Humasngawi || JAKARTA - Selasa (21/11/2017). Sejarah batik di
Indonesia terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan
penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Kesenian batik secara umum meluas
di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18
atau awal abad ke-19.
Pada perkembangannya, asal usul batik mulai menarik perhatian
pembesar kerajaan Majapahit. Motif-motif abstrak, motif candi, awan,
wayang beber, dan lain sebagainya mulai dikembangkan pada masa itu.
Penulisan batik pun mulai ditujukan pada media yang berbeda. Kain putih
atau kain-kain berwarna terang menjadi pilihan utama karena dianggap
lebih tahan lama dan bisa digunakan untuk pemanfaatan yang lebih banyak.
Kepopuleran kain batik kian bersinar. Pembesar-pembesar kerajaan
Majapahit, Mataram, Demak, dan kerajaan-kerajaan setelahnya, menjadikan
kain batik sebagai simbol budaya. Khusus pada masa pengaruh Islam, motif
batik yang berwujud binatang ditiadakan. Penggunaan motif ini dianggap
menyalahi syariat Islam sehingga tidak diperkenankan kecuali dengan
menyamarkannya menggunakan lukisan-lukisan lain.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang
menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman
dahulu. Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton saja dan
batik dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para
pembesar. Oleh karena banyak dari pembesar tinggal di luar keraton, maka
kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan
dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.
Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.
Batik Indonesia menjadi semakin terkenal setelah memperoleh pengakuan
dari UNESCO PBB yang memutuskan batik Indonesia sebagai warisan pusaka
dunia. Pengakuan yang diberikan pada 2 Oktober 2009 lalu menjadi tonggak
penting untuk eksistensi batik di dunia internasional. Dalam rentang
waktu sangat panjang batik hadir di bumi Nusantara.
Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah
menjadi bagian dari budaya Indonesia, khususnya Jawa. Dalam sejarah
Indonesia, batik kemudian menjadi busana yang dikenakan oleh para tokoh,
mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga sekarang. Di awal tahun
80-an, dalam diplomasi ke luar negeri, Presiden Soeharto mengatakan
batik sebagai warisan nenek moyang Indonesia, terutama masyarakat Jawa
yang hingga kini dikenakan oleh berbagai kalangan dan usia. Dengan
pengakuan UNESCO dan ditetapkannya Hari Batik Nasional pada 2 Oktober
semakin menempatkan batik tak hanya budaya Indonesia, tapi jati diri dan
indentitas bangsa.
(vi/lm/rp)
