Tribratanewspolresngawi.com - Keberadaan polisi khususnya dari satuan fungsi lalu-lintas (Satlantas) tidak sekedar mumpuni dibidang penegakan pelanggaran lalu-lintas maupun olah TKP pada kasus kecelakaan (laka). Tetapi kini benar-benar dituntut mahir menguasai teknik penanganan korban laka dan proses evakuasi sebelum ditangani tim medis.
Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo dihadapan wartawan mengatakan, puluhan petugas yang terinclud di Satlantas Polres Ngawi mendapatkan pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) melalui kerjasama dengan paramedis RS Widodo Ngawi. Kegiatan pelatihan yang mengarah ke medis untuk memberikan pertolongan darurat kepada korban laka yang posisinya masih di TKP.
"Iya kami kemarin telah mendapatkan pembekalan bagaimana melakukan atau cara menolong para korban laka yang sekiranya parah. Jangan sampai dengan pertolongan yang dilakukan justru menimbulkan fatalitas dari luka-lukanya para korban itu," ujar Ipda Cipto Utoyo Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi, Sabtu (21/04).
Urainya, penerapan ilmu PPGD sesuai rujukan paramedis diarahkan terhadap korban yang mengalami patah tulang maupun terkena serangan jantung.Terutama soal patah tulang pertolongan yang dilakukan polisi harus ekstra hati-hati dengan melihat terlebih dahulu tingkat keparahan lukanya. Pungkasnya, yang mendapatkan pelatihan PPGD terdiri dari unsur 93 unit patroli ada 30 personel, unit laka ada 15 personel dan gabungan ada sekitar 20 personel. (pr)

0 nhận xét: