NTT — Tim K3I Stamaops Polri terus memperkuat pengawasan, koordinasi, serta dukungan operasional dalam penanganan bencana gempa bumi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim yang dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana, S.I.K. tersebut melaksanakan rangkaian kegiatan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.
Pada Jumat (21/8/2026), Irjen Pol. Laksana selaku Ketua Tim turut mendampingi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai. Kunjungan tersebut menyasar Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Desa Goloconggo, Kabupaten Manggarai.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama anggota melaksanakan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat sekaligus mempersiapkan logistik bantuan Polri untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Pengiriman bantuan kemudian dilaksanakan menggunakan dua kendaraan kecil dan dua unit truk dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT menuju wilayah Ngada dan Nagekeo.
Pada Sabtu (22/8/2026), Ketua Tim K3I Irjen Pol. Laksana melaksanakan peninjauan posko di Mapolres Manggarai Barat. Pada kesempatan tersebut, ia juga mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah sebanyak 12 truk yang berisi berbagai kebutuhan untuk korban bencana. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak bencana di NTT.
Di Kabupaten Nagekeo, Tim K3I yang dipimpin Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak melalui Polres Nagekeo.
Tim juga melakukan pengecekan sejumlah fasilitas pelayanan dan dukungan kemanusiaan yang didirikan Polri, di antaranya Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, Pos Trauma Healing, serta Pos Pengungsian Polri. Tim turut meninjau langsung pelaksanaan trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak terdampak bencana.
Sementara di Kabupaten Ngada, Tim K3I yang terdiri dari Kombes Pol. Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak gempa melalui Polres Ngada serta melakukan pengecekan pendirian tenda pengungsian.
Selain kegiatan lapangan, Ketua Tim K3I juga melaksanakan rapat melalui Zoom Meeting bersama Kapolda NTT dan jajaran untuk membahas perkembangan penanganan bencana gempa, termasuk kondisi di lapangan serta kebutuhan dukungan bagi masyarakat terdampak.
Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana mengatakan, kehadiran Tim K3I Stamaops Polri merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran.
«“Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel, posko, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan hingga dukungan trauma healing bagi masyarakat. Yang paling utama adalah memastikan bantuan Polri benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Irjen Pol. Laksana.»
Ia menegaskan, Polri akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana bersama Polda NTT dan seluruh jajaran kewilayahan.
«“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.»
Seluruh rangkaian kegiatan Tim K3I Stamaops Polri dalam penanganan bencana gempa di wilayah hukum Polda NTT berjalan dengan aman dan lancar.
Sunday, August 23, 2026
Dari Palangka Raya, Wakapolri Bersama KSAD Pastikan Kesiapan Pasukan Tangani Karhutla
Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri memastikan kesiapan penuh dalam mendukung direktif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Hari ini, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berada di Kalimantan Tengah untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergi TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dalam penanganan karhutla.
Kehadiran Wakapolri bersama KSAD di Palangka Raya merupakan bagian dari pembagian tugas pimpinan TNI-Polri yang diarahkan Presiden untuk memastikan penanganan karhutla di empat provinsi Kalimantan berjalan cepat, terpadu dan serentak.
Polri sendiri telah melakukan berbagai upaya penanganan sejak awal, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, penguatan sarana prasarana, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.
Wakapolri menegaskan kesiapan jajaran untuk terus mengoptimalkan seluruh kekuatan dalam melaksanakan arahan Presiden.
“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”
Secara nasional, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.
Untuk memperkuat respons, jajaran Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.
Kesiapan pemadaman juga didukung 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau.
Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, telah disiapkan 7.775 personel gabungan, 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.
Jajaran Polda Kalimantan Tengah juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melakukan patroli di 18.687 titik.
Wakapolri bersama KSAD memastikan seluruh kekuatan tersebut terus dioptimalkan untuk mendukung pemadaman di lapangan, mempercepat respons terhadap titik api dan mencegah kebakaran meluas.
Polri juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi, termasuk drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception, untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi sedini mungkin.
Penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, masyarakat serta kementerian dan lembaga terkait.
Dari Palangka Raya, Polri memastikan seluruh jajaran siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas dan melindungi masyarakat.
Polri Terus Akselerasi Pemadaman Karhutla, Dukung Langkah Presiden
PALANGKA RAYA, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri siap mengakselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengoptimalkan kekuatan personel, sarana prasarana, teknologi, serta kolaborasi bersama TNI dan seluruh stakeholder.
Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hari ini turun langsung ke Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.
Dari Palangka Raya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kesiapan kekuatan TNI-Polri serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Polri sebelumnya telah melakukan berbagai upaya penanganan secara berkelanjutan, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, edukasi masyarakat, penguatan sarana prasarana hingga penegakan hukum.
Wakapolri menegaskan seluruh upaya tersebut akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan direktif Presiden.
“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.
Peningkatan hotspot menjadi perhatian bersama. Pada Juli tercatat 7.175 hotspot, sedangkan pada periode 1–18 Agustus 2026 mencapai 7.655 hotspot.
Untuk memperkuat respons, Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.
Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, kementerian/lembaga terkait serta masyarakat. Kolaborasi mencakup pemadaman, patroli, deteksi dini, pencegahan, edukasi, dukungan sarana prasarana hingga penegakan hukum.
Di bidang sarana prasarana, Polri siap mengoptimalkan dukungan 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan sumber air, mempercepat deteksi titik api dan mendukung pemadaman di lapangan.
Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.
Polda Kalimantan Tengah telah menyiagakan 7.775 personel gabungan, didukung 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.
Jajaran Polda Kalteng juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melaksanakan patroli di 18.687 titik.
Dukungan teknologi terus diperkuat, antara lain melalui penggunaan drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi pada fase awal kebakaran.
Selain pemadaman dan pencegahan, Polri memastikan penegakan hukum tetap berjalan. Hingga 21 Agustus 2026, telah diterima 77 laporan polisi terkait karhutla dan ditetapkan 70 tersangka, dengan luas areal terbakar dalam perkara mencapai 987,6 hektare.
Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran, dengan tetap membuka ruang pendalaman terhadap pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan.
Polri memandang pemadaman, pencegahan, penegakan hukum dan kolaborasi sebagai satu kesatuan dalam penanganan karhutla.
Kehadiran Presiden di Kalimantan hari ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan mengakselerasi seluruh upaya yang telah berjalan.
Polri siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan bersama untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan.
Edukasi Paham AI, Polres Ngawi Bekali 150 Siswa SMAN 1 Ngawi
NGAWI, Polres Ngawi terus mendorong generasi muda agar semakin bijak dan cerdas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Melalui Bag SDM Polres Ngawi, edukasi Paham AI diberikan kepada 150 siswa SMAN 1 Ngawi, bertempat di Laboratorium Komputer SMAN 1 Ngawi.
Tim edukasi paham AI Polres Ngawi ini menghadirkan personel dari Satreskrim, Bag SDM, Satbinmas, SitiK dan SiHumas. Materi diberikan secara edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perkembangan AI serta pemanfaatannya secara bijak, positif dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan Kepala Sekolah dan Ketua Tim Paham AI Polres Ngawi, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh trainer Paham AI Polres Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Ngawi Kompol Budi Cahyono, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa edukasi Paham AI menjadi bagian dari upaya Polri dalam membangun generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami penggunaan AI secara cerdas, aman dan bertanggung jawab.
“Teknologi AI memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara tepat. Karena itu, para siswa perlu memahami bagaimana memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, mendukung pembelajaran, kreativitas dan pengembangan diri, serta tetap bijak dalam menyaring informasi,” ujar Kompol Budi Cahyono, saat dikonfirmasi Minggu (23/8/2026)
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para siswa.
Melalui edukasi ini, Polres Ngawi berharap generasi muda semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital dengan sikap kritis, kreatif dan bertanggung jawab.
Curi Uang Rp18 Juta di Pasar Ngrambe, Pelaku Ditangkap Polres Ngawi di Bojonegoro
NGAWI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian uang tunai sebesar Rp18 juta yang terjadi di sebuah toko kelontong milik warga di Pasar Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Pengungkapan dilakukan pada Kamis (20/8/2026) malam.
Satreskrim Polres Ngawi berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial DM (42), warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang diduga sebagai pelaku pencurian.
Kasus tersebut berawal pada 8 Oktober 2025. Saat itu, korban sedang berada di toko kelontong miliknya di kawasan Pasar Ngrambe. Pelaku datang dengan berpura-pura hendak berbelanja.
Setelah memesan sejumlah barang, pelaku berpamitan dengan alasan hendak menemui suaminya.
Saat korban lengah, pelaku diduga mengambil tas milik korban yang berisi uang tunai Rp18 juta.
Korban kemudian menyadari uangnya telah hilang dan sempat mengejar pelaku. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material sebesar Rp18 juta dan melaporkannya ke Polsek Ngrambe.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian uang Rp18 juta di wilayah Ngrambe. Pelaku juga mengakui pernah melakukan pencurian uang sebesar Rp5 juta di wilayah Widodaren.
Modus yang digunakan pelaku yakni dengan mengalihkan perhatian korban, kemudian mengambil tas yang berisi uang ketika korban lengah.
Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polres Ngawi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui
Kasat Reskrim AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam memberikan kepastian hukum serta menjaga keamanan masyarakat.
“Polres Ngawi akan terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di tempat usaha, dan tidak lengah terhadap orang yang baru dikenal,” ujar AKP Pras Ardinata.
Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 476 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
AKP Pras menambahkan, pihaknya masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut untuk mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan pelaku.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan pencurian karena faktor ekonomi. Namun demikian, kami tetap akan mendalami keterangan tersebut dan mengembangkan kasus ini untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan maupun kejadian lainnya,” pungkasnya saat dikonfirmasi media, Minggu (23/8/2026)
Tim Trauma Healing Polda Jatim Bantu Pulihkan Warga Terdampak Gempa NTT
SURABAYA - Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).
Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.
Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.
Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.
Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana.
"Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.
Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain.
"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta," jelas Kombes Abast.
Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.
“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast. (*)
Pusdokkes Polri Berikan Layanan Kesehatan Gratis, 120 Warga Terdampak Gempa di Reo Telah Dilayani
REO, NTT — Di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur, kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting. Untuk membantu warga, Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus meninggalkan lokasi pengungsian.
Hingga Senin (17/8/2026), sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Juru Bicara Posko Pelayanan NTT, Ipda dr. Fahri Abdurrahman, mengatakan sebagian besar warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan memiliki keluhan yang relatif sama.
“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu, kemudian ada juga yang mual dan muntah,” ujar dr. Fahri.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian tim kesehatan, terlebih masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam situasi pengungsian yang serba terbatas.
Selain memberikan pengobatan, personel kesehatan Polri juga melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, keberadaan layanan kesehatan di sekitar mereka menjadi dukungan yang berarti. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami gangguan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas kesehatan yang jauh dari lokasi pengungsian.
Melalui layanan tersebut, Pusdokkes Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh pendampingan kesehatan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Kehadiran tenaga kesehatan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan memastikan warga tetap mendapatkan perhatian selama melewati masa sulit pascabencana.
Bantuan Kapolri Tiba di Labuan Bajo, Logistik Disiapkan untuk Warga Terdampak Gempa Flores
LABUAN BAJO, NTT — Kepedulian untuk warga terdampak gempa bumi di Flores terus diwujudkan Polri.
Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, pesawat Polri jenis CN-295 mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, membawa bantuan logistik dari Kapolri.
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, mengatakan bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Bantuan yang tiba antara lain 20 paket perlengkapan kompor untuk dapur lapangan, 1.500 kilogram gula pasir, 1.600 kilogram minyak goreng, 500 kilogram biskuit, 500 kilogram kecap, 100 kilogram teh celup, 100 kilogram susu Laktogen, serta 20 kilogram susu low-fat.
Bayu menjelaskan, seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan pendataan kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, bantuan yang dikirim tidak hanya sekadar hadir, tetapi dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Kapolri kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di wilayah Flores. Nantinya akan kami distribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan data dan kebutuhan di lapangan,” ujar Bayu.
Menurutnya, di tengah situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal tempat tinggal dan keselamatan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan perlengkapan untuk menyiapkan konsumsi di lokasi pengungsian.
Polri memastikan dukungan logistik akan terus diarahkan kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya penanganan dan pemulihan pascagempa.
Bagi warga yang masih bertahan di tengah situasi sulit, setiap bantuan bukan sekadar barang, tetapi menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Saturday, August 22, 2026
Polresta Malang Kota Sapa Warga melalui Baktikes dan Makan Bersama Gratis
MALANG KOTA – Komitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Polresta Malang Kota Polda Jatim.
Melalui Bakti Kesehatan (Baktikes), Polresta Malang Kota menyapa warga melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan makan bersama dengan warga masyarakat, Jumat (21/8/2026).
Jika sebelumnya kegiatan dipusatkan di lingkungan Mapolresta Malang Kota, kali ini pelayanan dilaksanakan ke tingkat sektor melalui Polsek Blimbing.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan makan gratis yang dihadiri Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandi Siregar didampingi Kapolsek Blimbing Kompol Enggarani Laufria tersebut disambut antusias oleh warga.
Lokasi di Polsek Blimbing dipilih karena berada di jalur menuju Terminal Arjosari, sehingga aksesnya cukup strategis bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perjalanan.
Kasihumas Polresta Malan
g Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, upaya memperluas jangkauan kegiatan ini bertujuan agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah hukum masing-masing sektor.
“Kegiatan sosial ini tidak hanya terpusat di Mapolresta, tetapi juga menyentuh langsung warga di tingkat Polsek,” ujar Ipda Lukman.
Dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, Polresta Malang Kota juga menyediakan sekitar 500 porsi makan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur tersebut.
Warga yang melintas di depan Polsek Blimbing dapat menikmati makanan yang disediakan secara gratis.
Sasaran pelayanan juga mencakup sopir angkot, pengemudi ojek online, warga yang sedang menunggu angkutan umum hingga calon penumpang bus luar kota.
Kehadiran layanan di jalur menuju Terminal Arjosari membuat masyarakat dapat memanfaatkan waktu singgah untuk sarapan sekaligus memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus datang secara khusus ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kegiatan ini tidak hanya menerima pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki ruang berkomunikasi berbagai persoalan di lingkungannya," pungkas Ipda Lukman. (*)
Brimob Polda Jatim Kerahkan Randurlap dan Water Treatment Pasok Makanan dan Air Bersih Pengungsi NTT
MANGGARAI, NTT — Personel Satbrimob Polda Jawa Timur bergerak cepat membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui Operasi Aman Nusa II, sebanyak 17 personel BKO dikerahkan untuk menyalurkan bantuan makanan dan air bersih di Pos Pengungsian Kompleks Barang Kolong, Kecamatan Reo, Sabtu (22/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Satbrimob Polda Jatim membawa satu unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) yang digunakan untuk menyiapkan total 1.950 porsi makanan siap saji dalam sehari.
Pasokan makanan tersebut dibagi secara merata, yaitu 650 porsi untuk makan pagi, 650 porsi untuk makan siang, dan 650 porsi untuk makan malam.
Selain makanan, krisis air bersih di lokasi pengungsian juga langsung ditangani. Tim Water Treatment Satbrimob Polda Jatim diterjunkan ke lokasi untuk memproses dan menyalurkan air bersih layak pakai demi mendukung aktivitas harian warga.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Personel Satbrimob Polda Jatim diterjunkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan," ujar Kombes Abast.
Ia juga menegaskan bahwa pasokan logistik dan air bersih akan terus diprioritaskan selama warga masih bertahan di tenda darurat.
"Polri berkomitmen untuk tetap mendampingi korban bencana hingga situasi di wilayah terdampak benar-benar pulih," pungkas Kombes Abast. (*)
Polri Siapkan 3.500 Paket Sembako, Besok Dikirim ke Nagekeo dan Ngada
MANGGARAI BARAT, NTT — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan. Kali ini, Satgas Mabes Polri bersama Polda NTT dan Polres Manggarai Barat menyiapkan ribuan paket bantuan sosial untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Sebanyak 3.500 paket sembako disiapkan melalui proses packing yang dilakukan di wilayah Manggarai Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kapolri untuk masyarakat terdampak bencana gempa di NTT.
Ketua Logistik polda NTT, Kombes Pol Edward Jacky Tofani mengatakan, setiap paket telah disiapkan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya mi instan, teh celup, gula, beras, dan minyak goreng.
“Kami dari Satgas Mabes Polri berkolaborasi dengan Satgas Polda NTT dan Polres Manggarai Barat melaksanakan proses packing bantuan dari Bapak Kapolri. Ini merupakan kelanjutan dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga nantinya bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Edward Jacky Tofani.
Untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat secara merata, Polri menyiapkan lima gudang, yakni tiga gudang di Manggarai Barat, satu di Kupang, serta satu gudang cadangan di Polres Sikka.
Gudang-gudang tersebut menjadi titik penerimaan bantuan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran. Selanjutnya, bantuan akan dipilah berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kita identifikasi kebutuhan maupun daerah-daerah yang membutuhkan, kemudian bantuan langsung kita distribusikan kepada sasaran. Harapannya, seluruh bantuan yang sudah disiapkan ini bisa sampai tepat sasaran,” jelasnya.
Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan ke wilayah Polres Manggarai dan Polres Manggarai Timur, distribusi berikutnya akan menyasar Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Sebanyak 10 truk bantuan direncanakan diberangkatkan dari Manggarai Barat untuk membawa bantuan tersebut ke dua wilayah itu.
Proses packing melibatkan sekitar 40 personel gabungan, terdiri dari personel Mabes Polri, Polda NTT, Polres Manggarai Barat, Polwan, Polki, hingga personel Brimob dari Den B Brimob Polda NTT.
Kombes Pol Edward Jacky Tofani menegaskan, percepatan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons Polri terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah titik terdampak.
“Atensi kita adalah bagaimana bantuan ini segera didistribusikan, mengingat ada informasi dari masyarakat terkait kebutuhan yang harus segera kita tindaklanjuti. Pesan Bapak Kapolri, bantuan harus sampai dengan selamat, tepat sasaran, dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di titik-titik yang betul-betul kritis,” tegasnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa dapat terpenuhi.
Tingkatkan Semangat Hari Juang Polri, Polres Ngawi Gelar Upacara
NGAWI, Polres Ngawi melaksanakan upacara peringatan Hari Juang Polri pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Satya Haprabu Polres Ngawi.
Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., selaku Inspektur Upacara dan diikuti para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, seluruh personel Polri serta ASN Polres Ngawi. Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., mengikuti upacara peringatan Hari Juang Polri yang dilaksanakan oleh Polda Jawa Timur.
Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengenang nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pendahulu Polri.
“Semangat perjuangan tersebut harus terus kita warisi dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," kata Kompol Rizki.
Polres Ngawi akan terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan seluruh personel dalam menjalankan tugas," lanjutnya
Semangat Hari Juang Polri diharapkan menjadi motivasi bagi setiap anggota untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan dengan penuh keikhlasan.
“Jadikan semangat Hari Juang Polri sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Ngawi,” pungkasnya.
Cerdas Bermedia di Era AI, Polres Ngawi Edukasi 150 Siswa SMKN 2 Ngawi
NGAWI, Polres Ngawi melalui Bagian SDM (Sumber Daya Manusia) melaksanakan kegiatan edukasi Paham AI kepada 150 siswa SMKN 2 Ngawi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Ngawi ini, menjadi bagian dari upaya Polres Ngawi dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sekaligus mendorong para pelajar agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, positif, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi dan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kepala Sekolah, serta sambutan Ketua Tim Paham AI Polres Ngawi. Selanjutnya, para siswa sejumlah 150 orang tersebut mendapatkan materi edukasi yang disampaikan oleh Trainer Paham AI Polres Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Ngawi Kompol Budi Cahyono, S.Sos., M.A.P., mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI harus diiringi dengan pengetahuan dan literasi digital yang baik.
“Pelajar harus mampu memanfaatkan teknologi AI untuk hal-hal positif, terutama untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaannya harus tetap bijak, kritis, beretika, dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Budi Cahyono, saat dikonfirmasi media pada Sabtu (22/8/2026)
Ia menambahkan, edukasi Paham AI diharapkan dapat membekali para siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manfaat serta risiko dari perkembangan kecerdasan buatan.
Kegiatan edukasi Paham AI Polres Ngawi di SMKN 2 Ngawi berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para siswa.
Personel Polri Buka Akses Jalan Terdampak Longsor Menuju Dusun Nitung di Palue
Sikka — Polri terus melakukan penanganan terhadap dampak bencana tanah longsor yang menutup akses jalan menuju Dusun Nitung, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pada Jumat (21/8/2026), personel Polres Sikka turun langsung melakukan pengecekan sekaligus pengamanan proses pembersihan material longsor.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut dipimpin oleh Kasikum Polres Sikka AKP I Wayan Artawan, S.H., bersama personel Polres Sikka, Bhabinkamtibmas serta Bintara Pol Subsektor Palue. Pembersihan dilakukan secara bertahap untuk membuka kembali akses jalan yang sebelumnya tertutup material tanah longsor.
“Pembersihan ini kami lakukan secara bertahap untuk memastikan akses masyarakat menuju Dusun Nitung dapat kembali terbuka dan aman. Kami juga mengantisipasi adanya material yang masih berpotensi longsor, terutama saat terjadi hujan,” ujar AKP I Wayan Artawan, Jumat (21/8/2026).
Hingga Jumat sore, proses pembersihan material longsor telah memasuki wilayah Dusun Coa, Desa Rokirole, Kecamatan Palue. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terbukanya akses jalan secara bertahap sehingga dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain membuka akses, pembersihan material juga dilakukan untuk mengurangi beban material di lereng serta merapikan struktur tanah di sekitar lokasi guna meminimalkan risiko terjadinya longsor susulan.
Kehadiran personel Polri dalam proses penanganan tersebut mendapat respons positif dari warga Dusun Coa. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan personel Polri yang turut membantu membersihkan material longsor yang menutup akses menuju Dusun Nitung.
Kegiatan pembersihan material longsor berakhir pada pukul 17.10 WITA dan akan dilanjutkan pada Sabtu (22/8/2026), sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak.
Polri Evakuasi Dua Warga Palue Lewat Jalur Udara, Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil
Maumere — Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8/2026).
Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.
“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.
Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.
Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.
Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.
“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.
Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.
Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.
Momen Istimewa Hari Juang Polri, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
JAKARTA — Ada pemandangan istimewa dalam Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Para mantan Kapolri dan Wakapolri dari berbagai masa hadir bersama jajaran pimpinan serta personel Polri saat ini dalam satu momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian.
Upacara dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Kehadiran para senior Polri menjadikan peringatan Hari Juang di Mabes Polri terasa berbeda. Para tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin institusi pada masanya kembali hadir di tengah keluarga besar Bhayangkara.
Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan mengambil sikap untuk berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan. Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri sesuai tantangan pada setiap zaman.
Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah mantan Kapolri. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H.; Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.; Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun; Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara; dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., hadir dalam upacara tersebut.
Dari unsur PP Polri dan PKBB turut hadir sejumlah purnawirawan perwira tinggi Polri. Mereka yang pernah mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan hadir bersama generasi Polri yang saat ini menjalankan tugas.
Kehadiran para senior tersebut membuat Lapangan Bhayangkara seolah menjadi ruang yang mempertemukan perjalanan panjang Polri dalam satu momentum. Para pemimpin dari berbagai masa berdiri bersama jajaran pimpinan dan personel Polri saat ini.
Momen itu bukan sekadar pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian banyak generasi.
Para mantan pimpinan Polri pernah menghadapi tantangan sesuai zamannya. Kini, generasi Polri saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.
Namun, nilai dasar pengabdian tetap sama: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara.
Purnatugas Bukan Akhir dari Pengabdian
Kehadiran para senior juga memperlihatkan bahwa purnatugas bukan akhir dari hubungan dengan institusi.
Pengalaman, keteladanan, dan kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bhayangkara. Para senior yang pernah memimpin institusi kini hadir sebagai saksi perjalanan Polri sekaligus bagian dari sejarah yang terus dikenang.
Suasana tersebut terasa semakin kuat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Para senior dan personel aktif berada dalam satu lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda tetapi dipertemukan oleh institusi dan semangat pengabdian yang sama.
Hari Juang Polri menjadi momentum untuk melihat bahwa sebuah institusi tidak dibangun dalam satu masa. Ada perjalanan panjang, ada pengabdian banyak generasi, dan ada nilai-nilai yang terus dijaga.
Kapolri di Surabaya, Wakapolri di Jakarta
Pada waktu yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.
Surabaya memiliki makna historis karena menjadi tempat Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara menengok kembali akar sejarah perjuangan Polisi, maka Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.
Dua lokasi tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi: sejarah menjadi sumber nilai, sementara pengabdian hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai tersebut.
Seluruh Polda Kobarkan Semangat Hari Juang
Semangat Hari Juang Polri Tahun 2026 juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia.
Upacara dan berbagai kegiatan digelar di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus momentum memperkuat komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Dari pusat hingga daerah, seluruh keluarga besar Polri kembali mengingat bahwa tantangan Kepolisian akan terus berubah. Namun, keberanian, integritas, loyalitas, profesionalisme dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.
Peringatan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri akhirnya menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.
Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda. Tantangan boleh berubah. Tetapi semuanya dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian: Polri untuk bangsa dan negara.
Friday, August 21, 2026
Menembus Jalan Terjal, Polri Hadir Membawa Harapan: Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa
Nagekeo — Di tengah sulitnya akses akibat bencana gempa bumi 7,7 SR, semangat untuk hadir dan membantu masyarakat tidak menyurutkan langkah Polri. Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama Tim Gabungan Satgas, menyalurkan bantuan dari Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. kepada warga terdampak gempa di Desa Wajomara dan Kampung Natakupe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.
Perjalanan menuju kedua wilayah tersebut bukanlah hal yang mudah. Kondisi geografis yang berada di kawasan lembah serta akses jalan yang dipenuhi longsoran baru pascagempa menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan.
Khusus untuk mencapai Kampung Natakupe, perjuangan bahkan harus dilanjutkan dengan menyeberangi sungai yang cukup luas karena belum terdapat jembatan penghubung. Tim harus turun langsung ke sungai dan rela berbasah-basahan demi memastikan bantuan dapat tiba dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi Kapolres Nagekeo dan Tim Gabungan Satgas. Langkah demi langkah ditempuh dengan satu tujuan: memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap merasakan kehadiran negara di tengah bencana.
Bantuan dari Kapolda NTT tersebut kemudian diserahkan secara langsung kepada warga terdampak gempa. Wajah haru dan penuh syukur tampak dari masyarakat yang menerima bantuan.
Bagi warga, kehadiran Kapolres Nagekeo bersama personel Polri bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Nagekeo yang sudah datang langsung ke tempat kami. Kami sangat terharu, karena kondisi jalan sulit, tetapi Bapak-bapak Polisi tetap datang untuk melihat dan membantu kami,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti nyata bahwa pelayanan dan kepedulian tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan akses.
Jarak yang jauh, jalan yang terjal, longsor dan derasnya sungai bukan alasan untuk berhenti melangkah. Di tengah duka akibat gempa, Polri memilih untuk hadir, mengetuk pintu warga, membawa bantuan dan menyalakan kembali harapan.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menembus segala rintangan. Sebuah langkah sederhana yang bagi masyarakat di pelosok terdampak bencana memiliki arti yang sangat besar: Polri hadir, Polri peduli, dan masyarakat tidak pernah berjalan sendiri.
Polri Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak Gempa di Desa Kerirea
Ende
— Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) bersama Polres Ende
terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa
bumi Flores pada 15 Agustus 2026. Kali ini, bantuan sosial disalurkan
kepada warga terdampak di Kampung Tanda Bheza, Desa Kerirea, Kecamatan
Nangapanda, Kabupaten Ende.
Penyerahan bantuan sosial
dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Bantuan
sosial dari Kapolda NTT dan Kapolres Ende tersebut diserahkan secara
langsung oleh Wakapolres Ende Kompol Ahmad, S.H., didampingi Kasat
Narkoba Polres Ende, Kapolsek Nangapanda, serta KBO Satintelkam Polres
Ende.
Bantuan sosial dari Kapolda NTT diberikan kepada 50 warga
berupa 50 bingkisan dan 25 dus air kemasan. Sementara bantuan dari
Kapolres Ende diberikan kepada 50 warga berupa 50 bingkisan dan 25 dus
air kemasan.
Dengan demikian, secara keseluruhan Polri
menyalurkan bantuan kepada 100 warga terdampak gempa berupa 100
bingkisan dan 50 dus air kemasan.
Wakapolres Ende Kompol Ahmad,
S.H., mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian
dan kehadiran Polri untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi
dampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri
kepada masyarakat yang terdampak gempa. Kami berharap bantuan yang
diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga dan menjadi
penyemangat bagi masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana,” ujar
Kompol Ahmad.»
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Ende juga
menyempatkan diri mengunjungi rumah salah satu warga terdampak, Lasianus
Satu. Rumah permanen milik warga tersebut mengalami kerusakan berat
pada bagian dinding dalam rumah yang belum diplester akibat gempa bumi.
Kunjungan
tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran Polri untuk melihat
secara langsung kondisi warga dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh
bencana.
Kompol Ahmad menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya
hadir bersama masyarakat, khususnya dalam masa tanggap dan pemulihan
pascabencana.
“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga
ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Polri akan terus
berkoordinasi dan hadir memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat terdampak,” katanya.»
Atas bantuan yang diberikan,
Sekretaris Desa Kerirea mewakili pemerintah desa dan masyarakat
menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Kapolda NTT, Kapolres
Ende, dan seluruh personel Polri yang telah memberikan perhatian kepada
warga terdampak gempa.
Kegiatan penyerahan bantuan sosial Polri
tersebut selesai sekitar pukul 13.30 Wita dan berlangsung dalam keadaan
aman dan kondusif.
Kapolri Tinjau Baktikes Di Gedung Kspsi Jatim, Layanan Kesehatan Dihadirkan Untuk Pekerja Dan Masyarakat
SURABAYA
– Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., meninjau
pelaksanaan Bakti Kesehatan (Baktikes) Polri dalam rangkaian peresmian
Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Baktikes
menghadirkan berbagai pelayanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat,
mulai dari poli gigi, penyakit dalam, mata, kandungan, hingga pelayanan
kesehatan umum.
Kegiatan tersebut menargetkan pelayanan kesehatan kepada 1.000 orang sesuai jenis layanan yang disiapkan.
Kehadiran
pelayanan kesehatan tersebut sejalan dengan harapan Kapolri agar Gedung
DPD KSPSI AGN Jawa Timur tidak hanya difungsikan sebagai pusat kegiatan
organisasi buruh, tetapi juga menjadi ruang pelayanan yang memberikan
manfaat langsung bagi pekerja.
"Saya berharap gedung ini tidak
hanya menjadi kantor bagi KSPSI AGN, tetapi juga menjadi rumah bersama
bagi perjuangan pekerja," kata Kapolri.
Gedung yang baru
direvitalisasi tersebut juga telah dilengkapi klinik kesehatan sebagai
salah satu fasilitas pelayanan, selain ruang organisasi, ruang rapat,
aula, minimarket, serta ruang pemberdayaan UMKM.
Menurut Kapolri,
keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan dan
konseling bagi pekerja, termasuk menjadi tempat untuk mencari solusi
terhadap berbagai persoalan secara dialogis.
Selain Baktikes,
rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bakti Sosial Polri berupa
penyaluran 1.500 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat serta
20 paket tas dan alat tulis kepada anak yatim.
Rangkaian kegiatan
sosial tersebut menjadi bagian dari semangat menjadikan gedung baru
KSPSI sebagai pusat aktivitas yang tidak hanya memperkuat konsolidasi
organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi pekerja dan masyarakat
sekitar.
Polri Berikan Konseling dan Trauma Healing bagi Korban Gempa di Manggarai Barat
Labuan Bajo — Kepolisian terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan dan konseling terhadap korban gempa yang saat ini menempati tempat tinggal sementara di Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.45 Wita tersebut dipimpin langsung Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., bersama Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M.
Kedua korban merupakan warga Kampung Sambi Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi terjadi.
Korban tersebut yakni Martina Nina (76), yang mengalami patah tulang belakang, serta Margareta Mandarin (5), yang mengalami patah tulang pada tangan sebelah kiri. Keduanya sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Dampek menuju RSUD Pratama Komodo menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan konseling dan trauma healing kepada korban, khususnya untuk membantu mengurangi dampak psikologis akibat pengalaman bencana yang dialami.
Pendampingan dilakukan dengan memberikan penguatan, membangun rasa aman dan nyaman, serta memberikan motivasi agar korban dan keluarga tetap memiliki semangat dalam menghadapi situasi pascabencana.
Kapolsek Komodo Ipda Adhar, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril dan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi pascabencana. Polri hadir untuk memberikan pendampingan, rasa aman, sekaligus dukungan moril agar korban dapat melalui masa pemulihan dengan lebih kuat,” ujar Ipda Adhar.»
Sementara itu, Psikolog Kepolisian Polda Jawa Tengah Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., mengatakan trauma healing diberikan sebagai bagian dari upaya membantu korban, terutama anak-anak, dalam mengelola rasa takut dan trauma setelah mengalami bencana.
“Pendampingan psikologis ini kami lakukan untuk membantu korban merasa lebih aman, nyaman, dan mendapatkan penguatan setelah mengalami peristiwa gempa. Kami berharap dukungan ini dapat membantu proses pemulihan psikologis korban secara bertahap,” ungkap Ipda Putri.»
Selain memberikan konseling dan trauma healing, tim juga menyerahkan bantuan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan kunjungan dan konseling tersebut berlangsung hingga pukul 16.15 Wita. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.