Showing posts with label POLRES. Show all posts
Showing posts with label POLRES. Show all posts

Monday, February 11, 2019

Kapolres Ngawi Lepas 8 Ribu Peserta CFM Begini Kesanya

Kapolres Ngawi Lepas 8 Ribu Peserta CFM Begini Kesanya


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu melepas start ribuan peserta Color Fest Millenial (CFM) 2019 di alun-alun merdeka Ngawi, Minggu, (10/02/2019). Ribuan millenial ini melakukan lari santai menyusuri beberapa jalan Kota Ngawi.

Sesuai temanya CFM, para millenial saling lempar bubuk berwarna menambah nuansa semarak pada kesempatan tersebut. Peserta yang tercatat hampir 8 ribu muda millenial mengaku ada kesan tersendiri dibanding kegiatan lainya.

"Bagus banget semarak poll pokoknya kalau bisa menjadi agenda rutin acara demikian ini. Apalagi CFM manfaatnya plus selain sehat berolahraga juga lebih menyadari pentingnya keselamatan lalu-lintas," terang Dewi salah satu peserta millenial.

Ditempat yang sama Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, kegiatan CFM sebagai tindak lanjut gerakan Millenial Road Safety Festival (MRSF) salah satu program keselamatam lalu-lintas yang dicanangkan Korlantas Polri.

Prinsipnya kepolisian terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu-lintas dari berbagai penyebab. Gerakan sadar lalu-lintas menyasar kepada kaum muda millenial menyusul dari para korban didominasi usia 17-35 tahun.

"Secara total keseluruhan korban kecelakaan dari data PBB jumlahnya lebih besar daripada korban perang. Sudah tidak ada alasan lagi kita mengajak kepada kaum muda untuk memperhatikan keselamatan berlalu-lintas tanpa melakukan pelanggaran," ungkap Kapolres Ngawi dihadapan peserta CFM. (pr)





Monday, February 4, 2019

Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka

Bus Rombongan Guru PAUD Seruduk Tronton Di Jalur Tol Ngawi 2 Tewas 14 Luka


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Ditengah gencarnya gerakan Millenial Road Safety Festival (MRSF) oleh aparat kepolisian ternyata belum sepenuhnya disadari pengguna kendaraan dalam berlalu-lintas.

Terbukti kejadian kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) di jalur tol km 587/600 masuk Desa/Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur yang terjadi pada pukul 23.45 WIB, Sabtu, (02/02/2019).

Kecelakaan terbilang tragis tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus pariwisata kontra truk tronton. Akibat kecelakaan itu 2 orang penumpang bus pariwisata meninggal dan 14 orang lainya luka-luka.

Dari keterangan yang ada menyebutkan awalnya bus pariwisata nopol AB 7528 JN yang dikemudikan Heri Priyanto (42) melaju dari arah timur ke barat.

Searah didepanya sama-sama melintas truk tronton nopol K 1423 WC yang disopiri Heri Suryanto (44) warga Semanu, Gunung Kidul, Jogjakarta. Diduga sopir bus pariwisata tidak begitu memperhatikan arus lalu-lintas apalagi mengantuk.

Karena jarak sangat dekat dengan truk membuat sopir bus pariwisata asal Sradakan, Bantul, Jogjakarta tidak mampu mengendalikan laju kendaraanya dan langsung menabrak truk tronton dari belakang.

"Informasi yang kita dapat kemungkinan besar sopir bus itu mengantuk karena posisinya searah dibelakang. Semalam itu kita langsung olah TKP," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto via selular, Minggu, (03/02/2019).

Tandasnya, bus pariwisata berpenumpang 50 orang merupakan rombongan guru PAUD  asal Jogjakarta itu sepulang berwisata dari Malang. Kemudian penumpang yang meninggal tercatat 2 orang yang merupakan kernet bus dan pemandu wisata.

"Untuk yang meninggal memang dua orang penumpang satu kernet bus dan satunya lagi pemandu wisata. Sekarang jenasahnya di RSUD dr Soeroto Ngawi kalau yang luka-luka dirawat di RS At Tin sama RS Widodo," ungkapnya. (pr)


Tuesday, January 29, 2019

Polisi Buru Pembalap Liar 27 Motor Diamankan

Polisi Buru Pembalap Liar 27 Motor Diamankan


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Satlantas - Ditengah gerakan sadar berlalu-lintas bertajuk Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang digencarkan Polri langsung ditindaklanjuti Satlantas Polres Ngawi. Tidak sekedar turun gunung mensosialisasikan program yang dipelopori Korlantas Polri tetapi kini tindakan represif terhadap para pembalap liar yang meresahkan masyarakat.

Operasi yang digelar Sabtu 26 Januari 2019 akhir pekan kemarin, polisi berhasil mengamankan 27 unit sepeda motor berbagai merek. Saat itu puluhan petugas Satlantas Polres Ngawi melakukan operasi ditiga lokasi berbeda yakni simpang 4 Kartonyono, simpang 3 PDAM dan simpang 4 terminal lama.

"Operasi memburu pembalap liar itu kita lakukan atau tindakanya melalui patroli hunting system dan penindakan melalui e-tilang. Hasilnya cukup bagus," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto, Senin, (28/01/2019).

Tandasnya, selain mengamankan puluhan sepeda motor juga berhasil menyita 11 lembar STNK dari kegiatan operasi yang mengerahkan 33 personel tersebut. Pungkasnya, operasi balap liar sebagai satu upaya pengaduan masyarakat yang merasa resah dan mengganggu kamseltibcar lantas.

"Tujuan akhir tidak lain menekan angka kecelakaan. Jangan ada lagi laka yang berujung korban baik luka ringan, berat bahkan kematian, jangan ada lagi peristiwa sia-sia seperti itu," ulas AKP Yanto Mulyanto. (pr)



Monday, January 28, 2019

Jual Tanah Bengkok Dikorupsi Kades Dawung Jogorogo Ditahan Polisi

Jual Tanah Bengkok Dikorupsi Kades Dawung Jogorogo Ditahan Polisi


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Satreskrim - Diduga melakukan tindak dan praktek korupsi AWS pria 38 tahun selaku Kepala Desa (Kades) Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi ditahan aparat penegak hukum Polres Ngawi. Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan menegaskan, kasus penyalahgunaan pengelolaan keuangan desa yang bersumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang menyeret Kades Dawung tersebut terjadi ditahun anggaran (2013/2014).

Saat itu jelasnya, AWS (Kades Dawung-red) memerintahkan kepada KN seorang perangkat desanya (uceng) untuk menyewakan tanah kas Desa Dawung berupa tanah bengkok eks sekretaris desa (carik) selama 6 tahun terhitung mulai 2014 sampai 2020. Akhirnya tanah kas desa yang dimaksudkan itu berhasil disewa Donald Samidin sebesar Rp 153.435.000. Hasil sewa tanah bengkok tersebut senilai Rp 123.435.000 diserahkan kepada AWS dan sisanya sebesar Rp 30.000.000 dipegang oleh KN.

“Dana hasil sewa tanah kas desa itu tidak dimasukan ke keuangan desa sebagai PADes namun dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh diri AWS maupun KN. Dengan bukti yang kuat mendasar keterangan yang ada akhirnya kita lakukan penahanan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (28/01/2019).

Polisi pun dari kasus itu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti antara lain satu lembar foto copy surat perjanjian sewa tanah kas desa, satu lembar kwitansi penyerahan uang, satu lembar foto copy rekening koran kas Desa Dawung dan beberapa barang bukti lainya. Atas perkara atau kasus tindak korupsi yang diduga dilakukan oleh AWS maupun KN dijerat dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 KUHP.

Pungkasnya, untuk berkas perkara (BAP-red) tersangka AWS sudah dinyatakan P-21 alias lengkap. Sedangkan KN masih dalam proses penyidikan dan berkasnya akan dipisah (splitsing-red). Untuk itu AKBP MB. Pranatal Hutajulu memerintahkan jajaranya untuk melakukan pemeriksaan marathon terhadap KN agar berkas kasusnya segera dilimpahkan ke Kejari Ngawi. (pr)




Tuesday, January 22, 2019

Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Di Ngawi, Ribuan Umat Kristiani Gelar Perayaan Natal Bersama Dihadiri Tokoh Lintas Agama


POLRESNGAWI.COM || Dengan mengusung tema "Natal Adalah Sumber Hikmat Bagi Kedamaian Umat Manusia" merupakan perayaan Natal bersama umat Kristiani se-Kabupaten Ngawi yang digelar di GOR Bung Hatta Kota Ngawi, Senin, (21/01/2019). Kegiatan perayaan Natal tersebut dihadiri langsung Pendeta Gilbert Lumoidong demikian juga sekitar ribuan umat Kristiani dari daerah setempat.

Pada kegiatan ini juga hadir Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Dandim 0805 Ngawi Letkol Arh Hany Mahmudi. Tidak ketinggalan KH Abdus Salam pimpinan Ponpes Al Barokah Desa/Kecamatan Kendal dan beberapa tokoh agama lainya baik Budha, Hindu dan Konghucu.

Menurut Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengatakan, perayaan akbar Natal di Ngawi ini adalah yang perayaan Natal yang melibatkan berbagai unsur baik kepolisian maupun TNI juga didukung semua tokoh lintas agama di Kabupaten Ngawi. Lanjutnya lagi, perayaan Natal ini sangat menggambarkan toleransi antar umat beragama terutama di wilayah Ngawi.

"Ada makna tersendiri dibalik tema perayaan Natal pada kali ini. Terutama menyangkut kerukunan umat beragama apalagi di Ngawi ini sangat luar biasa hubungan yang dibangun secara harmonis," beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Sementara itu Pendeta Gilbert Lumoidong dalam sambutanya atau khotbahnya mengajak umat Kristiani untuk membangun hubungan yang harmonis, penuh toleransi antar pemeluk beragama. Apalagi menjelang tahun politik 2019 sebagai umat harus mengedepankan kerukunan antar sesama manusia dalam kedamaian.

“Melalui perayaan Natal ini, hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk lebih mendalami dan menghayati ajaran agama, untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tutur Pendeta Gilbert Lumoidong.

Pada kesempatan yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan apresiasi kepada umat Kristen yang ada di Kabupaten Ngawi atas partisipasinya membangun kerukunan antar pemeluk beragama maupun sesama pemeluk Kristiani.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu bersinergi dengan pihak manapun. Mari jadikan acara ini sebagai momentum melakukan perubahan yang progresif berlandaskan nilai-nilai religi dan kearifan lokal,” tuturnya. (pr)


Tuesday, January 8, 2019

Bobol Kotak Amal Masjid Seorang Sales Bernasib Apes

Bobol Kotak Amal Masjid Seorang Sales Bernasib Apes



TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Entah kurang mantra atau memang bernasib apes saat MR membobol kotak amal masjid. Belum sempat menikmati hasil kejahatanya pria 32 tahun asal Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur ini harus berurusan dengan polisi. 


Seperti diketahui pada Minggu kemarin, (06/01/2019), MR sesuai pengakuanya sekitar pukul 13.00 WIB masuk wilayah Dusun Grojogan, Desa Kalang, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol S 5537 E sebagai sales untuk menjual alat cuci mobil. Mendadak terduga pelaku masuk Masjid Baiturrahman yang ada di Dusun Grojogan.


Tanpa berpikir panjang dengan menggunakan anak kunci palsu MR berusaha membuka kotak amal dan menguras seluruh uang tunai. Sial, aksinya itu diketahui salah satu takmir masjid hingga berakhir penangkapan. Kasubag Humas Polres Ngawi Kompol ES Martono mengatakan dari tangan MR berhasil diamankan sejumlah barang bukti seperti uang kotak amal senilai Rp 442 ribu dan 10 anak kunci.


"Saat membobol itu terduga pelaku kepergok takmir masjid. Kasus ini langsung kita kembangkan," terang Kompol ES Martono, Senin, (07/01/2019).


Jelasnya, akibat perbuatanya MR dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP. Melihat dari barang bukti yang ada berupa puluhan anak kunci memang mencurigakan. Namun hasil interogasi sementara MR baru sekali membobol kotak amal masjid. (pr)



Thursday, December 13, 2018

Ternyata Penipu Kedok PNS Tidak Punya Koneksi Di Kemenkum HAM

Ternyata Penipu Kedok PNS Tidak Punya Koneksi Di Kemenkum HAM


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Sebut saja KA pria berumur 29 tahun petualanganya berakhir ditangan petugas Satreskrim Polres Ngawi setelah sekian lama terlibat kasus yang diduga penipuan berkedok PNS. Nasib KA yang merupakan warga Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Madiun tersebut terancam Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

Melalui press release, AKP Indra Najib Kasatreskrim Polres Ngawi menyebutkan dalam aksinya KA berhasil meyakinkan korbanya Sudjono warga Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kota jika ada penerimaan PNS dilingkup Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Syaratnya untuk bisa lolos menjadi abdi Negara sebagaimana dimaksudkan KA maka Sudjono harus menyetor uang senilai Rp 225 juta.

Merasa yakin dengan ucapan KA tak pelak Sudjono yang merupakan pensiunan guru itu menyanggupi nilai uang yang disebutkan terduga pelaku. Akhirnya dalam rentetan diakhir tahun 2017 Sudjono mentransfer uang sebanyak tiga kali melalui bank. Pertama sebanyak Rp 100 juta demikian pula nilai transfer kedua dan terakhir Rp 25 juta.

“Setelah uang itu ditransfer ternyata setelah pengumuman penerimaan CPNS tahun 2018 kemarin nama Rio Dwi Oetomo putra dari Sudjono tidak tercantum maka berakhir pelaporan itu,” terang AKP Indra Najib, Kamis, (13/12/2018).

Jelasnya, uang ratusan juta yang diterima dari korban dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi si terduga pelaku tanpa disetor lagi ke pihak lain. Bahkan KA sesuai hasil pemeriksaan atas kasusnya yang ditangani Subnit I Resmob Polres Ngawi tidak mempunyai koneksi dengan Kemenkum HAM.

“Ini murni penipuan sebab KA tidak ada jaringan atau kenalan di kementerian itu (Kemenkum HAM-red). Dengan alasan inilah kami terus menelusuri kasus dugaan penipuan berkedok PNS siapa tahu ada korban lainya lagi,” tutupnya. (pr)


Friday, November 16, 2018

 Kapolres Ngawi ‘Blusukan’ Ke Sawah Menertibkan Jebakan Tikus, Ini Alasanya !

Kapolres Ngawi ‘Blusukan’ Ke Sawah Menertibkan Jebakan Tikus, Ini Alasanya !



TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Sebagai shock terapy terhadap para pemasang jebakan tikus beraliran listrik di sawah yang sering menimbulkan korban jiwa membuat Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dibuat murka. Ia pun melakukan operasi langsung kelapangan menertibkan jebakan tikus ‘berbahaya’ tersebut ke beberapa area sawah.

Bersama aparat terkait ia melakukan penertiban ke lokasi persawahan masuk Kecamatan Padas, Ngawi. Ditempat ini, Kapolres Ngawi menemukan dua lokasi instalasi listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus. Tidak mau ada nyawa mati sia-sia lagi, beberapa barang bukti peralatan turut diamankan seperti kawat hingga kabel yang dihubungkan langsung ke speedometer.

“Jadi penertiban kali ini adalah sinergitas antara PLN, aparatur pemerintahan dan kepolisian untuk menyikapi kasus meninggalnya beberapa petani akibat jebakan tikus beraliran listrik. Pada poinya kita lakukan tindakan tegas sesuai prosedur,” tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (15/11/2018).

Disebutkan, sepanjang tahun 2018 ada 7 nyawa petani meninggal akibat jebakan tikus beraliran listrik. Peristiwa seperti itu menurutnya, sebagai bentuk kecerobohan petani dalam hal menanggulangi maupun memberantas hama tikus sawah.

Dan kepada pelaku utama pemasangan jebakan tikus beraliran listrik secara tegas akan ditindak dengan dijerat Pasal 359 KUHP tentang unsur kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang. Tindakan represif tersebut tandasnya bukan dilakukan secara dadakan melainkan terlebih dahulu melalui langkah persuasive berupa pendekatan kepada petani seperti yang dilakukan ke puluhan petani diwilayah Kecamatan Geneng.

 
“Meskipun ada langkah-langkah persuasive namun kita juga mengimbangi dengan tindakan hukum. Intinya kita menyelamatkan nyawa petani. Perlu diketahui kita akan terus melakukan tindakan represif seperti ini apabila ditemukan lagi jebakan tikus beraliran listrik,” tandasnya.

Sementara Khusaini Manajer ULP PLN Cabang Ngawi apapun alasanya instalasi listrik yang dimanfaatkan sebagai jebakan tikus tetap menyalahi aturan. Jika masih ada petani yang melakukan hal serupa ia bakal ambil tindakan tegas dengan memutus jaringan listrik secara langsung.

“Sangat tidak dibenarkan, karena tidak ada instalasi listrik yang dipergunakan sebagai jebakan tikus. Itu sangat membahayakan,” kata Khusaini.

Terpisah, Togiman seorang petani asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas aksi nekat pemasangan jebakan tikus beraliran listrik dilokasi sawahnya setelah persemaian benih padi rusak diserang tikus hingga tiga kali. Pemakaian jebakan itu jelasnya, sebagai alternative terakhir setelah obat pestisida tidak mempan. (pr)
 
 
Kasatlantas Polres Ngawi Peringatkan Orang Tua Untuk Antar Anak Ke Sekolah

Kasatlantas Polres Ngawi Peringatkan Orang Tua Untuk Antar Anak Ke Sekolah



TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Sebanyak 2.538 pelanggar lalu lintas terjaring selama Operasi Zebra 2018 yang digelar Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Ngawi, dari tanggal 30 Oktober hingga 12 November. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto menerangkan, 40 persen atau 819 pelanggar diantaranya dilakukan pelajar yang  notabene dibawah umur.

“Melihat dari hasil operasi kemarin itu memang banyak pelajar yang melakukan pelanggaran. Kami menghimbau kepada anak-anak pelajar jangan dulu membawa kendaraan bermotor ke sekolah karena belum layak,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto diruang kerjanya, Jum’at, (16/11/2018).

Ia mengajak kepada pihak sekolah terutama guru maupun orang tua untuk aktif memberikan pengertian kepada pelajar untuk mentaati semua peraturan lalu-lintas. Termasuk jangan sampai membawa kendaraan bermotor ke sekolah kalau toh belum memiliki surat kelengkapan berkendara salah satunya Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Jangan sampai anak-anak pelajar juga anak-anak kita menjadi korban kecelakaan lalu-lintas dijalan. Tentunya peran semua pihak sangat dibutuhkan, mengingat anak-anak merupakan generasi bangsa yang harus kita selamatkan,” tegasnya.


Menurutnya, untuk menekan angka kecelakaan melibatkan pelajar pihaknya terus aktif jemput bola melakukan sosialisasi secara door to door ke sekolah. Tidak sebatas itu setiap ada momen dengan masyarakat pasti ia sampaikan pentingnya tentang keselamatan berkendara.

Kemudian seperti yang tertulis dalam data Satlantas Polres Ngawi dari hasil Operasi Zebra 2018 diketahui ada 2.312 pelanggar yang ditilang sedangkan 226 pelanggar dilakukan teguran. Untuk itu mendasar pengalaman operasi lalu-lintas yang digelar 14 hari tersebut kepada semua pengguna jalan umum untuk melengkapi semua surat kelengkapan berkendara. (pr)


Wednesday, November 14, 2018

Peran Kolektif Dibutuhkan Upaya Dini Cegah Pelajar Terlibat Kecelakaan Bermotor

Peran Kolektif Dibutuhkan Upaya Dini Cegah Pelajar Terlibat Kecelakaan Bermotor



TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM - Tiga sampai empat orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, serta didominasi usia pelajar. Menurut data Kementerian Perhubungan selama 2016 terjadi 106.573 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 73,9 persennya melibatkan sepeda motor.

Masih dari sumber yang sama jumlah kecelakaan yang tinggi juga dialami pelajar SMP. Sebanyak 31.106 siswa SMP menjadi korban pada 2016. Jumlah itu turun menjadi 29.783 pada 2017. Mirisnya angka kecelakaan yang notabene melibatkan anak dibawah umur terutama pelajar membuat berbagai pihak turut prihatin.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dalam akun jejaring sosialnya terlihat getol melakukan sosialisasi tentang tata cara berlalu-lintas yang baik di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Sebab, angka kecelakaan lalu-lintas tidak jarang melibatkan anak-anak pelajar yang tidak jarang menyebabkan korbanya meninggal.

Dalam akunnya di medsos orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi tersebut menuliskan untuk turut mendukung upaya sinergitas antara Polri, pihak sekolah dan orang tua. Ajakan itu dimaksudkan sebagai kepedulian mempunyai tanggungjawab yang sama agar anak (pelajar-red) yang masih dibawah umur atau dibawah 17 tahun dilarang membawa sepeda motor sendiri ketika pergi ke sekolah.

Hematnya, jika pengendara kendaraan bermotor menaati semua peraturan, jumlah kecelakaan secara otomatis akan ikut turun. Dengan demikian, peran semua pihak harus komperhenship dan berkelanjutan jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Mengingat upaya kepolisian khususnya melalui Satlantas Polres Ngawi sudah sering melakukan sosialisasi jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang keselamatan berlalu-lintas untuk mencapai zero accident/jangan ada lagi kecelakaan lalu-lintas.

Seperti diketahui bersama, dilihat dari usia pelajar dibawah umur mereka masih labil dari sisi emosi dan justru ada kecenderungan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mendasar hal itu bisa disimpulkan, kepolisian harus tegas menegakkan peraturan lalu lintas termasuk menilang pengendara di bawah umur yang rata rata belum memiliki SIM dan tidak menggunakan helm bagi pengendara motor.

Demikian pihak sekolah maupun peran orang tua harus bisa memberikan pengertian yang jelas dan gamblang tentang resiko apabila nekat mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi aturan sebagaimana mestinya. (pr)



Monday, November 12, 2018

Kapolres Ngawi Tindak Tegas Para Pelaku Pemasang Jebakan Tikus Beraliran Listrik

Kapolres Ngawi Tindak Tegas Para Pelaku Pemasang Jebakan Tikus Beraliran Listrik

 
 
TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM – Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu akan bertindak secara represif terhadap para pelaku pemasangan jebakan tikus beraliran listrik di area sawah. Tindakan tegas itu menyusul korban berjatuhan akibat jebakan tikus di sawah selama dua tahun terakhir. Sesuai datanya korban yang meninggal lantaran tersengat aliran listrik jebakan tikus di Ngawi sepanjang tahun 2017 ada 2 kasus dan 2018 sebanyak 7 kasus. 
 
“Saya akan memproses hukum terhadap kasus semacam ini karena korban berjatuhan. Seperti kasus di wilayah Geneng yang terjadi bulan kemarin itu sekarang proses hukumnya terus berjalan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (12/11/2018).

Untuk kasus pemasangan jebakan tikus beraliran listrik yang sengaja dipasang disawah bebernya, para pelaku akan dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun. Geramnya orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi setelah kasus serupa yang terjadi di Desa Munggut, Kecamatan Padas.

Dimana dalam kejadian itu, Kadi petani berusia 58 tahun asal Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi langsung meninggal setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus disawahnya sendiri pada Senin pagi, (12/11/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

Meski demikian tandas Kapolres Ngawi, pihaknya melakukan langkah-langkah persuasive terhadap para petani melalui Dinas Pertanian maupun Babhinkamtibmas. Upaya pencegahan yang dimaksudkan itu melalui para penyuluh pertanian agar melakukan sosialisasi ke patani tentang bahaya pemasangan jebakan tikus beraliran listrik.

“Selain Dinas Pertanian untuk lebih aktif melakukan penyuluhan juga saya perintahkan ke seluruh personel Babhinkamtibmas untuk memasukan bahan penyuluhan tentang resiko jebakan tikus beraliran listrik setiap menyambangi masyarakat khususnya petani,” jelas AKBP MB. Pranatal Hutajulu. (pr)



Wednesday, October 31, 2018

 Soal Isu Penculikan Anak Kapolres Ngawi Minta Warga Bertabayun

Soal Isu Penculikan Anak Kapolres Ngawi Minta Warga Bertabayun



TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Belakangan ini bermunculan isu penculikan anak yang dilakukan dengan berbagai modus. Baik perempuan gila, pendagang keliling, peminta-minta dan sebagainya. 

Isu tersebut makin menguat dan beredar ditengah masyarakat melalui cara-cara konvensional khususnya media sosial baik facebook, whatsaap, twiter maupun instalgram.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengimbau pada masyarakat agar tidak resah terhadap isu kasus penculikan anak yang belakangan marak beredar di medsos.

"Seperti himbauan-himbauan yang sering saya lakukan kepada masyarakat itu harus tabayun dulu ketika menerima postingan," terang AKBP MB. Pranatal Hutajulu via selular, Selasa, (30/10/2018).

Artinya, mencari kejelasan tentang sesuatu kabar yang dimaksudkan itu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya. Selain itu diharapkan setiap individu masyarakat harus bisa menyeleksi kebenaran kabar yang diterima. Tentunya harus saring dulu sebelum di share atau dibagikan ke pihak lainya lagi.

"Untuk memastikan kabar itu hoax atau tidak silahkan cek ke berita-berita dari media yang resmi. Makanya saya pesan kepada netizen untuk hati-hati memakai medsos harus santun dan bijak jangan ikut-ikutan menyebarkan kabar hoax," bebernya.

Pesannya, seandainya ada masyarakat yang menemui orang yang mencurigakan jangan main hakim sendiri, laporkan hal ini segera kepada pihak berwajib. Agar ditangani sesuai prosedur yang berlaku. 

Ia pun menegaskan terkait isu penculikan anak sudah melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas yang ada di jajaran polsek termasuk akun-akun milik kepolisian. Intinya masyarakat harus bijak ketika mendapat informasi yang tidak jelas narasumbernya. (pr)
 
 

 Ini Tujuh Sasaran Operasi Zebra Polres Ngawi Dalam Dua Pekan

Ini Tujuh Sasaran Operasi Zebra Polres Ngawi Dalam Dua Pekan


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang Kamseltibcar Lalu Lintas, Satlantas Polres Ngawi mulai menggelar Operasi Zebra 2018 hari ini, Selasa (30/10/2018).

Hal tersebut dibenarkan Kasatlantas Ngawi AKP Yanto Mulyanto, melalui siaran persnya ia menjelaskan, polisi menggelar Operasi Zebra selama dua pekan dengan tujuh sasaran pelanggaran lalu lintas.

"Betul ada prioritas-prioritas sasaran kegiatan operasi zebra kali ini. Namun juga ada beberapa yang lain untuk kita tegakan," tutur AKP Yanto Mulyanto.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut tujuh prioritas sasaran Operasi Zebra 2018. Antara lain, pengemudi yang sengaja menggunakan handphone ketika berkendara, pengemudi melawan arus, pengemudi berboncengan lebih dari dua orang, pengemudi dibawah umur.

Ditambah pengemudi dan penumpang bagi kendaraan sepeda motor tanpa menggunakan helm berstandart SNI, pengemudi dalam keadaan mabuk atau menggunakan narkoba plus pengemudi yang sengaja ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas termasuk alat kelengkapan administrasi berkendara baik SIM, STNK dan KTP. Selain itu sasaran operasi lalu lintas tersebut sifatnya menyeluruh di wilayah Ngawi terutama daerah rawan lakalantas.

Ditekankan juga, untuk pengoperasian kereta kelinci jangan sampai ke jalan raya atau jalan umum. Jika mendapati hal demikian pihaknya bakal melakukan penegakan hukum tanpa pengecualian. (pr)



Peringati Sumpah Pemuda, GP Ansor Laksanakan Apel Besar & Workshop

Peringati Sumpah Pemuda, GP Ansor Laksanakan Apel Besar & Workshop


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Ratusan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ngawi dan Banser daerah setempat dalam peringatan Sumpah Pemuda ke - 90 kali ini menggelar workshop kebangsaan dan apel sumpah pemuda dilapangan Desa Dero, Kecamatan Padas, Ngawi, (28/10/2018). 

Dalam kesempatan itu workshop dibuka langsung oleh Wadir Kamneg Mabes Polri Kombes Pol Dedy Djunaedy didampingi Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dan Mahsun Fuad Ketua GP Ansor Ngawi.

Dalam pesannya Kombes Pol Dedy Djunaedy sebelum membuka workshop menjelaskan, pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran pengurus GP Ansor yang telah menggelar workshop tentang kebangsaan demi menjaga keamanan, kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. 

Ia menekankan, terkait peristiwa pembakaran bendera dalam tanda petik milik organisasi terlarang HTI di Garut, Jawa Barat semua pihak harus bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.

Diakui Dedy, pembakaran bendera HTI menjadikan persoalan sensitif dan jangan sampai bangsa menjadi terpecah belah. Efeknya sangat luar biasa jika tidak segera diredam dan bisa berpotensi meluas tidak sebatas didalam negeri melainkan bisa ke luar negeri. 

Dengan adanya peristiwa di Garut, harus diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi di Indonesia dengan mayoritas umat muslim tetap mengedepankan cara penyelesaian secara ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah dan ukhuwah Insaniyah. 

"Jangan sampai di Indonesia ini yang mayoritas muslim tercoreng dengan persoalan daripada peristiwa di Garut. Dimana peristiwa itu yang dilakukan bukan hanya sebatas penegakan melainkan bagaimana peran kita memelihara keamanan ini menjadi kondusif," terang Kombes Pol Dedy Djunaedy.

Dedy meminta seluruh anggota Ansor maupun Banser serta masyarakat luas khususnya di Ngawi harus bersikap arif, waspada dan dipenuhi rasa bijak dan tidak terprovokasi akan hasutan perpecahan yang mungkin sengaja dilakukan pihak tertentu. 

Apabila terjadi hasutan baik ujaran kebencian, penyebaran berita hoax yang diarahkan ke sesama anak bangsa apapun alasanya tidak dibenarkan baik moral apalagi hukum negara. Disatu sisi makna kebhinekaan yang selama ini sebagai satu eksistensi penopang keutuhan bangsa Indonesia akan sirna.

Ditempat yang sama Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menegaskan, sesuai makna dari Sumpah Pemuda setiap individu pemuda bangsa terutama GP Ansor maupun Banser menjadi pemersatu keutuhan bangsa Indonesia. 

Demikian workshop kebangsaan yang digelar GP Ansor Ngawi mempunyai peran sentralistik terhadap pembentukan karakter pemuda bangsa. Hadirnya pemuda harus mempunyai sikap dan perilaku bisa menghargai perbedaan dan toleransi ditengah masyarakat. 

Apalagi generasi muda yang masih mempunyai rasa idealisme tinggi sangat rawan jika dipengaruhi paham-paham intoleran dan radikal. Sehingga perlu adanya pencegahan dini dengan memberikan wawasan kebangsaan kepada generasi muda seperti yang dilakukan GP Ansor Ngawi.

"Generasi muda dalam peranya harus mampu mengembangkan sikap-sikap toleransi dilingkungan masyarakat maupun sekolah. Dan kita tadi memberikan pemahaman tentang konsekuensi hukum apabila melanggar tindak pidana terorisme, radikalisme maupun penyebaran ujaran kebencian dan atau penyebaran berita hoax dan lain-lainya," ulas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Selanjutnya Mahsun Fuad Ketua GP Ansor Ngawi adanya workshop kebangsaan dan apel sumpah pemuda dilatarbelakangi dari kondisi yang luar biasa baik isu politik maupun SARA. Dengan adanya itu tujuan dari workshop untuk kembali meneguhkan sikap anak bangsa terhadap komitmen menjaga kedaulatan NKRI.

"Tentunya kami Ansor maupun Banser bersama elemen masyarakat lainya ingin Indonesia satu, Indonesia damai dan tidak ada konflik didalamnya. Mudah-mudahan kegiatan yang kami gelar hari ini bermanfaat positif bagi semuanya untuk lebih mencintai negeri dan bangsa Indonesia yang berdaulat berdasar Pancasila dan UUD 1945," pungkas Mahsun. (pr)


 Gelar Operasi Zebra Non Stop Polres Ngawi Turunkan Puluhan Personel

Gelar Operasi Zebra Non Stop Polres Ngawi Turunkan Puluhan Personel


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi bakal menurunkan 75 personel selama Operasi Zebra yang digelar mulai 30 Oktober sampai 12 November 2018. Kegiatan itu diawali melalui apel dipimpin langsung Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Operasi digelar dalam rangka menertibkan pengendara yang melanggar lalu lintas demi menciptakan kondusivitas jelang Natal dan tahun baru. Apalagi wilayah Ngawi menjadi satu titik perbatasan propinsi dengan intensitas maupun volume kendaraan yang padat baik dari arah Jawa Tengah maupun sebaliknya.

"Menciptakan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas terutama di daerah rawan kecelakaan," terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto, Selasa, (30/10).

Dalam operasi tersebut akan dilakukan dalam bentuk represif 80 persen dan teguran 20 persen. Pelaksanaan operasi kali ini tidak hanya dilaksanakan pada siang. Lalu akan menerapkan dua shift operasi.

Pelanggaran yang akan menjadi sasaran utama para personel Satlantas Polres Ngawi adalah pelanggar rambu lalu lintas, pengendara dengan beban melebihi kapasitas dan pengendara di bawah umur.

Titik utama operasi yang dilakukan jalan poros antar kecamatan dan diwilayah rawan kecelakaan baik Ngawi - Mantingan, Ngawi - Karangjati maupun Ngawi - Maospati. Dihimbau kepada pengguna kendaraan baik roda empat maupun dua untuk mentaati semua ketentuan dalam berkendara. (pr)



Wednesday, October 24, 2018

Kapolres Ngawi Lepas 86 Anggotanya BKO ke Sampang

Kapolres Ngawi Lepas 86 Anggotanya BKO ke Sampang




TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Kepala Kepolisian Resor Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H., melepas 86 anggota Polres Ngawi Kerangka Dalmas dalam rangka BKO Pungut Suara Ulang Pilkada tahun 2018 di Polres Sampang yang dilangsungkan di Kabupaten Sampang.

Upacara pemberangkatan angggota yang BKO dipimpin langsung Kapolres Ngawi menuju Sampang menggunakan 3 unit kendaraan yang bertolak ke Sampang pada Rabu Malam (24/10).

Sebelum pelepasan didahului dengan persipaan perlengkapan Dalmas seperti rompi, helm, tameng dan tongkat. Apel dipimpin langsung Kapolres dan Kabag Ops Kompol Rudi Sesunan.

“Ucapan terima kasih kepada anggota semua sudah ditempatkan untuk melaksanakan tugas. Kita selalu bersyukur, diucapkan agar setiap tindakan kita dilaksanakan dengan baik. Tantangan tugas adalah nikmat maka saya minta kesedian menjadi kendali operasi BKO di Sampang,” ujar Kapolres.


Dalam Amanatnya Kapolres Ngawi memberikan penekanan bahwa “Kita sebagai anggota Polri sudah mengikat sumpah dan janji untuk mengabdi kepada Negara Republik Indoenesia.”

“Dalam pelaksanakan BKO anggota Polres Ngawi agar menjalankan tugas dengan baik, jaga selalu etika dan sopan santun serta jangan membuat pelanggaran sekecil apapun.”

Lebih lanjut Kapolres Ngawi menekankan bahwa “Kita harus bisa megenal, memahami karakter dan budaya masyarakat di wilayah tersebut, Perhatikan sikap tampang dan kerapian Personel dan Jaga selalu kesehatan dan keselamatan dalam bertugas, semoga pelaksanaan BKO pengamanan Pilkada Ulang di Polres Sampang berjalan aman dan kondusif.” Tegas Pranatal. (Jf)

Monday, October 22, 2018

Tidak Mampu Kuasi Laju Kendaraan Pengendara Motor Tewas Di Jalur Ngawi - Mantingan

Tidak Mampu Kuasi Laju Kendaraan Pengendara Motor Tewas Di Jalur Ngawi - Mantingan


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan terjadi di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 23-24 masuk Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi salah satu korbanya tewas dilokasi kejadian. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB bermula dari Kasiman pria 42 tahun melaju dari timur ke barat mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion nopol AE 5496 L.


Sedangkan dari arah berlawanan melintas truk trailer nopol S 9461 UH yang dikemudikan Sarif warga Desa Caruk Wetan, Kecamatan Jabon, Jombang. Sewaktu kejadian diduga kuat Kasiman mengendarai sepeda motor tanpa helm tidak bisa menguasai laju kendaraan alias oling. Karena jarak sudah dekat langsung terjadi tabrakan samping kanan dengan truk trailer hingga korban terpental.


Dari kejadian ini, Kasiman yang tercatat sebagai warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi dinyatakan tewas ditempat. Usai kejadian petugas kepolisian mendatangi TKP untuk meminta keterangan para saksi mata. Sedangkan jenasah korban di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi.


“Kami masih melakukan pendalaman terkait kecelakaan itu dengan meminta keterangan para saksi-saksi. Dan jenasah langsung kami evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan visum,” terang Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto. (pr)
 
 
 
 

Keberadaan Santri Mempunyai Peran Besar Mencegah Paham Radikalisme

Keberadaan Santri Mempunyai Peran Besar Mencegah Paham Radikalisme


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Santri sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya. Santri sebagai manifestasi kekuatan bangsa dengan gagahnya membawa prinsip ‘Islam Rohmatan Lil ‘alamin’ dimana santri dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang baik bagi perkembangan sebagai generasi muda penerus bangsa.


Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan dalam momen perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Ia mengatakan kehadiran santri yang santun dibutuhkan di tengah ancaman radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa saat ini. Hadirnya Islam harusnya menjadi pelepas dahaga di tengah masyarakat.


“Gerakan radikalisme ini sangat rapi, rapi sekali. Mereka tidak hanya menyusup di lembaga formal pendidikan, lembaga non-formal pun menjadi sasaran empuk mereka.  Maka kehadiran santri sebagai salah satu penangkalnya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (22/10).

Sementara itu pada perayaan HSN 2018 di Ngawi aparat kepolisian yang telah disiapkan sekitar 200 personel. Ratusan anggota kepolisian tersebut akan ditempatkan dalam pengamanan konser dengan menghadirkan Wali Band di alun-alun Ngawi nanti malam pada puncak HSN di wilayah Ngawi. (pr)



Kapolres Ngawi Sebut Keberadaan Santri Sebagai Aset Bangsa

Kapolres Ngawi Sebut Keberadaan Santri Sebagai Aset Bangsa

TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengajak pegiat pesantren dan santri untuk bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Pesantren dan santri harus mampu menjadi lokomotif kemajuan negara, sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi saat memimpin apel pagi dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dihalaman Mapolres Ngawi, Senin, (22/10/2018). 

AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengatakan, hubungan aparat kepolisian dengan santri maupun ulama sangat sentralistik untuk menciptakan situasi yang kondusif. Apalagi menjelang tahun politik 2019 mendatang kehadiran santri sebagai salah satu titik tumpu pada keberhasilan pesta demokrasi yang bermartabat.

“Seperti diketahui kebradaan santri ini sebagai asset bangsa sekaligus penentu masa depan bangsa sehingga keberadaanya terus kita jaga. Dan hubungan dengan aparat kepolisian terus kita tingkatkan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negeri ini,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Lanjutnya, antara santri, ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apa pun. Ia mengajak pesantren dan para santri di dalamnya terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat. 
Dalam peringatan HSN 2018 kali ini tegas Kapolres Ngawi siap mengamankan berbagai agenda perayaan hari santri yang sudah berjalan selama ini baik di daerah maupun skala nasional. Dikabarkan, pada puncak acara perayaan HSN 2018 secara nasional akan dilakukan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 28 Oktober 2018 mendatang yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo. (pr)
 
 
 

Friday, October 19, 2018

Angkringan Kamtibmas Polres Ngawi Dengan Pesilat

Angkringan Kamtibmas Polres Ngawi Dengan Pesilat


TRIBRATANEWSPOLRESNGAWI.COM || Pada hari Kamis 18 Oktober 2018, Pukul 20.05 s.d 21.40 WIB, di Aula Polres Ngawi dilaksanakan Angkringan Kamtibmas Dengan Pesilat "Ayo Ngopi" dengan tema Karo Rembukan Ilmu Nggawe Amane Ngawi Keamanan Ketertiban Masyarakat.

Adapun peserta yang hadir dalam angkringan kamtibmas ini antara lain Kapolres Ngawi AKBP M.B. Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Hartono, S.Pd., M.M. bersama PJU, perwira staf dan Kapolsek jajaran Polres Ngawi.

Sedangkan dari perguruan pencak silat Ketua IPSI Kab. Ngawi Sdr. Sugeng Hariyono S.Pd., Ketua Pengurus Cabang Perguruan Pencak Silat se-Kab. Ngawi masing - masing 4 orang yaitu PSHT Cab. Ngawi, PSH Winongo Tunas Muda, IKS PI, IKS Kungfu Sejati, PS Ki Ageng Pandan Alas, PS Cempaka Putih, PPSGR Indonesia Pusat Ngawi, PS. Hastakari, Pagar Nusa NU, Tapak Suci Muhammadiyah, Persinas Asad dan PPS Betako Merpati Putih.


Adapun susunan acara yaitu sambutan Kapolres Ngawi AKBP M.B. Pranatal Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H., Ucapan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran tokoh silat yang ada di wilayah Kab. Ngawi yang selama ini telah membantu mensukseskan tugas Polri terutama dlm pengamanan giat masyarakat di bulan Muharam atau Suro 1430 H tahun 2018.

Dengan adanya wadah dari perguruan beladiri yaitu IPSI diharapkan mampu mengurangi atau bahkan membuat Zero adanya konflik antar perguruan beladiri.

Sugeng Hariyono S.Pd selaku Ketua IPSI Kab. Ngawi, Ucapan terimakasih dari IPSI yang merasa telah diwadahi oleh Polres Ngawi atas pertemuan yang menghadirkan seluruh Perguruan Beladiri se Kab. Ngawi, mengajak pada semua Ketua dan tokoh Perguruan beladiri yang ada di Ngawi untuk bersama sama ikut menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.


Dalam sesi tanya jawab dan masukan Sdr. Anung Alias Londo dr Perwakilan PSH Winongo Tunas Muda menyampaikan ucapan terimakasih atas waktu yg telah diberikan pd kelompok pesilat untuk ngobrol bersama sehingga sehingga terjalin silaturahmi.

Sedangkan Sdr. Hilmi perwakilan dari Pagar Nusa menyampaikan usul untuk diadakan edukasi tertib berlalu lintas bagi pesilat di Ngawi.

Dan Sdr. Sardjono perwakilan dari Persinas Asad mengusulkan agar angkringan pesilat ini dilaksanakan secara rutin dengan lokasi yang berpindah pindah sehingga tercipta kerukunan yang hakiki.

Tanggapan dari Kapolres Ngawi Edukasi dan Sosialisasi tertib berlalu lintas terhadap pesilat akan segera ditindak lanjuti dan Angkringan Kamtibmas dengan pesilat akan berkelanjutan sehingga dapat menampung aspirasi dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada dari kelompok perguruan beladiri.

Bahwa kegiatan angkringan Kamtibmas Kapolres Ngawi didampingi Wakapolres, PJU & Kapolsek jajaran Polres Ngawi dengan Pesilat se Kab. Ngawi tersebut dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan menumbuhkan peran tokoh silat untuk ikut serta menciptakan sitkamtibmas yang kondusif jelang Pileg dan Pilpres 2019, giat diakhiri dengan foto bersama, selama giat berlangsung kondusif. (Gita)