Ad 728x90

Tuesday, August 4, 2026

 Polsek Kebomas Gandeng YALPK Group Gelar Baksos Ojol Gresik Sumringah Dapat Sembako dan BBM Gratis

Polsek Kebomas Gandeng YALPK Group Gelar Baksos Ojol Gresik Sumringah Dapat Sembako dan BBM Gratis




GRESIK - Senyum sumringah terpancar dari wajah para pengemudi ojek online (ojol) dan warga saat menerima bantuan sembako serta BBM gratis dari Polsek Kebomas bersama Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK) Group, Selasa (4/8/2026).


Sejak pagi, ratusan warga dan pengemudi ojol memadati lokasi kegiatan. Antusiasme terlihat saat para penerima manfaat mengantre dengan tertib untuk memperoleh bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari.


Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno, hadir langsung memimpin kegiatan didampingi Kanit Reskrim Ipda Cipto Suciono, beserta personel Polsek Kebomas, Polres Gresik.


Demi memastikan kegiatan berjalan lancar, personel gabungan dari Satlantas dan Satintelkam Polres Gresik Polda Jatim turut melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.


Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno mengatakan, bakti sosial (Baksos) tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam membantu warga, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online.


"Kami berharap kegiatan pembagian sembako dan BBM gratis ini dapat memberikan manfaat nyata dan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga dan rekan-rekan ojol di Gresik," ujar Kompol Tatak.


Sementara itu, Ketua Umum YALPK, Edy Rusdianto menegaskan bahwa perannya tidak hanya berfokus pada advokasi hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga berkomitmen aktif melaksanakan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.


"Kali ini kami berkolaborasi dengan Polsek Kebomas jajaran Polres Gresik mengadakan Bakti Sosial sebagai wujud kepedulian antar sesama terutama bagi saudara kita Ojol," kata Edy.


Senyum bahagia para penerima bantuan menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat mampu menghadirkan manfaat serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat Gresik.


Selain ketua Umum YALPK, kegiatan juga dihadiri Ketua Harian Brahada Pratama, Korlap YALPK Jawa Timur Berdi Ferdiansyah, serta Ketua DPD YALPK Gresik Ahmad Nuryani.


Kehadiran seluruh jajaran menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. (*)

 Kapolda Jatim Dampingi Wamenhub Serahkan Santunan Korban KM Mutiara Sentosa II

Kapolda Jatim Dampingi Wamenhub Serahkan Santunan Korban KM Mutiara Sentosa II

 




SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., di Surabaya, Selasa (4/8/2026).


Dalam kunjungan tersebut Wamenhub menjenguk korban insiden terbakarnya KM Mutiara Sentosa II yang masih menjalani perawatan medis di RS PHC Pelabuhan Tanjungperak.


Selain memastikan kondisi para korban, rombongan Wamenhub juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga korban meninggal dunia yang proses identifikasinya dilakukan di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.


Santuan berupa uang tunai sebesar 50 juta dari PT Jasa Raharja (Persero) dan 75 juta dari PT Jasaraharja Putera untuk masing - masing korban meninggal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak musibah.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polda Jawa Timur atas peran aktifnya sejak proses penanganan musibah hingga pendampingan terhadap para korban.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Timur. Tanpa bantuan Polda Jatim, kami merasa seperti kaki yang pincang," ungkap Drs. Suntana.


Menurut Wamenhub Drs. Suntana, wujud nyata sinergitas antarinstansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, telah dilaksanakan oleh Polda Jawa Timur dalam penanganan peristiwa KM Mutiara Sentosa II.


Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., memastikan jajaran Polda Jatim akan terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan musibah tersebut. 


Kapolda Jatim menegaskan mulai dari pengamanan, proses evakuasi, koordinasi dengan instansi terkait, hingga pendampingan kepada korban dan keluarga akan terus dilakukan secara maksimal.


"Sejak insiden terjadi, Polda Jatim telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung proses penanganan korban bersama Kementerian Perhubungan, Basarnas, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Irjen Nanang. (*)

 Polri Gelar Dialog Penguatan Internal untuk Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Polri Gelar Dialog Penguatan Internal untuk Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital



Jakarta – Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan personel Mabes Polri, jajaran kewilayahan, akademisi, serta sejumlah pakar di bidang hukum dan psikologi forensik.


Dialog tersebut diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya ancaman kejahatan digital yang memanfaatkan hubungan emosional sebagai sarana melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga perdagangan orang. Perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), deepfake, dan berbagai teknik social engineering, membuat modus kejahatan ini semakin kompleks dan sulit dideteksi.


Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa transformasi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan ruang siber.


"Love scamming tidak lagi sekadar menjadi bentuk penipuan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga tindak pidana lintas negara," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.


Ia menjelaskan bahwa para pelaku kini memanfaatkan media sosial, aplikasi perpesanan, platform kencan daring, hingga teknologi kecerdasan buatan untuk membangun kedekatan dengan korban sebelum melakukan eksploitasi.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika kejahatan digital yang terus berkembang.


"Penanganan love scamming memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, analisis forensik digital, perlindungan korban, serta kerja sama lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya.


Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Sinta, Asisten Koordinator Resource Center Komnas Perempuan Robby Kurniawan, serta Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto.


Dalam paparannya, Kombes Pol. Sinta menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender elektronik telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus yang melibatkan unsur kekerasan berbasis gender secara daring.


"Love scamming dalam konteks kekerasan berbasis gender elektronik bukan sekadar penipuan biasa, melainkan kejahatan digital terorganisasi yang mengeksploitasi emosi, kepercayaan, dan kerentanan korban," ujarnya.


Sementara itu, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa penanganan perkara tidak dapat hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga harus memastikan perlindungan dan pemulihan korban secara menyeluruh.


Berdasarkan data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, jumlah laporan kekerasan berbasis gender online menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan meliputi penyebaran konten untuk merusak citra korban, pelecehan seksual siber, eksploitasi seksual, ancaman daring, dan pelanggaran privasi.


Di sisi lain, Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, seperti cyberflashing, online grooming, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.


"Penanganan kekerasan berbasis gender online tidak hanya berfokus pada penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga harus mengedepankan pencegahan, edukasi, perlindungan korban, pemulihan psikologis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor," jelasnya.


Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi berbagai modus kejahatan digital, memperkuat kapasitas penyidikan berbasis bukti elektronik, meningkatkan perlindungan terhadap korban, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

 Polres Ngawi dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi,  Wujudkan Kepastian Hukum di Bidang Pertanahan

Polres Ngawi dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi, Wujudkan Kepastian Hukum di Bidang Pertanahan

 




Ngawi – Polres Ngawi bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang sinergitas pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang.


Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi, Pembina TK I Eksam Sodak, S.SiT., M.Si., M.H., sebagai bentuk komitmen memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan pertanahan di Kabupaten Ngawi, pada Selasa (4/8/2026)


Melalui kerja sama ini, Polres Ngawi dan Kantor Pertanahan akan meningkatkan koordinasi, pertukaran informasi, serta kolaborasi dalam mendukung penegakan hukum, pencegahan konflik pertanahan, dan penataan ruang yang tertib sesuai ketentuan yang berlaku.


Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, mempercepat penyelesaian permasalahan pertanahan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Ngawi.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara Polri dan Kantor Pertanahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Permasalahan pertanahan membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai aturan. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap koordinasi semakin baik sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara profesional, memberikan kepastian hukum, mencegah konflik, dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Ngawi," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama.


Untuk diketahui, kegiatan dilaksanakan di gedung Bernadip lantai 3 Satreskrim Polres Ngawi, yang dihadiri juga oleh Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.k

k., bersama pejabat utama Polres Ngawi dan pejabat dari kantor pertanahan Kab. Ngawi.

 Polres Pelabuhan Tanjungperak Dampingi Korban Peristiwa KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penanganan Maksimal

Polres Pelabuhan Tanjungperak Dampingi Korban Peristiwa KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Penanganan Maksimal

 




SURABAYA - Di tengah kepanikan dan duka akibat kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026), hadir sosok yang memilih berada di garis depan bersama para korban.


Kapolres Pelabuhan Tanjungperak, AKBP Irwan Kurniawan turun langsung mengawal proses evakuasi hingga memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak.


Tanpa menunggu lama setelah menerima laporan insiden kapal penumpang rute Surabaya–Makassar itu, AKBP Irwan bergerak menuju Pelabuhan Tanjungperak. 


Ia memantau langsung proses kedatangan korban, memastikan alur evakuasi berjalan tertib, sekaligus mengecek kesiapan personel dan fasilitas medis yang disiagakan.


Di ruang penanganan korban, AKBP Irwan tampak mendampingi petugas saat membantu penumpang yang mengalami kelelahan dan sesak napas.


Beberapa korban yang dievakuasi menggunakan kursi roda mendapat perhatian langsung, mulai dari proses pemindahan hingga pemberian bantuan oksigen.


AKBP Irwan memastikan setiap tahapan penanganan berjalan cepat, aman, dan mengutamakan keselamatan para korban.


Polres Pelabuhan Tanjungperak juga mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi, pengamanan, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang menunggu kabar sanak saudaranya.


Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan, begitu informasi kebakaran diterima, seluruh personel langsung digerakkan untuk memberikan bantuan.


"Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung bergerak cepat membantu proses evakuasi bersama seluruh unsur terkait. Fokus utama kami adalah keselamatan para penumpang dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan," ujar Iptu Suroto, Selasa (4/8/2026).


Selain itu, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim terus menjalin koordinasi intensif dengan Basarnas, Polda Jawa Timur, TNI, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya. 


Sinergi tersebut dilakukan agar proses evakuasi hingga penanganan pascakejadian berlangsung efektif dan seluruh korban dapat segera memperoleh pelayanan terbaik.


"Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh korban maupun keluarganya sampai seluruh proses evakuasi dan penanganan selesai," tegasnya. (*)

 Tim DVI Polda Jatim Serahkan Dua Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II kepada Keluarga

Tim DVI Polda Jatim Serahkan Dua Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II kepada Keluarga

 


 

SURABAYA - Hingga Selasa (4/8/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur telah menyerahkan Dua jenazah korban KM Mutiara Sentosa II kepada keluarga.


Dua jenazah tersebut adalah Sri Indratmo Wijaya, laki-laki, (47) warga Dukuh Lunggoh, Mojoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan Sari Sukoco, laki-laki, (39) warga Jalan Kawi 08-A, Sidorejo Kauman, Tulungagung, Jawa Timur.


Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast setelah Lima kantong jenazah yang diterima Tim DVI Polda Jatim teridentifikasi.


"Sampai hari ini, Dua jenazah korban KM Mutiara Sentosa II telah diserahterimakan kepada pihak keluarga, selanjutnya kami antar ke rumah duka masing - masing memakai Ambulance dari RS Bhayangkara," kata Kombes Abast, Selasa (4/8/2026).


Kabid Humas Polda Jatim mewakili keluarga besar Polda Jatim juga menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.


"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polda Jatim, saya turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan," ungkap Kombes Abast.


Menurut Kombes Abast, dalam upaya memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban, Tim DVI Polda Jatim terus melakukan proses identifikasi secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI dinyatakan selesai.


Ia mengatakan, Polda Jatim yang berkolaborasi dengan instansi terkait, telah bergerak cepat dalam penanganan korban maupun proses identifikasi.


Selain mendirikan posko evakuasi terpadu di lapangan, Polda Jatim menyiagakan Posko Antemortem (AM) dan Postmortem (PM) guna memfasilitasi proses identifikasi korban secara medis dan forensik.


Kabid Humas Polda Jatim menambahkan untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat terkait peristiwa KMP Mutiara Sentosa II, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911.


"Kami mengimbau kepada seluruh keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa II untuk segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya," pungkas Kombes Abast. (*)

 Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Lima Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II

Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Lima Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II




SURABAYA– Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi Lima jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Madura.


Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terpadu lintas instansi yang terus berlangsung dalam upaya memberikan kepastian identitas kepada keluarga korban.


Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan sejak insiden terjadi, Polda Jatim bersama jajaran Polres di wilayah Madura telah bergerak cepat dengan berkolaborasi bersama berbagai instansi terkait dalam penanganan korban maupun proses identifikasi.


"Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI, " ungkap Kombes Abast di Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Senin (3/8/2026).


Empat Posko tersebut yakni di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya. 


"Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur," kata Kombes Abast.


Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jawa Timur selaku Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Dr. dr. Wahono Edhi menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah DVI.


Pihaknya juga melibatkan BPBD, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, Sie Dokkes jajaran Polres Madura, Polres Pelabuhan Tanjungperak, serta PPDS Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.


Kombes Pol. Dr. dr. Wahono mengatakan, lima kantong jenazah yang diterima telah dilakukan proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan korban. 


"Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Kombes Wahono.


Adapun lima korban yang berhasil diidentifikasi, yakni Sri Indratmo Wijaya, laki-laki, (47) warga Dukuh Lunggoh, Mojoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah, perempuan,(57) warga Jalan Sultan Abudallah II, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco, laki-laki, (39) warga Jalan Kawi 08-A, Sidorejo Kauman, Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra, laki-laki, (48) warga Kampung Dalam No. 84, Jorong Tangah Koto, Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat; dan Yedi Hendrawan, laki-laki, (63), warga Keruing Gang 4 No. 48, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.


Kombes Pol. dr. Wahono Edhi menegaskan, meski telah mengidentifikasi 5 jenazah yang ditemukan, Operasi DVI masih terus berlangsung seiring proses pencarian korban oleh tim gabungan di lapangan.


Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II agar segera melaporkan diri dan menyerahkan data antemortem kepada Posko DVI. 


"Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911," ucap Kombes Wahono.


Ia juga menegaskan, Polda Jawa Timur memastikan proses identifikasi akan terus dilakukan secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI dinyatakan selesai.


"Ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban," tegas Kombes Wahono yang juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi KM Mutiara Sentosa II. (*)

 Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang



Jakarta, 3 Agustus 2026 – Hingga Senin (3/8) malam, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih terus bekerja di lapangan mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Kota Padang. Sejak pukul 15.00 WIB, Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penyelamatan masyarakat, sementara proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara paralel dengan operasi evakuasi.


Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Sebanyak lima tim SAR Brimob diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak, yaitu Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.


Personel yang dikerahkan terdiri atas:


* Tim 1 sebanyak 10 personel dipimpin Aipda Masrizal, bertugas di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.

* Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan, bertugas di Air Pacah.

* Tim 3 sebanyak 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., bertugas di Tunggul Hitam.

* Tim 4 (Den Gegana) sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra, bertugas di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.

* Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi, bertugas di Air Pacah.


Dalam operasi ini, Brimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan lainnya untuk mempercepat proses evakuasi di wilayah yang masih tergenang banjir.


Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan yang dilakukan Polri.


“Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.


Ia menjelaskan bahwa proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara bersamaan dengan operasi penyelamatan agar bantuan dapat segera diberikan secara tepat sasaran.


“Kami sedang mendata jumlah korban serta warga yang mengungsi. Namun, upaya yang paling penting saat ini adalah segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang aman. Pendataan pengungsi dilakukan secara paralel dengan proses penyelamatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” jelasnya.


Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, penanganan bencana dilakukan melalui sinergi seluruh unsur agar proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.


“Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait dan masyarakat agar proses evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal hingga situasi kembali aman,” tegasnya.


Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan. Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih melaksanakan evakuasi dan bersiaga di lokasi-lokasi terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam situasi darurat.

 Polri Pastikan Situasi Keamanan Pusat-Pusat Ekonomi Nasional Tetap Kondusif

Polri Pastikan Situasi Keamanan Pusat-Pusat Ekonomi Nasional Tetap Kondusif

 



Jakarta – Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut disampaikan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penguatan sistem pengamanan di sejumlah kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan objek vital nasional di Jakarta maupun daerah lainnya.


Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Polri terus mengedepankan langkah-langkah preventif guna memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian nasional berjalan dengan baik.


"Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (3/8/2026).


Langkah antisipatif tersebut dilakukan secara berlapis dengan melibatkan seluruh satuan kewilayahan, mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek. Pengamanan difokuskan pada kawasan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.


Selain itu, Polri juga terus melakukan pemantauan secara real time melalui berbagai sistem yang dimiliki, termasuk Daily Operational Reporting System (DORS) yang menjadi sarana pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia.


Berdasarkan data DORS, situasi keamanan secara umum berada dalam kondisi terkendali dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional maupun aktivitas perekonomian masyarakat.


"Data yang kami peroleh melalui DORS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal," kata Johnny.


Menurutnya, peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan maupun pengelola kawasan usaha merupakan langkah antisipatif yang lazim dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja, perlindungan aset, dan kelancaran operasional perusahaan.


Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.


"Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga," ujarnya.


Polri menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat. Dengan kesiapan personel, dukungan teknologi, serta koordinasi yang terus diperkuat dengan berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.


"Masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Polri akan terus bekerja untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," tutup Johnny.

 Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian



Jakarta, 3 Agustus 2026 – Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).


Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.


“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.


Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.


Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.


“Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.


Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.


Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.


“Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.


Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.


Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.


Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.


“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.


Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.


Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.


“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

 Polres Ngawi Ajak Warga Jeblogan Lawan Hoaks, Wujudkan Keluarga Sadar Hukum

Polres Ngawi Ajak Warga Jeblogan Lawan Hoaks, Wujudkan Keluarga Sadar Hukum

 




Ngawi – Polres Ngawi melalui Seksi Humas menggelar penyuluhan Keluarga Sadar Hukum di Kantor Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (3/8/2026). 


Kegiatan ini bertujuan mengajak danu meningkatkan serta memberikan edukasi tentang kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat literasi digital agar warga mampu menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.


Acara yang diikuti perangkat desa, kader penggerak PKK, mahasiswa KKN, serta unsur TNI-Polri tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Jeblogan Suyoto, S.H., dan penyampaian materi oleh Kasi Humas kemudian sesi tanya jawab, hingga foto bersama.


Dalam kesempatan tersebut, Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian Ambarwati menyampaikan materi mengenai menangkal hoaks, ujaran kebencian di media sosial, sertay pencegahan cyberbullying. 


Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya, memahami konsekuensi hukum penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, serta membangun etika bermedia sosial agar tercipta ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Iptu Dian Ambarwati mengatakan bahwa edukasi hukum kepada masyarakat merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.


"Di era digital, masyarakat harus semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya maupun membagikan berita yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama membangun budaya bermedia sosial yang santun, bertanggung jawab, dan taat hukum demi menjaga persatuan serta keamanan di tengah masyarakat," ujar Iptu Dian Ambarwati.


Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Antusiasme peserta dalam mengikuti materi dan sesi tanya jawab menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesadaran hukum dan literasi digital sebagai upaya menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masyarakat.

 Respon Cepat Polisi Ngawi Bersama Warga Selamatkan Area Bawah Jembatan Gerih dari Amukan Api

Respon Cepat Polisi Ngawi Bersama Warga Selamatkan Area Bawah Jembatan Gerih dari Amukan Api

 



NGAWI, Panas terik di siang hari memicu terjadinya kebakaran rumpun, kayu, dan ranting kering di area bawah jembatan masuk Dusun Bangsal, Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.


Mengetahui adanya kobaran api yang berpotensi merambat ke balok kayu bantalan jembatan, warga bersama personel Polsubsektor Gerih bergerak cepat melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsubsektor Gerih Iptu Daryono mengatakan, sinergi antara kepolisian, perangkat desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah dampak yang lebih luas akibat kebakaran.


"Respons cepat personel bersama warga merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga keselamatan lingkungan," ujar Iptu Daryono, saat dikonfirmasi media pada Selasa (4/8/2026)


Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 10.00 WIB belum terlihat adanya titik api. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang oleh orang yang melintas di lokasi.


Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut.

Setelah dilakukan pemadaman dan pembuatan ilaran untuk mencegah api kembali menjalar, situasi dinyatakan aman dan kondusif.


Kapolsubsektor juga memberikan imbauan kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati, terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terlebih saat musim kemarau


"Ini musim kemarau, agar selalu berhati-hati. Semoga kita semua dapat menjaga lingkungan kita dari kebakaran. Dicek benar apabila buang puntung rokok, pastikan apinya sudah mati, agar kebakaran dapat dihindari," tutup Iptu Daryono

Monday, August 3, 2026

 Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Emas Murah, Lima Tersangka Diantaranya Warga Binaan Lapas Diamankan

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Online Emas Murah, Lima Tersangka Diantaranya Warga Binaan Lapas Diamankan

 




SURABAYA,- Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan online dengan modus promosi penjualan logam mulia emas di bawah harga pasaran.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Lima orang sebagai tersangka yang terdiri dari Empat warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan seorang wanita yang berperan sebagai penampung aliran dana hasil kejahatan.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Jatim dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat.


"Kasus ini menjadi perhatian kita bersama karena memanfaatkan teknologi untuk menipu masyarakat," kata Kombes Abast saat konferensi pers di Gedung Ditressiber Mapolda Jawa Timur, Senin (3/8/2026).


Sementara itu, Dirressiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk mencari dan memperdaya calon korban.


"Kami telah mengamankan lima tersangka, terdiri dari empat warga binaan lapas dan satu orang wanita," kata Kombes Pol Bimo Ariyanto.


Keempat warga binaan tersebut masing-masing berinisial IJS yang merupakan warga binaan Lapas Nusakambangan pindahan dari Lapas Sumatera Utara, serta IR, MAH, dan SYR yang merupakan warga binaan Lapas Sumatera Utara. Sementara satu tersangka lainnya adalah seorang wanita berinisial RML alias Beby.


Kombes Pol Bimo menjelaskan, kasus bermula ketika korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai anak korban dengan alasan menggunakan nomor baru.


Setelah korban percaya, pelaku menawarkan pembelian emas dengan harga promo sebesar Rp2,35 juta per gram, jauh di bawah harga pasar saat itu yang mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram.


"Karena tertarik dengan harga murah tersebut, korban membeli emas masing-masing dua batang ukuran 100 gram dan satu batang ukuran 50 gram dengan total transaksi Rp587,5 juta," jelas Kombes Bimo.


Korban kemudian mentransfer uang sebesar Rp587,5 juta ke rekening Bank BRI atas nama tersangka RML. 


Namun saat hendak kembali melakukan transaksi, suami korban merasa curiga dan menghubungi anak mereka. Dari situlah diketahui bahwa korban telah menjadi sasaran penipuan online.


"Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda," terang Kombes Bimo.


Menurut Kombes Bimo, tersangka IJS bersama MAH berperan menyiapkan perangkat lunak untuk melakukan scam.


Setelah target berhasil diperdaya, IJS meminta bantuan SYR dan IR untuk menyediakan rekening penampung. Rekening tersebut merupakan milik tersangka RML.


"Peran saudari RML adalah sebagai pemilik rekening penampung hasil penipuan sekaligus mengelola dan mendistribusikan uang kepada para pelaku lainnya," terang Kombes Bimo.


Dari hasil pengungkapan tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa unit telepon seluler, rekening bank, mutasi rekening, kartu ATM, akun dompet digital, hingga perhiasan yang diduga berasal dari hasil kejahatan. 


"Kami masih melakukan pendalaman terhadap korban-korban lain. Diperkirakan terdapat sedikitnya lima korban dengan modus yang sama, baik di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur, dengan total kerugian sementara mencapai sekitar Rp3,7 miliar," ujar Kombes Bimo.


Ia mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban penipuan dengan modus serupa agar segera melapor ke Ditressiber Polda Jatim.


"Kami juga sedang melakukan penelusuran aliran dana hasil kejahatan hingga tuntas," tambah Kombes Bimo.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. 


"Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,"pungkas Kombes Bimo. (*)

 Kapolda Jatim Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kapal Laut di Perairan Sumenep, Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan

Kapolda Jatim Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kapal Laut di Perairan Sumenep, Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan




SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).


Irjen Pol Nanang memastikan, proses pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan termasuk SAR Ditpolairud Polda Jatim.


Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Nanang Avianto didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau para korban kecelakaan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).


Dalam peninjauan itu,  Nanang didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga.


“Kami atas nama Polda Jawa Timur turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kapal laut ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Irjen Nanang.


Kapolda Jatim mengatakan, seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami sebagai bagian dari proses investigasi.


“Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami akan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk mengungkap penyebab insiden ini secara menyeluruh,” kata Irjen Nanang.


Selain memastikan penanganan terhadap para korban berjalan optimal, Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.


“Korban yang belum ditemukan masih terus kami cari bersama tim gabungan. Kami berharap dan berdoa agar proses pencarian berjalan lancar sehingga seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan,” pungkas Irjen Nanang.


Kehadiran Kapolda Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur, Wakapolda, dan jajaran Polda Jatim di lokasi penanganan korban menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan dukungan moril kepada para korban serta memastikan seluruh proses penanganan, pencarian, dan investigasi berjalan secara maksimal. (*)

 Polda Jatim Dirikan Posko DVI dan Posko Darurat Tangani Tragedi KMP Mutiara Sentosa II

Polda Jatim Dirikan Posko DVI dan Posko Darurat Tangani Tragedi KMP Mutiara Sentosa II

 




SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani dampak tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura. 


Selain mendirikan posko evakuasi terpadu di lapangan, Polda Jatim menyiagakan Posko Antemortem (AM) dan Postmortem (PM) guna memfasilitasi proses identifikasi korban secara medis dan forensik serta memberikan kepastian informasi bagi pihak keluarga.


Posko Antemortem (AM) difungsikan khusus untuk mengumpulkan data-data fisik korban sebelum meninggal dunia, seperti pencocokan manifes kapal, pengumpulan riwayat medis, ciri-ciri khusus, pakaian terakhir, hingga pengambilan sampel DNA dari keluarga inti.


Posko Postmortem (PM) ditempatkan di fasilitas medis rujukan untuk memeriksa kondisi fisik jenazah korban yang dievakuasi, melakukan identifikasi forensik, dan mencocokkannya dengan data dari posko Antemortem


Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Jatim resmi mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara HS. Samsoeri Mertojoso, Surabaya. 


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengungkapkan, langkah ini diambil untuk mempercepat proses identifikasi para korban meninggal dunia yang dievakuasi dari lokasi musibah.


"Penyediaan fasilitas penanggulangan bencana ini dibagi menjadi beberapa titik strategis guna memastikan seluruh penyintas dan korban mendapatkan penanganan yang terstruktur," ujar Kombes Abast, di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026).


Sejak posko dibuka, tim dokter forensik dan ahli DVI langsung bersiaga penuh menerima jenazah korban yang tiba dari jalur laut.


Proses identifikasi dilakukan secara ilmiah dan teliti melalui pencocokan dua data utama, yaitu data postmortem yang diambil dari kondisi fisik jenazah, serta data antemortem yang dikumpulkan dari pihak keluarga.


Kabid Humas Polda Jatim mengimbau kepada seluruh keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam pelayaran KMP Mutiara Sentosa II untuk segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya. 


Untuk mempercepat identifikasi, keluarga diharapkan membawa dokumen pendukung seperti KTP, KK asli untuk mencocokkan garis keturunan, data rekam medis gigi atau foto korban terakhir yang memperlihatkan susunan gigi (jika ada) dan catatan ciri khusus, seperti tato, bekas luka, tanda lahir, atau pakaian terakhir yang dikenakan korban.


Kombes Abast menambahkan, penanganan peristiwa KMP Mutiara Sentosa II tidak hanya berpusat pada proses identifikasi jenazah, namun juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mendirikan Posko Informasi Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 


Posko di Tanjung Perak ini difokuskan untuk melayani para penumpang yang selamat, memberikan pemeriksaan kesehatan fisik, pendampingan trauma (psikologis), serta memfasilitasi proses pemulangan mereka ke daerah asal.


"Posko terpadu ini untuk memfasilitasi pendataan ulang manifest, pemeriksaan kesehatan penumpang selamat, pemulangan, serta layanan darurat bagi keluarga korban," terang Kombes Abast.


Selain di Pelabuhan Tanjungperak, Polda Jatim juga mendirikan Posko Utama Terpadu di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, sebagai pusat kendali operasi lapangan, sterilisasi area pelabuhan, dan penyambutan awal korban yang berhasil dibawa ke darat.


Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, komitmen Polda Jatim bersama tim gabungan hingga saat ini adalah memastikan seluruh korban baik yang selamat maupun yang meninggal untuk mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik, cepat, dan transparan bagi pihak keluarga.


"Kami saat ini fokus evakuasi korbanbaik yang selamat maupun yang meninggal untuk mendapatkan penanganan kemanusiaan yang terbaik dan cepat, " pungkas Kombes Abast. (*)

 Raih Prestasi di Kapolda Cup 2026, Atlet Judo Polres Ngawi Terima Reward dari Kasat Lantas

Raih Prestasi di Kapolda Cup 2026, Atlet Judo Polres Ngawi Terima Reward dari Kasat Lantas




NGAWI, Polres Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi personel, tidak hanya di bidang tugas kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga.


Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih, Kasat Lantas Polres Ngawi selaku Pembina Olahraga Judo, AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H., memberikan reward kepada personel yang berhasil mengharumkan nama Polres Ngawi pada Kejuaraan Judo Kapolda Cup 2026.


Penghargaan tersebut diberikan kepada:

Bripka Eko Arif Susilo, BA Satlantas, selaku Pelatih Judo.

Bripda Ervina Nur Rahmawati, BA Sihumas, peraih Juara II kelas -48 kg perorangan putri.

Bripda Meita Fadhilah Zahra, BA Satlantas, peraih Juara III kelas -57 kg perorangan putri.

Bripda Septyan Ilham Pratama, BA Satsamapta, peraih Juara III kelas -55 kg perorangan putra.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pemberian reward merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat juang, dan kerja keras para atlet serta pelatih yang telah membawa nama baik Polres Ngawi di ajang Kapolda Cup 2026.


"Prestasi ini merupakan hasil dari disiplin, latihan yang konsisten, dan semangat pantang menyerah. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun di bidang olahraga, sehingga mampu mengharumkan nama Polres Ngawi di berbagai ajang kompetisi," ujar AKP Moh. Imam Reza, kepada media Senin (3/8/2026)


Ia juga menegaskan bahwa Polres Ngawi akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet di lingkungan kepolisian sebagai upaya mencetak personel yang berprestasi, profesional, dan membanggakan institusi.

 Polda Jatim Terjunkan 30 Personel SAR Polairud dan Almatsus, Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa 2

Polda Jatim Terjunkan 30 Personel SAR Polairud dan Almatsus, Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa 2




SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani kecelakaan laut dengan menerjunkan 30 personel SAR Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) serta menyiagakan Alat Material Khusus (Almatsus) untuk mengevakuasi para korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep Madura.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Polda Jatim langsung menginstruksikan tim SAR Ditpolairud untuk menuju koordinat kecelakaan sesaat setelah menerima laporan darurat, dengan menerjunkan personel yang terlatih dalam penyelamatan air.


Selain itu Polda Jatim juga mengerahkan armada kapal patroli cepat dan peralatan penyelamatan penyelaman untuk mempercepat proses penyisiran.


"Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat diselamatkan dengan cepat dan aman dari lokasi kejadian," ujar Kombes Abast, Senin (3/8/2026).


Untuk mendukung efektivitas operasi di lapangan, Polda Jatim membawa Almatsus penanggulangan kecelakaan air meliputi Perahu karet bermesin untuk menjangkau titik evakuasi sempit, Kantong mayat dan perlengkapan medis darurat untuk penanganan pertama korban, Alat penerangan bawah air dan deteksi sonar untuk mengantisipasi pencarian di kondisi visibilitas rendah serta Peralatan selam lengkap bagi personel yang melakukan penyisiran di sekitar lambung kapal.


Kabid Humas Polda Jatim menerangkan, prioritas utama dari penugasan 30 personel SAR Ditpolairud adalah menyisir area sekitar KMP Mutiara Sentosa 2, menyelamatkan penumpang yang masih bertahan, serta mengevakuasi korban ke posko kesehatan terdekat.


Polda Jatim juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Basarnas, TNI AL, dan pihak otoritas pelabuhan demi kelancaran operasi kemanusiaan ini.


"Saat ini kami fokus pada evakuasi korban. Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah disediakan di pelabuhan terdekat,"pungkas Kombes Abast. (*)

 Kapolda Jatim Pastikan Tak Ada Ancaman Kerusuhan di Jatim, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks

Kapolda Jatim Pastikan Tak Ada Ancaman Kerusuhan di Jatim, Warga Diminta Tak Percaya Hoaks

 




SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap aman dan terkendali. 


Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai narasi provokatif yang beredar di media sosial, termasuk isu yang menyebut Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan.


Pernyataan itu disampaikan Kapolda Jatim saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Kesatuan Bangsa di Tengah Polarisasi di Ruang Digital” di Surabaya, Senin (3/8/2026).


Menurut Irjen Nanang, dialog kebangsaan digelar sebagai forum memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah meningkatnya tantangan polarisasi informasi di ruang digital yang berpotensi memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.


“Situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman, tertib, dan kondusif. Kondisi ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat Jawa Timur,” kata Irjen Nanang.


Menurut Kapolda Jatim, dibalik perkembangan teknologi informasi yang membuat arus informasi menyebar begitu cepat, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi hingga intoleransi yang dapat mengganggu persatuan bangsa dan stabilitas keamanan.


Irjen Pol Nanang mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya mencermati beredarnya sejumlah konten media sosial yang membangun narasi seolah-olah Jawa Timur akan menjadi lokasi kerusuhan. 


Narasi tersebut dikaitkan dengan kegiatan rutin seperti pemeliharaan bangunan maupun peningkatan pengamanan fasilitas umum, lalu dibandingkan dengan situasi yang terjadi di negara lain.


“Terhadap hal ini saya sampaikan secara terbuka bahwa berdasarkan fakta di lapangan, tidak ada satu pun indikasi yang membenarkan narasi itu. Tidak ada ancaman kerusuhan di Jawa Timur, kondisi kita aman dan terkendali,” tegas Irjen Nanang.


