Showing posts with label EDUCATION. Show all posts
Showing posts with label EDUCATION. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama


POLRESNGAWI.COM || Dengan mengusung tema "Natal Adalah Sumber Hikmat Bagi Kedamaian Umat Manusia" merupakan perayaan Natal bersama umat Kristiani se-Kabupaten Ngawi yang digelar di GOR Bung Hatta Kota Ngawi, Senin, (21/01/2019). Kegiatan perayaan Natal tersebut dihadiri langsung Pendeta Gilbert Lumoidong demikian juga sekitar ribuan umat Kristiani dari daerah setempat.

Pada kegiatan ini juga hadir Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudi. Tidak ketinggalan KH Abdus Salam pimpinan Ponpes Al Barokah Desa/Kecamatan Kendal dan beberapa tokoh agama lainya baik Budha, Hindu dan Konghucu.

Menurut Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengatakan, perayaan akbar Natal di Ngawi ini adalah yang perayaan Natal yang melibatkan berbagai unsur baik kepolisian maupun TNI juga didukung semua tokoh lintas agama di Kabupaten Ngawi. Lanjutnya lagi, perayaan Natal ini sangat menggambarkan toleransi antar umat beragama terutama di wilayah Ngawi.

"Ada makna tersendiri dibalik tema perayaan Natal pada kali ini. Terutama menyangkut kerukunan umat beragama apalagi di Ngawi ini sangat luar biasa hubungan yang dibangun secara harmonis," beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Sementara itu Pendeta Gilbert Lumoidong dalam sambutanya atau khotbahnya mengajak umat Kristiani untuk membangun hubungan yang harmonis, penuh toleransi antar pemeluk beragama. Apalagi menjelang tahun politik 2019 sebagai umat harus mengedepankan kerukunan antar sesama manusia dalam kedamaian.

“Melalui perayaan Natal ini, hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk lebih mendalami dan menghayati ajaran agama, untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tutur Pendeta Gilbert Lumoidong.

Pada kesempatan yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan apresiasi kepada umat Kristen yang ada di Kabupaten Ngawi atas partisipasinya membangun kerukunan antar pemeluk beragama maupun sesama pemeluk Kristiani.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu bersinergi dengan pihak manapun. Mari jadikan acara ini sebagai momentum melakukan perubahan yang progresif berlandaskan nilai-nilai religi dan kearifan lokal,” tuturnya. (pr)


Tuesday, July 31, 2018

TERUNGKAP !!! CARA KERJA BUZZER SEBAR HOAX DAN PERANG MEDSOS (Investigasi The Guardian)

TERUNGKAP !!! CARA KERJA BUZZER SEBAR HOAX DAN PERANG MEDSOS (Investigasi The Guardian)


Keberadaan pasukan buzzer di dunia maya selama kontestasi politik di Indonesia menjadi perhatian media Inggris, The Guardian. Media ini pun lantas menurunkan tulisan menyoroti keberdaan tim Buzzer yang menjadi bagian dari politik yang sedang berkembang di Indonesia, membantu memecah belah agama dan ras.

Dalam tulisannya, The Guardian mewawancarai seorang anggota tim buzzer dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Sumber yang mengaku bernama Alex itu mengatakan ia adalah salah satu dari 20 orang dalam pasukan maya rahasia yang menyebarkan pesan dari akun media palsu untuk mendukung Ahok.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa Anda harus memiliki lima akun Facebook, lima akun Twitter dan satu Instagram," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (24/7/2018).

"Dan mereka mengatakan kepada kami untuk merahasiakannya. Mereka mengatakan itu adalah 'waktunya berperang' dan kami harus menjaga medan perang dan tidak memberi tahu siapa pun tentang kami bekerja," imbuhnya.

"Ketika Anda sedang berperang, Anda menggunakan apa pun yang tersedian untuk menyerang lawan. Tetapi kadang-kadang saya merasa jijik dengan diri saya sendiri," ucapnya.

Alex mengatakan timnya dipekerjakan untuk melawan banjir sentimen anti Ahok, termasuk hashtag yang mengkritik kandidat oposisi, atau menertawakan koalisi kelompok Islam.

Tim Alex, yang terdiri dari pendukung Ahok dan mahasiswa, memperoleh bayaran Rp4 juta. Mereka diduga bekerja di sebuah rumah mewah kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Masing-masing dari mereka diberitahu untuk mengirim 60 hingga 120 kali cuitan sehari di akun Twitter palsu dan beberapa kali postingan setiap hari di Facebook.

Alex mengatakan timnya terdiri dari 20 orang, masing-masing dengan 11 akun media sosial, akan menghasilkan hingga 2.400 postingan di Twitter sehari. 

Operasi ini dikoordinasikan melalui grup WhatsApp bernama Special Force, atau Pasukan Khusus, yang Alex perkirakan terdiri dari sekitar 80 anggota. Tim itu memberi makan konten dan hashtag harian untuk diposting.

"Mereka tidak ingin akun tersebut menjadi anonim sehingga mereka meminta kami untuk mengambil foto untuk profil tersebut, jadi kami mengambilnya dari Google, atau terkadang kami menggunakan gambar dari teman-teman kami, atau foto dari grup Facebook atau WhatsApp," jelas Alex.

"Mereka juga mendorong kami untuk menggunakan akun wanita cantik untuk menarik perhatian pada materi; banyak akun yang seperti itu," sambungnya.

Di Facebook, mereka bahkan membuat beberapa akun menggunakan foto profil aktris asing yang terkenal, yang entah bagaimana tampak seperti penggemar Ahok. Tim siber itu diduga mengatakan "aman" untuk memposting dari markas mereka di Menteng, di mana mereka beroperasi dari beberapa kamar.

"Ruang pertama untuk konten positif, di mana mereka menyebarkan konten positif tentang Ahok. Ruang kedua adalah untuk konten negatif, menyebarkan konten negatif dan pidato kebencian tentang oposisi," rinci Alex. Alex sendiri memilih untuk berada di kamar positif.

Banyak dari akun tersebut hanya memiliki beberapa ratus pengikut, tetapi dengan mendapatkan tren hashtag mereka, setiap hari, mereka secara artifisial meningkatkan visibilitas di platform. Dengan memanipulasi Twitter, mereka memengaruhi pengguna dan media Indonesia, yang sering mengacu pada hashtag yang sedang tren sebagai barometer suasana nasional.

Mengingat bahwa Ahok kalah dalam pemilihan, dan berakhir di penjara, Alex mengatakan dia tidak dapat memastikan seberapa efektif timnya.

Ulin Yusron, juru bicara tim kampanye Ahok menolak mengomentari tuduhan tertentu tetapi mengatakan kampanye itu sangat sulit.

"Penggunaan fitnah, kebencian dan tipuan (berita palsu) sangat besar," katanya kepada Guardian. 

“Secara alami, tim membentengi diri dengan pasukan pendukung, termasuk di media sosial. Itu bukan sesuatu yang baru dalam politik,” imbuhnya.


sumber : internasional.sindonews.com

Friday, March 9, 2018

Safari Jumat Waka Polsek Geneng di Masjid Al-Ikhsan

Safari Jumat Waka Polsek Geneng di Masjid Al-Ikhsan

NGAWI - Dalam  rangka membangun kemitraan dan kerja sama antara tokoh agama dan tokoh masyarakat anggota Polsek Geneng yang dipimpin Wakapolsek Geneng Iptu Slamet SH melaksanakan Safari Sholat Jum,at di Masjid Al Ikhsan Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jumat 9 Maret 2018.

Adapun Kegiatan tersebut dilakukan oleh Waka polsek Geneng dan anggotanya disamping melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan Sholat Jum’at bersama-sama juga sebagai wadah silaturahmi kepada para ulama untuk ikut membantu Polri dalam menjaga situasi kamtibmas.”Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa peran serta seluruh unsur masyarakat” ungkap IPTU Slamet.


Selain untuk bersilaturahmi Waka polsek juga menyampaikan himbauan terkait situasi Kamtibmas dan kerjasama dangan tokoh agama dan tokoh  masyarakat dengan Kepolisian  supaya tetap terjalin komunikasi yang berkesinambungan.


Selesai melaksanakan Sholat Jum'at Waka polsek Geneng Iptu Slamet menyampaikan himbauan - himbauan Kamtibmas dan mengajak kepada jamaah untuk mewaspadai adanya tindak kriminalitas yang akhir - akhir ini marak dan sangat meresahkan warga masyarakat, diantaranya dengan modus undian berhadiah dengan sarana HP maupun SMS, penipuan dengan modus transfer uang yang diiming imingi suatu barang yang murah.


“Kejahatan sekarang sangat komplek dengan berbagai modus, untuk itu Wakapolsek menghimbau kepada warga masyarakat agar lebih berhati - hati” dan apabila terjadi gangguan Kamtibmas segera laporkan ke Polsek Geneng, "ungkap Wakapolsek Geneng di sela sela tatap muka dengan ulama.


Lebih lanjut Wakapolsek Geneng mengajak kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mewaspadai adanya faham - faham radikalisme yang bertujuan untuk merusak  persatuan dan kesatuan bangsa, serta meminta kepada toga untuk tidak mudah percaya dengan adanya provokasi  yang tidak benar yang sifatnya untuk mengadu domba antar suku, agama, maupun ras yang pada akhirya bisa memecah belah antar umat beragama, di akhir kata Wakapolsek juga  berpesan kepada warga masyarakat untuk mewaspadai adanya tindak kriminalitas pencurian kendaraan bermotor, “imbuh Wakapolsek. (Jf)


Monday, February 26, 2018

Ratusan Siswa MAN ikuti ESQ di Kemenag Ngawi

Ratusan Siswa MAN ikuti ESQ di Kemenag Ngawi

NGAWI - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bersama dengan Kepolisian Resort Ngawi ajak para pelajar yang merupakan perwakilan dari seluruh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Ngawi untuk mengikuti kegiatan Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) Riding. Senin (26/02/2018).


Bertempat di Gedung Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, kurang lebih ada 200 siswa yang mengikuti kegiatan ESQ ini. Nampak hadir dalam kegiatan ini, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Jatim, AKBP Didik Hariyanto dan Kapolres Ngawi, AKBP M.B. Pranatal Hutajulu S.H., S.I.K., M.H beserta beberapa pejabat Polres Ngawi.


Hadir sekitar 200 Siswa MAN se-Kabupaten Ngawi Ikuti ESQ Riding. Agenda ESQ Riding ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian program Police Goes To School yang menggunakan metode menggugah hati dan senam otak. Dengan sentuhan hati dan pemikiran, pengendara lalu lintas lebih bijak dalam berkendara secara aman dan tertib.


Tujuan utama dari ESQ Riding ini adalah untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat serta menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya dalam hal ini adalah pelajar.


Berdasarkan hasil penelitian, manusia dalam kesehariannya menggunakan kecerdasan intelektual (IQ) hanya 20 persen, sedangkan kecerdasan emosi (EQ) sebanyak 80 persen, serta untuk melengkapi keduanya dibutuhkan pondasi yang kuat, yaitu kecerdasan spiritual (SQ).


Tentu diharapkan dengan adanya kegiatan ESQ Riding ini, pelajar yang menjadi peserta mampu mengaplikasikannya di dalam keseharian, lebih berhati-hati, lebih bijak, serta lebih menahan emosi diri saat berkendara. (Purw)


Sunday, January 28, 2018

Polsek Widodaren Temukan Kayu Hasil Ilegal Logging

Polsek Widodaren Temukan Kayu Hasil Ilegal Logging

NGAWI – Ilegal Loging  dikawasan utara masih sering terjadi, dengan terungkapnya kasus ilegal loging membuktikan keseriusan polisi mengungkap para pelakunya. Kapolsek Widodaren AKP JUWAIR, S.H., mengatakan penemuan kayu sekitar pukul 07.00 WIB Sabtu (27/1/208) Di kawasan hutan petak 2 m RPH Gendingan BKPH Walikukun KPH Ngawi tanah turut Dusun Widodaten Kidul, Desa / Kecamatan Widodaren, Kab. Ngawi kemarin ditemukan dipinggir jalan ditinggal para pelakunya.

Untuk memastikan bahwa kayu tersebut adalah hasil pencurian kayu hutan Kapolsek Widodaren bersama dengan RPH Gendingan BKPH Walikukun KPH Ngawi untuk diteliti dan diselidiki. Kendati belum menemukan pemilik kayu penyidikan masih terus berlanjut karena kondisi hutan sekarang ini sangat berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan.

Kronologi kejadian pada hari Sabtu tanggal 27 Januari 2018, sekira pukul 07.30 WIB Anggota piket SPKT Sek Widodaren Bripka Fajar, mendapat telepon dari masyarakat yang memberikan informasi bahwa di TKP ada orang yang sedang mengangkut kayu jati yang diduga hasil dari menebang pohon jati dalam kawasan hutan. Kemudian Anggota  SPKT, Bripka Fajar dan Bripka Jehana menghubungi petugas RPH Gendingan dan bersama-sama mengecek informasi tersebut.

Setelah sampai di TKP Petugas sudah tidak menemukan orang yang diduga mengangkut hasil hutan berupa kayu jati tersebut namun menemukan 7 (tuhuh) batang kayu jati berbagai ukuran dan juga 12 (dua belas) tunggak pohon jati bekas ditebang secara tidak sah.

Selanjutnya petugas mengamankan barang bukti tersebut dan Atas kejadian tersebut pihak perhutani mengalami kerugian materiil kurang lebih sebesar. Rp. 2.946.000,- (dua juta sembilan empat puluh enam ribu rupiah) .

Barang ukti yang berhasil disita 7 batang kayu jati masing-masing dengan ukuran 1 batang ukuran 260 CMX10 CM, 1 batang ukuran 110 CMX10 CM, 1  batang ukuran 250 CM X 7CM, 1 batang ukuran 300 CM X 7 CM, 1 batang ukuran 230CM X 10 CM dan 2 batang ukuran 250 CM X 10 CM.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, S.H. membenarkan bahwa telah terjadi tindak pidana Mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan berupa kayu jati yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan dari hasil melakukan penebangan pohon jati dalam kawasan hutan secara tidak sah dan tanpa ijin dari pejabat berwenang. Untuk penemuan kayu tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (Jf)