menegaskan bahwa penanganan perkara tetap dilakukan secara profesional, cermat, dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. (*)

 *Usai Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolda Jatim Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Terima Brevet Kavaleri Korps Marinir*

*Usai Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolda Jatim Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Terima Brevet Kavaleri Korps Marinir*

 


SURABAYA – Usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Mapolda Jawa Timur, Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melanjutkan agenda penguatan sinergi TNI–Polri melalui kunjungan silaturahmi atau Courtesy Call kepada Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, Rabu (4/11/2026).


Kunjungan yang berlangsung di Batalyon Arhanud 2 Marinir, Karangpilang, Surabaya, tersebut menjadi momentum untuk mempererat soliditas kedua institusi, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di Jawa Timur.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim beserta sejumlah Pejabat Utama Polda Jatim dan disambut langsung oleh Danpasmar 2 bersama jajaran.


Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim bersama Wakapolda Jatim menerima penyematan Brevet Kavaleri Korps Marinir dari Danpasmar 2.


Penyematan brevet tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus simbol eratnya hubungan dan semangat kebersamaan antara Polda Jawa Timur dan jajaran Korps Marinir.


Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyampaikan apresiasi atas sambutan dan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Polda Jatim dan Pasmar 2.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Jatim menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkesinambungan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, baik dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penanggulangan bencana.


Salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur.


Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang sebelumnya dipimpin Kapolda Jatim pada hari yang sama.


Kapolda Jatim menilai bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas instansi agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat, tepat, dan efektif.


Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara Polda Jatim dan Pasmar 2 diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung upaya penanganan bencana sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.


Selain kesiapsiagaan bencana, Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya sinergi TNI–Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran berbagai kegiatan masyarakat.


Koordinasi yang baik antarinstitusi dinilai menjadi bagian penting dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.


Sementara itu, Danpasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menyambut baik kunjungan Kapolda Jatim beserta rombongan.


Pertemuan tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk mempererat hubungan kelembagaan dan meningkatkan koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di Jawa Timur.


Danpasmar 2 turut menyampaikan kesiapan jajarannya untuk terus menjalin koordinasi dan memberikan dukungan sesuai ketentuan serta kewenangan yang berlaku.


Melalui pertemuan tersebut, Polda Jatim dan Pasmar 2 berharap soliditas dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, baik dalam menjaga situasi Kamtibmas maupun mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.


Sinergi TNI–Polri diharapkan tidak hanya tercermin melalui hubungan kelembagaan, tetapi juga diwujudkan dalam kerja sama nyata untuk memberikan perlindungan, bantuan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur. (*)

 Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gandeng Sekolah Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gandeng Sekolah Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba

 


SURABAYA – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim terus berkomitmen membentengi generasi muda dari ancaman barang haram. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar pembinaan khusus kepada ratusan pelajar di SMP Negeri 15 Surabaya, Jalan H.M. Noer No.352, Kenjeran, pada Senin (2/11/2026).


Kegiatan strategis ini dikemas melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) yang merupakan implementasi dari Commander Wish Kapolri. Program ini fokus pada penguatan pembinaan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kesadaran hukum di lingkungan sekolah sejak dini.


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan AZ, memimpin langsung jalannya apel yang berlangsung pukul 07.10 hingga 08.30 WIB. Kehadiran orang nomor satu di Polres Tanjung Perak ini disambut hangat oleh Kepala SMPN 15 Surabaya, Yoeri Soesilo, beserta jajaran guru dan seluruh siswa.


Dalam amanatnya, AKBP Irwan menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di sekolah bukan semata-mata urusan keamanan, melainkan bentuk pendekatan humanis untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman dan kondusif. 


Ia juga memotivasi para siswa agar fokus mengejar cita-cita dan tidak merusak masa depan mereka dengan barang terlarang.


"Manfaatkan waktu sebaik-baiknya, terus belajar, jauhi narkoba, dan sayangi diri sendiri. Jadilah generasi yang berani mengatakan tidak pada narkoba," tegas AKBP Irwan.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi mendalam mengenai bahaya narkoba yang dipaparkan oleh Kasat Narkoba AKP Adik Agus. 


Tidak hanya fokus pada Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), program POLIDIK kali ini juga membekali para siswa dengan pemahaman untuk mengantisipasi kenakalan remaja serta edukasi agar bijak dalam bermedia sosial. (*)

Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

 


SURABAYA – Polda Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Timur.


Langkah tersebut dilakukan melalui pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terpadu.


Hal itu ditegaskan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (4/11/2026).


Kapolda Jatim menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.


"Kesiapsiagaan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk lebih siap memberikan bantuan apabila terjadi bencana alam di wilayah Jawa Timur," ujar Irjen Pol Dekananto.


Menurut Kapolda, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya diukur dari jumlah personel yang disiagakan, tetapi juga dari kesiapan peralatan, efektivitas koordinasi, serta kecepatan respons ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.


Oleh karena itu, seluruh sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan serta disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi bencana yang dihadapi.


Memasuki periode meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, Polda Jatim bersama pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, serta berbagai dampak cuaca ekstrem lainnya.


Kapolda Jatim juga menyoroti pentingnya evaluasi penanganan bencana yang telah terjadi, termasuk di wilayah Kabupaten Lumajang, sebagai bahan penguatan kesiapan personel, akses penyaluran bantuan, dan dukungan bagi masyarakat terdampak.


Selain kesiapan operasional, pemetaan wilayah rawan bencana menjadi perhatian penting agar langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini.


Untuk memperkuat koordinasi tersebut, Polda Jatim mendorong pelaksanaan simulasi penanganan bencana melalui Tactical Floor Game (TFG) bersama BPBD dan instansi terkait.


Melalui simulasi tersebut, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan pemahaman mengenai pola koordinasi, pembagian tugas, serta langkah penanganan apabila terjadi situasi darurat.


Kapolda Jatim menyampaikan bahwa pihaknya bersama Gubernur Jawa Timur, Pangdam, dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mengevaluasi kebutuhan personel maupun peralatan pendukung penanggulangan bencana.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam memberikan bantuan kemanusiaan secara cepat dan efektif.


"Negara harus hadir. Kami akan bersama-sama dengan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam mengevaluasi kebutuhan tersebut. Karena ini menyangkut kemanusiaan, tentu harus ada upaya percepatan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi di lapangan," tegas Irjen Pol Dekananto.


Melalui penguatan kesiapsiagaan dan sinergi lintas instansi, Polda Jatim berkomitmen mendukung upaya mitigasi serta penanganan bencana dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan masyarakat. (*)

 POLINDIK: Polresta Malang Kota Edukasi Siswa Cegah Paham Radikal

POLINDIK: Polresta Malang Kota Edukasi Siswa Cegah Paham Radikal

 


MALANG KOTA – Menanamkan rasa cinta Tanah Air, sikap saling menghormati, dan toleransi sejak usia dini menjadi langkah krusial untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme di kalangan generasi muda. 


Langkah preventif tersebut dilakukan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui sosialisasi pencegahan radikalisme kepada sekitar 120 siswa kelas V MI Khadijah Malang, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan edukasi ini menjadi bagian nyata dari implementasi program Polisi Peduli Pendidikan (Polindik) yang diusung oleh Polresta Malang Kota.


Edukasi yang disampaikan oleh Aiptu Indah Sovyana, anggota Seksi Hukum (Sie Hukum) Polresta Malang Kota ini mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai kebangsaan dan perdamaian.


Dalam sosialisasi tersebut, Aiptu Indah memaparkan materi tentang nasionalisme, toleransi, sikap anti-rasisme, dan pentingnya menjaga kerukunan. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme, ciri-ciri sikap intoleran, serta pentingnya menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh ajakan negatif.


"Pencegahan radikalisme perlu dimulai sejak anak-anak karena pembentukan karakter, pola pikir, dan sikap sosial berkembang melalui proses pendidikan serta lingkungan pergaulan," ujar Aiptu Indah.


Ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling membenci, melainkan harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan sesuai ideologi Pancasila. 


Dengan bekal pemahaman yang diberikan sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menangkal pengaruh paham radikal.


Berbekal latar belakang pendidikan psikologi dan pengalamannya di Tim Psikologi Polresta Malang Kota, Aiptu Indah mampu menyampaikan materi secara komunikatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. 


Namun, ia mengingatkan bahwa edukasi kebangsaan tidak cukup dilakukan sekali. Diperlukan kesinambungan yang melibatkan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.


Sementara itu di lokasi terpisah, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan, Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini ke lembaga pendidikan lainnya di Kota Malang. 


"Sasarannya tidak hanya siswa SD, tetapi juga SMP, SMA sederajat hingga lingkungan kampus. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan karakter cinta Tanah Air dan semangat menjaga persatuan," ujar Kombes Danang.


Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim berharap para siswa dapat menjadi generasi berkarakter yang menjunjung tinggi toleransi serta tegas menolak segala bentuk rasisme, intoleransi, maupun kekerasan. (*)

 Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

Urai Konflik Agraria, BRAN Dorong Integrasi Satu Data Nasional

 


Jakarta – Masyarakat yang menghadapi persoalan tanah membutuhkan kepastian, bukan proses pengaduan berulang tanpa kejelasan. Data yang tersebar dan belum terintegrasi antarlembaga menyulitkan penelusuran kasus, memperlambat koordinasi, dan memicu pencatatan laporan ganda.


Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) mendorong integrasi satu peta dan satu data agraria nasional. Langkah ini dibahas dalam audiensi Kepala BRAN, Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Senin (2/11/2026).


Rachmat Pambudy mendukung penguatan koordinasi lintas kementerian oleh BRAN. Ia menyoroti tantangan Indonesia dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia namun luas daratan di peringkat ke-16. Kondisi ini menuntut tata kelola tanah yang terintegrasi demi melindungi hak masyarakat.


Kepala Pusdatin Bappenas, Agung M. H. Dorodjatoen, menyebut pengaduan konflik agraria kerap masuk ke beberapa kanal sekaligus, sehingga rawan tercatat berulang.


BRAN pun mendorong integrasi data penguasaan tanah, objek/subjek reforma agraria, aduan, hingga peta konflik. 


Melalui basis data terhubung, pemerintah bisa memetakan lokasi konflik, pihak terlibat, objek tanah, dan status kasus secara transparan. Bagi warga, hal ini memangkas birokrasi dan memberi kepastian tindak lanjut.


BRAN kini tengah menyusun Perpres Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang ditargetkan rampung dalam 100 hari pertama. Struktur ini mencakup tiga deputi: Perencanaan Strategis; Pencegahan dan Penyelesaian Konflik; serta Penataan Aset dan Akses. 


BRAN juga menyiapkan lima Koordinator Wilayah (Korwil) untuk mempercepat penanganan kasus di daerah.


Kepala BRAN,Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menekankan, reforma agraria harus berjalan beriringan dengan pembukaan akses ekonomi agar tanah menjadi produktif. 


Salah satu agenda utama adalah mengoordinasikan redistribusi 23.000 hektare tanah oleh Badan Bank Tanah pada 2027 agar tepat sasaran dan terintegrasi dengan program pertanian, modal, serta pendampingan usaha.


Bappenas turut mengingatkan pentingnya menyelaraskan pengalihan fungsi dari Kementerian ATR/BPN ke BRAN dengan penyesuaian anggaran. 


Kepala BRAN berharap dukungan Bappenas dalam perencanaan anggaran TA 2027 untuk memperkuat operasional, SDM, dan sistem informasi kelembagaan demi mewujudkan tata kelola agraria yang berpihak pada rakyat. (*)

 Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Lumajang Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Lumajang Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas Utama

 


LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jatim menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolres Lumajang, Selasa (3/11/2026). 


Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen Polisi hadir bersama masyarakat dalam mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem dan bencana alam, dengan menegaskan keselamatan publik sebagai prioritas tertinggi.


Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H dan dihadiri Wakil Bupati Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang, Kapolsek jajaran, Kepala Satpol PP serta Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.


Dalam amanatnya, AKBP Riki Yariandi mengingatkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Lumajang memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi. Mulai dari erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. 


Menghadapi potensi tersebut, AKBP Riki Yariandi menegaskan kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci utama.


"Kita menyadari wilayah Lumajang memiliki potensi kerawanan bencana alam. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari seluruh unsur, baik aparat maupun partisipasi aktif masyarakat, menjadi hal penting untuk kita antisipasi bersama," tegas AKBP Riki Yariandi.


Kapolres Lumajang menginstruksikan seluruh jajaran agar memastikan kesiapan fisik personel maupun keandalan sarana prasarana pendukung di lapangan. 


Petugas diminta mempertajam deteksi dini, mitigasi, serta kecepatan respons terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah masing-masing.


Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor tanpa adanya ego sektoral dalam menangani situasi darurat bencana. Hubungan harmonis antara petugas dan warga harus terus dipupuk demi meminimalisir dampak buruk cuaca ekstrem.


"Kepada seluruh jajaran lintas sektor, relawan, dan instansi terkait, mari terus perkuat sinergitas. Hilangkan ego sektoral, kedepankan kepentingan masyarakat, dan pastikan setiap langkah penanganan dilaksanakan secara cepat, tepat, profesional, dan humanis," ujar AKBP Riki Yariandi.


Di akhir amanatnya, Kapolres Lumajang juga meminta petugas aktif memberikan edukasi mitigasi agar masyarakat semakin mawas diri. 


"Saya tegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," pungkasnya. (*)

 Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Kapolres Ngawi Terima Kunjungan Silaturahmi KPU

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Kapolres Ngawi Terima Kunjungan Silaturahmi KPU

 


NGAWI – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan dan meningkatkan koordinasi antarinstansi, Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi.


Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergitas antara Polres Ngawi dengan KPU Kabupaten Ngawi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi menyampaikan bahwa silaturahmi dan komunikasi yang baik antarinstansi merupakan hal penting untuk membangun kerja sama yang solid.


"Melalui silaturahmi ini, kami berharap hubungan dan koordinasi antara Polres Ngawi dengan KPU Kabupaten Ngawi semakin erat. Sinergi antarinstansi sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas, menjaga stabilitas keamanan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Ngawi," ungkap kapolres, saat dikonfirmasi media pada Rabu (4/11/2026)


Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Ngawi siap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kolaborasi antara Polres Ngawi dan KPU Kabupaten Ngawi semakin kuat, sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Ngawi yang aman dan lebih baik.

 Hadir Di Tengah Masyarakat, Polres Ngawi Gelar Gatur Pagi Untuk Kelancaran Lalu Lintas

Hadir Di Tengah Masyarakat, Polres Ngawi Gelar Gatur Pagi Untuk Kelancaran Lalu Lintas

 


NGAWI – Untuk memberikan rasa aman dan memastikan kelancaran arus lalu lintas pada pagi hari, anggota Polres Ngawi melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Gatur Pagi) di sejumlah titik wilayah Kabupaten Ngawi, Rabu (4/11/2026).


Kegiatan tersebut difokuskan pada kawasan sekolah, persimpangan jalan, serta sejumlah lokasi yang rawan kepadatan dan kemacetan, terutama pada jam aktivitas masyarakat dan keberangkatan pelajar.


Personel Polres Ngawi tampak turun langsung ke jalan untuk mengatur arus kendaraan, membantu penyeberangan pelajar dan masyarakat, serta mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.


Kapolres Ngawi AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan Gatur Pagi merupakan bentuk pelayanan nyata Polri kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran anggota Polri di jalan, terutama di kawasan sekolah dan titik rawan kemacetan, merupakan wujud kepedulian serta komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Kapolres.


Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Ngawi akan terus mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan sebagai bentuk pengabdian dan kedekatan Polri dengan masyarakat.


Kegiatan ini sejalan dengan slogan Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan bahwa Polri hadir, melayani, melindungi, dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.


Dengan pelaksanaan Gatur Pagi secara rutin, diharapkan aktivitas masyarakat berjalan lancar, keselamatan pengguna jalan semakin terjaga, serta situasi lalu lintas di wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman dan kondusif.