Ia juga menegaskan Polda Jatim siap memfasilitasi sekaligus mengamankan seluruh kegiatan masyarakat agar setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan melalui tindakan yang berpotensi menimbulkan gesekan.


“Polri siap memfasilitasi dan mengamankan agar setiap perbedaan pilihan diselesaikan di meja musyawarah dan tidak berujung pada gesekan yang merugikan masyarakat umum,” ujar Irjen Nanang.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim mengajak seluruh komponen bangsa menjadi agen perdamaian di ruang digital. 


Ia meminta masyarakat mengedepankan etika dalam bermedia sosial, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menolak segala bentuk ujaran kebencian, intoleransi, dan provokasi, serta mengedepankan dialog, musyawarah, dan gotong royong dalam menyelesaikan setiap persoalan.


Selain itu, Kapolda Jatim kembali menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di era digital.


Irjen Pol. Nanang Avianto berharap Dialog Kebangsaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum memperkuat komitmen dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Mari kita terus jadikan semangat Jogo Jatim sebagai fondasi dalam menjaga kamtibmas, mendukung pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat Jogo Jatim itu, kita wujudkan ruang digital sebagai wadah persatuan, bukan arena perpecahan,” pungkas Irjen Nanang. (*)

 Satnarkoba Polres Ngawi Ungkap Kasus, Ribuan Okerbaya dan 2 Pelaku diamankan

Satnarkoba Polres Ngawi Ungkap Kasus, Ribuan Okerbaya dan 2 Pelaku diamankan

 





NGAWI, Satresnarkoba Polres Ngawi kembali berhasil mengungkap kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar yang membahayakan masyarakat. Dalam ungkap kasus yang dilakukan pada Sabtu (1/8/2026), petugas mengamankan dua orang terduga pelaku beserta ratusan butir obat keras yang diduga akan diedarkan secara ilegal.


Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita total 905 butir obat keras berbagai jenis, di antaranya Trihexyphenidyl, pil tanpaq merek, pil berlogo Y, dan pil berlogo LL. Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai hasil dugaan penjualan sebesar Rp. 970 ribu serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran obat-obatan tersebut.


Kedua tersangka SAFP (20) dan RR (21), dijerat dengan Pasal 435 atau Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasatresnarkoba AKP M. Luthfi, S.H., menegaskan bahwa Polres Ngawi berkomitmen memberantas peredaran obat keras berbahaya tanpa izin yang berpotensi merusak kesehatan dan masa depan generasi muda.


"Peredaran obat keras tanpa izin merupakan tindak pidana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kami akan terus melakukan penindakan secara tegas terhadap pelaku maupun jaringan yang terlibat serta mengembangkan penyelidikan hingga ke pemasoknya. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan ilegal di lingkungannya," tegas AKP M. Luthfi, saat dikonfirmasi media Senin (3/8/2026)


Saat ini, Satresnarkoba Polres Ngawi masih akan terus mengungkap kasus tindak pidana peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah Ngawi, sehingga generasi muda menjadi generasi yang sehat dan berprestasi.

 Polres Pasuruan Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Polres Pasuruan Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas

 




PASURUAN – Polres Pasuruan Polda Jatim menggelar salat Ghaib dan doa bersama di Masjid Rofiqul Ummah Polres Pasuruan, untuk para korban kecelakaan lalu lintas, Jumat (31/7/2026) pekan lalu.


Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. tersebut menjadi wujud keprihatinan sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas.


Salat Ghaib dan doa bersama dilaksanakan usai salat Jumat dengan diikuti para pejabat utama, personel Polres Pasuruan, serta masyarakat sekitar. 


Dalam suasana khusyuk, seluruh jamaah memanjatkan doa bagi para korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia agar mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Doa juga dipanjatkan agar seluruh pengguna jalan senantiasa diberikan keselamatan serta angka kecelakaan di Kabupaten Pasuruan terus menurun.


Berdasarkan evaluasi hingga akhir Juli 2026, kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pasuruan telah mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan hampir 50 orang mengalami luka-luka.


Data tersebut menjadi perhatian serius Polres Pasuruan Polda Jatim untuk terus memperkuat upaya pencegahan bersama seluruh pemangku kepentingan.


"Setiap korban kecelakaan adalah duka bagi kita semua. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas agar tidak ada lagi nyawa yang hilang di jalan raya. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," ujar AKBP Harto Agung Cahyono, Senin (3/8/2026).


Kapolres Pasuruan menjelaskan, berbagai langkah preventif terus dilakukan jajaran Polres Pasuruan Polda Jatim khususnya melalui Satuan Lalu Lintas untuk menekan angka kecelakaan. 


Upaya tersebut meliputi sosialisasi keselamatan berlalu lintas, koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur terkait kondisi jalan, hingga pemeriksaan kendaraan angkutan barang dan truk guna meminimalkan potensi kecelakaan.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Pasuruan Polda Jatim berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan. 


"Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kehati-hatian saat berkendara, serta sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menekan angka kecelakaan maupun korban jiwa di Kabupaten Pasuruan," pungkas AKBP Harto. (*)