JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan
bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo,
Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung
Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.
Meski intensitas
asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo,
TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan
untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Berdasarkan data Polda
Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih
hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak
kawah.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu
Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk
mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus
memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.
“Meskipun
intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III
atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap
memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi
waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang
dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta
(3/9).
Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih
berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama
Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar
masyarakat selama berada di pengungsian.
Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.
Selain
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian
terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo
melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.
“Pelayanan
kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga
kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa
aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata
Trunoyudo.
Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202
personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo
masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.
Personel
melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat,
serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan
situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI,
PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan
dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.
Di samping
memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri
juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob
Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas
jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon
(AWC).
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu
vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat.
Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana
operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan
masyarakat selama proses penanganan.
“Personel tetap berada di
lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas
kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi,
dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas
Trunoyudo.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan
tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti
setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di
lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan
berbahaya.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu
vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti
informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di
lapangan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik,
tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di
lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan
menunda,” tegas Trunoyudo.
Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG,
BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan
aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan
berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.
Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.
Friday, September 4, 2026
SHARE
Author: NewsNgawi verified_user

0 nhận xét: