SURABAYA
– Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu
Pangan Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan
Penandatanganan Komitmen bersama para pemangku kepentingan di Ruang
Rapat Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang
tersebut dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol
Roy H.M. Sihombing bersama Deputi III Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI
Andriko Noto Susanto melalui zoom meeting.
Rakor ini dihadiri
unsur internal Polda Jatim, perwakilan instansi pemerintah dan pelaku
usaha pangan, mulai dari Perum Bulog Jatim, Disperindag Provinsi Jatim,
DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga sejumlah
perusahaan produsen dan distributor pangan, asosiasi, koperasi, dan
paguyuban peternak di Jawa Timur.
Dalam arahannya, Kombes Pol
Roy H.M. Sihombing menyampaikan bahwa pembentukan Satgas Saber Pangan
merupakan tindak lanjut dari perintah Menteri Pertanian guna memastikan
stabilitas harga, keamanan, serta mutu pangan tetap terjaga.
“Bapak
Menteri Pertanian telah memberikan perintah untuk membentuk Satgas
Saber. Kami berharap seluruh pihak yang hadir berkomitmen dalam
pengendalian harga, keamanan, dan mutu pangan di Jawa Timur,” kata
Kombes Pol Roy.
Ia menambahkan, posko Satgas siap memberikan
fasilitasi kepada produsen maupun distributor dalam proses distribusi
guna menjamin pasokan yang aman dan lancar di tengah masyarakat.
“Posko
siap memfasilitasi proses distribusi agar pasokan terjamin. Selain itu,
mutu produk yang diproduksi juga harus tetap dipertahankan,” ujarnya.
Dirreskrimsus
Polda Jatim juga menegaskan bahwa Satgas akan mengedepankan langkah
preemtif dan preventif, termasuk kontrol langsung di lapangan serta
penguatan komitmen bersama antarinstansi dan pelaku usaha.
Selain itu, operasi pasar dan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur.
“Cara
bertindak kami mulai dari preemtif, kontrol langsung di lapangan,
preventif, hingga penegakan hukum. Sanksi bisa berupa teguran,
administrasi, sampai tindak pidana apabila ditemukan pelanggaran,”
jelasnya.
Sementara itu, Deputi III Bapanas RI Andriko Noto
Susanto menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga
stabilitas pangan, khususnya menjelang Ramadan.
“Masing-masing
instansi memiliki peran dan tugasnya. Secara umum, beberapa bahan pokok
penting dalam kondisi aman dan ketersediaannya sangat mencukupi. Hanya
pada komoditas cabai rawit yang menunjukkan beberapa kondisi produksi
kurang,” ungkap Andriko.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden RI
agar harga-harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami kenaikan
menjelang Ramadan dapat dikendalikan dan tetap stabil.
“Pak
Presiden ingin membalik arah. Harga-harga yang biasa naik menjelang
Ramadan diharapkan bisa stabil. Pangan, transportasi, dan energi menjadi
fokus Presiden dalam menjamin stabilitas nasional,” tegasnya.
Melalui
rakor dan penandatanganan komitmen ini, Satgas Saber Pangan Jawa Timur
menegaskan keseriusannya dalam mengawal distribusi, harga, serta mutu
pangan, guna memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat
menjelang momentum hari besar keagamaan nasional. (*)

0 nhận xét: