Ad 728x90

Monday, September 28, 2026

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8




KEDIRI — Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga Aditya Firmansyah (20) di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. 

Pemuda tersebut merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang membawa total 243 penumpang dan dilaporkan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). 

Isak tangis tak terbendung saat jenazah putra ketiga dari pasangan Budi Setiawan dan Ratna Sri Astutik ini tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026). 

Setelah dishalatkan oleh pihak keluarga dan pelayat, jenazah almarhum langsung diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Manggis.

Di tengah momen penuh kesedihan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., hadir secara langsung di rumah duka untuk menunjukkan empati mendalam dari institusi kepolisian. 

Didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, kehadiran korps Bhayangkara ini menjadi pilar penguat bagi keluarga yang tengah terpukul.

Sebagai bentuk kepedulian nyata dan untuk meringankan beban yang dihadapi, AKBP Wahyudin Latif secara simbolis menyerahkan santunan tali asih langsung kepada orang tua korban.

"Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kami ingin memastikan bahwa keluarga tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan untuk melewati masa-masa sulit ini," ungkap AKBP Wahyudin Latif.

Kehadiran dan perhatian besar dari Kapolres Kediri beserta jajaran ini mendatangkan keharuan tersendiri bagi pihak keluarga. 

Mewakili keluarga besar almarhum, Budi Setiawan selaku orang tua korban menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang telah ditunjukkan oleh Polres Kediri.

"Kami selaku pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri dan seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mendoakan anak kami, dan memberikan santunan. Perhatian dan dukungan moril ini sangat berarti bagi kami yang sedang berduka. Semoga kebaikan Bapak sekalian dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa," tutur Budi dengan nada lirih. (*)

 Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh




JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.

Pendaftaran dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa. Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan seragam.

“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

SMA KTB menyediakan kursi melalui jalur reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga melalui O2SN. Seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan sistem blind admission.

Dedi menegaskan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa. “Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Antusiasme terhadap SMA KTB meningkat. Pada angkatan pertama terdapat 11.765 pendaftar, dengan 120 siswa diterima. Jumlah itu naik menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.

“Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.

SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate (IB) serta telah berstatus IB World School. Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.

“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.

“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” katanya.

Dirgayuza menyebut sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah.

Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik untuk membentuk siswa berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global.

 Dirgayuza: SMA KTB Cari Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia

Dirgayuza: SMA KTB Cari Talenta Terbaik dari Seluruh Indonesia




JAKARTA – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) kembali mencari talenta terbaik dari seluruh Indonesia melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga Tahun Ajaran 2027/2028.

Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026, dengan daya tampung 180 siswa. Para siswa Indonesia yang diterima akan mendapatkan beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (LPSKTB) Dirgayuza Setiawan mengatakan perluasan penjaringan dilakukan untuk memastikan kesempatan mengikuti seleksi dapat diketahui putra-putri potensial dari berbagai daerah.

“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk bisa mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” ujar Dirgayuza saat launching SPMB SMA KTB di Pusdalsis Lantai 5 Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Pada penerimaan sebelumnya, jajaran Polri di daerah telah membantu melakukan sosialisasi ke lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia.

Menurut Dirgayuza, pola tersebut akan kembali diperkuat tahun ini. SMA KTB juga menyiapkan fasilitas ujian persiapan atau tryout, terutama bagi wilayah yang pada dua periode sebelumnya memiliki jumlah pendaftar atau keterwakilan siswa yang masih rendah.

“Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia,” jelas Dirgayuza.

Ia menegaskan, perluasan penjaringan tidak mengubah prinsip seleksi yang objektif dan kompetitif. Dari ribuan pendaftar, hanya 180 siswa yang akan diterima pada Angkatan Ketiga.

Salah satu daya tarik SMA KTB adalah kesempatan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun pendidikan bagi siswa Indonesia yang diterima. Dengan demikian, talenta potensial dari berbagai daerah dapat mengikuti pendidikan tanpa menjadikan persoalan biaya sebagai penghalang.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh putra-putri Indonesia yang memenuhi persyaratan.

“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan SMA KTB dikembangkan bukan hanya untuk mengejar prestasi akademik, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan akademik, karakter, kepemimpinan dan wawasan global.

“Kita ingin mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, berjiwa pemimpin, memiliki kepedulian sosial dan mampu beradaptasi menghadapi perubahan dunia,” katanya.

Dikembangkan Jadi Learning Campus

Dirgayuza mengatakan SMA KTB juga dikembangkan sebagai learning campus. Konsep tersebut membuat SMA KTB tidak hanya menjadi tempat belajar siswa, tetapi juga ruang pengembangan bagi tenaga pendidik dan calon pemimpin sekolah.

“Kita di SMA KTB telah merancang SMA ini untuk menjadi learning campus. Kampus belajar tidak hanya untuk siswa-siswi yang belajar sebagai siswa SMA, tetapi juga untuk calon-calon pemimpin sekolah di mana pun mereka nantinya berada,” ujarnya.

Tahun ini, SMA KTB merencanakan penerimaan sekaligus pelatihan sekitar 500 tenaga pendidik dengan fokus pada pengelolaan sekolah berbasis kurikulum internasional.

Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan kepemimpinan sekolah.

Dari sisi akademik, SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dengan International Baccalaureate (IB) dan telah memperoleh status IB World School.

Wakapolri menilai perpaduan kurikulum nasional dan internasional penting agar siswa memiliki identitas kebangsaan sekaligus kompetensi global.

“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, namun juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

SMA KTB juga memberikan pembinaan karakter, olahraga, seni dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

Dengan target lebih dari 17 ribu pendaftar, sosialisasi ke ribuan sekolah, fasilitas persiapan seleksi dan beasiswa penuh bagi siswa yang diterima, SMA KTB membuka ruang lebih luas bagi talenta terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengikuti proses seleksi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.

 Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung

Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung



PONOROGO — Gerak cepat personel Polres Ponorogo Polda Jatim melalui Polsek Sampung bersama tim gabungan berhasil menggagalkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar di kawasan hutan Dukuh Sampung Kidul, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (27/9/2026).

Titik api yang sempat membakar semak belukar di kawasan hutan tersebut berhasil dipadamkan setelah sejumlah personel Polsek Sampung Polres Ponorogo dan tim gabungan serta relawan berjibaku menaklukan api hampir dua jam.

Berawal dari laporan adanya kepulan asap, personel Polsek Sampung Polres Ponorogo langsung bergerak cepat memimpin pergerakan menuju lokasi melakukan isolasi area dan memotong jalur api guna mencegah kebakaran merembet ke kawasan hutan yang lebih luas.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, melalui Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto, S.H., menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca kering yang ekstrem.

"Respons cepat ini adalah komitmen kami untuk melindungi kawasan hutan dari kerusakan fatal. Alhamdulillah, berkat kesigapan di lapangan, titik api berhasil dijinakkan sebelum meluas, dan situasi kini aman terkendali," ujar AKP Agus Suprianto.

Setelah kobaran api utama berhasil dikendalikan, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan penyisiran intensif (pendinginan) di sekitar area terbakar untuk memastikan tidak ada sisa bara api atau selasah kering yang berpotensi memicu penyalaan ulang.

AKP Agus mengingatkan bahwa material semak dan daun kering di kawasan hutan saat ini sangat rentan dan mudah terbakar. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang memicu petaka karhutla.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu api di kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan sekali-kali meninggalkan bekas pembakaran yang belum padam total. Jika melihat ada indikasi titik asap, segera laporkan ke kami agar bisa langsung dieksekusi," tegas Kapolsek Sampung.

Guna mengantisipasi munculnya titik api susulan, Polsek Sampung bersama Perhutani kini memperketat patroli sinergis di titik-titik rawan wilayah Sampung. Langkah preventif dan respons cepat ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan Ponorogo selama musim kemarau berlangsung. (*)

 Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital




*MEDAN* — “Satu Klik, Sejuta Dampak” menjadi tema Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026. Tema tersebut sejalan dengan pesan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengenai perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi, dan peran strategis pemuda dalam menghadapi perubahan.

Dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru UMSU, Kapolri menekankan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan berlangsung sangat pesat. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin masa depan yang mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan ilmu dan kemampuan beradaptasi. Kapolri juga menekankan pentingnya membangun karakter dan integritas, menguasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya, serta mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi ruang digital Indonesia. Dalam paparannya, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial yang belum sepenuhnya diikuti literasi digital yang memadai. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, hingga berbagai bentuk kejahatan digital.

Di tengah kondisi tersebut, pemuda memiliki posisi penting untuk menjaga ruang digital sekaligus menjadi bagian dari solusi. Kapolri mendorong mahasiswa untuk menangkal hoaks dan provokasi, menjaga kerukunan, serta menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan.

Peran pemuda tidak berhenti pada ruang digital. Di lingkungan kampus, mahasiswa didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun budaya akademik yang sehat, serta mengembangkan kompetensi dan prestasi. Sementara di luar kampus, pemuda diharapkan menjadi agen perubahan, mendukung program pembangunan sesuai bidang keilmuan, mendorong kemajuan masyarakat, serta mengembangkan kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Peran tersebut menjadi semakin strategis karena Indonesia memiliki momentum bonus demografi pada 2030–2035. Dalam paparannya, Kapolri menempatkan pendidikan berkualitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan keterampilan sebagai bagian penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang mampu menghadapi perubahan dan memberikan kontribusi nyata. Kemampuan akademik perlu berjalan bersama karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

*“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia.”*

Masa depan tersebut dipersiapkan melalui proses panjang sejak hari ini. Di ruang pendidikan, ruang masyarakat, maupun ruang digital, generasi muda memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkarya, membangun kolaborasi, dan mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi untuk Indonesia Emas 2045




MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk menguasai teknologi digital secara bijak dan produktif agar tidak menjadi korban maupun bagian dari berbagai kejahatan di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (28/9/2026).

Kapolri mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti beragam ancaman, mulai dari penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan berbasis AI.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik. Sebab, ruang digital menjadi salah satu saluran utama masyarakat dalam menerima informasi.

Data Digital News Report 2026 mencatat 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial. Sementara itu, 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama informasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya generasi muda, perlu lebih kritis dalam menyaring setiap informasi. Kapolri mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah percaya, menyebarkan, ataupun mengikuti narasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolri juga menyoroti fenomena bandwagon effect, yakni kecenderungan seseorang mengikuti pandangan atau tindakan yang telah dilakukan banyak orang. Dalam ruang digital, fenomena ini dapat mempercepat penyebaran hoaks, membangun sentimen publik, hingga mendorong ajakan kolektif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, kejahatan digital terus berkembang dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat. Peredaran narkoba, penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri, perdagangan orang, dan penyebaran paham ekstrem turut menggunakan ruang digital sebagai sarana.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa UMSU menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU dapat menjadi generasi yang kuat secara karakter, cakap dalam memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sinergi Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Black Lava Ijen

Sinergi Polres Bondowoso dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Wisata Black Lava Ijen




BONDOWOSO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Blok R PTPN Regional 5 Blawan serta areal wisata Black Lava di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (26/9/2026).

Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas kurang lebih 11 hektare tersebut berhasil dipadamkan setelah personel Polres Bondowoso melalui Polsek Sempol bersama tim gabungan berjibaku selama lima jam di lokasi kejadian.

Kapolsek Sempol AKP Nisin, S.H., mengatakan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB setelah pihaknya menerima laporan dari petugas wisata Black Lava. 

Menurut informasi di lapangan, api pertama kali muncul dari arah timur, kemudian merembet dengan cepat ke pinggir jalan hingga memasuki areal wisata.

"Kondisi rumput ilalang yang sudah mengering di musim kemarau panjang, ditambah dengan hembusan angin kencang, membuat api sangat cepat membesar dan meluas," ujar AKP Nisin dalam keterangannya.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sempol, personel BKO Brimob Polda Jatim dan instansi terkait, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melokalisir dan memadamkan api. 

Upaya penjinakan api dilakukan secara intensif menggunakan satu unit armada roda enam milik Damkar Bondowoso dengan dukungan dua unit truk tangki air milik PTPN Blawan.

Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 15.00 WIB, di mana titik api utama di kawasan lahan PTPN Blawan berhasil dipadamkan secara total.

Di lokasi terpisah, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Boby Dwi Siswanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman warga. 

Meski demikian, Iptu Boby meminta warga sekitar untuk tetap bersiaga guna mengantisipasi potensi rambatan api susulan.

"Hingga Sabtu sore, sisa titik api dilaporkan sempat merambah ke kawasan Batu Rejeng milik Perhutani di Petak 102 B, namun seluruhnya sudah berhasil diatasi dengan baik," ujar Iptu Boby.

Kasi Humas Polres Bondowoso menegaskan bahwa situasi di wilayah Kecamatan Ijen pasca-karhutla tetap aman dan kondusif. 

Sebagai langkah antisipasi di tengah musim kemarau panjang yang masih berlangsung, Polres Bondowoso terus meningkatkan koordinasi dengan pihak PTPN, Perhutani, serta Muspika Kecamatan Ijen.

"Koordinasi berkala terus kami lakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di sekitar lokasi," imbuh Iptu Boby.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan ke posko Perhutani terdekat atau melalui call center layanan kepolisian 110 (bebas pulsa) apabila melihat adanya indikasi atau kemunculan titik api karhutla di lingkungan sekitar. (*)

 Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa

Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa



Rembang – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyebut ulama memiliki peran penting sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah.

Menurut Kapolri, peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berjuang untuk menjaga bangsa dan negara.

“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, peran tersebut tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.

Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting dalam mendukung personel menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Kapolri pun berharap kebersamaan ulama dan umara terus terjaga untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju

Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju




REMBANG – Persatuan bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, mengelola perbedaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kapolri menilai tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, persatuan harus terus dijaga agar perbedaan yang menjadi karakter Indonesia tidak berkembang menjadi konflik yang justru merugikan masyarakat dan negara.

Dalam upaya tersebut, kebersamaan ulama dan umara memiliki arti strategis. Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara telah memiliki sejarah perjuangan bersama sejak merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat yang sama kini dibutuhkan untuk mengisi kemerdekaan dan membawa Indonesia terus maju.

Kapolri menyebut ulama sebagai lentera dan kompas bagi bangsa. Nasihat, tuntunan, dan doa para ulama memberikan arah dalam menjaga kehidupan masyarakat. Sementara itu, Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Kedua peran tersebut bertemu pada tujuan yang sama. Ketika persatuan terawat dan keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak.

Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan. Bagi jajaran Polri, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan mendapatkan ilmu, nasihat, dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

Semangat itu digaungkan kepada keluarga besar Polri dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 700 peserta hadir langsung di Rembang, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual.

Kapolri juga memahami bahwa tugas anggota Polri penuh dengan risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama serta secara khusus menitipkan personel yang sedang menjalankan tugas agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha akhirnya mempertemukan tiga kekuatan penting: tuntunan ulama, pengabdian aparat, dan persatuan masyarakat.
Dari Rembang, pesannya jelas: perbedaan jangan menjadi jarak, keberagaman harus menjadi kekuatan. Ketika ulama dan umara bergandengan tangan serta masyarakat tetap bersatu, keamanan terjaga, pembangunan bergerak, dan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, serta semakin maju dapat diwujudkan bersama.

 Cangkrukan di Warung, Polisi Edukasi Warga Bahaya Narkoba

Cangkrukan di Warung, Polisi Edukasi Warga Bahaya Narkoba







Ngawi — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Polres Ngawi hingga ke tengah masyarakat. Kali ini, edukasi dilakukan oleh Polsek Kendal melalui kegiatan cangkrukan dan binluh (pembinaan dan penyuluhan) kepada warga yang sedang berkumpul di warung-warung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai sarana untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligusj memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dalam suasana santai dan akrab, petugas menyampaikan berbagai dampak negatif narkoba, baik terhadap kesehatan, kehidupan sosial, maupun keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga juga diajak untuk bersama-sama mencegah lingkungan dari pengaruh narkoba serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kwadungan AKP Arif Hidayat, S.H., mengatakan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Cangkrukan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan bahaya narkoba sekaligus mendengarkan informasi dan persoalan yang ada di lingkungan warga,” ujar AKP Arif, Senin (28/9/2026)

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Polisi mengajak warga, khususnya para pemuda, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba.

Polsek Kwadungan terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba melalui pendekatan humanis, komunikasi, serta kolaborasi bersama masyarakat.


 Polwan Polres Ngawi Harumkan Nama Daerah, Bripda Dyah Putriayu Diana Sabet Dua Gelar Juara di IRJ 24 Championship 2026

Polwan Polres Ngawi Harumkan Nama Daerah, Bripda Dyah Putriayu Diana Sabet Dua Gelar Juara di IRJ 24 Championship 2026





Ngawi — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polwan Polres Ngawi. Bripda Dyah Putriayu Diana berhasil meraih dua gelar juara sekaligus dalam Kejuaraan Pencak Silat International Referee Jury (IRJ) 24 Championship 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Dalam kejuaraan tersebut, Bripda Dyah Putriayu Diana yang anggota PPA Satreskrm Polres Ngawi, sukses meraih Juara 1 Seni Beregu Putri serta Juara 1 Kelas B Dewasa Putri.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Polres Ngawi sekaligus menunjukkan bahwa personel Polri tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan berprestasi di bidang olahraga.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., bersama staf dan jajaran menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Bripda Dyah Putriayu Diana.

“Kami menyampaikan selamat dan sukses kepada Bripda Dyah Putriayu Diana atas prestasi yang diraih. Ini merupakan kebanggaan bagi Polres Ngawi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi, membawa nama baik institusi, serta menginspirasi personel lainnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujar Kapolres Ngawi.

Kapolres juga menegaskan bahwa setiap prestasi personel merupakan bagian dari semangat Polres Ngawi untuk terus memberikan kontribusi positif, baik dalam pelaksanaan tugas maupun melalui berbagai bidang yang dapat memberikan kebanggaan bagi institusi dan masyarakat.
Polres Ngawi RAMAH, Presisi dan hadir untuk masyarakat.

Ajakan Melapor Gangguan Kamtibmas
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan berikut:
📞 Call Center 110
📱 WhatsApp: 0822-3011-0110
☎️ Layanan SPKT Polres Ngawi: 0351-749510
📱 SPKT Polres Ngawi: 0852-3608-7800

#PolresNgawi #PolriPresisi #CallCenter110 #PolriUntukMasyarakat #JogoJatim

Sunday, September 27, 2026

 Patroli Gentong Polres Trenggalek Salurkan Air Bersih untuk Sekolah dan Tempat Ibadah

Patroli Gentong Polres Trenggalek Salurkan Air Bersih untuk Sekolah dan Tempat Ibadah




TRENGGALEK – Menghadapi dampak kekeringan panjang, Polres Trenggalek Polda Jatim terus melakukan berbagai langkah strategis untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih.


Melalui program "Patroli Gentong"—sebuah inisiatif patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang dipadukan dengan aksi kemanusiaan—Polres Trenggalek Polda Jatim berupaya memberikan kontribusi nyata bagi warga terdampak. 


Tidak hanya menyasar pemukiman penduduk, armada Patroli Gentong ini juga mendistribusikan air bersih ke fasilitas umum, tempat ibadah seperti masjid dan mushala, hingga lembaga pendidikan.


Aksi nyata tersebut salah satunya ditunjukkan oleh personel Polsek Suruh. Menggunakan kendaraan patroli yang membawa sedikitnya 1.200 liter air, petugas menyalurkan bantuan air bersih ke SD Negeri 1 Suruh, Kecamatan Suruh. 


Kedatangan armada Patroli Gentong ini pun langsung disambut gembira oleh para guru dan siswa.


Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Suruh, Iptu Sujarwo, S.H., menuturkan bahwa pihak sekolah juga sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk menunjang aktivitas sanitasi harian.


“Air bersih ini kami distribusikan langsung ke kamar mandi dan tandon air yang ada di sekolah sebagai cadangan kebutuhan operasional sehari-hari,” ujar Iptu Sujarwo, Jumat (25/9/2026).


Ia menambahkan, selain membantu pihak sekolah, Patroli Gentong Polsek Suruh juga menyuplai kebutuhan air bersih untuk sejumlah mushala di lingkungan setempat guna keperluan wudu para jemaah dan dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan.


“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat, khususnya dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (*)

 Polresta Malang Kota Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Siswa, Polda Jatim Beri Pendampingan Korban

Polresta Malang Kota Dalami Kasus Dugaan Kekerasan Siswa, Polda Jatim Beri Pendampingan Korban



MALANG KOTA – Penyelidikan kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP Negeri 18 Kota Malang terus didalami pihak Polresta Malang Kota. 


Guna memastikan penanganan berjalan optimal, Dirreskrimum PPA-PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum bersama Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah mengunjungi para korban dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial setempat, Sabtu (26/9/2026).


Kasus yang dipicu persoalan seragam lurik ini sebelumnya viral di media sosial. Kunjungan lintas instansi tersebut difokuskan pada pemberian dukungan moral dan pemulihan trauma bagi para siswa, termasuk salah satu korban yang merupakan siswa inklusi.


“Kami hadir untuk memastikan adik-adik korban kekerasan mendapatkan pendampingan dan pemulihan terbaik agar mereka tetap mau bersekolah,” ujar Kombes Pol Ganis.


Selain fokus pada pemulihan korban, Polisi juga tengah mengidentifikasi potensi adanya korban lain di sekolah tersebut. 


Berdasarkan data awal, terdapat siswa yang dilaporkan mengalami luka lebam. Kendati demikian, polisi belum menyimpulkan jumlah total korban karena pemeriksaan masih berjalan.


Kombes Ganis mengimbau masyarakat untuk berani bersuara melalui gerakan Raise and Speak Up demi memutus rantai kekerasan pada anak dan perempuan. 


"Jangan takut melapor agar kami bisa memberikan perlindungan maksimal," ujar Kombes Ganis.


Di sisi lain, Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti, termasuk melakukan visum medis kepada korban. 


Pemeriksaan terhadap oknum kepala sekolah selaku pihak terlapor juga akan segera dijadwalkan sesuai prosedur hukum.


"Semua keterangan dan bukti yang diperoleh akan kami analisis secara mendalam untuk menerapkan pasal perlindungan anak maupun KUHP secara tepat," pungkas Iptu Khusnul. (*)

 Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

Kapolri: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa



Rembang – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa di tengah berbagai tantangan global.


Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah.


Kapolri mengatakan, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dirawat. Berbagai perbedaan yang ada perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat maupun negara.


“Di tengah berbagai tantangan global, kita harus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, persatuan menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Karena itu, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dikelola sebagai bagian dari kekuatan Indonesia.


Dalam menjaga persatuan tersebut, Kapolri turut menekankan pentingnya kebersamaan antara ulama dan umara. Keduanya memiliki sejarah panjang dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta memiliki peran dalam menjaga bangsa hingga saat ini.


Kapolri pun mengajak ulama dan umara untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan merawat NKRI demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.


“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

 Polres Gresik Gencarkan Inovasi Kopi Keliling, Bangun Kedekatan dengan Warga Ajak Jaga Kamtibmas

Polres Gresik Gencarkan Inovasi Kopi Keliling, Bangun Kedekatan dengan Warga Ajak Jaga Kamtibmas



GRESIK – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terus digalakkan Polres Gresik Polda Jatim lewat pendekatan humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satuan Binmas (Satbinmas) melalui program Kopi Keliling.


Kegiatan ini dikemas santai. Sembari membagikan kopi gratis, personel Satbinmas berbaur langsung untuk mencairkan suasana di tengah aktivitas warga.


Melalui ruang dialog yang akrab ini, masyarakat menjadi lebih leluasa menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, hingga masukan terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka.


Tak sekadar menampung keluhan, Polisi juga menyelipkan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak warga aktif menjaga lingkungan.


Kasat Binmas Polres Gresik, AKP M. Nur Setyabudi, menegaskan bahwa kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.


"Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Melalui ruang dialog santai sambil minum kopi ini, kami ingin membangun rasa saling percaya dan kepedulian," ujar AKP Nur, Minggu (27/9/2026).


Menurut AKP Nur, belanja masalah dan berkomunikasi langsung dengan warga adalah kunci untuk memetakan potensi gangguan keamanan sejak dini. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dirumuskan bersama-sama.


Ia menegaskan, program Kopi Keliling ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mengedepankan pelayanan yang dekat, terbuka, dan komunikatif. 


"Lewat sinergi yang terus dirawat ini, diharapkan wilayah Kabupaten Gresik tetap aman, nyaman, dan kondusif," pungkasnya. (*)

 Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat

Polantas KARIB, Kapolri Dorong Teknologi Jadi Jembatan Pelayanan yang Lebih Dekat dengan Masyarakat



JAKARTA – Memasuki usia ke-71, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat perannya sebagai salah satu wajah pelayanan Polri yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi diarahkan bukan hanya pada modernisasi sistem, tetapi juga membangun pelayanan yang semakin mudah, responsif, dan berorientasi pada keselamatan.


Arah tersebut tercermin dalam Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, momentum ini sekaligus memperkuat semangat Polantas KARIB: Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas.  


Semangat itu diterjemahkan dalam langkah konkret. Kapolri meluncurkan empat inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan pengguna jalan, yakni Pembayaran Tilang melalui Digital Korlantas, STNK Digital, Kios SIM, serta SIAP JALAN atau Sistem Asesmen Psikologis untuk Keselamatan Perjalanan. 


Digital Korlantas membuat proses penyelesaian tilang lebih terintegrasi, mulai dari konfirmasi pelanggaran hingga pembayaran titipan denda. STNK Digital menghadirkan bukti legitimasi kendaraan yang dapat diakses melalui ponsel dan diverifikasi melalui kode QR dinamis tersertifikasi. Keduanya memperluas kemudahan sekaligus memperkuat transparansi dan keamanan pelayanan.  


Terobosan juga dilakukan melalui Kios SIM. Setelah menyelesaikan perpanjangan SIM A atau SIM C secara digital melalui layanan SINAR, masyarakat dapat mencetak SIM fisik secara mandiri. Layanan tersebut dirancang untuk mempercepat proses sekaligus mengurangi antrean dan beban pelayanan di Satpas. 


Sementara melalui SIAP JALAN, teknologi diarahkan lebih jauh untuk mendukung pencegahan kecelakaan. Pengemudi dapat melakukan asesmen melalui ponsel guna mengenali kesiapan dan faktor risiko sebelum melanjutkan perjalanan. Pendekatan ini menempatkan keselamatan bukan hanya sebagai respons setelah kecelakaan terjadi, tetapi sebagai sesuatu yang dapat dibangun sejak sebelum kendaraan kembali melaju. 


Transformasi tersebut tetap berjalan beriringan dengan sisi humanis Polantas. Dalam syukuran, Polri memberikan tali asih kepada keluarga personel yang gugur saat bertugas, serta bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada korban kecelakaan. Kapolri juga memberikan apresiasi kepada personel Polantas yang menorehkan prestasi.  


Pada usia ke-71, Polantas membawa semangat pelayanan ke arah yang lebih maju: teknologi mempercepat layanan, inovasi memperkuat keselamatan, dan pendekatan humanis menjaga kedekatan dengan masyarakat. Karena pada akhirnya, kemajuan Polantas bukan hanya terlihat dari sistem yang semakin modern, tetapi dari hadirnya negara yang semakin mudah dijangkau masyarakat di setiap perjalanan.

 Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

 



Rembang – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.


Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah. Menurut Kapolri, sejarah telah menunjukkan bahwa ulama dan umara senantiasa berjalan bersama dalam perjuangan bangsa.


“Umara dan ulama memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan, peran ulama tetap penting dalam perjalanan bangsa. Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara.


Sementara itu, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Situasi keamanan yang terjaga diperlukan agar berbagai agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik.


Kapolri pun mengajak ulama dan umara untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan merawat NKRI. Sinergi yang telah terjalin sejak masa perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.


“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkas Kapolri.

 Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak

Polres Blitar dan Tim Gabungan Intensifkan Patroli Pemantauan, Antisipasi Karhutla Gunung Butak



BLITAR – Jajaran Polres Blitar Polda Jatim bersama tim gabungan terus mengintensifkan patroli pemantauan dan pengendalian guna mengantisipasi munculnya titik api di kawasan Gunung Butak.


Langkah taktis ini dilakukan oleh personel yang bersiaga di Posko Hutan Lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sisi lereng selatan Puncak Pitrang, dari arah Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.


Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Sony Hartanto menegaskan bahwa tim gabungan berkomitmen penuh untuk menyisir sejumah titik yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


"Pemantauan ini difokuskan pada titik koordinat yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) medium di wilayah Puncak Langit," terang AKP Sony, Minggu (27/9/2029).


Menurut AKP Sony, dari hasil penyisiran pada Sabtu (26/9/2026) kemarin, tim patroli melaporkan masih menemukan sisa bara api di sejumlah pohon. 


Petugas langsung bergerak cepat melakukan upaya pemadaman total dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lapangan. 


Kendati dihadapkan pada medan yang sulit dan menantang, tim di lapangan terus berupaya maksimal untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi meluas.


Seperti diketahui, sebagai langkah antisipasi dan penanganan jangka panjang, tim gabungan juga telah mendirikan Posko Darurat Karhutla di kawasan Puncak Langit. 


Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, sekaligus pengendalian penanganan bencana karhutla di wilayah tersebut.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat maupun para pendaki untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian di sekitar kawasan hutan.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan ke petugas terdekat jika melihat kemunculan asap atau titik api baru. Laporan dapat disampaikan secara gratis melalui Call Center 110 bebas pulsa.


"Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mengendalikan situasi dengan cepat, sehingga karhutla tidak meluas dan mengancam ekosistem hutan maupun keselamatan warga sekitar," pungkas AKP Sony. (*)

 Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

Ulama Jadi Kompas, Polri Jaga Rasa Aman: Kapolri Teguhkan Kolaborasi untuk Bangun Negeri

 



REMBANG – Pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sementara keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan: ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunAan terus berjalan.


Pesan itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).


Kapolri menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan ulama dan umara yang telah tumbuh sejak perjalanan panjang perjuangan bangsa.


Menurut Kapolri, ulama dan umara memiliki sejarah kebersamaan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kini, semangat perjuangan tersebut diteruskan melalui tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa dan menjaga Indonesia tetap aman, rukun, serta bersatu.


Dalam peran tersebut, Kapolri menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas. Ulama memberikan arah, nasihat, dan doa yang dibutuhkan bangsa. Sementara Polri menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


Keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak. Karena itu, Kapolri menempatkan tugas menjaga Kamtibmas bukan semata tugas kepolisian, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan kondisi yang mendukung kemajuan bangsa.


Semangat tersebut semakin relevan di tengah berbagai tantangan global. Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan negara.


Pesan kebersamaan dari Rembang itu menjangkau keluarga besar Polri secara luas. Sebanyak 700 peserta hadir langsung, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti secara virtual dari berbagai wilayah Indonesia.


Kapolri juga menyadari tugas personel Polri di lapangan penuh risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama agar anggota Polri senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.


Dari Rembang, Ngaji Kebangsaan meneguhkan satu semangat: ulama memberi arah, Polri menjaga rasa aman, dan keduanya bertemu dalam tujuan yang sama—merawat persatuan dan membuka jalan bagi Indonesia untuk terus membangun. Sebab, ketika negeri aman dan masyarakat bersatu, kemajuan dapat tumbuh lebih kuat.

 Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

Sosialisasi Hari Hak untuk Tahu di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik

 



Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026) pagi. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2026 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi.


‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas informasi bahwa masyarakat memiliki hak untuk memperoleh, mencari, dan menyimpan informasi publik. Masyarakat bisa melakukan permohonan informasi kepada badan hukum publik.


"Kehadiran kami di sini sebagai upaya sosialisasi ke masyarakat, memperluas informasi bahwa Polri sebagai badan hukum publik turut menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Kombes Komang di sela kegiatan, Minggu.


‎Kombes Komang menambahkan, Polri telah membuka berbagai kanal permohonan informasi publik yang dapat diakses dengan mudah, masyarakat juga dapat mengisi survey tentang kepuasan masyarakat terhadap pelayanan polri melalui link yang di bagikan.


Masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui email layanan informasi, situs resmi Humas Polri, bersurat, maupun datang langsung ke Humas Polri. Permohonan tersebut ditujukan ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Polri.


"Polri akan menyediakan informasi publik secara cepat, mudah, tentunya sesuai dengan koridor Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ucapnya.


‎Selain itu, Polri juga menghadirkan sejumlah platform digital seperti SPIT-Mediahub, Polri TV, E-PPID dan Tribratanews, serta menerbitkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2024 tentang tata cara pelayanan informasi publik di lingkungan Polri.


‎Menurut Kombes Komang, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas Polri sebagai badan hukum publik untuk mendukung program Polri Presisi. Selain itu mengutakan aspek pemantapan komunikasi publik dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Bagi Polri, keterbukaan informasi bukan hanya tuntutan, tetapi juga kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital," pungkasnya.


Personel dalam kegiatan ini membagikan stiker dan flyer edukasi keterbukaan informasi publik. Selain itu, ada hiburan game spin wheel dengan hadiah menarik yang dibagikan sebagai souvenir secara gratis kepada masyarakat.