SURABAYA,-
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melakukan inspeksi mendadak (sidak)
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso,
Surabaya, Selasa (10/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan
langsung oleh Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Afif Johan, bersama
rombongan dalam rangka memastikan pelayanan kepada peserta Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal.
Rombongan Dewas BPJS
disambut oleh Kabid Dokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol dr. Wahono Edhi
serta Karumkit Bhayangkara Surabaya, Kombes Pol Bayu Dharma Shanti.
Afif
Johan menjelaskan bahwa sidak ini merupakan bagian dari fungsi
pengawasan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan untuk memastikan
penyelenggaraan program JKN berjalan sesuai ketentuan serta memberikan
pelayanan yang adil bagi seluruh masyarakat.
“Kami melakukan
kunjungan pengawasan langsung di Jawa Timur, yaitu ke RSUD dr. Soetomo
dan di RS Bhayangkara Surabaya memastikan penyelenggaraan jaminan
kesehatan nasional berjalan adil dan berkualitas tanpa membedakan pasien
BPJS maupun pasien umum,” kata Afif Johan.
Dalam kunjungan
tersebut, Afif bersama tim juga meninjau langsung sejumlah fasilitas
pelayanan, mulai dari pelayanan rawat jalan, rawat inap hingga ruang
ICU.
Ia mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh RS
Bhayangkara Surabaya yang dinilai mampu memberikan layanan kesehatan
yang baik kepada masyarakat tanpa membedakan pasien BPJS maupun asuransi
atau umum.
Di RS Bhayangkara Surabaya, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan mengawasi pelayanan rawat jalan, rawat inap sampai dengan ICU.
"Kami
apresiasi RS Bhayangkara Surabaya yang telah memberikan pelayanan yang
baik kepada masyarakat tanpa diskriminasi," ungkap Afif.
Menurutnya
hal ini merupakan komitmen Polri yang sangat bagus dan patut menjadi
contoh bagi rumah sakit Bhayangkara di daerah lainnya.
Selain
itu, Afif juga menilai sejumlah rumah sakit di Jawa Timur telah
melakukan inovasi pelayanan, termasuk pemanfaatan digitalisasi untuk
meningkatkan kenyamanan pasien dan mengurangi keluhan terkait antrean.
“Kami
melihat di RSUD dr. Soetomo maupun RS Bhayangkara Surabaya sudah ada
inovasi berbasis digitalisasi yang membantu mengurangi keluhan
masyarakat, terutama terkait antrean pelayanan,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Afif menyebut BPJS Kesehatan terus berkomitmen meningkatkan
kualitas pelayanan kepada masyarakat yang saat ini mencakup sekitar 280
juta peserta di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Dewan Pengawas
bersama direksi BPJS Kesehatan juga membuka ruang aspirasi masyarakat
melalui program penyerapan aspirasi guna mendorong perbaikan layanan
kesehatan ke depan.
“Kami memiliki komitmen bersama untuk terus
memperbaiki layanan. Salah satunya melalui kegiatan penangkapan aspirasi
masyarakat agar seluruh peserta dapat memberikan masukan untuk
perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan ke depan,” pungkasnya. (*)

0 nhận xét: