Ad 728x90

Tuesday, September 1, 2026

 Polres Bojonegoro Perkuat Sinergi Harkamtibmas, Gelar Doa Bersama Komunitas Ojol

Polres Bojonegoro Perkuat Sinergi Harkamtibmas, Gelar Doa Bersama Komunitas Ojol

 





BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim terus mengedepankan pendekatan humanis dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 


Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cangkrukan dan Doa Bersama bersama Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu di halaman Gedung Serbaguna, Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota, Jumat (28/8/2026) pekan lalu.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Bojonegoro Kompol Ferry Dharmawan, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu Suwito, serta puluhan anggota ojek online.


Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan komunitas ojol dalam menjaga kondusivitas.


Dalam sambutannya, Kompol Ferry Dharmawan menyampaikan amanah dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty yang memberi apresiasi kepada seluruh anggota komunitas ojol yang telah meluangkan waktu untuk hadir. 


Kompol Ferry mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi sarana membangun komunikasi dua arah yang efektif antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap persoalan maupun potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini.


Kompol Ferry juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


"Rekan - rekan Ojol yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjangkau berbagai wilayah, memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," ungkap Kompol Ferry.


Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Bojonegoro mengimbau para pengemudi ojek online agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang diduga melanggar hukum maupun berpotensi mengganggu keamanan melalui layanan Call Center Polri 110.


Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi akan mempercepat langkah kepolisian dalam melakukan pencegahan maupun penanganan sehingga potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sedini mungkin.


Sebagai bentuk ikhtiar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi Kabupaten Bojonegoro. 


Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga persatuan dan stabilitas keamanan.


Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, yang akrab disapa Wio, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Bojonegoro Polda Jatim yang terus membangun komunikasi dengan komunitas ojol. 


Menurut Wito, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat yang terbuka terhadap masukan dan siap berkolaborasi dalam menjaga keamanan.


"Kami siap mendukung dan menyukseskan setiap program Polres Bojonegoro. Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu juga siap menjadi mitra kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas," ujar Wito.


Komunitas Ojol berharap sinergi ini terus terjaga sehingga Bojonegoro tetap aman, bahagia, makmur, dan menjadi daerah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat. (*)

 Satgas Pangan Polresta Sidoarjo Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Stabil

Satgas Pangan Polresta Sidoarjo Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Stabil

 



SIDOARJO – Satgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Larangan, Sidoarjo, pada Senin (31/8/2026).


Kegiatan yang menggandeng Kepala Pasar Larangan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan distribusi maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, petugas berdialog langsung dengan sejumlah pedagang demi memastikan pasokan komoditas penting tetap terjaga.


Kasatgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Sahat Radot Siburian, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan monitoring secara berkala guna mengawal kondisi pangan di wilayahnya.


"Sidak ini bertujuan untuk mengetahui riil kondisi stok dan harga di lapangan. Kami ingin mengantisipasi sejak awal jika ada kendala distribusi yang bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujar Iptu Sahat.


Dari hasil pantauan langsung di lapangan, petugas memastikan bahwa stok berbagai komoditas pangan penting dalam kondisi aman. 


Pergerakan harga di tingkat pedagang juga terpantau stabil tanpa adanya lonjakan yang signifikan.


Selain memantau harga, Satgas Pangan juga memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar dan asosiasi pedagang. 


Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim perdagangan yang sehat, menjaga stabilitas harga, serta menjamin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan aman dan terjangkau. (*)

 Kompak, Polisi Ngawi Bersama TNI dan Warga Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Paron

Kompak, Polisi Ngawi Bersama TNI dan Warga Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Paron

 





NGAWI — Sinergi Polri, TNI bersama warga dan Instansi terkait terlihat dalam upaya pemadaman kebakaran rumah milik warga di Dusun Blego, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (31/8/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. 


Api diduga berasal dari korsleting listrik kipas angin yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan namun masih digunakan oleh korban.

Mengetahui adanya kobaran api, warga sekitar langsung berdatangan membantu menyelamatkan korban sekaligus melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.


Personel Polsek Paron bersama unsur TNI dan warga bahu-membahu mengendalikan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas gabungan bersama masyarakat terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.


Petugas Polres Ngawi dan Polsek Paron kemudian melakukan pengecekan lokasi serta mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bekas kipas angin dan potongan kayu yang terbakar.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bagian depan dan belakang rumah dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp70 juta.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Paron AKP Moh Nur Haris Al, S.H., mengapresiasi kepedulian dan kegotongroyongan masyarakat bersama aparat dalam penanganan kejadian tersebut.


“Sinergi antara Polri, TNI dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran. Respons cepat dan kepedulian warga membantu mempercepat proses pemadaman serta mencegah api semakin meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan peralatan listrik yang sudah rusak dan selalu memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman,” ujar AKP Moh Nur Haris Al.


Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan gotong royong antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keselamatan serta keamanan lingkungan.

 Polres Ngawi Ingatkan Konsekuensi Hukum Bagi Pembakar Lahan

Polres Ngawi Ingatkan Konsekuensi Hukum Bagi Pembakar Lahan

 




NGAWI, — Memasuki musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi Polda Jatim mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, sisa tanaman, maupun sampah. 


Langkah antisipasi ini diambil karena kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ngawi.


Kapolres Ngawi,AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat. 


AKBP Prayoga menyebut, selain mengancam kelestarian lingkungan, kabut asap yang ditimbulkan dari pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mencemari udara, serta merusak kesuburan tanah.


"Tindakan pembakaran lahan secara sengaja atau akibat kelalaian juga dipastikan memiliki konsekuensi hukum yang berat," tegas AKBP Prayoga, Selasa (1/9/2026)


Aturan tersebut lanjut AKBP Prayoga secara tegas diatur dalam Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


"Jangan sampai karena kelalaian atau kesengajaan membakar lahan justru menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. Mari kita cegah karhutla bersama-sama," ujar AKBP Prayoga.


Guna mengoptimalkan pengawasan di lapangan, Polres Ngawi Polda Jatim mengajak warga untuk segera melaporkan jika menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan atau potensi titik api. 


Laporan masyarakat dapat disampaikan secara cepat melalui Call Center 110 bebas pulsa, layanan WhatsApp di nomor 082230110110, atau melalui kontak SPKT Polres Ngawi di nomor 0351-749510 dan 085236087800. (*)

 Polsek Kendal Bersama Warga Sigap Evakuasi ODGJ Membawa Sajam

Polsek Kendal Bersama Warga Sigap Evakuasi ODGJ Membawa Sajam

 





NGAWI — Kesigapan personel Polsek Kendal bersama tenaga kesehatan dan perangkat desa berhasil mencegah potensi gangguan keamanan setelah menerima laporan adanya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membawa senjata tajam (sajam) dan berjalan di pinggir jalan, Senin (31/8/2026).


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Mendapat laporan dari masyarakat, petugas piket Polsek Kendal segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.


Dengan mengedepankan langkah persuasif serta memperhatikan keselamatan masyarakat, petugas bersama Puskesmas Kendal dan perangkat Desa Majasem mengamankan ODGJ tersebut. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke RS Soeroto Ngawi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kendal AKP Agus Pujiono, S.H., mengapresiasi kesigapan anggota dan kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan ODGJ yang berpotensi membahayakan diri maupun orang lain. Segera laporkan kepada kepolisian atau pihak terkait agar dapat ditangani secara aman dan tepat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas, sekaligus kita tetap mengedepankan pendekatan yang humanis terhadap ODGJ,” ujar AKP Agus Pujiono


Berkat sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, proses evakuasi berjalan aman dan kondusif. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kendal hingga saat ini tetap aman dan terkendali.

 Satlantas dan Dishub Perkuat Sinergi, Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Tertib di Ngawi

Satlantas dan Dishub Perkuat Sinergi, Wujudkan Lalu Lintas yang Aman dan Tertib di Ngawi

 



NGAWI — Sinergi lintas sektor terus diperkuat Polres Ngawi dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Ngawi.


Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi Kasatlantas Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H. bersama Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi.


Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan meningkatkan kolaborasi antara Satlantas Polres Ngawi dengan Dinas Perhubungan, khususnya dalam penanganan berbagai persoalan lalu lintas di wilayah Kabupaten Ngawi.


Dalam silaturahmi tersebut dibahas sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan kembali forum lalu lintas Kabupaten Ngawi, penegakan hukum dan pengawasan pelanggaran lalu lintas secara terpadu, hingga peningkatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, pelajar, pengemudi kendaraan bermotor dan seluruh pengguna jalan.


Selain itu, kedua pihak juga mendorong adanya pertukaran data dan informasi terkait kondisi lalu lintas, rekam jejak kecelakaan serta berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang lebih tepat, cepat dan terarah.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasatlantas Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa sinergi dengan seluruh stakeholder merupakan bagian penting dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib.


“Kami terus memperkuat sinergi dengan Dinas Perhubungan dan seluruh stakeholder terkait. Melalui komunikasi, pertukaran informasi serta langkah bersama, kami berharap berbagai persoalan lalu lintas dapat ditangani secara lebih efektif. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ujar AKP Imam Reza, Selasa (1/9/2026)


Ia menambahkan, upaya menciptakan Kamseltibcarlantas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pihak dan kesadaran masyarakat.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan kepatuhan dan kedisiplinan seluruh pengguna jalan, kita dapat mewujudkan lalu lintas di Kabupaten Ngawi yang semakin aman, tertib dan berkeselamatan,” pungkasnya.

Monday, August 31, 2026

 Polres Mojokerto Sulap Pos Kenanten Jadi Stasiun Terpadu Ramah Ojol, Dilengkapi IGD dan Peralatan Medis

Polres Mojokerto Sulap Pos Kenanten Jadi Stasiun Terpadu Ramah Ojol, Dilengkapi IGD dan Peralatan Medis

 




MOJOKERTO – Polres Mojokerto Polda Jawa Timur melakukan terobosan baru dengan mentransformasikan Pos Polisi Kenanten menjadi stasiun terpadu ramah ojek online (ojol) yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat model Instalasi Gawat Darurat (IGD). 


Proyek yang pembangunannya kini telah mencapai 70 persen tersebut dirancang khusus sebagai tempat singgah yang layak bagi para pengemudi ojol sekaligus pusat penanganan medis darurat di jalur rawan kecelakaan.


Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menyatakan bahwa proyek ini merupakan respons nyata kepolisian atas aspirasi para pengemudi ojol dan konvensional yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat mangkal yang layak tanpa mengganggu arus lalu lintas.


"Kami fokus mengembangkan pos lalu lintas ini menjadi stasiun terpadu yang memikirkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ujar AKBP Andi pada Senin (31/8/2026).


Kenanten Police Station kini tidak hanya berfungsi sebagai pos jaga biasa. Di tempat singgah resmi ini, para pengemudi ojol dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang kenyamanan seperti ruang istirahat, toilet, hingga akses WiFi gratis. 


Langkah ini pun mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan komunitas ojol setempat, seperti Margono (Shopee) dan Dony (Grab Mojokerto Community), yang menyambut hangat kehadiran fasilitas tersebut.


Selain kenyamanan, Polres Mojokerto Polda Jatim juga mengedepankan aspek keselamatan dengan memanfaatkan posisi strategis Simpang Lima Kenanten yang merupakan titik rawan kecelakaan. 


Kapolres Mojokerto menggagas pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), khususnya penanganan medis darurat untuk jantung dan pernapasan.


AKBP Andi menegaskan, pelatihan ini tidak hanya menyasar personel Polisi, tetapi juga akan melibatkan para pengemudi ojol dengan dukungan peralatan medis yang disediakan langsung di pos terpadu tersebut.


Di sisi lain, untuk mendukung kelancaran aktivitas di kawasan krusial yang dilintasi sekitar 300 unit truk per hari ini, Polres Mojokerto Polda Jatim bersama dinas terkait tengah menggodok rekayasa lalu lintas. 


Langkah awal yang disiapkan meliputi evaluasi rambu, penataan ulang drop zone, hingga kajian jangka panjang pembangunan flyover untuk mengurai kemacetan.


Kasi Pengendalian UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Akhmad Yazid, menambahkan bahwa pihaknya akan membawa rekomendasi dari Polres Mojokerto ini ke tingkat provinsi. 


Evaluasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala geografis jalan sisi utara yang sempit dan menurun, sehingga Kenanten Police Station bisa menjadi percontohan pos terpadu yang ideal di Jawa Timur. (*)

 Bhayangkara Sprint Rally 2026 Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Raih Juara Umum

Bhayangkara Sprint Rally 2026 Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Raih Juara Umum

 




PASURUAN – Kejuaraan Nasional Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.


Seluruh rangkaian kejuaraan berlangsung aman dan lancar dengan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Penutupan kejuaraan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pembalap yang berhasil meraih posisi terbaik. Penghargaan diserahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai digelar.


Dalam kejuaraan tersebut, Ryan Nirwan dari Toyota Gozo Racing berhasil meraih juara umum. Prestasi tersebut sekaligus melanjutkan catatan positif Ryan yang sebelumnya juga menjadi juara pada 2025.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 menunjukkan bahwa olahraga otomotif dapat menjadi ruang positif untuk membangun sportivitas, kebersamaan, sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian, komunitas otomotif dan masyarakat.


“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengapresiasi para peserta, panitia, IMI, komunitas otomotif serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Kombes Pol Jules, Senin (31/8/2026).


Menurut Kombes Pol Jules, semangat sportivitas yang ditunjukkan para pembalap di lintasan juga diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun kesadaran tertib dan keselamatan berlalu lintas.


“Semangat sportivitas yang ditunjukkan di lintasan tentunya juga harus menjadi bagian dari budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Kompetisi dilakukan di tempat yang memang disiapkan untuk itu, sedangkan di jalan raya keselamatan harus selalu menjadi prioritas,” tegasnya.


Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan hasil kolaborasi Polda Jawa Timur bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Gazpoll Racing Team.


Menurutnya, Bhayangkara Sprint Rally tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi kepolisian dengan komunitas otomotif dan berbagai elemen masyarakat.


“Kami berharap melalui kegiatan ini sinergi dengan komunitas dan masyarakat semakin kuat sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi keamanan yang kondusif,” kata Kombes Pol Bimo.


Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kejuaraan serta memberikan ucapan selamat kepada para pemenang.


“Selamat kepada para pemenang dari berbagai kelas. Saya juga mengucapkan selamat kepada Ryan Nirwan yang kembali meraih hasil terbaik setelah sebelumnya juga menjadi juara pada 2025,” ujarnya.


Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara hingga Sumatera Selatan.


Persaingan berlangsung ketat di berbagai kelas yang diperlombakan. Para pembalap harus menaklukkan karakter lintasan Pasuruan yang didominasi debu dan pasir serta mengalami perubahan kondisi seiring berlangsungnya setiap Special Stage (SS).


Bagi Ryan Nirwan, keberhasilan menjadi juara tidak diraih dengan mudah. Ia mengaku sempat tertinggal pada SS pertama sebelum bersama tim melakukan sejumlah penyesuaian terhadap performa kendaraan.


“Balapan kali ini banyak dramanya dan cukup menegangkan buat saya dan tim. Di SS pertama kami tertinggal cukup jauh dan sempat berada di posisi ketiga,” ujar Ryan.


Performa Ryan kemudian meningkat hingga momentum penentu terjadi pada SS keempat. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat dan membalikkan posisi untuk meraih kemenangan.


“Alhamdulillah di SS keempat kami berhasil menjadi yang tercepat dengan gap yang cukup besar. Dari sebelumnya berada di posisi kedua, akhirnya kami bisa membalikkan keadaan dan kembali menjadi juara di seri ketiga ini,” katanya.


Ryan menilai karakter lintasan Pasuruan memberikan tantangan tersendiri karena kondisinya terus berubah selama perlombaan.


“Di Pasuruan karakter tanahnya debu dan pasir. Dengan kondisi panas dan kering, semakin banyak mobil yang lewat, kondisi lintasan juga semakin berubah. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap,” ujarnya.


Ia pun memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 dan berharap kejuaraan serupa dapat terus dilaksanakan.


“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh penyelenggara. Bagi kami pembalap, lintasan ini sangat menantang. Saya berharap event seperti ini bisa terus ada dan semakin banyak track baru yang bisa digunakan,” kata Ryan.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang, Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran 3 resmi ditutup.


Ajang tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di dunia otomotif nasional, tetapi juga memperkuat sportivitas, kebersamaan dan kemitraan antara Polri dengan komunitas serta masyarakat, sekaligus membawa pesan bahwa keselamatan dan tertib berlalu lintas harus tetap menjadi prioritas bersama. (*)

 STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

STIK Mengabdi Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital

 



PALEMBANG - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penerapan Sistem Deteksi Dini Berbasis Komunitas Digital dan Edukasi untuk Memitigasi Gangguan Kamtibmas”.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 25–28 Agustus 2026 di wilayah Palembang dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya dalam situasi kedaruratan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen. Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026), mengatakan kegiatan STIK Mengabdi merupakan bentuk implementasi ilmu kepolisian agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“STIK tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu kepolisian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini dan kemampuan masyarakat dalam memitigasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Eko.


Menurutnya, Sumatera Selatan dipilih karena memiliki wilayah hutan dan lahan yang rentan terhadap kebakaran. Kondisi tersebut membuat karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan, aktivitas ekonomi, mobilitas, hingga stabilitas kamtibmas.


Dalam kegiatan tersebut, STIK mendorong penerapan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas digital untuk mempercepat komunikasi, pelaporan awal, pertukaran informasi, dan koordinasi ketika ditemukan potensi gangguan keamanan.


“Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah keterlibatan masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini,” jelasnya.


Eko menegaskan, pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk karhutla, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, edukasi dalam kegiatan STIK Mengabdi juga diberikan kepada unsur kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah.


“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu membangun kesadaran risiko, memperkuat jejaring komunikasi, dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta melaporkan potensi gangguan sejak dini,” tuturnya.


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen STIK yang terdiri atas Pembina Utama Madya Prof. Lindrianasari, SE., M.Si., Akt., Guru Besar STIK; KBP. Dr. Yudhi Hery Setiawan, SIK., M.Si., Dosen Utama STIK; KBP. Erick Hermawan, SIK., M.H., Analis Kebijakan Madya STIK; serta Pembina Rahmadsyah Lubis, S.Pd., M.Pd.


Keterlibatan para dosen tersebut menjadi bagian dari upaya STIK mengimplementasikan ilmu kepolisian melalui edukasi, penguatan kapasitas, serta pemberdayaan masyarakat dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas.


Eko berharap model pengabdian tersebut dapat dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan antara STIK, Polri, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat sehingga dapat menghasilkan pola deteksi dini yang dapat diterapkan di wilayah lain.


“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita ingin membangun masyarakat yang semakin sadar risiko, responsif terhadap potensi gangguan, dan mampu bersama-sama menjaga kamtibmas,” pungkasnya.

 Polisi Ngawi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Kamtibmas di Geneng

Polisi Ngawi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Kamtibmas di Geneng

 






NGAWI — Kapolsek  Geneng Iptu Harli Prabowo, S.H., menghadiri dan memberikan sosialisasi dalam kegiatan lintas sektoral dan Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Geneng yang digelar di Cafe & Resto Mewah, Dusun Bayem Kalang, Desa Keraswetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin (31/8/2026).


Pertemuan rutin setiap bulan ini menjadi wadah koordinasi dan komunikasi antarunsur lintas sektoral sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah desa, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Kecamatan Geneng.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Geneng juga menyampaikan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam menjaga kondusivitas wilayah. Masyarakat dapat memanfaatkan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan atau melaporkan adanya gangguan keamanan maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian.


Selain itu, menyambut agenda kegiatan Parluh PSHT P16 pada September 2026, Kapolsek mengajak para kepala desa untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta membantu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di lingkungan masing-masing.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Geneng Iptu Harli Prabowo, S.H., mengatakan bahwa sinergitas lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Koordinasi dan komunikasi lintas sektor harus terus diperkuat. Pemerintah desa memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan di wilayahnya. Dengan sinergi yang baik antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah bersama,” ujar Iptu Harli.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi Call Center 110 ketika membutuhkan pelayanan atau kehadiran Polri.


“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Geneng tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.


Kegiatan paguyuban kepala desa dan lintas sektoral tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.


 Bhabinkamtibmas Bringin Cek Pertanian Sayuran, Dukung Ketersediaan Pangan Warga

Bhabinkamtibmas Bringin Cek Pertanian Sayuran, Dukung Ketersediaan Pangan Warga

 



Ngawi – Polres Ngawi melalui Polsek Bringin terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian secara produktif guna mendukung ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Ngawi.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Bringin AKP Sulis Baskoro, S.Sos., mengatakan bahwa, “Pertanian dalam skala terbatas tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Melalui pemanfaatan lahan yang ada dan pendampingan secara berkelanjutan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dari lingkungan sendiri.”


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Legowetan, Aipda Sadino, melalui pengecekan pertanian terbatas berupa tanaman sayuran di Desa Legowetan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi.


Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sadino melakukan monitoring terhadap kondisi dan perkembangan tanaman sayuran sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik. Pengecekan ini juga dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui ketersediaan stok pangan di wilayah desa.


Selain melakukan monitoring, Bhabinkamtibmas memberikan motivasi kepada warga agar terus memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif dan menjaga keberlanjutan budidaya tanaman pangan.


Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polres Ngawi terhadap program ketahanan pangan dengan mendorong partisipasi masyarakat mulai dari ruang lingkup paling kecil.


Dengan optimalisasi lahan pertanian secara berkelanjutan, diharapkan ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga dan ketahanan pangan di Ngawi semakin kuat.

 Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa

 



JAKARTA, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.


Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.


Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.


Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif


Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.


Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.


Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.


Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.


Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.


Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman


Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.


Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.


Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.


Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah


Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.


Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.


Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.


Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa


Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.


Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.


Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.


Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.


175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan


Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.


Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.


Rinciannya:


* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;

* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;

* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;

* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.


Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga


Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.


“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”


Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.


“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”


Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.


“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”


Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.


“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”


Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.


Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.


Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.


Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas

 Terapi Ling Tien Kung: Cara Unik Bhabinkamtibmas Polres Blitar Bikin Warga Makin Sehat dan Kompak

Terapi Ling Tien Kung: Cara Unik Bhabinkamtibmas Polres Blitar Bikin Warga Makin Sehat dan Kompak

 




BLITAR – Komitmen jajaran Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir di tengah masyarakat terus dilakukan. Bukan hanya dalam hal penegakan hukum atau jaga keamanan masyarakat, namun juga peduli kesehatan warga di wilayah hukumnya.


Jika biasanya kepolisian identik dengan patroli keamanan, kali ini Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Kecamatan Lodoyo Timur Polres Blitar justru turun ke lapangan untuk memimpin latihan gerak terapi Ling Tien Kung.


Kegiatan yang dilaksanakan halaman Polsek Lodoyo Timur ini selain membangun kedekatan dengan masyarakat juga sebagai sarana menjaga kebugaran dan kesehatan warga.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder memberikan pelatihan gerakan terapi Ling Tien Kung kepada warga masyarakat khususnya pada lansia.


Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan, kegiatan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi warga.


“Melalui kegiatan yang bersifat positif dan bermanfaat, diharapkan kedekatan serta kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin meningkat,” AKP Nur Wasis, Minggu (30/8/2026).


Menurut AKP Nur Wasis, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga diharapkan dapat semakin memperkuat komunikasi serta menciptakan hubungan yang harmonis dan kondusif.


Kegiatan olahraga dan terapi bersama tersebut juga mendapat antusias dari masyarakat, khususnya warga lanjut usia. 


Dengan dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan masing-masing, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan semangat beraktivitas, serta mendukung pola hidup sehat.


"Polres Blitar berkomitmen untuk terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga," pungkas AKP Nur Wasis. (*)

 Kapolri: NKRI Rumah Bersama, Setiap Anak Bangsa Punya Ruang untuk Berkarya

Kapolri: NKRI Rumah Bersama, Setiap Anak Bangsa Punya Ruang untuk Berkarya

 



Solo - Kapolri menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan rumah bersama yang memberikan ruang bagi setiap anak bangsa untuk mengambil peran dan berkontribusi bagi kemajuan negara.


Pesan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga besar Garda Satya NKRI, Minggu (30/8/2026).


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan dan menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Melalui wadah tersebut, mereka berkomitmen mengambil peran positif dalam memelihara kamtibmas, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan keberagaman agama, suku, budaya, daerah, maupun latar belakang merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dirawat.


Menurutnya, persatuan menjadi modal utama untuk membawa Indonesia semakin kuat, maju, dan disegani.


Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata, baik bagi keluarga, lingkungan, maupun bangsa dan negara.


Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh sehingga setiap anak bangsa dapat mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memelihara kamtibmas, serta mendukung pembangunan nasional.

 Polsek Kendal Perkuat Poskamling, Wujudkan Kamtibmas di Ngawi Berbasis Masyarakat

Polsek Kendal Perkuat Poskamling, Wujudkan Kamtibmas di Ngawi Berbasis Masyarakat

 





NGAWI — Polsek Kendal Polres Ngawi terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui kegiatan pembinaan dan asistensi Poskamling di Desa Karangrejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Minggu (30/8/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan kondisi Harkamtibmas yang aman dan kondusif. Petugas memberikan arahan kepada petugas ronda terkait pentingnya meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Selain pembinaan, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu segera melaporkan apabila menemukan kejadian mencurigakan maupun gangguan Kamtibmas. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 serta SPK Polsek Kendal di nomor (0351) 732412.


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kendal AKP Agus Pujiono, S.H., mengatakan keberadaan Poskamling merupakan bagian penting dalam membangun keamanan lingkungan secara bersama-sama.


“Poskamling bukan hanya tempat untuk melaksanakan ronda, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap lingkungan. Dengan deteksi dini dan komunikasi yang cepat, potensi gangguan Kamtibmas dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi tindak kejahatan,” ujar Kapolsek Kendal.


Polsek Kendal mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera menghubungi Call Center 110 atau Polsek Kendal apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

Kegiatan sambang, pembinaan dan asistensi Poskamling berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Sunday, August 30, 2026

 Polres Lumajang Tangani Karhutla di Ranu Kembang dan Ledok Bedor,172 Pendaki Dievakuasi

Polres Lumajang Tangani Karhutla di Ranu Kembang dan Ledok Bedor,172 Pendaki Dievakuasi

 




LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jawa Timur bersama tim gabungan begerak cepat melakukan upaya pemadaman kawasan Ranu Kembang Lumajang.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang tersebut terpantau belum sepenuhnya padam hingga Minggu (30/8/2026).


Dengan alat manual, puluhan personel Polres Lumajang Polda Jatim bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, dua titik api di kawasan Ranu Kembang Gunung Semeru yang menyebabkan Karhutla tersebut diketahui terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.


"Terdapat dua lokasi titik api di kawasan Ranu Kembang tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani," terang AKBP Riki, Minggu (30/8/2026).


Menurut AKBP Riki dua lokasi karhutla tersebut kini menjadi fokus penanganan petugas. Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik berada di arah Jantur menuju kawasan B29.


“Untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” jelasnya.


AKBP Riki mengatakan, di Ledok Bedor petugas menghadapi medan terjal, angin, serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik. 


"Petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat melanjutkan penanganan ke titik berikutnya," ujar AKBP Riki.


Upaya yang dilakukan petugas saat ini selain pemadaman juga membuat sekat untuk menghambat pergerakan api.


"Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi," tambah AKBP Riki.


Kapolres Lumajang mengungkapkan, medan yang berat menjadi salah satu kendala utama di kawasan Ranu Kembang yang sulit dijangkau. 


“Kondisi di Ranu Kembang cukup sulit dijangkau. Api juga terus membesar, sehingga petugas terkendala untuk menuju lokasi,” ujar AKBP Riki.


Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah berhasil dievakuasi. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.


“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” tegas AKBP Riki. (*)

 Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara

Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara

 



Solo – Keluarga besar Garda Satya NKRI menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan semangat “Satya Haprabu”.


Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI bertema “Bersama Umat Membangun Indonesia” di Solo, Minggu (30/8/2026).


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Semangat “Satya Haprabu” menjadi cerminan tekad Garda Satya NKRI untuk menjaga komitmen kebangsaan dan mengarahkan semangat pengabdian pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk berperan serta membangun masa depan Indonesia.


“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, komitmen terhadap NKRI perlu diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif, mulai dari menjaga Kamtibmas, merawat persatuan, hingga mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.


Garda Satya NKRI juga didorong untuk terus mengembangkan perannya melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.


Kapolri berharap semangat dan kekompakan keluarga besar Garda Satya NKRI dapat menjadi kekuatan positif yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat.


Komitmen tersebut sejalan dengan tema “Bersama Umat Membangun Indonesia”, yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Dengan semangat “Satya Haprabu”, Garda Satya NKRI diharapkan terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

 Kapolri: Garda Satya NKRI Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas dan Keutuhan Bangsa

Kapolri: Garda Satya NKRI Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas dan Keutuhan Bangsa



Jakarta – Kapolri menegaskan Garda Satya NKRI memiliki peran penting sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat persatuan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri bersama Garda Satya NKRI, Minggu (30/8/2026), yang mengangkat tema “Bersama Umat Membangun Indonesia.”


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Kapolri mengatakan keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk meneguhkan komitmen kepada NKRI merupakan langkah yang mulia, berani, dan dilandasi semangat kebangsaan. Negara, menurutnya, memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk melangkah ke depan.


Ia menilai semangat, militansi, kedisiplinan, keberanian, dan kekompakan yang dimiliki Garda Satya NKRI dapat diarahkan menjadi kekuatan positif bagi bangsa.


“Keputusan untuk mengabdi sebagai Garda Satya NKRI merupakan panggilan nurani untuk menjadi garda yang senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian disampaikan Kapolri dalam sambutannya.


Dengan modal tersebut, Garda Satya NKRI diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.


Kapolri juga menekankan bahwa peran Garda Satya NKRI tidak berhenti pada komitmen kebangsaan. Organisasi tersebut diharapkan terus hadir sebagai mitra Polri dan pemerintah dalam menjaga kamtibmas, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional.


Ketika bangsa menghadapi situasi yang membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat, Garda Satya NKRI juga diharapkan siap berdiri bersama Polri dan seluruh komponen bangsa.


“Termasuk ketika bangsa dan negara menghadapi situasi yang membutuhkan peran saudara-saudara, saya berharap Garda Satya NKRI siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari garda penjaga NKRI,” ujar Kapolri.


Peran tersebut diarahkan untuk menjaga masyarakat sekaligus melindungi kepentingan bangsa dan negara.


Selain menjaga keamanan, anggota Garda Satya NKRI didorong mengambil peran produktif sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.


Menurut Kapolri, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya menghadapi ancaman, tetapi juga oleh kemandirian masyarakat, kekuatan ekonomi serta kokohnya persatuan dan kesatuan.


Kapolri menambahkan, Polri berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.


Menurutnya, kepercayaan dan persaudaraan yang telah terbangun harus terus dirawat dan diperkuat. Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI bukan sekadar hubungan sesaat, melainkan persaudaraan jangka panjang dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI terus berkembang menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.

Samapta Polres Ngawi Patroli Malam, Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

Samapta Polres Ngawi Patroli Malam, Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

  



NGAWI — Polres Ngawi melalui Satuan Samapta terus meningkatkan kegiatan preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah satunya dengan melaksanakan Patroli Perintis Presisi pada Sabtu malam (29/8/2026)
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menyasar sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Ngawi, di antaranya Terminal Kertonegoro, Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi, serta Bank BRI KC Ngawi.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Samapta tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat maupun petugas di lokasi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri sekaligus untuk mencegah potensi terjadinya gangguan kamtibmas.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta Polres Ngawi AKP Dandung Setiawan, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli Perintis Presisi merupakan langkah preventif untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada malam hari.

“Patroli ini kami lakukan secara rutin dengan menyasar pusat aktivitas masyarakat maupun objek-objek yang membutuhkan kehadiran anggota Polri. Selain pemantauan, personel juga melaksanakan patroli dialogis sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas,” ujar AKP Dandung.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus mempererat komunikasi antara Polri dan masyarakat.

“Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Ngawi aman, kondusif dan terkendali. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Patroli Perintis Presisi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Polres Ngawi dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sipropam Polres Ngawi Gelar Gaktibplin, Antisipasi Pelanggaran dan Judi Online

Sipropam Polres Ngawi Gelar Gaktibplin, Antisipasi Pelanggaran dan Judi Online

 




NGAWI — Sipropam Polres Ngawi melaksanakan Operasi Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Polres di depan kantor jaga Mako Polres Ngawi, yang dipimpin  Kasipropam Polres Ngawi AKP Suroyo. 


Pemeriksaan meliputi kelengkapan diri personel, kelengkapan kendaraan bermotor (ranmor), serta pengecekan telepon seluler (HP) sebagai langkah antisipasi terhadap keterlibatan personel dalam judi online (judol).

Sebelum pelaksanaan Gaktibplin, personel Sipropam terlebih dahulu mengikuti apel dan arahan pimpinan (AAP)


Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasipropam AKP Suroyo menyampaikan, kegiatan Gaktibplin merupakan bentuk pengawasan dan pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Ngawi senantiasa menjaga kedisiplinan, kelengkapan diri maupun kendaraan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.


“Selain pemeriksaan disiplin dan kelengkapan, pengecekan HP juga dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam judi online. Kami mengingatkan seluruh personel agar tidak mencoba-coba terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum maupun dapat merusak citra institusi,” ujar AKP Suroyo, Minggu (30/8/2036)


Menurutnya, setiap personel Polri harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, baik dalam sikap, perilaku maupun kepatuhan terhadap aturan.


“Disiplin dimulai dari diri sendiri. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan secara humanis namun tetap tegas, demi mewujudkan personel Polres Ngawi yang profesional, berintegritas dan dapat dipercaya masyarakat,” lanjutnya.


Melalui kegiatan Gaktibplin tersebut, Sipropam Polres Ngawi berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan disiplin personel sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri.


"Alhamdulillah, semua yang diperiksa lengkap dan tidak ada pelanggaran," tutupnya.