KOTA
BLITAR – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan
Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten
Blitar, terus menunjukkan progres positif.
Hingga awal Mei, pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 75 persen.
Proyek
pembangunan yang dikerjakan sejak pagi hingga sore hari itu melibatkan
personel Polri dari Polres Blitar Kota Polda Jatim bersama jajaran
Polsek, tenaga ahli konstruksi, serta partisipasi aktif masyarakat dari
kedua desa.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo,
mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian
Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses
transportasi dan konektivitas antarwilayah.
“Jembatan Merah Putih
Presisi ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus
memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Ringinanom dan
Desa Karanggondang,” ujarnya, Kamis (7/5/26).
Sejumlah tahapan
pembangunan telah dilakukan, mulai dari pembuatan rangka baja,
pengecatan besi jembatan, pemotongan dan perakitan tiang cor, hingga
proses pengecoran pada struktur utama jembatan yang kini telah berdiri.
Menurut
Kapolres Blitar Kota, pembangunan dilakukan dengan tetap mengutamakan
standar kualitas dan keselamatan kerja agar jembatan dapat dimanfaatkan
masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami terus mendorong percepatan
pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan faktor
keselamatan sehingga hasilnya maksimal,” tambah AKBP Kalfaris.
Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jembatan tersebut juga terlihat cukup tinggi.
Warga dari kedua desa turut bergotong royong membantu proses pembangunan sehingga pengerjaan dapat berjalan lebih cepat.
Masyarakat
berharap jembatan itu segera rampung agar aktivitas sehari-hari,
termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, menjadi lebih
mudah dan efisien.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Blitar Kota,
AKP Sjamsul Anwar, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses
pembangunan hingga selesai.
“Kehadiran Jembatan Merah Putih
Presisi diharapkan menjadi sarana vital yang mampu memperkuat
konektivitas antar desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat,” pungkasnya. (*)

0 nhận xét: